Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Penata Anestesi tentang Pencegahan Komplikasi Paska General Anestesi di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Barat: Overview of Anesthesia Technicians' Knowledge and Attitudes Regarding the Prevention of Post-General Anesthesia Complications in Hospitals in the West Sulawesi Region Sridevi; Magenda Bisma Yudha; Rahmaya Nova Handayani
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.211

Abstract

Pendahuluan: Tujuan utama pemulihan pasca general anestesi adalah penilaian kondisi kritis dan stabilisasi pasien, untuk mencapai tujuan ini perlu pemahaman perawat penata anestesi sebagai tenaga pelaksana anestesi tentang upaya pencegahan dan deteksi komplikasi pasca general anestesi. Perawat penata anestesi memerlukan pengetahuan dan sikap yang mumpuni sebagai seorang perawat penata anestesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap perawat penata anestesi tentang pencegahan komplikasi paska general anestesi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik komparatif dan rancangan cross-sectional. Kategori data dalam skala kurang, cukup dan baik.Hasil: Pengetahuan dan sikap penata anestesi baik sebanyak 10 orang (33.3%); pengetahuan baik dan sikap penata anestesi cukup sebanyak 4 orang (13.3%); pengetahuan dan sikap penata anestesi cukup  sebanyak 7 orang (23.3%); pengetahuan cukup dan sikap penata anestesi kurang  sebanyak 1 orang (3.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi baik sebanyak 4 orang (13.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi cukup sebanyak 1 orang (3.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi kurang  sebanyak 3 orang (10.0%).Kesimpulan: Baru 33,3% penata anestesi memiliki pengetahuan dan sikap yang kategori baik, sisanya 66,7% penata anestesi memerlukakan peningkatan pengetahuan dan sikap agar mencapai kategori baik.
Implementasi Terapi Murottal sebagai Metode Non Farmakologi dalam Mengatasi Cemas Pasien Pre Operasi di Rumah Sakit Anisa Delviara; Roro Lintang Suryani; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1459

Abstract

Kecemasan sebelum tindakan pembedahan merupakan salah satu respons psikologis yang banyak dialami pasien dan dapat menimbulkan berbagai perubahan fisiologis maupun psikologis, seperti peningkatan tekanan darah, frekuensi denyut jantung, gangguan pola tidur, serta munculnya rasa tidak nyaman. Apabila tidak ditangani secara optimal, kondisi tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan anestesi dan memperlambat proses pemulihan setelah operasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan terapi murottal Surah Ar-Rahman sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan kecemasan pada pasien praoperasi di Rumah Sakit Umum Siaga Medika Purbalingga. Metode yang digunakan meliputi identifikasi peserta, pengukuran tingkat kecemasan awal menggunakan Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A), pemberian terapi murottal selama kurang lebih 15 menit, serta evaluasi ulang tingkat kecemasan setelah intervensi. Sebanyak 30 pasien praoperasi terlibat dalam kegiatan ini. Sebelum terapi diberikan, seluruh peserta berada pada kategori kecemasan sedang dengan skor paling banyak ditemukan adalah skor 6 (43,3%). Setelah mendapatkan terapi murottal, sebagian besar peserta mengalami penurunan kecemasan menjadi kategori ringan, dengan skor 3 sebagai skor yang paling dominan (50,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa terapi murottal Surah Ar-Rahman berpotensi menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam upaya mengurangi kecemasan pasien pada periode perioperatif.
Prevalensi Kejadian Migrain pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Tingkat Akhir Universitas Harapan Bangsa Ivani, Naysilla Yuniar; Magenda Bisma Yudha; Surtiningsih
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2731

Abstract

Migrain merupakan salah satu keluhan neurologis yang sering dialami oleh mahasiswa dan dapat mengganggu produktivitas harian serta prestasi akademik. Berbagai studi menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan tahun akhir memiliki beban akademik yang tinggi, praktik klinis, dan tuntutan untuk menyelesaikan tugas akhir, sehingga mereka berisiko lebih tinggi mengalami migrain. Kondisi ini berpotensi mengurangi kualitas belajar, konsentrasi, dan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi migrain pada mahasiswa keperawatan anestesi tahun akhir di Universitas Harapan Bangsa Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa keperawatan anestesi tahun akhir, dengan ukuran sampel 150 responden yang dipilih menggunakan sampling acak berstrata. Alat yang digunakan adalah Migraine Screen Questionnaire (MS-Q). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden dan insidensi migrain. Hasil Uji statistik yang dilakukan untuk menentukan insidensi migrain menunjukkan bahwa berdasarkan usia, 34 responden (23,3%) berusia 20-23 tahun mengalami migrain. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat 5 responden laki-laki (11,4%) yang mengalami migrain dan 30 responden perempuan (28,3%) yang mengalami migrain. Studi ini menunjukkan bahwa migrain paling sering dialami oleh perempuan dalam kelompok usia 20-23 tahun. Kesimpulan: Migrain lebih sering dialami oleh perempuan dalam kelompok usia 20-23 tahun. Sehingga dapat disimpulkan Migrain lebih sering dialami oleh mahasiswa keperawatan anestesiologi tahun akhir, dengan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan wanita dewasa muda. Upaya promosi dan pencegahan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengendalikan faktor risiko migrain.
Edukasi Pencegahan Shivering Pasca Pembedahan dan Anestesi Spinal Imanuel Telaumbanua; Rahmaya Nova Handayani; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c6sasz15

Abstract

Shivering atau menggigil merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pasca pembedahan dan anestesi spinal, khususnya pada pasien yang menjalani tindakan Sectio Caesarea. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan termoregulasi tubuh akibat blokade saraf simpatis yang mengakibatkan penurunan suhu inti tubuh, serta dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karakteristik pasien, dan jenis tindakan medis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyebab, dampak, serta cara pencegahan shivering melalui edukasi kesehatan di UPTD RSUD dr. M. Thomsen Nias Kabupaten Nias. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media leaflet dan poster. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 Maret 2026 sampai dengan 11 Maret 2026 dengan jumlah responden sebanyak 30 pasien yang menjalani Sectio Caesarea dengan anestesi spinal. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada tahap pre-test, responden dengan kategori pengetahuan kurang sebanyak 53,3%, cukup 40%, dan baik hanya 6,7%. Setelah diberikan edukasi, hasil post-test menunjukkan pergeseran signifikan di mana kategori baik meningkat menjadi 63,3%, kategori cukup 26,7%, dan kategori kurang menurun drastis menjadi 10%. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi kesehatan menggunakan media cetak dan penyuluhan langsung terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien mengenai pencegahan shivering, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung keamanan dan pemulihan pasien pasca operasi
Implementasi Aromaterapi Peppermint untuk Mengontrol Mual Muntah pada Pasien Post Spinal Anestesi: Penelitian Firda Susu; Magenda Bisma Yudha; Dwi Novitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.6135

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengedukasi dan menerapkan aromaterapi peppermint sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengatasi Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien pascaoperasi dengan spinal anestesi di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode meliputi persiapan, edukasi pasien, pemberian aromaterapi peppermint menggunakan diffuser selama 15 menit, serta evaluasi dengan Skor Gordon sebelum dan sesudah intervensi. Responden berjumlah 30 pasien, mayoritas berusia 18–35 tahun (53,3%), perempuan (90%), dan tidak memiliki riwayat merokok (90%). Sebelum intervensi, seluruh pasien (100%) mengalami PONV, sedangkan sesudahnya hanya 40% yang masih mengalami gejala dan 60% tidak lagi mengalami PONV. Hasil ini menunjukkan aromaterapi peppermint efektif menurunkan mual dan muntah pascaoperasi. Kandungan menthol dan menthone berperan sebagai antispasmodik, menenangkan saluran pencernaan, dan memberikan efek relaksasi melalui stimulasi reseptor penciuman. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman pasien tentang terapi nonfarmakologis serta merekomendasikan aromaterapi peppermint sebagai terapi pendukung di fasilitas kesehatan. Secara keseluruhan, aromaterapi peppermint terbukti efektif, aman, dan mudah diterapkan sebagai alternatif terapi keperawatan holistik pada pasien pasca spinal anestesi.
Dukungan Suami Terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif: Tinjauan Literatur Nur Intan Kartika Sari; Qoni Oktanti; Leni Maryati; Nur Indah Kusuma Dewi; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 4 No 03 (2026): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan ASI eksklusif dipengaruhi oleh kondisi ibu, dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan pelayanan kesehatan. Suami dapat membantu melalui dukungan emosional, bantuan praktis, pemberian informasi, dan penguatan keputusan ibu untuk tetap menyusui. Tinjauan ini bertujuan merangkum bukti penelitian primer mengenai dukungan suami terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Penelusuran dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, dan Garuda/SINTA untuk artikel tahun 2015-2026 yang tersedia dalam teks lengkap dan berbahasa Inggris atau Indonesia. Artikel nonprimer dan penelitian yang tidak membahas dukungan suami atau ayah dikeluarkan. Dari 53 artikel yang ditemukan, 15 penelitian primer memenuhi kriteria dan disintesis secara naratif. Dukungan suami berkaitan dengan keberhasilan ASI eksklusif melalui dorongan emosional, bantuan sehari-hari, informasi, keterlibatan dalam keputusan keluarga, dan penguatan breastfeeding self-efficacy. Edukasi tatap muka, intervensi berbasis komunitas, dan media digital juga meningkatkan keterlibatan ayah. Walaupun beberapa penelitian tidak menemukan hubungan bermakna, dukungan suami tetap menjadi unsur penting dalam determinan ASI eksklusif yang bersifat multifaktorial. Program promosi menyusui perlu melibatkan suami sejak masa antenatal hingga pascapersalinan.
Pengaruh Posisi Duduk Selama 3 Menit Setelah Induksi Spinal Anestesi terhadap Kejadian Hipotensi dan Bradikardi di RS PKU Muhammadiyah Gombong Yunanto Adi Nugroho; Emiliani Elsi Jerau; Made Suandika; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5589

Abstract

Hypotension and bradycardia are common complications following spinal anesthesia due to extensive sympathetic blockade, which can lead to hemodynamic instability and decreased perfusion of vital organs. A simple non-pharmacological preventive measure is maintaining a sitting position immediately after induction to limit the upward spread of hyperbaric anesthetic agents toward the thoracic region. This study aimed to determine the effect of maintaining a sitting position for three minutes after spinal anesthesia induction on the incidence of hypotension and bradycardia at PKU Muhammadiyah Gombong Hospital. The research employed a quasi-experimental design with a pre–post test with control group approach involving 69 respondents selected through consecutive sampling. The intervention group (n = 34) maintained a sitting position for three minutes, while the control group (n = 35) was immediately placed in a supine position. Blood pressure and heart rate were observed at 5, 10, and 15 minutes after induction, and the data were analyzed using Chi-Square and binary logistic regression tests. The results showed that the incidence of hypotension and bradycardia was significantly lower in the intervention group (p < 0.05), indicating that the sitting position acted as a protective factor. In conclusion, maintaining a sitting position for three minutes after spinal anesthesia induction effectively reduces the incidence of hypotension and bradycardia and is recommended as a simple strategy to enhance patient hemodynamic stability.
Manajemen Perianestesi dengan Subarachnoid Block dan Sedasi pada Pasien Sectio Caesarea Emergency dengan Plasenta Previa dan Hipertiroid: Studi Kasus Dani, Dwi Darmawan; Agepho, Al Farouk Ozan; Wibowo, Ratu Laraswati Sekar; Yudha, Magenda Bisma; Muti, Refa Teja
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emergency cesarean section in patients with placenta previa and hyperthyroidism presents significant anesthetic challenges due to the risk of massive hemorrhage and thyroid crisis. This case report describes the perioperative anesthetic management of a 31-year-old woman, G3P2A0, with complete placenta previa and uncontrolled hyperthyroidism who underwent emergency cesarean section. The patient presented with active vaginal bleeding at 39 weeks gestation. Laboratory findings revealed anemia (Hb 11.6 g/dL) and hyperthyroid state (TSH 0.10 mIU/L, FT4 3.24 ng/dL). Subarachnoid block was performed at L4-L5 level using levobupivacaine 12.5 mg combined with intrathecal morphine 70 mcg, achieving sensory block up to T6 dermatome. Light sedation with midazolam 3 mg and propofol 4 mg was administered intravenously after delivery. Intraoperative hypotension (90/61 mmHg) was managed with fluid resuscitation and ephedrine 10 mg IV, resulting in stable hemodynamics. The procedure was completed successfully without major complications. Postoperatively, the patient recovered well with Bromage score improving from 3 to 2 and Aldrete score reaching 9. This case demonstrates that subarachnoid block combined with light sedation provides safe and effective anesthetic management for emergency cesarean section in patients with placenta previa and uncontrolled hyperthyroidism, avoiding the risk of thyroid storm associated with general anesthesia
Hubungan Lama Puasa Dengan Kejadian Post Operative Nausea Vomiting (PONV) Pada Pasien General Anestesi Di RSUD R. Syamsudin, S.H. Sukabumi Fridan Firdaus; Amin Susanto; Magenda Bisma Yudha
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 21 No. 2 (2026): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/djik.v21i2.3488

Abstract

Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan komplikasi yang sering terjadi Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah tindakan general anestesi dan dapat memengaruhi kenyamanan serta proses pemulihan pasien. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian PONV adalah lama puasa preoperatif yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama puasa dengan kejadian PONV pada pasien general anestesi di RSUD R. Syamsudin, S.H. Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 184 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan instrumen Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching (RINVR). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menjalani puasa selama 6–8 jam sebanyak 101 responden (54,9%) dan sebagian besar tidak mengalami PONV sebanyak 168 responden (91,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama puasa dengan kejadian PONV pada pasien general anestesi. Kesimpulan penelitian ini adalah lama puasa preoperatif berhubungan dengan kejadian PONV pada pasien general anestesi
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa D-IV Keperawatan Anestesiologi tentang Difficult Airway Management pada Anestesi Umum Jovanca Christy Amara Wibowo; Danang Tri Yudono; Magenda Bisma Yudha
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.334

Abstract

Latar Belakang: Salah satu tantangan dalam anestesi umum adalah difficult airway management (DAM), yang ditandai dengan kesulitan intubasi dan ventilasi jalan napas. Difficult Airway Management menjadi perhatian serius dalam anestesiologi karena dapat menyebabkan komplikasi fatal, dengan risiko gagal intubasi mencapai 2,6 per 1000 kasus dalam anestesi umum. Meskipun demikian, 80% perawat belum terampil dalam penatalaksanaan DAM. Oleh karena itu, penting bagi institusi melakukan evaluasi dan meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa mengenai DAM guna meminimalkan risiko kompilkasi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengevaluasi pengetahuan dan sikap Mahasiswa D-IV Keperawatan Anestesiologi dalam memahami Difficult Airway Management Pada Anestesi Umum. Metode: Dengan desain kuantitatif cross-sectional, penelitian ini melibatkan 150 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen ini merupakan adaptasi dari penelitian yang relevan sebelumnya dengan kuesioner berskala Likert (1-5) yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Nilai Cronbach's Alpha 0.858 (skala pengetahuan) dan 0.832 (skala sikap). Hasil: Analisis data menggunakan uji non-parametrik Spearman’s Rho menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dan sikap mahasiswa D-IV Keperawatan Anestesiologi terkait DAM pada anestesi umum (p-value 0,000 < 0,050). Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan mahasiswa, semakin baik sikap mahasiswa dalam memahami penatalaksanaan DAM pada anestesi umum. Kata Kunci: anestesi umum, difficult airway management (DAM), hubungan pengetahuan dan sikap, mahasiswa kesehatan
Co-Authors Abid Fadillah Triatmaja Ade Dwi Aulia Agepho, Al Farouk Ozan Aidil Giffari Ali Rahman Mahulauw Alifika Julianinta Sudarmono Amalia, Cindy Amelia Andini Amin Susanto Anisa Delviara Ardi Nugraha Aris Ahmat Aris Nur Rahmat Auliya, Khidmatul Aurelia Harun Al Rasyid Bawahasi, Inka Jestika Cantika, Virginia Raida Danang Tri Yudono Danang Tri Yudono Dani, Dwi Darmawan Desy Idayani Didik Iman Margatot Dwi Novitasari Dzuhuri, Muh Adnan Eki Ulul Azmi Eko Wardoyo Emiliani Elsi Jerau Erlena, Erlena Winda Lestari Fajirin, Muhammad Aldi Firda Susu Fridan Firdaus Fringgandini, Mena Giffari, Aidil Ginita Yusmaniar Hana Zumaedza Ulfa Hannan Putri Rosaeva Hidayanti, Fadila Imanuel Telaumbanua Indri Heri Susanti, Indri Heri Ivani, Naysilla Yuniar Jerau, Emiliani Elsi Jonatan Aris Maraya Jovanca Christy Amara Wibowo Khoirul Anam, Ahmad Leni Maryati Lintang Suryani, Roro luthfi, Ahmad Luthfi Virgiawan Habibi Made Suandika Made Suandika Maitsa, Hilvi Mochamad Bayu Nuryatmaja Moh Diyaul Anshar Muti, Refa Teja Nailli, Yuris Tri Nanda Ariawan Saputri Napa Mulina Nashya, Jhea Aqilla Noor Yunida Triana Ns. Martyarini Budi S Nur Indah Kusuma Dewi Nur Intan Kartika Sari Nur Intan Kartika Sari Nuranggreni, Maricha Nurhadi, Muhammad Zidan Putra Putri, Putri Adawia Qoni Oktanti Rahayu, Mella Budi Rahmaya Nova Handayani Rahmaya Nova Handayani Rahmayana Nova H Ratri, Hong Nuring Madyo Ratu Islami Meiana Putri Reivita Amelia Reivita Amelia Revalina Aulia Rahma Risa Zulvia Roro Lintang Suryani Salsabila Amanda Dwi Damayanti Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Singgih Elva Putra sinta desiyanti Siti Bakhittah Chaerunisa Siti Noer Ambarwati Sri Nabawiyati Nurul Makiyah Sridevi Suhendro, Anton Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih Suryani, Roro Lintang Susilo Rini Syafa Awalia Khoirun Nisa Tanjung, Ar-Rahman Tophan Heri Wibowo Triana, Noor Yunida Tumbey, Chrynscialdy Wahyu Hidayat Wahyu Saputro Wardoyo, Eko Wasis Eko Kurniawan Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Ratu Laraswati Sekar Wilis Sukmaningtyas Yudono, Danang Tri Yunanto Adi Nugroho Zulita, Nabila Ulfa