Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN MA’HAD AL-ZAYTUN DALAM PENDIDIKAN MENURUT PASAL 31 AYAT 1 UNDANG-UNDANG DASAR 1945 DAN FIQH SIYASAH Hadid, Umar; Rahim, Abdur; Rohmah, Siti Ngainnur
Journal of Islamic Studies Vol 2 No 3 (2024): Journal of Islamic Studies (November)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v2i3.087

Abstract

Pendidikan adalah Hak Asasi Manusia yang dijamin oleh Undang-Undang. Pada UUD 1945 pasal 31 ayat (1) yang berkaitan pendidikan menjelaskan jika tiap warga negara berhak memperoleh pendidikan. Peran satuan pendidikan sangat penting untuk negara ini, termasuk Ma’had Al-Zaytun. Tulisan ini memberikan pemahaman mengenai Peran Ma’had Al-Zaytun Dalam Pendidikan Menurut Pasal 31 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 dan Peran Ma’had Al-Zaytun Dalam Pendidikan Menurut Fiqih Siyasah. Penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu Pasal 31 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945, buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi: Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara, Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, serta Masailul Fiqhiyah Al-Haditsah Tentang Fiqih Siyasah. Sumber data sekunder yaitu, buku, jurnal, dokumen, peraturan perundangan, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan Peran Ma’had Al-Zaytun dalam pendidikan menurut pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 adalah: Pembangunan Keterampilan, Peningkatan Kesempatan Kerja, Peningkatan Kesadaran dan Toleransi, peran Ma’had Al-Zaytun dalam pendidikan menurut fiqih siyasah, yaitu  senada dengan tujuan agama, meliputi jiwa (al-nafs), akal (al-aql), kehormatan (al-‘irdh), harta benda (al-mal), dan agama (al-din).
TINJAUAN FIQIH JINAYAH DAN PUTUSAN HAKIM NOMOR 17/Pid.Sus/2021/PN Mjl TENTANG PROSTITUSI ONLINE MELALUI APLIKASI MICHAT Jannah, Miyatu Al; Rohmah, Siti Ngainnur; Rahim, Abdur
Journal of Islamic Studies Vol 2 No 3 (2024): Journal of Islamic Studies (November)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v2i3.089

Abstract

Di era covid-19 aplikasi MiChat menjadi media sosial paling laris dalam penyedia prostitusi online. Berlatar belakang tindak prostitusi online melalui aplikasi MiChat, pengadilan dalam putusan hakim nomor 17/Pid.Sus/2021/Pn Mjl menjatuhkan sanksi terhadap terdakwa berdasarkan Pasal 296 KUHP dan bagaimana prostitusi online melalui aplikasi MiChat ditinjau dalam perspektif Fiqih Jinayah. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui dan meninjau sanksi pidana yang diterima terdakwa dalam putusan hakim pengadilan negeri nomor 17/Pid.Sus/2021/PN Mjl serta untuk mengetahui tentang prostitusi online melalui aplikasi MiChat apabila ditinjau dalam perspektif fiqh jinayah. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah library research atau studi kepustakaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, sanksi pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa oleh majelis hakim dalam putusan nomor 17/Pid.Sus/2021/PN Mjl belum seimbang antara perbuatan yang dilanggar oleh terdakwa dengan sanksi yang diterima. Sebab majelis hakim tidak menimbang bahwa prostitusi online yang dilakukan terdakwa juga melibatkan penggunaan aplikasi MiChat sebagai ladang pencariannya dalam menemukan konsumen serta sebagai media penyebaran foto/gambar para PSK guna menarik orang lain untuk menggunakan jasanya sebagai mucikari yang menjadi unsur-unsur dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
TINJAUAN TENTANG SYARAT CALON PRESIDEN PELAJAR PERIODE 2024 BERDASARKAN SIYASAH IDARIYAH DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 2017 DI MA’HAD AL-ZAYTUN Muhamad, Fiqri Rizaldi; Rohmah, Siti Ngainnur; Rahim, Abdur
Journal of Islamic Studies Vol 2 No 3 (2024): Journal of Islamic Studies (November)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/jis/v2i3.090

Abstract

Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun maka perlu diadakan penelitian di Yayasan Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun Indramayu. Berdasarkan hal-hal tersebut maka penulis akan membahas tentang “Tinjauan Tentang Syarat Calon Presiden Pelajar Periode 2024 Berdasarkan Siyasah Idariyah dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Di Ma’had Al-Zaytun”. Karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tinjauan Tentang Syarat Calon Presiden Pelajar di Ma’had Al-Zaytun berdasarkan Siyasah Idariyah dan untuk mengetahui Tinjauan Tentang Syarat Calon Presiden Pelajar 2024 di Ma’had Al-Zaytun Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan obesrvasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Tinjauan syarat presiden pelajar menurut Siyasah Idariyah menekankan pada pentingnya keadilan, amanah, kompetensi, dan akhlak yang baik dalam kepemimpinan. Kriteria seperti integritas, kemampuan kepemimpinan, kesehatan fisik dan mental, serta visi dan misi yang jelas sangat penting untuk memastikan bahwa presiden pelajar yang terpilih mampu menjalankan tugas dengan baik, adil, dan bertanggung jawab.
TINJAUAN TENTANG BELA NEGARA DI MA'HAD AL-ZAYTUN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 2002 DAN SIYASAH SYAR’IYYAH Yuliadi, Yuliadi; Rahim, Abdur; Ngainnur, Siti
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 2 (2025): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v11i2.11710

Abstract

Ma’had Al-Zaytun sebagai salah satu lembaga pendidikan berbasis Islam terintegrasi di Indonesia memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kepada para santri. Selain mendidik generasi muda dalam aspek keagamaan, Ma’had Al-Zaytun juga berkomitmen membentuk karakter santri yang mencintai tanah air, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tinjauan Tentang Bela Negara di Ma'had Al-Zaytun Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 dan Siyasah Syar’iyyah. Penulis menggunakan penelitian pustaka dengan pendekatan penelitian hukum yang dilakukan secara yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah Sumber data primer yaitu Undang-undang Nomor 3 tahun 2002, Buku Politik Islam penjelasan Siyasah Syar’iyyah Karya Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dan buku Al-Zaytun sumber Inspirasi Karya Drs. Ch. Robin Simanullang dan sumber data sekunder yaitu, buku, jurnal, dokumen, peraturan perundangan, dan sebagainya. Hasil penelitian menunjukan Tinjauan Tentang Bela Negara di Ma'had Al-Zaytun Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 dan Siyasah Syar’iyyah. 1) Di Ma’had Al-Zaytun, Dilihat melalui pendidikan, para pelajar diajarkan untuk menghormati perbedaan, mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan konflik, dan berpartisipasi aktif dalam menjaga ketertiban sosial. 2) Di Ma’had Al-Zaytun, Di Ma’had Al-Zaytun, mahasiswa dilibatkan dalam berbagai program yang mendukung pengembangan kualitas hidup masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, sosial, maupun ekonomi. Sebagai contoh, mereka terlibat dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mendukung keberlanjutan pendidikan
MENGEMBANGKAN EKONOMI KREATIF UNTUK MASYARAKAT YANG SEHAT, CERDAS, DAN MANUSIAWI DI DESA SIDADADI, HAURGEULIS, INDRAMAYU Rahim, Abdur; Arrasyid, Rakhmatan Lil Alamin; Najibullah, Nabilla Al-Zahira; Sudarman, Sudarman; Mariah, Siti; Abdillah, Muhammad Mukhlis; Riyanto, Riyanto; Kadarusman, Adang; Zulfikar, Nouval Annan
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1684

Abstract

The creative economy is a concept that is increasingly relevant in this modern era, where creativity and innovation are the main keys in creating added value. The development of the creative economy in Sidadadi will not only create jobs, but can also build a healthy, intelligent and humane society. The aim of this Community Service (PkM) activity is to develop a creative economy for healthy, intelligent and humane communities in Sidadadi village, Haurgeulis, Indramayu. The results of this Community Service (PkM) activity show that the creative economy can be the main pillar in improving people's quality of life. The development of the creative economy in rural areas can increase the competitiveness and economic independence of the community. Apart from that, by utilizing digital technology, the people of Sidadadi Village can reach a wider market, not only at the local level but also nationally and internationally.
PENANAMAN NILAI-NILAI PLURALISME DALAM MITIGASI BENCANA SOSIAL DI DESA SIDADADI, HAURGEULIS, INDRAMAYU Rahim, Abdur; Mahmudah, Sofia Maqom Al; Riyadi, Sugeng; Nisrina, Risa; Sugino, Sugino; Isu, Mutimah Nursabilah; Sabillah, Miftah; Akmal, Najmuddin; khoirunnisa, Siti; Otistaviany, Heluny
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1685

Abstract

Diversity in Indonesia can be seen from the many ethnic groups that exist, while social disasters are a very complex phenomenon and have a broad impact on society. Social disaster mitigation is very important to create community resilience. The aim of this Community Service is to instill pluralism values ​​that are relevant to be applied in the context of social disaster mitigation in Sidadadi Village. The results of this Community Service activity show that instilling pluralist values ​​in Sidadadi Village is very important in efforts to mitigate social disasters. In diverse social contexts, the values ​​of pluralism function as a bridge to create harmony between citizens. Data from the Central Statistics Agency shows that Sidadadi Village has significant religious and cultural diversity, with the majority of the population being Muslim. This creates challenges as well as opportunities in handling social disasters. Community Service also found that communities that are more pluralist tend to be more resilient to social disasters, because they have stronger social networks and support each other in crisis situations.
PENGUATAN DEMOKRASI DAN PARTISIPASI WARGA NEGARA DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI KREATIF DI DESA SEKITAR MA’HAD AL-ZAYTUN, INDRAMAYU Rahim, Abdur; Setiawan, Rizal Ahmaludin; Marjuki, Ali; Wasikin, Wasikin; Jumanta, Toto; Hizbullah, Diva; Gumilang, Ibnu Fajar; Ikhwanudin, Muhammad; Nursabilah Isu, Mutimah; Fatma, Azwar Ayu; Fitri, Anisa; Putri, Amelia Fajri
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1746

Abstract

Village development is an integral part of national development aimed at improving community welfare equitably. Democracy in the context of village development is a crucial aspect, considering that citizen participation in decision-making processes can drive more inclusive and needs-oriented policies. The creative economy is an economic sector based on creativity, innovation, and the utilization of culture as its primary resource. The villages surrounding Ma’had Al-Zaytun have various creative economic potentials, such as handicrafts, regional culinary specialties, and traditional performing arts. The goal of this Community Service activity is to strengthen democracy and citizen participation in developing the creative economy in the villages around Ma’had Al-Zaytun, Indramayu. Results of the Community Service Program is the implemented program has had a positive impact on strengthening democracy and developing the creative economy in the villages around Ma’had Al-Zaytun, Indramayu. In terms of democracy, there has been a significant increase in the level of citizen participation in village decision-making processes. Training and mentoring programs have successfully raised awareness among residents about the importance of their involvement in village deliberations and other development activities. Before the program was implemented, the level of citizen participation in village forums was only around 30%, but it increased to 65% after the intervention. Regarding the creative economy, the number of creativity-based businesses has increased by 40% over the past two years. Various creative economy sectors, such as handicrafts, regional culinary specialties, and performing arts, have experienced rapid growth thanks to training in product innovation and marketing strategies. Additionally, collaboration between residents, village governments, academics, and the private sector has strengthened the creative economy ecosystem in the villages. The benefits gained by village residents from this program include increased political and economic literacy, the growth of new business opportunities, and expanded market access through digital platforms and local product exhibitions. Thus, this program not only enhances the economic well-being of residents but also reinforces the sustainability of village development in a participatory and inclusive manner.
SOSIALISASI ASAS-ASAS UMUM PEMERINTAHAN YANG BAIK (AUPB) BAGI PERANGKAT PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA BALERAJA, GANTAR, INDRAMAYU Rahim, Abdur; Darussalam, Muhammad Illyas; Suparmin, Suparmin; Fitria, Dina; zafira, Rufaidah; Antasya, Faridah; Nugroho, Agung; Nahdah, Athaya Nisrina; Suhady, Suhady; Khalida, Rizqiana; Ridho, Fakhru; Abdillah, Muhammad Mukhlis
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1747

Abstract

Good governance is the fundamental foundation for establishing effective management, particularly at the village level. The General Principles of Good Governance (AUPB) serve as essential guidelines that must be implemented in government administration to ensure transparent, accountable, and responsive public services. However, challenges remain in the implementation of AUPB by village officials due to a lack of understanding and limited resources. This community service initiative aims to socialize AUPB among village officials at the Baleraja Village Office, Gantar, Indramayu. The methods employed include seminars, interactive discussions, AUPB-based public service simulations, and evaluations through pre-tests and post-tests. The results of this initiative indicate an improvement in village officials’ understanding of AUPB, as well as heightened awareness of the importance of transparency and accountability in public services. With the optimal implementation of AUPB, the quality of public services in villages is expected to improve, thereby strengthening public trust in village governance.
SOSIALISASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM MENCEGAH POLITIK IDENTITAS DAN POLARISASI SOSIAL DI DESA CIPANCUH, GANTAR, INDRAMAYU Rahim, Abdur; Munawar, Kholil Al; Riyadi, Sugeng; Hamdan, Hamdan; Shofi, Ahmad; Sohardono, Herry; Salam, Shoffan Abdus; Carkid, Carkid; Lestari, Fitha Dieni Puja; Dewanti, Tri Mustika; Rijal, Ahlan Khoir Syah; Fathoni, Ali
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1748

Abstract

Identity politics and social polarization are growing challenges in Indonesian society, including at the village level. These phenomena can lead to social fragmentation and hinder community development. This Community Service Program (PkM) aims to socialize Islamic values as a solution to prevent identity politics and social polarization in Cipancuh Village, Gantar District, Indramayu. The method used in this activity is a participatory approach with a community-based counseling model through lectures, group discussions, and educational media. The results indicate an increased understanding among community members regarding the dangers of identity politics and the importance of unity in Islam. Participants have also begun adopting the values of brotherhood (ukhuwah), justice, and tolerance in their social lives. This activity recommends follow-up programs involving village governments, educational institutions, and religious leaders to strengthen religious moderation and build a harmonious and inclusive society.
Peningkatan Keterampilan Komunikasi dan Tanggung Jawab Lingkungan melalui Pelatihan MC dan Lomba Recycle Ardiansyah, Bagas Raka; Salman, Salwa Nabila; Dewi, Amanda Kusuma; Cahyarani, Elvina; Novita, Vivi Tria; Rahim, Abdur; Riduansyah, Muhammad Iqbal; Arimbi, Vina; Rafi Aji, Prihandoko Rizqi; Hasdifa, Abu Rizal; Sutoyo, Sutoyo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.81.1359

Abstract

Community Service (PKM) in Padukuhan Kangkung B, Ngeposari Village, Semanu Subdistrict, Gunungkidul Regency, aims to empower the community through communication skills training and waste management initiatives. Several underlying community issues in Padukuhan Kangkung B highlight the need for this PKM program. These issues include a lack of effective communication skills among residents, which hinders social interaction and collaboration within the community. Additionally, inadequate waste management has led to environmental problems such as pollution and waste accumulation, negatively affecting public health. The objective of this program is to provide mentoring and training in communication skills for children and teenagers, as well as guidance on innovative and creative waste management strategies to motivate community members. The method employed in this program involves stages of socialization, mentoring, and evaluation. The target groups are children and teenagers for the communication skills program, and mothers from each neighborhood unit (RT) for the waste management innovation activities. Program success is evaluated through competitions. The outcomes of the program include Master of Ceremony (MC) training for children, which successfully increased their self-confidence and public speaking abilities, and a recycling competition that fostered creativity and raised community awareness of the importance of recycling. The activities were carried out over one month, from January 30 to February 28, 2025, using various methods including observation, socialization, and hands-on practice. The evaluation results show a positive impact on participants, as evidenced by 11 children joining the MC training and 8 of them successfully applying public speaking skills, along with 6 creative recycled products. Despite challenges in time management and group coordination, this initiative is expected to lay the foundation for future development and encourage active community participation in environmental preservation and quality of life improvement
Co-Authors Abdillah, Muhammad Mukhlis Ahmad Asrof Fitri Ahmad Rifai Akmal, Najmuddin Al Salma, Ariny Nur Al-Barbasy, Ma'mun Murod Alfad, Jihaddul Ali Fathoni Alimatul Zahro, Nur Almadani, Husna Aulia Amalia, Iqlimah ANDRIANSYAH Antasya, Faridah Ardiansyah, Bagas Raka Ari Eswin, Kembang Arimbi, Vina Arrasyid, Rakhmatan Lil Alamin Awaluddin, Bagus Tegar Azhari Aziz Samudra Baldannudin, Muhammad Idrus Basaip, Umar Cahyarani, Elvina Carkid, Carkid Darussalam, Badar Darussalam, Muhammad Illyas Daryino, Daryino Dewanti, Tri Mustika Dewi, Amanda Kusuma Difa, Maulana Dzidan Al Dina Fitria, Dina Fadhillah, Rafif Ahmad Fajrin, Jihan Aulia Fatma, Azwar Ayu Fauzi, Ahamd Fauziah, Hanif Jihan Ferdiyana, Ferdiyana Fikri, Muhamad Mufid Al Fitri, Anisa Fuadzi, Farid Anwar Gumilang, Ibnu Fajar Hadid, Umar Hafifah, Luthfi Hamdan Hamdan Haq, Dipa Dinul Haritsah, Azra Al Haritsah, Haritsah Hartono Hartono Hasbiyulloh, Irvan Hasdifa, Abu Rizal Hayati, Junainah Henri Peranginangin Hermansyah, Andi Hermansyah, Andy Herry Novrianda Hizbullah, Diva Ikhwanudin, Muhammad Islami, Bilat Nur Isnawati Isnawati Isu, Mutimah Nursabilah Jannah, Indah Ismaul Jannah, Miyatu Al Jaziroh, Wardah Jumanta, Toto Juwita, Almi Maliana Kadarusman, Adang Khalida, Rizqiana L. Lisnawati Lestari, Fitha Dieni Puja M. Soleh Madani, Dika Mahmudah, Sofia Maqom Al Marjuki, Ali Maulia, Shepti MUFIDAH Muhamad, Fiqri Rizaldi Muksin, Zainal Munawar, Kholil Al Nahdah, Athaya Nisrina Najibullah, Nabilla Al-Zahira Nazhif, Naufal Nerman, Nerman Ngainnur Rohmah, Siti Ngainnur, Siti Ni Putu Nita Wijayanti Nisrina, Risa Novita, Vivi Tria Nugroho, Agung Nur, Hafiz An Nurfaiza, Atika Nursabila Isu, Mutimah Nursabilah Isu, Mutimah Otistaviany, Heluny Padilah, Fatur Pujiah, Syifa Putra, Rusnardi Rahmat Putri, Amelia Fajri Rafi Aji, Prihandoko Rizqi Ramadhan, Dieni Ramadhan, Farhan Arif Ramadhani, Ahmad Mulki Ridho, Fakhru Riduansyah, Muhammad Iqbal Rijal, Ahlan Khoir Syah Risman, Haeru Riyanto Riyanto Rohmah, Siti Ngainnur Rusyadi, Rusyadi Sabillah, Miftah Sajali, Munawir Sakinah, Nabila Salam, Shoffan Abdus Salman, Salwa Nabila Salsabila, Fatikha SATISPI, EVI Selvira, Rizka Setiawan, Rizal Ahmaludin Shar, Aan Shofi, Ahmad Siarnagama, Lega Siti Khoirunnisa, Siti Siti Mariah, Siti Slamet . Sofyan Hadi Sohardono, Herry Sohibah, Sohibah Soleha, Anisatul Sudarman Sudarman Sugeng Riyadi Sugino Sugino Suhady, Suhady Suharto, Rudi Wahyu Sulistyani, Anjar Suparmin Suparmin Supriyono Supriyono Suryana, Nanang Sutoyo Sutoyo Suwarno Suwarno Syadid, Ahmad Qaulan Syain, Moch. Taufiqurrohman Udin, Udin Ulhaq, Dhiya Warsudi, Warsudi Warto - Wasikin, Wasikin Widiastuti, Nining Wulansari, Tri Utami Yayan Sopyan Yuliadi Yuliadi zafira, Rufaidah Zahirah, Fairuz Zahwa Al Alif, Muamar Zianilah, Difani Zulfikar, Nouval Annan