Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Verbal Antara Desainer dan Konsumen Busana di Era Digital Dathin Azzura; Rosa Evalinda Gultom; Elprida Yanti Laoli; Putri Gresia Sihombing; Hendra Kurnia Pulungan
GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 4 (2025): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/guruku.v3i4.1240

Abstract

This study aims to analyze the role of Indonesian language in verbal communication between designers and fashion consumers in the digital era. Using a qualitative approach through literature studies, this study examines the function of the Indonesian language in building understanding, negotiation, and trust in online fashion transactions. The results of the study show that Indonesian plays three main roles in fashion design communication. First, the cognitive role as a means of expression and representation of design concepts, allows designers to convey ideas clearly and in a structured manner. Second, the pragmatic role as a tool for negotiation and persuasion, serves to avoid product ambiguity and strengthen understanding between the parties involved. Third, the socio-affective role that forms professionalism and emotional closeness, creates a more personal and trusted relationship between designers and consumers. The adaptive use of a variety of formal and non-formal languages has been proven to increase communication effectiveness, consumer satisfaction, and competitiveness of the national fashion industry in the midst of the development of digital technology. These findings underscore the importance of language competence in the context of creative business, particularly in a fashion industry that demands clarity, aesthetics, and strong interpersonal relationships. This research contributes to the development of relevant and contextual communication strategies in Indonesia's digital fashion ecosystem.
Pengaruh Latihan Interval terhadap Peningkatan Daya Tahan Pemain Sepak Bola Matondang, Aidil Fauzan; Simarmata, Kristiando; Sinambela, Ahmad Arif; Sihotang, Eka Kristian; Pulungan, Hendra Kurnia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan interval merupakan metode pelatihan yang diselingi oleh periode istirahat, bertujuan meningkatkan kapasitas aerobik dan anaerobik pemain sepak bola. Metode ini efektif dalam meningkatkan daya tahan aerobik seperti , kecepatan lari, dan keterampilan teknis dribbling. Penelitian menunjukkan bahwa latihan interval, baik intensif maupun ekstensif, memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan VO2 max dan kemampuan fisik pemain sepak bola. Pelaksanaan latihan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan durasi istirahat yang terkontrol mampu memperbaiki performa atlet melalui peningkatan jarak tempuh dan keterampilan teknis di lapangan.
PEMBERDAYAAN PEMUDA DALAM GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI LITERASI SASTRA HIJAU (GREEN LITERATURE) DI DUSUN III DESA TANJUNG GUSTA, KECAMATAN SUNGGAL Fardian Gafari, M. Oky; Chairunnisa, Hera; Arianto, Tomi; Fahmy Dalimunthe, Syairal; Kurnia Pulungan, Hendra; Reviani Manullang, Ester; Damanik, Bea Anantha; Septiani Sihaloho, Jelita
PUAN INDONESIA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal PUAN Indonesia Vol. 7 No. 1 Juli 2025
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v7i2.462

Abstract

The city of Medan is facing a critical environmental situation due to recurrent flooding that has affected various areas throughout 2024–2025. According to data from the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Medan, there are 25 flood-prone points, with 7,699 houses inundated and 24,874 residents affected. This condition is exacerbated by the low level of public awareness regarding environmental cleanliness and unplanned urban development that neglects ecological balance. In response, a community service team from the Department of Indonesian Literature conducted a program entitled “Environmental Awareness Movement through Green Literature” in Dusun III, Tanjung Gusta Village, Sunggal Subdistrict—one of the flood-prone areas in Medan. The program involved approximately 50 young participants and featured two expert speakers: an ecologist and a literary scholar specializing in environmental studies. Participants showed strong enthusiasm throughout the sessions, which included lectures, group discussions, and interactive question-and-answer activities. The materials covered topics such as ecosystem preservation, the impact of waste on water channels, and the role of literature as an educational and inspirational medium for fostering environmental awareness. As a follow-up, participants and the community service team initiated concrete actions such as tree planting, community clean-up activities, and the creation of eco-literary works, including poetry and short stories with ecological themes. The program not only encouraged behavioral change toward environmental stewardship but also aimed to develop youth as role models for environmentally conscious communities. The program outputs include a submitted national journal article, online news coverage, a training module (in progress for ISBN registration), an intellectual property (HAKI) submission, and a documentary video—serving as tangible contributions to environmental sustainability in Medan.
Makna Keluarga Dalam Iklan IM3 “Dekatkan Jarak, Nyatakan Silaturahmi”: Perspektif Teori Van Dijk Safitri, Ilda; Wulandari, Dinda; Fitri Santika, Mutiara; Kurnia Pulungan, Hendra
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3276

Abstract

Setiap pengiklan selalu berharap agar produk yang mereka promosikan terjual dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklan IM3 2024 dengan menggunakan Teori Analisis Wacana Van Dijck. Iklan IM3 pada tahun 2024 ini membawakan tema, "Dekatkan Jarak, Nyatakan Silahturahmi" yang berkolaborasi dengan Iqbaal Ramadhan dan lagu terbaru dari Grup Musik Hindia yang berjudul, "Setiap Waktu". Dalam iklan ini mengambil permasalahan tentang keluarga dan bagaimana cara agar mempererat silaturahmi. Van Dijck dalam teori analisis wacana membagi tiga tingkatan, diantaranya yaitu struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Penelitian ini menggunakan metodologi deskripsi kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan mendengarkan dan mencatat sebagai metode pengumpulan data. Dengan menerapkan teori wacana kritis Van Dijk, penelitian ini menganalisis bagaimana bahasa, visual, dan elemen naratif dalam iklan digunakan untuk menyampaikan pesan tentang keakraban keluarga meskipun terpisah oleh jarak fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan ini tidak hanya mempromosikan produk komunikasi, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang kuat tentang pentingnya menjaga ikatan keluarga dalam era digital. Iklan tersebut menekankan bahwa meskipun anggota keluarga berada di lokasi yang berbeda, teknologi dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan kedekatan emosional dan hubungan yang harmonis. Dengan demikian, iklan IM3 berhasil menciptakan narasi yang menggabungkan nilai-nilai tradisional keluarga dengan kemajuan teknologi komunikasi.
ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP REPRESENTASI UNSUR INTRINSIK DAN KONTEKS EKSTRINSIK DALAM CERITA RAKYAT KANCIL DAN BUAYA SEBAGAI SASTRA ANAK Dita Hasibuan; Dora Perawati Sihotang; Kezia Nova Siagian; Yosi Aunike Sinuraya; Hendra Kurnia Pulungan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12332

Abstract

This study analyzes the semiotics of intrinsic elements such as theme, characters, plot, and setting, as well as extrinsic contexts like Indonesian oral traditions, in the folktale Kancil and Buaya as children's literature. The research problem lies in the limited semiotic analysis of local folktales for character education. The objective is to describe representations, identify signs using Saussure and Peirce theories, and interpret symbolic meanings. Employing qualitative case study methodology with content analysis on folktale texts, findings reveal Kancil as a symbol of human cleverness (symbol per Peirce), the river as an index of life's obstacles, and the story as an effective moral education tool. Intrinsic elements form a simple narrative structure suitable for children, while extrinsic contexts reflect cultural values prioritizing intellect over physical strength.
The Role of Debate Learning in Improving Students' Critical and Argumentative Thinking Skills: A Needs Analysis Hendra Kurnia Pulungan; Dadang S Anshori; Sumiyadi Sumiyadi; Yeti Mulyati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.40484

Abstract

This study aims to analyse the role of debate learning in improving students' critical and argumentative thinking skills. Debate learning is an effective method to train analytical thinking skills and craft strong arguments. However, understanding the extent to which debate learning affects this ability in students is still limited. This research uses a qualitative approach with a needs analysis method to explore students' experiences and views related to debate learning. Data was obtained through interviews and documentation studies involving students from various departments. The results show that learning debate significantly improves students' critical thinking skills, allows them to be more open to accepting different opinions, and strengthens their ability to build logical and structured arguments. In addition, this study also found that debate learning positively impacts the development of students' communication and persuasion skills. In conclusion, debate learning has an important role in improving the quality of students' critical and argumentative thinking, so it can be an effective method in higher education to prepare students to face challenges in the professional world.
Peran Diskusi Kelompok dalam Meningkatkan Komunikasi Matematis Mahasiswa Dosta Ernauli Siregar; Lasvina Br. Purba; Lilea Calin Br. Tarigan; Nathan Abyansyah; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38957

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis mahasiswa, baik lisan maupun tertulis, masih tergolong rendah akibat minimnya interaksi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran diskusi kelompok dalam meningkatkan komunikasi matematis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan mixed methods. Data kuantitatif diperoleh melalui angket skala Likert lima poin yang disebarkan kepada 14 mahasiswa, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 3 mahasiswa yang dipilih secara purposif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif yang meliputi distribusi frekuensi, persentase, dan nilai respons positif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskusi kelompok berperan positif pada seluruh indikator yang diteliti: 71,5% responden merasakan peningkatan partisipasi diskusi; 50,0% merasakan peningkatan komunikasi matematis lisan; 71,4% merasakan peningkatan komunikasi matematis tertulis; 78,6% merasakan pendalaman pemahaman konsep matematis; dan 78,5% menilai diskusi kelompok efektif secara keseluruhan. Data wawancara memperkuat temuan tersebut dengan mengungkap perubahan perilaku konkret pada seluruh narasumber. Disimpulkan bahwa diskusi kelompok terbukti berperan dalam meningkatkan komunikasi matematis mahasiswa, meskipun efektivitasnya bergantung pada keaktifan anggota dan keterarahan pengelolaan diskusi.
ANALISIS MITOS KECANTIKAN NAOMI WOLF DALAM CERPEN “TATKALA CANTIK DIOTAK-ATIK (OBSESI DAN MANIAK SEORANG PEREMPUAN)” KARYA MILKA ADRIANI Ayu Eka Prasetyawati; Nasywa Alysa Putri; Chindy Chindy; Elvira Eninta Br Ginting; Korintus Simanjuntak; Hendra Kurnia Pulungan
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 2 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i2.373-379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana mitos kecantikan dibangun dan direpresentasikan dalam cerpen Tatkala Cantik Diotak-Atik (Obsesi dan Mania Seorang Wanita) karya Milka Adriani. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori Mitos Kecantikan karya Naomi Wolf, artikel ini menganalisis pengalaman tokoh perempuan bernama Alika yang mengalami tekanan sosial untuk memenuhi standar kecantikan. Melalui narasi cerpen tersebut, ditemukan bahwa obsesi terhadap penampilan fisik tidak hanya merusak kesehatan fisik tokoh utama, tetapi juga kestabilan mental dan hubungan sosialnya. Lingkungan sosial seperti teman dan masyarakat memperkuat tekanan ini, menciptakan budaya yang menilai perempuan hanya berdasarkan aspek fisiknya. Cerpen ini tidak hanya merepresentasikan mitos kecantikan sebagai alat penindasan eksternal, tetapi juga menunjukkan bagaimana perempuan menginternalisasi nilai-nilai tersebut dan menjadi pelaku dalam proses penindasan itu sendiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mitos kecantikan merupakan bentuk penindasan yang kompleks dan berlapis dalam kehidupan perempuan Indonesia kontemporer.
Analisis Literasi Data Mahasiswa Non-Statistik dalam Memahami Informasi Statistik di Era Artificial Intelligence dan Digitalisasi Informasi Sarah Amalia; Finny Aprilia Yulanda; Nadia Rikza Ananda; Femi Ezrani Sianturi; Nur Maulydia Rizky; Sri Yuni Utari Sihombing; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Lintas Karsa Vol. 2 No. 2 (2026): Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Lintas Karsa (Mei 2026)
Publisher : S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lintaskarsa.v2i2.78402

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi informasi meningkatkan kebutuhan siswa untuk memiliki kemampuan literasi data dalam memahami informasi statistik yang beredar di berbagai media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi data siswa non-statistik dalam memahami informasi statistik di era AI dan digitalisasi informasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 37 mahasiswa non-statistik sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara berani menggunakan skala Likert. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitas menggunakan RStudio, dengan hasil dua item tidak valid (P3 dan P9) sehingga dieliminasi, serta nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,831 yang menunjukkan reliabel instrumen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi data mahasiswa non-statistik berada pada kategori cukup baik dengan rata-rata keseluruhan sebesar 3,32. Indikator literasi akademik memperoleh nilai rata-rata tertinggi (3,4324), sedangkan pemahaman statistik memperoleh nilai rata-rata terendah (3,1689). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mendukung aktivitas akademik, namun masih memerlukan penguatan kemampuan dalam memahami dan menginterpretasikan informasi statistik. Oleh karena itu, pengembangan literasi data perlu difokuskan pada peningkatan kemampuan statistik dan pemikiran kritis di perguruan tinggi.
Dependence on the Use of ChatGPT and Its Impact on Statistics Students' Linguistic Literacy in Compiling Data Analysis Reports Menggie Orlanda Br Simarmata; Nazla Dia Maharani; Riris Apriani Simarmata; Wilda Rahmadani; Widi Aulia; Muhammad Fazra; Hendra Kurnia Pulungan
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v8i1.60

Abstract

The rapid development of generative artificial intelligence, particularly ChatGPT, has significantly influenced higher education, especially in student academic writing activities. However, research specifically examining the relationship between ChatGPT dependency and student language literacy in preparing data analysis reports remains limited. This study aimed to analyze the relationship between dependency on ChatGPT usage and the language literacy of Statistics students in preparing data analysis reports. A quantitative approach with a survey strategy was employed. The population consisted of 265 active Statistics students at Universitas Negeri Medan from the 2023, 2024, and 2025 cohorts, with 66 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a digital questionnaire via Google Forms, measuring ChatGPT dependency (7 items) and language literacy (6 items) on a 4-point Likert scale. Descriptive statistical analysis and Pearson correlation tests were conducted using RStudio. The results showed that ChatGPT dependency was in the Agree category (mean = 2.70), with students demonstrating selective use by disagreeing with directly copying AI output (1.91). Language literacy was also in the Agree category (mean = 2.98), although confidence in independent writing remained low (2.62). The Pearson correlation test revealed no significant relationship between ChatGPT dependency and language literacy (r = -0.002; p = 0.9903 > 0.05). The study concludes that AI dependency does not inherently weaken language literacy, and educational efforts should focus on critical AI usage rather than prohibition. Keywords: ChatGPT dependency, language literacy, generative artificial intelligence, academic writing, Statistics students.
Co-Authors Ade Rani Nikita Adventina Situmorang Agustin Pratama Sihotang Ahmad Latief Devid Prakoso Ahmad Najmal Kusyasi Amirul Fadillah Siregar Andhika, Muhammad Rakha Angela Mericia Romaulina Rumapea Aprina Siregar Arianto, Tomi Atifa Ambarwati Ayu Eka Prasetyawati Ayu Nadira Nadira Wulandari Barus, Zakirah Anjani Berliana Putri Ananty Br.Sitepu Brahmana, Daniel Pederico Chairunnisa, Hera Chindy Chindy Cindy Ramadhani Dadang S Anshori Damanik, Bea Anantha Danar Ilyasa Zafin Tanjung Dathin Azzura Deo Agung Haganta Barus Dewi, Artika Sardiana Dian Daniel Castro Sihombing Dimas Prasetyo Dinda Cantika Sari Dinda Nur Maulida Dita Hasibuan Dora Perawati Sihotang Dosta Ernauli Siregar Dyna MT Pasaribu Eirene Dahlia Sidabutar Eka Ananda Syafira Elprida Yanti Laoli Elvira Eninta Br Ginting Fadiya Malona Nasution Fahmy Dalimunthe, Syairal Fasya Nabilah Putri Fauzi Lubis, Muhammad Helmi Fayyadhina Putri Laira Febbita Putri Amanda Alwi Geovany Febry Nurhayati Br Sagala Femi Ezrani Sianturi Finny Aprilia Yulanda Firza Syabilah Fitri Santika, Mutiara Garda Ali Pulungan George Felix Purba Gresia Br Manalu Harefa, Rili Angelica Hotman Priwaldi Sijabat Hutasoit, Sartika Br Ihsan Mubarok Simatupang Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Ita Khairani Jhon Fawel Simanungkalit Joel Alfian S Gulo Johannes Tamba Kezia Nova Siagian Korintus Simanjuntak Lahagu, Rosmaida Lasvina Br. Purba Lilea Calin Br. Tarigan Lumban Tobing, Benito Martua Lumbantobing, Merry E. M. Oky Fardian Gafari M. Surip Manurung, Elisabet Magdalena Marbun, Gerrard G.S Marisa Manullang Marsyah, Aralia Putri Martha Traci Simanjuntak Matondang, Aidil Fauzan Maylista Damanik Melina Marbun Menggie Orlanda Br Simarmata Miftahul Jannah Muhammad Fazra Muhammad Iraqi Fauzi Muhammad Rifaldi Chery muhammad rizky, muhammad Muhammad Saleh Mutiara Evelin Yoseva Marpaung Nadia Kezia Situmeang Nadia Rikza Ananda Nainggolan, Indanian Nainggolan, Jojor Febriana Nainggolan, Winda Jessica Nalya Salsabila Nasution, Abidah Ramadhani Nasywa Alysa Putri Nasywa Yasmin Purba Nathan Abyansyah Nazla Dia Maharani Nazwa Salsabila Ndruru, Tobias Shanmorla Nur Hidayah Hasibuan Nur Maulydia Rizky Pangaribuan, Devy J.R Purba, Roulina Putri Gresia Sihombing Putri Rizkia Rachmat Daffa Rabbani Rafida Khairani Rafif Abdullah Damar Rahmad Darmawan Alamsyah Rakfatul Huurul Aini Reviani Manullang, Ester Riris Apriani Simarmata Rosa Evalinda Gultom Safitri, Ilda Sandro Tamba Santa Emelia Sitorus Sarah Amalia Sardame Hotmauli Sitompul Sari, Defi Mawar Septiani Sihaloho, Jelita Shinta Situngkir Shinta Situngkir Sihombing, Hadriana Sihotang, Eka Kristian Silalahi, Tiar Arini Adelia Simanjuntak, Timothy Boy Dani Simarmata, Kristiando Simbolon, Agustiani Sinaga, Husna Khoiri Sinambela, Ahmad Arif Siti Rahma Maibang Sri Wenni Sri Yuni Utari Sihombing Steven Sinaga Sumarsono Sumiyadi Sumiyadi Surip, M Syafriani Syafriani Syaiful Rohim Syairal Fahmy Dalimunthe Syifa Namira Damanik Tamba, Rodimas Tri Bayu Armanda Tyara Alini Putri Vebilla MayNingsih Veymas Februardandi Marpaung Wahyu Prayoga Ginting Waruwu, Yesika Widi Aulia Wilda Rahmadani Windy Handayani Wulandari, Dinda Yesika Danastasya Yogi Arifandi Bangun Yosi Aunike Sinuraya Yosika Silaen Yulika Hotrina Turnip Yurike N Banjarnahor