Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Emergence Agitation pada Pasien Pasca Bedah Otolaryngology Dengan General Anestesi Di RSU Siaga Medika Purbalingga Alifika Julianinta Sudarmono; Magenda Bisma Yudha; Wasis Eko Kurniawan
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i2.339

Abstract

Latar Belakang: Emergence agitation (EA) adalah kondisi kebingungan dan kegelisahan akut pada fase pemulihan pasca anestesi yang ditandai dengan respon motorik yang berlebihan tanpa tujuan dan sering kali tidak disertai kesadaran penuh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian emergence agitation pada pasien pasca bedah otolaryngology dengan general anestesi di recovery room RSU Siaga Medika Purbalingga. Metode Penelitian ini menerapkan pendekatan non-eksperimental dengan rancangan potong lintang (cross sectional). Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling, melibatkan 32 responden yang merupakan pasien pasca operasi otolaringologi dengan anestesi umum. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh sejumlah 11 responden (31.4%) mengalami kejadian EA. Hasil Sebanyak 7 responden (21.9%) dengan rentang usia 1–5 tahun mengalami EA. yang mengalami EA, berdasarkan jenis kelamin laki-laki sejumlah 7 responden (21.9%) yang mengalami EA, berdasarkan jenis pembedahan otolaryngology pembedahan faryngology/laryngology sejumlah 9 responden (28.1%), berdasarkan teknik anestesi keseluruhan 32 responden diberikan anestesi dengan teknik balanced anesthesia. Kesimpulan: kejadian EA lebih sering terjadi pada anak laki-laki usia pra sekolah yang menjalani pembedahan Otolaryngology.
Pengaruh Aromaterapi Lavender dan Lemon Terhadap Kejadian Post Operative Nausea and Vomiting pada Pasien Sectio Caesarea dengan Anestesi Spinal Nanda Ariawan Saputri; Magenda Bisma Yudha; Aris Nur Rahmat
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.565

Abstract

Latar Belakang: Sectio Caesarea dengan anestesi spinal sering menimbulkan komplikasi berupa (PONV) yang berpotensi menghambat pemulihan pasien. Aromaterapi lavender maupun lemon diketahui berpotensi menurunkan mual muntah pasca operasi sebagai terapi non-farmakologis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender dan lemon. Metode: Desain Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest–posttest untuk menilai perubahan kondisi responden sebelum dan setelah pemberian intervens. Hasil: Tidak ditemukan perbedaan pengaruh yang bermakna secara statistik antara aromaterapi lavender dan lemon terhadap kejadian PONV (p=0,598). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh tidak signifikan antara aromaterapi lavender dan lemon (p >0,05). Meskipun demikian, penurunan skor PONV secara klinis mengindikasikan bahwa pemberian aromaterapi lavender dan lemon dapat membantu mengurangi gejala PONV, meskipun perbedaannya tidak mencapai signifikansi statistik.
Efektivitas Selimut Hangat dan Selimut yang Dilapisi Aluminium Foil terhadap Hipotermi Pasien Pascaanestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Revalina Aulia Rahma; Magenda Bisma Yudha; Rahmaya Nova Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.984

Abstract

Hipotermi merupakan komplikasi pascaanestesi spinal akibat gangguan termoregulasi selama operasi yang dapat menghambat pemulihan pasien. Penanganan nonfarmakologis yang dapat dilakukan yaitu penggunaan selimut hangat dan selimut Aluminium Foil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas selimut hangat dan selimut yang dilapisi Aluminium Foil terhadap hipotermi pasien pascaanestesi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental menggunakan rancangan Pre-Test Post-Test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok selimut hangat dan kelompok selimut yang dilapisi Aluminium Foil. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer timpani. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif dalam meningkatkan suhu tubuh pasien hipotermi pascaanestesi dengan nilai P-Value 0,000 (< 0,05). Namun, secara deskriptif selimut yang dilapisi Aluminium Foil menunjukkan peningkatan suhu tubuh yang lebih tinggi dibandingkan selimut hangat. Dengan demikian, secara deskriptif selimut yang dilapisi Aluminium Foil menunjukkan peningkatan suhu tubuh yang lebih tinggi dibandingkan selimut hangat.
IMPLEMENTASI MOBILISASI DINI UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN ANESTESI SPINAL DI RS JATIWINANGUN Desy Idayani; Magenda Bisma Yudha; Susilo Rini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61756

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan masalah yang sering dialami pasien setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat mobilitas serta proses pemulihan. Mobilisasi dini dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pendamping untuk membantu menurunkan nyeri pada pasien pascaoperasi dengan anestesi spinal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan mobilisasi dini dan mengevaluasi perubahan tingkat nyeri pasien pascaoperasi di RS Jatiwinangun. Kegiatan dilaksanakan pada September 2025 dengan melibatkan 30 pasien berusia 15–60 tahun yang mengalami nyeri enam jam setelah operasi dengan anestesi spinal. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan setelah mobilisasi dini selama 15 menit, berupa relaksasi napas dalam serta gerakan tangan, jari, dan kaki di tempat tidur. Sebelum intervensi, sebanyak 80,0% peserta mengalami nyeri sedang dan 20,0% mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, sebanyak 86,7% peserta mengalami nyeri ringan, 13,3% mengalami nyeri sedang, dan tidak ditemukan nyeri berat. Rerata kategori nyeri menurun dari 2,20 menjadi 1,13 dengan selisih 1,03, sedangkan median menurun dari 2,00 menjadi 1,00. Mobilisasi dini dapat membantu menurunkan tingkat nyeri serta dapat diterapkan sebagai intervensi pendamping dalam manajemen nyeri pascaoperasi dengan anestesi spinal.
Pemanfaatan Virtual Reality dalam Edukasi Spinal Anestesi Guna Mengurangi Sensasi Nyeri pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia di RSUD Cilacap Ade Dwi Aulia; Magenda Bisma Yudha; Made Suandika
Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Juli : Pandawa : Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pandawa.v4i3.2966

Abstract

Patients with Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) who are scheduled to undergo spinal anesthesia often have limited understanding of the anesthesia procedure and may experience pain and anxiety before surgery. These conditions can affect patient readiness and the perioperative care process. One educational method that can be utilized is Virtual Reality (VR), an interactive audiovisual medium that provides information in a more engaging and understandable way while also serving as a distraction technique to reduce pain perception. This Community Service Program aimed to implement VR as a preoperative educational tool to improve knowledge and reduce pain among BPH patients undergoing spinal anesthesia.The program was conducted by identifying eligible participants, administering a knowledge pre-test and pain assessment using the Visual Analog Scale (VAS), providing spinal anesthesia education through a 3–4 minute VR video, followed by a question-and-answer session, and then conducting a post-test and reassessment of pain levels. The results demonstrated an increase in participants’ knowledge and a reduction in pain following the VR intervention. Before the intervention, most participants had poor knowledge 13 respondents; 65% and moderate pain 11 respondents; 55%. After the intervention, good knowledge increased to 11 respondents 55%, while mild pain increased to 12 respondents 60%. A total of 19 respondents 95% showed improved knowledge, and 17 respondents (85%) experienced pain reduction. The implementation of VR was found to be effective as a preoperative educational medium for BPH patients undergoing spinal anesthesia.
A Comparison of Motor Recovery After Spinal Anesthesia with and Without Fentanyl-Morphine Adjuvants Ardi Nugraha; Magenda Bisma Yudha; Septian Mixrova Sebayang
Jurnal Kegawatdaruratan Medis Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkmi.v5i2.728

Abstract

Spinal anesthesia is a commonly used regional anesthesia technique in various surgical procedures. One important parameter following spinal anesthesia is motor block recovery. Shorter motor recovery duration may benefit patients by reducing side effects and enabling earlier mobilization. This study aimed to compare motor recovery time between spinal anesthesia without adjuvant and spinal anesthesia combined with fentanyl 25 μg and morphine 100 μg. This comparative analytic study used an observational approach with purposive sampling. A total of 84 respondents were divided into two groups: 42 patients received 0.5% bupivacaine 12.5 mg without adjuvant, and 42 patients received 0.5% bupivacaine 10 mg combined with fentanyl 25 μg and morphine 100 μg. Motor recovery time was measured from intrathecal injection to the achievement of a Bromage Score of 0. The mean motor recovery time in the non-adjuvant group was 164.95 ± 24.685 minutes, while the adjuvant group showed a shorter recovery time of 116.90 ± 17.177 minutes. Mann–Whitney analysis demonstrated a statistically significant difference between the two groups (p < 0.001). Spinal anesthesia combined with fentanyl and morphine was associated with faster motor recovery compared with spinal anesthesia without adjuvant.
Edukasi Penanganan Pertama pada Luka Gigitan Hewan dengan Status Risiko Rabies di SMA Negeri 1 Sokaraja Ali Rahman Mahulauw; Magenda Bisma Yudha; Surtiningsih Surtiningsih
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 4 No. 3 (2026): August : Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v4i3.1101

Abstract

Background: Rabies is a fatal disease with distinct clinical symptoms. It is classified as a zoonotic disease with a high mortality rate for both humans and animals. The disease causes central nervous system infection following direct contact between a wound or mucous membrane and the saliva or scratches of an infected animal; it can lead to death if not treated immediately. Proper knowledge and first aid skills are essential to prevent complications associated with rabies. Objective: To identify the characteristics, knowledge levels, and skills of students at SMA Negeri 1 Sokaraja regarding first aid for animal bite wounds carrying a risk of rabies. Methods: This community service activity employed lecture and demonstration methods. There were 35 participants. The activity took place at SMA Negeri 1 Sokaraja on April 13, 2026. Educational media used included PowerPoint presentations, leaflets, and videos. Results: Participant characteristics showed that the majority were 18 years old (20 participants; 57.1%) and male (18 participants; 51.4%). Prior to education, the majority of participants (28 participants; 80%) fell into the "poor" knowledge category. Following education, 32 participants (91.4%) demonstrated good knowledge, while 3 participants (8.6%) demonstrated adequate knowledge. Skill levels prior to education and demonstration showed that 31 participants (88.6%) were incompetent, while 4 participants (11.4%) were in the "adequately competent" category. After education and demonstration, all 35 participants (100%) fell into the "competent" category. Outputs: The outputs of this community service activity consisted of educational leaflets and videos.
Penggunaan Virtual Reality Hypnotherapy untuk Mengurangi Kecemasan dan Mencegah Trauma pada Pasien Anak yang Menjalani Pembedahan di RSD Gunung Jati Cirebon Aurelia Harun Al Rasyid; Magenda Bisma Yudha; Made Suandika
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 4 No. 3 (2026): August : Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v4i3.1131

Abstract

Preoperative anxiety is a common psychological problem among pediatric patients and may affect their readiness for anesthesia and surgery. Virtual Reality Hypnotherapy (VRH) is a non-pharmacological intervention that combines immersive audiovisual experiences with relaxation suggestions to help reduce anxiety. This Community Service Program aimed to implement VRH to reduce anxiety levels among pediatric patients undergoing surgery at RSD Gunung Jati Cirebon. The program was conducted from December 1 to 10, 2025, involving 27 pediatric patients aged 7–18 years scheduled for elective surgery. Anxiety levels were assessed before and after the intervention using the Faces Anxiety Scale (FAS). The VRH intervention consisted of 360° visual content, natural scenery, relaxing music, soft sounds, and suggestive narration. Most participants were aged 15–18 years (48.1%), male (66.7%), and had no previous surgical experience (63.0%). Before the intervention, 16 participants (59.3%) had moderate anxiety, 9 (33.3%) had severe anxiety, and 2 (7.4%) were very anxious. After the intervention, 18 participants (66.7%) were categorized as not anxious and 9 (33.3%) as slightly anxious. The implementation of VRH was associated with a reduction in preoperative anxiety among pediatric patients and may be considered a supportive non-pharmacological intervention in pediatric perioperative care.
Edukasi Insect Bite Rescue pada Remaja mengenai Kejadian Sengatan Tawon di SMA Negeri 1 Sokaraja Eki Ulul Azmi; Magenda Bisma Yudha; Made Suandika
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i3.127

Abstract

Gigitan tawon merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan dapat menimbulkan berbagai reaksi, mulai dari ringan hingga berat, terutama jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan awal (Insect Bite Rescue) guna mencegah komplikasi. Tujuan PkM ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa-siswi mengenai cara penanganan apabila terjadi sengatan tawon (Insect Bite Rescue) untuk mencegah komplikasi. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pre-test, penyampaian materi edukatif dan demonstrasi melalui video visual, serta evaluasi dengan melakukan post-test dan penilainan keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswa, dimana sebelum edukasi sebanyak (36.7%) memiliki pengetahuan kurang, (60.0%) pada kategori cukup dan (3,3%) kategori baik. Kemudian setelah edukasi (10.0%) dengan penegtahuan yang cukup (90.0%) dalam kategori baik. Pada tingkat keterampilan sebelum diberikan demonstrasi (6.7%) dalam kategori cukup kompeten (93.3%) dalam kategori tidak kompeten dan setelah demonstrasi seluruh siswa (100.0%) dalam kategori kompeten. Edukasi Insect Bite Rescue terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa.
Peningkatan Pengetahuan dan Penurunan Kecemasan Pasien Melalui Edukasi Preoperatif Anestesi Spinal Berbasis Audiovisual di RS TK III Wijayakusuma Purwokerto Salsabila Amanda Dwi Damayanti; Septian Mixrova Sebayang; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1716

Abstract

Kecemasan praoperasi merupakan masalah psikologis yang lazim dialami pasien yang akan menjalani tindakan anestesi spinal akibat ketidakpastian mengenai prosedur pembedahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pasien praoperasi anestesi spinal melalui edukasi berbasis media audiovisual di RS TK.III Wijayakusuma Purwokerto. Metode kegiatan meliputi tahap persiapan dan koordinasi, skrining peserta, pelaksanaan edukasi menggunakan video berdurasi kurang lebih 5 menit disertai leaflet, serta monitoring dan evaluasi. Sebanyak 30 pasien praoperasi anestesi spinal dilibatkan sebagai peserta, dengan pengukuran pengetahuan dan kecemasan menggunakan kuesioner pengetahuan dan instrumen Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari kategori kurang dan cukup menjadi mayoritas kategori baik (60,0%), serta penurunan kecemasan dari kategori berat menjadi kategori sedang (66,7%) dan ringan (33,3%) tanpa peserta berkategori berat. Kesimpulannya, edukasi preoperatif anestesi spinal berbasis audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Luaran kegiatan berupa video edukasi, leaflet, publikasi jurnal, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Co-Authors Abid Fadillah Triatmaja Ade Dwi Aulia Agepho, Al Farouk Ozan Aidil Giffari Ali Rahman Mahulauw Alifika Julianinta Sudarmono Amalia, Cindy Amelia Andini Amin Susanto Anisa Delviara Ardi Nugraha Aris Ahmat Aris Nur Rahmat Auliya, Khidmatul Aurelia Harun Al Rasyid Bawahasi, Inka Jestika Cantika, Virginia Raida Danang Tri Yudono Danang Tri Yudono Dani, Dwi Darmawan Desy Idayani Didik Iman Margatot Dwi Novitasari Dzuhuri, Muh Adnan Eki Ulul Azmi Eko Wardoyo Emiliani Elsi Jerau Erlena, Erlena Winda Lestari Fajirin, Muhammad Aldi Firda Susu Fridan Firdaus Fringgandini, Mena Giffari, Aidil Ginita Yusmaniar Hana Zumaedza Ulfa Hannan Putri Rosaeva Hidayanti, Fadila Imanuel Telaumbanua Indri Heri Susanti, Indri Heri Ivani, Naysilla Yuniar Jerau, Emiliani Elsi Jonatan Aris Maraya Jovanca Christy Amara Wibowo Khoirul Anam, Ahmad Leni Maryati Lintang Suryani, Roro luthfi, Ahmad Luthfi Virgiawan Habibi Made Suandika Made Suandika Maitsa, Hilvi Mochamad Bayu Nuryatmaja Moh Diyaul Anshar Muti, Refa Teja Nailli, Yuris Tri Nanda Ariawan Saputri Napa Mulina Nashya, Jhea Aqilla Noor Yunida Triana Ns. Martyarini Budi S Nur Indah Kusuma Dewi Nur Intan Kartika Sari Nur Intan Kartika Sari Nuranggreni, Maricha Nurhadi, Muhammad Zidan Putra Putri, Putri Adawia Qoni Oktanti Rahayu, Mella Budi Rahmaya Nova Handayani Rahmaya Nova Handayani Rahmayana Nova H Ratri, Hong Nuring Madyo Ratu Islami Meiana Putri Reivita Amelia Reivita Amelia Revalina Aulia Rahma Risa Zulvia Roro Lintang Suryani Salsabila Amanda Dwi Damayanti Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Singgih Elva Putra sinta desiyanti Siti Bakhittah Chaerunisa Siti Noer Ambarwati Sri Nabawiyati Nurul Makiyah Sridevi Suhendro, Anton Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih Suryani, Roro Lintang Susilo Rini Syafa Awalia Khoirun Nisa Tanjung, Ar-Rahman Tophan Heri Wibowo Triana, Noor Yunida Tumbey, Chrynscialdy Wahyu Hidayat Wahyu Saputro Wardoyo, Eko Wasis Eko Kurniawan Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Ratu Laraswati Sekar Wilis Sukmaningtyas Yudono, Danang Tri Yunanto Adi Nugroho Zulita, Nabila Ulfa