Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perilaku Remaja Mencoba Merokok: Peran Iklan Rokok, Teman Sebaya dan Orang Tua Ervi Rachma Dewi; Widodo Bagus Waldiani; Muhamad Husni Mubaroq; Maria Ulfa; Eny Pujiati
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i3.5762

Abstract

The Global Youth Tobacco Survey (GYTS) data shows an increase in the prevalence of smokers aged 13 to 15 years from 18.3% (2014) to 19.2% (2019). In Demak Regency, according to data from the Demak Regency Health Office, the number of smokers over the past three years has decreased, with a decrease from 45% (2021) to 43% (2022) and then to 42% (2023). Among smokers aged 15-18 years, the rate dropped from 8.77% (2022) to 4.06% (2023). This study aims to explore the influence of cigarette advertising, peer influence, and parental influence on adolescents who experiment with smoking at SMP Negeri 1 Demak. This study used a cross-sectional method with a sample of male adolescents at SMP Negeri 1 Demak. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using univariate and bivariate tests to examine the relationships between variables. The results showed that cigarette advertising played a role in adolescent smoking behavior with a p value of 0.001. Peers have no role in adolescent smoking behavior with a p value of 0.103, and the role of parents has a role in adolescent smoking behavior (p value 0.001). This study reveals that the role of cigarette advertising and parents play a role in adolescent smoking behavior while the role of peers has no effect on adolescent smoking behavior.
IMPLEMENTASI TERAPI AKUPRESUR PADA TITIK SAYINJIAO (SP6), TITIK XIE HAI (SP10) DAN TITIK TAICHONG (LR3) TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN NUN PUTRI KUDUS Ngatmini, Ngatmini; Pujiati, Eny; Faidah, Noor; Ambarwati, Ambarwati
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.232

Abstract

Dismenore primer merupakan keluhan nyeri haid tanpa adanya kelainan organik yang sering dialami oleh remaja putri. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan konsentrasi belajar, serta berdampak pada kualitas hidup. Penanganan dismenore secara farmakologis memang efektif, namun penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah terapi akupresur. Akupresur merupakan teknik penekanan pada titik-titik tertentu di tubuh yang berfungsi merangsang pelepasan endorfin sebagai analgesik alami, meningkatkan sirkulasi darah, dan menurunkan kontraksi otot uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur pada titik Sanyinjiao (SP6), Xuehai (SP10), dan Taichong (LR3) terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada santriwati di Pondok Pesantren Nun Putri Kudus. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan pre-eksperimen dengan model one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 10 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi, 60% responden mengalami nyeri ringan dan 40% mengalami nyeri sedang. Setelah dilakukan akupresur, sebanyak 10% responden tidak lagi merasakan nyeri, 80% mengalami nyeri ringan, dan hanya 10% yang masih merasakan nyeri sedang. Kesimpulan: hasil ini membuktikan bahwa terapi akupresur efektif menurunkan intensitas nyeri haid melalui mekanisme stimulasi titik tubuh yang memicu pelepasan endorfin dan relaksasi otot.
PENERAPAN TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERURISEMIA Aisyah, Noor; Ambarwati, Ambarwati; Apriliyasari, Renny Wulan; Pujiati, Eny
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v12i2.231

Abstract

Dalam keadaan normal, asam urat dapat larut di dalam darah pada tingkat tertentu. Apabila kadar asam urat dalam darah melebihi daya larutnya, maka plasma darah akan menjadi sangat jenuh dan keadaan ini disebut dengan hiperurisemia. Asam urat merupakan asam lemah yang didistribusikan dalam cairan ekstraseluler sebagai natrium urat. Jumlah asam urat dalam plasma tergantung pada jumlah makanan atau minuman yang mengandung purin, biosintesis asam urat dan laju ekskresi urat. Kadar asam urat serum plasma diatur oleh 4 komponen sistem transpor ginjal yang meliputi proses filtrasi, reabsorbsi, sekresi dan reabsorbsi paska sekresi. Produksi asam urat yang berlebihan dapat disebabkan karena pengeluaran asam urat melalui ginjal kurang yang disebabkan ginjal yang rusak. Salah satu terapi non-farmakologis yang dapat di berikan adalah terapi bekam yang bertujuan untuk mengeluarkan racun dalam tubuh berupa darah kotor yang salah satunya adalah kadar asam urat. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran penerapan terapi bekam terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia. Metode : Penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif dengan desain pre eksperimental pendekatan One Group Pretest-Posttest untuk mengukur kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian terapi bekam. Sampel sebanyak 18 responden pasien hiperurisemia. Pengumpulan data menggunakan pengukuran kadar asam urat sebelum dan sesudah diberikan terapi bekam. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil : Penelitian  ini menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (61,1%) dengan usia dominan 40 tahun. Sebelum intervensi rata-rata kadar asam urat 7,9 mg/dL. Kesimpulan : Setelah intervensi rata-rata kadar asam urat 7,0 mg/dL. Perubahan ini mengidentifikasi bahwa intervensi yang diberikan efektif untuk menurunkan kadar asam urat pada penderita hiperurisemia.
PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK USIA SEKOLAH YANG KECANDUAN GADGET Arsy, Gardha Rias; Muna, Nailil; Pujiati, Eny
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v11i1.176

Abstract

ABSTRAK Orang tua merupakan lingkungan pertama anak yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak atau generasi muda. Peran orang tua dalam mengasuh, melindungi, membesarkan dan membimbing sesuai dengan tahapan perkembangannya tidaklah mudah. Anak usia sekolah tentu sudah tidak asing lagi menggunakan gadget. Banyak anak yang sudah memiliki gadget pribadi. Penggunaan gadget secara efektif akan berdampak positif. Tujuan untuk mengetahui pengalaman orang tua dalam mendampingi anak usia sekolah yang kecanduan gadget. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil Studi Fenomenologi: Pengalaman Orang Tua dalam Mendampingi Anak Usia Sekolah Yang Kecanduan Gadget di Desa Klaling Kabupaten Kudus yang melibatkan 10 peserta dapat disimpulkan menjadi 5 tema, (1) Gadget sebagai sarana belajar anak, (2) Dampak kecanduan gadget terhadap perkembangan anak, (3) Perubahan anak yang menggunakan gadget,(4) Peran orang tua dalam membatasi anak kecanduan gadget, (5) Merugikan penyalahgunaan gadget. Pengalaman Orang Tua Mendampingi Anak Usia Sekolah Yang Kecanduan Gadget di Desa Klaling Kabupaten Kudus ada 5 tema.Kata Kunci : Gadget, Orang Tua, Anak Usia Sekolah.
PENINGKATAN KESEHATAN PADA LANSIA MELALUI SENAM REMATIK UNTUK MENGATASI NYERI PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur; Luluk Cahyanti; Alvi Ratna Yuliana; Eny Pujiati; Jamaludin; Ambarwati; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/jpkm.v4i2.62

Abstract

Background: Aging is associated with degenerative changes, one of the physical changes experienced by humans is changes in the musculoskeletal system, where the joint disorder that is often experienced by the elderly is rheumatoid arthritis (RA). The impact of rheumatism on the elderly is not only in the form of obvious limitations in mobility and daily living activities, the management that can be done to overcome this is doing physical activity with rheumatic exercises. Purpose: This community service aims to increase knowledge about exercise for the elderly with rheumatism among the community, especially the elderly at the Japanese village posyandu, Mejobo subdistrict. Method: implementing this community service activity is by providing health education and rheumatic exercise practices to the elderly. Activities start from the planning, implementation and evaluation stages of the results of the outreach activities. Results: The results of this activity show an increase in health knowledge in the elderly through rheumatic exercises to treat rheumatoid arthritis pain, which is indicated by the audience being able to answer questions about the material presented and being able to practice the rheumatic exercises taught. Conclusion: The results of this community service have proven effective in increasing understanding about improving health knowledge in the elderly through rheumatic exercises to treat rheumatoid arthritis (RA) painK  
Efektivitas Hidroterapi sebagai Terapi Komplementer dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Stadium I: Studi Quasi Eksperimen Pujiati, Eny; Fitriana, Vera; Ambarwati, Ambarwati; Pramudaningsih, Icca Narayani; Yusianto, Wahyu
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2931

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Hidroterapi rendam kaki air hangat merupakan salah satu bentuk terapi komplementer yang dapat membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi perifer dan relaksasi otot. Tujuan: Mengetahui efektivitas hidroterapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stadium I. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest–posttest with control group design. Sampel terdiri atas 30 responden penderita hipertensi stadium I yang dipilih secara purposive sampling, dengan 15 responden pada kelompok intervensi dan 15 responden pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan tambahan hidroterapi rendam kaki air hangat bersuhu 37–40°C selama 15–20 menit setiap hari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima perawatan rutin tanpa hidroterapi. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: terdapat penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi (p < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan signifikan (p > 0,05). Perbandingan antara kedua kelompok menunjukkan bahwa hidroterapi secara signifikan lebih efektif dibandingkan perawatan rutin. Kesimpulan: Hidroterapi rendam kaki air hangat efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi stadium I. Terapi ini dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di rumah.Kata Kunci: Hidroterapi, Tekanan darah, HipertensiABSTRACTBackground: Hypertension is one of the non-communicable diseases that serves as a leading cause of morbidity and mortality worldwide. The management of hypertension can be carried out through both pharmacological and non-pharmacological therapies. Warm water foot soak hydrotherapy is a form of complementary therapy that may help reduce blood pressure through mechanisms of peripheral vasodilation and muscle relaxation. Objective: To determine the effectiveness of warm water foot soak hydrotherapy in reducing blood pressure among patients with stage I hypertension. Method: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest with control group approach. The sample consisted of 30 respondents with stage I hypertension selected through purposive sampling, comprising 15 respondents in the intervention group and 15 in the control group. The intervention group received additional warm water foot soak hydrotherapy at a temperature of 37–40°C for 15–20 minutes daily over seven days, while the control group received only routine care without hydrotherapy. Blood pressure was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann–Whitney tests. Results: There was a significant decrease in both systolic and diastolic blood pressure in the intervention group (p < 0.05), while no significant change was observed in the control group (p > 0.05). The comparison between the two groups indicated that hydrotherapy was significantly more effective than routine care. Conclusion: Warm water foot soak hydrotherapy is effective as a complementary therapy in reducing blood pressure among patients with stage I hypertension. This therapy can be applied as a safe, simple, and cost-effective non-pharmacological intervention, both in healthcare facilities and at home.Keywords: Hydrotherapy, Blood pressure, Hypertension.
Penurunan Burnout Perawat Melalui Implementasi Relaksasi Autogenik Nur, Hirza Ainin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Pujiati, Eny; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; Ambarwati; Jamaludin; Fitriana, Vera
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 2 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i2.1780

Abstract

Background: Burnout is prolonged stress that is often experienced by nurses due to work fatigue. Nurses who experience burnout can cause fatal problems such as the risk of suicide in nurses, as well as a decrease in the quality of service for patients. One action that can be used to reduce burnout symptoms is autogenic relaxation. Objective: This research aims to determine the effectiveness of autogenic relaxation measures on nurse burnout. Method: The research method used is pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The total sample was 22 respondents. Autogenic relaxation was carried out once every day for 1 week in the morning with a duration of 20 minutes. Data collection used observation sheets, autogenic relaxation SOPs, the Maslach Burnout Inventory (MBI) instrument. Statistical analysis uses the Wilcoxon Rank Test. Results: This research shows that autogenic relaxation is effective in reducing nurse burnout with p-value of 0.000 for emotional exhaustion, 0.000 depersonalization, 0.000 personal accomplishment.
Gambaran Gangguan Citra Tubuh pada Pasien Carcinoma Mammae yang Menjalani Kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati Pujiati, Eny; Arsy, Gardha Ryas; Septarani, Sania
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2930

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Carcinoma mammae merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi di Indonesia dan sering menimbulkan dampak psikologis akibat perubahan fisik yang diakibatkan oleh kemoterapi. Salah satu dampak psikologis yang sering muncul adalah gangguan citra tubuh, yaitu persepsi negatif terhadap kondisi fisik yang berubah setelah menjalani pengobatan. Kondisi ini dapat memengaruhi kepercayaan diri, hubungan sosial, dan kualitas hidup pasien. Tujuan: untuk menggambarkan gangguan citra tubuh pada pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi di RSUD RAA Soewondo Pati. Metode: menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi pada tahun 2024 sebanyak 357 pasien, dengan sampel 53 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner gangguan citra tubuh yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: sebagian besar responden mengalami gangguan citra tubuh negatif sebanyak 31 orang (58,5%), sedangkan 22 responden (41,5%) memiliki citra tubuh positif. Mayoritas responden berusia 41–60 tahun, berpendidikan dasar (47,2%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (32,1%), dan telah menjalani 2–3 siklus kemoterapi (47,2%). Sebagian besar responden juga mengalami efek kemoterapi sedang (47,2%). Kesimpulan: sebagian besar pasien carcinoma mammae yang menjalani kemoterapi mengalami gangguan citra tubuh negatif akibat perubahan fisik dan dampak emosional dari pengobatan. Dukungan psikososial dan edukasi dari tenaga kesehatan diperlukan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan citra tubuh dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata kunci: Carcinoma mammae, kemoterapi, citra tubuh  ABSTRACT Background: Carcinoma mammae is one of the most prevalent types of cancer in Indonesia and often leads to psychological impacts due to physical changes caused by chemotherapy. One of the common psychological effects is body image disturbance, which refers to a negative perception of one’s physical appearance following treatment. This condition can affect patients’ self-confidence, social relationships, and overall quality of life. Objective: To describe body image disturbances among patients with carcinoma mammae undergoing chemotherapy at RAA Soewondo Regional General Hospital, Pati. Methods: This study employed a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The study population included all carcinoma mammae patients undergoing chemotherapy in 2024, totaling 357 patients. A sample of 53 respondents was selected using an accidental sampling technique. Data were collected using a validated and reliable body image disturbance questionnaire and analyzed descriptively using frequency distribution and percentage. Results: Most respondents experienced negative body image disturbances (58.5%), while 41.5% had a positive body image. The majority of respondents were aged 41–60 years, had basic education (47.2%), worked as housewives (32.1%), and had undergone 2–3 chemotherapy cycles (47.2%). Most respondents also experienced moderate chemotherapy side effects (47.2%). Conclusion: Most carcinoma mammae patients undergoing chemotherapy experienced negative body image disturbances due to physical changes and emotional impacts of treatment. Psychosocial support and health education are essential to help patients adapt to body image changes and improve their quality of life. Keywords: Carcinoma mammae, chemotherapy, body image
TINGKAT STRES TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI: STUDI - CROSS SECTIONAL Eny Pujiati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i1.2190

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan suatu kondisi yang umum terjadi pada wanita menstruasi, khususnya wanita remaja. Dismenore pada remaja dapat menyebabkan gangguan aktivitas dan konsentrasi. Dismenore dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah stres. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat stres dengan intensitas dismenore primer pada remaja putri di Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan penelitian cross sectional. Hasil: Tingkat stres subjek paling banyak terdapat pada kategori normal sejumlah 62 subjek (32%), 48 subjek (24,7%) berada dalam kategori stres sedang dan berat, dan 36 subjek (18,6%) mengalami stres ringan. Sedangkan intensitas dismenore primer didominasi nyeri dengan kategori sedang sebanyak 100 subjek (51,6%) dan intensitas terendah dismenore primer tanpa nyeri sebanyak 8 subjek (4,1%). Hasil uji rank spearman dengan nilai α = 0,05 maka koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,392 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kesimpulan: Ada hubungan tingkat stres dengan intensitas dismenore primer pada remaja putri di wilayah Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.Kata Kunci: Stres, Intensitas Dismenore Primer, Remaja Putri.
EDUKASI PENERAPAN MEDITASI UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA Nur, Hirza Ainin; Pujiati, Eny; Ambarwati, Ambarwati; Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera; Yuliana, Alvi Ratna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.602

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis individu dalam menghadapi persoalan hidup dengan mengetahui kemampuan diri, dapat melaksanakan kegiatan dengan efektif, dan memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Tanda dan gejala kesehatan mental yang terganggu meliputi stres, cemas, gelisah, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minta dalam hal apapun. Remaja yang mengalami gangguan mental dapat berakibat pada tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan obat, minuman keras, kejadian kriminalitas, bahkan bunuh diri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk meningkatkan kesehatan mental dapat dilakukan dengan meditasi. Banyak penelitian menyebutkan meditasi dapat mengatasi gangguan psikologis seperti cemas, stres, depresi, serta masalah tidur. Meditasi merupakan tindakan melatih pikiran dengan fokus dan kesadaran diri. Tindakan ini biasanya melibatkan teknik relaksasi pernafasan dan konsentrai pada pikiran. Kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam melakukan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari di SMA N 2 Bae Kudus. Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian edukasi kesehatan, simulasi meditasi, dan pendampingan pelaksanaan meditasi pada remaja. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada remaja terkait edukasi yang diberikan, serta ketepatan remaja saat melaksanakan praktik meditasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan meditasi, sehingga remaja dapat mengaplikasikan meditasi secara mandiri di rumah. Harapannya meditasi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kesehatan mental remaja.
Co-Authors Aisyah, Noor Alvi Ratna Yuliana Ambarwati Ambarwati Anita Dyah Listyarini Arsy, Gardha Rias Arsy, Gardha Ryas Biyanti Dwi Winarsih Cahyanti, Luluk David Laksamana Caesar, David Laksamana Dian Arsanti Palupi, Dian Arsanti Dilla Ameliasari Ervi Rachma Dewi Fadilah, Ana Fajriyyah, Novyta Fatikasari, Ayu Noor Fitriana, Vera Fitrianingsih, Sri Fuji Lestari Hasty Martha Wijaya Heriyanti W Heriyanti Widyaningsih Hidayati, Rakhmi Hirza Ainin Nur Icca Narayani Icca Narayani Icca Narayani Pramudaningsih Icca Narayani Pramudaningsih Irma Febita Irna Sari JAMALUDIN Jamaludin . Jamaludin Jamaludin Kristiyani, Nadila Lilis Sugiarti Luluk Cahyanti Maria Ulfa Mubaroq, Muhammad Husni Muhamad Husni Mubaroq Muniroh, Fitri Ambarwati Nafiah, Lutfiana Nurulin Nailil Muna Ngadiran, Antonius Ngatmini Ngatmini Ngatmini Ngatmini Nila Putri Purwandari Nila Putri Purwandari, Nila Putri Noor Faidah, Noor Nur, Hirza Aini Nur, Hirza Ainin Nurmoko, Anang Pramudaningsih, Icca Narayani Pramudaningsih, Icha Narayani Putri Lestari Putri Lestari, Putri Putri, Devi Setya Rachma Dewi, Ervi Rahmawati, Priandari Amelia Rahmawaty, Annis Renny Wulan Apriliyasari, Renny Wulan Safitri, Niken Ayu Anggun Sari, Dessy Mugita Sari, Lia Marlinda Sari, Siti Nila Yuana Septarani, Sania Setyoningsih, Heni Sri Hartini Susiloningrum, Dwi Suyahni, Noptalia Tiara Aninditha Vera Fitriana Vera Fitriana Vera Fitriana Wahyu Yusianto Widodo Bagus Waldiani Yayuk Fatmawati, Yayuk Yudanti, Gendis Purno Yulia Pratiwi Yuliana Tas, Andina Yuliana, Alvi Ratna Yuliana, Maya Zarina, Zam