Claim Missing Document
Check
Articles

PHOTODEGRADATION OF BATIK DYE COLOUR INDIGOSOL YELLOW IRK USING ZNO-CHITOSAN COMPOSITE ummas, Hasri; Indriyani, Eva; Faika, Sitti; Genisa, Marlina Ummas; Rizal, Haryanti Putri
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i01.187

Abstract

This experiment research aims to determine the optimum conditions for degradation of Indigosol Yellow IRK batik dye using ZnO-Chitosan composite, including radiation time, dye concentration, pH and determining the effectiveness of degradation. Synthesis of ZnO-chitosan composite using wet impregnation method. Radiation time with variations in time of 10, 30, 60, 120, and 180 minutes, variation in dye concentration 50, 100, 150, 200, and 250 ppm, variation in pH of dye 2,5,7,9 and 11. Measurement of the resulting concentration dye degradation using a UV-Vis Spectrophotometer with a wavelength of 319 nm. A ZnO-chitosan composite was found to degrade Indigosol Yellow IRK batik dye at 180 minutes (98.28%), optimum concentration of 150 ppm (98.06%), optimum pH of 9 (98.98%). The photodegradation effectiveness test of the ZnO-chitosan composite using effective UV light was 5.60% compared to ZnO-chitosan without UV light. It was concluded that the ZnO-chitosan composite could degrade the Indigosol Yellow IRK batik dye so that the ZnO-chitosan-UV composite was more effectively used as an environmentally friendly dye degrader.    
Pengembangan Modul Ajar Elektronik Etnoekologi Perubahan Lingkungan Berbasis PjBL dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kritis Siswa Ida Fitriani; Saleh Hidayat; Marlina Ummas Genisa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar elektronik tentang perubahan lingkungan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) terintegrasi etnoekologi yang valid, praktis, dan efektif guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan berpikir kritis siswa pada fase E. Pengembangan menggunakan model 4D dari Thiagarajan, yang mencakup empat langkah yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebarluasan. Validasi produk oleh 10 orang validator dari lima bidang keahlian, yaitu: ahli bahasa, media, materi, perangkat ajar, dan evaluasi. Subjek penelitian siswa kelas X SMA Negeri 3 Tanjung Raja dengan desain uji menggunakan kuasi eksperimen non-equivalent control group. Berdasarkan hasil validasi, produk dinyatakan memiliki tingkat validitas sangat tinggi yaitu 88,09%. Kepraktisan produk dapat dilihat dari persentase angket keterbacaan peserta didik sebesar 82,44% dengan kualifikasi sangat kuat dan persentase kepraktisan guru sebesar 86,90% dengan kualifikasi sangat praktis. Produk ini terbukti mampu mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kritis secara signifikan. Berdasarkan hasil tes, terlihat bahwa siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan produk menunjukkan pencapaian hasil belajar yang lebih unggul daripada siswa di kelas kontrol yang tidak menggunakan produk tersebut. Kelas eksperimen menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,78, dan kritis sebesar 0,77 keduanya masuk dalam kategori tinggi. Sebaliknya, kelas kontrol mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,46 untuk berpikir kreatif (kategori sedang) dan 0,70 untuk berpikir kritis (kategori sedang).
Analisis Kebutuhan Pengembangan Modul Ajar Protufel (Produk Turunan F2 Eco Enzim Lengkuas) Berbasis PjBL untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan dan Kreativitas pada Fase E Erwin Saputra; Sri Wardhani; Marlina Ummas Genisa
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2983

Abstract

Modul ajar Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan abad ke-21 dan berbagai bentuk literasi, seperti kreativitas dan literasi lingkungan. Hal ini menjadi dasar analisis kebutuhan guru Biologi dan murid dalam mengembangkan modul ajar Protufel (Produk Turunan Fermentasi Kedua Eco Enzim Lengkuas) berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kreativitas dan literasi lingkungan pada Fase E. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tenik pemilihan subjek purposive sampling terdiri dari 4 orang guru Biologi dan 119 murid kelas X, data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) Dibutuhkannya modul ajar cetak agar tidak bergantung dengan stabilitas signal; (2) Model pembelajaran yang diinginkan adalah PjBL karena mampu melibatkan murid secara aktif untuk menentukan jadwal, mendesain prototype, membuat dan menyajikan produk sebagai bentuk solusi dari permasalahan lingkungan yang dihadapi; (3) Kebutuhan integrasi literasi lingkungan, kreativitas, dan materi Protufel terhadap pembelajaran Biologi Fase E pada sub Perubahan Lingkungan (Iklim). Temuan ini bermanfaat sebagai bahan validasi bahwa modul ajar Protufel berbasis PjBL adalah solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi kendala guru dalam penyusunan modul dan sintak PjBL, sekaligus meningkatkan literasi lingkungan dan kreativitas murid pada materi Perubahan Lingkungan. Harapan untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pengembangan modul ajar yang diikuti dengan uji validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya terhadap peningkatan literasi lingkungan dan kreativitas murid.
Assessing Biodiversity E-Modules: PBL-Google Sites for Digital Literacy & Engagement Lilia Krisna Sari; Marlina Ummas Genisa; Meli Astiani
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 18 No 1 (2026): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v18i1.485

Abstract

Digital revolution in education necessitates the utilisation of interactive and contextual learning media, particularly in the presentation of biological content, such as biodiversity. Nevertheless, traditional learning predominates, thereby diminishing student engagement in the educational process. This study seeks to evaluate the necessity for the creation of Problem-Based Learning (PBL) e-modules utilising the Google Sites platform to improve students' digital literacy and engagement in learning. The employed methodology is descriptive quantitative, involving the distribution of questionnaires to 80 students and 6 biology instructors at SMAN 1 and SMAN 9 OKU. The research findings indicate that most students exhibit a preference for digital learning resources and favour interactive learning approaches, including conversations and problem-solving activities. Furthermore, both students and educators concur on the necessity of creating digital learning resources that foster 21st-century competencies, including critical and collaborative thinking. The subject of biodiversity was recognised as particularly pertinent for development through the PBL methodology. This discovery underscores the necessity of incorporating digital technology in education to foster a more engaging, significant, and needs-based learning experience for pupils.