Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Masyarakat Dan Kinerja Pengelola Terhadap Kualitas Pelayanan Penyediaan Sarana Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan Mustika, A; Kustiani, Ika
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v5n2.141

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat dan kinerja pengelola terhadap kualitas pelayanan Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program andalan nasional (Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi layak debgan perdekatan berbasis masyarakat. Program Pamsimas I yang dimulai pada tahun 2008 sampai dengan Tahun 2012 dan Pamsimas II dari Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2015 telah berhasil meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi salah satunya Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan mempunyai luas 1.199,5 Ha dan terdiri dari 9 dusun dengan jumlah penduduk desa Kelawi terdiri dari 3.687 jiwa. Topografi desa Kelawi merupakan daerah berbatu dan kapur dan berbatasan langsung dengan Selat Sunda sehingga cadangan air tanah sangat minim. Hal ini menyebabkan desa Kelawi rawan kekurangan air bersih. Pada tahun 2016 akses air minum layak di desa Kelawi hanya mencapai 61,21 % dan akses jamban sehat hanya 35,88 %. Saat itu masyarakat desa Kelawi menggunakan sumber air baku dari sumur gali, sumur bor, dan sungai.
Peningkatan Kapasitas Mitigasi Bencana Tsunami Melalui Program Perawatan Terumbu Karang Buatan di Desa Kunjir, Kabupaten Lampung Selatan Kusuma, Anma Hari; Siregar, Amril Ma’ruf; Arifaini, Nur; Kustiani, Ika
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9724

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan posisi tempat bertemunya tiga lempeng tektonik dunia sehingga sebagai tempat berkumpulnya berbagai macam bencana. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam, non-alam dan kelalaian manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Tsunami adalah salah satu jenis dari bencana tersebut. Tsunami adalah gelombang laut besar yang ditimbulkan oleh gempa bumi di dasar laut karena adanya subduksi lempeng, pergerakan patahan, letusan gunung berapi dasar laut. Desa Kunjir adalah salah satu desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan yang terkena dampak bencana tsunami. Meskipun Desa Kunjir memiliki potensi yang besar terhadap bencana tsunami tetapi rencana mitigasi terhadap ancaman bencana tsunami yang dimiliki oleh masyarakat desa masih sangatlah minim, Mitigasi dapat berupa pembuatan terumbu karang buatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pelaksanaan kegiatan transplantasi dilakukan melalui dua tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.  Berdasarakan kegiatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam penerapan teknologi terumbu buatan dan adanya peningkatan pengetahuan mengenai perawatan terumbu karang.
Analisa Revisi Desain pada Kinerja Pelaksanaan Konstruksi: Studi Kasus Gedung Kantor Pajak Pratama Natar Adipaty, Arneta Pratiwi; Kustiani, Ika; Afriani, Lusmeilia; Dwsbu, Chatarina Niken; Usman, Kristianto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1246

Abstract

Abstrak   Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama – Natar, ditemukan masalah seperti gambar yang tidak dapat dilaksanakan, perubahan rencana kerja, dan perubahan scope pekerjaan. Tujuan penelitian adalah menganalisa faktor utama yang mempengaruhi perubahan desain dalam durasi pelaksanaan. Metode yang digunakan dengan melakukan penyebaran kuesioner sebagai data utama dan wawancara sebagai data pendukung, yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian dari perubahan desain pada proyek konstruksi, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara rencana dan kondisi lapangan, mungkin berdampak signifikan terhadap durasi proyek. Perubahan ini dipicu oleh penyesuaian kondisi lapangan dan permintaan dari pihak pemilik proyek, seperti penambahan pos jaga serta instalasi air conditioner di area yang tidak direncanakan sebelumnya. Kesenjangan ini menyebabkan keterlambatan proyek, yang seharusnya telah mencapai 97% pada minggu ke-39, namun realisasinya hanya 63%. Faktor-faktor seperti penyesuaian lapangan dan permintaan pemilik proyek, termasuk penambahan fasilitas tak terduga, berkontribusi dominan terhadap keterlambatan dan peningkatan biaya kemudian dari 13 faktor yang dianalisis, faktor dominan yang mempengaruhi perubahan desain yaitu kesalahan estimasi biaya (prioritas 0,098%), ketidaktersediaan standar material (prioritas 0,085%), dan penundaan pekerjaan (prioritas 0,084%). Kesimpulan adalah bahwa perubahan desain dalam proyek konstruksi paling dominan dipengaruhi oleh faktor Kesalahan Estimasi Biaya dan Ketidaksesuaian Desain dengan Kondisi Lapangan, berdasarkan bobot prioritas tertinggi hasil metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua faktor ini berasal dari aspek perencanaan, yang terbukti lebih berpengaruh terhadap durasi proyek dibandingkan faktor pelaksanaan.   Kata kunci: manajemen perubahan, durasi pelaksanaan, AHP, faktor perencanaan, faktor konstruksi.   Abstract   The construction of the Pratama Tax Office Building in Natar encountered several issues, including unimplementable drawings, changes in work plans, and alterations in the project scope. This study aims to analyze the dominant factors influencing design changes that affect project duration. The research employed a questionnaire as the primary data collection method and interviews as supporting data, analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results indicate that design changes, triggered by discrepancies between the planning documents and actual site conditions, significantly impacted the project's timeline. These changes were largely driven by field adjustments and client requests, such as additional guard posts and unexpected air conditioning installations. The gap between plan and execution caused a delay, where the project was expected to reach 97% completion by week 39 but only achieved 63%. From the 13 factors analyzed, the most influential on design changes were cost estimation errors (priority 0.098%), unavailability of standard materials (0.085%), and work delays (0.084%). The study concludes that design changes in construction projects are predominantly influenced by planning-related factors, particularly cost estimation errors and inconsistencies between design and site conditions. These planning factors have a greater impact on project duration than those arising during execution.   Keywords: change management, project duration, AHP, planning factors, Construction factors.
Analisis Tingkat Risiko Penyebab Rel Patah pada Jalur Kereta Api Wilayah Divre IV Tanjung Karang Nur Anggita Putri, Viola; Usman, Kristianto; Kustiani, Ika; Siregar, Amril Ma’ruf
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.283-292

Abstract

The increase in the volume of passengers and goods in rail transportation in Indonesia has an impact on the condition of railway infrastructure, especially railway infrastructure. The main focus of this condition is the risk of rail damage, especially broken rails. So a holistic assessment approach is needed to identify the root causes and formulate appropriate treatment and improvement strategies. The aim of the research is to identify the factors causing the rail to break and analyze the causes. This research uses a risk level value analysis method by multiplying the results of probability and impact, thus producing a risk value. Risk variables such as extreme rain events, expansion in the alignment area, and mud pumping are high level risks. This is followed by medium, low and very low risks, according to the classification of each risk variable analyzed. Therefore, the priority scale for handling broken rail repairs is grouped based on the risk level value starting from the highest risk to the lowest risk. The conclusion is that risk variables such as extreme rain produce a risk value of IDR 296,881,200 with a probability value of 0.99% and an impact of IDR 29,988,000,000, expansion in the straight area produces a risk value of IDR 376,992,000 with a probability value of 1.10% and impact IDR 34,272,000,000, and mud pumping produces a risk value of IDR 394,128,000 with a probability value of 1.15% and impact IDR 34,272,000,000, these three risk variables are classified as high risk.
Analisis Pengendalian Mutu Beton pada Proyek Rumah Susun PIK Pulo Gadung dengan Metode Statistical Quality Control Setiadi, Moch Sofyan; Usman, Kristianto; Sebayang, Surya; Kustiani, Ika
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 2 (2024): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i2.7218

Abstract

Pertumbuhan penduduk terjadi begitu pesat sehingga menyebabkan permasalahan lahan perumahan. Rumah susun menjadi solusi hunian vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien, sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 11 yaitu menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan. Sehingga diperlukan pengawasan agar kualitasnya terjaga. Tujuan penelitian adalah mengetahui kesesuaian mutu beton dari pelat, balok, kolom menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) serta faktor yang menyebabkan mutu beton sesuai/tidak dengan rencana. Pengendalian mutu dilakukan dengan pengujian kuat tekan. Hasil pengujian dianalisis dengan SQC. Dari analisis diperoleh hasil mutu beton dari pelat, balok, kolom memenuhi mutu rencana. Berdasarkan X-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 25%%, keluar UCL 18,75%, keluar LCL 12,5%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 63,64%, dibawah target 9,09%, keluar UCL 9,09%, keluar LCL 18,18%. Kolom Fc’ 30 MPa sesuai target 40%, dibawah target 20%, keluar UCL 20%, keluar LCL 20%. Berdasarkan R-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 56,25%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 45,45%, dibawah target 54,55%. Kesimpulannya berdasarkan X-chart memenuhi rencana, tetapi prosesnya tidak stabil. Berdasarkan R-chart prosesnya stabil dan terkendali. Besarnya variabilitas beton diindikasikan karena faktor air semen, curing dan kualitas pelaksanaan kurang sempurna.
Pengaruh Pemilihan Alat (Penggunaan Bulldozer) Untuk Meningkatkan Efektivitas Dalam Pekerjaan Galian Tanah Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi Tahun 2015 Rahmansyah, Arif; Kustiani, Ika; Wardono, Herry
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.404

Abstract

Pekerjaan galian tanah mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi. Bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai penggerak utamanya, alat ini sebenarnya traktor yang dilengkapi dengan pelengkap dozer/dozer attachment yaitu berupa blade (pisau). Bulldozer merupakan salah satu jenis dozer yang mempunyai kemampuan untuk mendorong ke muka, bladenya tegak lurus pada arah gerak maju, jenis lain adalah angle dozer, dimana bladenya dapat diatur miring sampai ±25º dari kedudukan lurus (Kusrin, 2008). Bulldozer tipe D65 merk caterpillar digunakan dalam paket Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi. Pemilihan bulldozer dalam melaksanakan pekerjaan galian tanah pada konstruksi Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi dapat lebih menghemat biaya. Dalam hal waktu pelaksanaan juga dapat lebih cepat, mengingat lokasi merupakan daerah dengan intensitas curah hujan yang tinggi jadi pelaksanaan pekerjaan galian tanah harus efektif dan efisien tetapi tetap mengedepankan mutu serta kualitas hasil praktek konstruksi.
KONSEP PENATAAN DESAIN TAMAN KOTA DALAM PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SEKAYU Ariesanthy, Yenni; Widyawati, Ratna; Kustiani, Ika
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.552

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektural yang dapat memberikan manfaat ekonomi (kesejahteraan) bagi masyarakatnya.Kawasan perkotaaan Kota Sekayu memiliki luas 264,6 Ha, yang meliputi sebagian Kelurahan Kayu Ara, Serasan Jaya, Soak Baru, dan Balai Agung ( sumber : RDTR Kota Sekayu 2005) , artinya kota Sekayu memerlukan RTH minimal 20 persen dari luas total wilayah kota yaitu 52,96 Ha sedangkan luas total RTH kota Sekayu yang sudah terbangun adalah +- 11,52 Ha.Menurut Rancangan RTRW Kabupaten Musi Banyuasin 2013 Pengembangan dan Pemanfaatan lahan untuk RTH khususnya di Kota Sekayu diperuntukan untuk Pemenuhan Kebutuhan akan areal rekreasi sebagai tempat interaksi masyarakat dikombinasikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Lingkungan karena Pemerintah Daerah Musi Banyuasin diberi tanggung jawab oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan program local action plan atau rencana aksi kota sehat (RAKS) dengan kualitas lingkungan yang baik.Salah satu untuk mewujudkan hal tersebut perlu dibangun suatu Taman kota sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota yang memenuhi fungsi dari proteksi, rekreasi, estetika dan Fungsi sosial budaya lainnya .Taman Kota dapat dimanfaatkan penduduk untuk melakukan berbagai kegiatan sosial pada satu kota atau bagian wilayah kota. Taman ini dapat berbentuk sebagai lapangan hijau, yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi, taman bermain anak, taman bunga, taman khusus untuk lansia, fasilitas olah raga terbatas yang semua fasiltas terbuka untuk umum.
Infrastruktur Terpadu antar Sektor untuk Mendukung Pengembangan Wilayah Kabupaten Pringsewu Purmawan, Hari; Kustiani, Ika; Sarkowi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.556

Abstract

Pembangunan akan terkait dengan hampir semua dimensi kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan harus dapat menjadikan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai sasaran yang harus dicapai. Salah satu sasaran dalam pembangunan adalah pengembangan wilayah yang dapat didefinisikan sebagai suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya, merekatkan dan menyeimbangkan pembangunan nasional dan kesatuan wilayah nasional, meningkatkan keserasian antar-kawasan, keterpaduan antar sektor pembangunan melalui proses penataan ruang dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu strategi pembangunan yang digunakan untuk mengatasi masalah ketimpangan antar-wilayah adalah strategi keterkaitan (linkages) antar-wilayah. Pembangunan infrastruktur diarahkan juga untuk mendukung pengurangan disparitas antar wilayah (perkotaan, pedesaan dan perbatasan), juga untuk pengurangan urbanisasi, peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar, serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya untuk menjaga stabilitas dan kesatuan nasional. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur perlu berlandaskan pada pendekatan pengembangan wilayah secara terpadu oleh seluruh sektor yang bertitik tolak dari sebuah rencana yang sinergi dan mengacu kepada aktivitas ekonomi, sosial, keberlanjutan lingkungan hidup, potensi wilayah dan kearifan lokal, dan rencana tata ruang wilayah.
Analisa Produktivitas Alat Berat dan Angkutan pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas KTM – Jembatan Sungai Buaya (DAK) Reguler di Kabupaten Mesuji Dewansyah, Ismawan; Kustiani, Ika; Nama, Gigih Forda
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.561

Abstract

Pada proyek diharuskan untuk menerapkan manajemen proyek yang tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya. Pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas Kota Terpadu Mandiri (KTM) – Jembatan Sungai Buaya Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler di Kabupaten Mesuji dilakukan analisa produktivitas alat berat dan angkutan. Alat berat yang dipakai berupa Excavator 80-140 Horse Power (HP) dengan kapasitas buket 0,9 m3 dan alat angkut berupa Truck Mixer (TM) kapasitas 7 m3 . Dengan lokasi pekerjaan sejauh 25,7 km dari lokasi Stockpile. Ada beberapa kendala yang dilalui pada saat pelaksanaan pekerjaan antara lain kondisi jalan yang buruk, melewati pemukiman warga, dan kondisi TM yang tidak prima. Sehingga estimasi waktu yang sebelumnya sudah diperhitungkan mengalami perbedaan yang cukup besar, kemudian dilakukan analisa kembali untuk produktivitas alat berat dan angkutan dengan memperhitungkan faktor-faktor yang menghambat. Sehingga didapat berapa banyak kebutuhan alat yang dipakai. Dari hasil analisis perhitungan sesuai dengan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) didapatkan perhitungan pada penggunaan alat berat excavator dengan kapasitas buket 0,9 m3 serta dengan faktor kondisi alat yang baik dan 7 jam kerja didapatkan total waktu untuk pengisian 1 unit truck mixer dengan kapasitas 7 m3 sebesar 20 menit dengan produktivitas senilai 67, 23 m3 / jam. Kemudian pada analisis perhitungan perjalanan truck mixer dari stockpile ke lokasi yang berjarak 25,7 km ditempuh dengan rata-rata kecepatan bermuatan 15 Km/jam dan kecepatan rata-rata muatan kosong 20 Km/jam didapat dari hasil perhitungan waktu yang dibutuhkan untuk kembali memuat beton sebesar 3 jam 45 menit. Dari hasil tersebut maka 1 unit truck mixer hanya dapat melakukan 2 ritase. Sehingga analisis pada alat muat (excavator) dan angkut (truck mixer) yang dilakukan pada paket pekerjaan Peningkatan Jalan Ruas KTM – Jembatan Sungai Buaya (DAK) Reguler di Kabupaten Mesuji yang pada kontrak menggunakan 4 truck mixer belum dapat memenuhi kapasitas produksi dalam sehari. Dengan demikian, maka dibutuhkan penambahan truck mixer menjadi 11 unit.
Analisis Perencanaan Talud pada Sungai Way Kandis Lunik di Perumahan Glora Persada Rajabasa Cambodia, Mirnanda; Suharno; Kustiani, Ika; Pratama, Arisky Dwi
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.564

Abstract

Kawasan Perumahan Glora Persada Rajabasa merupakan salah satu daerah di Kota Bandar Lampung yang seringkali dilanda banjir. Debit air sungai lebih besar dari kapasitas Sungai Way Kandis Lunik saat hujan turun sangat deras serta belum adanya bangunan perkuatan tebing sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah desain perencanaan talud sebagai bangunan pengaman tebing sungai. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis kapasitas tampung sungai dengan menganalisis besaran debit banjir. Selanjutnya, analisis hidrolika dilakukan untuk mengetahui ketinggian dari bangunan talud dan yang terakhir adalah melakukan perencanaan desain talud. Bedasarkan perhitungan debit banjir rencana dengan metode Rasional dengan Q5 = 176,5632 m3/dtk maka didapatkan tinggi muka air banjir H = 2,29 m. Berdasarkan pemilihan tipe talud yang digunakan yakni talud pondasi batu belah, Pemilihan tipe talud ini berdasarkan bangunan sisi kanan kiri pada lokasi yang mana telah terbangun bangunan talud sebelumnya dengan tipe bangunan yang sama-sama menggunakan pondasi batu belah.
Co-Authors Abdi Kemal Damanta Adhi, Santoso Waskito Adipaty, Arneta Pratiwi Ahmad Ega Wira Tama Ahmad Farid Effendy Ahmad Herison Aini , N Aleksander Purba Aminudin, KM Amrif Ma'ruf Siregar Amril Ma'aruf Siregar Amril Ma'ruf Siregar Amril Ma'ruf Siregar amril maruf siregar Amril Ma’ruf Siregar amril siregar Anastasia Florensia Mela Andri Abyan Nabila Anissa Putri Ambarwati Anita Christiani Sianturi Anma Hari Kusuma, Anma Hari Ariesanthy, Yenni Ariotomo, Yusuf Armijon Armijon ayuma milen Bambang Utoyo S Basuki Murdoko Basuki, Muji Bertarina Cicih Daniasri Deddy Irwansyah Deddy Sanjaya Dewansyah, Ismawan Dikpride Despa Dikpride Despa Dikpride Despa Dimas, Muhammad Seriz Dody Fasola DWSBU, Chatarina Niken Eduwin Eko Franjaya Emmi Desniati Endro Prasetyo Wahono Febrina, Rina Fikri Alami Fikri Alami Fita Efriana Gigih Forda Nama Girinandi, I Gusti, Elsa Permata Hairudin Hasri, Marsa Murbawangi Helmy Fitriawan Hermida, Lilis Herry Wardono Ikarini Widayati Inten Monaliza Irza Sukmana Isneini, M Junaidi, Tas'an Kristianto Usman Lusmeilia Afriani M. Harun Mardhotillah, Nur Anisa MARDIANA Marsa Murbawangi Hasri Masdar Helmi Matemba, Esther Elly Maulyda Nur Annisa Fanhar Meutia Nadia Karunia Mirnanda Cambodia Mohd Harizalsyah Muh Sarkowi Muhammad Abdillah Sjaheru Muhammad Rizqika Aftortu Muhammad Seriz Dimas Mukhlis, Muhammad Mustika, A Nabila, Andri Abyan Napoli Situmorang Novita Sari, Ike Nur Anggita Putri, Viola Nur Arifaini nur syahidah aini Ofik Taufiq Purwadi Pandi Aditiya Panji Kurniawan Phambudi, Guritno Bagus Pipit Komala Dewi Pratama, Arisky Dwi Purba, A Purmawan, Hari Purwadi, Ofik Taufiq Rahayu Sulistyorini Rahmad Syah Putra Rahmansyah, Arif rania, komang Ratna Widyawati Rindiani, Rahma Indah Sanjaya, Deddy Santoso, Arief Adkha Sari Anton Sari, Putri Fitria Sarkowi Sarkowi, M Sarkowi, Muhammad Sarkowi, Sarkowi Setiadi, Moch Sofyan Sianturi, Anita Christiani Siregar, Amril Ma'ruf siregar, amril maruf Siregar, Amril Ma’ruf Siti Anisah Siti Anugrah Mulya Putri Ofrial Situmorang, Napoli Sri Waluyo Sri Waluyo Srianti, Ririn Suharno Suharno Suharno Sukmaningrum, Febriana Melati Surahman, R Surya Sebayang Utami , Venie Putriyana Widyawati, R windy putri diwantari Wisman, Mira wisnu andika jaya Yusuf Ariotomo