Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Dengan Menggunakan Metode Konservasi Sipil Teknis Dalam Pengendalian Tanah Di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Lombok Tengah Lukmanul Hakim; Mulyati; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Arief Rachmadi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.97

Abstract

Rehabilitasi hutan dan lahan adalah suatu upaya untuk mengembalikan fungsi dan produktivitas hutan atau lahan yang telah rusak atau terdegradasi akibat aktivitas manusia, seperti penebangan liar, kebakaran hutan, atau penggunaan lahan yang tidak sesuai. Rehabilitasi hutan dan lahan dengan metode sipil teknik bertujuan untuk memperkenalkan Teknis konservasi secara sipil Teknis serta memulihkan produktivitas dan keberlanjutan lahan yang rusak atau terdegradasi akibat aktivitas manusia. Beberapa teknik yang digunakan pada laporan ini yaitu reboisasi dan pengendalian erosi untuk konservasi tanah secara sipil Teknis. Reboisasi yang dilakukan yaitu dengan penanaman pohon kemiri dan kayu putih sejumlah 250 pohon di area perbukitan di Desa Rembitan. Sedangkan pengendalian erosi untuk konservasi tanah secara sipil Teknis dengan membuat bangunan Gully Plug dan Dam Penahan. Gully Plug dibuat dialiran drainase yang menuju kesungai, sedangkan Dam Penahan dibuat pada aliran sungai dengan tujuan untuk menahan tanah-tanah yang terbawa oleh aliran air sehingga terendapkan didaerah tangkapan Gully Plug dan Dam Penahan. Hasil yang diperoleh yaitu masyarakat di Desa Rembitan dapat mengetahui cara rehabilitas hutan dan lahan dengan metode sipil Teknis untuk mengembalikan fungsi dan produktivitas hutan seperti semula serta memberikan kesadaran kepada masyarakat disana akan pentingnya peranan hutan sebagai ekosistem alam.
Pendampingan Budidaya Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) di Lahan Kering Tanah Vertisol pada Daerah Penyangga KEK Mandalika Nur Asri Shakila; Mahrup; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Rika Andriati Sukma Dewi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.98

Abstract

Mandalika merupakan Kawasan Ekonomi Khusus super prioritas yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebagai kawasan wisata, tentu saja ketersediaan bahan pangan menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Untuk mendukung kawasan wisata yang maju, pangan sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia harus terjaga ketersediaannya baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara geografis, lokasi ini berada di bagian selatan Pulau Lombok dengan iklim yang kering. Jenis tanah yang berkembang pada daerah tersebut yakni tanah vertisol. Tanah vertisol merupakan tanah yang terbentuk dari batuan kapur pada daerah yang kering. Tanah vertisol memiliki karakteristik yang sangat khas yaitu sifat kembang kerut yang nyata. Jahe merah merupakan salah satu jenis tumbuhan rimpang yang populer untuk dimanfaatkan sebagai penghangat tubuh dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan kondisi iklim yang kering, jahe merah dapat dikembangkan di daerah penyangga KEK Mandalika dengan beberapa penyesuaian irigasi (sistem irigasi tetes) dan pemberian bahan organik pada tanah dapat memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan jahe merah.
Pendampingan Penanaman Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) Dengan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Pada Tanah Vertisol Di Desa Sukadana Lombok Tengah Mukminah; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; I Gusti Made Kusnarta; Lolita Endang Susilowati; Fahrudin; Srirahardita Pamungkas
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.99

Abstract

Kegiatan pengabdian budidaya tanaman okra bertujuan memberdayakan masyarakat di KEK Mandalika agar dapat mandiri dalam ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian yang tergolong sangat luas. Budidaya tanaman okra pada berbagai jenis tanah memiliki karakteristik yakni drainase yang baik, jenis tanah berlempung pasir, temperatur udara mulai dari 27-30 °C sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman cepat tumbuh. Kegiatan budidaya tanaman okra pada tanah vertisol menggunakan pengairan dengan sistem irigasi tetes (Drip Irrigation) karena tanah vertisol adalah tanah banyak mengandung banyak mineral lempung yang baik untuk pertanian. Sistem irigasi tetes (Drip Irrigation) adalah teknik pengairan dengan cara pemberian air melalui pipa paralon secara ditempatkan di samping tanaman. Keunggulan dari sistem irigasi tetes ini adalah pada saat pengairan cukup diaplikasikan di bagian area akar yang basah untuk pemenuhan kebutuhan air pada setiap tanaman, akan tetapi air yang di tambahkan dapat di serap oleh tanaman secara berkala dengan kelembaban tanah yang rendah. Pengairan dengan sistem irigasi tetes ini tentu efektif untuk kegiatan usaha pertanian. Dengan kegiatan sosialisasi teknik penanaman yang baik, masyarakat dapat terus mengembangkan budidaya hortikultura tanaman local.
Pemberdayaan Pemuda dalam Budidaya Tanaman Hortikultura di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami; Muhammad Zaki Zamani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 4 No. 1 (2023): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v4i1.809

Abstract

Pemuda merupakan generasi penerus yang wajib diberdayakan dalam berbagai sektor. Terutama dalam bidang pertanian karena bidang ini merupakan bidang penting yang dapat mendukung ketahanan pangan secara nasional. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat khususnya para pemuda untuk tetap melestarikan sector pertanian yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama satu bulan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dengan peserta pemuda dari organisasi P4I yang terdiri dari 10 orang pemuda. Metode pelaksanaan dimulai dari tahapan persiapan sampai penjualan hasil panen. Hasil panen budidaya kangkung dan sawi dijual pada distributor sayur. Harga yang ditentukan oleh pedagang distributor ini adalah 1.000/ikat kangkung dan 1.500/ikat sawi. Dengan hasil panen 150 ikat tanaman kangkung dan 200 ikat tanaman sawi, sehingga diperoleh hasil penjualan yaitu Rp. 450.000 (Rp. 150.000 hasil tanaman kagkung dan Rp. 300.000 untuk tanaman sawi).
PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN PENGOLAHAN PANGAN KEPADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) NGOLANG SEBAGAI SALAH SATU DESA PENYANGGA KEK MANDALIKA YANG TERDAMPAK PEMBANGUNAN SIRKUIT MANDALIKA Siska Ita Selvia; Lolita Endang Susilowati; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2023
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v3i2.454

Abstract

Dusun Ngolang, Desa Kuta, Mandalika merupakan kawasan yang digunakan untuk bermukim sementara warga relokasi Ex-Sirkuit Mandalika. Sebelum menempati hunian yang telah dipersiapkan oleh PT Pengembang Pariwisata Nasional Indonesia atau Tourism Development Corporation (ITDC), masyarakat terdampak pembangunan Sirkuit Mandalika berkegiatan di Dusun Ngolang dengan beberapa keterbatasan, salah satunya tidak adanya pekerjaan khususnya bagi para ibu-ibu rumah tangga. Sebagian besar dari mereka menggantungkan hidupnya dari bantuan-bantuan yang datang, baik dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan swasta lainnya. Tujuan diadakannya pendampingan pengolahan pangan untuk masyarakat (khususnya ibu-ibu rumah tangga) antara lain: 1) menciptakan kompetensi dibidang pengolahan pangan; 2) melakukan diversifikasi produk dari hasil-hasil pertanian yang dikembangkan di desa-desa penyangga Mandalika; 3) meningkatkan peluang pengembangan produk untuk mendukung pariwisata di Mandalika 4) Berkontribusi terhadap UMKM di manajemen Bumdes Desa Kuta, Mandalika; 5) Menciptakan lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu rumah tangga dan 6) Membentuk kelembagaan Kelompok Wanita Tani (KWT)
Identifikasi Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Resolusi Tinggi di Titik Nol Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Nur Asri Shakila; Mukminah; Abdul Majid Azzuandi
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 8 No. 2 (2023): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v8i2.8984

Abstract

The Mandalika Special Economic Zone (KEK) is located in Central Lombok, directly bordered by the Indian Ocean to the south. This area has been designated as an essential zone to support tourism. One of the landmarks in this area is the Mandalika Circuit, which has various impacts on different sectors, including land use. The current land use is part of the region's development and is aimed at supporting this special zone. The purpose of this research is to identify the land use in the area around the central point of the Mandalika Circuit. The study was conducted in one of the supporting villages within the Mandalika Special Economic Zone (KEK), namely Desa Kuta, which is situated at the central point of the circuit. The research methodology used spatial analysis with ArcGIS 10.5, utilizing high-resolution satellite images from Google Earth. The findings revealed 12 types of land use in the area: shrubland, terraced fields, plantations, the circuit itself, water bodies, circuit facilities, places for activities and settlements, roads, paddy fields, industries, open land, and grassland. The most extensive land use was shrubland, covering 57% of the total area of 2,366 hectares, while the lowest land use was industry occupying only 0,4 % of the total area.
Identifikasi Penggunaan Lahan Menggunakan Citra Resolusi Tinggi di Titik Nol Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Nur Asri Shakila; Mukminah; Abdul Majid Azzuandi
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 8 No. 2 (2023): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v8i2.8984

Abstract

The Mandalika Special Economic Zone (KEK) is located in Central Lombok, directly bordered by the Indian Ocean to the south. This area has been designated as an essential zone to support tourism. One of the landmarks in this area is the Mandalika Circuit, which has various impacts on different sectors, including land use. The current land use is part of the region's development and is aimed at supporting this special zone. The purpose of this research is to identify the land use in the area around the central point of the Mandalika Circuit. The study was conducted in one of the supporting villages within the Mandalika Special Economic Zone (KEK), namely Desa Kuta, which is situated at the central point of the circuit. The research methodology used spatial analysis with ArcGIS 10.5, utilizing high-resolution satellite images from Google Earth. The findings revealed 12 types of land use in the area: shrubland, terraced fields, plantations, the circuit itself, water bodies, circuit facilities, places for activities and settlements, roads, paddy fields, industries, open land, and grassland. The most extensive land use was shrubland, covering 57% of the total area of 2,366 hectares, while the lowest land use was industry occupying only 0,4 % of the total area.
SOSIALISASI ANTISIPASI SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI RAWIT Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Rika Andriani Sukma Dewi; Mulyati Mulyati; Baharuddin Baharuddin; Sri Tejowulan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17150

Abstract

ABSTRAKDesa Sukadana merupakan salah satu desa yang memiliki potensi pertanian yang besar. Sebagai salah satu desa penyangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, desa ini berpotensi menjadi desa pemasok kebutuhan pangan di kawasan tersebut. Desa yang berada di wilayah beriklim kering ini dapat memanfaatkan lahan pertanian untuk tanaman hortikultura salah satunya adalah tanaman cabai. Dalam pembudidayaan tanaman hortikultura cabai tidak luput dari adanya hambatan yaitu hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai. Sebagai langkah untuk mengantisipasi hal tersebut kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Sukadana dengan Masyarakat sasaran yaitu kelompok Tani Patuh Bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi antisipasi serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai khususnya cabai rawit. Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi dua arah dan sosialisasi dengan melibatkan anggota kelompok tani yang telah melakukan pembudidayaan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai beragam hama dan penyakit serta obat-obatan yang dapat mencegah hama dan penyakit pada tanaman cabai rawit yang diketahui melalui hasil pretest sebelum sosialisasi dan posttest setelah diadakannya sosialisasi. Kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa memberikan manfaat yang besar pada anggota kelompok tani terutama dalam perawatan tanaman cabai. Kata kunci: budidaya; hortikultura; cabai rawit; hama penyakit. ABSTRACTSukadana Village is one of the villages that has great agricultural potential. As one of the buffer villages in the Mandalika Special Economic Zone (KEK), this village has the potential to become a village that supplies food needs in the area. This village, which is located in a dry climate area, can utilize agricultural land for horticultural crops, one of which is chili. In cultivating horticultural crops, chilies cannot escape obstacles, namely pests and diseases that attack chili plants. As a step to anticipate this, this community service activity was carried out in Sukadana Village with the target community, namely the Patuh Bersama Farmer Group. This activity aims to provide socialization in anticipation of attacks by pests and diseases that attack chili plants, especially cayenne pepper. This activity was carried out using a two-way discussion method and socialization by involving members of farmer groups who had already carried out cultivation. The results obtained from this activity are that it can increase public knowledge about various pests and diseases as well as drugs that can prevent pests and diseases in cayenne pepper which are known through the results of the pretest before socialization and posttest after the socialization. It can be concluded that this service activity provides great benefits to members of farmer groups, especially in caring for cayenne pepper plants. Keywords: harvest; horticulture; cayenne pepper; pest.
Root Distribution Pattern of Three Chili Varieties on Vertisol Soil, Central Lombok Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Mahrup Mahrup; Lolita Endang Susilowati
Journal of Science and Science Education Vol. 4 No. 2 (2023): October
Publisher : Pascasarjana, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jossed.v4i2.5238

Abstract

Plant roots have an important role in plant growth. Roots function as absorbers of water and other nutrients in the soil which are distributed to other body organs. Distribution patterns, root growth and root range influence plant growth and development. Vertisols are one of the dominant soil orders in southern Lombok, but their physical characteristics are rich in monmorillonite type clay which expands when wet and shrinks when dry. This study aims to analyze the pattern of root distribution through the root growth rate of the three chili varieties and to analyze the tolerance level of the three chili varieties. The field experiment was organized according to a Randomized Completely Block Design with three replications. The varieties of chili plants planted are Kara chilies, Dewata chilies and local chilies. Root growth rate was measured on serial plant samples observed every 20-day interval until day 60, during the growth period. The results obtained showed that the distribution patterns of the three varieties experienced an increasing trend in the rate of root growth, for the kara varieties it reached a figure of 4.65 cm, for local varieties is 5.54 cm; and in the dewata variety it is 2.67 cm. The tolerance level of chili plants to congested conditions was seen from the results of their root growth rates, the three varieties showed that they were Semi Tolerant (ST) to waterlogged environmental conditions on vertisol soils.
Aplikasi Metode Volumetrik dalam Estimasi Potensi Panas Bumi Berdasarkan Parameter Fisis Reservoir (Studi Kasus Daerah Panas Bumi “Z”) Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Alamta Singarimbun
Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/gravity.v9i2.20474

Abstract

Geothermal is a renewable energy strategically developed in Indonesia, but its utilization has not been maximized. Geothermal exploration requires high costs, so estimating energy reserves in potential areas is essential. This study was conducted to determine the electrical energy potential of geothermal area "Z" by volumetric method and determine the influence of saturation, porosity, and length of generation time on the potential of geothermal electrical energy. The volumetric method used is the lumped parameter model. The calculation was carried out with variations in water saturation 0% - 80%, rock porosity 10% - 40%, and the length of generation time 25 - 40 years. The highest estimated electrical energy of geothermal area "Z" is 188 MWe obtained at 80% water saturation, 10% porosity, and 25 years generation duration, while the lowest is 80 MWe obtained with 0% water saturation, 40% porosity, and 40 years of generation duration. At the same porosity, the greater the water saturation, the greater the value of geothermal electricity reserves of the area "Z." The greater the porosity, the greater the effect of increasing water saturation on increasing electrical energy reserves. The large porosity of rocks causes their energy to be smaller since the heat dominance of geothermal regions "Z" is given by the heat of rocks. The length of generation time affects the amount of geothermal electrical energy, that is, the longer the production time, the smaller the reserve.
Co-Authors Abdul Majid Azzuandi Abdul Majid Azzuandi Ahmad Junaidi Ahmad Nawawi Akbar, Zulfikar Ibnu Ali Alamta Singarimbun Amrul Jihadi Andre Rachmat Scabra Anjar Pranggawan Azhari Arief Rachmadi Aryadi, Irwin Atsmari, Rizki Prapitri Azmi, Muhammad Khairul Azzuandi, Abdul Majid Bagus Dwi Hari Setyono Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Hari Kusumo Bustan Bustan Bustan, Bustan Damai Diniariwisan Dinda Marita Dori Kusuma Jaya Dori Kusuma Jaya Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin, Fahrudin Haidir Ali Salsabil Heldy Sardianto I Gusti Made Kusnarta I Wayan Suadnya Idiatul Fitri Danasari Idiatul Fitri Danasari Irwin Aryadi Islami, Muhammad Dinul Jasrodi Jasrodi Jasrodi, Jasrodi Joko Priyono Jufri, Afifah Farida Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Bahrul Ilmi Lalu Hadryan Sukma Lalu Hizbulloh Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Lidya Yuniati Lolita Endang Susilowati Lukmanul Hakim M. Ridho Anugrah Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup, Mahrup Mahrup, Mahrup Mariani Mariani Mariani Marita, Dinda Masyhadani, Rizki Putra Maulidi, Muhammad Harish Muh. Safrony Akmal Muhammad Dinul Islami Muhammad Harish Maulidi Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Mukminah Mukminah Mukminah, Mukminah Mukminah, Mukminah Mulawarman, Rahmat Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Nahendra, Yusrisal Nopia Himayatul Novita Hidayatun Nufus Novita Hidayatun Nuvus Novita Hidayatun Nuvus Nur Asri Shakila Nur Asri Shakila Nur Shapna Padusung Padusung, Padusung Pamungkas, Gilang Darma Putri, Dwi Noorma Raehanayati Raehanayati Rangga Idris Affandi Rasyda, Riezka Zuhriatika Riezka Zuhriatika Rasyda Rika Andriani Sukma Dewi Rika Andriati Sukma Dewi Rika Andriyani Sukma Dewi Rindu Salsabila Ulayya Riyayanatasya, Yy Wima Rizki Putra Masyhadani Sadikin Amir Sahrul Alim Salsabil, Haidir Ali Selvia, Siska Ita Setyaning Pawestri Shakila, Nur Asri Shakila, Nur Asri Shaqinah, Alya Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Siti Hopipah Sitti Hilyana Sri Tejowulan Srirahardita Pamungkas Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Susilowat, Lolita Endang Susilowat, Lolita Endang Suwardji Thoy Batun Citra Rahmadani Ulayya, Rindu Salsabila Urip Munggali Wahyudin Wulan, Raden Sri Tejo Yuli Rahmawati Yuliana Asri Yuliana Asri Yusrisal Nahendra Zamani, Muhammad Zaki