Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi vacuum frying dan spinner dalam pembuatan keripik di KWT Rasa Saling Sayang Kuta Mandalika Riezka Zuhriatika Rasyda; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Idiatul Fitri Danasari; Abdul Majid Azzuandi; Dinda Marita; Rizki Putra Masyhadani; Muhammad Harish Maulidi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30943

Abstract

AbstrakDesa Kuta merupakan salah satu daerah yang diprioritaskan untuk pengembangan pariwisata di Pulau Lombok. Salah satu unit bisnis lokal adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Rasa Saling Sayang Kuta Mandalika yang memproduksi berbagai produk makanan olahan, termasuk keripik. KWT tersebut masih memproduksi keripik secara tradisional dan memiliki pemahaman terbatas terkait teknologi modern, sehingga mengakibatkan rendahnya kuantitas produksi dan tidak konsistennya kualitas produk. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan teknologi vacuum frying dan spinner untuk produksi keripik di KWT Rasa Saling Sayang. Metode pelaksanaan pengabdian terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap persiapan dan koordinasi awal, tahap pelatihan dan pendampingan, serta tahap evaluasi dan tindak lanjut. Seluruh tahapan tersebut diikuti oleh 15 orang anggota KWT. Kegiatan pengabdian terlaksana dengan lancar dan hasil uji produksi mandiri menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan keripik menggunakan teknologi vacuum frying dan spinner. Diharapkan setelah kegiatan ini, KWT dapat memanfaatkan teknologi vacuum frying dan spinner secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas keripiknya. Kata kunci: keripik; kuta mandalika; vacuum frying AbstractKuta Village is one of the key areas prioritized for tourism development on Lombok Island. One of the local business units is the Rasa Saling Sayang Women Farmers Group (WFG), which produces a variety of processed food products, including chips. Currently, the WFG produces chips using traditional method because of their limited understanding of modern technology, resulting in low production quantities and inconsistent product quality. The goal of this community service activity is to provide training and assistance in using spinner and vacuum frying technology for chips production at the Rasa Saling Sayang WFG. The implementation method is divided into three stages, namely the preparation and initial coordination stage, the training and mentoring stage, and the evaluation and follow-up stage. All stages were attended by 15 WFG’s members. The activities were carried out smoothly and the results of the independent production test showed an improvement in the knowledge and skills of the participants in making chips using spinner and vacuum frying technology. It is hoped that following this training, the WFG will be able to utilize vacuum frying and spinner technology independently and sustainably, thereby increasing their production capacity and chips quality. Keywords: chips; kuta mandalika; vacuum frying
Optimalisasi potensi tanaman porang Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan chips porang Riezka Zuhriatika Rasyda; Suwardji Suwardji; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Mariani Mariani; Yusrisal Nahendra; Rindu Salsabila Ulayya; Irwin Aryadi; Muhammad Dinul Islami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27194

Abstract

AbstrakPorang (Amorphopallus muellery Blume) merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat tumbuh baik pada kondisi lahan kering. Kelompok Tani Berkah Bersama Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara telah berhasil memanfaatkan potensi lahan kering desa untuk budidaya tanaman porang dengan hasil panen umbi porang mencapai 112,5 kwintal. Keterbatasan pengetahuan anggota kelompok tani terkait pengolahan pascapanen porang mengakibatkan umbi porang hanya dijual dalam kondisi segar, sedangkan umbi porang segar harga jualnya rendah dan tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Berkah Bersama untuk mengolah umbi porang segar menjadi chips porang. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan praktek langsung pembuatan chips porang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024 dengan 15 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta untuk mengolah umbi porang menjadi chips porang, tercermin dari hasil uji produksi mandiri yang berjalan dengan baik. Diharapkan setelah kegiatan pengabdian ini, Kelompok Tani Berkah Bersama dapat memproduksi chips porang secara mandiri dan berkelanjutan sehingga dapat mengoptimalkan potensi tanaman porang di Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara. Kata kunci: chips porang; porang; teknologi pascapanen. AbstractPorang (Amorphopallus muelleri Blume) is a tuberous plant that grows well in arid conditions. Berkah Bersama Farmer Group of Batu Rakit Village, North Lombok Regency, has successfully cultivated porang crops on the village's dry land, yielding a harvest of 112.5 quintals of porang tubers. The limited knowledge of farmer group members regarding porang post-harvest processing has resulted in the tubers only being sold in their fresh state. Fresh porang tubers are unsuitable for long-term storage and have a low selling price. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge and capabilities of Berkah Bersama Farmer Group in processing porang tubers into porang chips. Implementation methods are provided in the form of socialisation and direct practical assistance in the production of porang chips. The activity was conducted on 22 September 2024 with 15 participants. The results demonstrated a notable improvement in the participants' knowledge and abilities pertaining to the processing of porang tubers into chips, reflected in the results of the independent production test which went well. It is aspired that subsequent to this service activity, Berkah Bersama Farmer Group will be capable of producing porang chips independently and sustainably, thereby optimizing the potential of porang crops in Batu Rakit Village, North Lombok Regency. Keywords: porang; porang chips; postharvest technology.
Peningkatan partisipasi masyarakat melalui praktik Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam pengembangan agrowisata desa Kekait Siska Ita Selvia; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Lalu Hadryan Sukma; Awanis Zakirah; Nabilah Nur Fikriyyah; Firda Salzabilla Syehan; Baiq Sevia Aulia Triputri; Nopiana Fitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21811

Abstract

AbstrakDesa Kekait adalah salah satu desa di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB dengan banyak potensi pertanian dan wisata hingga disebut Desa Agrowisata. Keanekaragaman sumber daya alam seperti pertanian, perkebunan, keindahan alam, air terjun dan juga warisan budaya menjadi satu kesatuan daya tarik wisatawan. Namun, potensi yang ada tidak terkelola dengan baik dan bahkan masyarakat lokal dan stakeholder yang ada di tingkat desa kurang dapat membaca peluang, merumuskan potensi dan masalah serta penyusunan program pengembangan desa. Dalam pengembangan dan pembangunan desa, unsur masyarakat lokal adalah ujung tombak yang menentukan suatu desa berkembang atau tidak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai upaya meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menemukenali potensi dan masalah yang ada dari berbagai sektor sebagai pondasi dalam penyusunan strategi pengembangan agrowisata di Desa Kekait. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah Participatory Rural Apraisal (PRA) sehingga dapat memfasilitasi masyarakat desa agar membagi, mengembangkan, dan menganalisa pengetahuan mereka mengenai kehidupan yang dijalani dan kondisi mereka sendiri. PRA ini digunakan untuk perencanaan dan aksi didalam memanfaatkan metode partisipasi yang nantinya akan menjadi program pengembangan desa agrowisata. Alat PRA yang digunakan antara lain pemetaan desa, akar masalah, bagan arus masukan keluaran, kalender musim dan diagram venn. Dalam PRA, masyarakat desa berperan aktif dan antusias dalam pemetaaan masalah sosial dan penyebabnya. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan Desa Kekait memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata berupa potensi daya tarik (atraksi) alam dan budaya yang beraneka ragam untuk dapat menarik wisatawan. Adapun beberapa potensi yang didapat dalam proses PRA antara lain potensi perkebunan aren dan juga industri kecil menengah. Sedangkan permasalahan dan kendala yang dialami adalah pendanaan serta kurangnya pengetahuan dan peluang masyarakat lokal untuk mengembangkan hasil pertanian sebagai bisnis wisata yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu, pentingnya mempromosikan serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan skill dibidang budidaya pertanian dengan teknologi modern serta manajeman bisnis sebagai proses awal penyusunan program agrowisata di Desa Kekait. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini tercapai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dari pengetahuan awal terkait eksplorasi potensi masalah hanya 60%, meningkat menjadi 95%. Alat yang digunakan dalam mengetahui peningkatan kemampuan masyarakat adalah dengan melakukan uji kuesioner kepada partisipan sebelum kegiatan dan sesudah kegiatan. Kata kunci: perencanaan; agrowisata; kekait; PRA  Abstract Kekait Village is one of the villages in Gunung Sari District, West Lombok, NTB, with a lot of agricultural and tourist potential until it is called Agrotourism Village. The diversity of natural resources such as agriculture, plantations, natural beauty, waterfalls, and cultural heritage has become a single attraction for tourists. However, existing potential needs to be better managed, and even local communities and existing stakeholders at the village level are less able to read opportunities, formulate potentials and problems, and prepare village development programs. In village development, the local community element is the cutting edge that determines whether or not a village develops. This community service activity aims to increase the community's active participation in discovering the potential and existing problems of various sectors as a basis for preparing the agritourism development strategy in Kekait Village. The method used in this service is Participatory Rural Appraisal (PRA). It can facilitate the village community to share, develop and analyze their knowledge of their life and conditions. This PRA is used for planning and action in utilizing participation methods that will later become agrotourism village development programs. PRA tools include village mapping, problem roots, input-output flow charts, season calendars, and Venn diagrams. In PRA, the village community actively and enthusiastically maps social problems and their causes. The results of community service activities show that Kekait Village has much potential to be developed into a tourist village in the form of a potential attraction (attraction) of nature and diverse culture to attract tourists. Some of the potentials obtained in the PRA process include the potential of palm plantations and small- and medium-sized industries. Meanwhile, the problems and obstacles experienced are funding and the need for knowledge and opportunities for local communities to develop agricultural products as an up-and-coming tourist business. Therefore, it is essential to promote and cooperate with various parties to develop potential and improve skills in agricultural cultivation with modern technology and business management as the initial process of preparing agri-tourism programs in Kekait Village. This goal of community service is achieved by increasing community participation from initial knowledge related to exploring potential problems by only 60%, increasing to 95%. The tool used to determine the improvement of people's abilities is to perform questionnaire tests on participants before and after the activity. Keywords: planning; agrotourism; kekait; PRA
Sosialisasi bahaya merkuri terhadap lingkungan di Penambangan Emas Skala Kecil (PESK) Desa Pelangan, Kabupaten Lombok Barat I Gusti Made Kusnarta; Suwardji Suwardji; Padusung Padusung; Fahrudin Fahrudin; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27123

Abstract

AbstrakMerkuri merupakan salah satu senyawa logam berat berbahaya yang biasa digunakan dalam penambangan emas skala kecil. Bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan merkuri ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, akan tetapi juga pada Kesehatan masyarakat yang ada dilingkungan tersebut. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat, terutama di wilayah penambangan emas skala kecil sekotong, belum mengetahui dan menyadarinya. Kegiatan pengabdian Sosialisasi Bahaya Merkuri Terhadap Lingkungan di Penambangan Emas Skala Kecil Sekotong, Lombok Barat dilaksanakan di Desa Pelangan, kecamatan Sekotong dengan kelompok sasaran Penambang emas Kayu Putih Bangkit. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 4 mei tahun 2024 dengan perwakilan masyarakat sejumlah 15 orang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan merkuri dalam penambangan emas skala kecil. Pengabdian dimulai dari kegiatan survey dan koordinasi awal dengan kelompok penambang Kayu Putih Bangkit, dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu sosialisasi dan mengukur tingkat pengetahuan dan kesadaran Masyarakat akan bahaya merkuri. Hasil kegiatan ini menunjukkan tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat dapat meningkat 84% menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya. Kata kunci: emas; lingkungan; merkuri; PESK AbstractMercury is one of the dangerous heavy metal compounds commonly used in small-scale gold mining. The dangers caused by the use of mercury not only affect the environment, but also the health of the people in the area. However, most people, especially in the Sekotong small-scale gold mining area, do not know and are not aware of it. The community service activity of Socialization of the Dangers of Mercury to the Environment in Small-Scale Gold Mining in Sekotong, West Lombok was carried out in Pelangan Village, Sekotong District with the target group of Kayu Putih Bangkit gold miners. The socialization activity was carried out on May 4, 2024 with 15 partisipans. The aim of this community services are increasing public knowledge and awareness of the dangers of using mercury in small-scale gold mining. The community service began with survey activities and initial coordination with the Kayu Putih Bangkit miner group, and then continued with core activities, namely socialization and measuring the level of public knowledge and awareness of the dangers of mercury. The results of this activity showed that the level of public knowledge and awareness could increase by 84% to be higher than before. Keywords: environment; gold; mercury; SSGM
Co-Authors Abdul Majid Azzuandi Abdul Majid Azzuandi Ahmad Junaidi Ahmad Nawawi Akbar, Zulfikar Ibnu Ali Alamta Singarimbun Amrul Jihadi Andre Rachmat Scabra Anjar Pranggawan Azhari Arief Rachmadi Atsmari, Rizki Prapitri Awanis Zakirah Azmi, Muhammad Khairul Bagus Dwi Hari Setyono Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baiq Sevia Aulia Triputri Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Hari Kusumo Bustan Bustan Bustan, Bustan Damai Diniariwisan Dinda Marita Dinda Marita Dori Kusuma Jaya Dori Kusuma Jaya Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Fahrudin fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin, Fahrudin Firda Salzabilla Syehan Haidir Ali Salsabil Heldy Sardianto I Gusti Made Kusnarta I Wayan Suadnya Idiatul Fitri Danasari Idiatul Fitri Danasari Irwin Aryadi Irwin Aryadi Jasrodi Jasrodi Jasrodi, Jasrodi Joko Priyono Jufri, Afifah Farida Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Bahrul Ilmi Lalu Hadryan Sukma Lalu Hadryan Sukma Lalu Hizbulloh Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Lidya Yuniati Lolita Endang Susilowati Lukmanul Hakim M. Ridho Anugrah Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup, Mahrup Mahrup, Mahrup Mariani Mariani Mariani Muh. Safrony Akmal Muhammad Dinul Islami Muhammad Dinul Islami Muhammad Harish Maulidi Muhammad Harish Maulidi Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Mukminah Mukminah Mukminah, Mukminah Mukminah, Mukminah Mulawarman, Rahmat Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Nabilah Nur Fikriyyah Nopia Himayatul Nopiana Fitri Novita Hidayatun Nufus Novita Hidayatun Nuvus Novita Hidayatun Nuvus Nur Asri Shakila Nur Asri Shakila Nur Shapna Padusung Padusung Padusung Pamungkas, Gilang Darma Putri, Dwi Noorma Raehanayati Raehanayati Rangga Idris Affandi Riezka Zuhriatika Rasyda Riezka Zuhriatika Rasyda Rika Andriani Sukma Dewi Rika Andriati Sukma Dewi Rika Andriyani Sukma Dewi Rindu Salsabila Ulayya Rindu Salsabila Ulayya Riyayanatasya, Yy Wima Rizki Putra Masyhadani Rizki Putra Masyhadani Sadikin Amir Sahrul Alim Salsabil, Haidir Ali Selvia, Siska Ita Setyaning Pawestri Shakila, Nur Asri Shakila, Nur Asri Shaqinah, Alya Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Siti Hopipah Sitti Hilyana Sri Tejowulan Srirahardita Pamungkas Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Susilowat, Lolita Endang Susilowat, Lolita Endang Suwardji Thoy Batun Citra Rahmadani Urip Munggali Wahyudin Wulan, Raden Sri Tejo Yuli Rahmawati Yuliana Asri Yuliana Asri Yusrisal Nahendra Yusrisal Nahendra Zamani, Muhammad Zaki