Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI SADAR WISATA SAPTA PESONA, DI DESA LABUAN TERENG, LOMBOK BARAT Riyayanatasya, YY Wima; Lemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Suadnya, I Wayan; Junaidi, Ahmad
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5917

Abstract

Potensi wisata alam yang dimiliki Desa Labuan Tereng perlu didukung oleh peran serta masyarakat sebagai tuan rumah dalam menciptakan lingkungan dan suasana yang kondusif. Hal ini dapat terwujud jika masyarakat memiliki kesadaran wisata. Sapta Pesona merupakan unsur sadar wisata yang perlu dipahami dan diimplementasikan kedalam perilaku sehari-hari masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran aktif anggota karang taruna terhadap pentingnya sadar wisata dalam menunjang potensi wisata desa, sehingga dapat membentuk lingkungan wisata yang kondusif, nyaman, dan aman bagi wisatawan. Metode pengabdian ini adalah sosialisasi dengan pemaparan materi, dan small discussion untuk mengidentifikasi implementasi unsur sapta pesona. Hasil yang didapatkan adalah anggota karang taruna telah mengimplementasikan unsur sapta pesona kedalam perilaku sehari-hari. Unsur-unsur yang telah diimplementasikan adalah aman, tertib, bersih, rapi, indah, ramah, dan kenangan. Namun mereka tidak menyadari bahwa perilaku tersebut merupakan sapta pesona. Kegiatan ini memberikan pemahaman pentingnya sadar wisata dan praktik keseharian yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian ini, memberikan pemahaman secara konseptual dan beberapa contoh pengaplikasian perilaku sadar pesona kepada anggota karang taruna Desa Labuan Tereng.
Meningkatkan Pendapatan Petani melalui Pendampingan Budidaya Pisang Cavendish di Desa Sukadana Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Dori Kusuma Jaya; Siska Ita Selvia; Suprayanti Martia Dewi; Afifah Farida Jufri; Dwi Noorma Putri; Novita Hidayatun Nuvus; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi; Yuliana Asri
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1650

Abstract

The development of cavendish banana cultivation has higher potential compared to other types of bananas. This is because Cavendish bananas have a higher market selling value, especially as they are a type of banana that sells well on the international market. One of the villages that has the potential to develop cavendish banana tree cultivation is Sukadana Village. This village is one of the buffer villages for the Mandalika Special Economic Zone which is expected to provide basic agricultural needs in the Mandalika area. Service activities will be carried out in December 2022 until may 2023 with the target farmer group Patuh Bersama. This service activity aims to increase community income through assistance in the cultivation of Cavendish bananas. The results of the service activities carried out are providing insight to the community that cavedish bananas are a type of banana that is commonly consumed by the international community. Apart from that, the community can also develop the cultivation of cavendish bananas not only in their yards, but can also cultivate them on unused agricultural land
Meningkatkan Hasil Panen Dan Ketahanan Pangan Di Desa Bagik Payung Selatan Melalui Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pemanfaatan Pupuk Trichokompos Shaqinah, Alya; Azmi, Muhammad Khairul; Atsmari, Rizki Prapitri; Akbar, Zulfikar Ibnu Ali; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8215

Abstract

Bagik Payung is one of the villages located in Suralaga Sub-district, East Lombok , West Nusa Tenggara . The village has an area of 1,606.47 km2 with a population of 4,456 inhabitants. The majority of the population of Kunden Village is male with a percentage of 51%, and 49% female. The majority of occupations in Kunden Village are farm laborers with a percentage of 28%, employees at 26%, self-employed at 19%, farmers at 17%, carpenters at 5%, retirees at 4%, and services at 1%. The high percentage of farm laborers is certainly a concern for the local village government. Therefore, through the community service program, the PKL Group of the Agricultural Extension Unit (UPT) seeks to improve the knowledge and skills of the community. One of the programs carried out to improve community knowledge and skills is Training in Making Trichocompost Fertilizer and Liquid Organic Fertilizer.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluhan Pengaruh Teknik Irigasi Tetes terhadap Budidaya Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Desa Kuta Lombok Tengah Lidya Yuniati; M. Ridho Anugrah; Siti Hopipah; Nopia Himayatul; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.129

Abstract

Permintaan cabai yang terus menerus meningkat menyebabkan petani harus memproduksi cabai lebih banyak lagi. Meningkatkan produktivitas tanaman cabai dapat dilakukan dengan memperbaiki teknologi budidaya yaitu dengan menggunakan sistem irigasi tetes. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan irigasi tetes sebagai aliran irigasi pada budidaya tanaman cabai di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pemberdayaan petani melalui kegiatan penyuluhan mengenai penggunaan irigasi tetes pada pembudidayaan tanaman cabai ini dilakukan untuk membantu petani khususnya di lahan kering Lombok Tengah menghasilkan produktivitas hasil tanaman cabai. Pemberdayaan ini menggunakan metode pembelajaran orang dewasa. Kegiatan ini mimiliki satu program yaitu program utama yang terdiri dari pemasangan irigasi tetes, penyuluhan pembudidayaan tanaman hortikultura terutama tanaman cabai dan pembuatan kompos. Hasil yang telah dicapai dari pemberdayaan masyaraat Desa Kuta Lombok Tengah yaitu petani telah mampu meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan sistem irigasi tetes pada lahan kering untuk mengganti sistem irigasi sebelumnya. Petani juga mampu meningkatkan nilai sosial ekonomi dari pembelajaran pembuatan kompos, dan petani mampu menerapkan pertanian berkelanjutan.
SEKOLAH LAPANG BUDIDAYA TANAMAN CABAI DI TANAH VERTISOL DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA Dewi, Rika Andriati Sukma; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Baharuddin, Baharuddin; Mulyati, Mulyati; Wulan, Raden Sri Tejo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.19003

Abstract

Jenis tanah di desa Sukadana tergolong dalam jenis tanah vertisol dimana pada proses budidaya tanaman berbagai kendala kondisi tanah akan dihadapi. Sekolah Lapang budidaya tanaman cabai di tanah vertisol merupakan salah satu pendekatan dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip-prinsip budidaya tanaman cabai yang tepat. Tujuan dilaksanakannnya sekolah lapang ini adalah meningkatkan pengetahuan petani dan kemampuan analisa masalah kaitannya dengan budidaya tanaman cabai di tanah vertisol serta dapat mencari solusi yang tepat dari permasalahan lapangan yang mereka hadapi sehingga produktivitas tanaman lebih optimal. Sasaran masyarakat pada kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani Patuh Bersama yang ada di Dusun Montong Tekot, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Tahapan kegiatan persiapan yang dilakukan berupa koordinasi awal dengan petani sasaran, mempersiapkan instrument, penyampaian materi, praktik lapang, dan evaluasi. Materi yang didapatkan oleh petani dapat diterapkan kaitannya dengan pengelolaan lahan vertisol dengan memberikan ameliorant berupa biochar, dapat mengenal dan mengaplikasikan pestisida dengan tepat dan bijak, serta dapat memberikan pemupukan sesuai dengan tujuan dan kaidah pemupukan.
EDUKASI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK DI PONDOK PESANTREN TUHFATUL ANFANANIYAH DENGAN PEMBUATAN ECOBRICK Azhari, Anjar Pranggawan; Jufri, Afifah Farida; Nufus, Novita Hidayatun; Putri, Dwi Noorma; Dewi, Suprayanti Martia; Jihadi, Amrul; Raehanayati, Raehanayati; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29153

Abstract

Permasalahan sampah anorganik menjadi perhatian di lingkungan Pondok Pesantren Tuhfatul Anfananiyah karena semakin banyaknya sampah yang dihasilkan oleh santri yang dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai pengelolaan sampah yang baik merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini, sehingga memerlukan program edukasi bagi warga pondok pesantren. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang dampak buruk sampah plastik terhadap kesehatan dan lingkungan, pengelolaan sampah plastik yang benar, serta cara pembuatan ecobrick untuk mengurangi sampah plastik. Pengabdian dilakukan dengan action research dengan metode penyuluhan dan demonstrasi. Luaran dari kegiatan ini adalah peserta memahami upaya pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R yang benar dan terampil membuat ecobrick dari sampah plastik yang terdapat di lingkungan sekitar.
Resistance of Lokal, Kara, and Dewata Varieties of Cayenne Pepper (Capsicum Anuum) in Waterlogging Conditions Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Mahrup, Mahrup; Susilowat, Lolita Endang; Kusnarta, IGM; Fahrudin, Fahrudin; Shakila, Nur Asri; Mukminah, Mukminah
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.3910

Abstract

Cayenne pepper is one of the basic commodities and has high economic value. Chili contains capsaicin which gives spicy taste that suitable in various Indonesian food. The high demand of chilies means that this commodity often experiences high selling prices at certain times, especially during the rainy season. The demand that continues to be needed by the community creates great opportunity for chili farmers to continue providing chili on the market. As a plant that can grow well in tropical areas, including Indonesia, chili plants can grow well outside the rainy season. On the other hand, the vertisol soil type, which expands and contracts, requires strong chili plant roots. The rainy season causes plant roots to rot quickly due to waterlogged conditions and plants are easily attacked by pests and diseases. In anticipating failed chili harvest, farmers need planting strategy and selecting quality chili seeds, they can adapt to various environmental conditions. This research was carried out in Sukadana Village using Randomized Block Design field trial method by planting three varieties of chili to find out which variety is most adaptive to waterlogging conditions. The results of the research show that lokal varieties of chili are the most adaptive and resistant to waterlogging conditions.
Pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi vacuum frying dan spinner dalam pembuatan keripik di KWT Rasa Saling Sayang Kuta Mandalika Riezka Zuhriatika Rasyda; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Idiatul Fitri Danasari; Abdul Majid Azzuandi; Dinda Marita; Rizki Putra Masyhadani; Muhammad Harish Maulidi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30943

Abstract

AbstrakDesa Kuta merupakan salah satu daerah yang diprioritaskan untuk pengembangan pariwisata di Pulau Lombok. Salah satu unit bisnis lokal adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Rasa Saling Sayang Kuta Mandalika yang memproduksi berbagai produk makanan olahan, termasuk keripik. KWT tersebut masih memproduksi keripik secara tradisional dan memiliki pemahaman terbatas terkait teknologi modern, sehingga mengakibatkan rendahnya kuantitas produksi dan tidak konsistennya kualitas produk. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan teknologi vacuum frying dan spinner untuk produksi keripik di KWT Rasa Saling Sayang. Metode pelaksanaan pengabdian terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap persiapan dan koordinasi awal, tahap pelatihan dan pendampingan, serta tahap evaluasi dan tindak lanjut. Seluruh tahapan tersebut diikuti oleh 15 orang anggota KWT. Kegiatan pengabdian terlaksana dengan lancar dan hasil uji produksi mandiri menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan keripik menggunakan teknologi vacuum frying dan spinner. Diharapkan setelah kegiatan ini, KWT dapat memanfaatkan teknologi vacuum frying dan spinner secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas keripiknya. Kata kunci: keripik; kuta mandalika; vacuum frying AbstractKuta Village is one of the key areas prioritized for tourism development on Lombok Island. One of the local business units is the Rasa Saling Sayang Women Farmers Group (WFG), which produces a variety of processed food products, including chips. Currently, the WFG produces chips using traditional method because of their limited understanding of modern technology, resulting in low production quantities and inconsistent product quality. The goal of this community service activity is to provide training and assistance in using spinner and vacuum frying technology for chips production at the Rasa Saling Sayang WFG. The implementation method is divided into three stages, namely the preparation and initial coordination stage, the training and mentoring stage, and the evaluation and follow-up stage. All stages were attended by 15 WFG’s members. The activities were carried out smoothly and the results of the independent production test showed an improvement in the knowledge and skills of the participants in making chips using spinner and vacuum frying technology. It is hoped that following this training, the WFG will be able to utilize vacuum frying and spinner technology independently and sustainably, thereby increasing their production capacity and chips quality. Keywords: chips; kuta mandalika; vacuum frying
Optimalisasi potensi tanaman porang Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan chips porang Riezka Zuhriatika Rasyda; Suwardji Suwardji; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Mariani Mariani; Yusrisal Nahendra; Rindu Salsabila Ulayya; Irwin Aryadi; Muhammad Dinul Islami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27194

Abstract

AbstrakPorang (Amorphopallus muellery Blume) merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat tumbuh baik pada kondisi lahan kering. Kelompok Tani Berkah Bersama Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara telah berhasil memanfaatkan potensi lahan kering desa untuk budidaya tanaman porang dengan hasil panen umbi porang mencapai 112,5 kwintal. Keterbatasan pengetahuan anggota kelompok tani terkait pengolahan pascapanen porang mengakibatkan umbi porang hanya dijual dalam kondisi segar, sedangkan umbi porang segar harga jualnya rendah dan tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Tani Berkah Bersama untuk mengolah umbi porang segar menjadi chips porang. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan praktek langsung pembuatan chips porang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024 dengan 15 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta untuk mengolah umbi porang menjadi chips porang, tercermin dari hasil uji produksi mandiri yang berjalan dengan baik. Diharapkan setelah kegiatan pengabdian ini, Kelompok Tani Berkah Bersama dapat memproduksi chips porang secara mandiri dan berkelanjutan sehingga dapat mengoptimalkan potensi tanaman porang di Desa Batu Rakit Kabupaten Lombok Utara. Kata kunci: chips porang; porang; teknologi pascapanen. AbstractPorang (Amorphopallus muelleri Blume) is a tuberous plant that grows well in arid conditions. Berkah Bersama Farmer Group of Batu Rakit Village, North Lombok Regency, has successfully cultivated porang crops on the village's dry land, yielding a harvest of 112.5 quintals of porang tubers. The limited knowledge of farmer group members regarding porang post-harvest processing has resulted in the tubers only being sold in their fresh state. Fresh porang tubers are unsuitable for long-term storage and have a low selling price. The purpose of this community service activity is to enhance the knowledge and capabilities of Berkah Bersama Farmer Group in processing porang tubers into porang chips. Implementation methods are provided in the form of socialisation and direct practical assistance in the production of porang chips. The activity was conducted on 22 September 2024 with 15 participants. The results demonstrated a notable improvement in the participants' knowledge and abilities pertaining to the processing of porang tubers into chips, reflected in the results of the independent production test which went well. It is aspired that subsequent to this service activity, Berkah Bersama Farmer Group will be capable of producing porang chips independently and sustainably, thereby optimizing the potential of porang crops in Batu Rakit Village, North Lombok Regency. Keywords: porang; porang chips; postharvest technology.
Peningkatan partisipasi masyarakat melalui praktik Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam pengembangan agrowisata desa Kekait Siska Ita Selvia; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Lalu Hadryan Sukma; Awanis Zakirah; Nabilah Nur Fikriyyah; Firda Salzabilla Syehan; Baiq Sevia Aulia Triputri; Nopiana Fitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21811

Abstract

AbstrakDesa Kekait adalah salah satu desa di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB dengan banyak potensi pertanian dan wisata hingga disebut Desa Agrowisata. Keanekaragaman sumber daya alam seperti pertanian, perkebunan, keindahan alam, air terjun dan juga warisan budaya menjadi satu kesatuan daya tarik wisatawan. Namun, potensi yang ada tidak terkelola dengan baik dan bahkan masyarakat lokal dan stakeholder yang ada di tingkat desa kurang dapat membaca peluang, merumuskan potensi dan masalah serta penyusunan program pengembangan desa. Dalam pengembangan dan pembangunan desa, unsur masyarakat lokal adalah ujung tombak yang menentukan suatu desa berkembang atau tidak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai upaya meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menemukenali potensi dan masalah yang ada dari berbagai sektor sebagai pondasi dalam penyusunan strategi pengembangan agrowisata di Desa Kekait. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah Participatory Rural Apraisal (PRA) sehingga dapat memfasilitasi masyarakat desa agar membagi, mengembangkan, dan menganalisa pengetahuan mereka mengenai kehidupan yang dijalani dan kondisi mereka sendiri. PRA ini digunakan untuk perencanaan dan aksi didalam memanfaatkan metode partisipasi yang nantinya akan menjadi program pengembangan desa agrowisata. Alat PRA yang digunakan antara lain pemetaan desa, akar masalah, bagan arus masukan keluaran, kalender musim dan diagram venn. Dalam PRA, masyarakat desa berperan aktif dan antusias dalam pemetaaan masalah sosial dan penyebabnya. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan Desa Kekait memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata berupa potensi daya tarik (atraksi) alam dan budaya yang beraneka ragam untuk dapat menarik wisatawan. Adapun beberapa potensi yang didapat dalam proses PRA antara lain potensi perkebunan aren dan juga industri kecil menengah. Sedangkan permasalahan dan kendala yang dialami adalah pendanaan serta kurangnya pengetahuan dan peluang masyarakat lokal untuk mengembangkan hasil pertanian sebagai bisnis wisata yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu, pentingnya mempromosikan serta kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan skill dibidang budidaya pertanian dengan teknologi modern serta manajeman bisnis sebagai proses awal penyusunan program agrowisata di Desa Kekait. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini tercapai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dari pengetahuan awal terkait eksplorasi potensi masalah hanya 60%, meningkat menjadi 95%. Alat yang digunakan dalam mengetahui peningkatan kemampuan masyarakat adalah dengan melakukan uji kuesioner kepada partisipan sebelum kegiatan dan sesudah kegiatan. Kata kunci: perencanaan; agrowisata; kekait; PRA  Abstract Kekait Village is one of the villages in Gunung Sari District, West Lombok, NTB, with a lot of agricultural and tourist potential until it is called Agrotourism Village. The diversity of natural resources such as agriculture, plantations, natural beauty, waterfalls, and cultural heritage has become a single attraction for tourists. However, existing potential needs to be better managed, and even local communities and existing stakeholders at the village level are less able to read opportunities, formulate potentials and problems, and prepare village development programs. In village development, the local community element is the cutting edge that determines whether or not a village develops. This community service activity aims to increase the community's active participation in discovering the potential and existing problems of various sectors as a basis for preparing the agritourism development strategy in Kekait Village. The method used in this service is Participatory Rural Appraisal (PRA). It can facilitate the village community to share, develop and analyze their knowledge of their life and conditions. This PRA is used for planning and action in utilizing participation methods that will later become agrotourism village development programs. PRA tools include village mapping, problem roots, input-output flow charts, season calendars, and Venn diagrams. In PRA, the village community actively and enthusiastically maps social problems and their causes. The results of community service activities show that Kekait Village has much potential to be developed into a tourist village in the form of a potential attraction (attraction) of nature and diverse culture to attract tourists. Some of the potentials obtained in the PRA process include the potential of palm plantations and small- and medium-sized industries. Meanwhile, the problems and obstacles experienced are funding and the need for knowledge and opportunities for local communities to develop agricultural products as an up-and-coming tourist business. Therefore, it is essential to promote and cooperate with various parties to develop potential and improve skills in agricultural cultivation with modern technology and business management as the initial process of preparing agri-tourism programs in Kekait Village. This goal of community service is achieved by increasing community participation from initial knowledge related to exploring potential problems by only 60%, increasing to 95%. The tool used to determine the improvement of people's abilities is to perform questionnaire tests on participants before and after the activity. Keywords: planning; agrotourism; kekait; PRA
Co-Authors Abdul Majid Azzuandi Abdul Majid Azzuandi Ahmad Junaidi Ahmad Nawawi Akbar, Zulfikar Ibnu Ali Alamta Singarimbun Amrul Jihadi Andre Rachmat Scabra Anjar Pranggawan Azhari Arief Rachmadi Atsmari, Rizki Prapitri Awanis Zakirah Azmi, Muhammad Khairul Azzuandi, Abdul Majid Bagus Dwi Hari Setyono Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baharuddin Baiq Sevia Aulia Triputri Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Hari Kusumo Bustan Bustan Bustan, Bustan Damai Diniariwisan Dewi, Rika Andriyani Sukma Dinda Marita Dinda Marita Dori Kusuma Jaya Dori Kusuma Jaya Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Fahrudin fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin, Fahrudin Firda Salzabilla Syehan Haidir Ali Salsabil Heldy Sardianto I Gusti Made Kusnarta I Wayan Suadnya Idiatul Fitri Danasari Idiatul Fitri Danasari Intan Lusiana Dewi Irwin Aryadi Irwin Aryadi Jasrodi Jasrodi Jasrodi, Jasrodi Joko Priyono Jufri, Afifah Farida Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Arifin Aria Bakti Lalu Bahrul Ilmi Lalu Hadryan Sukma Lalu Hadryan Sukma Lalu Hizbulloh Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Latifah Nurul Qomariyatuzzamzami Lidya Yuniati Lolita Endang Susilowati Lukmanul Hakim M. Ridho Anugrah Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup Mahrup, Mahrup Mahrup, Mahrup Mariani Mariani Mariani Marita, Dinda Muh. Safrony Akmal Muhammad Dinul Islami Muhammad Dinul Islami Muhammad Dinul Islamy Muhammad Harish Maulidi Muhammad Harish Maulidi Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Muhammad Zaki Zamani Mukminah Mukminah Mukminah, Mukminah Mukminah, Mukminah Mulawarman, Rahmat Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Mulyati Nabilah Nur Fikriyyah Nopia Himayatul Nopiana Fitri Novita Hidayatun Nufus Novita Hidayatun Nuvus Novita Hidayatun Nuvus Nur Asri Shakila Nur Asri Shakila Nur Shapna Padusung Padusung Padusung Pamungkas, Gilang Darma Putra, Rizki Masyhadani Putri, Dwi Noorma Raehanayati Raehanayati Rangga Idris Affandi Rasyda, Riezka Zuhriatika Riezka Zuhriatika Rasyda Riezka Zuhriatika Rasyda Rika Andriani Sukma Dewi Rika Andriati Sukma Dewi Rika Andriyani Sukma Dewi Rindu Salsabila Ulayya Rindu Salsabila Ulayya Riyayanatasya, Yy Wima Rizki Putra Masyhadani Rizki Putra Masyhadani Sadikin Amir Sahrul Alim Salsabil, Haidir Ali Selvia, Siska Ita Setyaning Pawestri Shakila, Nur Asri Shakila, Nur Asri Shaqinah, Alya Siska Ita Selvia Siska Ita Selvia Siti Hopipah Sitti Hilyana Sri Tejo Wulan Sri Tejowulan Srirahardita Pamungkas Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Sukartono Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Susilowat, Lolita Endang Susilowat, Lolita Endang Suwardji Thoy Batun Citra Rahmadani Urip Munggali Wahyudin Wulan, Raden Sri Tejo Yuli Rahmawati Yuliana Asri Yuliana Asri Yusrisal Nahendra Yusrisal Nahendra Zamani, Muhammad Zaki