Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan Pengolahan Maggot BSF Kering dan Pengemasan Pada Kelompok Pengelola Sampah Organik Sinergi (KOPASOS) Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Dan Pakan di Masyarakat Fatimah, Fatimah; Dwi Sandri; Utomo, Hendrik Setyo; Fajri, Fadhli; Noor, Ibrahim; Tedi, Ahmat; Lutfiah, Puan Gusti Halida; Hutajulu, Enjelina Tasia Boru
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.780

Abstract

Sampah organik, khususnya sisa makanan, masih menjadi permasalahan utama di berbagai daerah termasuk Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Volume sampah yang tinggi berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Salah satu solusi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk mengubah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti maggot kering. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok pengelola sampah organik sinergi (KOPASOS) melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, dan pelabelan produk maggot kering sehingga dapat mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha. Metode kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu: (1) identifikasi kebutuhan mitra melalui survei dan FGD, (2) sosialisasi program dan peluang bisnis maggot, (3) pelatihan teknis pembuatan maggot kering dengan teknik sangrai serta pengemasan dan pelabelan produk, dan (4) monitoring serta evaluasi melalui observasi lapangan dan wawancara. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh bulan yaitu dari bulan Juni sampai Desember 2025. Hasil kegiatan menunjukkan Peserta pelatihan yang terlibat selama kegiatan berasal KOPASOS dan undangan dari masyarakat lainnya sebanyak 15 orang. Peserta mampu menghasilkan maggot kering dengan kadar protein kasar mencapai 47,06%, mengemas produk secara higienis, serta memahami aspek pemasaran. Hasil observasi dan wawancara secara langsung juga memperlihatkan adanya kemandirian awal dalam memproduksi dan memasarkan meskipun masih terdapat keterbatasan sarana seperti peralatan pengering dan pelabelan. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait pengolahan dan pengemasan maggot kering, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui dukungan teknologi pengeringan yang efisien dan pemanfaatan pemasaran digital.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Organik Berbasis Feses Kambing dan Tandan Kosong Sawit Jesi Yardani; Febrina, Bunga Putri; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; agasi, satri yusasra; Ulimaz, Almira
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.379

Abstract

Pemanfaatan feses kambing dan tandan kosong sawit (TKKS) sebagai bahan kompos berpotensi meningkatkan ketersediaan pupuk organik, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya keterampilan teknis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok tani Desa Karang Jawa melalui pelatihan pembuatan kompos organik berbasis feses kambing dan TKKS. Kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi proses fermentasi menggunakan bioaktivator, serta pendampingan aplikasi kompos di lahan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan, di mana peserta dengan kategori nilai tinggi meningkat dari 12% sebelum pelatihan menjadi 60% setelah pelatihan. Peserta juga mampu menghasilkan kompos dengan warna, tekstur, bau, dan pH yang sesuai standar kompos matang. Program ini menghasilkan kompos yang siap digunakan untuk budidaya tanaman dan mendorong keberlanjutan melalui inisiatif peserta untuk melanjutkan produksi kompos secara mandiri.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PERKEMBANGAN PENELITIAN FEED ADDITIVE PADA TERNAK UNGGAS TAHUN 2014–2024 MENGGUNAKAN VOSVIEWER Fadhli Fajri; Satri Yusasra Agasi; Baluh Medyabrata Atmaja; Fajri Maulana
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v5i1.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan publikasi, sumber penerbitan, dampak sitasi, dan struktur tema penelitian feed additive pada ternak unggas selama 2014–2024. Data bibliografi diperoleh dari Scopus melalui Publish or Perish 7 dengan kata kunci “feed additive poultry”, kemudian diperiksa dan dilengkapi menggunakan Mendeley Desktop serta divisualisasikan menggunakan VOSviewer versi 1.6.17. Analisis deskriptif mencakup jumlah publikasi tahunan, jurnal paling produktif, dan dokumen paling banyak disitasi, sedangkan pemetaan bibliometrik dilakukan berdasarkan keterkaitan istilah dalam judul artikel. Korpus yang tersedia berjumlah 95 artikel. Publikasi berfluktuasi sepanjang periode pengamatan dan mencapai puncak pada 2020 sebanyak 16 artikel (16,84%). Poultry Science menjadi jurnal paling produktif dengan 24 artikel (25,26%), diikuti Environmental Science and Pollution Research dan PLoS ONE masing-masing lima artikel. Dokumen dengan sitasi tertinggi dalam data adalah penelitian Gao et al. (2017) mengenai pengaruh probiotik dan antibiotik terhadap pematangan mikrobiota usus ayam broiler, dengan 229 sitasi. Visualisasi VOSviewer memperlihatkan dua poros tema yang saling terhubung, yaitu alternatif aplikasi antibiotik dan tantangan pada ayam broiler, serta evaluasi level pemberian terhadap performa pertumbuhan, efikasi, dan kualitas daging. Peta densitas menempatkan istilah alternative, antibiotic application, dan growth performance sebagai pusat perhatian. Hasil ini menunjukkan bahwa riset feed additive unggas terutama diarahkan pada pencarian pengganti antibiotic growth promoter dan peningkatan performa, sedangkan standardisasi bahan aktif, keamanan jangka panjang, integrasi mikrobioma, kualitas produk, dan keberlanjutan lingkungan masih perlu diperkuat.