p-Index From 2021 - 2026
7.583
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUKUM Paradigma : Journal of Science, Religion and Culture Studies Journal of Education and Learning (EduLearn) Jurnal KALAM KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Wardah Jurnal Tamaddun Medina-Te : Jurnal Studi Islam Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam ALQALAM Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin Aqlania Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan JURNAL EDUCAZIONE : Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan konseling TAJDID Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya MUAMALATUNA Nabla Dewantara : Jurnal Pendidikan Matematika Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an,Tafsirdan Pemikiran Islam Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Bashirah Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Journal of Innovative and Creativity Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Journal of Knowledge and Collaboration Journal of Ekonomics, Finance, and Management Studies TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Al-Fath

Islam : Tradisi, Ritual dan Masyarakat Sholahuddin . Al Ayubi
Al-Fath Vol 2 No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i2.3291

Abstract

Islam, yang lahir pada abad ke VII di Arabia, tak diragukan lagi merupakan salah satu dari reformusi aguma yag paling radikal yang pernah munciil di kawasan Tiniur, dan kitcib suci al-quran yang merupakan kitab autentik yang paling awal dari peristiwa besar ini, yang mampu menjelaskan istilah-istilah kongkret dengan gamblangnya bagaimana dalam dalam priode penting tersebut ternjadi konflik yang banyak tneniimpahkan darah antara norma-iiorma suku yang saat itu dihormati dengan pandangan hidup baru tersebut. Arabia pada masa tersebut merupakan masa penyembahan terhadap berhala-berhala pra Islam hingga datangnya Islam, adalah masa yang paling penting bagi siapapun yang mempunyai kepentingan dengan masalah-masalah pemikiran etik, karena memberikan materi suatu kasus baik sekalf’ untuk mempelajari munculnya peraturan moral, yang mungkin kontradfktif bagi tradisi kehidupan bangsa Arabia pada masa itu. Melalui tulisan ini, penulis berusaha membahas islam, dan pencitraan.
Manhaj Imam At-Tirmidzi dalam Sunannya Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 1 No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v1i1.3266

Abstract

Signifikasi hadits sebagai sumber otoritatif kedua setelahalquran, menempati posisi sentral dalam kajian agama. FigurMuhammad tidak bisa dibantahkan lagi untuk menjadikan legitimasimelalui wahyu.Perunutan kembali peninggalan pesan-pesan nabi dilakukansemenjak sahabat hingga banyak ulama dalam kalangan muhaditsisin.Penulisan-penulisan (pentadwinan hadits nabi) tidak semudah yangkita lakukan. Salah satu ulama hadits, Al Tirmidzi adalah seorangpakar hadits dan konsisten, dengan pandangannya, apalagi denganmetode penjelasan hada hadits hasan, sohih, dan seterusnya merupakanmetode yang pertama bagi ilmuwan hadits pengungkapan pernyataandalam haditsnya. Sehinggaterlihat jelas kualitas hadits.
Metodologi Tafsir Al-Qur’an Kontemporer Sholahuddin Al Ayubi; Afandi Kurniawan
Al-Fath Vol 13 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v13i2.2900

Abstract

Kajian Arkoun terhadap al-Fatihah ini disebabkan oleh; pertama, dalam penyusunan mushaf Utmani surat al-Fatihah diletakkan pada awal mushaf. Kedua, pembacaan secara liturgis, pengulangan terhadap teks suci al-Fatihah ini, berarti mewujudkan kembali ketika peresmian ketika Rasullullah mengucapkan untuk pertama kalinya. Adapun Metodologi yang digunakan Arkoun dalam menafsirkan surat al-Fatihah yaitu ; (1) linguistik-Semiotika. (2) Historis-antropologis. Sedangkan inti dari penafsiran Arkoun terhadap surat al-Fatihah adalah; Al-Hamdu Li al-lâhi Rabb Al-‘Alamīn; mengacu pada ilmu-ilmu dasar ontologis dan metodologis dari pengetahuan (‘ilm al-ushŭl) Maliki Yaumi Al-Dīn; eskatalogi. Iyyâka Na’budu Wa Iyyâka Nasta’īn; peribadatan. Ihdi Nâ Al-sirât Al-Mustaqīm; etika. Al-Ladzīna An’amta ‘Alaihim; ilmu kenabian. Ghairi Al-Maghdŭbi ‘Alaihim Wala Al-dâllīn; sejarah spiritual kemanusiaan, tema-tema simbolis orang-orang yang buruk *‚kejahatan‛+ yang diuraikan dalam kisah-kisah orang terdahulu.
Manhaj Penulisan Kitab Al-Muwatta' Karya Imam Malik Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 3 No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i1.3294

Abstract

al-Muwatta’ bukanlah sekedar nama, manhaj dari berbagai deretan karya yang dapat dilihat secara indikatornya, akan tetapi al-muwatta’memberikan satu simbol yang besar masa penulisan karya hadits, yang pernah dilakukan dan cukup populer di abad ke 2, setelah melalui periode-periode yang sederhana di abad pertma atau pada masa Rasullah dan para sahabatnya, Dalam tulisan ini, penulis mengungkapkan isi kitab dan tema-tema dalam kitabnya.
Perspektif Al-Qur’an tentang Etika Toleransi dalam Pluralitas Agama Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 6 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v6i1.3212

Abstract

Pluralitas tidak dapat dipahami dengan ke-majemukan, beraneka ragam suku, ras dan agama saja, yang justru akan menggambarkan kesan framen-tasi, yang juga tidak bisa digambarkan dengan “kebaikan negatif” (negative good), yang hanya dilihat dari unsur kegunaanya saja dengan tujuan menying-kirkan fana-tisme. Namun pluralitas harus dipahami sebagai term kebinekaan yang penuh peradaban (genuine engagement of deversities within the bonds of civilitty).
Ummah dan Masyarakat Madani dalam al-Qur’an Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 6 No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v6i2.3222

Abstract

Saat ini dunia dan kususunya Indonesia sedang dilanda kerisis jati diri, banyak persoalan tentang masyarakat yang menimbulkan perpecahan, kerusuhan, dan bahkan terjadi makan korban anak manusia, konsekwensi ini sebagai realitas sosial yang dialami manusia. Padahal teks agama sudah termaktub bahwa umat manusia adalh satu, dan oleh karenanya agama merupakan alat pemersatu dari keragaman masyrakat plural, namun sisi lain agama pun menjadi alat konflik yang jitu ketika para pemeluk agama saling mengklaim bahwa agamanya yang paling benar. Pesan agama terhadap masyarakat merupakan pesan moral (amar ma’ruf nahi munkar) sehingga masyarakat tidak memiliki tindakan konflik. Dalam tulisan ini penulis berusaha mengkaji ulang tentang ummat dan masyarakat madani, serta di dalmnya membahas tentang persatuan, sejarah, dan bahasa bagi umat manusia.
METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN KONTEMPORER: Sholahuddin Al-Ayubi; Afandi Kurniawan
Al-Fath Vol 7 No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v7i2.3131

Abstract

Kajian Arkoun terhadap al-Fatihah ini disebabkan oleh; pertama, dalam penyusunan mushaf Utmani surat al-Fatihahdiletakkan pada awal mushaf. Kedua, pembacaan secara liturgis, pengulangan terhadap teks suci al-Fatihah ini, berarti mewujudkan kembali ketika peresmian ketika Rasullullah mengucapkan untuk pertama kalinya. Adapun Metodologi yang digunakan Arkoun dalam menafsirkan surat al-Fatihah yaitu; (1) linguistik-Semiotika. (2) Historis-antropologis. Sedangkan inti dari penafsiran Arkoun terhadap surat al-Fatihah adalah; Al-Hamdu Li al-lâhi Rabb Al-‘Alamīn; mengacu pada ilmu-ilmu dasar ontologis dan metodologis dari pengetahuan (‘ilm alushŭl) Maliki Yaumi Al-Dīn; eskatalogi. Iyyâka Na’budu Wa Iyyâka Nasta’īn; peribadatan. Ihdi Nâ Al-sirât Al-Mustaqīm; etika. Al-Ladzīna An’amta ‘Alaihim; ilmu kenabian. Ghairi Al-Maghdŭbi ‘Alaihim Wala Al-dâllīn; sejarah spiritual kemanusiaan, tema-tema simbolis orang-orang yang buruk [“kejahatan”] yang diuraikan dalam kisah-kisah orang terdahulu.
KEHUJAHAN HADIS AHAD DALAM MASALAH AQIDAH Sholahuddin Al-Ayubi; Khozin Khozin
Al-Fath Vol 8 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v8i1.3057

Abstract

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa dalam kitab Al-Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil 'Aqaidu wal Ahkami karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, mewajibkan berhujjah dalam perkara aqidah dengan menggunakan hadits ahad. Sehingga hal tersebut merupakan suatu perkara yang wajib dan harus diamalkan. Bahkan al-Qur’an dan Hadits pun telah memberi kedudukan yang sangat begitu penting terhadap sunnah yang dibawa oleh rasul. Sehingga para ulamapun sepakat mengenai wajibnya mengambil hadits ahad sebagai hujjah dalam aqidah. Sehingga apabila orang yang benar-benar tidak ingin menerima hadits ahad sebagai hujjah dalam aqidah, ini sudah menyalahi apa yang Allah tetapkan melalui rasul-Nya dan bisa melumpuhkan kedudukan sunnah sebagai sumber hukum yang kedua setelah al-Qur’an.
Bentuk Penyampain Pesan Dakwah dalam Media Massa di Banten Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3264

Abstract

Perkembangan media massa pada orde baru, kebebasan pers dikekang oleh pemerintahan Soeharto, media pers pada zaman ini merupakan ancaman keberlangsungan pemerintahnnya. baru pada zamanreformasi kebebasan pers mendapat peluang yang besar, kebebasan persbagaikan pilar keempat dalam demokratisasi masyarakat Indonesia.Untuk itu perkembangan media massa di Banten cukup signifikansetelah lengsernya Soeharto, apalagi dihilangkannya SIUPP bagi mediapers merupakan angin segar, bagi siapa saja dapat mengelola media massa.Media massa di Banten pada kurun waktu 2000-2007, terdapat 31 mediacetak, baik berformat surat kabar, tabloid, dan majalah. Namun ragammedia ini bersifat umum, artinya info-info apa saja dapat diinformasikankepada khalayak, baik dari ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, danaktivitas dakwah.Dalam tulsian ini, akan membahas bagaimana media massa (cetak)di Banten dalam rangka menyebarkan dakwah Islam, hal ini media cetak diBanten memiliki rubrik tersendiri dan beragam materi yang disajikan.
ETIKA KOMUNIKASI DI ERA DIGITAL : (TINJAUAN HADITS TENTANG ADAB BERBICARA) Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad; Sholahuddin Al Ayubi
Al-Fath Vol 18 No 2 (2024): Desember
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v18i2.11359

Abstract

This study examines communication ethics in the digital era from the perspective of Islamic teachings, focusing on the influence of digital communication on language values ​​and morals. Using qualitative methods with literature studies, this study analyzes hadiths related to social ethics, as narrated by Abu Daud, to emphasize the importance of maintaining speech and behavior in interactions. The phenomenon of the crisis in understanding ethics in the use of language on social media shows that people's understanding of ethics and linguistic values ​​is still low. The findings show that good communication ethics are needed to prevent negative practices such as cyberbullying, hoaxes, and hate speech, as well as to build a more ethical online environment. In addition, the hadith that reminds us of the dangers of uttering sentences without careful thought emphasizes the need for caution in conveying information. Therefore, this study provides recommendations to improve the understanding of communication ethics among social media users, in order to create more constructive and meaningful interactions in communication.
Co-Authors Aceng Murtado Ade Fakih Kurniawan Ade Kosasi Afandi Kurniawan Ahmad Zaini Ainur Selvia Ajustina, Fransiska Al Naquib, Khaira Nazla Alfariz, Ardan Ali Muhdi Alim Faz, Ahmad Andi Rosa Angga Permana Aprilia Musawamah Ari Septianingtyas Purwandhini Arif Rahman Azis Arifin Azis Arifin Barkah, Barkah Dadang Maskur Deni Wahyudi Dwi Pangestu, Angger Endad Musaddad Endang Saeful Anwar Entol Zaenal Muttaqin EVA SYARIFAH WARDAH Fadhillah, Fauzan Fahd Faidza, Haura Nadine Nayla Farih, Awan Farindra Eka Putra Fateha, Tazkia Nur Fathul Mu'in Faz, Ahmad Alim Firdaos, Rizal Firdaus, Khodijah Fitriyani, Dina H.S. Suhaedi Haromain, Imam Hidayat, Angga Pusaka Ida Mursidah Iffan Ahmad Ghufron Iffan Ahmad Gufron Ilzamudin Ingga Iltizamah, Ainun Irawati, Tri Novita Irhamsyah Putra Irma Suryaningsih Isna Tsania El-Habsa Jannah, Raudotul Jiddan, Adam Mustaqim Kamilah, Siti Waspiatul Khaira Nazla Naquib Khalishah, Putri Khoirul Huda Kholilullah Kholilullah Khozin Khozin Koyimah, Koyimah Kriswanto Kriswanto, Kriswanto Makhzumi Marjuki, Akhmad Masykur Masykur Mohamad Hudaeri Mohamad Shofin Sugito Muhamad Arsudin Muhammad Alif Muhammad Alif Muhammad Astra Muhammad Atsiil Al Ahnaf Muhammad Masruri, Muhammad Muhammad Raihan Syahid Muhammad Rif'at Farid Jamali Muhammad Syauqi Arinalhaq Muhdi Ali Muhlisin, Helmi Mujib MT, A. Mumtaz Muizza, Muhammad Ahmad Mus’idul Millah Nabila, Putri Hudani Naysa Buri Nazib, Azlan Nengsih, Jun Nita Anggraeni Nouval Syamsu Nur Amaliyah Nurcholish Fairuzabady Nurizal Ismail Permatasari, Murnia Andini Qithrotun Nida Aulia Qithrotun Nida Aulia Ridwan, Latip Rizky Aula Rizqiyatil Izza, Ita Ela Rohmatallah, Syahru Royani, Ahmad Salam, Dikriyah Salim Rosyadi Saputra, Muhamad Rama Saputra, Yogi Damai Sa’ad, Suadi Siti Nurlaila, Siti Soimah, Jahrotu Suadi Sa’ad Supe’i Supriyadi, Yayat Syarifudin, Encep Tamimi Setia Alam Taufik, Edi Rahmat Ursa Agnia Uswatun Hasanah Waesul Kurni Zahra, Siska Adelia Zohriah, Anis