Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Techno-Economic Analysis of Sawdust-Based Trash Cans and Their Contribution to Indonesia’s Green Tourism Policy and the Sustainable Development Goals (SDGs) Afmi Apriliani; Cecep Waahyudin; Faisal Tri Ramdani; Abraham Yazdi Martin; Dede Syahrudin; Denny Hernawan; Euis Salbiah
ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials Vol 5, No 1 (2026): AJSEM: Volume 5, Issue 1, March 2026
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigated the techno-economic feasibility of producing trash cans from sawdust waste to support sustainable waste management and smart tourism infrastructure in Indonesia. With the growing volume of tourist-generated waste and increasing demand for eco-friendly public facilities, this innovation offers a low-cost, circular economy solution. A 20-year financial projection was conducted using indicators such as Net Present Value (NPV), Gross Profit Margin (GPM), Payback Period (PBP), and Return on Investment (ROI). Results indicate strong economic viability, with an initial investment of USD 19,500 and a payback period of just over two years. The model contributes to SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and aligns with national policy frameworks such as RIPPARNAS, RPJMN, and Ministerial Regulation No. P.75/MENLHK/2019. This study presents a scalable solution for local governments and tourism authorities to enhance environmental infrastructure while promoting sustainability and community-driven innovation in tourism destinations.This study investigated the techno-economic feasibility of producing trash cans from sawdust waste to support sustainable waste management and smart tourism infrastructure in Indonesia. With the growing volume of tourist-generated waste and increasing demand for eco-friendly public facilities, this innovation offers a low-cost, circular economy solution. A 20-year financial projection was conducted using indicators such as Net Present Value (NPV), Gross Profit Margin (GPM), Payback Period (PBP), and Return on Investment (ROI). Results indicate strong economic viability, with an initial investment of USD 19,500 and a payback period of just over two years. The model contributes to SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and aligns with national policy frameworks such as RIPPARNAS, RPJMN, and Ministerial Regulation No. P.75/MENLHK/2019. This study presents a scalable solution for local governments and tourism authorities to enhance environmental infrastructure while promoting sustainability and community-driven innovation in tourism destinations. © 2026 Bumi Publikasi Nusantara
Program Sosialisasi Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila di SDN Langensari Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor Muhammad Yusuf Wahyudin; Mohamad Zaki Maharga Azmi; Dineu Cahyani Jaya; Elimelek Yogi; Rahsya Sameer Ramziansyah; Melly Revani Saragih; Rifal Permana; Panji Anggara Prasetya; Faisal Tri Ramdani; Yudi Wahyudin
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.18025

Abstract

Kegiatan sosialisasi bertujuan mengenalkan nilai-nilai Pancasila secara praktis dan menyenangkan kepada siswa SDN Langensari Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa sebanyak 41 orang, terdiri dari 20 laki-laki dan 21 perempuan. Sosialisasi dilakukan melalui pendekatan yang inovatif, seperti permainan, diskusi interaktif, dan pemutaran video edukatif. Sosialisasi ini dilakukan dengan menginternalisasi nilai-nilai dan norma Pancasila, diantaranya gotong royong, musyawarah, ketaatan hukum, penghormatan budaya, toleransi, dan keadilan sosial.  Hasil sosialisasi dievaluasi dari jawaban kuesioner pre-test dan post-test.  Hasil komparasi menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap siswa terhadap Pancasila semakin meningkat. Peningkatan yang relatif signifikan terjadi pada siswa perempuan, dimana pada post-test, 18 siswa mencapai nilai di atas 80, meningkat dari 8 siswa pada pre-test. Sementara itu, meskipun terjadi peningkatan pada siswa laki-laki, jumlahnya tidak sebanyak siswa perempuan.   Peningkatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi efektif dalam memengaruhi pemahaman dan sikap siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, dengan dampak lebih besar pada siswa perempuan. Selain itu, pembelajaran musyawarah sebagai metode pengambilan keputusan bersama terbukti relevan dengan nilai-nilai demokrasi dalam Pancasila. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model untuk pendidikan karakter berbasis Pancasila di sekolah-sekolah lain, sehingga generasi muda dapat memperkuat karakter cinta tanah air dan persatuan.
Implementasi Program Pencegahan Stunting di Kecamatan Cigombong Aqsho Bintang Nusantara; Irma Purnama Sari; Deny Hernawan; Faisal Tri Ramdani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21507

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, khususnya pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pencegahan stunting di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dengan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pegawai serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pencegahan stunting di Kecamatan Cigombong dinilai “Sangat Baik”, dengan skor rata-rata 4,33 dari pegawai dan 4,49 dari masyarakat. Dimensi komunikasi memperoleh nilai tertinggi, menunjukkan efektivitas dalam penyampaian informasi dan sosialisasi program. Namun, dimensi sumber daya masih menghadapi tantangan pada jumlah kader posyandu dan sarana prasarana yang belum merata. Pada dimensi disposisi, terdapat perbedaan persepsi signifikan antara pegawai dan masyarakat terkait kepedulian gizi anak. Sementara itu, struktur birokrasi dinilai baik oleh kedua pihak, khususnya dalam aspek koordinasi dan evaluasi program. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun implementasi berjalan optimal, peningkatan kualitas kader, penguatan komunikasi, dan koordinasi lintas sektor tetap diperlukan untuk mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan.
Transparansi Program Teaching Factory Siti Murti Dewi; Irma Purnamasari; Faisal Tri Ramdani
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Transparansi program Teaching Factory di SMK Negeri 3 Bogor. Program Teaching Factory (TeFa) merupakan salah satu inisiatif strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia yang bertujuan untuk menjembatani dunia pendidikan dan industry. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi kepustakaan. Responden penelitian terdiri dari 90 peserta didik dan 13 orang guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah formula Weight Mean Score. Teori yang digunakan yakni teori Lukman Yudho Prakoso yang memiliki 5 dimensi dalam mengukur implementasi yaitu (1) Integratif (2) Interaktif (3) Transparansi (4) Kontrol dan (5) Akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transparansi Program Teaching Factory di SMK Negeri 3 memiliki komitmen yang kuat dalam membangun transparansi melalui program Teaching Factory, komitmen ini menjadi pondasi penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan vokasi yang profesional, partisipatif, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.