Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI SOSIAL EKONOMI PETAMBAK KOTA BANDA ACEH Syahputra, Faisal; Novita, Cut Rizky; Nazlia, Suraiya; Naufal, Agus; Nurhayati, Nurhayati; Thaib, Azwar; Handayani, Lia
MAHSEER: Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Vol 5 No 2 (2023): Juli : Jurnal Ilmu - Ilmu Perairan dan Perikanan
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/mahseer.v5i2.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tambak, biota dan kondisi ekonomi tambak. Metode yang yang digunakan adalah analisa deskriptif dengan pendekatan kuantitatif terhadap pengamatan langsung kondisi tambak menggunakan citra satelit dan SIG. Teknik pengumpulan data adalah teknik sampling jenuh. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil Jenis tambak yang digunakan masyarakat kota Banda Aceh antara lain : Ekstensif, Semi intensif dan Intensif, yang paling banyak di gunakan oleh petambak adalah sistem ekstensif. Jenis biota yang dibudidayakan oleh petambak antara lain: Udang Vanamei (49%), Bandeng (26%), Udang Windu (10%), dan Biota lainnya (15%). Hal ini dikarenakan salinitas yang rendah merupakan pilihan alternatif mengingat mulai muncul penyakit infeksi pada tambak air asin. Jumlah modal yang dikeluarkan oleh petambak persiklus bervariasi, tergantung dari luas tambak, biota, dan sistem budidaya yang digunakan. Adapun jumlah modal yang dikeluarkan yang paling besar terdapat pada budidaya udang vaname sistem intensif 95%. Hal ini dikarenakan besarnya biaya sarana dan prasarana yang digunakan serta input produksi. Modal terkecil terdapat padabudidaya udang windu dengan sistem ekstensif yaitu 76%. Hal ini dikarenakan minimnya petambak yang membudidayakan udang windu yaitu 10%, dan 87,5 % pembudidaya masih menggunakan sistem ekstensif. Namun demikian jumlah modal yang dikeluarkan hampir sama halnya denga keuntungan yang didapatkan.
ANALISIS PROKSIMAT KERUPUK TEPUNG DARI LIMBAH CANGKANG TIRAM (Crassostrea gigas) Maulidya, Rulita; Handayani, Lia; Nurnidar, Nurnidar
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2678

Abstract

Analisis proksimat merupakan salah satu analisis mutu yang dilakukan untuk mengetahui nilai gizi pada produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu dan kadar karbohidrat dari kerupuk limbah cangkang tiram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium dengan menganalisis kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar abu dan kadar protein dari kerupuk limbah cangkang tiram pada konsentrasi penambahan tepung tiram 15%. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil kadar air  yaitu 8,16%, Kadar abu  5,75%, kadar lemak 3,03%, kadar protein  2,93 %, dan kadar karbohidrat  80,13%.  Dari hasil analisis diperoleh hasil kadar air, kadar abu dan kadar karbohidrat  pada kerupuk limbah cangkang tiram lebih tinggi nilainya dibandingkan perlakuan kontrol sedangkan kadar protein dan lemak lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol.  
Efektivitas penambahan nano CaO cangkang kepiting bakau (Scylla serrata) kedalam pakan komersial terhadap pertumbuhan dan frekuensi molting udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Zufadhillah, Saidi; Thaib, Azwar; Handayani, Lia
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v5i2.811

Abstract

AbstrakPenelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2017 sampai dengan November 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Pada perlakuan A (pakan komersial tanpa penambahan nano CaO, perlakuan B (pakan komersial dengan penambahan 1% nano CaO), perlakuan C (pakan komersial dengan penambahan 2% nano CaO), perlakuan D (pakan komersial dengan penambahan 3% nano CaO). Hasil penelian menunjukkan bahwa frekuensi molting yang dihasilkan masing-masing perlakuan yaitu A 1,33 kali/ekor, B 1,67 kali/ekor, C 197 kali/ekor dan D 2,14 kali/ekor. Pertumbuhan bobot yang dihasilkan pada masing-masing perlakuan yaitu A 1,77 g, B 2,02 g, C 2,39 g, dan D 2,58 g. Pertumbuhan panjang yang dihasilkan pada masing-masing perlakuan yaitu A 1,63 cm, B 1,76 cm, C 2,11 cm, dan D 2,29 cm.Kata kunci: penggantian cangkang; nano kalsium; pertumbuhan; udang galahAbstractThis research began in August 2017 until November 2017. The experimental design used was 4 treatments and 2 replications. In treatment A (commercial feed without addition of nano CaO), treatment B (commercial feed with the addition of 1% nano CaO), treatment C (commercial feed with the addition of 2% nano CaO), treatment D (commercial feed with the addition of 3% nano CaO). the results showed that the frequency of molting produced by each treatment was 1.33 times / head, B 1.67 times / head, C 197 times / head, and D 2.14 times / head. the weight growth produced in each treatment was A 1.77 g, B 2.02 g, C 2.39 g, and D2.58 g. Long growth produced in each treatment is A 1.63 cm, B 1.76 cm, C 2.11 cm, and D 2.29 cm.Keywords: molting; nano calcium; growth; prawn
Pemanfaatan limbah tulang ikan kambing-kambing (Abalistes stellaris) sebagai gelatin menggunakan variasi konsentrasi CH3COOH Rosida, Rahma; Handayani, Lia; Apriliani, Dwi
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v5i2.845

Abstract

AbstrakTulang ikan kambing-kambing merupakan salah satu hasil samping produk perikanan yang belum maksimal pemanfataannya. Tulag ikan kambing-kambing dapat dimanfaatkan sebagai gelatin.  Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi asam asetat terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah penambahan pelarut asam asetat dengan konsentrasi berbeda yaitu 1%, 2% dan 3% selama 24 jam, metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Konsentrasi asam asetat yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi dihaslkan menggunakan konsentrasi asam asetat 3% yaitu 2,90% dari jumlah bahan baku tulang ikan. Gelatin yang diperoleh memiliki nilai kadar air sebesar 13,54%, abu 18,62% dan lemak sebesar 0,3%.Kata kunci: asam asetat; tulang ikan; ikan kambing-kambing; FTIR; gelatinAbstractKambing-kambings fish bone is one of the most potential solid waste as biomaterials. Not only fish skins, fish bones waste also can be used as gelatin, because it is contained collagen. Bone collagen can be hydrolyzed into a gelatin. The purpose of this research is to study the effect of adding acetic acid with different concentration. The treatment apllied was the addition of acetic acid with different concentrations 1%, 2% and 3% with immersion of fish bone for 24 hours. Acetic acid concentrations used has an effect for the gelatin yield. Acetic acid 3% concentration was the best treatment of concentration with the best yield. The yield of gelatin obtained was 2.90% from total fish bone samples. It has moisture content of 13.54%, ash content of 18.62% and fat content of 0.3%.Keywords: acetic acid; fish bone; kambing-kambing fish; FTIR; gelatin
Pemanfaatan limbah kulit ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebagai gelatin: Hidrolisis menggunakan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda Moranda, Dayva Putri; Handayani, Lia; Nazlia, Suraiya
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 5: No. 2 (October, 2018)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v5i2.850

Abstract

AbstrakKulit ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu hasil samping produk perikanan yang belum maksimal pemanfataannya. Kulit ikan dapat dimanfaatkan sebagai gelatin. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh konsentrasi HCl terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah penambahan pelarut HCl dengan konsentrasi berbeda yaitu 1%, 2% dan 3% selama 48 jam (1;2 b/v). Ekstraksi gelatin dilakukan menggunakan akuades (1:2 b/v, 80ºC, selama 6 jam). metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi HCl yang digunakan berpengaruh terhadap jumlah rendemen gelatin yang dihasilkan. Rendemen tertinggi dihasilkan menggunakan konsentrasi HCl 3% yaitu 7,92% dari jumlah bahan baku tulang ikan. Gelatin yang diperoleh memiliki nilai kadar air sebesar 1,75%, abu 1,51% dan lemak sebesar 22,02%. Gugus fungsi yang dihasilkan pada perlakuan terbaik terdapat amida A, II dan III.Kata kunci: FTIR, gelatin, HCL, kulit ikan tuna, rendemenAbstractYellowfin tuna skin is one of the most potential solid waste of fisheries product that have not been maximally utilized. Fish skin can be used as gelatin, because it is contained collagen. Collagen of fish skin can be hydrolyzed into a gelatin. The purpose of this research is to study the effect of adding HCl with different concentration. The treatment apllied was the addition of HCl with different concentrations 1%, 2% and 3% with immersion of fish bone for 48 hours (1:2 w/v). HCl concentrations used has an effect for the gelatin yield. HCl 3% concentration was the best treatment of concentration with the best yield. The yield of gelatin obtained was 7.92% from total fish skin samples. It has moisture content of 1.75%, ash content of 1.51% and fat content of 22.02%. There was functional groups amida A, II and III.Keywords: FTIR; gelatin; HCL; tuna skin; rendemen
Penambahan nanokalsium cangkang tiram (Crassostrea gigas) pada pakan dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan udang galah (Macrobachium rosenbergii) Fitriana, Nina; Handayani, Lia; Nurhayati, Nurhayati
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i2.1423

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penambahan nanokalsium cangkang tiram (Crassostrea gigas) pada pakan dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan udang galah (macrobrachium rosenbergii). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, pada perlakuan A (pakan komersial tanpa penambahan CaO). Perlakuan B (pakan komersial dengan tambahan 1% CaO), perlakuan C (pakan komersial dengan penambahan 2% CaO), perlakuan D (pakan komersial dengan penambahan 3% CaO). Kemudian selama penelitian 2 bulan pada akuarium dilengkapi juga sistem resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan nanokalsium sebanyak 2% berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup Udang yaitu A 95.0%, B 95.0%, C 100% dan D 92.5%, dan pada frekuensi molting udang galah memiliki tingkat tertinggi yaitu A 0,64 kali/ekor, lalu diikuti oleh perlakuan B 0,63 kali/ekor, kemudian diikuti oleh perlakuan D yaitu 0,53 kali/ekor, dan yang terendah diikuti oleh perlakuan A 0,51 kali/ekor.Kata kunci: nanokalsium; kelangsungan hidup; pertumbuhan; udang galahAbstractThis study aims to determine the effect of the addition of oyster shell nano-calcium (Crassostrea gigas) at different doses on the growth of giant shrimp (Macrobrachium rosenbergii). The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and two replications, in treatment A (commercial food without CaO addition). Treatment B (commercial feed with additional CaO 1%), treatment C (commercial feed with the addition of 2% CaO), treatment D (commercial feed with an addition of 3%). Then for two months of research there was an aquarium equipped with a recirculation system. The results showed that with nano-calcium approvals of 2% real participation in the survival of giant prawns, namely A 95.0%, B 95.0%, C 100% and D 92,5 %. and the moulting frequency of giant shrimp has the highest level of C 0.64 times/individual, then followed by treatment B 0.63 times/individual, then followed by treatment D 0.53 times/individual, and the lowest was followed by treatment A 0.51 times/individual.Keywords: nano-calcium; survival rate; growth; giant prawn
Penambahan Kalsium Tulang Ikan Kambing-kambing (Abalistes stellaris) pada pakan untuk keberhasilan gastrolisasi udang galah (Macrobrachium rosenbergii) Restari, Ade Rizki; Handayani, Lia; Nurhayati, Nurhayati
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i2.1560

Abstract

AbstrakUdang galah mengalami pertumbuhan setelah molting, untuk pengerasan kulit udang membutuhkan kalsium. Tulang ikan kambing-kambing mengandung banyak kalsium sehingga dapat mempercepat proses pengerasan kulit pada udang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penambahan kalsium tulang ikan kambing-kambing dapat meningkatkan pertumbuhan dan frekuensi molting udang galah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan penambahan resirkulasi sebagai media dalam pemeliharaan kualitas air yang perlakuannya sebanyak empat perlakuan dan tiga ulangan yang terdiri dari A (0% CaO), B(1% CaO), C (2% CaO) dan D (3% CaO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kalsium berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup udang galah yaitu A 90%, B 95%, C 90% dan D 97.5% dan pertumbuhan berat harian pada masing-masing perlakuan yaitu A 1.76 g, B 1.72 g, C 1.60 g, dan D 1.86. Pertumbuhan panjang harian yaitu A 1.23 cm, B 1.26 cm, C 1.23 cm dan D 1.06 cm dengan frekuensi molting udang galah tertinggi yaitu C 0.75 kali/ekor, D 0.63 kali/ekor, A 0.59 kali/ekor dan yang terendah pada perlakuan B 0.45 kali/ekor.Kata kunci: kalsium; kelangsungan hidup; pertumbuhan; udang galahAbstractGiant shrimp growth after the molting process, for hardening shrimp shell requires calcium. Kambing-kambing fish bones contains lots of calcium so that they do accelerate the process of hardening the shell-on shrimp. This study was conducted to detect addition of kambing-kambing fish bone calcium get increase the growth and the molting frequency of giant shrimp. This study used was Completely Randomized Design (CRD) with additions recirculation system as media a medium in maintaining water quality with four treatments and three replications consist is A (0% CaO), B (1% CaO), C (2% CaO) and dan D (3% CaO). The results showed that real participation in the survival of giant prawns, namely A 90%, B 95%, C 90% dan D 97.5% and daily weight growth in each treatment that is A 1.76 g, B 1.72 g, C 1.60 g, and D 1.86. Daily long growth that is A 1.23 cm, B 1.26 cm, C 1.23 cm and D 1.06 cm by means of molting frequency of giant shrimp has the highest of C 0.75 times/tail, D 0.63 times/individual, A 0.59 times/ individual and the lowest is by treatment B 0.45 times/ individual.Keywords: calcium; survival rate; growth; giant prawn
Pemanfaatan tulang ikan kambing-kambing (Abalistes stellaris) sebagai sumber kalsium pada produk tepung tulang ikan Husna, Asmaul; Handayani, Lia; Syahputra, Fauzi
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 1 (April, 2020)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v7i1.1912

Abstract

Tulang ikan kambing-kambing salah satu limbah padat yang masih menjadi hasil samping yang belum dimanfaatkan. Tulang ikan kambing-kambing merupakan salah satu limbah padat yang sangat berpotensi sebagai salah satu sumber kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tulang ikan kambing-kambing  menjadi produk yang bernilai ekonomis dan sumber kalsium. Penelitian ini menggunakan metode hidrolisis protein untuk mengetahui karakteristik bahan baku tulang ikan kambing-kambing dan proksimat (kadar air, kadar lemak, kadar abu), kalsium dan nilai FTIR tepung tulang ikan kambing-kambing  yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan ekstraksi basa NaOH dengan perbedaan konsentrasi yaitu 1N, 1,5N dan 2N. Nilai rendemen yang didapatkan adalah 7,55%, 12,94% dan 10,96%. Nilai kadar air yang didapatkan adalah 3,79%,  4,15% dan 3,87%. Nilai kadar lemak adalah 0,12%, 0,11% dan 0,10%. Nilai kadar abu yang didapatkan adalah 90,05 %, 88,76% dan 87,52%. Nilai kalsium yang didapatkan adalah 31,83 %, 35,75% dan 32,33%. Pengujian FTIR menunjukkan pada tepung tulang ikan kambing-kambing terdapat kalsium.Kata kunci: ekstraksi; kalsium; ikan kambing-kambing (Abalistes stellaris) Starry triggerfish bone is one of the solid waste, which is a by-product that has not been utilized. It has great potential as a source of calcium. This research aims to utilize starry triggerfish bone to be a valuable product and source of calcium. This research used the protein hydrolysis method to determine the characteristic of raw material and proximate of starry triggerfish bone (water, fat and ash content), calcium and FTIR values of starry triggerfish bone meal. This research uses NaOH base extraction with different concentrations of 1N, 5N and 2N. The yield value obtained were 7,55%, 12,4% and 10,96%. The values of water content obtained were 3,7%, 4,15% and 3,87%. The value of fat content were 0,12%, 0,11% and 0,10%. Ash content values obtained were 90,05%, 88,76% and 87,52%. Calcium values obtained were 31,83%, 35,75% and 32,33%. FTIR testing showed that the bone meal of starry triggerfish contained calcium.Keywords: extraction; calcium; starry triggerfish (Abalistes stellaris)
Penambahan nano CaO limbah cangkang kijing (Pilsbryocncha exilis) pada media bersalinitas untuk pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) Asmaini, Asmaini; Handayani, Lia; Nurhayati, Nurhayati
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 7: No. 1 (April, 2020)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v7i1.1927

Abstract

Salinitas diperairan dapat menimbulkan tekanan osmosis yang berbeda dengan tekanan osmosis dalam tubuh organisme perairan. Ion Ca2+ merupakan salah satu ion yang terkandung dalam kadar salinitas yang menentukan tekanan osmosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan nano kalsium cangkang kijing (NCCK) pada pakan dan lingkungan dalam pemeliharaan media bersalinitas 4 ppt. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari dilaboratorium perikanan, Universitas Abulyatama. Berat rata-rata ikan pada awal penelitian yaitu 1,82 gram dengan jumlah ikan 648 ekor dengan menggunakan 9 akuarium yaitu 72 ekor/akuarium. Data dianalisis menggunakan uji T (perbandingan) antara ikan nila tanpa penambahan NCCK pada pakan dan lingkungan (A) dengan penambahan NCCK sebanyak 2% pada pakan (B) dan penambahan NCCK sebanyak 40 mg/L pada lingkungan (C). Hasil yang diperoleh antara perbandingan A dan B adalah berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat namun berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup. Untuk uji T antara perlakuan A dan C berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup, namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan berat. Sedangkan untuk uji T antara perlakuan B dan C berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan berat dan panjang. Kalsium mempunyai peran penting dalam proses osmoregulasi pada ikan, dengan adanya penambahan kalsium dapat mempercepat osmoregulasi. Hasil uji kadar kalsium (Ca2+) dengan proses kalsinasi menggunakan metode AAS (Atomic Absortion Spectrophotometer) adalah 77,15%.Kata kunci: cangkang kijing; nano CaO; osmoregulasi; salinitas Water salinity can cause osmotic pressure which is different from the osmotic pressure that occurs in the body of the aquatic organisms. The Ca2+ ion is one of the ions contains in salinity which can initiate the osmotic pressure. This study aims to find out the effect of nano calcium addition from the mussel shell (NCCK) in the fish feed and the environment in the 4 ppt salinity media. This research was done for 40 days in a fishery laboratory, Abulyatama University. The average weight of fish at the study was 1.82 grams, with the number of fish 648 using 9 aquariums that is 72 fish/aquarium. The data were analyzed using the t-test (comparison) between (A) tilapia without the addition of NCCK in the fish feed and environment, (B) tilapia with the 2% addition of NCCK in the fish feed, (C) tilapia with the 40mg/L addition of NCCK in the environment (C). The result obtained from the ratio of A and B shows a significant effect on fish weight growth. However, this result did not affect the fish length and survival rate. Moreover, the result from the t-test between A and C also shows a significant effect on the length and survival rate. Nevertheless, this result did not affect fish weight growth. Further, the t-test between B and C shows a significant effect on the survival rate but did not have any effect on the fish growth both in weight and length. Calcium has an essential role in the osmoregulation process in fish, with the addition of calcium can accelerate osmoregulation. The result of the Calcium (Ca2+) test with the calcination process using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) method was 77.15%.Keywords:  mussel shell; nano CaO; osmoregulation; salinity
The effectiveness of activated charcoal in feed on histopathological features of the spleen of tilapia (Oreochromis niloticus) exposed to organophosphate insecticides Nurhayati, Nurhayati; Auzan, Shahibul; Handayani, Lia; Thaib, Azwar; Haja Almuqaramah, T M; Syahputra, Faisal
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Jurnal Ilmu Perairan, Vol. 10: No. 1 (April, 2023)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i2.9223

Abstract

Excessive and periodic use of insecticides has a negative impact on aquatic areas and the biota in them. Pesticides that accumulate in the aquatic environment affect the life non target organisms such as fish. In addition, pesticides can cause damage to the gills, liver, intestines and spleen. This organ plays an important role in the immune system. Thus, an alternative is needed to overcome this problem, one of which is the addition of activated charcoal in the feed. The aims of study to determine the effect of the use of activated charcoal in feed on the histopathological description of the spleen of tilapia exposed to organophosphate pesticides. The study was conducted experimentally by applying 4 treatments and 2 replications as the treatments used included T1 (0% activated charcoal); T2 (1% activated charcoal); T3 (2% activated charcoal); T4 (3% activated charcoal). The test fish used were tilapia measuring 7 ± 0,4 cm long with a stocking density of 30 fish/container. Parameters observed were histopathological description of tilapia spleen at pre exposure, post exposure and after administration of activated charcoal. The results of observations of tissue damage were analyzed descriptively qualitatively and presented in the form of images. The results showed that the addition of 2% activated charcoal (T3) in the feed was able to reduce damage to the spleen due to exposure to organophosphate insecticides. Keywords: Activated charcoal; feed; insecticide; spleen
Co-Authors Adinda, Putri Agustina, Aura Ainal Mardhiah Aisy, Assifa Rohadatul Almuqaramah, T.M Haja Amri Amin Anhar, T Faizul Anhar, T. Faizul Anhar, Teuku Faizul Aprizal, M. Yodi Tira Arifin Maksum Arita Marini Arum, Wahyu Sri Ambar Asmaini, Asmaini Asmaul Husna Asri, Nur Aulia, Bunga Auzan, Shahibul Ayyub Hamdanu Budi Nurmana MS Azwar Thaib Bungsu, Putra Darmawan, Muhammad Ilham Dedhi Yustendi Dwi Apriliani, Dwi EDI SAPUTRA Fadhla, Teuku Faisal Syahputra, Faisal Fakhrul Razi, Fakhrul Fitriyanti, Cut Gustiana Gustiana, Gustiana Haja Almuqaramah, T M Harun Harun Hendri Gunawan Hernandes, Zimmi Isfanda Isfanda, Isfanda Kalimansyah, Kalimansyah Khaira, Ainal Kiflah, Marzatul Leola Dewiyani Lia Handayani Listia, Ayu Liswandi, Liswandi Maghfirah Maghfirah Maghfirah, Indria Mahgfira, Indria Maulana, Andrean Maulidya, Rulita Maya, Nurul Mayang Sari Meliyana Meliyana Meliyana, Meliyana Miranda, Ayu Mirawati Mirawati Moranda, Dayva Putri Muhammad Khalil, Muhammad Muhammad Sholikhan Muhazzir, Said Mukhlis Mukhlis Mulfiza, Febi MULYADI Mulyadi Mulyadi Muslem Muslem, Muslem Mutakin, Abdul Najmi, Isthafan Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nataya, Anim Hajar Naufal, Agus Nazila, Dara Nazlia, Suraiya Nina Fitriana, Nina Novita, Cut Rizky Nur Hayati Nurfuadi Nurfuadi Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurnidar, Nurnidar Puspita, Diah Eka Putri, Neta Yolanda Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah Hayati Rahmatillah, Rahmatillah Rahmawati, Cut Ramadani, Tiara Rejeki, Sri Untari Puji Restari, Ade Rizki Rosida, Rahma Rulita Maulidya Sabil, Shahrul Rajab Safur, Putri Sahidir, Ibnu Sakmal, Juhana Sari, Fitra Maulida Septiani, Nabillah Syahfa Sriwanti, Riska Syahputra, Fauzi Syahrialnursaifi, Syahrialnursaifi Syauki, Moch. Teguh Erawati, Teguh Uliyana, Uliyana Wardani, Sari Yeni, Elfa Zamzami, T. M Zufadhillah, Saidi