Claim Missing Document
Check
Articles

SPATIAL ANALYSIS OF REGIONAL DEVELOPMENT OF NGEMPLAK DISTRICT 2013-2023 Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Selvia, Siska Ita
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i1.1619

Abstract

Development policies influence the rate of regional development. Population growth and the affordability of areas to urban centers determine development policies. Urban areas that have experienced rapid development will gradually influence the surrounding peri-urban areas. The expansion of urban areas leads to suburban areas, starting from the expansion of residential areas. This research aims to determine regional development and regional development priorities in Ngemplak District. This research is qualitative research with comparative and spatial analysis. The results of this research are 1) the level of regional development in Ngemplak District is categorized into 3, namely developed, medium and underdeveloped areas. Villages in the advanced category include Sawahan Village, Ngesrep Village, Pandeyan Village, Kismoyoso Village, Donohudan Village and Gagaksipat Village. Those included in the medium category are Dibal Village, Manggung Village and Sobokerto Village, and those included in the underdeveloped villages are Sindon Village, Ngargorejo Village and Giriroto Village. 2) There are 3 development priorities, namely priority 1 for underdeveloped villages, priority II for medium level villages and priority III for advanced villages.
ANALISIS KARAKTERISTIK IKLIM DAN HUJAN PADA LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Pamungkas, Gilang Darma; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Bustan, Bustan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.858

Abstract

The availability of water on Earth's surface is influenced by rainfall and climate in a particular region. Water is a basic necessity for human beings and is used for various daily life purposes. One of these purposes is irrigation in agricultural lands. The agricultural sector has traditionally relied on the availability of water from rainfall and the suitability of the climate. Climate factors include air temperature, humidity, sunlight intensity, and wind speed. This research aims to determine the impact of rainfall and climate conditions on agricultural lands. The study utilizes descriptive analysis of climate data and its influence on agricultural lands. The research findings reveal that the average monthly rainfall in Kediri district, West Lombok Regency, is approximately 222.75 mm. The average temperature is 26.7 degrees Celsius, with an average humidity of 84.5%, average sunlight intensity of 65.9%, and an average wind speed of 3.1 knots. These rainfall and climate conditions can affect water availability, soil microbe growth, plant photosynthesis processes, and plant pollination processes in agricultural lands.
Pendampingan Penerapan Irigasi Tetes Semi Otomatis Dalam Efiseinsi Penggunaan Air Pada Petani Cabai Lahan Tadah Hujan Desa Sukadana Lombok Tengah Bagian Selatan Fahrudin, Fahrudin; Mahrup; Padusung; I Gusti Made Kusnarta; Bustan; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Mulyati
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.94

Abstract

Lahan tadah hujan terbentang di Lombok Tengah bagian selatan yang melampaui lima kecamatan, mempunyai potensi dalam pengembangan berbagai komoditas unggulan, salah satunya cabai yang dikembangkan menggunakan sistem irigasi tetes semi otomatis di Desa Sukadana, Pujut, Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan mengefisiensikan penggunaan air dalam budidaya hortikultura (cabai), dimana air merupakan salah satu faktor pembatas dalam kegiatan budiaya pertanian pada lahan tadah hujan di Lombok Tengah bagian selatan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode partisipatif kolaboratif, melibatkan beberapa stakeholder: perusahaan, pemda akademisi dan Kelompok Tani Patuh Bersama sebagai objek pembinaan. Output kegiatan ini cukup signifikan, melalui sistem irigsai tetes semi otomatis membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air yang sangat terbatas serta sebagai upaya efisiensi dalam penggunaan air dalam pengembangan budidaya cabai. Selain itu, sistem irigasi semi otomatis ini mampu membaca kondisi lengas tanah pada lapisan permukaan sehingga kelebihan air dalam mengairi tanaman dapat terhindari, dengan cara sensor akan mendeteksi kondisi lengas tanah (kadungan lengas tanah 50%) maka aliran air akan terhenti secara otomatis dan akan kembali mengairi ketika lengas tanah kurang dari 20%. Beberapa faktor penunjang lainnya dalam mendukung budidaya cabai di Desa Sukadana, seperti: 1) Lahan yang dimiliki kelompok tani Patuh Bersama mencapai ± 55 Ha (per petani 0,5-1 Ha) dalam satu areal; 2) Sarana produksi seperti: petani mampu mebuat pembibitan secara mandiri dan tersedianya bahan baku untuk pembuatan pupuk kandang yang melimpah; 3) Konsisi biofisik lahan mendukung, dimana kondisi tanahnya tidak mengandung liat (clay) yang tinggi (<30%), sehingga dalam perngolahan tanah dan persiapan lahan mudah dilakukan.
Pendampingan Penanaman Tanaman Kunyit (curcuma domestica val) Menggunakan Polybag di Desa Sukadana Lombok Tengah Wahyudin; Nur Shapna; Yuli Rahmawati; Urip Munggali; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.119

Abstract

Desa Sukadana merupakan salah satu desa yang beradadi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang memiliki peluang cukup besar untuk menjadi tempat pengembangan tanaman pangan, salah satunya tanaman kunyit. Sebagai kawasan wisata, tentu saja ketersediaan bahan pangan menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan. Jenis tanah yang berkembang pada daerah tersebut yakni tanah vertisol. Tanah vertisol memiliki karakteristik yang sangat khas yaitu sifat kembang kerut yang nyata. Kunyit (curcuma domestica val) merupakan salah satu tanaman rempah- rempahan dengan segudang manfaat. Manfaat kunyit dikenal sebagai penyedap, penetral bau anyir pada masakan dan juga sering dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dengan kondisi iklim yang kering, kunyit dapat dikembangkan di Desa Sukadana tentunya dengan beberapa penyesuaian yaitu penggunaan polybag dan pemberian bahan organik pada media tanam sehingga dapat memberikan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan kunyit. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah metode partisipatif dengan cara berpartisipasi dengan petani dalam melakukan kegiatan seperti pengolahan media tanam, pemberian bahan organik hingga proses perawatan tanaman. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani terkait teknik budidaya tanaman kunyit di lahan kering vertisol. Dengan adanya pendampingan pembudidayaan tanaman kunyit ini, petani dapat dengan baik melakukan pembudidayaan tanaman kunyit dilahan kering vertisol.
Dampak Alih Fungsi Lahan Dan Kebijakan Pertanian Di Desa Kuta Kabupaten Lombok Tengah Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Selvia, Siska Ita
Jurnal KIRANA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kirana Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v5i1.45477

Abstract

Lahan merupakan bagian dari lingkungan tempat hidup dan mahluk hidup beraktivitas. Kebutuhan lahan sebagai permukiman dan pembangunan fasilitas umum semakin hari semakin bertambah yang mengakibatkan lahan terbangun menjadi semakin luas. Disisi lain hal tersebut mengakibatkan lahan non terbangun tak terkecuali lahan pertanian yang menjadi semakin sempit. Salah satu kawasan yang mengalami perkembangan lahan terbangun cukup banyak adalah Desa Kuta. Desa Kuta merupakan desa lokasi pembangunan Sirkuit Mandalika sekaligus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang merupakan pusat pariwisata di Pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi adanya alih fungsi lahan yang berdampak pada lahan pertanian di Desa Kuta. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui Focus Group Disscussion (FGD) dan pengumpulan data sekunder di Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah terjadi alih fungsi lahan di Kabupaten Lombok Tengah secara umum dan khususnya di Desa Kuta yang menjadi pusat Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengantisipasi alih fungsi lahan tersebut adalah dengan menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan juga Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) yang merupakan lahan kosong yang selama ini tidak dimanfaatkan.
Identifikasi Zona Pelayanan Pengangkutan Sampah di Gili Trawangan Selvia, Siska Ita; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 1 Oktober, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i1.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah pelayanan pengangkutan sampah di Gili Trawangan, kontribusi pengangkutan sampah dalam pengelolaan sampah serta potensi serta masalah yang dihadapi dalam sistem pengangkutan sampah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif terkait zona pelayanan dan sistem pengangkutan. Sistem pengangkutan di Gili Trawangan sudah mengakomodir seluruh kawasan di Gili Trawangan yang teridentifikasi kedalam lima zona. Lima zona tersebut dibagi berdasarkan batas RT. Khusus untuk zona prioritas disepanjang jalan utama kawasan pelabuhan dilakukan pengangkutan pada waktu awal dikarenakan kepadatan penduduk dan wisatawan pada pukul 06.00-11.00 WITA yang akan melakukan penyeberangan dan banyaknya sepeda maupun cidomo. Sistem pengangkutan di Gili Trawangan telah berjalan efektif dikarenakan perencanaan, pelaksaaan, pengawasan dan pengendalian berjalan dengan lancar, sehingga dapat dijadikan preseden bagi sistem pengangkutan sampah di Pulau-Pulau Kecil di Indonesia
PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI SADAR WISATA SAPTA PESONA, DI DESA LABUAN TERENG, LOMBOK BARAT Riyayanatasya, YY Wima; Lemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Suadnya, I Wayan; Junaidi, Ahmad
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5917

Abstract

Potensi wisata alam yang dimiliki Desa Labuan Tereng perlu didukung oleh peran serta masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang kondusif. Hal ini dapat terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran wisata. Sapta Pesona merupakan unsur sadar wisata yang perlu dipahami dan diimplementasikan kedalam perilaku sehari-hari masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran aktif anggota karang taruna terhadap pentingnya sadar wisata dalam menunjang potensi wisata desa, sehingga dapat membentuk lingkungan wisata yang kondusif, nyaman, dan aman bagi wisatawan. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi dengan pemaparan materi, dan small discussion untuk mengidentifikasi implementasi unsur sapta pesona. Hasil yang didapatkan adalah anggota karang taruna telah mengimplementasikan unsur sapta pesona kedalam perilaku sehari-hari. Unsur-unsur yang telah diimplementasikan adalah aman, tertib, bersih, rapi, indah, ramah, dan kenangan. Namun mereka tidak menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan sapta pesona. Kegiatan ini memberikan pemahaman pentingnya sadar wisata dan praktik keseharian yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini, memberikan pemahaman secara konseptual dan beberapa contoh pengaplikasian perilaku sadar pesona kepada anggota karang taruna Desa Labuan Tereng.
APLIKASI BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN HARA NITORGEN DAN FOSFAT DI TANAH VERTISOL LOMBOK Dewi, Rika Andriati Sukma; Sukartono, Sukartono; Bakti, Lalu Arifin Aria; Selvia, Siska Ita; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.976

Abstract

Tanah vertisol memiliki nilai kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa yang tinggi namun kandungan bahan organik dan ketersediaan hara bagi tanaman rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pengaruh aplikasi biochar sekam padi dan tongkol jagung terhadap ketersediaan hara N dan P serta serapan hara N dan P pada tanaman kedelai pada tanah vertisol Lombok Tengah. Dosis biochar (sekam padi dan tongkol jagung) masing-masing yang diberikan yaitu 0, 10, 15, 20, 25 dan 30 ton/ha tanah vertisol. Tanah sampel diambil dari desa Kawo (Lombok Tengah) dan kegiatan percobaan dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Parameter yang diamati antara lain pH, N-total dan P tersedia pada tanah vertisol serta analisis jaringan tanaman kedelai berupa serapan hara N dan P jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi dan tongkol jagung dapat memperbaiki sifat kimia tanah vertisol yaitu KTK dan pH. Pengaruh biochar terhadap C-organik tidak memberikan pengaruh yang nyata. Untuk parameter N-total, biochar tongkol jagung memberikan pengaruh yang nyata sedangkan biochar sekam padi tidak memberikan pengaruh yang nyata. Parameter N tersedia tidak menunjukkan adanya pengaruh biochar terhadap parameter tersebut. Sementara itu, aplikasi biochar memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter P tersedia serta pengaruh biochar terhadap serapan P hanya terlihat pada biochar sekam padi. Kata Kunci: Vertisol, Biochar, Hara, Nitrogen, Fosfat
TINGKAT KEKERINGAN LAHAN DAN DAMPAKNYA PADA LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN SEKOTONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Bustan, Bustan; Dewi, Rika Andriati Sukma; Selvia, Siska Ita
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1708

Abstract

Terjadinya perubahan sirkulasi udara yang terjadi dibumi dapat memberikan dampak ekstrim la nina ataupun el nino. Fenomena el nino dan la nina ini merupakan fenomena yang berlawanan kejadian alamnya. Berdasarkan informasi BMKG wilayah Indonesia mengalami peristiwa kekeringan akibat fenomena El Nino dengan curah hujan sangat rendah dengan suhu udara yang sangat panas. Ketersediaan air dalam tanah disupplay oleh curah hujan yang turun pada suatu wilayah. Sementara itu dengan adanya fenomena el nino ini supplay air kebawah permukaan sangat kecil, sebaliknya penguapan dipermukaan tanah semakin tinggi akibat intensitas cahaya matahari yang sangat besar sehingga menekan ketersediaan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kekeringan lahan masing-masing desa di Kecamatan Sekotong dan bagaimana sikap petani yang terdampak kekeringan lahan ini. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey lapangan dengan teknik analisis spasial dan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sekotong pada 23 mei 2024. Hasil diperoleh Tingkat kekeringan lahan tertinggi adalah Desa Sekotong Tengah dengan luas kekeringan lahan mencapai 1737,3 hektar /97% dari luas wilayah mengalami kekeringan sementara desa dengan Tingkat kekeringan lahan terendah adalah Desa Cendi Manik dengan luas kekeringan lahan mencapai 705,8 hektar/ 76% lahan mengalami kekeringan
Edukasi dan Pendampingan Pembudidayaan Bawang Putih Lumbu Hijau di Dusun Jorong, Sembalun, Lombok Timur -, Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Bustan; Mulyati; Rika Andriati Sukma Dewi; Siska Ita Selvia; Joko Priyono; Lalu Bahrul Ilmi; Muh. Safrony Akmal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9315

Abstract

The area of Mount Rinjani is developing rapidly as a vegetable and fruit farming area that supplies the needs of basic vegetable and fruit commodities. Garlic is one of the main agricultural commodities as the main seasoning in every dish. The Sumur Lembokek Farmers Group in Jorong Hamlet in Sembalun District, some of whose members grow garlic. The Sumur Lembokek Farmers Group in Sembalun District has often cultivated garlic, but farmers in this farmer group still experience obstacles, namely rotting of their onion bulbs. When the garlic plant is 50-70 days old after planting, the garlic begins to rot. The rot that occurs is always gradual from several plants, not simultaneously but within 20 days some plants will rot so that the harvest fails. Therefore, to help farmer groups in solving these problems, the community service team carried out educational activities and assistance in garlic cultivation which aimed to provide education and socialization related to good and correct garlic cultivation. This activity was carried out on July 10 and 16, 2024, which was located at the house of the Head of the Sumur Lembokek Group, which was attended by 15 members of the farmer group. The results of this activity provide enlightenment and solutions related to the problems experienced by using silicate-based fertilizers. In the continuation of the activity, cultivation activities are still ongoing and are in the trial stage of using silicate-based fertilizers to overcome the problem of rotting garlic bulbs.
Co-Authors Abdul Majid Azzuandi Abdul Majid Azzuandi Ahmad Junaidi Ahmad Nawawi Akbar, Zulfikar Ibnu Ali Alamta Singarimbun Amrul Jihadi Andre Rachmat Scabra Anjar Pranggawan Azhari Arief Rachmadi Aryadi, Irwin Atsmari, Rizki Prapitri Azmi, Muhammad Khairul Azzuandi, Abdul Majid Bagus Dwi Hari Setyono Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Hari Kusumo Bustan Bustan Bustan, Bustan Damai Diniariwisan Dinda Marita Dori Kusuma Jaya Dori Kusuma Jaya Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Fahrudin fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin, Fahrudin Haidir Ali Salsabil Heldy Sardianto I Gusti Made Kusnarta I Wayan Suadnya Idiatul Fitri Danasari Idiatul Fitri Danasari Irwin Aryadi Islami, Muhammad Dinul Jasrodi Jasrodi Jasrodi, Jasrodi Joko Priyono Jufri, Afifah Farida Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Bahrul Ilmi Lalu Hadryan Sukma Lalu Hizbulloh Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Lidya Yuniati Lolita Endang Susilowati Lukmanul Hakim M. Ridho Anugrah Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup, Mahrup Mahrup, Mahrup Mariani Mariani Mariani Marita, Dinda Masyhadani, Rizki Putra Maulidi, Muhammad Harish Muh. Safrony Akmal Muhammad Dinul Islami Muhammad Harish Maulidi Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Mukminah Mukminah Mukminah, Mukminah Mukminah, Mukminah Mulawarman, Rahmat Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Nahendra, Yusrisal Nopia Himayatul Novita Hidayatun Nufus Novita Hidayatun Nuvus Novita Hidayatun Nuvus Nur Asri Shakila Nur Asri Shakila Nur Shapna Padusung Padusung, Padusung Pamungkas, Gilang Darma Putri, Dwi Noorma Raehanayati Raehanayati Rangga Idris Affandi Rasyda, Riezka Zuhriatika Riezka Zuhriatika Rasyda Rika Andriani Sukma Dewi Rika Andriati Sukma Dewi Rika Andriyani Sukma Dewi Rindu Salsabila Ulayya Riyayanatasya, Yy Wima Rizki Putra Masyhadani Sadikin Amir Sahrul Alim Salsabil, Haidir Ali Selvia, Siska Ita Setyaning Pawestri Shakila, Nur Asri Shakila, Nur Asri Shaqinah, Alya Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Siti Hopipah Sitti Hilyana Sri Tejowulan Srirahardita Pamungkas Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Susilowat, Lolita Endang Susilowat, Lolita Endang Suwardji Thoy Batun Citra Rahmadani Ulayya, Rindu Salsabila Urip Munggali Wahyudin Wulan, Raden Sri Tejo Yuli Rahmawati Yuliana Asri Yuliana Asri Yusrisal Nahendra Zamani, Muhammad Zaki