Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN PERMAINAN TRADISIONAL CURIK-CURIK Suartini, Luh; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1044

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa kelas III sekolah dasar untuk belajar matematika dengan menggunakan permainan tradisional Bali, yaitu Curik-Curik. Sebagai bagian dari budaya lokal, permainan tradisional ini memiliki potensi besar untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Permainan Curik-Curik dipilih untuk situasi ini karena mengandung elemen strategi, kerja tim, dan keterlibatan aktif siswa. Semua elemen ini dianggap dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk belajar, terutama dalam mata pelajaran yang sering dianggap membosankan dan sulit seperti matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi di masing-masing. Subjek penelitian adalah siswa kelas III di SD Negeri 1 Pakisan. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar siswa. Angket disusun berdasarkan unsur-unsur motivasi belajar seperti perhatian, ketekunan, ketertarikan, dan keyakinan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Curik-Curik tradisional secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa. Ini ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata angket motivasi belajar dari siklus I ke siklus II, serta peningkatan partisipasi aktif dan antusiasme siswa selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa siswa lebih fokus dan aktif berbicara. Penggunaan metode ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya lokal dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, permainan tradisional harus terus dikembangkan dan diteliti sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Dian Mertiasih, Luh Novik; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1046

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kembali penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika. Metode penelitian adalah meta-analisis. Data dikumpulkan dengan menelusuri artikel, jurnal elektronik, dan esai menggunakan “Model pembelajaran Project Based Learning”, “Hasil belajar”, dan “Studi Matematika Pendidikan Dasar”. Hasil pencarian menunjukkan bahwa ada 10 artikel, jurnal elektronik, dan esai tetapi hanya 5 artikel yang relevan, jurnal elektronik, dan esai. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari yang terendah 11,30% sampai yang tertinggi 37,48% dengan rata-rata sebesar 24,72%.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Trisyani Dewi, Komang; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1048

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi lebih baik. Matematika adalah mata pelajaran yang wajib diberikan kepada siswa mulai dari jenjang sekolah dasar sampai jenjang pendidikan berikutnya. Matematika menekankan pada pengembangan logika, sikap, dan keterampilan. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Peneliti menggunakan jenis wawancara semi terstruktur. Media quizizz merupaan media yang efektif digunakan guru yang dapat membantu dalam proses pembelajaran sehingga memudahkan menyampaikan materi dari guru dan siswa. Selain itu juga, siswa lebih tertarik untuk belajar yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Dengan menggunakan media tersebut dapat membangun interaksi yang lebih dinamis antara siswa dan materi pembelajaran melalui media digital membawa dampak positif bagi hasil belajar matematika secara keseluruhan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Putrayasa, I Made; I Made Sedana; I Putu Suardipa
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dalam upaya meningkatkan minat belajar matematika siswa sekolah dasar. Kurangnya minat siswa dalam pelajaran matematika sering kali disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang monoton dan tidak kontekstual. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar, seperti taman sekolah, halaman, dan fasilitas umum, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematika melalui pengalaman nyata dan konkret. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih antusias, aktif, dan tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Guru juga merasa terbantu dalam menjelaskan materi melalui contoh nyata yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan demikian, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa, sekaligus mendukung pelaksanaan pembelajaran kontekstual di sekolah dasar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) BERBANTUAN KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR BANGUN RUANG DAN KOLABORASI SISWA KELAS IV GUGUS V KECAMATAN BUSUNGBIU Budiarsana, I Nyoman; Dipayana, I Ketut; I Putu Suardipa; I Made Sedana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.1063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh model pembelajaran berbasis proyek (ProjectBased Learning/PjBL) yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Tri Hita Karana terhadap kemampuan siswa kelas IV dalam mengidentifikasi unsur-unsur bangun ruang serta keterampilan kolaboratif mereka di salah satu sekolah dasar di Gugus V, Kecamatan Busungbiu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 42 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi tes kognitif untuk mengukur pemahaman konsep bangun ruang dan lembar observasi untuk menilai kemampuan kolaborasi. Hasil analisis data melalui uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana kelas yang memperoleh pembelajaran dengan model PjBL berbasis kearifan lokal menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam aspek kognitif maupun kolaboratif. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal sebagai bentuk inovasi pedagogis dalam mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 di jenjang sekolah dasar.
INTEGRATING TRI HITA KARANA VALUES TO ENHANCE INCLUSIVE EDUCATION QUALITY FOR STUDENTS WITH SPECIAL EDUCATIONAL NEEDS I Putu Suamba Adi Putra; I Gede Suwindia; I Made Sedana
El Midad Vol. 18 No. 1 (2026): El-Midad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v18i1.14767

Abstract

This study examines how integrating cultural and spiritual values can enhance the quality of inclusive education for students with special educational needs. Rather than focusing solely on academic outcomes, this research emphasizes a holistic educational approach grounded in the Balinese philosophy of Tri Hita Karana, which promotes harmony between humans and God (parahyangan), among humans (pawongan), and with the natural environment (palemahan). A qualitative case study design was employed at SLB Negeri 1 Buleleng, involving school leaders, teachers, students, and parents. Data were gathered through observations, semi-structured interviews, and document analysis, and validated through triangulation. The data were analyzed through an interactive process consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that integrating Tri Hita Karana values contributes to improving inclusive education by fostering students’ spiritual awareness, enhancing social collaboration, and strengthening environmental responsibility. These dimensions collectively support the creation of a learning environment that is adaptive, inclusive, and responsive to diverse student needs. This study underscores the importance of embedding local wisdom in educational practices to promote both character development and sustainable educational quality.
The use of technical chlorine for seawater sterilization in the rearing of barramundi larvae Lates calcarifer Ni Wayan Widya Astuti; Indah Mastuti; I Made Sedana; Sunarto Sunarto; Mustakim Mustakim; I Nyoman Suwitra; Mujiono Mujiono; Kurdi Kurdi; Luh Yuliani Dewi; Kadek Mas Tantra; Katimin Katimin; Ja'far Shadiq; Ahmad Muzaki
Depik 2025: Special Issue ICMF
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.0.0.46920

Abstract

Disease prevention is very important in the rearing of barramundi larvae, one of which is by sterilizing the seawater using technical chlorine. This study aimed to determine the effect of seawater sterlization use technical chlorine for rearing barramundi larvae on growth, survival, and water quality. The treatment in this study was different seawater used for water exchange during larval rearing. Seawater was sterilized with 25 ppm technical chlorine for 24 hours. Before use, the water was neutralized using 12.5 ppm sodium thiosulfate. As a control in this study, direct seawater or untreated sea water was used for water exchange. The study was conducted with 3 replications. The parameters observed in this study were growth, survival, virus monitoring, growth variation, and water quality. Sterilization of seawater with 25 ppm technical chlorine used for rearing larvae of barramundi has no significant effect on growth, survival, growth variation and water quality of rearing larvae. The use of filtered seawater is recommended in the sterilization of seawater for rearing larvae of barramundi. Increasing the dose of chlorine or using chlorine which has a high active substance could increase effectiveness of water sterilization.Keywords:Technical chlorineSterilizationRearing larvaeBarramundiLates calcarifer
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA KARTU TRUTH OR DARE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN SERIRIT Putu Lilis Ayu Artini; I Made Sedana; I Nyoman Pancaria
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47412

Abstract

This study aims to analyze the impact of the implementation of the Think Pair Share (TPS) cooperative learning model integrated with Truth or Dare cards on the critical thinking skills of fifth-grade students of Elementary School Cluster V, Seririt District. This study uses a quasi-experimental method through a quantitative approach. Data collection techniques applied include observation, in-depth interviews, critical thinking ability tests, and documentation studies. The research subjects consisted of 22 fifth-grade students at SDN 1 Gunungsari who were designated as the experimental group. The results of the study revealed a significant increase in students' critical thinking skills. This is evidenced by the average pre-test score of 45.209 which increased drastically to 83.300 at the post-test. Statistical analysis using the independent t-test showed a significance value (Sig.) of 0.000, which is smaller than the significance level of 0.05 (0.000 < 0.05). These findings confirm a significant difference between the experimental group and the control group after the treatment. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the TPS model assisted by Truth or Dare cards has a positive and significant impact on improving students' critical thinking skills in IPAS Education. Therefore, this combination of learning models and media is recommended as an innovative alternative for elementary school educators to optimize students' critical thinking potential in the classroom.
Co-Authors Adi Suwarma Putra, I Gede Ahmad Muzaki Angga Pradnyana, I Gede Bagus Ariawan, I Kadek Wira Artini, Ni Wayan Juli Artini, Ni Wayan Sani Aryani, Ni Luh Kade Dwi Budiarsa, Bagus Bayu Budiarsana, I Nyoman Cahyanthi, Made Ria Dewi, Desak Kade Puspita Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna Dian Mertiasih, Luh Novik Dipayana, I Ketut Dwijayanti, Ni Made Gusti Ayu Made Ariwimarsi Hernawati, Ni Komang I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Dodik Sanjiartha I Gede Suwindia I Gede Yuda Permana I Kadek Mertayasa I Kadek Sutrisna I Nyoman Pancaria I Nyoman Suwitra I Putu Suamba Adi Putra I Putu Suardipa I Wayan Eka Mahardika, I Wayan Eka Indah Mastuti Indrawan, I Gede Bayu Ja&#039;far Shadiq Kadek Mas Tantra Katimin Katimin Ketut Sudiatmika Ketut Sumayasa Komang Surantika Kurdi Kurdi Kusumajaya, I Wayan Wira kusumawati, Yeni Angumasanita Luh Putu Parwika Luh Putu Sherly Arima Devi Luh Suartini . Luh Yuliani Dewi Made Ari Susmilawati Made Suriadi Made Sutawan Made Yanthi Sudarmi Mahardika, I Gede Agus Mujiono Mujiono Mustakim Mustakim Nana Samvara Ni Kadek Ayu Winiati Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Ni Wayan Widya Astuti Novitayanti, Ni Wayan Nurtini, Ni Luh Putu Paramitha, I Dewa Ayu Agung Polih, Ni Komang Sri Purwati, Ni Made Ari Putrayasa, I Made Putu Ayu Widiari Suseni Putu Lilis Ayu Artini Putu Ngurah Dandy Kharismawan Putu Suardipa Ratnadi, Ni Wayan Samvara, Nana Sudiarsana, I Gusti Putu Sugiani, Ni Kadek Ari Sukanti, Ni Wayan Erni Sunarto Sunarto Suryadnyani, Ni Nyoman Sri Suryaninsih, Komang Suryatini, Ni Luh Gede Sutiawan, I Gede Nyoman Sutrisna, I Kadek Suwiadnyana, I Wayan Tampayana, I Putu Tistari, Ni Komang Sri Wahyu Trisyani Dewi, Komang Uina Pertiwi Utami, Luh Ketut Ari Widyantari, Luh Desy Wiradana, Made Wistari, Gusti Ayu Putu Alit Yuliartini, Ni Made