p-Index From 2021 - 2026
10.295
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Berkala Epidemiologi Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Gizi Klinik Indonesia Indonesian Food Science and TechnologyJournal Jurnal Ilmu Kesehatan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Dunia Kesmas Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) Gema Wiralodra Indonesian Journal of Global Health research BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENELITIAN KESMASY Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi KESANS : International Journal of Health and Science Jurnal Salam Sehat Masyarakat (JSSM) Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan International Journal of Health Science (IJHS) PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Journal of Baja Health Science International Journal of Medicine and Health Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Mamangan Social Science Journal Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS International Journal of Health, Engineering and Technology JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Bharasumba Jurnal Multidispliner Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS The International Science of Health Journal Journal of Health Sciences and Epidemiology Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia PARADIGM : JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND INNOVATION HYPOTHESIS : MULTIDISCIPLINARY JOURNAL OF SOCIAL SCIENCES International Journal Of Public Health International Journal of Health and Medicine Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Journal of Public Health Indonesian Journal of Public Health Indonesian Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat International Journal of Health Science Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Masa Kerja, Postur Kerja dan Aktivitas Berulang Sebagai Determinan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Laundry Munairah, Munairah; Aswin, Budi; Lanita, Usi; Perdana, Silvia Mawarti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16413

Abstract

Musculoskeletal disorders are an occupational health problem in informal sectors such as laundries, which are prone to occur due to unergonomic work postures, repetitive activities, and long work durations. The purpose of this study was to analyze the relationship between work posture, repetitive activities, length of service, and body mass index (BMI) with the incidence of musculoskeletal disorders in laundry workers. This study used a cross-sectional design, involving 82 workers selected using a proportional stratified random sampling method. Data collection was conducted using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) worksheet, the Nordic Body Map (NBM), and questionnaires according to the variables. Data were analyzed using the Chi-square test. The analysis results showed that the p-value for each independent variable was work posture = 0.023, repetitive activities 0.029, work period 0.001, and body mass index = 0.744. Therefore, it can be concluded that the determinants of musculoskeletal disorders in laundry workers in this location are length of service, work posture, and repetitive activities.Keywords: musculoskeletal disorders; length of service; work posture; repetitive activities ABSTRAK Musculoskeletal disorders merupakan masalah kesehatan kerja pada sektor informal seperti laundry yang rentan terjadi akibat postur kerja tidak ergonomis, aktivitas berulang, dan durasi kerja yang panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara postur kerja, aktivitas berulang, masa kerja, dan indeks massa tubuh dengan kejadian musculoskeletal disorders pada pekerja laundry. Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional, dengan melibatkan 82 pekerja yang dipilih menggunakan metode proporsional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA) worksheet, Nordic Body Map (NBM), dan kuesioner sesuai variabel. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing variabel independen adalah postur kerja = 0,023, aktivitas berulang 0,029, masa kerja 0,001 dan indeks massa tubuh = 0,744. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa determinan kejadian musculoskeletal disorders pada pekerja laundry di lokus ini adalah masa kerja, postur kerja dan aktivitas berulang.Kata kunci: musculoskeletal disorders; masa kerja; postur kerja; aktivitas berulang
Factors Associated with Midwife Performance in Integrated Antenatal Care (ANC) Services at the Jambi City Health Center in 2024 Nurul Qalbi; Asparian Asparian; Hubaybah Hubaybah; Arnild Augina Mekarisce; Usi Lanita
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 6 (2025): MARCH-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/snq24r41

Abstract

Integrated Antenatal Care (ANC) is a health service for pregnant women based on the 10T standard. The main goal is to reduce the maternal mortality rate (MMR), infant mortality rate (IMR) and the probability of mother and child. In its implementation, midwives play an important role so that the performance of midwives greatly affects the quality of Integrated ANC services. In Jambi City, the coverage of Integrated ANC services at the Puskesmas has not yet reached the minimum service standard target of 100% of KI 97.1%, K4 coverage of 94.9% and K6 of 92.3%. The purpose of this study was to determine the factors associated with the performance of midwives in integrated ANC services. This type of research is quantitative with a cros sectional approach. The location of this research was carried out at all Puskesmas in the Jambi City area in November-December 2024. The number of samples was 70 respondents, with the Porpotional random sampling technique. The results showed that there was a significant relationship between motivation with a p value of 0.032 and institutional  leadership with the performance of midwives in Integrated ANC services with a p value of 0.016, while experience did not have a significant relationship with the performance of midwives in Integrated ANC services with a p value of 0.088.
Gambaran Perilaku Positive Deviance pada Ibu dan Status Gizi Anak Batita dari Keluarga Miskin di Desa Pemulutan Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Usi Lanita; Fatmalina Febry; Rini Mutahar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masalah pertumbuhan dan perkembangan anak batita merupakan masalah serius karena pada usia ini masa kritis dalam proses tumbuh kembang secara fisik maupun kecerdasan. Masalah gizi buruk kebanyakan terjadi pada keluarga miskin, namun tidak dipungkiri ada keluarga miskin mempunyai anak bergizi baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku positive deviance ibu dan status gizi anak batita dari keluarga miskin di Desa Pemulutan Ulu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan terhadap batita dan ibu batita, sampelnya sebanyak 5 orang ibu batita dan batitanya yang mempunyai status gizi baik dari keluarga miskin dan 5 orang ibu batita dan batitanya yang mempuyai status gizi kurang/buruk dari keluarga miskin jadi sampel penelitian sebanyak 10 orang ibu batita beserta batitanya. Pengambilan data melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif serta disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa pada anak batita yang mempunyai status gizi baik dari keluarga miskin memiliki perilaku positive deviance berupa kebiasaan pemberian makanan, kebiasaan kebersihan dan kebiasan menggunakan pelayanan kesehatan yang sangat baik dan benar. Sedangkan anak batita yang mempunyai status gizi kurang/buruk dari keluarga miskin mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik dan salah yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi status gizi anak batita tersebut.Kesimpulan : Ibu-ibu yang mempunyai anak batita status gizi baik mempunyai perilaku positive deviance berupa kebiasaan sehari-hari berupa kebiasaan pemberian makanan, kebersihan dan penggunaan pelayanan kesehatan untuk anak batitanya yang sangat baik dan benar dibandingkan dengan ibu-ibu yang mempunyai anak batita status gizi kurang/buruk walaupun mereka berasal dari keluarga miskin.Kata Kunci : Status Gizi, Anak Batita, Positive Deviance
The relationship between the role of parents and health workers with indicator healthy lifestyle (PHBS) elementary students in the working area of Pakuan baru health center, Jambi Fitria Eka Putri; Siti Nurizati N A; Usi Lanita; Hubaybah Hubaybah; Adelina Fitri; Fajrina Hidayati
International Journal Of Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): March : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v3i1.1273

Abstract

Elementary school children are susceptible to various diseases related to PHBS such as diarrhea, DHF, etc. Currently PHBS in Indonesia is still low. The purpose of this study was to determine the factors related to PHBS in elementary school children in the working area of ​​the Pakuan Baru Health Center, Jambi City, in 2022. This research is quantitative with a cross sectional design. Sampling by simple random sampling, a total sample of 105 fifth grade students. Data collection was carried out using questionnaires and observations. Analysis using the chi-square test. The results of this study indicate that respondents with good PHBS were 64.8%. The results of the analysis show that The role of parents is related to PHBS p=0.003. And the role of health workers is not related to PHBS p=0.227. There is a relationship between the role of parents with PHBS in elementary school children, while the role of health workers is not related to PHBS.
Effect of balanced nutrition intervention based on local food on young women of orang rimbo in Bukit Duabelas National Park, Jambi province Asparian Asparian; Sri Asturi Siregar; Usi Lanita
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243834

Abstract

The prevalence of anemia in Indonesian teenagers is still high, namely 32%, or more than 6,000 Indonesian teenagers suffered from anemia. Long-term anemia has an impact during pregnancy, thus affecting the health of the mother and baby. The population of the Anak Dalam Tribe in Jambi Province is 200 thousand people who still live in the forests and around the TNBD forests at risk of experiencing malnutrition, including their teenage daughters, due to socio-economic status factors, limited access to health services, food security, family empowerment, and low levels of knowledge and education. . The research analyzed the effect of local food-based balanced nutrition interventions on Orang Rimbo adolescent girls. Quasi Experimental Design, totaling 70 people. The research results showed that there was significan relationship between dominan food sources consumed (p-value = 0.000) and the type of local food consumed (p-value = 0.007) with balanced nutrition (BMI), as well as the influence of interventions carried out in food processing among young women of the Orang Rimbo people in TNBD (p-value = 0.000). It was concluded that there was an influence of interventions carried out in food processing on young women of the Orang Rimbo people in Bukit Duabelas National Park.
Analisis Pre Marital Screening sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kota Jambi Sri Astuti Siregar; Asparian Asparian; Usi Lanita; La Ode Reskiaddin
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16792

Abstract

ABSTRACT Indonesia is still working hard to overcome the stunting problem. Even though there has been a decline, further efforts are still needed to achieve the national target of 14% in 2024. Prospective brides are one of the target groups in implementing the acceleration of stunting reduction.Pre marital screening or pre-marital examination is a preventive measure that must be taken to prevent health problems for oneself, one's partner, or one's offspring in the future. This research uses quantitative methods with a cross-sectional approach. Random samplingproportional simple random sampling from 11 sub-districts in Jambi City, there were 81 prospective brides and grooms. There is a significant relationship between education (p-value=0.016), knowledge (p-value=0.009), and attitude (p-value=0.026) on the implementation of Pre Marital Screening. While the age variable (p-value=0.279) does not show a significant relationship with the implementation of Pre Marital Screening. Therefore, there needs to be a collaborative effort to improve services to bride and groom, so that implementation Pre Marital Screening is not only considered as one of the pre-marital administrative documents. Keywords: Premarital Screening, Catin, Stunting  ABSTRAK Indonesia hingga kini masih bekerja keras untuk mengatasi masalah stunting. Meskipun mengalami penurunan, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mencapai target nasional 14% di tahun 2024. Calon pengantin (Catin) merupakan salah satu kelompok sasaran dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting. Pre marital screening atau pemeriksaan pra nikah merupakan sebuah tindakan pencegahan yang wajib dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan pada diri sendiri, pasangan, maupun keturunan kedepannya Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel secara proportional simple random sampling dari 11 Kecamatan di Kota Jambi berjumlah 81 calon pengantin. Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p-value=0,016), pengetahuan (p-value=0,009), dan sikap (p-value=0,026) terhadap pelaksanaan Pre Marital Screening. Sementara variable umur (p-value=0,279) tidak menunjukkan adanya hubungan signifikan dengan pelaksanaan Pre Marital Screening. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya kolaboratif dalam meningkatkan pelayanan kepada Catin, sehingga pelaksanaan Pre Marital Screening tidak hanya dianggap sebagai salah satu kelengkapan berkas administratif pra nikah. Kata Kunci: Pre Marital Screening, Catin, Stunting
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan tuberkulosis pada masyarakat Siti Salma Arsyad; Usi Lanita; Adila Solida; Arnild Augina Makarisce
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 5 (2026): May Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i5.2979

Abstract

Background: Tuberculosis remains a public health problem that requires optimal preventive efforts at both the individual and community levels. Preventive behavior is influenced by various factors related to knowledge, attitudes, information exposure, and ease of access to health services. Purpose: To examine the factors associated with tuberculosis infection prevention behavior among communities. Method: A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, in which data were collected using questionnaires and bivariate analysis was performed using the Chi-Square test to evaluate the relationships among the variables. Results: That tuberculosis infection prevention behavior was influenced by knowledge, attitudes, information exposure, and access to health services. Respondents with better understanding, positive attitudes, adequate information exposure, and easier access to health services tended to demonstrate better preventive behavior. Meanwhile, family support did not show a significant role in shaping tuberculosis infection prevention behavior among the community. Conclusion: Individual factors and access to health services play a crucial role in shaping tuberculosis infection prevention behavior among the community.   Keywords: Information Exposure; Knowledge; Prevention Behavior; Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan optimal di tingkat individu dan komunitas. Perilaku pencegahan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan pemahaman, sikap, informasi, serta kemudahan akses layanan kesehatan. Tujuan: Untuk menelaah faktor-faktor yang terkait dengan tindakan pencegahan infeksi tuberkulosis pada masyarakat. Metode: Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, Dimana dana dikumpulkan melalui kuesioner dan analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengevaluasi hubungan antara variable-variabel tersebut. Hasil: Perilaku pencegahan infeksi tuberkulosis dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dan akses layanan kesehatan. Responden yang memiliki pemahaman lebih baik, sikap yang positif, paparan informasi yang memadai, serta kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan cenderung menunjukkan perilaku pencegahan yang lebih baik. Sementara itu, dukungan keluarga belum menunjukkan peran yang bermakna dalam membentuk perilaku pencegahan infeksi tuberkulosis pada masyarakat. Simpulan: Faktor individu dan akses layanan berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan infeksi tuberkulosis pada masyarakat.   Kata Kunci: Keterpaparan Informasi; Pengetahuan; Perilaku pencegahan; Tuberkulosis.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Pekerja Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Sarolangun, Jambi Nita. N. Simanjuntak; Budi Aswin; Andree Aulia Rahmat; Usi Lanita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i4.1605

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat berdampak pada kondisi fisik, psikologis, serta produktivitas pekerja. Lingkungan kerja industri seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan operasional tinggi, sistem kerja shift, beban kerja besar, dan risiko kelelahan kerja yang berpotensi meningkatkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada pekerja operasional PLTU di Desa Semaran, Kecamatan Pauh, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja operasional PLTU sebanyak 50 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur stres kerja, NIOSH Workload Questionnaire untuk beban kerja, KAUPK2 untuk kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami stres kerja pada kategori sedang hingga tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan stres kerja (p < 0,001) dan kelelahan kerja dengan stres kerja (p < 0,001). Sementara itu, beban kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stres kerja (p = 0,513). Shift kerja dan kelelahan kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat stres kerja pada pekerja operasional PLTU, sedangkan beban kerja tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Pengelolaan sistem shift yang seimbang serta pengendalian kelelahan kerja menjadi aspek penting dalam upaya menurunkan risiko stres kerja pada pekerja
The Effect Of Healthy Snacks Education On Students' Knowledge Usi Lanita
International Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2024): March : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i1.2670

Abstract

Elementary school children are a group vulnerable to food poisoning caused by unhealthy snacks containing dangerous substances such as formaldehyde, borax, rhodamine, and methanol yellow. The aim of the research is to determine the effect of healthy snack education on students' knowledge. This type of research is quasi-experimental, with a sample of 30 students and data analysis using the Wilcoxon test. The result was an increase in knowledge, as seen from the pre-test and post-test results. There was a significant increase in knowledge (p-value < 0.001). It can be concluded that there is an influence of healthy snack education on elementary school students' knowledge. It is hoped that the school will support it by providing healthy canteens in elementary schools.
The Relationship of Pregnant Women's Knowledge and Attitudes With Compliance With Integrated Antenatal Care Visits During The Covid-19 Pandemic in The Working Area of The Kapau Health Center, Agam District Sri Astuti Siregar; Sahdatul Hasanah; Usi Lanita
International Journal of Medicine and Health Vol. 3 No. 1 (2024): March : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i1.2887

Abstract

One of the factors causing the high maternal mortality rate in Indonesia is the low quality of behavior antenatal pregnant women who do not use services Antenatal Care well during pregnancy. General purpose Integrated antenatal care is so that all pregnant women receive quality and comprehensive pregnancy checks that enable pregnant women to face the pregnancy period using the positive experiences they have and give birth to healthy babies during delivery. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women and compliance with visits antenatal care integrated services for mothers during the Covid-19 pandemic in the Kapau Community Health Center working area. Research design cross sectional conducted on 108 selected pregnant women accidental sampling. As many as 64.8% of pregnant women were obedient to attending antenatal visits, pregnant women with good knowledge were 62.0%, and those who had a positive attitude were 71.3%. The results of the analysis show that there is a relationship between knowledge (p-value=0.003) and attitude (p-value=0.003) with visitsantenatal, it is recommended for pregnant women to make regular visits antenatal and actively seek information about pregnancy health to increase knowledge and awareness in the use of pregnancy checks.
Co-Authors . Asparian, . Adelia Fitri Adelina Fitri Adila Solida Adilla Desta Alfridsyah Alfridsyah Alyasha Shaghira Andree Aulia Rahmat Andy Amir Anugrah, M Pandu Fatwa Arnild Augina Mekarisce Ashar Nuzulul Putra Atahya Nasyawa Islami Aysah Aysah Aysah Aysah Budi Aswin Cardea Al Nabila, Pamella Cindy Alya Putri David Kusmawan David Kusmawan Elsa Putri Emy Huriyati Evy Wisudariani Faisal Faisal Fajrina Hidayati Fatmalina Febry Faza Jirati Zajra Febby Oktariani Febby Oktariani Filma Kumala Sari Gesin Junilza Guspianto Guspianto Hafiz Nuzil Akbar Halim, Raden Herwansyah Herwansyah . Herwansyah Herwansyah Herwansyah, Herwansyah Hubaybah Hubaybah Hubaybah, Hubaybah Ismi Nurwaqiah Ibnu Jonathan Disyon Manurung Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani Kasyani, Kasyani Khusnul Amalia Khamdiyah La Ode Reskiaddin Lativa Fauzani Leony Lorenza M. Dody Izhar M. Ridwan M. Ridwan M. Ridwan M. Ridwan M. Ridwan, M. Ridwan Marius, Najmi Hasanah Marta Butar Butar Marta Butar Butar Mega, Safany Dwi Muhammad Rifqi Azhary Muhammad Syukri Munairah, Munairah Mursyid Djawas Nabilah Putri Naomi Elda Gracia Simamora Nasution, Helmi Suryani Ningsih, Vina Rahayu Nita. N. Simanjuntak Novita Eka Rini, Willia novita, willia Nur Annisa Nurul Qalbi Nurul Qalbi, Nurul Oka Lesmana Oka Lesmana, Oka Perdana, Silvia M. Perdana, Yulistia Ghita Puspa Sari, Puspa Puspita Sari Puspita Sari Puspita Sari Putri, Fitria Eka Rd. Halim Rini Mutahar Rini, Willia Novita Eka Risa Oktavia Rizaliah Wardiah Rizki Nur Amelia, Rizki Nur Rosmala Asty Novita Putri Rosmala Asty Novita Putri Sadila, Andi Sahdatul Hasanah Salsabilla Maulida Sarah Soldia Oktavia Sarah Soldia Oktavia Silvia Mawarti Perdana Silvia Mawarti Perdana Sipahutar, Tia Anggita Siregar, Sri Asturi Siti Nurizati N A Siti Nurizati N A Siti Salma Arsyad Sri Asturi Siregar Sri Astuti Siregar Susilowati Susilowati Syalfi Intan Riyani Syarif Maulana Tikayani Manik, Manuella Toto Sudargo Toto Sudargo Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih Vinna Rahayu Ningsih, Vinna Rahayu Wazzan, Huda Willia Novita Eka Rini Winda Tiarani Winner MS Yufi Afrilia Nadillah Zilzikridini Wijayanti