Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI PENDIDIKAN PANCASILA: MODEL PERMEN DALAM MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA SD Yulianti, Dewi; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Darmiyati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32136

Abstract

The low levels of student activity, responsibility of character, and learning outcomes in Pancasila Education are the focus of this study. One contributing factor is the use of one-way teaching methods that offer minimal student participation. As a result, students struggle to understand the material and fail to demonstrate responsible behavior during the learning process. This study aims to describe teacher and student activities, analyze responsibility character, and assess student learning outcomes through the PERMEN model. A qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) was used over four meetings. The subjects were 14 fourth grade students, consisting of 8 boys and 6 girls. Qualitative data were obtained through observation, and quantitative data came from questionnaires and tests. The results showed consistent improvement from meetings 1 to 4: student activity increased from 29% to 100% (very active), responsibility character rose from 57% to 93% (very responsible), and classical completeness in cognitive, affective, and psychomotor domains improved from 50%, 50%, and 57% to 100%, respectively. The PERMEN model proved effective in enhancing student activity, responsibility character, and learning outcomes. Its application offers an alternative to build interactive learning experiences and foster active student participation.
IMPLEMENTASI MODEL SANTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Rahmah Eka; Prihandoko, Yogi; Noorhapizah, Noorhapizah; Darmiyati, Darmiyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7527

Abstract

This research is motivated by the suboptimal critical thinking skills of grade 6 students at SDN Kuin Selatan 1 due to the monotonous and minimally stimulating Pancasila Education learning process. The gap between the curriculum's demands for critical thinking and the reality of passive learning necessitates intervention. The focus of this research is to improve students' critical thinking skills on the topic "My Identity and My Ensvironment" through the application of the SANTUN model (a combination of Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, and Word Square). This study used a qualitative Classroom Action Research (CAR) method implemented over four meetings. Data collection was conducted through a written essay test at the end of each meeting, which was analyzed based on five critical thinking indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation). The results showed progressive and significant progress in students' critical thinking skills, increasing from 43% (Fair) in the first meeting, to 62% (High), then 81% (Very High), and reaching a peak of 86% (Very High) in the fourth meeting. It was concluded that the implementation of the SANTUN model proved highly effective and successfully improved students' critical thinking skills beyond the established success indicators. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kuin Selatan 1 akibat proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang monoton dan minim stimulasi. Adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum untuk berpikir kritis dengan realitas pembelajaran pasif mendorong perlunya intervensi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi "Jati Diri dan Lingkunganku" melalui penerapan model SANTUN (kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Word Square). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai tertulis di akhir setiap pertemuan, yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan progresif dan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa, meningkat dari 43% (Cukup) pada pertemuan pertama, menjadi 62% (Tinggi), lalu 81% (Sangat Tinggi), dan mencapai puncaknya pada 86% (Sangat Tinggi) di pertemuan keempat. Disimpulkan bahwa penerapan model SANTUN terbukti sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PENA PINTAR KELAS VB SDN KUIN SELATAN 1 Mariamah .; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7103

Abstract

Rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih bersifat satu arah, kurangnya partisipasi aktif siswa, ketidakmampuan siswa dalam memecahkan masalah, serta tidak digunakannya media pembelajaran. Akibatnya, siswa menjadi pasif, bosan, kemampuan berpikir kritis tidak berkembang, dan hasil belajar rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menerapkan model pembelajaran PENA PINTAR. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas VB SDN Kuin Selatan 1 semester II tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi (aktivitas guru dan siswa) serta tes tertulis (keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dari skor 23 menjadi 27, serta aktivitas siswa dari 53% menjadi 84% (kategori sangat aktif). Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 47% menjadi 89% (kategori sangat tinggi). Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan: ranah afektif dari 32% menjadi 89%, kognitif dari 47% menjadi 95%, dan psikomotorik dari 42% menjadi 84%. Kesimpulannya, model PENA PINTAR terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model ini disarankan untuk dijadikan alternatif strategi pembelajaran di sekolah dasar guna meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.
PENGARUH INTEGRASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING, TEAM GAMES TOURNAMENT, DAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA, KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA, SERTA AKTIVITAS GURU Nurul Rizkia; Darmiyati Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7578

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi rendahnya keaktifan, keterampilan pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran operasi pecahan dengan bilangan besar. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya partisipasi siswa, lemahnya kemampuan memecahkan masalah, capaian KKTP hanya 38%, serta minimnya strategi dan variasi pembelajaran dari guru. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, penilaian keterampilan pemecahan masalah, dan hasil belajar siswa. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel serta grafik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas guru (75% ke 94,44%), keaktifan siswa (41% ke 95%), keterampilan pemecahan masalah (36% ke 95%), dan hasil belajar siswa (36% ke 95%) selama empat siklus. Kesimpulannya, penerapan model Problem Based Learning, Team Games Tournament, dan Example Non Example secara efektif meningkatkan aktivitas, keterampilan, dan hasil belajar siswa.
PENGARUH MODEL PBL, TAI, DAN ICM TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Nor Hikmah; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat keterlibatan siswa, kemampuan pemecahan masalah, dan hasil belajar dalam mata pelajaran matematika. Pembelajaran yang berpusat pada guru, ketidakmampuan siswa dalam memahami masalah secara menyeluruh, serta kesulitan dalam penguasaan konsep menjadi akar permasalahan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa, serta mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif dengan teknik penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilakukan selama empat pertemuan di SDN 5 Loktabat Utara Banjarbaru dengan subjek sebanyak tiga puluh siswa kelas lima pada tahun ajaran 2024/2025. Data yang dikumpulkan meliputi data kualitatif dari observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan kemampuan pemecahan masalah, serta data kuantitatif dari hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase dan indikator ketuntasan yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93% siswa mencapai ketuntasan belajar, aktivitas guru memenuhi kriteria “sangat baik”, aktivitas siswa memenuhi 93% dalam kategori “sangat aktif”, dan kemampuan pemecahan masalah siswa memenuhi 93% dalam kategori “sangat terampil”. Temuan ini menunjukkan bahwa model PBL yang dipadukan dengan TAI dan ICM dapat meningkatkan hasil belajar matematika, kemampuan pemecahan masalah, keterlibatan siswa, dan aktivitas guru.
MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL, GI, DAN TC Putri Nadian Rizqullah; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi hasil belajar, kemampuan berpikir kritis, dan aktivitas peserta didik yang rendah, serta adanya kesulitan dalam perhitungan matematika pada teknik pemecahan masalah. Selain menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik, penelitian ini juga bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru maupun peserta didik. Metode penelitian ini dikenal sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sebanyak 22 peserta didik berpartisipasi dalam 4 pertemuan yang dilaksanakan di kelas VC SDN 2 Landasan Ulin Utara selama tahun ajaran 2024/2025. Penelitian tersebut menghasilkan aktivitas guru yang meningkat dipertemuan I 78%, II 81%, III 88%, dan IV 94% memperoleh kriteria “Sangat Baik”. Pertemuan I aktivitas peserta didik meningkat menjadi 32%, II sebesar 64%, III 82%, dan IV 95% memenuhi kriteria “Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis meningkat dipertemuan I mencapai 27%, II 55%, III 73%, dan IV 91% memperoleh kriteria “Sangat Terampil”. Hasil belajar secara ketuntasan klasikal juga meningkat dipertemuan I mencapai 32%, II 55%, III 77%, dan IV 91%. Berdasarkan hasil penelitian, integrasi model Problem Based Learning, Group Investigation, dan Talking Chips efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, hasil belajar, dan aktivitas guru dan peserta didik.
INTEGRASI PBL, STAD, DAN SNOWBALL THROWING UNTUK OPTIMALISASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS BERPIKIR KRITIS Indriyanti; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7688

Abstract

This research was motivated by the low learning activity, critical thinking skills, and mathematics achievement of fifth-grade students at SDN Pasar Lama 3 Banjarmasin. These issues emerged due to the lack of student engagement in the learning process, the use of monotonous teaching strategies, and the absence of instructional models that support the development of higher-order thinking skills. As a result, students became passive, struggled to analyze problems, and failed to meet the expected learning standards. To address these problems, a combination of Problem Based Learning (PBL), Student Teams Achievement Division (STAD), and Snowball Throwing models was implemented. The objective of this study was to describe teacher and student activities, as well as to analyze students' critical thinking skills and learning outcomes following the application of the combined models. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method using both qualitative and quantitative approaches. Data were collected through observation and written tests, and analyzed using percentages and learning mastery criteria. The findings revealed a significant improvement in both teacher and student activities, enhancement of students' critical thinking skills, and better mathematics learning outcomes, meeting both individual and classical mastery criteria. Therefore, the integration of these three instructional models proved effective in fostering active, reflective, and meaningful learning experiences. These results are recommended as a reference for selecting appropriate learning models at the elementary school level.
MEMAKSIMALKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PROJECT TOURNAMENT SHARE Maslahatun Nisa; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7689

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar, kemampuan berpikir kreatif, dan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang cenderung satu arah, minimnya penerapan metode pembelajaran kreatif, serta kurangnya stimulasi terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru dan siswa, serta menganalisis efektivitas penerapan model Think Pair Share, Teams Games Tournament, dan Project Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian terdiri dari 16 siswa kelas V SD Negeri Benua Anyar 10 Banjarmasin pada tahun ajaran 2024–2025. Data dikumpulkan melalui tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan klasikal, aktivitas guru berada pada kategori “sangat baik,” aktivitas siswa “sangat aktif,” serta kemampuan berpikir kreatif berada pada kategori “sangat terampil” pada pertemuan terakhir. Dengan demikian, penerapan ketiga model pembelajaran tersebut terbukti dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas belajar, dan kemampuan berpikir kreatif siswa.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK, DAN COURSE REVIEW HORAY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN KUIN SELATAN 5 Fatimatuz Zahra; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7872

Abstract

This study was motivated by the low level of student activity, critical thinking skills, and learning outcomes in mathematics learning, specifically in the topic of calculating the area of plane figures. This issue arose due to monotonous learning methods, insufficient stimulation of critical thinking, and learning outcomes that had not met the Learning Objectives Achievement Criteria. To address these problems, a combination of Project-Based Learning, Visual, Auditory, Kinesthetic, and Course Review Horay models was applied. This research employed Classroom Action Research (CAR) with the subjects being 10 fifth-grade students at South Kuin Public Elementary School 5 Banjarmasin. The results showed that teacher activity achieved the “Very Good” category, student activity was “Very Active,” critical thinking skills were “Very Skilled,” and learning outcomes achieved classical mastery. Therefore, the combined learning models were proven effective in improving student activity, critical thinking skills, and learning outcomes in mathematics learning on calculating the area of plane figures
MENGOPTIMALKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING KOMBINASI REALISTIC MATEMATIC EDUCATION, SNOWBALL THROWING Humaera; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7973

Abstract

The main problem of this study was the low level of student activity, critical thinking, and mathematics learning outcomes, particularly in whole number division. These challenges arose from limited student engagement, underdeveloped thinking skills, and results that fell below the Minimum Mastery Criteria. To address this, the study applied a combination of the Problem-Based Learning model, Realistic Mathematics Education, and Snowball Throwing. The research aimed to describe teacher and student activities, analyze students’ critical thinking skills, and evaluate their learning outcomes.This study used a Classroom Action Research (CAR) design with fourth- grade students of class IVB at SDN 5 Loktabat Banjarbaru in the 2024/2025 academic year as subjects. Both qualitative and quantitative approaches were employed. Qualitative data were gathered through observations of teacher and student activities, while quantitative data were obtained from student learning outcomes based on Final Semester Assessment (SAS) scores. Data were analyzed using percentage scales and predetermined indicators of success.The findings indicated that in the final cycle, teacher activity reached the “Excellent” category, student activity was “Highly Active,” and critical thinking skills were categorized as “Highly Skilled.” Furthermore, classical mastery of learning outcomes met the expected criteria. In conclusion, the integration of Problem-Based Learning with Realistic Mathematics Education and Snowball Throwing effectively improved student participation, critical thinking, and mathematics achievement in whole number division. This model is recommended as an alternative for teachers to enhance engagement, foster critical thinking, and improve academic results in mathematics and other related subjects.