Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Bioplastik Pandan (Pandanus amarylifollius) sebagai Media Ramah Lingkungan dalam Memahani Konsep Biologi Bagi Siswa SMA Negeri 1 Indralaya Selatan Ogan Ilir Sumatera Selatan Diana Kumala; Marlina Ummas Genisa; Astrid SW Sumah; Gunawan Ismail
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.818 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2450

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu pendukung dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan keterampilan sekaligus dapat mendukung konsep plantae dan lingkungan bagi 25 siswa IPA SMA Negeri 1 Indralaya Selatan melalui pembuatan bioplastik pandan (Pandanus amarylifollius). Kegiatan PkM dilakukan berupa pendampingan, praktek pembuatan bioplastik, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil kuesioner yang diisi oleh siswa menunjukkan 86% sangat setuju dan 14% setuju akan pelatihan pembuatan bioplastik ini karena sangat mendukung dalam pemahaman konsep biologi di kelas X SMA Negeri 1 Indralaya Selatan.  Tingginya antusias siswa dalam kegiatan ini dapat menjadi masukan bagi sekolah lain untuk menerapkan bahan baku yang sama.
Pelatihan Penyusunan Struktur Proposal dan Hasil Penelitian Tindakan Kelas Pada Guru SDN 038 Karama Haryanti Putri Rizal; Marlina Ummas Genisa; Evy Segarawati Ampry; S. Abu Alama
Media Abdimas Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Media Abdimas Vol 3 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v3i2.2764

Abstract

Guru berkewajiban untuk melakukan publikasi karya ilmiah sebagai salah satu syarat kenaikan pengajuan kenaikan pangkat. Pengabdian kepada masyarakat ini dengan judul Pelatihan Penyusunan Struktur Proposal dan Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada Guru SDN 038 Karama Tinambung Kab. Polewali Mandar diangkat sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menulis karya ilmiah baik dalam bentuk rencana penelitian dan hasil penelitian yang sesuai dengan sistematika dan struktur penelitian. Lebih lanjut lagi hasil karya ilmiah yang telah ditulis tersebut dapat disusun menjadi artikel untuk dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah metode diklat yakni memberikan pemaparan materi disertai latihan bagi guru-guru terkait penuyusunan proposal dan hasil Penelitian Tindakan Kelas. Hasil dari kegiatan ini menujukkan bahwa seebanyak 100% peserta pelatihan setuju bahwa kegiatan ini penting dilakukan, 56 % peserta mampu menyusun rencana dan hasil penelitian PTK.
Profil Feedback Literacy Mahasiswa dan Implikasinya dalam Meningkatkan Kinerja dan Hasil Belajar Haryanti Putri Rizal; Marlina Ummas Genisa; Meili Yanti; Yana Sambeka
SCIENING : Science Learning Journal Vol. 4 No. 1: Juni 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/slj.v4i1.6817

Abstract

Pengembangan feedback literacy bagi mahasiswa berperan dalam memaksimalkan proses penerimaan feedback. Penelitian bertujuan untuk mengeksplor profil feedback literacy mahasiswa dan implikasinya dalam meningkatkan kinerja dan hasil belajar. Data dikumpulkan melalui wawancara dan menggunakan feedback literacy scale yang diadaptasi dari Zhan (2022), terdapat 24 item pertanyaan yang terdiri dari enam dimensi proses feedback. Sebanyak 100 mahasiswa strata satu (S1) berpartisipasi dalam penelitian. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi eliciting berkaitan dengan kemampuan menerima informasi (84%), dimensi processing berkaitan dengan kemampuan dalam memahami, memproses feedback untuk dilakukan tindak lanjut (84%), dimensi enacting yakni kemampuan dalam menerjemahkan feedback menjadi tindakan (73%), dimensi appreciation of feedback menunjukkan mahasiswa menyadari tujuan dari proses feedback (79%), dimensi readiness to engage yakni kesediaan untuk menerima masukan atau saran (86%) dan dimensi commitment to change yang menunjukkan keinginan untuk melakukan perbaikan (79%). Hasil wawancara diperoleh informasi proses feedback lebih efektif jika memanfaatkan aplikasi digital, disampaikan dengan kalimat positif yang menunjukkan kelebihan dan kelemahan. Sehingga disimpulkan bahwa dimensi feedback literacy mahasiswa sudah cukup baik (di atas 70%), dengan persentase terendah pada kemampuan untuk menerjemahkan feedback menjadi tindakan. Selain itu, pemberian feedback yang disesuaikan dengan dimensi proses feedback akan mengarahkan pada peningkatan feedback literacy yang menunjang kinerja mahasiswa.
Sustainable environment in the classroom: Exploring environmental socioscientific issues (ESSI) using Mongabay online news site Marlina Ummas Genisa; Erni Angraini
JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia) Vol. 9 No. 3 (2023): NOVEMBER
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpbi.v9i3.29024

Abstract

Environmental issues in online newspapers allow environmental course instructors to examine social scientific topics in a sustainable. However, it remains a problem for instructors to fully examine the dimensions of knowledge connected to the environment in online newspapers. The purpose of this research is to develop a fundamental framework for studying scientific information in online newspapers that can be integrated into the curriculum and utilized successfully to foster environmentally conscious young people. The exploratory process utilizes Robert N. Entman's framing analysis model combined with Bloom's taxonomy. According to Bloom's taxonomy, framing has two dimensions: environmental issue selection and issue emphasis, which is centered on the knowledge dimension. The findings indicate that the Mongabay media, in generating news about environmental concerns such as mangrove degradation can highlight the full aspects of environmental knowledge, allowing it to be utilized as a medium for environmental learning in the classroom. However, the information presented on Mongabay media reveals more of the dimension of knowledge at a factual level only. Therefore, it is still to enrich material especially that which is not presented in the news to explore conceptual and procedural dimensions.
Potensi Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Menengah Pertama Haryanti Putri Rizal; Marlina Ummas Genisa
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 3 No. 2: Desember 2022
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v3i2.2737

Abstract

Pengetahuan asli masyarakat sering dianggap tidak relevan dengan perkembangan zaman sehingga guru IPA mengabaikan potensi lokal dan hanya terpaku pada buku teks umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pembelajaran terpadu berbasis kearifan lokal melaut untuk mewujudkan pembelajaran IPA yang aplikatif dan tetap menjaga eksistensi serta keberlanjutan nilai-nilai lokal. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksploratori yakni observasi, mencari pola dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran IPA terpadu berbasis kearifan lokal dapat dilakukan karena terdapat konsep kimia yaitu proses pengawetan ikan dan persamaan reaksi, fisika mengenai konsep suhu, perpindahan panas, hukum newton dan biologi berkaitan dengan keanekaragaman makhluk hidup serta ekologi. Hasil ini menjadi rekomendasi bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran IPA terpadu berbasis kearifan lokal.
EKSTRAKSI KARAGINAN KULIT BUAH KAKAO (Theobroma Cacao L.) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN JELLY Khalida Wijaya; Hasri Hasri; Mohammad Wijaya; Marlina Ummas Genisa
Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia Vol 24, No 2 (2023): CHEMICA
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/chemica.v24i2.51881

Abstract

ABSTRAKPengolahan karaginan kulit buah kakao (Theobroma Cacao L.) menjadi produk jelly. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tahapan yakni ekstraksi karaginan, presipitasi, analisis rendemen, kadar air, kadar abu, uji organoleptik, uji kekuatan gel dari produk jelly dan karakterisasi karaginan dengan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi karaginan dari kulit buah kakao dengan penambahan isopropanol (1:0, 1:1, 1:2 dan 1:3) menghasilkan karaginan dengan nilai rendemen tertinggi  pada perbandingan 1:3 sebesar 11,1238%. Hasil pengolahan karaginan kulit buah kakao menjadi produk jelly berdasarkan uji organoleptik sebagai berikut: rerata tingkat kesukaan panelis terhadap warna 3,7; rasa 3,8; aroma 4,0 dan tekstur 4,3; kekuatan gel sebesar 80,87 gr/cm2 dan kadar air sebesar 95,06%. Hasil identifikasi FTIR dapat disimpulkan bahwa karaginan yang dianalisis merupakan karaginan tipe lamda. Hal tersebut didapatkan dengan adanya 3 gugus ester sulfat dan tidak memiliki 3,6-anhidrogalaktosa yaitu pada serapan gugus galaktosa-6-sulfat pada bilangan panjang gelombang 821,68 cm-1, ikatan S=O yaitu pada bilangan gelombang 1251,80 cm-1 dan ikatan glikosidik pada bilangan gelombang 1039,63 cm-1.Kata Kunci: Kulit Buah Kakao, Karaginan, Jelly. ABSTRACTThis study aims to determine the extraction and processing of carrageenan from cacao (Theobroma Cacao L.) pod shells into jelly products. This research is an experimental research with the stages of carrageenan extraction, precipitation, yield analysis, moisture content, ash content, organoleptic test, gel strength test of jelly products and carrageenan characterization with FTIR. The results showed that carrageenan extraction from cocoa pod shells with the addition of isopropanol (1:0, 1:1, 1:2 and 1:3) produced carrageenan with the highest yield value at a 1:3 ratio of 11.1238%. Processing results of carrageenan from cocoa pod shells into jelly products based on organoleptic tests as follows: the average panelist preference level for color is 3.7; taste 3.8; aroma 4.0 and texture 4.3; gel strength of 80.87 gr/cm2 and water content of 95.06%. The results of FTIR identification can be concluded that the carrageenan being analyzed is lambda type carrageenan. This was obtained by the presence of 3 sulfate ester groups and not having 3,6-anhydrogalactose, namely the absorption of the galactose-6-sulfate group at a wavelength of 821.68 cm-1, the S=O bond, namely at a wave number of 1251.80 cm- 1 and the glycosidic bond at wave number 1039.63 cm-1.Keywords: Cocoa Fruit Peel, Carrageenan, Jelly.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Cair Bahan Alami di SMP Riyahotul Arifin Banyuasin, Sumatera Selatan Ike Purnamasari; Marlina Ummas Genisa; Astrid Sri Wahyuni Sumah; Gunawan Ismail
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3512

Abstract

Soap is a cleaning agent commonly used in daily life, especially for Riyadhotul Arifin Junior High School students who live in the school dormitory (pondok). This community service (PkM) aims to provide training in making dish soap by utilizing pandanus and orange leaves around the school. The PkM method is in the form of mentoring 16 students through direct practice of making liquid soap, discussion, and closing. The high enthusiasm of students during the manufacturing process and the presentation of the results of the liquid dish soap that has been produced are evidence of the achievement of the PkM carried out. Similar activities can be an input for other boarding schools.
Edukasi Kantin Bersih Melalui Pemanfaatan Barang Bekas bagi Pemilik Kantin Universitas Muhammadiyah Palembang Marlina Ummas Genisa; Saleh Hidayat; Sri Wardhani; Meli Astriani; Wulandari Saputri; Astrid Sri Wahyuni Sumah; Erni Angraini; Sapta Handaiyani; Erie Agusta; Ervina Mukharomah; Gunawan Ismail; Ike Purnamasari; Efiza Kurniasari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JAMSI - Januari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1062

Abstract

Kantin Universitas Muhammadiyah Palembang (UM Palembang) bukan hanya sekedar tempat untuk menikamati makanan, namun sebagai tempat bertukar pikiran ilmiah bagi sivitas UM Palembang. Suasana yang mendukung sangat dibutuhkan, terutama dari sisi kebersihan kantin yang masih perlu menjadi perhatian bagi pemilik kantin tertutama ketersediaan tempat sampah. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) “Bersinergi” Menuju Kantin Bersih merupakan PkM kolaborasi yang melibatkan dosen pendidikan biologi, mahasiswa Pendidikan Biologi (S1 dan S2), serta pemilik kantin. PkM ini bertujuan untuk mengedukasi pengelola kantin untuk memanfaatkan barang bekas dalam rangka menuju kantin bersih di UM Palembang. Metode PkM yang dilakukan meliputi pembukaan, edukasi berupa aksi BerKipas (Bersih Kipas angin) serta pemanfaatan bahan bekas untuk kantin, evaluasi sekaligus penutup. Antusias pemilik kantin saat aksi bersih kipas angin serta penggunaan barang bekas menjadi barang berguna bagi kantin yang ada di UM Palembang menunjukkan PkM kolaborasi berjalan sukses. Berdasarkan hasil observasi setelah seminggu kegiatan terlihat bahwa barang bekas hasil kreativitas mahasiswa telah dimanfaatkan oleh mahasiswa dan pemilik kantin.
Pengaruh Direct Instruction Dan SQ3R Terhadap Retensi Siswa Dalam Pembelajaran Biologi: (The Effects of Direct Instruction and SQ3R on Student Retention In Biology Learning) Agustianda, Selpiana; Meilinda, Meilinda; Nazip, Khoiron; Genisa, Marlina Ummas; Sumah, Astrid SW; Ismail, Gunawan
BIODIK Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v10i3.32679

Abstract

The coordination system is one of the biology materials that students find difficult to remember (retention) let alone understand the concept because many have scientific terms. This study aims to determine the effect of student retention on biology learning on nervous system material through the application of Direct Instruction (DI) and Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R). The method used is a Quasi-Experimental Design category Posttest Group Design. Data was collected through 2 stages of testing. The first stage is short-term retention in the form of final test 1 taken after the learning process, then the second stage (long-term retention) through the 2nd final test is taken 3 weeks after final test 1. The results show that the percentage of long-term retention short students use DI of 62.5% and SQ3R of 78.125%, which means that both are categorized very well. The same is true for the category of students' long-term retention percentage when using DI of 56.25% and SQ3R of 68.75% which are also classified as very good categories. The use of DI and SQ3R in biology learning can be said to have a positive effect, but student retention is more enhanced through SQ3R learning than the application of DI. Abstrak. Sistem koordinasi merupakan salah satu materi biologi yang dianggap sulit oleh siswa untuk diingat (retensi) apalagi memahami konsepnya karena banyak memiliki istilah ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh retensi siswa terhadap pembelajaran biologi pada materi sistem koordinasi melalui penerapan Direct Instruction (DI) dan Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R). Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design kategori Postest Group Design. Data dikumpulkan melalui 2 tahapan tes. Tahap pertama merupakan retensi jangka pendek berupa tes akhir 1 diambil setelah proses pembelajaran, kemudian tahap kedua (retensi jangka panjang) melalui tes akhir ke 2 diambil 3 minggu setelah tes akhir 1. Hasil menunjukkan bahwa persentase retensi jangka pendek siswa menggunakan DI sebesar 62,5% dan SQ3R sebesar 78,125% yang artinya keduanya terkategori sangat baik. Hal yang sama pada kategori persentase retensi jangka panjang siswa saat menggunakan DI sebesar 56,25% dan SQ3R sebesar 68,75% yang juga tergolong kategori sangat baik. Penggunaan DI dan SQ3R dalam pembelajaran biologi dapat dikatakan memiliki efek positif, namun retensi siswa lebih ditingkatkan melalui pembelajaran SQ3R daripada penerapan DI.
PERSEPSI REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI Genisa, Marlina Ummas; Rizal, Haryanti Putri; Hasri, Hasri; Agussalim, Andi; Maknun, Djohar
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2022): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/dikbio.v6i2.5462

Abstract

Reward mempunyai peran penting dalam mempertahankan ataupun membangun motivasi belajar mahasiswa karena dianggap salah satu penentu keberhasilan selama mengikuti perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar mahasiswa pendidikan biologi dari strata satu (S1) dan strata dua (S2) ditinjau dari pemberian reward selama perkuliahan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online tentang persepsi mahasiswa secara umum dan khusus terhadap reward yang diadaptasi dari Lloyd (2007). Selanjutnya, data dianalisis secara kuantitatif untuk menjelaskan persepsi dari 190 mahasiswa pendidikan biologi yang terdiri dari 177 mahasiswa strata satu (S1) dan 13 mahasiswa strata dua (S2). Hasil menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa pendidikan biologi setuju dan termotivasi untuk belajar ketika diberikan reward saat perkuliahan. Meskipun persentase tipe reward yang diharapkan berbeda, seperti reward nilai sebesar 50%, pemberian semangat/pujian 23%, lalu 20 % berupa hadiah, sedangkan bentuk lain 7%. Selain itu mahasiswa umumnya lebih memilih diberitahu jika ada reward dibanding diberikan secara spontan. Perbedaan spesifik antara mahasiswa S1 dengan S2 terlihat saat pemilihan khusus jenis reward, dimana mahasiswa S1 lebih memilih nilai sedangkan mahasiswa S2 lebih mengharapkan adanya pengayaan materi, pembimbingan, serta pemberian sumber literatur yang dapat membantu tugas mereka. Penerapan reward yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan mahasiswa dapat menjadi acuan dalam mendorong semangat belajar mahasiswa selama perkuliahan.  Reward plays an essential role in supporting or increasing student learning motivation because it is believed as one of contributing factors to students' performance in lectures. This study intended to analyze how rewarding students in classes influences undergraduate (S1) and postgraduate (S2) degrees in biology education students' motivation to learn. The data was gathered utilizing a Lloyd-adapted online survey (2007) regarding students' perceptions of rewards in general and particular. Furthermore, 190 biology education students, consisting of 177 undergraduate students (S1) and 13 postgraduates (S2), had their perceptions addressed through quantitative analysis. The results indicated that all biology education students believed that rewards during lectures motivate them to learn. Although the percentage of the type of reward intended varies, such as a reward in the form of a score was 50%, encouragement or praise was 23%, then 20% was in the form of a gift, while other forms were 7%. In addition, students generally prefered to be informed if there was a reward compared to being given it spontaneously. When deciding on a specific reward, it was evident that postgraduate students differed significantly in their choices. Whereas undergraduate students prioritized grades or scores, postgraduate students expected more material enrichment, mentoring, and the provision of literature resources to assist with their assignments. Implementing rewards that are relevant to the educational level of the students can be a reference for enhancing their interest in lectures.