Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Eksplorasi In Silico Senyawa Fitokimia untuk Penghambatan Protein STAT3 dalam Mengatasi Resistensi Obat pada Kanker Payudara Triple Negatif Dewi Hambar Sari; Sri Suciati Ningsih; Suryadi Islami
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9174

Abstract

Breast cancer is the most common cancer among women and a major cause of cancer-related death worldwide, including Indonesia. Triple-negative breast cancer (TNBC) is an aggressive subtype of breast cancer, characterized by high mortality and resistance to standard treatments. Cancer stem cells (CSCs) is known to be a key factor of drug resistance in TNBC, mediated by the signal tranducer and activator of transcription factor 3 (STAT3). This study aims to explore the bioactive compounds from Indonesian’s natural product which potentially target CSCs by inhibiting STAT3. We used in silico methods, consist of literature review, followed by selection of promising compounds, ADMET analysis and selection using Lipinski’s rules, and molecular docking simulation. Our results found curcumin, quercetin, α-mangostin, gingerol, and rocalglamide as the bioactive candidates which target CSCs. ADMET testing showed that only curcumin, quercetin, and gingerol meet the Lipinski’s criteria. The molecular docking results showed that quercetin exhibited the strongest binding affinity (-8.3 kcal/mol) compared to curcumin (-6.9 kcal/mol) and gingerol (-5.9 kcal/mol). The results indicate that quercetin binds effectively at the active site of STAT3. The findings suggest that quercetin has potential as a STAT3 inhibitor. Further research is needed to determine the significant efficacy and potential as an anticancer.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan pada Petani: Tinjauan Review Nabylly Aghna Bachtiar; Fitria Saftarina; Ratri Mauluti Larasati; Suryadi Islami
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.18744

Abstract

ABSTRACT Anxiety is an unpleasant feeling of worry or fear accompanied by certain physical symptoms. The prevalence of anxiety has been increasing globally in the last three decades. Farmers are generally faced with a number of working conditions that are considered unfavorable, such as long working hours, monotonous tasks, and dangerous physical work environments. Therefore, farmers are at high risk of experiencing mental health problems that are rarely discussed in scientific publications, especially specifically anxiety. To conclude the factors associated with anxiety in farmers. The literature review method was used in the preparation to conclude the factors that trigger anxiety in farmers, where the literature was obtained from the PubMed, ScienceDirect, DOAJ, Cochrane, and Garuda databases, which are available online. It was found that anxiety in farmers is related to various aspects, both those originating from the work environment such as pesticide use, climate change, land ownership, and isolated work environments as well as those originating from individual factors such as gender, financial condition, and interpersonal relationships. Anxiety in farmers is influenced by individual, occupational, and environmental factors. Factors such as gender, social support, financial condition, pesticide use, land ownership, climate change, and the impact of the COVID-19 pandemic contribute significantly. Understanding and addressing these factors is important to support farmers' mental well-being. Keywords: Farmers, Anxiety, Mental Health  ABSTRAK Kecemasan adalah perasaan khawatir atau takut yang tidak menyenangkan yang disertai dengan gejala-gejala tubuh tertentu. Prevalensi kecemasan secara global terus meningkat dalam tiga dekade terakhir. Petani umumnya dihadapkan pada sejumlah kondisi kerja yang dianggap tidak menguntungkan, seperti jam kerja yang panjang, tugas yang monoton, dan lingkungan kerja fisik yang berbahaya. Oleh karena itu petani berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan mental yang jarang sekali dibahas dalam publikasi ilmiah terutama secara spesifik pada kecemasan. Tujuanuntuk menyimpulkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada petani. Metode tinjauan literatur digunakan dalam penyusunan untuk menyimpulkan faktor yang memicu kecemasan pada petani, dimana literatur diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, DOAJ, Cochrane, dan Garuda yang tersedia secara online. Didapatkan bahwa kecemasan pada petani berhubungan dengan berbagai aspek, baik yang berasal dari lingkungan pekerjaan seperti penggunaan pestisida, perubahan iklim, kepemilikan lahan, dan lingkungan kerja terisolasi maupun yang berasal dari faktor individu seperti jenis kelamin, kondisi finansial dan hubungan interpersonal. Kecemasan pada petani dipengaruhi oleh faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. Faktor seperti jenis kelamin, dukungan sosial, kondisi finansial, penggunaan pestisida, kepemilikan lahan, perubahan iklim, dan dampak pandemi COVID-19 berkontribusi signifikan. Pemahaman dan penanganan faktor-faktor ini penting untuk mendukung kesejahteraan mental petani. Kata Kunci: Petani, Kecemasan, Kesehatan Mental
Medication adherence and relapse in patients with schizophrenia: A literature review Rahmanda Putri, Venna; Carolia, Novita; Islami, Suryadi; Septa, Tendry
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v5i1.2736

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic psychiatric disorder with high relapse rates that significantly affect social functioning, quality of life, and healthcare burden. Medication adherence to antipsychotic treatment plays a critical role in maintaining clinical stability and preventing relapse; however, it remains a major challenge in clinical practice. Purpose: To examine the relationship between medication adherence and relapse among patients with schizophrenia through a narrative review approach. Method: Literature searches were conducted in Google Scholar, PubMed, NCBI, ScienceDirect, and Elsevier between January and February 2024 using keywords related to medication adherence, schizophrenia, and relapse. Of the 85 identified articles, 8 studies met the inclusion criteria and were analyzed narratively. Results: The review findings consistently demonstrated that non-adherence to antipsychotic medication was associated with a significantly higher risk of relapse, rehospitalization, and poorer long-term prognosis. Additionally, considerable variability was observed in the definitions and assessment methods of adherence and relapse across studies. Conclusion: Medication adherence is a key determinant in relapse prevention among patients with schizophrenia and should be a primary focus of long-term clinical management. Keywords: Medication Adherence; Relapse; Schizophrenia.
EDUKASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PAGUYUBAN NELAYAN JARIT BERKANTONG BANDAR LAMPUNG Rizky Aleyda Dharmesti; Adelliu Julia Agatha; Ety Apriliana; Suryadi Islami
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3360

Abstract

Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada sektor perikanan merupakan aspek krusial yang sering kali terabaikan. Paguyuban Nelayan Jarit Berkantong di Bandar Lampung secara kontinu menghadapi risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Hal ini diperparah oleh kondisi lingkungan yang keras, cuaca ekstrem, serta minimnya literasi tentang K3 di kalangan pekerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan taktis para nelayan dalam menerapkan praktik kerja yang aman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama: persiapan sosial, pelaksanaan edukasi melalui pendekatan partisipatif dan demonstrasi langsung penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta tahapan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman nelayan mengenai risiko bahaya operasional di laut dan pentingnya perlindungan diri. Pendekatan komunikasi dua arah juga terbukti efektif dalam mendorong partisipasi aktif kelompok nelayan selama program berlangsung. Walaupun demikian, keterbatasan akses terhadap penyediaan APD dan kurangnya sumber daya masih menjadi tantangan utama di lapangan. Kesimpulannya, intervensi edukasi K3 terbukti mampu meningkatkan kesadaran pekerja pesisir, namun keberlanjutannya sangat membutuhkan sinergi dan kolaborasi strategis antara pemerintah, institusi terkait, dan masyarakat lokal.
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING DI PONDOK PESANTREN TAHFIZUL QUR'AN AL-QUDS KOTA BANDAR LAMPUNG Septia Eva Lusina Lusina; Suryadi Islami; Linda Septiani; Terza Aflika Happy
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3935

Abstract

Bullying atau perundungan merupakan salah satu masalah krusial dalam lingkungan Pendidikan berbasis asrama, termasuk pesantren. Bullying akan menimbulkan dampak yang sangat merugikan, tidak hanya bagi korban tetapi juga bagi pelakunya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfizul Qur'an Al-Quds Kota Bandar Lampung melalui penyuluhan dan diskusi. Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan dapat menambah pengetahuan terhadap bahaya perbuatan bullying dan mencegah agar tidak terjadi bullying di lingkungan Pondok Pesantren. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi dan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 santri. Materi edukasi yang diberikan mencakup tentang jenis-jenis dan dampak bullying. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Edukasi yang dilakukan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang dampak yang tidak diinginkan dari tindakan bullying.
Faktor Risiko dan Komplikasi Hipertensi Tidak Terkontrol di Indonesia: Literature Review Nabila Puspitasari; Ade Yonata; Suryadi Islami
Medula Vol 16 No 3 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i3.1822

Abstract

Uncontrolled hypertension is one of the major public health problems in Indonesia and contributes substantially to increased morbidity and mortality related to cardiovascular disease and target organ damage. This condition occurs when blood pressure remains above the recommended target despite the use of antihypertensive therapy. This article aims to review and analyze risk factors and complications associated with uncontrolled hypertension in the Indonesian population. The study applied a literature review design with article searches conducted through the Google Scholar and Garuda databases in accordance with the PRISMA 2020 guidelines. Following the selection process, twelve articles met the inclusion criteria and were analyzed descriptively. The review results indicate that the dominant risk factors for uncontrolled hypertension include older age, obesity, diabetes mellitus, dyslipidemia, employment status, low educational level, poor medication adherence, excessive salt intake, physical inactivity, smoking, and psychological stress. The most frequently reported complications were stroke, chronic kidney disease, heart failure, myocardial infarction, and hypertensive retinopathy. These findings demonstrate that uncontrolled hypertension in Indonesia remains a serious challenge that requires integrated control strategies through early detection, optimization of therapy, improvement of patient adherence, and strengthening of promotive and preventive interventions based on primary health care services and community involvement.
Article Review: Personal Hygiene sebagai Faktor Risiko Infeksi Protozoa Usus pada Anak Sekolah Luthfi Shiba Andana; Suryadi Islami; Betta Kurniawan; Jhons Fatriyadi Suwandi
Medula Vol 16 No 4 (2026): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v16i4.1809

Abstract

Intestinal protozoa infections remain a significant public health problem, particularly among school children in developing countries such as Indonesia. These infections contribute substantially to morbidity related to gastrointestinal disorders, including both acute and chronic diarrhea. Transmission of intestinal protozoa generally occurs through the fecal–oral route and is strongly influenced by personal hygiene practices in daily life. This article aims to determine the association between personal hygiene and the risk of intestinal protozoa infections among elementary school children through a literature review method. A literature search was conducted in the PubMed and Google Scholar databases using the keywords personal hygiene, intestinal protozoa infections, and school children, covering publications from 2011 to 2025. Relevant articles were selected and critically analyzed to identify the relationship between personal hygiene and the incidence of intestinal protozoa infections. The findings indicate that poor personal hygiene, particularly the habit of not washing hands with soap before meals and after defecation, inadequate nail hygiene, nail biting, and poor food and beverage hygiene, is significantly associated with an increased risk of intestinal protozoa infections. Several studies also reported a statistically significant higher risk of infection among children with poor personal hygiene compared to those with good hygiene practices. In conclusion, personal hygiene is a significant risk factor for intestinal protozoa infections.
Co-Authors Ade Yonata Adelia Farisa Adelliu Julia Agatha Adisti, Fransiska aflika, terza Afriyani Afriyani Afriyani, Afriyani Afriyani, Afriyani ani Ambarwati, Endah Andika S.D.R. Andrifianie, Femmy Arafah, Aisyah Putri arby tamaila Arianto, Nayla Nadhifa Asep Sukohar Betta Kurniawan Centya Cheirini Damayanti, Ervina Daudea Kirana Sari Dita Noviyanda Saerulloh Djamilu, Berneta Rendiana Dwi, Farah Ergidona Nurizqi Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ety Apriliana Ety Apriliana Ety Apriliana Evy Afriyani Farhana, Lubna Febriana, Triana Femmy Andrifianie Fitria Saftarina Habib, Farid Alif Hafizh, Ahmad Fauzan Hanna Mutiara, Hanna Haq, Rais Amaral Hardiansyah, Ridwan Hatimi, Fahmi Ilham Hening, Putik Titian Citra Idris, Mohamad Ihsanti Dwi Rahayu Indri Windarti Irma Nur Humaida Januaristy, Gracia Rescuefa Jhons Fatriyadi Suwandi Khairun Nisa Kirana, Shela Sandra Laksana, Bayu Lestari, Dharma Lina Linda Septiani Luhut Uji Arto Naenggolan Luthfi Shiba Andana M. Rifqi Efendi Magistra, Muhammad Akbar Marcellia, Selvi Mesa Sukmadani Rusdi Mighuel A.S.N. Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Nabila Puspitasari Nabylly Aghna Bachtiar Natasya Karren Zeta Nisa Karima Novita Carolia Nugraha, Dian Sastra Oktafany, Oktafany Pardilawati, Citra Yuliyanda Prasetyo, Muhammad Purwono Prayogi, Norbertus Marcell Putri Handayani Putri, Eka Meilinda Putri, Nandini Amerta Putri, Reny Arienta Qonita, Adzrok Rahmanda Putri, Venna Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Ratri Mauluti Larasati Rika Lisiswanti Rizki Hanriko Rizki Nisfi Ramdhini Rizky Aleyda Dharmesti Rosa, Emantis Rossa, Putri Emylia Rudiyanto, Waluyo Sabina, Diana Larisa Sari, Dewi Hambar Selvi Marcellia Septa, Tendry Septia Eva Lusina Lusina Septiani, Linda Sitanggang, Grety Thessalonica Sofyan Musyabiq Wijaya Sri Suciati Ningsih Suci Nurhaliza Suri, Nurma Susianti Susianti Syahrani, Fitri Aulia Syazili Mustofa Syiffatulhaya Syiffatulhaya Temun, Jedo Muchamad Tias Terza Aflika Happy Triavina Khairunisa Vanadis, Zifa Aisha Vestinaliyou, Nanda Vidini Caya, Tazkia Wardhana, Carbela Zahra Wijaya, Ardia Syifa Winda Winda Yustina Yustina