Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Penggunaan Jarum 25g dan 27g terhadap Kejadian Post Dural Puncture Headache pada Pasien Spinal Anestesi Rahayu, Mella Budi; Setyawati, Martyarini Budi; Yudha, Magenda Bisma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4299

Abstract

Akibat yang tidak mengenakkan dan sering terjadi dari anestesi spinal atau tusukan dural yaitu sakit kepala pasca tusukan dialami oleh pasien maupun dokter anestesi. Hal ini berhubungan dengan kemungkinan keluarnya cairan serebrospinal dari tempat tusukan jarum. Di Rumah Sakit Bedah Khusus Jatiwinangun ingin mengetahui seberapa sering pasien yang dilakukan anestesi spinal mengalami Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural setelah menggunakan jarum spinal 25G atau 27G. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional untuk analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien spinal sejumlah 617 pasien, dengan jumlah rata-rata tiap bulan 69 pasien. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan non-probability sampling yang disebut purposive sampling untuk pengambilan sampel penelitian ini sejumlah 60 responden, dengan 30 responden menggunakan ukuran jarum 25G dan 30 responden menggunakan ukuran jarum 27G. Analisis data menggunakan uji statistik Man-Whitne. Hasil uji statistik menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kejadian Sakit Kepala Pasca Tusukan Dural pada pasien anestesi saat menggunakan jarum spinal 25G dan 27G, karena nilai p sebesar 0,002 < 0,05.
Studi Deskriptif Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pencegahan Stunting pada Balita Usia 0-59 Bulan di Yogyakarta Margatot, Didik Iman; Yudha, Magenda Bisma
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 1 (2024): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i1.1511

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan  masalah  gizi yang menjadi perhatian khusus dan perlu diatasi oleh pemerintah Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan data yang dirangkum tahun 2022 dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) sebanyak 21,6%. Prevalensi stunting di Yogyakarta tahun 2021 sebanyak 1.708 anak (12,9%). Kejadian stunting pada balita dapat dipengaruhi berbagai faktor yaitu riwayat gizi balita, sanitasi, infeksi, pendidikan serta pengetahuan. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu balita terkait pencegahan stunting di kelurahan Sendangsari. Metode: jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner pengetahuan ibu mengenai stunting sebagai intstrumen pengumpulan data. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang, yang diambil dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif dengan distribusi frekuensi meliputi karakteristik dan pengetahuan ibu. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 70 ibu (87,5%) memiliki tingkat pengetahuan kurang terkait pencegahan stunting, sebanyak 10 ibu (12,5%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Kesimpulan: Mayoritas ibu balita memiliki tingkat pengetahuan yang kurang terkait pencegahan stunting. Temuan ini menunjukkan pentingnya memberikan edukasi lebih lanjut kepada ibu-ibu agar anak-anak mereka tumbuh sehat dan tidak mengalami stunting.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap tentang Strategi Komunikasi Situation, Background, Assesment, Recommendation (SBAR) pada Mahasiswa Anestesi: Overview of Knowledge and Attitudes Regarding the Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) Communication Strategy among Anesthesia Students Fringgandini, Mena; Magenda Bisma Yudha; Wasis Eko Kurniawan
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.199

Abstract

Pendahuluan: Komunikasi SBAR terdiri dari empat komponen, yaitu Situation, Background, Assesment, dan Recommendation. Setiap bagian dalam komunikasi SBAR memiliki peran yang berbeda-beda untuk memastikan informasi yang disampaikan menjadi lebih terstruktur, terorganisir, dan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa D IV Keperawatan Anestesi tentang komunikasi SBAR. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan menerapkan metode pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 167 responden yang diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang komunikasi Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) sejumlah 123 responden (73.7%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik. Sikap mahasiswa tentang komunikasi Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) sejumlah 167 responden (100%) dalam kategori baik.Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang strategi komunikasi SBAR dalam kategori baik.
Perbedaan Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea setelah Penerapan Metode ERACS dan Tanpa ERACS: Differences in Pain Levels in Postoperative Cesarean Section Patients after Application of the ERACS Method and Without ERACS Bawahasi, Inka Jestika; Magenda Bisma Yudha; Dwi Novitasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.200

Abstract

Pendahuluan: Sectio Caesarea (SC) seringkali menyebabkan nyeri pasca operasi, yang dapat memengaruhi proses pemulihan ibu. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) merupakan metode yang dirancang untuk mempercepat pemulihan serta menurunkan tingkat nyeri setelah operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi SC antara kelompok yang mendapatkan penerapan metode ERACS dan tanpa ERACS di RS Emanuel Banjarnegara Jawa Tengah. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 60 responden dipilih melalui teknik accidental sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penerapan ERACS dan tanpa ERACS. Tingkat nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) pada hari ke-6 setelah operasi. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Sebagian besar pasien pada kelompok ERACS mengalami nyeri ringan, sedangkan kelompok Non ERACS cenderung mengalami nyeri sedang hingga berat. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna pada tingkat nyeri antara pasien yang menjalani metode ERACS dan tanpa ERACS. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan protokol ERACS guna meningkatkan kualitas perawatan pasien pasca operasi Sectio Caesarea.
Edukasi Penanganan Sumbatan Jalan Napas Oleh Benda Asing pada Anak Usia 2-5 Tahun Menggunakan Teknik Heimlich Maneuver Maitsa, Hilvi; Yudono, Danang Tri; Yudha, Magenda Bisma
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.654

Abstract

Introduction: Choking in young children occurs when a foreign object enters the airway and blocks the flow of oxygen. This condition is dangerous because it can cause hypoxia and even death. One effective treatment is first aid using the Heimlich maneuver technique. Objective: This community service program aims to determine the level of knowledge and skills of mothers in managing airway obstruction caused by foreign objects in children aged 2–5 years using the Heimlich maneuver in Randegan Village, Wangon District. Method: This community service program was conducted through education using audiovisual media, distribution of leaflets, and pre-tests and post-tests to measure the participants' level of knowledge. The activity was attended by 30 mothers who had children aged 2–5 years in Randegan Village, Wangon District. Result: The results showed that before the education, the majority of participants had insufficient knowledge (14 participants or 46.7%) and unskilled skills (20 participants or 66.7%). After the education, good knowledge increased to 23 participants (76.7%) and skilled skills to 25 participants (83.3%). Statistical analysis showed that the increase in knowledge and skills was significant (p < 0.05). Conclusion: Education has been proven to improve mothers' knowledge and skills in handling airway obstruction in toddlers using the Heimlich maneuver technique.
Hubungan Health Literacy Terhadap Self Management Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Bunut Hana Zumaedza Ulfa; Eko Wardoyo; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 1 No 2 (2024): JKRI - Januari 2024
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang, dan pengelolaan yang tidak mampu dapat berakibat pada komplikasi. Upaya untuk mengurangi komplikasi dapat dilakukan melalui manajemen perawatan diri (self-care management). Literasi kesehatan yang mencakup pemahaman terhadap informasi kesehatan merupakan faktor kunci untuk melakukan manajemen perawatan diri secara optimal. Literasi kesehatan dan manajemen perawatan diri menjadi konsep penting dalam perawatan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk memulai hubungan antara literasi kesehatan dan manajemen mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Bunut. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih secara purposive, melibatkan 67 responden. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Health Literacy Scale European Union Q16 (HLS-EU-Q16) dan kuesioner Diabetes Self Management Instrument (DSMI) versi Indonesia. Analisis data menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59,7%) memiliki tingkat literasi kesehatan yang baik, sementara sebagian besar dari mereka (50,7%) juga memiliki manajemen perawatan diri yang baik. Uji hipotesis chi-square menghasilkan p-value sebesar 0,000 (<0,005), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara health literasi dan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2.
Gambaran Pengetahuan Tentang Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) Pada Mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan sinta desiyanti; Wilis Sukmaningtyas; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1717

Abstract

Penanganan kasus gawat darurat tenaga Kesehatan dan calon tenaga Kesehatan diwajibkan untuk mempunyai ketangkasan dan skill yang kompeten. Salah satu pengetahuan yang penting bagi tenaga Kesehatan adalah tentang kegawat daruratan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkatan pengetahuan Penanganan Pertama Kegawat daruratan (PPGD) berdasarkan usia pada mahasiswa Angkatan 2020 Prodi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat survei deskriptif. Hasil menunjukkan kategori baik pengetahuan responden tertinggi berada pada usia 22 tahun sejumlah 34 responden (65,4%) dan kategori baik tertinggi berjenis kelamin perempuan sejumlah 46 responden (62,5%) dibandingkan dengan laki-laki sejumlah 28 (80%) responden. Dapat disimpulkan bahwa ingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Harapan Bangsa tentang Penangan pertama kegawat daruratan di dominasi oleh umur 22 tahun dan perempuan berkatgeori baik.
HUBUNGAN TOTAL INTRAVENOUS ANESTHESIA DENGAN KEJADIAN HIPERSALIVASI INTRA ANESTESI DI RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH JATIWINANGUN PURWOKERTO Hidayanti, Fadila; SUANDIKA, MADE; YUDHA, MAGENDA BISMA
JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Vol 11 No 2 (2024): JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jptk.v11i2.805

Abstract

Total Intravenous Anesthesia merupakan teknik anestesi dimana induksi dan pemeliharaan anestesi didapatkan dengan hanya memakai kombinasi obat-obatan anestesi yang disuntikkan melalui jalur intravena tanpa penggunaan anestesi inhalasi termasuk N2O. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan hubungan antara TIVA dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 66 responden dan teknik pengambilan data menggunakan total sampling. Variabel independent pada penelitian ini Total Intravenous Anesthesia dan variabel dependent adalah hipersalivasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Juni-28 Juli 2024 di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Lembar observasi menggunakan jenis obat TIVA dan kejadian hipersalivasi selanjutnya jumlah saliva diukur menggunakan spuit. Analisa data dalam penelitian ini dengan uji distribusi frekuensi dan uji chi-square. Hasil penelitian membuktikan: jenis anestesi TIVA yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun yaitu ketamine dan propofol. Jenis kelamin laki-laki banyak ditemukan pada penelitian ini sebanyak 42 responden (63,3%). Kejadian hipersalivasi pada responden dengan anestesi TIVA lebih banyak terjadi pada responden yang diinduksi menggunakan ketamine yaitu 26 responden (78%). Terdapat hubungan antara Total Intravenous Anesthesia dengan kejadian hipersalivasi intra anestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto dengan hasil nilai (r) sebesar 0,416 atau korelasi sedang dan p-value 0,001.
Edukasi dan Implementasi Teknik Nafas Dalam pada Pasien Sectio Caesarea terhadap Penurunan Mual dan Muntah saat Intra Anestesi di RSUD Ajibarang Nashya, Jhea Aqilla; Yudha, Magenda Bisma; Triana, Noor Yunida
Al-DYAS Vol 4 No 3 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/aldyas.v4i3.7556

Abstract

Intraoperative nausea and vomiting (IONV) is a common complication during sectio caesarea procedures under spinal anesthesia, primarily caused by hypotension resulting from sympathetic nerve blockade and vasodilation. This study aims to evaluate the effectiveness of deep breathing techniques in reducing the incidence of IONV among sectio caesarea patients at Ajibarang Regional General Hospital. A quasi-experimental quantitative method was employed, involving 30 respondents undergoing cesarean section. The intervention consisted of education and demonstration of deep breathing techniques administered before and after anesthesia. Data were collected using the Apfel Score to assess IONV risk and direct observation of nausea and vomiting events. The results showed that prior to the intervention, 70% of respondents experienced IONV, whereas after implementing the deep breathing technique, 96.7% of respondents did not experience nausea or vomiting. This significant reduction indicates that deep breathing is effective as a non-pharmacological method for minimizing complications during the intraoperative phase. The study concludes that deep breathing is a simple, cost-effective, and practical approach for reducing IONV, and it is recommended as part of perioperative nursing interventions. The implications support broader clinical adoption and integration into obstetric anesthesia protocols.
Gambaran Faktor - Faktor Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Post General Anestesi Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Reivita Amelia; Danang Tri Yudono; Magenda Bisma Yudha
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.193

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 140 juta orang di seluruh dunia menjalani operasi setiap tahun, dengan 1,2 juta di antaranya terjadi di Indonesia saja. General anestesi merupakan metode umum untuk menghilangkan rasa sakit dan kesadaran sementara selama prosedur bedah. Sejumlah variabel, termasuk usia, jenis kelamin, IMT, kondisi fisik ASA, dan jenis operasi, memengaruhi waktu pemulihan setelah anestesi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami faktor – faktor yang memengaruhi waktu pemulihan.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik faktor - faktor yang mempengaruhi masa pemulihan pasien di RSUD Dr. Soedirman Kebumen pasca anestesi umum. Metode : Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain deskriptif pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel purposif sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian, yang mencakup pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Aldrete score dan rekam medis pasien digunakan mengumpulkan data melalui observasi untuk variabel-variabel berikut: usia, jenis kelamin, IMT, status fisik ASA, dan jenis operasi. Distribusi frekuensi dan persentase digunakan dalam analisis data untuk mengkarakterisasi variabel-variabel yang memengaruhi waktu pemulihan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi lama waktu sadar kembali adalah umur 26-35 tahun sebanyak 26 (23,4%) responden, jenis kelamin perempuan 65 (58,6%) responden, IMT normal 87 (78,4%) responden, ASA II 69 (62,2%) responden, dan jenis operasi kecil 59 (53,2%) responden. Kesimpulan : Sejumlah faktor fisiologis dan prosedural memengaruhi waktu pemulihan setelah anestesi umum. Risiko masalah pascaoperasi dapat dikurangi dan pemulihan dipercepat dengan penggunaan anestesi yang tepat dan pemantauan yang optimal.
Co-Authors Abid Fadillah Triatmaja Ade Dwi Aulia Agepho, Al Farouk Ozan Aidil Giffari Ali Rahman Mahulauw Alifika Julianinta Sudarmono Amalia, Cindy Amelia Andini Amin Susanto Anisa Delviara Ardi Nugraha Aris Ahmat Aris Nur Rahmat Auliya, Khidmatul Aurelia Harun Al Rasyid Bawahasi, Inka Jestika Cantika, Virginia Raida Danang Tri Yudono Danang Tri Yudono Dani, Dwi Darmawan Desy Idayani Didik Iman Margatot Dwi Novitasari Dzuhuri, Muh Adnan Eki Ulul Azmi Eko Wardoyo Emiliani Elsi Jerau Erlena, Erlena Winda Lestari Fajirin, Muhammad Aldi Firda Susu Fridan Firdaus Fringgandini, Mena Giffari, Aidil Ginita Yusmaniar Hana Zumaedza Ulfa Hannan Putri Rosaeva Hidayanti, Fadila Imanuel Telaumbanua Indri Heri Susanti, Indri Heri Ivani, Naysilla Yuniar Jerau, Emiliani Elsi Jonatan Aris Maraya Jovanca Christy Amara Wibowo Khoirul Anam, Ahmad Leni Maryati Lintang Suryani, Roro luthfi, Ahmad Luthfi Virgiawan Habibi Made Suandika Made Suandika Maitsa, Hilvi Mochamad Bayu Nuryatmaja Moh Diyaul Anshar Muti, Refa Teja Nailli, Yuris Tri Nanda Ariawan Saputri Napa Mulina Nashya, Jhea Aqilla Noor Yunida Triana Ns. Martyarini Budi S Nur Indah Kusuma Dewi Nur Intan Kartika Sari Nur Intan Kartika Sari Nuranggreni, Maricha Nurhadi, Muhammad Zidan Putra Putri, Putri Adawia Qoni Oktanti Rahayu, Mella Budi Rahmaya Nova Handayani Rahmaya Nova Handayani Rahmayana Nova H Ratri, Hong Nuring Madyo Ratu Islami Meiana Putri Reivita Amelia Reivita Amelia Revalina Aulia Rahma Risa Zulvia Roro Lintang Suryani Salsabila Amanda Dwi Damayanti Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Singgih Elva Putra sinta desiyanti Siti Bakhittah Chaerunisa Siti Noer Ambarwati Sri Nabawiyati Nurul Makiyah Sridevi Suhendro, Anton Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih Suryani, Roro Lintang Susilo Rini Syafa Awalia Khoirun Nisa Tanjung, Ar-Rahman Tophan Heri Wibowo Triana, Noor Yunida Tumbey, Chrynscialdy Wahyu Hidayat Wahyu Saputro Wardoyo, Eko Wasis Eko Kurniawan Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Ratu Laraswati Sekar Wilis Sukmaningtyas Yudono, Danang Tri Yunanto Adi Nugroho Zulita, Nabila Ulfa