Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Pemecahan Masalah Media Tic Tac Toe Materi Pembagian Pecahan Siswa Sekolah Dasar Ilham, Muhammad; Darmiyati, Darmiyati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1390

Abstract

Dengan menggunakan media Tic Tac Toe, keterampilan pemecahan masalah dilatih guna meningkatkan hasil belajar, motivasi, dan tingkat aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kegiatan yang dilakukan pendidik sekaligus mengkaji tugas, motivasi, dan hasil belajar peserta. Penelitian tindakan kelas adalah metodologi yang digunakan pelaksanaanya di SDN Sungai Miai sepuluh kelas IVB, totalnya ada tiga puluh tiga anak. Data kuantitatif dan kualitatif dari pengambilan tes dan observasi peserta didik digunakan dalam penyelidikan ini.  Jenis data pada penelitian ini yaitu data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, dan motivasi belajar peserta didik pada proses pembelajaran, serta data kuantitatif berupa hasil belajar peserta didik diperoleh melalui tes tertulis. Analisis data dihitung berdasarkan dari skala persentase dan indikator ketercapaian belajar yang telah ditetapkan. Hasil kerja para pendidik memenuhi tingkat Sangat Baik, menurut penelitian. Standar Aktif Sepenuhnya dipenuhi oleh aktivitas siswa. Motivasi belajar memenuhi syarat Tinggi Secara Keseluruhan. Prestasi klasikal: Hasil belajar siswa memenuhi syarat tingkat prestasi tersebut. Saran yang dikemukakan peneliti yaitu penggunaan media Tic Tac Toe dapat menjadi salah satu alternatif pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran guna meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar peserta didik pada materi pembagian pecahan, atau pada materi pembelajaran lainnya yang cocok.
Peningkatan Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Operasi Pecahan di SDN Pemurus Luar 1 Banjarmasin Azizah, Wafiq; Darmiyati, Darmiyati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan diimplementasikan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning yang dikombinasikan dengan Realistic Mathematic Education dan Pair Check. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SDN Pemurus Luar satu Banjarmasin pada tahun ajaran dua ribu dua puluh tiga dua ribu dua puluh empat, melibatkan dua puluh dua siswa kelas lima B. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif melalui observasi aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, serta data kuantitatif dari hasil tes tertulis siswa. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase dan indikator ketuntasan belajar yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan terakhir, aktivitas guru mencapai kriteria Sangat Baik, aktivitas siswa mencapai kriteria Sangat Aktif, kemampuan memecahkan masalah siswa mencapai kriteria Sangat Terampil, dan ketuntasan klasikal hasil belajar siswa mencapai kriteria ketuntasan klasikal.
Efektivitas Project Based Learning dan Realistic Mathematics Education Berbasis Asesmen Projek terhadap Literasi Numerasi Siswa SD di Lingkungan Lahan Basah Syadzali, Ahmad; Darmiyati, Darmiyati; Sunarno, Sunarno; Mahmuddin, Mahmuddin; Dewantara, Dede; Nazarudin, Nazarudin
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1637

Abstract

Matematika memiliki peran krusial dalam pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, tidak hanya sebagai mata pelajaran tetapi juga sebagai keterampilan penting dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengajaran matematika adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Namun, hasil Program for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan rendahnya skor kompetensi matematika siswa di Indonesia termasuk di Kabupaten Banjar, yang menghadapi tantangan serius dalam literasi numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kombinasi Project-Based Learning (PjBL) dan Realistic Mathematics Education (RME) berbasis asesmen proyek dalam meningkatkan literasi numerasi siswa di SDN Sungai Miai 10 Banjarmasin, melibatkan 60 siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL dan RME secara bersamaan dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematika siswa. Penilaian berbasis proyek terbukti lebih efektif dibandingkan tes tertulis dalam mengukur pemahaman konsep matematika. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam pendidikan dasar di Indonesia, terutama di daerah dengan konteks lingkungan lahan basah yang kaya akan relevansi kehidupan nyata.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK UNTUK PENGUATAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SD DI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN Darmiyati, Darmiyati; Sunarno, Sunarno; Mahmuddin, Mahmuddin; Syadzali, Akhmad; Dewantara, Dede; Nazaruddin, Nazaruddin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34172

Abstract

signifikan dalam skor literasi dan numerasi Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan asesmen berbasis proyek untuk literasi numerasi. Melalui pelatihan offline selama dua bulan yang melibatkan guru kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menemukan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru. Sebelum pelatihan di berikan pretest meliputi materi Strategi penguatan literasi dan numerasi di sd sebesar 50%, literasi dan numerasi matematika di sd sebesar 45%, jenis dan teknik penilaian berbasis proyek 55% dan implementasi instrumen penilaian proyek sebesar 40%. Setelah pelatihan keterampilan guru dalam membuat instrumen proyek membuat modul ajar meningkat pada Strategi penguatan literasi dan numerasi di sd sebesar 87%, literasi dan numerasi matematika di sd sebesar 86%, jenis dan teknik penilaian berbasis proyek 87% dan implementasi instrumen penilaian proyek sebesar 84%. Dan rata rata nilai sebelum di berikan pelatihan sebesar 47.5 dan sesudah pelatihan sebesar 86. Pendampingan dan Pelatihan dapat meningkatkan proses dan perbaikan pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan mendukung pencapaian standar pendidikan nasional.
ASESMEN PERKEMBANGAN KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Masliani; Aslamiah; Darmiyati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29653

Abstract

The golden age of early childhood is the period that underlies the next human life. In this period, children can hear, see, and imitate what they see, hear, and feel. Early childhood cognitive development is very important for child development, children need to be given cognitive stimulus to help other developmental stimuli. With cognitive stimulus, children can grow and develop well. By conducting an assessment of early childhood cognitive development, we can find out that each child has a different rate of cognitive development for each individual, what the child has not been able to achieve, find out what activity materials are considered inappropriate and materials so that teachers or parents can improve the methods and strategies that will be used. This assessment has a positive impact on the application of cognitive development, because it can improve the cognitive aspects of early childhood. Likewise with other aspects such as physical, social emotional, language, religious and moral values, and art. This paper aims to describe how cognitive development assessments in early childhood learning. This study uses a literature study method whose data sources are relevant and related to cognitive development assessments in early childhood learning. From the research results there are 4 stages of cognitive development including the sensory motor stage, pre-operational stage, concrete operational stage, and formal operational stage. There are several techniques and methods in assessing the education of children of this age, namely by observation, anecdotal notes, through conversation, through assignments, performance, work results, daily child development achievement scale (checklist), portfolio.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN BELAJAR ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK KELAS B Milawati; Darmiyati; Aslamiah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29852

Abstract

Differentiated instruction is a crucial approach in early childhood education, particularly in Kindergarten B, as it accommodates the diversity of students’ abilities, interests, and learning styles. This study aims to review the implementation of differentiated instruction in Kindergarten B through a literature analysis of national and international research published between 2015 and 2025. The method employed is a descriptive literature review using a qualitative approach, analyzing 20 verified academic sources, including publications by lecturers from Universitas Lambung Mangkurat and other higher education institutions. The findings indicate that differentiated instruction positively contributes to enhancing children’s learning motivation, creativity, and independence. Furthermore, this approach enables teachers to develop more flexible and child-centered learning strategies. However, several challenges arise in its implementation, such as limited instructional time, insufficient teacher skills in conducting initial assessments, and high student–teacher ratios. To address these obstacles, continuous professional development for early childhood educators and supportive policies that enable the implementation of adaptive and responsive curricula are needed. This review is expected to serve as a reference for developing inclusive and individualized learning practices that align with the diverse needs of early learners.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PANCA KELAS IV SDN TELUK DALAM 9 Latipah; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Darmiyati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31501

Abstract

Penelitian ini diambil dari permasalahan yang berawal dari aktivitas siswa yang rendah, kemampuan berpikir kritis yang masih kurang terampil, dan hasil belajar siswa yang masih rendah. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut yakni dengan menerapkan model pembelajaran PANCA yang merupakan kombinasi dari model Problem-Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Picture and Picture. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan selama empat pertemuan dengan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru pada pertemuan pertama memperoleh skor 19 dengan kategori "baik", dan meningkat hingga skor 27 pada pertemuan keempat dengan kategori "sangat baik". Aktivitas siswa pun mengalami perkembangan, dari 43% dengan kategori "kurang aktif" pada pertemuan pertama menjadi 93% di pertemuan keempat dengan kategori "sangat aktif". Keterampilan berpikir kritis siswa juga menunjukkan peningkatan, dari pertemuan pertama yakni 39% kategori "rendah" menjadi 89% kategori "sangat tinggi" di pertemuan keempat. Demikian pula hasil belajar siswa meningkat dari 39% saat pertemuan pertama menjadi 93% dengan kategori "tuntas" pada pertemuan keempat. Implementasi model pembelajaran PANCA secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan keaktifan siswa, pengembangan keterampilan berpikir kritis, serta perbaikan capaian hasil belajar secara keseluruhan.
INOVASI PENDIDIKAN PANCASILA: MODEL PERMEN DALAM MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA SD Yulianti, Dewi; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Darmiyati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32136

Abstract

The low levels of student activity, responsibility of character, and learning outcomes in Pancasila Education are the focus of this study. One contributing factor is the use of one-way teaching methods that offer minimal student participation. As a result, students struggle to understand the material and fail to demonstrate responsible behavior during the learning process. This study aims to describe teacher and student activities, analyze responsibility character, and assess student learning outcomes through the PERMEN model. A qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) was used over four meetings. The subjects were 14 fourth grade students, consisting of 8 boys and 6 girls. Qualitative data were obtained through observation, and quantitative data came from questionnaires and tests. The results showed consistent improvement from meetings 1 to 4: student activity increased from 29% to 100% (very active), responsibility character rose from 57% to 93% (very responsible), and classical completeness in cognitive, affective, and psychomotor domains improved from 50%, 50%, and 57% to 100%, respectively. The PERMEN model proved effective in enhancing student activity, responsibility character, and learning outcomes. Its application offers an alternative to build interactive learning experiences and foster active student participation.
IMPLEMENTASI MODEL SANTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Rahmah Eka; Prihandoko, Yogi; Noorhapizah, Noorhapizah; Darmiyati, Darmiyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7527

Abstract

This research is motivated by the suboptimal critical thinking skills of grade 6 students at SDN Kuin Selatan 1 due to the monotonous and minimally stimulating Pancasila Education learning process. The gap between the curriculum's demands for critical thinking and the reality of passive learning necessitates intervention. The focus of this research is to improve students' critical thinking skills on the topic "My Identity and My Ensvironment" through the application of the SANTUN model (a combination of Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, and Word Square). This study used a qualitative Classroom Action Research (CAR) method implemented over four meetings. Data collection was conducted through a written essay test at the end of each meeting, which was analyzed based on five critical thinking indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation). The results showed progressive and significant progress in students' critical thinking skills, increasing from 43% (Fair) in the first meeting, to 62% (High), then 81% (Very High), and reaching a peak of 86% (Very High) in the fourth meeting. It was concluded that the implementation of the SANTUN model proved highly effective and successfully improved students' critical thinking skills beyond the established success indicators. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kuin Selatan 1 akibat proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang monoton dan minim stimulasi. Adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum untuk berpikir kritis dengan realitas pembelajaran pasif mendorong perlunya intervensi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi "Jati Diri dan Lingkunganku" melalui penerapan model SANTUN (kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Word Square). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai tertulis di akhir setiap pertemuan, yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan progresif dan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa, meningkat dari 43% (Cukup) pada pertemuan pertama, menjadi 62% (Tinggi), lalu 81% (Sangat Tinggi), dan mencapai puncaknya pada 86% (Sangat Tinggi) di pertemuan keempat. Disimpulkan bahwa penerapan model SANTUN terbukti sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.