Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pemanfaatan Jus Jambu dan Tablet Tambah Darah untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri di Pondok Pesantren di Puskesmas Dersalam Pramudaningsih, Icha Narayani; Pujiati, Eny; Kristiyani, Nadila; Ngatmini, Ngatmini; Sari, Siti Nila Yuana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.600

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta berisiko berlanjut hingga usia dewasa dan memengaruhi kesehatan reproduksi. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui peningkatan pengetahuan tentang pentingnya hemoglobin serta pemanfaatan tablet tambah darah yang didukung konsumsi sumber vitamin C, seperti jus jambu biji. Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pemanfaatan jus jambu biji dan tablet tambah darah dalam upaya meningkatkan kadar hemoglobin. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan promotif dan preventif yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Irsyah Kudus. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan diawali dengan pendaftaran peserta, pemeriksaan kesehatan, pengukuran kadar hemoglobin, serta pre-test untuk mengukur pengetahuan awal. Selanjutnya dilakukan penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi interaktif, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana persentase remaja putri dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 34,48% pada pre-test menjadi 79,31% pada post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia, peran hemoglobin, serta pentingnya konsumsi tablet tambah darah yang dikombinasikan dengan jus jambu biji. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dan mendukung upaya pencegahan anemia melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas.
Penerapan Edukasi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Cahyanti, Luluk; Pujiati, Eny; Ambarwati, Ambarwati; Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Fitriana, Vera; Nur, Hirza Ainin; Yuliana, Alvi Ratna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.601

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stres psikologis. Stres dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan sekresi hormon kortisol, yang berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mampu membantu pasien dalam mengelola stres secara efektif. Relaksasi Benson merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang bertujuan menurunkan respon stres dan meningkatkan respon relaksasi tubuh melalui pengaturan pernapasan dan pemusatan perhatian.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan relaksasi Benson melalui metode edukasi kesehatan, serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ngembal Kulon dengan pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pendampingan praktik relaksasi Benson. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan setelah penerapan relaksasi Benson serta penilaian pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen stres serta kecenderungan penurunan kadar glukosa darah setelah relaksasi Benson dilakukan secara mandiri. Edukasi relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam pengelolaan Diabetes Mellitus di pelayanan kesehatan primer.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Relaksasi Benson
Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Perilaku Ibu dalam Penyediaan Makanan Sehat Kreatif Balita Stunting Winarsih, Biyanti Dwi; Lestari, Fuji; Pujiati, Eny; Widyaningsih, Heriyanti; Hartini, Sri; Faidah, Noor; Yusianto, Wahyu
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.594

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang dialami balita di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak diperlukan adanya peran orang tua, terutama peran ibu. Peran ibu sangat diperlukan dalam mencegah maupun menangani masalah gizi atau nutrisi pada anak. Kurangnya gizi pada anak dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam memilih bahan makanan maupun menyajikan makanan yang tidak tepat. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui penyediaan makanan sehat dan kreatif oleh ibu. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu memiliki peran penting dalam penyediaan makanan tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam penyediaan makanan sehat kreatif balita stunting Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan pemberian edukasi kepada 45 ibu yang memiliki balita stunting. Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sebagian besar dalam kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 91,1%, Sikap ibu dalam kategori baik sebanyak 28 responden (62,2%), dan Perilaku ibu dalam kategori baik sebanyak 60%. Mayoritas ibu terjadi peningkatan baik pengetahuan, sikap dan perilaku dalam penyediaan makanan sehat kreatif.
GAMBARAN PENERAPAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Suyahni, Noptalia; Ambarwati, Ambarwati; Widyaningsih, Heriyanti; Pujiati, Eny
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.240

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 mempunyai beberapa faktor resiko seperti usia, aktivitas fisik, gaya hidup yang memengaruhi kondisi psikologis pasien, seperti munculnya kecemasan. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan Penelitian: untuk mengetahui gambaran penerapan terapi SEFT dalam menurunkan kecemasan pada pasien DM tipe 2. Metode: Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Sampel berjumlah 16 pasien DM tipe 2 di wilayah Puskesmas Ngembal Kulon Kudus. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tingkat kecemasan setelah diterapkan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) selama 3 hari berturut turut dengan durasi 15 -25 menit. Presentase tingkat kecemasan sebelum diberikan mengalami kecemasan berat (87,5%), dan lainnya mengalami kecemasan berat sekali (12,5%), setelah diberikan tindakan presentase kecemasan sedang menjadi (56,3%) dan kecemasan ringan menjadi (43,8%). Penurunan ini menunjukkan bahwa terapi SEFT efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien DM tipe 2.Kesimpulan: Terapi SEFT efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Melitus tipe 2, yang ditunjukkan oleh perubahan tingkat kecemasan dari sebagian besar mengalami kecemasan berat dan sangat berat menjadi kecemasan sedang dan ringan setelah intervensi selama tiga hari berturut-turut.
Edukasi Senam Kaki Diabetes pada Lansia dengan Diabetes Melitus di Desa Megawon Kabupaten Kudus Jamaludin, Jamaludin; Pujiati, Eny; Nur, Hirza Aini; Ambarwati, Ambarwati; Zarina, Zam; Fatikasari, Ayu Noor; Yuliana Tas, Andina; Fajriyyah, Novyta
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i1.110

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis tidak menular yang sering terjadi pada lansia akibat penurunan fungsi fisiologis dan perubahan gaya hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk membantu pengendalian kadar gula darah adalah senam kaki diabetik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia tentang DM serta mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap kadar gula darah. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Posyandu Kenanga, Desa Megawon Jati, Kabupaten Kudus, dengan 18 lansia penderita DM. Metode meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), aplikasi senam kaki diabetik, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan rata-rata GDS menurun dari 123,167 mg/dL menjadi 104,278 mg/dL. Disimpulkan bahwa senam kaki diabetik efektif meningkatkan pengetahuan lansia dan membantu pengendalian kadar gula darah.
The Relationship Between Maternal Employment and Self-Efficacy in Breastfeeding Heriyanti widyaningsih; Havifah Alfiani; Eny Pujiati; Noor Faidah; Sri Hartini
Proceeding of Banten Internasional Conference on Health Advancement and Research Vol. 1 No. 1 (2026): Proceeding Banten International Conference on Health Advancement & Research (BI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Breast milk is the primary source of essential nutrients for infant growth and development, while also functioning as a natural antibody that strengthens the immune system. The World Health Organization (WHO) and UNICEF recommend exclusive breastfeeding for the first six months of life. However, breastfeeding coverage in Indonesia remains below the national target of 80%, with Kaliwungu Subdistrict, Kudus Regency, reporting a low coverage of only 34.9%. One factor influencing breastfeeding behavior is maternal self-efficacy, which refers to a mother’s confidence in her ability to breastfeed. Self-efficacy may be affected by employment status, as working mothers often face challenges such as limited time, insufficient lactation facilities, and lack of workplace support, all of which may reduce confidence in exclusive breastfeeding. Objective: This study aimed to analyze the relationship between maternal employment and self-efficacy in breastfeeding among mothers in Kedungdowo Village, Kaliwungu Subdistrict, Kudus Regency. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 46 breastfeeding mothers with children aged 0–2 years, selected through stratified random sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Statistical analysis was performed using the Pearson Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Results: The bivariate analysis showed a p-value of 0.223, which was higher than the significance level (α < 0.05), indicating no significant relationship between maternal employment and breastfeeding self-efficacy. The findings suggest that both formally and informally employed mothers have comparable levels of breastfeeding self-efficacy. Conclusion: Maternal employment is not the sole factor determining self-efficacy in breastfeeding. Other factors such as knowledge, social support, and prior breastfeeding experience may play more significant roles in influencing mothers’ confidence in breastfeeding.  
Implementasi Terapi Modalitas Life Review menggunakan Permainan Ular Tangga terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia Icca Narayani Pramudaningsih; Eny Pujiati; Hirza Ainin Nur
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v15i1.3188

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan fase akhir dari siklus kehidupan yang ditandai dengan adanya proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, terjadi perubahan fisiologis yang dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi kognitif. Fungsi kognitif sangat penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari karena meliputi kemampuan memori, orientasi, perhatian, bahasa, hingga kemampuan dalam mengambil keputusan. Penurunan fungsi kognitif dapat menurunkan kualitas hidup, kemandirian, bahkan berisiko menimbulkan ketergantungan pada orang lain. di Indonesia berdasarkan Riskesdas (2018) prevalensi penurunan fungsi kognitif pada lansia cukup tinggi, di mana sekitar 22% lansia mengalami gangguan kognitif ringan hingga sedang. Penanganan penurunan kognitif yang sering digunakan yaitu terapi modalitas Life Review dengan modifikasi permainan ular tangga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Terapi Modalitas Life Review menggunakan Permainan Ular Tangga terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Lansia. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre Experiment Design dengan metode One Group Pre-test-post-test design. Populasi penelitian ini adalah lansia di panti Panti Sosial Potroyudan sebanyak 80 lansia. Sampel sebanyak 35 responden dengan menggunakan tehnik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan bulan Mei 2025 menggunakan instrumen kuesioner Mini Mental Status Eximinitation (MMSE). Analisa data penelitian menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan fungsi kognitif lansia setelah diberikan intervensi terapi modalitas. Nilai rata-rata fungsi kognitif sebelum intervensi adalah 21,87, kemudian meningkat menjadi 25,96 setelah dilakukan terapi modalitas selama empat minggu. Hasil uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penerapan terapi modalitas terhadap fungsi kognitif lansia. Kesimpulan: Terapi modalitas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia dengan nilai p-value = 0,002 (p < 0,05). Terapi modalitas Life Review dengan menggunakan permainan ular tangga bisa menjadi salah satu implementasi nonfarmakologis dalam program pelayanan kesehatan lansia untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif
Peningkatan Pengetahuan dan Kesehatan Wanita Premenopause melalui Pendekatan Komunitas dan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) di Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus Pujiati, Eny; Ambarwati, Ambarwati; Fitriana, Vera; Fatikasari, Ayu Noor; Najwa, Rayya Shofichul; Jamaludin, Jamaludin; Yuliani, Alvi Ratna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.619

Abstract

Premenopause merupakan fase transisi dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen sehingga menimbulkan berbagai perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Permasalahan pada fase ini meliputi rendahnya pengetahuan serta ketidakmampuan dalam mengelola stres, sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan wanita premenopause melalui pendekatan komunitas dan penerapan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) di wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan MBSR, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan kader kesehatan, sedangkan pelatihan MBSR mencakup teknik pernapasan sadar, body scan meditation, relaksasi dan kesadaran diri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik dari 20% menjadi 73,3% serta penurunan tingkat stres kategori berat dari 26,7% menjadi 6,6%. Intervensi efektif meningkatkan pemahaman dan kemampuan mengelola stres, didukung pendekatan komunitas yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup wanita premenopause.   
Co-Authors Aisyah, Noor Alvi Ratna Yuliana Ambarwati Ambarwati Anita Dyah Listyarini Arsy, Gardha Rias Arsy, Gardha Ryas Biyanti Dwi Winarsih Cahyanti, Luluk David Laksamana Caesar, David Laksamana Dian Arsanti Palupi, Dian Arsanti Dilla Ameliasari Ervi Rachma Dewi Fadilah, Ana Fajriyyah, Novyta Fatikasari, Ayu Noor Fitriana, Vera Fitrianingsih, Sri Fuji Lestari Hasty Martha Wijaya Havifah Alfiani Heriyanti W Heriyanti Widyaningsih Heriyanti Widyaningsih Hidayati, Rakhmi Hirza Ainin Nur Hirza Ainin Nur Icca Narayani Icca Narayani Icca Narayani Pramudaningsih Icca Narayani Pramudaningsih Icca Narayani Pramudaningsih Irma Febita Irna Sari JAMALUDIN Jamaludin . Jamaludin Jamaludin Kristiyani, Nadila Lilis Sugiarti Luluk Cahyanti Maria Ulfa Mubaroq, Muhammad Husni Muhamad Husni Mubaroq Muniroh, Fitri Ambarwati Nafiah, Lutfiana Nurulin Nailil Muna Najwa, Rayya Shofichul Ngadiran, Antonius Ngatmini Ngatmini Ngatmini Ngatmini Nila Putri Purwandari Nila Putri Purwandari, Nila Putri Noor Faidah Noor Faidah, Noor Nur, Hirza Aini Nur, Hirza Ainin Nurmoko, Anang Pramudaningsih, Icca Narayani Pramudaningsih, Icha Narayani Putri Lestari Putri Lestari, Putri Putri, Devi Setya Rachma Dewi, Ervi Rahmawati, Priandari Amelia Rahmawaty, Annis Renny Wulan Apriliyasari, Renny Wulan Safitri, Niken Ayu Anggun Sari, Dessy Mugita Sari, Lia Marlinda Sari, Siti Nila Yuana Septarani, Sania Setyoningsih, Heni Sri Hartini Sri Hartini Susiloningrum, Dwi Suyahni, Noptalia Tiara Aninditha Vera Fitriana Vera Fitriana Vera Fitriana Wahyu Yusianto Widodo Bagus Waldiani Yayuk Fatmawati, Yayuk Yudanti, Gendis Purno Yulia Pratiwi Yuliana Tas, Andina Yuliana, Alvi Ratna Yuliana, Maya Yuliani, Alvi Ratna Zarina, Zam