Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Apakah Model Pembelajaran Conceptual Change dengan Konflik Kognitif dapat Mereduksi Miskonsepsi dan Meningkatkan Self Regulation? Haka, Nukhbatul Bidayati; Apriyanti, Clara; Masya, Hardiyansyah; Handoko, Akbar; Citraningrum, Mivtha
Al Jahiz Vol 5 No 1 (2024): Al-Jahiz: Journal of Biology Education Research, January-June 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Jurai Siwo, Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/al-jahiz.v5i1.9012

Abstract

Miskonsepsi dalam pembelajaran selalu menjadi permasalahan penting yang harus ditindak lanjuti, kesulitan peserta didik dalam memahami materi biologi, penggunaan pola piker intuitef dan tidak menggunakan pola pokor ilmiah menjadi sorotan penting. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Conceptual Change dengan konflik kognitif terhadap miskonsepsi dan self regulation peserta didik kelas VIII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis quasy-experiment dan pre-test post-test control group design. Populasi dalam penelitian adalah peserta didik kelas VIII MTS Negeri, dengan dua kelas menjadi sampel yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari tes multiple choice dengan certainty of response indexs, angket self regulation, keseluruhan instrumen telah melalui tahapan analisis pokok uji. Hasil penelitian menunjukkan data reduksi miskonsepsi, pada kelas eksperimen nilai reduksi 40% menjadi 18% dan kelas kontrol nilai reduksi 42% menjadi 33% sedangkan self regulation mengalami peningkatan pada kelas eksperimen 56% (kurang ) menjadi 66% (cukup) dan kelas control 58% (kurang) menjadi 59% (cukup). Diketahui bahwa perolehan nilai uji t independent sig. (0.00) lebih kecil dari α 0.05 (0.00<0.05) dengan demikian artinya H0 ditolak dan H1 diterima, dapat disimpulkan model Conceptual Change dengan konflik kognitif berpengaruh terhadap reduksi miskonsepsi dan peningkatan self regulation
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATERI BAKTERI BERBASIS GUIDED INQUIRY SMA/MA LOMBOK TIMUR Marzuki, M.; Handoko, Akbar; Nugroho, Anwari Adi
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v13i1p90-95

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis guided inquiry pada materi bakteri kelas x SMA/MA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model Bord and Gall dengan menggunakan 5 tahapan saja yaitu tahap penelitian dan pengumpulan informasi awal, tahap perencanaan, tahap pengembangan format produk awal, tahap uji coba awal, dan tahap revisi. Validator terdiri dari 1 ahli materi, 1 ahli desain, dan 1 guru biologi. Responden terdiri dari 6 orang siswa kelas XI IPA MA Muallimat NW Pancor tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengambilan data menggunakan angket dengan skala likert menjadi skala 4 sesuai modifikasi peneliti. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahansan, dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar berupa modul yang dikembangkan memiliki kriteria layak, baik dari segi materi (81,05%), segi desain nahan ajar (96,42%), guru biologi (74,25%), dan respon siswa (93,18%). Dengan demikian, modul ini layak digunakan dalam proses pembelajaran.Abstract. This study aims to develop a guided inquiry-based module on bacterial material for class x SMA/MA. This type of research is development research. The model used in this research and development is the Bord and Gall model using only 5 stages, namely the initial research and information collection stage, the planning stage, the initial product format development stage, the initial trial stage, and the revision stage. The validator consists of 1 material expert, 1 design expert, and 1 biology teacher. The respondents consisted of 6 students of class XI IPA MA Muallimat NW Pancor for the 2021/2022 academic year. The data collection technique used a questionnaire with a Likert scale to a scale of 4 according to the researcher's modification. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. Based on the results of data analysis and discussion, it can be concluded that the product of teaching materials in the form of modules developed has feasible criteria, both in terms of material (81.05%), in terms of teaching design (96.42%), biology teachers (74.25 %), and student responses (93.18%). Thus, this module is suitable for use in the learning process.
efektivitas dan pengembangan media praktikum virtual berbasis android materi sistem sirkulasi untuk meningkatkan literasi sains peserta didik kelas XI Tingkat SMA Haka, Nukhbatul Bidayati; Arum, Cintia Puspa; intan, Supriyadi raden; handoko, akbar
Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 10, No 3 (2023): Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v10i3.15958

Abstract

RICOSRE-Assisted Learning with Podcasts in Biology Education: Enhancing Analytical Thinking and Communication Skills Haka, Nukhbatul Bidayati; Sari, Lilis Kusuma; Supriyadi; Handoko, Akbar; Hidayah, Nur; Masya, Hardiyansyah
Journal of Hypermedia & Technology-Enhanced Learning Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Hypermedia & Technology-Enhanced Learning—Digital Frontiers
Publisher : Sagamedia Teknologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58536/j-hytel.v1i1.23

Abstract

In the 21st century, digital technology has rapidly advanced, with the general population commonly possessing devices such as smartphones, laptops, or computers at home. Podcasts offer advantages in terms of time efficiency and multitasking, allowing learners to engage in educational content while engaged in various activities such as commuting, writing, working, and more. This research utilizes the RICOSRE learning model with Podcasts to investigate its impact on students’ analytical thinking and communication skills in biology. The study employs a quantitative approach, precisely the quasi-experimental method, to assess the influence of the RICOSRE learning model, supported by podcasts, on students’ analytical thinking and communication skills in biology. Data collection involves pretests, posttests, and observation sheets. The research findings demonstrate a positive impact of the RICOSRE learning model. The experimental group outperformed the control group in analytical thinking ability, with an average percentage of 2.90% compared to 1.85%. Communication skills observation sheets show an average percentage of 76.91% for the experimental group and 59.44% for the control group. These findings confirm the effectiveness of the RICOSRE learning model in enhancing students’ analytical thinking and communication skills in biology education.
SENI DAN ALAM BERSINERGI : PEMBUATAN STREET ART ANTI-BULlYING SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN ECOPRINT SEBAGAI WUJUD PEMBANGUNAN KREATIVITAS DAN KESADARAN LINGKUNGAN Solviana, Meita Dwi; Satitiningrum, Yuni; Haka, Nukhbatul Bidayati; Amelia, Iqlima; Handoko, Akbar
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i3.15154

Abstract

Bullying merupakan masalah sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Dampak dari bullying sangat merugikan, baik bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang kreatif dan efektif untuk mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai dampak negatif bullying dan cara menghadapinya. Seni, sebagai bentuk ekspresi kreatif, memiliki potensi besar sebagai media edukasi yang menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, konsep ecoprint hadir sebagai salah satu media seni ramah lingkungan yang menggabungkan unsur alam dalam proses kreatifnya mampu membangun kreativitas dan kesadaran lingkungan. Ecoprint, yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan bahan organik lainnya, tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan tetapi juga mengembangkan kreativitas dalam seni. Pengabdian ini bertujuan untuk menggabungkan dua pendekatan seni Street Art Anti-Bullying dan Ecoprint sebagai sarana edukasi dan pembangunan kesadaran lingkungan. Metode yang digunakan ialah Sosialisasi dan Pelatihan, dilaksanakan di SD N Tugu Ratu, Kec.Suoh, Kab.Lampung Barat dengan melibatkan siswa-siswi sebanyak 90 siswa. Waktu pelaksanaan selama 2 hari, hari pertama pembuatan Street Art Anti-Bullying dan hari kedua pembuatan Ecoprint Melalui sinergi antara seni dan alam, program pengabdian melalui program pembuatan Street Art Anti-Bullying dan Ecoprint telah berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan di kalangan peserta. Program ini menunjukkan bahwa seni dan alam dapat menjadi media yang efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu sosial yang kompleks, sekaligus mendorong pelestarian lingkungan melalui metode kreatif yang ramah lingkungan. Kunci: Street Art Anti-Bullying, Ecoprint, Kesadaran Lingkungan, Kreativitas, Media Edukasi Abstract Bullying is a social problem that still occurs frequently in schools and the wider community. The impact of bullying is very detrimental, both for the victim, the perpetrator, and the surrounding environment. Therefore, a creative and effective approach is needed to educate the public, especially the younger generation, about the negative impact of bullying and how to deal with it. Art, as a form of creative expression, has great potential as an attractive educational medium that is easily accepted by various groups. In addition, along with the increasing awareness of the importance of environmental conservation, the concept of ecoprint comes as one of the environmentally friendly art media that incorporates natural elements in its creative process that can build creativity and environmental awareness. Ecoprint, which uses natural materials such as leaves, flowers, and other organic materials, not only supports environmental conservation but also develops creativity in art. This service aims to combine the two art approaches of Street Art Anti-Bullying and Ecoprint as a means of education and building environmental awareness. The method used was Socialization and Training, carried out at SD N Tugu Ratu, Kec.Suoh, Kab.Lampung Barat involving 90 students. Implementation time for 2 days, the first day of making Anti-Bullying Street Art and the second day of making Ecoprints. Through the synergy between art and nature, the community service program through the creation of Street Art Anti-Bullying and Ecoprint has successfully achieved its goal of increasing social and environmental awareness among participants. This program shows that art and nature can be an effective medium in educating the public about complex social issues, while at the same time encouraging environmental conservation through environmentally friendly creative methods. Key: Anti-Bullying Street Art, Ecoprint, Educational Media, Environmental Awareness, Creativity
Optimalisasi Program Green-School di SMP dan SMA Bhakti Mulya Suoh, Lampung Barat: Inovasi Pemanfaatan Barang Bekas untuk Instalasi Hidroponik dan Ecobrick Solviana, Meita Dwi; Satitiningrum, Yuni; Haka, Nukhbatul Bidayati; Handoko, Akbar; Puspita, Laila; Novitasari, Aulia; Pratama, Anisa Oktina Sari; Oktafiani, Raicha; Amelia, Iqlima; Kesumawardani, Aryani Dwi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JAMSI - November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1417

Abstract

Program Green School telah menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengembangkan karakter peduli lingkungan di kalangan peserta didik. Salah satu cara untuk memaksimalkan program ini adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan barang bekas dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan. Namun, perlu adanya sosialisasi terkait implementasi program ini yang dapat dijadikan suatu pengabdian Masyarakat. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) menciptakan lingkungan pendidikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui optimalisasi penanaman tanaman obat di sebuah Taman Tanaman Obat Keluarga Minimalis; (2) mengurangi limbah dengan pemanfaatan barang bekas untuk dibuat ecobrick dalam pembuatan instalasi hidroponik; (3) meningkatkan kesadaran dan partisipasi lingkungan; (4) memaksimalkan potensi lahan sekolah untuk area hijau keberlanjutan sebagai evaluasi dan program berkelanjutan. Metode yang digunakan ialah metode sosialisasi dan pelatihan atau praktik pembuatan produk. Tempat pelaksanaan pengabdian ini di SMP dan SMA Bhakti Mulya Suoh, Desa Tugu Ratu, Lampung Barat, melibatkan 156. Hasil pengabdian menunjukkan optimalnya pengelolaan limbah plastik dan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan pendidik dan peserta didik. Keberhasilan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam pendidikan. Evaluasi dan keberlanjutan program green school menjadi fokus utama untuk memastikan dampak positif yang diharapkan akan terus dirasakan dalam jangka panjang.
SENI DAN ALAM BERSINERGI : PEMBUATAN STREET ART ANTI-BULlYING SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN ECOPRINT SEBAGAI WUJUD PEMBANGUNAN KREATIVITAS DAN KESADARAN LINGKUNGAN Solviana, Meita Dwi; Satitiningrum, Yuni; Haka, Nukhbatul Bidayati; Amelia, Iqlima; Handoko, Akbar
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan masalah sosial yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Dampak dari bullying sangat merugikan, baik bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang kreatif dan efektif untuk mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai dampak negatif bullying dan cara menghadapinya. Seni, sebagai bentuk ekspresi kreatif, memiliki potensi besar sebagai media edukasi yang menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Selain itu, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, konsep ecoprint hadir sebagai salah satu media seni ramah lingkungan yang menggabungkan unsur alam dalam proses kreatifnya mampu membangun kreativitas dan kesadaran lingkungan. Ecoprint, yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan bahan organik lainnya, tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan tetapi juga mengembangkan kreativitas dalam seni. Pengabdian ini bertujuan untuk menggabungkan dua pendekatan seni Street Art Anti-Bullying dan Ecoprint sebagai sarana edukasi dan pembangunan kesadaran lingkungan. Metode yang digunakan ialah Sosialisasi dan Pelatihan, dilaksanakan di SD N Tugu Ratu, Kec.Suoh, Kab.Lampung Barat dengan melibatkan siswa-siswi sebanyak 90 siswa. Waktu pelaksanaan selama 2 hari, hari pertama pembuatan Street Art Anti-Bullying dan hari kedua pembuatan Ecoprint Melalui sinergi antara seni dan alam, program pengabdian melalui program pembuatan Street Art Anti-Bullying dan Ecoprint telah berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan di kalangan peserta. Program ini menunjukkan bahwa seni dan alam dapat menjadi media yang efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu sosial yang kompleks, sekaligus mendorong pelestarian lingkungan melalui metode kreatif yang ramah lingkungan. Kunci: Street Art Anti-Bullying, Ecoprint, Kesadaran Lingkungan, Kreativitas, Media Edukasi Abstract Bullying is a social problem that still occurs frequently in schools and the wider community. The impact of bullying is very detrimental, both for the victim, the perpetrator, and the surrounding environment. Therefore, a creative and effective approach is needed to educate the public, especially the younger generation, about the negative impact of bullying and how to deal with it. Art, as a form of creative expression, has great potential as an attractive educational medium that is easily accepted by various groups. In addition, along with the increasing awareness of the importance of environmental conservation, the concept of ecoprint comes as one of the environmentally friendly art media that incorporates natural elements in its creative process that can build creativity and environmental awareness. Ecoprint, which uses natural materials such as leaves, flowers, and other organic materials, not only supports environmental conservation but also develops creativity in art. This service aims to combine the two art approaches of Street Art Anti-Bullying and Ecoprint as a means of education and building environmental awareness. The method used was Socialization and Training, carried out at SD N Tugu Ratu, Kec.Suoh, Kab.Lampung Barat involving 90 students. Implementation time for 2 days, the first day of making Anti-Bullying Street Art and the second day of making Ecoprints. Through the synergy between art and nature, the community service program through the creation of Street Art Anti-Bullying and Ecoprint has successfully achieved its goal of increasing social and environmental awareness among participants. This program shows that art and nature can be an effective medium in educating the public about complex social issues, while at the same time encouraging environmental conservation through environmentally friendly creative methods. Key: Anti-Bullying Street Art, Ecoprint, Educational Media, Environmental Awareness, Creativity
Analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Search Solve Create and Share (SSCS) Hidayah, Nur; Nurafiani, Santi; Handoko, Akbar; Haka, Nukhbatul Bidayati; Ningrum, Ayu Reza; Hasanah, Uswatun
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari-April 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v4i1.1234

Abstract

Meskipun konsep HOTS menekankan kemampuan analisis, evaluasi, dan penciptaan, namun pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang hanya menerima informasi dari pendidik tanpa melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau kolaborasi antar sesama peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap higher order thinking skills (HOTS) peserta didik melalui diimplementasikannya model pembelajaran search solve create and share (SSCS). Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Terdapat dua kelas pada penelitian ini yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran SSCS dan kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh kelas X7 dan X8. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa tes untuk mengetahui HOTS peserta didik. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh hasil yaitu sig. 0.000 < 0.05 oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pengimplementasian model pembelajaran SSCS berpengaruh terhadap peningkatan nilai HOTS peserta didik secara signifikan.
Enhancing students' creative thinking skills through creative problem solving in green schools: A sustainable approach to learning Pratama, Anisa O. S.; Handoko, Akbar; Kuswanto, Eko; Asnawi, Daffa Rahmanda
Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education Vol 8, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Department of Biology Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/aijbe.v8i1.73057

Abstract

This research aims to analyze the influence of the Creative Problem Solving model on the creative thinking skills of class XII high school students. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically the matched-only pretest-posttest control group design. The population in this study consisted of 167 students. The research sample was obtained using the cluster random sampling technique, resulting in an experimental class of 34 students and a control class of 34 students. The instruments used were tests, questionnaires, observation sheets, and documentation. The collected data was analyzed using the MANOVA test. The results show that the N-Gain value for creative thinking skills in the experimental class is higher than in the control class, specifically 0.58 0.36. Therefore, it can be concluded that using the Creative Problem Solving learning model significantly influences the creative thinking skills of class XII high school students.
ANALISIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) KELAS XI : PENGARUH MODEL FLIPPED CLASSROOM Hidayah, Nur; Lestari, Puji; Handoko, Akbar; Bidayati Haka, Nukhbatul; Puspita, Laila; Oktina Sari Pratama, Annisa
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.5721

Abstract

Field studies show that students' higher order thinking skills (HOTS) are still low. This research aims to determine the impact of using the flipped classroom model on students' higher order thinking skills (HOTS). In its implementation, this research used a quasi-experimental method. There are two classes used, namely the control class and the experimental class, which were obtained using the cluster random sampling technique. The experimental class uses a flipped classroom model and the control class uses a exspository learning model. The instruments used in this research is test. The test instrument is to measure students' HOTS. Based on the results of the hypothesis test, the sig value is obtained. 0.000 < 0.05 so it can be seen that the flipped classroom model can be used to increase students' HOTS.