Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesulitan Belajar pada Operasi Hitung Perkalian Kelas 5 SD Norhafizah, Norhafizah; Mubarokati, Sari; Darmiyati, Darmiyati; Ridhaningtyas, Latifa Putri
Journal of Character and ELementary Education Vol 4 No 3 (2025): Vol. 4 No. 3 September 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v4i3.23066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang kendala yang dialami siswa kelas 5 sekolah dasar ketika mempelajari operasi hitung perkalian. Latar belakangnya diambil dari hasil observasi dan wawancara di lapangan, tepatnya di SDN Teluk Tiram 2, di mana ada peserta didik yang tampak kesulitan menyelesaikan soal-soal perkalian, bahkan yang tergolong dasar. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada nilai dalam pelajaran matematika, tetapi juga memengaruhi rasa percaya diri dan minat peserta didik tersebut terhadap mata pelajaran tersebut. Penelitian ini memakai pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui proses observasi langsung, wawancara dengan peserta didik dan guru, serta dokumentasi pembelajaran. Seluruh data kemudian dianalisis secara tematik untuk menggali pola-pola masalah yang muncul.Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa hambatan belajar yang dialami peserta didik bersumber dari berbagai aspek. Faktor internal seperti kurangnya motivasi belajar, rendahnya minat terhadap matematika, lemahnya daya ingat, dan rasa percaya diri yang rendah menjadi penyebab utama. Di sisi lain, faktor eksternal juga memainkan peran besar, seperti minimnya keterlibatan orang tua, metode mengajar yang cenderung satu arah, dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Temuan ini menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih ramah, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, dukungan dari lingkungan sekitar baik dari pendidik maupun orang tua juga sangat penting untuk membantu peserta didik mengatasi kesulitannya. Harapannya, penelitian ini dapat memberikan masukan bagi para pendidik dan orang tua dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif, terutama dalam mengajarkan konsep dasar seperti perkalian.
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran PPKn Kelas IV Aprina, Nazwa; Herliani, Herliani; Darmiyati, Darmiyati; Ridhaningtyas, Latifa Putri
Journal of Character and ELementary Education Vol 4 No 3 (2025): Vol. 4 No. 3 September 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v4i3.23235

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya studi mengenai kesulitan belajar dalam mata pelajaran PPKn pada siswa sekolah dasar, padahal fenomena ini memiliki dampak terhadap hasil belajar siswa, pengembangan karakter, serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas IV dalam mata pelajaran PPKn di SDN SN Antasan Besar 7 Banjarmasin, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa, khususnya siswa berinisial KYP, mengalami kesulitan dalam memahami materi, memahami intruksi dan soal-soal, konsentrasi dan perhatian yang rendah, serta rendahnya partisipasi dan interaksi dalam pembelajaran. Kesulitan tersebut disebabkan oleh faktor internal meliputi gangguan konsentrasi, rendahnya kemampuan kognitif, kurangnya literasi dan belajar hanya dalam kelas, kurangnya kepercayaan diri, rendahnya minat dan motivasi belajar, sedangkan faktor eksternal, yaitu metode pembelajaran monoton dan kurangnya dukungan keluarga. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan strategi pembelajaran interaktif serta dukungan keluarga untuk meningkatkan hasil belajar dan pembentukan karakter siswa.
Menumbuhkan Sikap Disiplin Melalui Model Project Based Learning Melalui Anak Usia Dini Khairunnisa, Anggita Dewi; Darmiyati, Darmiyati
Gawi: Journal of Action Research Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/gawi.v3i2.155

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran bersifat searah, siswa cenderung tidak aktif, guru tidak terbiasa melakukan kegiatan proyek dan tidak menggunakan model dalam proses pembelajaran. Hal ini membuat siswa kurang berkeinginan untuk berhasil dalam suatu sistem pembelajaran dan kurang termotivasi oleh kebutuhan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas guru, aktivitas anak, dan hasil pengembangan dalam menumbuhkan sikap disiplin. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas, penelitian ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Setting penelitian anak dikelompok B TK Islam Al Zahrah Martapura, dengan jumlah peserta didik 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan pertama memperoleh kriteria baik, dan meningkat pada pertemuan ketiga dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta didik pertemuan pertama memperoleh kriteria cukup aktif, dan meningkat di pertemuan terakhir menjadi sangat aktif. Hasil pengembangan aspek nilai sosial emosional anak mengalami peningkatan pada pertemuan terakhir menjadi berkembang sesuai harapan. Dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan dapat meningkatkan sikap disiplin pada aspek nilai sosial emosional.
Literacy and Numeracy Skills of Primary School Students in the Wetland Environment of Banjarmasin City Darmiyati, Darmiyati; Prihandoko, Yogi
Journal of English Language and Education Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i3.994

Abstract

Primary education is the foundation for the intellectual development of students, one of which can be measured through literacy and numeracy skills. However, in some areas, particularly in regions with specific environmental characteristics such as wetlands, there are numerous challenges that hinder the achievement of these basic competencies. This study aims to identify the factors influencing the low literacy and numeracy skills of elementary school students in schools located in the wetland areas of Banjarmasin City. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with teachers and school principals, direct field observations, and literacy and numeracy tests to measure students' abilities. The findings show that the literacy and numeracy skills of students in the five schools are at a low level, caused by several factors, including limited educational facilities, low parental education levels, and the geographical and socio-economic challenges present in the wetland environment. Some recommendations for improvement include enhancing educational facilities, teacher training, and increasing parental involvement in supporting learning at home. This study provides insight into how environmental factors play a critical role in determining the quality of education in the area and offers solutions that can be implemented to address these issues
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS BERMAIN DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI: KAJIAN LITERATUR Setyowati, Dinan Anggun; Darmiyati, Darmiyati; Aslamiah, Aslamiah
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.6555

Abstract

Play-based learning is a highly relevant approach in early childhood education because it creates a fun and meaningful learning environment. This method not only focuses on cognitive aspects but also promotes holistic development in social, emotional, motor, creativity, and language skills. Play serves as the primary means for children to explore their environment, build social interactions, and foster self-confidence and independence. However, the implementation of play-based learning still faces challenges, such as limited resources and a lack of understanding among educators in designing effective activities. This study aims to examine various play-based learning designs that have been implemented in early childhood education and their impact on children's development. The method used is descriptive qualitative with a literature review approach, through an analysis of journals and related scientific sources. The findings indicate that play-based learning designs that are appropriately designed can provide optimal stimulation for all aspects of children's development. Therefore, this approach is recommended for broader implementation to create innovative, enjoyable, and child-centered learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran berbasis bermain merupakan pendekatan yang sangat relevan dalam pendidikan anak usia dini karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Metode ini tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga mendorong perkembangan sosial, emosional, motorik, kreativitas, dan kemampuan berbahasa anak secara holistik. Bermain menjadi sarana utama anak untuk mengeksplorasi lingkungan, membangun interaksi sosial, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Namun, penerapan pembelajaran berbasis bermain masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sarana dan kurangnya pemahaman pendidik dalam merancang kegiatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai desain pembelajaran berbasis bermain yang telah diterapkan di pendidikan anak usia dini serta dampaknya terhadap perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis literatur dari jurnal dan sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis bermain yang dirancang secara tepat dapat memberikan stimulasi yang optimal terhadap seluruh aspek perkembangan anak. Dengan demikian, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas guna menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak.
ASESMEN HOLISTIK ANAK USIA DINI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: ANTARA ADAB, AKHLAK DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF DI PAUD ISLAM TERPADU BANJARMASIN UTARA Sari Wahdati; Aslamiah; Darmiyati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 8 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Agustus
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/2s0x3y16

Abstract

Penilaian terhadap perkembangan anak usia dini dalam pendidikan Islam tidak hanya bertumpu pada aspek kognitif semata, melainkan juga mencakup dimensi adab dan akhlak sebagai fondasi karakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan asesmen holistik yang mencerminkan integrasi antara nilai-nilai spiritual, moral, dan perkembangan intelektual anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di beberapa lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Islam terpadu Banjarmasin utara. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi asesmen pembelajaran anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen holistik di PAUD Islam umumnya berorientasi pada tiga ranah utama: (1) Adab, yang dinilai melalui sikap sopan santun, kedisiplinan, dan tata krama anak terhadap guru dan teman; (2) Akhlak, yang terlihat dari perilaku jujur, empati, tanggung jawab, serta penerapan nilai-nilai keislaman sehari-hari; dan (3) Kognitif, yang mencakup kemampuan berpikir, memahami konsep dasar agama, bahasa, dan logika dasar. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen yang baik dalam konteks Islam adalah asesmen yang menyentuh aspek ruhani dan akal secara seimbang. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan instrumen asesmen yang terintegrasi dan kontekstual, agar nilai-nilai Islam tidak hanya menjadi materi ajar, tetapi menjadi indikator perkembangan anak. Implikasi dari studi ini diharapkan dapat memperkuat praktik asesmen berbasis karakter dan spiritualitas dalam sistem pendidikan Islam untuk anak usia dini.
MENGEMBANGKAN ASPEK KOGNITIF MENGENAL BILANGAN MENGGUNAKAN PROJECT BASED LEARNING DI PAUD ISLAM AL-ZAHRAH Auliana, Nina; Darmiyati, Darmiyati
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i3.6819

Abstract

This research is motivated by children's low cognitive abilities in the concept of numbers. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities, and assess the results of children's cognitive development in recognizing numbers. This research method used a qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) conducted over four meetings. The research setting was 13 children in Group B1 of Al-Zahrah Martapura Islamic Kindergarten. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using qualitative descriptive techniques, described through tabulation and graphs. The results showed that teacher activities in the first meeting achieved a score of 23 (fairly good), in the second meeting achieved a score of 29 (good), in the third meeting achieved a score of 30 (good), and in the fourth meeting achieved a score of 35 (very good). Children's activity in the first meeting achieved 38%, in the second meeting achieved 46%, in the third meeting achieved 69%, and in the fourth meeting achieved 84%. Children's cognitive development in the first meeting achieved 38%, in the second meeting achieved 46%, in the third meeting achieved 77%, and in the fourth meeting achieved 85%. Based on the research results, it can be concluded that the combination of Project Based Learning, Direct Instruction, and Make a Match models in recognizing numbers can increase children's activity and development outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam aspek kognitif pada konsep bilangan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak dan hasil perkembangan anak aspek kognitif dalam mengenal bilangan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, setting penelitian pada anak kelompok B1 TK Islam Al-Zahrah Martapura yang berjumlah 13 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif yang dijabarkan dengan tabulasi dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pertemuan I memperoleh skor 23 kriteria “cukup baik” pertemuan II memperoleh skor 29 mencapai kriteria “baik”, pertemuan III memperoleh skor 30 “baik”, pertemuan IV mencapai skor 35 kriteria “sangat baik”. Aktivitas Anak pada pertemuan I dengan 38%, pertemuan II dengan 46%, pertemuan III dengan 69%, pertemuan IV dengan nilai skor 84%. Hasil perkembangan kognitif anak pada pertemuan I 38%, pertemuan II mencapai 46%, pertemuan III 77%, pertemuan IV 85%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi model Project Based Learning, Direct Instruction, Make a Match dalam mengenal bilangan dapat meningkatkan aktivitas, dan hasil perkembangan anak.
COMORBIDITY OF DYSCALCULIA AND OTHER LEARNING DIFFICULTIES: A META-ANALYTIC AND BIBLIOMETRIC REVIEW Darmiyati, Darmiyati; Ridhaningtyas, Latifa Putri
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 5 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i5.7731

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the strength of the relationship between dyscalculia and other learning disabilities in elementary school students and identify emerging research trends and themes in the literature on this topic. Dyscalculia is a specific learning disorder that affects arithmetic and numerical processing and is associated with other rare disorders such as dyslexia and attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). These problems exacerbate the learning challenges and necessitate an integrated approach to teaching and learning.Methodology – This study employed a systematic review, incorporating meta-analysis and a literature review. Meta-analysis: Data were obtained from six studies that met specific inclusion criteria and focused on students aged 6 to 12 years diagnosed with dyslexia and at least one other learning disorder. A literature search was conducted for 191 scientific articles published between 2020 and 2025 in major academic databases (Scopus, Web of Science, ERIC, and PubMed).Findings – The results of this study showed a high correlation between dyslexia and other learning disabilities, ranging from 0.34 to 0.67. The literature review focused on the following key topics: (1) dyslexia and dyslexia comorbidity, (2) studies identifying learning disabilities, and (3) psychological approaches and treatments. This should be considered a positive value.Contribution – This study offers a comprehensive review of research on the etiology of dyslexia and other learning disabilities, highlighting recent advances in the field. The author presents a multimodal model that draws on existing neuroscience and educational principles.
Islamic values integration in early childhood education: A multi-site case study of curriculum practices in Banjarmasin, Indonesia Ningtyaz, Dian Kusuma; Aslamiah, Aslamiah; Darmiyati, Darmiyati
Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2025): Asatiza: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/asatiza.v6i3.3012

Abstract

This study investigates the management of Islamic-integrated curricula within Indonesian early childhood education, focusing on two institutions in Banjarmasin: PAUD IT Ukhuwah and PAUD Tahfidz Ummul Qura. It addresses a limited understanding of how religious values are operationalized through curriculum management. Employing a qualitative case study approach, data were gathered from 11 in-depth interviews with teachers, principals, and parents, supplemented by classroom observations and document analysis. The results demonstrate two distinct pedagogical models. PAUD IT Ukhuwah implements a thematic-integrative model, connecting Quranic verses to weekly themes for holistic learning. PAUD Tahfidz Ummul Qura focuses on a memorization-based approach, incorporating daily tahfidz sessions supported by individualized student coaching. Both institutions facilitate teacher empowerment through structured training and religious mentoring. Furthermore, each employs systematic monitoring and evaluation frameworks that comply with national early childhood education standards. The study highlights the significance of comprehensive curriculum management for nurturing spiritual and moral development in young children. By detailing these context-specific practices, this research contributes to international discussions on faith-based education. It provides practical insights for policymakers and educators, including recommendations to scale effective teacher training models for religious pedagogy, adapt integrative thematic frameworks for value-based education, and develop national guidelines for monitoring and evaluating religious-based ECE programs.
Creative Science Learning Model for Early Childhood in Palangka Raya Irmawati, Irmawati; Darmiyati, Darmiyati; Asniwati, Asniwati
Journal of English Language and Education Vol 10, No 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i5.1165

Abstract

This study aims to develop a science learning model that can improve the creativity of early childhood (Early Childhood). The study was conducted in two Early Childhood Education institutions, namely TK Negeri Pembina Pahandut and TK Rajawali Sakti in Palangka Raya City. A qualitative approach with a multi-case study design was used to explore the implementation process, assessment models, and supporting and inhibiting factors for the development of creativity through science. The results of the study indicate that the implementation of project-based learning, exploration, experiments, and games has a positive impact on children's cognitive, affective, and psychomotor aspects. The implications of this study encourage the need to strengthen teacher training and provide creative science learning facilities in Early Childhood Education.