p-Index From 2021 - 2026
9.144
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Bahasa, Sastra, Pembelajaran Jurnal Bahasa dan Sastra Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Gramatika LIBRARIA Journal of English and Education Indonesian Language Education and Literature ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya IJoLE: International Journal of Language Education Eklektik : Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar ETNOLINGUAL Curricula : Journal of Teaching and Learning Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa SALINGKA Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Rangkiang: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kode : Jurnal Bahasa Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia JASL - Journal of Applied Studies in Language Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Indonesian Research Journal on Education Metamorfosis: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat BAHASTRA Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Journal of Social and Scientific Education Journal of Computer-based Instructional Media Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

UNDERSTANDING POETRY THROUGH THE USE OF COOPERATIVE LEARNING MODEL Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI OKTOBER 2018, TH.XXXVII, NO.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.369 KB) | DOI: 10.21831/cp.v38i3.20675

Abstract

Abstract: This study describes the learning process of inner and physical structure of poetry understanding through the use of Student Team Achievement and Division (STAD) and Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) cooperative learning models. In addition to the cooperative learning models, literary reading interest is also used as a consideration in the learning process of poetry understanding. This experimental study involved 63 samples from a total of 124 people. Samples were randomly selected and assigned into two experimental groups. The experimental group I, with a total of 33 subjects, was treated with the STAD model, while the experimental group II, with a total of 30 subjects, was treated with the CIRC model. The subjects in the two experimental groups were assigned to complete a literary reading interest questionnaire. After the treatment, a poetry understanding test was given to the subjects in the two groups. A t-test was subsequently used to examine the students learning outcome, by considering their interest in literary reading. The results of data analysis showed no significant differences in the application of cooperative learning models in poetry understanding. Both students with high and low literary reading interest found the learning models helpful in improving their performance in the understanding inner and physical structure of poetry. Students with low literary reading interest were motivated in the learning process as a result of the teamwork in completing the poetry understanding tasks. Keywords: poetry understanding, cooperative learning, literary reading interest PEMAHAMAN PUISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Abstrak: Penelitian ini mendeskripsikan proses pembelajaran memahami struktur batin dan struktur fisik puisi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement and Division (STAD) dan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Selain menerapkan model pembelajaran kooperatif, minat baca sastra juga menjadi pertimbangan dalam proses pembelajaran memahami puisi. Penelitian eksperimen ini dilakukan pada 63 orang sampel dari 124 orang populasi. Sampel dipilih secara acak dan ditugaskan ke dalam dua kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen I dengan jumlah partisipan 33 orang diberikan perlakuan dengan model STAD dan kelompok eksperimen II dengan jumlah partisipan 30 orang diberikan perlakuan dengan model CIRC. Sampel pada kedua kelompok eksperimen diminta untuk mengisi angket minat baca sastra. Setelah diberikan perlakuan, sampel pada kedua kelompok eksperimen mengerjakan tes pilihan ganda memahami puisi. Hasil belajar kedua kelompok dengan menggunakan uji t-test dibandingkan dengan pertimbangan minat baca sastra. Hasil analisis data menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif dalam proses memahami puisi. Model pembelajaran yang digunakan dapat membantu meningkatkan kinerja siswa dalam memahami struktur batin dan struktur fisik puisi, baik mahasiswa dengan minat baca sastra tinggi maupun mahasiswa dengan minat baca rendah. Mahasiswa yang memiliki minat baca sastra rendah termotivasi dalam proses pembelajaran karena adanya kerjasama tim dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar memahami puisi. Kata Kunci: pemahaman puisi, pembelajaran kooperatif, minat baca sastra
Peran Perpustakaan Sebagai Pendukung Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19 Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda; Emil Yenti
LIBRARIA Vol 8, No 1 (2020): LIBRARIA
Publisher : UPT. Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/libraria.v8i1.7948

Abstract

AbstractThis article aims to explain the role of libraries as supporters of distance learning when of the Covid-19 pandemic. Distance learning is done by utilizing technology as a means to connect instructors and students. In the process of distance learning, program readiness, technology, instructors, and learning resources become the main elements of learning success. Library as a source of information to complement the learning resources must be an ideal library. An ideal library is a library that contains four criteria, namely: a complete library collection, library managers have a wide network, have fast, precise and easy access to information services, both manual and online, and have a routine agenda for certain programs. to increase reading interest and visitor attraction. Teachers and parents play an important role in supporting student learning activities in the form of distance learning. When of the Covid-19 pandemic, cooperation from teachers and parents in controlling the learning of students will greatly assist the implementation of the learning process. Keywords: the role of libraries, distance learning, Covid-19 AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran perpustakaan sebagai pendukung pembelajaran jarak jauh di masa pandemik Covid-19. Pembelajaran jarak jauh dilakukan dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menghubungkan pendidik dan peserta didik. Dalam proses pembelajaran jarak jauh, kesiapan program, teknologi, pendidik, dan sumber belajar menjadi elemen utama keberhasilan pembelajaran. Perpustakaan sebagai sumber informasi untuk melengkapi sumber belajar harus menjadi perpustakaan yang ideal. Perpustakaan yang ideal merupakan perpustakaan yang mengandung empat kriteria, yaitu: koleksi perpustakaan yang lengkap, pengelola perpustakaan memiliki jaringan yang luas, memiliki akses yang cepat, tepat dan mudah dalam pelayanan informasi, baik manual maupun online, serta memiliki agenda rutin untuk program-program tertentu untuk meningkatkan minat baca dan daya tarik pengunjung. Pendidik dan orang tua berperan penting untuk mendukung aktivitas belajar peserta didik dalam bentuk pembelajaran jarak jauh. Di masa pandemik Covid-19 ini, kerja sama dari pendidik dan orang tua dalam mengontrol pembelajaran peserta didik akan sangat membantu terlaksananya proses pembelajaran.Kata Kunci:  peran perpustakaan, pembelajaran jarak jauh, Covid-19
The Uniqueness of STAD and CIRC Models in Poetry Learning (Keunikan Model STAD dan CIRC dalam Pembelajaran Puisi) Diyan Permata Yanda; Dina Ramadhanti
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.6154

Abstract

The purpose of this study is to describe the uniqueness of the Student Team Achievement Division (STAD) and Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) models in terms of poetry learning. This is a quantitative study that uses a pure experimental method. The randomized posttest in the control group was used as the experimental design. With the average similarity test, the study sample was chosen randomly, class of Experiment I and Experiment II. The STAD model was used to teach poetry to experimental class I, and the CIRC model was used to teach poetry to experimental class II. Both learning models can be employed in poetry learning, according to the findings, because they improve poetry understanding skills, social skills in terms of interpreting poetry content, and the process and ultimate outcomes of poetry learning. Both types have their own distinct characteristics that make them suited for poetry instruction. The STAD model differs from others in that it creates opportunities for students to collaborate in groups, take responsibility, and high abilities. The CIRC model is unique in that it divides students into groups according to their level of reading interest, collaborate and encourage one another.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keunikan Model STAD (Student Team Achievement Division) dan CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dalam pembelajaran puisi.  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen murni. Desain eksperimen yang digunakan adalah the randomized posttest only control group design. Sampel penelitian dipilih secara random dengan uji kesamaan rata-rata, yakni kelas Eksperimen I dan Eksperimen II. Kelas eksperimen I menerima pengajaran puisi dengan model STAD dan kelas eksperimen II menerima pengajaran puisi dengan model CIRC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran dapat digunakan dalam pembelajaran puisi karena memberi dampak pada peningkatan keterampilan memahami puisi, peningkatan kemampuan sosial dalam hal memaknai isi puisi, dan peningkatan proses dan hasil belajar puisi secara keseluruhan. Keunikan model STAD adalah pemberian reward yang memberikan dorongan kepada mahasiswa untuk berkolaborasi kelompok, bertanggung, dan pendampingan agar kemampuan kelompok merata. Keunikan model CIRC adalah pembagian kelompok yang didasarkan pada tinggi rendahnya minat baca mahasiswa, bekerja sama, dan saling memotivasi.
Problematika Pembelajaran Menulis Cerpen di Sekolah Menengah Tujuan SM3T Diyan Permata Yanda; Dina Ramadhanti
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2019): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.618 KB) | DOI: 10.22437/pena.v9i1.6898

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika pembelajaran menulis cerpen di sekolah tujuan SM-3T. Kondisi masyarakat yang masih buta huruf dan fasilitas pembelajaran yang belum memadai merupakan permasalahan yang perlu diperhatikan oleh guru dan penyelenggara pendidikan terlebih pada pembelajaran menulis cerpen. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian melalui studi dokumen dan wawancara. Studi dokumen dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang problematika pembelajaran menulis cerpen. Sementara, wawancara dilakukan secara tertutup dengan mengajukan pertanyaan secara tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah pembelajaran menulis cerpen berhubungan dengan guru, siswa, dan sumber belajar. Siswa umumnya mengalami buta huruf dan tidak terbuka dengan dunia luar. Siswa lebih sering menggunakan bahasa daerah daripada bahasa Indonesia dengan kosakata yang sangat terbatas. Upaya yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran menulis cerpen adalah menerapkan metode "Siapa Cepat Ia Sampai". Siswa memperkaya kosakata dengan membaca dan mengembangkan kosakata itu menjadi cerpen. Siswa juga dapat ditugaskan untuk membaca cerpen di rumah dan menceritakan kembali di depan kelas. Guru mengoreksi kosakata siswa yang belum tepat. Pembelajaran di sekolah tujuan SM-3T dapat dilakukan dengan baik selama guru mengajar sesuai dengan bidang keahliannya dan memiliki kreativitas dalam mengelola pembelajaran di kelas. Kata kunci: problematika, pembelajaran, menulis cerpen, SM-3T Abstract This research aims to describe the problem of learning to write short stories in schools aimed at SM-3T. The condition of illiterate people and inadequate learning facilities is a problem that needs to be considered by teachers and education providers especially in learning to write short stories. This study included qualitative research with a type of case study research. Data collection in research through document studies and interviews. Document studies are conducted to obtain information about the learning problems of writing short stories. Meanwhile, interviews are conducted in a closed manner by asking questions in writing. The results of the study indicate that the problem of learning to write short stories relates to teachers, students, and learning resources. Students generally experience illiteracy and are not open to the outside world. Students more often use regional languages ​​than Indonesian with very limited vocabulary. The effort made by the teacher in learning to write short stories is to apply the method "Who Is Fast He Arrives". Students enrich vocabulary by reading and developing the vocabulary into short stories. Students can also be assigned to read short stories at home and retell in front of the class. The teacher corrects the students' vocabulary that is not right. Learning in schools aiming at SM-3T can be done well as long as the teacher teaches according to his field of expertise and has creativity in managing classroom learning. Keywords: problematic, learning, to write short story, SM-3T
SCHOLARLY TEXT WRITING WORKSHOP: THE INVESTIGATION OF METACOGNITIVE KNOWLEDGE AND ITS IMPACT ON WRITING ARTICLE Dina Ramadhanti; Lira Hayu Afdetis Mana
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/rangkiang.2021.v3i2.5446

Abstract

ABSTRACTWriting research articles has become an absolute obligation for lecturers, researchers, and students to publish their research results. A total of 21 participants attended a scientific article writing workshop and attended an article writing coaching clinic. In addition, a survey was conducted to determine the metacognitive knowledge of the workshop participants in writing articles. An in-depth analysis of the workshop participants' articles shows the effect of metacognitive knowledge in writing articles. The results of the analysis of the metacognitive knowledge questionnaire showed that the metacognitive knowledge of the workshop participants was high. However, this needs to be supported by frequent practice in writing. To develop metacognitive knowledge in writing articles, several solutions are given, namely: being able to plan writing well and systematically, making small notes when understanding the sources read to facilitate paraphrasing and quotations, and using certain applications to facilitate citations and writing references for avoiding plagiarism. In addition, writing articles continuously and publishing them helps the development of metacognitive knowledge in writing scientific articles.Keywords: scholarly text, workshop, metacognitive knowledge, writing
SCHOLARLY TEXT WRITING WORKSHOP: UNLOCKING WEAKNESSES IN ARTICLE WRITING Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda; Muhsyanur Muhsyanur
RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/rangkiang.2021.v3i1.4877

Abstract

This activity is carried out to provide training in writing scientific articles worthy of publication in scientific journals. The method used is the lecture and question and answer method. From these activities, it was found that there were three weaknesses in writing scientific articles, namely: weaknesses in presenting research results in the form of scientific articles, grammatical problems, and not understanding paraphrasing techniques in writing. These three things can be overcome by frequent writing practices because writing requires practice not theory, increasing interest in reading scientific articles to be familiar with article models worthy of publication, and by itself will be accustomed to criticizing previous research findings.
The Strategy of Observing, Imitation, and Modification in The Preparation of Lesson Plan in Microteaching Practice Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 3, No 6 (2021): December Pages 3500-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.736 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v3i6.1664

Abstract

The lesson plan is one of the determining factors for the success of the learning implementation. Lesson plans are a major part of the microteaching practice cycle. However, in the practice of microteaching, lesson plans are not more important than the practice of basic teaching skills so that student-teacher is not skilled in preparing lesson plans. In preparing the lesson plans, observing, imitation, and modification strategies are used so that the research subjects can prepare lesson plans according to the components of the lesson plans that integrate 21st Century skills. This study is a one-group experimental study to determine the difference in average learning outcomes before and after using observing, imitation, and modification strategies. The results showed that the study subjects' learning outcomes after using the observing, imitation, and modification strategies were better than before using the observing, imitation, and modification strategies. This strategy is effectively used because it is able to increase the understanding and creativity of research subjects towards the preparation of lesson plans. In the practice of microteaching, the preparation of lesson plans needs to be a major concern before student teacher candidates practice basic teaching skills.
Scholarly Text Writing Workshop: The Investigation of Cognitive Processes in Writing Article Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i1.3113

Abstract

Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui proses kognitif dalam menulis artikel setelah diberikan pelatihan menulis artikel yang layak terbit dalam jurnal internasional terindeks database bereputasi. Metode pengabdian yaitu metode pelatihan. Peserta diberikan pelatihan menulis artikel dan diakhiri dengan evaluasi berupa pengukuran proses kognitif peserta workshop dalam menulis artikel. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses kognitif peserta dalam menulis artikel tergolong sangat baik dengan persentase 85.44%. Artinya, peserta dapat merencanakan tulisan, menulis, dan mengevaluasi tulisan hingga layak diterbitkan sesuai dengan template jurnal yang dituju. Sementara itu, sekitar 15% peserta masih memerlukan pendampingan intensif dalam menulis artikel. Pada tahap perencanaan, peserta menyediakan bahan-bahan tulisan yang sesuai dengan topik kajian, tetapi tidak berupaya membandingkan berbagai sumber yang sesuai dengan topik dan mengembangkan kerangka tulisan. Artinya, perencanaan yang dilakukan dalam menulis masih memerlukan perhatian oleh peserta workshop. Dalam hal mengembangkan gagasan pada tahap penerjemahan, peserta memahami dengan baik sistematika penulisan artikel tetapi tidak mampu menyajikan artikel yang memenuhi standar jurnal yang dituju dan rentan mengalami penolakan oleh jurnal tersebut. Kelemahan peserta pada umumnya terletak pada penyajian paragraf yang koheren. Paragraf yang tidak koheren mengakibatkan informasi yang disajikan sehubungan dengan topik tidak dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Hal ini juga disebabkan oleh peserta tidak melakukan proses peninjauan kembali secara maksimal.
BAHASA PEREMPUAN DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY (WOMEN’S LANGUAGE ON “BIDADARI BERMATA BENING” NOVEL BY HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY) Dina Ramadhanti; Diyan Permata Yanda
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 17, No 1 (2019): Metalingua Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v17i1.245

Abstract

AbstractWoman’s language is a representation system reflecting woman’s views of the world. Such language can be found in oral and written texts, e.g.: novel. In the novel, female language containing certain ideology is identifiable through the interpretation of its vocabularies and grammar. Woman’s choice of words represents certain ideology and her views of life. In this writing, such ideology in woman’s vocabularies and grammar in the novel is studied using qualitative approach and content analysis method based on Fairclough’s theory developed by Santoso. Generally, woman’slanguage in the novel shows a modern and brave point of view of an Islamic boarding school woman to face every conflict in her life. The novel taught us that only knowledgeable and strongly virtuous woman that can withstand and defend her rights among the dominant and powerful people around her. It is shown in her use of words and choice of grammar.AbstrakBahasa perempuan adalah suatu sistem representasi yang mencerminkan cara pandang perempuan terhadap dunia, yang dapat muncul dalam teks lisan ataupun tulisan. Dalam teks tulisan, misalnya novel, bahasa perempuan yang mengandung ideologi tertentu dapat diidentifikasi dengan menafsirkan kosakata dan gramatikanya. Pilihan bahasa yang digunakan perempuan melambangkan ideologi tertentu dan cara pandangnya terhadap kehidupan di mana pun ia berada. Dengan menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, ideologi yang terkandung dalam bahasa perempuan, khususnya di dalam novel, dikaji berdasarkan kosakata dan gramatika menggunakan teori Fairclough yang dikembangkan oleh Santoso. Secara umum, bahasa yang digunakan perempuan dalam novel Bidadari Bermata Bening menunjukkan cara pandang seorang perempuan lulusan pesantren yang berpikiran modern dan berani menghadapi setiap konflik dalam hidupnya. Novel ini mengajarkan bahwa hanya perempuan yang memiliki pengetahuan dan keyakinan agama yang kuatlah yang dapat mempertahankan dan memperjuangkan hak-haknyadi tengah dominasi dan kekuasaan orang-orang di sekitarnya. Caranya tampak dari penggunaan kosakata dan pemilihan gramatikanya.
ANALISIS DAN VALIDASI PERANGKAT PEMBELAJARAN SINTAKSIS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (ANALYSIS AND VALIDATION OF SYNTAX LEARNING TOOL BASED ONPROBLEM BASED LEARNING) Trisna Helda; Dina Ramadhanti
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.857 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.212

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis PBL yang valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada mata kuliah Sintaksis. Perangkat pembelajaran itu terdiri atas RPS, SAP dan bahan ajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D  (four-D models). Dan penelitian ini baru sampai pada tahap pengembangan (develop), validasi berupa produk yaitu perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus, RPS, SAP dan bahan ajar, untuk mata kuliah Sintaksis.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat diperoleh hasil validasi perangkat pembelajaran(RPS, SAP dan buku ajar) sebagai berikut.Pertama, berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi RPS secara memperoleh nilai rata-rata 86,53 dengan kategori sangat valid. Kedua, berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi SAP secara memperoleh nilai rata-rata 84,65 dengan kategori sangat valid. Ketiga, berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi buku ajar secara memperoleh nilai rata-rata 85,66 dengan kategori sangat valid.Kata kunci: perangkat pembelajaran, berbasis problem base learning, sintaksis  Abstract: This research was conducted to develop PBL-based learning tools that are valid, practical, and effective for use in the learning process in the course of Syntax. The learning tool consists of RPS, SAP and teaching materials. This type of research is development research using 4-D model (four-D models). And this research just to the stage of development (development), validation in the form of products that are learning tools consisting of syllabus, RPS, SAP and teaching materials, for subjects Syntax. Based on the results of the analysis that has been done can be obtained the validation of learning tools (RPS, SAP and textbooks) as follows. First, based on the validation results of experts and practitioners RPS obtained an average value of 86.53 with the category is very valid. Secondly, based on the validation results of experts and SAP practitioners obtained an average score of 84.65 with very valid category. Third, based on the results of validation of experts and practitioners of textbooks obtained an average score of 85.66 with very valid category.  Keywords: learning tool, problem base base learning, syntax