p-Index From 2021 - 2026
6.495
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Perpustakaan Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan TARBIYA : Journal Education in Muslim Society Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Humanistika : Jurnal Keislaman Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Al-Ta'lim Jurnal Ilmiah Edunomika (JIE) Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Teknomekanik Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Statement : Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika JoEMS : Journal of Education and Management Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan BABASAL English Education Journal Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran El-Athfal: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia SKILLS: Jurnal Riset dan Studi Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Indonesian Research Journal on Education Bahtsuna: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam As-Syifa Journal of Islamic Studies and History Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Awladuna : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan Islam Najah: Journal of Research and Community Journal of Islamic Thought and Philosophy Insya Finance Jurnal Ilmiah Fenomena SYAIKHONA: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam Javano Islamicus Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Ilmu-ilmu Syari'ah Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Reimagining Islamic Education: Gus Dur’s Vision For Multiculturalism And Social Harmony In Indonesian Pesantren Hifdil Islam, Muhammad; Aziz, Abd
BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LP3M UNZAH GENGGONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/bahtsuna.v7i1.540

Abstract

This article explores the multicultural educational philosophy of KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), a prominent Muslim intellectual and former president of Indonesia, focusing on the strategic role of pesantren (Islamic boarding schools) in fostering inclusive, tolerant, and pluralistic values. Drawing from Gus Dur’s concept of pribumisasi Islam (indigenization of Islam), the study highlights how pesantren serve not only as religious institutions but also as cultural hubs for social transformation, interfaith dialogue, and democratic engagement. By introducing three core strategies—politico-cultural, socio-cultural, and pedagogical—the paper emphasizes the importance of integrating multiculturalism into Islamic education to counter rising religious intolerance and exclusivism. Gus Dur’s vision positions pesantren as pivotal agents of peacebuilding and civic education, where diversity is embraced as a divine gift. His ideas remain highly relevant in today’s context, offering a transformative model for Islamic education that aligns with Indonesia’s pluralistic identity and the universal values of justice, human dignity, and coexistence.
Analisis Strategi Pemasaran Syariah Telur Ayam Ras Studi Kasus Peternakan Berkah Abadi Desa Opo-opo Lutfir Rahman, Alif; Aziz, Abd; Ghafur, Abd
Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Vol. 8 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN STS Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ijoieb.v8i1.1801

Abstract

This study aims to analyze the distribution method, determine the weaknesses and deficiencies as well as the opportunities and threats in the sale of purebred chicken eggs used at the Berkah Abadi farm in Opo-opo Village. Based on the results of the study, the steps used in the marketing method of broiler eggs at Berkah Abadi Farm in Opo-opo Village are by using three sales patterns, namely the first. from breeders to wholesalers (poultry shop) after that it is distributed to middle traders, after that it goes to retailers, then it is distributed to consumers. The second pattern is from breeders, distributed to middle traders, after that retail traders, then distributed to consumers. And the third method is from breeders distributed to retail traders and then directly distributed to consumers. Another appropriate pattern that can be used in selling purebred chicken eggs is by using internal strength, in this way it can prevent external threats so that it will not have an excessively negative impact on egg marketing. Then by maintaining the quality of the eggs so that they remain quality eggs by keeping the chickens from getting sick and later this will also help make the farm sustainable. Keywords: strategy, Marketing, Chicken Egg Race
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM (PTKI) Arlina, Ulik; Qomar, Mujamil; Aziz, Abd
SKILLS : Jurnal Riset dan Studi Manajemen Pendidikan Islam Vol.3, No.1 (Juni 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/skills.v3i1.2935

Abstract

Paket kebijakan Kampus Merdeka menjadi langkah awal dari rangkaian kebijakan untuk perguruan tinggi. Hal ini sebagai bagian untuk melepaskan belenggu agar lebih mudah bergerak. Tujuan penelitian ini, mendeskripsikan tentang implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan studi literatur (library research). Sumber utama dalam penelitian ini adalah buku, artikel, jurnal maupun sumber bacaan lain yang berhubungan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Hasil penelitian: 1) Landasan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 3 Th 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No 1591 Th 2022 tentang Petunjuk Teknis Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. 2) Program MBKM di PTKI ada 9 (sembilan) yaitu pertukaran mahasiswa, magang/kerja praktik, asisten mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemahasiswaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independent, membangun desa/kuliah kerja nyata serta moderasi beragama. 3) Manfaat dari pelaksanaan MBKM bagi mahasiswa adalah untuk meningkatkan perluasan jaringan, soft skills mahasiswa, pengembangan kompetensi mahasiswa sejak dini untuk mempersiapkan ketika masuk di dunia kerja dan menambahkan kompetensi tambahan selain pembelajaran di dalam kelas perkuliahan serta mahasiswa menjadi agen/duta (influencer) moderasi beragama. Sehingga dengan adanya Kebijakan MBKM di PTKI maka diharapkan dapat mencetak lulusan yang memiliki kepribadian unggul, kompeten, memiliki jiwa religious calling (panggilan keagamaan) serta mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat sebagai persiapan karir masa depan.
Hermeneutical Dynamics in Islamic Exegesis: Al-Thabari and the Integration of Riwayah and Linguistic Rationalism Toyyib, Moh.; Syahid, Ishaq; Aziz, Abd; Afandi, Afandi
Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 4 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jitp.2025.4.1.144-160

Abstract

Al-Thābarī's Tafsīr holds a strategic position in the classical Islamic scho­larly tradition and is often regarded as the primary representation of tafsīr bi al-riwāyah. However, scholarly approaches to his methodology have frequently been confined to a textual-narrative dichotomy, overlooking the deeper interpretive dimen­sions within his work. This study aims to reconstruct Al-Thābarī's exegetical methodology by examining the implicit hermeneutical principles that inform his approach to the Qur'an. Employing a qualitative method through textual analysis and a philosophical hermeneutic approach—particularly Gadamer's theory of the fusion of horizons—this research explores how Al-Thābarī synthesizes the authority of transmitted reports (riwāyah) with linguistic reasoning and historical assessment of isnād. The findings reveal that Al-Thābarī was not merely a transmitter of tradi­ti­on but an active exegete who engaged in a synthesis of tradition and rationality. This study underscores the importance of rereading classical exegesis within a dynamic and contextual modern hermeneutical framework, contributing to the development of a more responsive contemporary tafsīr methodology.
Analisis Kesulitan Guru Dalam Mendesain Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka (Studi Kasus Pada Guru Matematika SD Islam Terpadu Al-Furqon Madina ) Aziz, Abd; Zulhimma, Zulhimma; Amir, Almira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31084

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja perangkat pembelajaran lurikulum merdeka yang telah di susun di SD Islam Terpadu Al-Furqon Mandailing Natal. Dan untuk mengetahui kesulitan guru dalam mendesain perangkat pembelajaran kurikulum merdeka di SD Islam Terpadu Al-Furqon Mandailing Natal. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang telah disusun yaitu Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Asesmen Diagnostik dan Format Penilaian, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP/Modul Ajar Harian). Kesulitan guru dalam mendesain modul ajar matematika menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh guru adalah keterbatasan waktu, keterbatasan sumber belajar, dan penyesuaian dengan kurikulum yang terus berkembang. Guru juga menghadapi kesulitan dalam mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, serta dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
MANAJEMEN PROGRAM BIMBINGAN MENGAJI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR`AN PESERTA DIDIK SMK NUFA CITRA MANDIRI DEPOK JAWA BARAT Hidayatulloh, Riyan; Aziz, Abd; Susanto, Susanto
Statement: Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2023): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Publisher : PMPP Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk penerapan Manajemen Program Bimbingan Mengaji Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur`an Peserta Didik SMK NUFA Citra Mandiri yang meliputi bentuk manajemen program bimbingan mengaji, metode bimbingan mengaji, capaian perkembangan peserta didik, hambatan dan kendala dalam penerapan program bimbingan mengaji. Melalui penelitian dengan menggunakan metode kualitatif, dengan rancangan pendekatan studi kasus. Untuk menggali data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya hasil dari teknik tersebut dipilih sesuai fokus penelitian. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bentuk penerapan Manajemen Program Bimbingan Mengaji Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur`an Peserta Didik SMK NUFA Citra Mandiri. Program bimbingan mengaji di SMK NUFA Citra Mandiri merupakan sebuah program yang baru diterapkan bersifat wajib untuk seluruh peserta didik SMK NUFA Citra Mandiri bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada siswa/i untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur`an. Program ini mendapatkan dukungan dari ketua yayasan Nurul Falah dan juga wali murid SMK NUFA Citra Mandiri. Hasil menunjukkan bahwa bimbingan membaca Al-Qur`an peserta didik SMK NUFA Citra Mandiri belum bisa meningkatkan kemampuan siswa/i secara signifikan terutama pada tingkat dasar, karena pada praktiknya penggunaan metode membaca Al-Qur`an masih belum fokus dan kurang menyeluruh. Hal ini terlihat dari belum adanya kebijkan dalam metode baca Al-Qur`an yang harus diterapkan yang sesuai bagi seluruh peserta didik. Sedangkan bagi siswa/i potensial yang mempelajari Al-Qur`an, sebagian besar berhasil meningkat karena dipengaruhi oleh kegiatan diluar sekolah yang selalu rutin yaitu mengaji membaca Al-Qur`an
The Construction Learning Model of Islamic Education in Society 5.0 and Its Relevance at Islamic Boarding Schools on Java Island Afif, Nur; Aziz, Abd; Mubin, Fatkhul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 10 NO. 1 2023
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v10i1.35967

Abstract

AbstractThe study aimed to determine the urgency of digitizing Islamic boarding school education in Society 5.0 and the effectiveness of the IT-based collaborative learning model on the creative thinking abilities of students in Islamic boarding schools on the island of Java. This mixed methods research method combines two previously existing forms of research, namely qualitative research and quantitative research. The population referred to in this research were all class X students in Islamic boarding schools on the island of Java, including Islamic boarding schools in Banten and Islamic boarding schools in East Java. The variables of this research are the IT-based collaborative learning model and creative thinking abilities. Based on the results of data analysis, it was concluded that 1) urgency digitizing Islamic boarding school education in Society 5.0 is one of the efforts that must be made for all Islamic boarding schools, especially Islamic boarding schools on the Island of Java; 2) Collaborative learning model was very effective for improving students' creative thinking abilities. All aspects of creative thinking can be developed through IT-based collaborative learning in facing Society 5.0 in Islamic boarding schools on the island of Java.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di dalam Masyarakat 5.0 dan efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis IT terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di pesantren di pulau Jawa. Metode penelitian campuran ini menggabungkan dua bentuk penelitian yang sebelumnya ada, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X di pesantren di pulau Jawa, termasuk pesantren di Banten dan pesantren di Jawa Timur. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran kolaboratif berbasis IT dan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa 1) urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di dalam Masyarakat 5.0 adalah salah satu upaya yang harus dilakukan untuk semua pesantren, khususnya pesantren di Pulau Jawa; 2) Model pembelajaran kolaboratif sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Semua aspek berpikir kreatif dapat dikembangkan melalui pembelajaran kolaboratif berbasis IT dalam menghadapi Masyarakat 5.0 di pesantren di pulau Jawa.How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mubin, F. (2023) The Construction Learning Model of Islamic Education in Society 5.0 and Its Relevance at  Islamic Boarding Schools on Java Island. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 10(1), 69-84. doi:10.15408/tjems.v10i1. 35967.
Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies Afif, Nur; Aziz, Abd; Mukhtarom, Asrori; Mubin, Fatkhul; Lubis, Muhammad Riyadi
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 11 NO. 1 2024
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v11i1.40392

Abstract

AbstractThe aim of this research is to examine the application of Islamic values in online learning and compare the principles of online learning from the perspectives of Western Education Theory and Islamic Education Philosophy. This qualitative research employs a literature review methodology. The findings indicate that integrating Islamic values into online learning is essential without compromising these values. The research contrasts practical online learning principles as viewed by Western educational theories and classical Islamic scholarship. A significant difference identified is that Islamic education incorporates worship values, whereas Western educational philosophy focuses solely on the humanitarian process without the worship aspect.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring dan membandingkan prinsip-prinsip pembelajaran daring dari perspektif Teori Pendidikan Barat dan Filosofi Pendidikan Islam. Penelitian kualitatif ini menggunakan metodologi tinjauan literatur. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran daring adalah penting tanpa mengkompromikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini membandingkan prinsip-prinsip praktis pembelajaran daring menurut teori pendidikan Barat dan karya-karya cendekiawan Islam klasik. Perbedaan signifikan yang teridentifikasi adalah bahwa pendidikan Islam mengandung nilai ibadah, sedangkan filosofi pendidikan Barat hanya berfokus pada proses kemanusiaan tanpa aspek ibadah.  How to Cite: Afif, N., Aziz, A., Mukhtarom, A., Mubin, F., & Lubis, M.R. (2024). Integrating Islamic Values in Online Learning: A Comparative Study of Western and Islamic Education Philosophies. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(1), 27-36. doi:10.15408/tjems.v11i1.40392.
Government Policy in Strengthening Education Quality Assurance in Islamic Education Institutions Indana, Nurul; Mustofa, Ali; Qomar, Mujamil; Aziz, Abd; Junaris, Imam
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 1 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i1.3245

Abstract

This article discusses government policies to strengthen education quality assurance in Islamic educational institutions. This is library research, with documentary data collection methods analysis using content or content analysis. The results showed that the education quality policy refers to eight SNP: Content Standards, Process Standards, Graduate Competency Standards, Educator and Education Personnel Standards, Management Standards, Facilities and Infrastructure Standards, Financing Standards, and Assessment Standards. Of the eight National Education Standards, each has its policy. To measure the implementation of quality standardization nationally, which includes 8 (eight) national standards of education, measuring the achievement of reference standards and evaluating the quality of education is carried out on educational units/programs through 1). Education Unit/Program Self Evaluation (EDS); 2). Monitoring of Education Units/Programs by Local Government (MSPD); 3). Accreditation; 4). Certification; 5). National Examination; and 6). Database and Information Data Collection. The conclusion of the quality assurance system policy is divided into SPMI and SPME. The internal campus carries out SPMI, while SPME is external if the school is BAN SM and the college is BAN-PT and LAM.
POLITIK HUKUM KETENTUAN BATAS USIA PERKAWINAN DALAM UU. NO 01 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN Suhaili, Achmad; Aziz, Abd
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 2 No. 2 (2023): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v2i2.522

Abstract

Hukum adalah instrumentasi dari putusan atau keinginan politik, sehingga pembuatan undang-undang sarat dengan kepentingan-kepentingan tertentu, dan dengan demikian medan pembuatan undang-undang menjadi medan perbenturan dan pergumulan kepentingan-kepentingan. Badan pembuat undang-undang akan mencerminkan konfigurasi kekuatan dan kepentingan yang ada dalam masyarakat. Konfigurasi kekuatan dan kepentingan dalam badan pembuat undang-undang menjadi penting karena pembuatan undang-undang modern bukan sekadar merumuskan materi hukum secara baku berikut rambu-rambu yuridisnya, melainkan membuat putusan politik terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut diatas sangat penting mengkaji politik hukum batas usia perkawinan dalam UU No 01 tahun 1974 tentang perkawinan. Secara politis bunyi dari UU Perkwainan Tahun 1974 itu memiliki nilai-nilai yang positif demi menjaga kemaslahatan perkawinan itu, misalnya bagi yang belum berusia 21 tahun harus mendapat izin dari orang tua, batas usia minimal boleh kawin adalah 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita merupakan usaha untuk mencegah terjadinya kerusakan dalam membina rumah tangga nantinya, karena usia di bawah 21 tahun bisa dikatakan usia belum matang untuk melaksanakan dan membina rumah tangga. Kemudian dengan pembatasan usia dalam perkawinan tersebut tentunya akan membawa nilai kemaslahatan bagi yang bersangkutan. Adapun tujuan pembatasan perkawinan secara politik hukum adalah untuk pembangunan kualitas sumber daya manusia berdasarkan kepentingan individu, organisasi, kepentingan nasional dan untuk kebutuhan pada masa yang akan dating.