Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada anak dan remaja : Relationship between diet patterns and physical activity with overweight incidents in children and adolescents Putri, Rahmadaniar Aditya; Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Faizah, Imamatul; Sari, Ratna Yunita
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 2 (2025): JiKep | Juni 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i2.2589

Abstract

Overweight saat ini menjadi permasalahan gizi di Indonesia hingga dunia bahkan WHO mendeklarasikan sebagai epidemik global. Hal ini dapat terjadi karena mereka sering mengalami pola makan yang abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian Overweight pada Anak dan Remaja. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik. Sampel sebanyak 39 responden dengan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah pola makan dan aktivitas fisik sedangkan variabel dependen adalah overweight. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi, lembar kuesioner pola makan dan Pasichal Activity Question for Adolescest, timbangan digital, dan microtoice. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak dan remaja memiliki pola makan tidak teratur dan memiliki aktivitas fisik ringan.  Hasil  analisis data didapatkan hasil p value kurang dari alpha sehingga ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada anak dan remaja. Pola makan yang tidak teratur dan kurangya aktivitas fisik dapat menyebabkan terjadinya overweight. Perawat dapat berperan dalam mengidentifikasi masalah yang beresiko mengalami overweight serta  mengedukasi anak dan remaja tentang menjaga pola makan yang benar dengan mengkonsumsi makan yang mengandung tinggi protein, serat, dan vitamin serta mengedukasi terkait aktivitas fisik yang baik dan benar
Hubungan Peer Group Support dengan Kepatuhan Pengobatan ARV Penderita HIV/AIDS Misutarno, Misutarno; Hasina, Siti Nur; Ainiyah, Nur; Sulistyorini, Sulistyorini
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 3 (2025): Jurnal Keperawatan: September 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i3.3809

Abstract

Kepatuhan terhadap pengobatan ARV sangat penting untuk menekan perkembangan virus, meningkatkan kualitas hidup ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), dan mencegah penularan lebih lanjut. Namun, kepatuhan pengobatan ARV seringkali menjadi tantangan yang kompleks. Tujuan Penelitian ini Untuk menganalisis hubungan antara peer group support terhadap kepatuhan pengobatan Antiretroviral (ARV) pada penderita HIV/AIDS. Jenis penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectionl study untuk mengetahui hubungan antara peer group support dengan kepatuhan pengobatan Antiretroviral (ARV) pada penderita HIV/AIDS.. Penelitian dilakukan di salah satu LSM Mahameru Populasi penelitian ini yaitu seluruh penderita HIV dengan Pengobatan ARV dan pernah mendapatkan dukungan di LSM sebanyak 275. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling yaitu simple random sampling. Sampel pada penelitian ini didapatkan sebesar 73 responden. Variable independent yaitu peer grup support dan variable dependen yaitu kepatuhan minum ARV. Instrument penelitian peer grup support menggunakan pengembangan kuesioner Skala Dukungan Teman Sebaya (SDTS) terdapat 20 Pertanyaan dan instrument kepatuhan minum ARV diukur dengan instrument Monrisky Medication Adherence scale (MMAS-8) yang terdiri dari 8 pertanyaan dengan kriteria skor < 6 = kepatuhan rendah, skor 6-7 = kepatuhan sedang, dan skor 8 = kepatuhan tinggi. Pengolahan data dianalisis menggunakan uji rank spearman dengan tingkat kemaknaan 0,05. Berdasarkan Hasil Uji Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara Tingkat Peer Group Support Dengan Kepatuhan Pengobatan ARV dengan nilai koefisien korelasi 0,934 yang berarti yang memiliki hubungan sangat kuat.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat dengan Tingkat Resiko Stroke pada Pasien Hipertensi Sari, Ratna Yunita; Hasina, Siti Nur; Faizah, Imamatul; Rohmawat, Riska; Putri, Rahmadaniar Aditya
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3779

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu factor risiko utama terjadinya stroke, kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi sangat berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan tingkat resiko stroke pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi dalam penelitian yaitu 135 orang dan sampel sebanyak 101 responden dengan teknik simple random sampling. Variabel independen yaitu kepatuhan minum obat dan variabel dependen yaitu tingkat resiko stroke. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Morified Morisky Adherence Scales-8 (MMAS-8) dengan nilai Cronbach alpha 0,824 dan Stroke Risk Scorecard yang telah dimodifikasi dengan nilai Cronbach alpha 0,730 dan dianalisis menggunakan uji Rank Spearmens dengan kemaknaan α < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 101 responden sebagian besar (58,4%) memiliki kepatuhan minum obat yang rendah dan hampir setengah (42,6%) memiliki tingkat resiko stroke sedang. Hasil uji Rank Spearmen ρ = 0.000 yang berarti ρ < α, yang berarti ada hubungan kepatuhan minum obat dengan tingkat resiko stroke pada pasien hipertensi. Pasien yang tidak patuh minum obat memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan pasien yang patuh.
Efektivitas Penerapan Lima Hari Kerja dalam Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Sulistyorini, Sulistyorini; Hasina, Siti Nur; Ardi, Ahmad Ali; Herlambang, Diaz Ramadhan
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3789

Abstract

Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya melakukan ujicoba penerapan  perubahan jumlah hari kerja dari enam hari kerja menjadi lima kerja sejak Bulan Januari  tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan sistem lima hari kerja dalam peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan. Selain itu penelitian ini menggali perspektif eksternal terhadap penerapan sistem tersebut dari sisi kelebihan, kekurangan dan hambatan pelayanan di Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif – kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan close review rekam medis menggunakan check list observasi terhadap perubahan kuantitas dan kualitas pelayanan. Review dilakukan terhadap masing – masing 96 rekam medis kunjungan pasien rawat jalan pada periode sebelum dan setelah penerapan lima hari kerja. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam pada 12 pengunjung poliklinik untuk mengetahui perspektif eksternal terhadap penerapan lima hari kerja. Analisis data kualitatif dilakukan secara tematik. Terdapat peningkatan jumlah kunjungan pasien dari 64.170 orang (49,1%) dalam periode tiga bulan sebelum penerapan lima hari kerja menjadi 66.618 orang (50,9%) dalam tiga bulan setelah penerapannya. Jumlah pasien yang tertangani 1 periode mengaami peningkatan dari 50 orang (52,1%) menjadi 60 orang (62,5%) sedangkan  jumlah pasien yang tertangani 3 periode mengalami penurunan dari 2 orang (2,1%) menjadi tidak ada. Data kualitatif menunjukkan perspektif eksternal mengenai penerapan lima hari kerja terdiri dari waktu pelayanan menjadi memanjang, biaya pendukung pengobatan dari masyarakat menjadi lebih murah, periode penanganan menjadi lebih cepat, akses pelayanan terjangkau, terjalinnya kesinambungan pelayanan, dan terwujudnya keadilan pelayanan serta kualitas layanan dirasakan lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan lima hari kerja lebih efektif dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya.
Analysis Of The Knowledge Level Of Posyandu Cadres In Using The Anthropometric Measurement Kit To Prevent Stunting Risks In The Working Area Of Wonokromo Community Health Center Sulenti Widiastuti; Nurul Abidah; Mustalia; Noventi, iis; Siti Nur Hasina
Journal for Quality in Public Health Vol. 8 No. 2 (2025): May
Publisher : Master of Public Health Program Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqph.v8i1.491

Abstract

The level of knowledge of Posyandu cadres in assessing stunting includes anthropometric measurements kit such as height (TB) and weight (BB). The anthropometric kit is one of the key components in assessing nutritional status in children and adults. Assessing the nutritional status of infants to predict long-term health complications requires anthropometric kit examinations nutritional status. This study aims to determine the level of most of them are skilled and knowledge is mostly inadequate of Posyandu cadres in anthropometric kit measurements to prevent stunting in the working area of Wonokromo Community Health Center, Surabaya. The method used is descriptive survey, with a sample of 30 Posyandu cadres involved in anthropometric kit measurements. The results of the study show that before training, most Posyandu cadres were not skilled, but after training, most became skilled. The majority of cadres showed inadequate knowledge prior to training before training but improved significantly afterward. It is recommended for health centers to provide repeated training and evaluate Posyandu cadres by imparting knowledge and skills on proper measurement techniques, especially for stunted children, and accompany them during anthropometric kit measurements to ensure better understanding.
Factors Related to Breastfeeding Self Efficacy of Exclusive ASI in the Mawar Room RSI Jemursari Surabaya Rahmadaniar Aditya Putri; Lia Indriani; Siti Nur Hasina; Syiddatul Budury; Wesiana Heris Santy
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 3 (2025): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i3.443

Abstract

Background: The lack of a mother's self-confidence and confidence in breastfeeding is the single biggest factor causing failure in recruiting exclusive breastfeeding. Mothers' belief in the success of exclusive breastfeeding is known as the effectiveness of breastfeeding. Purpose: The purpose of this study was to examine various variables related to the self- efficacy of exclusive breastfeeding in the Mawar room of RSI Jemursari Surabaya. Methods: This type of analysis is a cross-sectional analysis. The population of each mother is at least 120 people. Purposive sampling is used in the selection of non-probability samples with a total of 92 respondents. Observation of other people, verbal persuasion, physical and emotional condition, and breastfeeding self-efficacy are examples of independent behavioral variables. Using a questionnaire as an instrument breastfeeding scale short form questionnaire. Data analysis used the Chi-Square test and Spearman's Rank with a significance level of p=0.05. Results: The results showed that most of the respondents with good observation factors for others had a high level of breastfeeding self-efficacy (67.7%), almost all respondents with good verbal persuasion factors had a high level of breastfeeding self-efficacy (78.8 %), and most of the respondents who were in good physical and emotional condition had a high level of breastfeeding self-efficacy (62%). The results of the Chi-Square test showed that there was a relationship between the observation of other people with a result of p = 0.000 <0.05 and physical and emotional condition factors with a result of p = 0.000 <0.05 with breastfeeding self-efficacy. Spearman's rank test showed that there was a relationship between the verbal persuasion factor and the results of p = 0.000 <0.05 with breastfeeding self-efficacy for exclusive breastfeeding in the Mawar room of RSI Jemursari Surabaya. Conclusion: Observation of other people, verbal persuasion, physical condition, and emotional state are interrelated factors. Therefore, it is hoped that there will be more formal and informal education about exclusive breastfeeding, especially for new parents.
The Effect of Mirror Therapy on Exterm Muscle Strength in Non-Hemorrhagic Stroke Patients Based on Self Care Theory Siti Robi’atus Sholiha; R. Khairiyatul Afiyah; Hotimah Masdan Salim; Abdul Muhith; Siti Nur Hasina
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 3 (2025): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i3.661

Abstract

Background: Non-hemorrhagic strokes result in neuromuscular disorders with reduced activity and weakness in joint movement and even disability. This condition receives treatment at the hospital in the form of educational therapy, diet, medication and ROM (active and passive). Purpose: The aim of the research was to determine the effect of Mirror Therapy on extremity muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients based on self-care theory. Methods: Quasi experiment research design with a pretest posttest approach with control group design. The population of all non-hemorrhagic stroke patients with a sample size of 40 people, divided into 2 groups, namely the control group and the intervention group, was selected using a purposive sampling technique. The instruments used in this research include respondent characteristics, MMT (Manual Muscle Testing) observation sheets and Mirror Therapy SOP. Data analysis used the Mann Whitney U-test with a significance value of P value < 0.05. Results: The results of the study showed that the average muscle strength score in the Mirror Therapy intervention group was 1.55 before and after 2.65, while in the control group with standard hospital treatment before 1,40 and after 1.95. The Wilcoxon Test results show P value = 0.000 in the intervention group and P value = 0.000 in the control group, meaning there is an increase in extremity muscle strength in the intervention and control groups. Based on the Mann Whitney test, it shows P value = 0.013, meaning there is no differences in Mirror Therapy on extremity muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients. Conclusion: The application of Mirror Therapy affects the level of extremity muscle strength in non-haemorrhagic stroke patients. Nurses are expected to be able to apply Mirror Therapy to apply it in nursing practice.
The Relationship between Gratitude and Self-Acceptance with the Quality of Life of Hypertension Patients Ainiyah, Nur; Firdaus, Firdaus; Hasina, Siti Nur; Yuliana, Eva
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v15i2.504

Abstract

Hypertension, as one of the chronic diseases with a high prevalence, often hurts the quality of life of patients, both in physical, psychological, and social aspects. This study aims to investigate the relationship between gratitude, self-acceptance, and the quality of life of patients with hypertension in the Health Center X in Surabaya. The design of this study employs a quantitative approach with a cross-sectional design, using a population of 76 hypertension patients in the Health Center X in Surabaya. The sampling technique used is convenience sampling, involving 69 respondents. Data collection was carried out using the Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) scale questionnaire for gratitude, Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) for self-acceptance, and WHOQOL-BREF for quality of life, tested using Spearman's rank test. The results of the study showed that of the 69 respondents had gratitude (49.3%), self-acceptance (44.9%), and quality of life (69.6%). Statistical analysis using the Spearman rank test showed that there was a significant relationship between gratitude and quality of life of 0.01 (p<0.05) while self-acceptance and quality of life with a correlation value of 0.03 (p<0.05). Therefore, it is hoped that respondents with hypertension will always be grateful and confident in the blessings, successes, or opportunities in life so that good things happen, both big and small, and appreciate them with a sense of trust and. To improve the quality of life, hypertension sufferers should adopt a healthy low-salt diet by increasing the consumption of fruits and vegetables, routinely doing physical activities such as walking or cycling for at least 30 minutes every day, as well as maintaining ideal body weight and managing stress well so that blood pressure remains controlled and the risk of complications can be minimized. ABSTRAK Hipertensi sebagai salah satu penyakit kronik dengan prevalensi tinggi seringkali mengganggu kualitas hidup penderitanya, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasa syukur, penerimaan diri, dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Puskesmas X Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional, dengan menggunakan populasi sebanyak 76 penderita hipertensi di Puskesmas X Surabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 69 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner skala Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) untuk rasa syukur, Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) untuk penerimaan diri, dan WHOQOL-BREF untuk kualitas hidup yang diuji menggunakan uji rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan dari 69 responden memiliki rasa syukur (49,3%), penerimaan diri (44,9%), dan kualitas hidup (69,6%). Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rasa syukur dengan kualitas hidup sebesar 0,01 (p<0,05) sedangkan penerimaan diri dengan kualitas hidup dengan nilai korelasi sebesar 0,03 (p<0,05). Oleh karena itu, diharapkan kepada responden penderita hipertensi agar selalu bersyukur dan yakin terhadap nikmat, keberhasilan, atau kesempatan dalam hidup sehingga terjadi hal-hal baik, baik yang besar maupun yang kecil, serta mensyukurinya dengan rasa percaya dan. Untuk meningkatkan kualitas hidup, sebaiknya penderita hipertensi menerapkan pola makan sehat rendah garam dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki atau bersepeda minimal 30 menit setiap hari, serta menjaga berat badan ideal dan mengelola stres dengan baik agar tekanan darah tetap terkontrol dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
PELATIHAN KADER DAN PENDAMPINGAN SEBAYA DALAM MEMFASILITASI SPIRITUAL GROUP THERAPY BAGI PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) TIPE 2 Hasina, Siti Nur; Misutarno, Misutarno; Putri, Rahmadaniar Aditya; Shodiq, M.; Sulistyorini, Sulistyorini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.47066

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan memberikan beban besar pada sistem kesehatan serta menurunkan kualitas hidup penderitanya. Banyak penderita DM tipe 2 mengalami stres, kecemasan, hingga depresi akibat perubahan gaya hidup dan komplikasi penyakit yang dialami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih dan memberikan pendidikan kesehatan kader serta penderita Diabetes mellitus tipe 2 dalam mencegah komplikasi khususnya masalah psikologis dengan spiritual group therapy. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan cara pelatihan dan edukasi, pengabdian ini dilakukan pada Bulan Juni 2025 di Pos Kemuning Desa Tandegan Morowudi Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh 45 Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dan 8 kader serta 1 Perawat Desa. Hasil pengabdian masyarakat ini dapatkan bahwa sebelum dilakukan pelatihan dan edukasi didapatkan tingkat pengetahuan rendah sebesar 93% dan setelahnya sebagian besar responden (53,3%) berada pada kategori pengetahuan sedang, 29% pada kategori tinggi, dan hanya 17,7% yang masih berada pada kategori rendah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa dengan pelatihan dan edukasi yang diberikan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Diabetes Mellitus Tipe 2. Sehingga agar program terapi spiritual group therapy dan edukasi kesehatan bagi penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak kader dan pendamping sebaya agar cakupan dan dampak program semakin luas
Peranan dan Dukungan Generasi Muda terhadap Lansia melalui Kegiatan Lintas Generasi dengan Ketersediaan “Ruang Hati” sebagai Media Curhat dan Kualitas Hidup Noventi, Iis; Ainiyah, Nur; Hasina, Siti Nur; Kartini, Yanis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22741

Abstract

ABSTRAK Melalui generasi muda dan kegiatan lintas generasi, dampak positif serta dukungan yang diperoleh akan semakin bermanfaat bagi para lansia. Oleh karena itu, program “Ruang Hati” dibuat agar para lansia juga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui kegiatan yang menawarkan sebagian layanan psikologis dan interaksi lintas generasi, dengan meregan kebun, reminiscense, olahraga, bercerita, dan bina keluarga. Tujuan pengabdian ini adalah psychosocial wellbeing. Dalam hal ini, 30 anggota Karang Taruna dan kesehatan serta 107 lansia dari komunitas LUNA MAYA digabungkan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dari generasi muda dan cara mereka berinteraksi serta memberikan care kepada para lansia. Meskipun ini masih berada dalam keterbatasan, Program ini mampu mengurangi tingkat kesepian lansia. Besar harapan, kegiatan yang diusulkan dapat dijadikan lanjutan dalam kegiatan di komunitas. Kata Kunci: Lansia, Lintas Generasi, Ruang Hati, Kualitas Hidup, Psikologis  ABSTRACT Through the younger generation and intergenerational activities, the positive impact and support gained will be even more beneficial for the elderly. Therefore, the “Ruang Hati” program was created so that the elderly can also improve their quality of life. The approach taken is through activities that offer psychological services and intergenerational interaction, such as gardening, reminiscence, sports, storytelling, and family development. The goal of this service is psychosocial wellbeing. In this case, 30 members of Karang Taruna and health workers and 107 elderly people from the LUNA MAYA community were brought together. The results of the study showed a significant improvement in the younger generation and the way they interact and provide care to the elderly. Although this is still limited, the program has been able to reduce the level of loneliness among the elderly. It is hoped that the proposed activities can be continued in the community. Keyword: Eaderly, Intergenerational, Heart Space, Quality of Life, Psychological
Co-Authors -, Rusdianingseh Abdul Muhith Afiyah, R. Khairiyatul Aflahatun Nikmah Aini, Nur Ainiyah Ainun Nur Fadillah Akas Yekti Pulih Asih Algristian, Hafid Alvianita Suherman Andikawati Fitriasari Aprilian, Arvino Aquaristha, Valentine Fadzar Ardi, Ahmad Ali Arie Kusumo Dewi Arum Rahmawati Ayu Aqidatul Iza Budury, Syiddatul Choirotussanijjah Cindy Fareza Maharani Damawiyah, Siti Danny Irawan Deva Haris Irsanto Dewi Masithah Diana Kholiliyah Dodik Hartono Elke Amanada Elke Amanda Elok Tamarah Eppy Setiyowati Erna Handayani Ervina Yanti Harahap Ervina Yanti Harahap Faisal Rizki Khisbullah Faishol Faishol Farida Hidayati Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Hafid Algristian Hanif Ahmad Insantama Hariadi, Mohammad Nazik Herdiantri Sufriyana Heris Santy, Wesiana Herlambang, Diaz Ramadhan Hotijah Hotijah Husnul Mubarokal Muwanni, Husnul Mubarokal Muwanni Iffatul Millah Imamatul Faizah Imamatul Faizah Imas Amelia Putri Immatul Faizah Indira Yulias Wihannusa Isnawati, Ayu Kadir, Afrizal Nur Kamariyah, Nurul Khamida Kholidatul Muawanah Kishbuallah, Faisal Rizki Kristin Duwi Rahmawati Kusumawati, Diah Retno Lia Indriani Lintang Aulia Mauludi livana ph Lya Marliana M. Fifin Kombih M. Shodiq M. Shodiq Mahbubatul Fikriyah Maimunah, Siti Mawarda Hatmanti, Nety Misutarno, Misutarno Mochamad Ikwan Mohammaad Shiddiqsuryadi Muhammad Basuni Mukhlish Hidayat Mustalia Nabila Amaliah Nadatien, Ima Nadiva Rifianti Nafolipn Nur Rahmat Nanda Fadhilah Witris Salamy Nanik Handayani Nihazzatuzzain N Noventi, Iis Nunik Purwanti Nur Ainiyah Nur Atira Nur Azizah AS Nur Hidayah Nurkhafsah Kholilah Nurul Abidah Nurul Kamariyah Nurul Laili Oktaviani, Dita Dwi Prasetyanto, Deny - Priyagung Gusmantara Priyo Mukti Pribadi Winoto Puji Rahayu, Esty Purwanti, Nunik Putri, Rahmadaniar Aditya Rahmadaniar Aditya Rahmadaniar Aditya Putri Rahmadaniar Aditya Putri Ratna Yunita Sari Ratna Yunita Sari Ratna Yunita Sari Rima Putri Permata Sari Rining Sulistya Rahayu Rining Sulistya Rahayu Riska Rohmawati Risti Puji Listari Rita Vivera Pane Rohmawat, Riska Rohmawati, Riska Roosyidah R Rosda Rodhiyana Rusdiansyah, Mohamad Rusliana Rusliana Sa'bania Hari Raharjeng Salim, Hotimah Masdan Sari, Ratna Yunita Septianingrum, Yurike Shinta Maulydiyah Basuki Shobihatus Syifak Shobihatus Syifak Siti Maimunah Siti Maimunah Siti Robi’atus Sholiha Siti Yumnah Soleha, Rohematus Suci Kartika Diana Sudarti, Erna Sulenti Widiastuti Sulistyorini Sulistyorini Sulistyorini Sulistyorini, Sulistyorini Syahrul Gusnaldi Prawidya Syidatul Budury Tasya Sal Sabilla Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Uliyatul Laili, Uliyatul Umdatus Sholeha Warda Elmaida Rusdi Wesiana Haris Santy Wijayanti, Lono Yanis Kartini Yoga Ayom Pangestu Yuliana, Eva Yuly Peristiowati