Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Effectiveness Of Health Promotion On The Neglect Of Elderly Through A Transcultural Nursing Approach : Rabab Culture Amri, Lola Felnanda; Muchtar, Murniati; Novera, Milya
South East Asia Nursing Research Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.5.3.2023.1-8

Abstract

Knowledge has a big impact on the formation of a person's behavior. Behavior that is based on knowledge will be lasting compared to behavior that is not based on knowledge. Delivery of knowledge can be done in various ways. One of them is health promotion through traditional culture which is rabab art. Rabab traditional art is a musical instrument from Minangkabau that is made from coconut shell and played by one or more players. The player will sing a rhyme that is called Kaba and it has an educational message such as education about elderly neglectfulness. The objective of this study was to effectiveness of rabab culture on family education about elderly neglectfulness. The study design was a quasi-experimental design with one group pretest post-test. The study was conducted in Gurun Laweh Sub-District, Padang City, West Sumatra Province. The study population was 55 people and number of samples was 48 people. Study results show that most respondents (20 people) were at an early age (58.8%). Before the experiment, people with less knowledge were 11 people (32.4%) and after the experiment, it reduced to 9 people (26.5%). There is a difference in people’s knowledge between before and after the rabab experiment with a P-value of 0.037. It was concluded that there was a need to increase family knowledge about elderly welfare. It is recommended that healthcare workers should provide health education to the community about elderly neglectfulness and future researchers can use different variables and educational media for better results.
Pengetahuan dan Dukungan Keluarga Terhadap Self Care pada Pasien Pasca Stroke Milya Novera; Erni Musmiler; Nadya Nadya
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2022): JIK-Oktober Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i2.616

Abstract

Stroke merupakan serangan akut mendadak dari disfungsi otak fokal dan global disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Dampak stroke meliputi perubahan kemampuan fisik, emosi, dan kehidupan sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Self – Care Pasien Pasca Stroke. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Deskriptif Analtik menggunakan rancangan Cross Sectional Study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang dari bulan April sampai Juli 2022. Populasi pada penelitian ini berjumlah 23 orang yang diambil secara total sampling.  Data diolah dengan komputerisasi yang dianalisa secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariate dengan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian univariat didapatkan sebanyak 8 orang (40%) melakukan Self-Care secara mandiri, dukungan keluarga dengan pernyataan positif sebanyak sebanyak 11 orang (55%), Pengetahuan kurang sebanyak 9 orang (45%). Hasil penelitian bivariat berdasarkan uji statistic diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan antara Pengetahuan (p=0,001) dan dukungan keluarga pada pasien pasca stroke dengan Self-Care (p=0,001) pada pasien pasca stroke di wilayah kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang. Diharapkan kepada pihak Puskesmas agar memberikan pengetahuan dan motivasi yang baik kepada keluarga pasien pasca stroke, upaya mencapai Self-Care yang terlatih dan terorganisasi sehingga tercapainya perbaikan dalam perawatan diri dimasa mendatang.
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Diabetes Mellitus Tipe II Yunita, Anri; Novera, Milya; Armaita; Aprihatin, Yessy
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.255

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. International Diabetes Federation telah mengidentifikasi 10 negara dengan jumlah penderita tertinggi salah satunya Indonesia. Indonesia menempati peringkat kelima dari sepuluh negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak yaitu sebesar 19,47 juta. Data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman penderita Diabetes Mellitus terbanyak di Kota Pariaman terdapat di Marunggi yaitu sebanyak 454 pasien. Data kunjungan pasien dengan diabetes yang didapatkan dari rekam medis Puskesmas Marunggi Kota Pariaman terus meningkat selama 2 tahun terakhir. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Marunggi selama 7 hari. Tujuan penelitian ini adalah agar mampu memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Marunggi Kota Marunggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan keluarga dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Marunggi. Hasil pengkajian yaitu Ny. D 64 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga merasakan keluhan sering kesemutan di kedua tangan dan kaki,Ny. D juga mengatakan memiliki kebiasaan makan dimalam hari . Setelah evaluasi didapatkan hasil bahwa tingkat pengetahuan dan kemandirian keluarga meningkat yaitu menerima perawatan kesehatan pada keluarga dengan penyakit diabetes dan menerima pelayanan keperawatan yang diberikan sesuai dengan rencana keperawatan. Saran dari penelitian ini untuk keluarga adalah diharapkan keluarga dapat lebih memperhatikan makanan yang dilarang bagi penderita diabetes mellitus.
Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Pasien Tn.S Dengan Rheumatoid Arthritis Nurfadila; Dewi, Sandra; Novera, Milya
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.257

Abstract

Rheumathoid Arthritis (RA) merupakan gangguan peradangan kronis autoimun, yang ditandai dengan adanya penurunan dan gangguan pada imun sehingga menyebabkan hancurnya organ sendi dan lapisan pada sinovial, terutama pada tangan, kaki dan lutut. Menurut World Health Organisation (WHO) sebanyak 335 juta penduduk di dunia yang mengalami Rematik. Kejadian rematik pada lansia tiap tahun adalah sekitar 3 kasus per 10.000. populasi, dan angka prevelansinya sekitar 1% meningkat dengan bertambahnya usia dan memuncak antara usia 35 dan 50 tahun. Tujuan peneliti ini yaitu mampu memberikan asuhan keperawatan pada kasus dengan Rheumatoid Arthritis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus dimana peneliti mengambil satu klien kelola pada klien Rheumatoid Arthritis dengan proses anamnesa yaitu pengkajian dari sampel dan menerapkan dengan asuhan keperawatan yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sikapak Kota Pariaman pada tanggal 26 Februari-02 Maret 2024. Hasil yang di dapatkan pada masalah klien yaitu nyeri kronis, Pemeliharaan Kesehatan tidak Efektif dan Gangguan Pola Tidur dimana dilakukan implementasi selama 5 hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan implementasi maka nyeri kronis yang di rasakan dapat teratasi. Disarankan kepada klien untuk melakukan manajemen nyeri yang sudah diajarkan sebelumnya seperti kompres hangat dan tarik nafas dalam oleh peneliti agar dapat mengatasi nyeri secara mandiri dan rutin untuk kontrol di pelayanan kesehatan.
Evaluation of the Implementation of Minimum Service Standards for Hypertension Program Handiny, Febry; Asyari, Dian Paramitha; Oktaviani, Silvy; Novera, Milya
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v3i1.1209

Abstract

The prevalence of hypertension in Indonesia in the 2018 National Riskesdas was 34.11%. Minimum Service Standards for hypertension: Every patient with hypertension receives health services according to standards. Achievement of Hypertension at Andalas Public Health Center for the last two years is 30.21% in 2021 and 14% in 2022. This study aims to determine the process of implementing the Minimum Service Standards for the Hypertension program at the Andalas Public Health Center. This study is a Descriptive qualitative research method by conducting semi-structured interviews with ten informants. The research was conducted at Andalas Public Health Center from March to August. The data collected were the results of interviews using an interview guide, document review, and observation. Data analysis used source triangulation and method triangulation. The results were that the officers involved and hypertensive patients in implementing Minimum Service Standards Hypertension were by the standards. Facilities and infrastructure are sufficient, but adding blood pressure monitors and Communication, Information, and Education media in leaflets is still necessary. Existing health workers already know the process of implementing hypertension following standards.  The implementation has been going well, but there are still obstacles in the form of difficulty monitoring hypertensive patients in the Andalas Public Health Center working area and a lack of public awareness of routine treatment every month.
EMBENTUKAN KADER REMAJA SEHAT JIWA DI SMPN GUNA PENCEGAHAN MASALAH KESEHATAN JIWA PADA REMAJA Ramaita Ramaita; Aulia Asman; Reska Handayani; Bunga Permata Wenny; Anggra Trisna Ajani; Milya Novera; Sri Burhani Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19528

Abstract

Abstrak: Gangguan kesehatan jiwa adalah penyebab utama kecacatan pada generasi muda diseluruh dunia. Prevalensi permasalahan kesehatan jiwa dikalangan remaja meningkat seiring bertambahnya usia. Masa transisi perubahan remaja yang membingungkan, membuat remaja terpapar dengan berbagai stressor. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan keterampilan manajemen stress remaja kepada kader remaja sehat jiwa di sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman guna pencegahan masalah kesehatan jiwa pada remaja. Sasaran utama adalah siswa SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak berjumlah 30 orang. Metode kegiatan dengan memberikan pelatihan tentang deteksi dini masalah kesehatan jiwa menggunakan intrumen pelaporan mandiri kesehatan remaja IDASS-Y dan workshop manajemen stress pada remaja. Evaluasi kegiatan menggunakan kuisioner pre dan post-test terkait keterampilan siswa dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja dan manajemen stress. Setelah pelatihan sebagian besar keterampilan kader remaja sehat jiwa mengalami peningkatan. Keterampilan deteksi dini masalah kesehatan jiwa remaja meningkat menjadi 73,3%, Keterampilan teknik nafas dalam meningkat menjadi 100%, keterampilan teknik distrasi meningkat menjadi 86,7%, keterampilan teknik hypnosis 5 jari meningkat menjadi 93,3%, dan keterampilan teknik spiritual meningkat menjadi 83,3%. Kesimpulan: kader remaja sehat jiwa yang telah dibentuk memiliki keterampilan dalam kategori baik.Abstract: Mental health disorders are the main cause of disability in young people throughout the world. The prevalence of mental health problems among adolescents increases with age. The transition period of adolescent change is confusing, exposing teenagers to various stressors. This activity aims to provide training in early detection skills for adolescent mental health problems and adolescent stress management skills to mentally healthy adolescent cadres at state junior high school (SMPN) 4 VII Koto Sungai Sariak Padang Pariaman in order to prevent mental health problems in adolescents. The main target is 30 students of SMPN 4 VII Koto Sungai Sariak. The activity method is to provide training on early detection of mental health problems using the IDASS-Y adolescent health self-reporting instrument and stress management workshops for adolescents. Evaluation of activities using pre and post-test questionnaires regarding students' skills in early detection of adolescent mental health problems and stress management. After training, most of the skills of mentally healthy youth cadres have improved. Early detection skills for adolescent mental health problems increased to 73.3%, deep breathing technique skills increased to 100%, distraction technique skills increased to 86.7%, 5 finger hypnosis technique skills increased to 93.3%, and spiritual technique skills increased to 83.3%. Conclusion: the mentally healthy youth cadre that has been formed has skills in the good category.
Determinasi Faktor Sosiodemografi, Diagnosis, dan Lama Perawatan terhadap Kualitas Hidup Caregiver Pasien dengan Gangguan Jiwa Berat dbysinth, dbysinthania; Milya Novera; Mariza Elvira; Putri Minas Sari; Anggra Trisna Anjani
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v7i1.286

Abstract

Caregivers of patients with severe mental illness often experience physical and emotional burdens that impact their quality of life. This study aims to identify the sociodemographic factors that most significantly influence the quality of life of caregivers. This analytical study involved 114 caregivers selected through accidental sampling from a population of from a population of 2,189 individuals. Bivariate and multivariate linear regression analyses were conducted to evaluate the influence of various characteristics on caregivers' quality of life. Multivariate analysis results indicated that educational level (p = 0.046; B = 1.061) and age (p = 0.000; B = -0.514) had significant relationships with caregiver quality of life. The conclusion is that educational level is the dominant factor influencing caregiver quality of life. Education-based interventions can be an important strategy for improving their quality of life.
Prevalensi Mukositis Oral pada Pasien Kanker Payudara yang Menerima Kemoterapi 5-Fluorouracil trisna ajani, anggra; Milya Novera; Fiola Finomia Honesty; Putri Minas Sari; Debby Shinthania; Mariza Elvira; Espasari; Yeni Masbiran; Keken Erva Nanda; Shindy Gustarina
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer treatment is currently carried out in various ways according to the stage of cancer diagnosed by the doctor. One of the cancer treatments is combination chemotherapy. Chemotherapy given to breast cancer patients is 5-fluorouracil combination chemotherapy, which can damage the basal epithelial cell layer directly, causing death of clonogenic cells, mucosal atrophy and ulceration called oral mucositis. Oral mucositis will be influenced by various things, namely high doses, age, gender, type of chemotherapy drug, repeated chemotherapy schedules (chemotherapy cycles), poor nutritional status, plus oral hygiene conditions. The purpose of this study was to determine the frequency distribution of oral mucositis characteristics of breast cancer patients with 5-fluorouracil combination chemotherapy. The research method is descriptive with consecutive sampling. The sample obtained was 45 people. The results of the study showed that the frequency distribution with the most age characteristics in the early elderly, almost all were diagnosed with stage, less than half underwent the 5th chemotherapy cycle and more than half had normal nutritional status, and more than half of breast cancer patients with 5-fluorouracil combination chemotherapy with mild oral mucositis. The suggestion of this study is that nurses in the chemotherapy room can provide education on the management of oral mucositis with nursing modalities such as cryotherapy
Perbedaan Perubahan Intensitas Disminorea antara Kompres Hangat dan Kompres Dingin pada Siswi Kelas VII dan VIII SMP trevia, reni; Eka Seba Marta; Milya Novera; Mimi Rosiska; Ikhrimni
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v7i1.290

Abstract

In Indonesia, 107,673 people (64.25%), consisting of 59,671 people (54.89%) had primary dysmenorrhea and 9,496 people (9.36%) had secondary dysmenorrhea. The impact of dysmenorrhea on adolescents is that it can interfere with learning activities and daily activities. The aim of the study was to determine the difference in the intensity of dysmenorrhea between warm compresses and cold compresses for female students at Baiturrahmah Padang Middle School.This type of research uses quantitative, namely Quasi-experimentalwith a one group pretest posttest design.. The sampling technique was purposive sampling. The sample size is 18 respondents and the data obtained was processed using univariate, bivariate and multivariate methods. The results of the Manova test multivariate variables with a significant level of α < 0.05 indicate that the f test has a significance value of 0.000 < α 0.05. It can be seen that the f tests are all significant. The significance value of the Levene test shows that both variables on the pre-test dysmenorrhea scale have a value of f = 6,790 with a significance of 0.005 <0.05. Meanwhile, on the dysmenorrhea post test scale, the value off =5,237 with a significance of 0.013<0.05. Then whatisseenis the Games- Howell test. From the post hoc test, it can be seen the difference between warm compresses and cold compresses, warm compresses are 1.22, while cold compresses are 0.89. the conclusion of the study, there was a significant difference by giving warm compresses and cold compresses to reducing the intensity of dysmenorrhea in Baiturrahmah Padang Middle School students that warm compresses were more effective in reducing dysmenorrhea than cold compresses. Keywords: Disminorea; Warm Compresses; Cold Compresses
Asuhan keperawatan pada pasien Ny.y dengan Gout Arthritis MARDATUL HUSNI, RISA; Dewi, Sandra; Novera, Milya; Hasmita
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.201

Abstract

Latar belakang : Gout Arthritis merupakan penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya Asam Urat dalam darah. Kadar Asam Urat yang tinggi dalam darah melebihi dari batas normal menyebabkan Asam Urat menumpuk di persendian dan organ tubuh lain. Data WHO mengatakan asam urat menyerang 71,4% penduduk dunia. Tujuan : dilakukan penelitian ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada lansia dengan asam urat diwilayah kerja puskesmas kurai taji kota pariaman. Metode penelitian : ini yaitu mengeksplorasi/ melihat atau mengenal masalah asuhan keperawatan pada lansia dengan asam urat dengan proses keperawatan yaitu pengkajian langsung dari sampel dan menerapkan dalam asuhan keperawatan. Pengkajian dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2024 s/d 2 Maret 2024. Hasil : diagnosa yang didapatkan pada masalah Ny.S yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik dan manajemen kesehatan tidak efektif dimana inervensi di uraikan adalah manajemen nyeri, dukungan mobilitas, edukasi kesehatan dan implementasi yang dilakukan sesuai dengan rencana yang disusun, dan evaluasi didapatkan hasil yaitu nyeri kaki kanan dan kiri berkurang, katz indeks kategori normal, barthel indeks termasuk ketergantungan ringan, asam urat menurun, menjaga pola makan agar lebih sehat dan mampu melakukan aktifitas secara bertahap. Kesimpulan : Diharapkan klien untuk melakukan manajemen nyeri yang sudah diajarkan sebelumnya oleh peneliti agar dapat menstabilkan kadar asam urat, mengontrol pola hidup agar lebih sehat dan rutin untuk check up di pelayanan kesehatan seperti puskesmas
Co-Authors Abdul Wahid Afrida Yani Rosa Ajani, Anggra Trisna Amri, Lola Felnanda An Autika Asman Anggra Trisna Ajani Anggra Trisna Anjani Anggra Trisna Anjani Aprihatin, Yessy Arianti, Diana Armaita Arnetty, Arnetty Astilia Asyari, Dian Paramitha Aulia Asman Baiquni, Fahmi dbysinth, dbysinthania Debby Shinthania Debby Silvia Dewi Debby Sinthania Dela Septianingsih Diana Arianti Diana Arianti Diana Arianti Diana Morika, Honesty Dini Suryani, Dini Edrizal, Edrizal Eka Seba Marta Eliwarti Eriyati, Eriyati Erni Musmiler Erpita Yanti Espasari Farida Moh. Said Fiola Finomia Honesty Fluorina Oryza Muslim Freti Gusrina Putri Handayani, Reska Handiny, Febry Hasmita Hasmita Hasmita Hersipa, Lulung Lanova Hilma Yesii Hilma Yessi Hj. Murniati Muchtar, Wiwi Sartika, Dra, Hj. Syarwini., Herwati Ifitri, Ika Ignes Ulima Azalia Ikhrimni Ira Sri Budiarti Jayati, Trisna Karuniawati, Benny Keken Erva Nanda Ledia Restipa Linda Marni Lindawati Lindawati MARDATUL HUSNI, RISA Mariza Elvira Meta Rikandi Mike Asmaria Millani Amastasia Mimi Rosiska Miranie Safaringga Movitaria, Mega Adyna Nadya Nadya Nopan Saputra Nurfadila Oktaviani, Silvy Olivia Amanda Wijaya Rahmi Sarifatunnisa Ramaita Ramaita Ramaita Ramaita Ramaita Ramaita, Ramaita Reska Handayani Rifekhzan Fajar Pratama Rika Syafitri sandra dewi Sandra Dewi Sari, Putri Minas Septianingsih, Dela Shindy Gustarina Sri Burhani Putri Trevia, Reni Trisna Ajan, Anggra Trisna Ajani, Anggra Warman, Anses Wenny, Bunga Permata Yance Komela Sari Yeni Masbiran Yundelfa, Mandria Yunita, Anri Zulfi Fauzul ‘Azim Zuriati