Articles
ANALISIS PENGEMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI DARAT KABUPATEN PADANG LAWAS
Sinar, T Ricky Hafidsyah;
Millanie, Feby;
Nuraini, Cut
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/armada.v1i12.1055
Sejalan dengan perkembangan wilayah perkotaan Kabupaten Padang Lawas, maka perlu dilakukan pemaksimalan pemanfaatan jaringan jalan yang tersedia agar dapat digunakan secara optimal dalam mendukung pengembangan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kondisi jaringan jalan di kawasan perkotaan Kabupaten Padang Lawas yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup potensial, (2) Menemukan strategi pengembangan jaringan transportasi darat untuk mendukung distribusi hasil produksi di kawasan perkotaan Kabupaten Padang Lawas. Penelitian ini dilakukan di empat kecamatan yang termasuk dalam wilayah perkotaan Kabupaten Padang Lawas, yaitu Kecamatan Barumun, Lubuk Barumun, Sosa dan Ulu Barumun. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan jaringan jalan perkotaan Kabupaten Padang Lawas. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi di Kabupaten Padang Lawas khususnya wilayah perkotaan jaringan jalan Kecamatan Sosa memiliki total panjang 43,22 km dengan kondisi jalan baik sepanjang 20,15 km, sedang 11,44 km, rusak ringan 4,5 km dan rusak berat 7,13 km. Berdasarkan hasil analisis SWOT, pengembangan jaringan jalan perkotaan di Kabupaten Padang Lawas berada pada strategi kekuatan dan peluang (SO).
STUDI AWAL PERENCANAAN WILAYAH KOTA MEDAN
Marwazi, Arfan;
Nuraini, Cut;
Abdiyanto, Abdiyanto;
Sugiarto, Abdi;
Millanie, Feby
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/armada.v1i12.1078
Kota medan sebagai lokasi penelitian dengan tujuan menentukan model perencanaan sebagai strategi pembangunan wilayah yang maksimal. Penelitian ini adalah penelitian desriptif kualitatif. Data sekunder sebagai model data yang dianalisa, selanjutnya metode yang digunakan adalah model SWOT untuk mencari solusi terhadap fenomena masalah yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SWOT menunjukkan strategi meliputi pertama, mengoptimalkan penggunaan infrastruktur. Kedua, meningkatkan potensi yang tersedia seperti Sumber Daya Alam. Ketiga, pengembangan sektor unggulan. Keempat, optimalisasi sektor unggulan dengan memperluas lapangan kerja bersama kemitraan swasta. Kelima, optimalisasi pelayanan publik, sarana dan prasanan, kerja sama dengan pihak swasta. Keenam, penyediaan dan pemanfaatan secara optimal dari segi sarana dan prasarana untuk menanggulangi bencana alam. Ketujuh, penyediaan iklim usaha yang kondusif dan kooperatif untuk bersaing secara global. Kedelapan, peningkatan perbaikan sarana dan prasarana agar memadai serta penyuluhan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia agar mampu bersaing secara global.
RANCANGAN PENGELOLAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KOTA PEMATANG SIANTAR
Rahmadani, Dicky;
Nuraini, Cut;
Abdiyanto, Abdiyanto;
Sugiarto, Abdi;
Millanie, Feby
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/armada.v1i12.1079
Sampah berfungsi sebagai tempat tinggal berbagai mikroorganisme penyebab penyakit dan juga sebagai cara untuk menyebarkan penyakit. Oleh karena itu, pengelolaan sampah sebaiknya harus di tingkatkan sehingga dampaknya berpengaruh baik bagi Kesehatan masyarakat dan lingkungan khususnya. Faktor yang mempegaruhi pengelolaan sampah meliputi pengumpulan, pengolahan, transportasi dan pemusnahan. Di kota Pematang Siantar, yang menjadi fokus dalam pengelolaan kebersihan lingkungan dari segi sampah berupa pendekatan akhir yang meliputi tahap pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada penelitian ini, diketahui bahwa kondisi TPA Pematang Siantar dalam kategori kurang layak dan membahayakan lingkungan. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dengan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan stretegi yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana pengangkutan sampah, menyediakan TPA yang layak, optimalisasi pengangkutan sampah, optimalisasi pendanaan dan kerja sama antar pemerindah daerah dan swasta pembangunan TPA dengan model Sanitary Landfill, dan mengelola sampah dengan cara yang ramah lingkungan. Untuk melakukan penelitian ini, kami menyelidiki subjek atau pelaku langsung dari pengelolaan sampah Pematangsiantar, serta faktor-faktor yang memengaruhi dan mendukung sistem pengelolaan sampah di kota tersebut. Pengelolaan sampah terintegrasi dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga dengan mendorong masyarakat untuk menjadi kreatif dan inovatif. Untuk memastikan Pematangsiantar menjadi kota bebas limbah, dan perlu diidentifikasi potensi serta metode kreatif lainnya untuk meningkatkan tata kelola sampah di masa depan.
STRATEGI PENDUKUNG PARIWISATA KOTA BERASTAGI DI KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA
Siregar, Muhammad Ridho;
Nuraini, Cut;
Sugiarto, Abdi;
Azhari, Ihsan;
Millanie, Feby
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/armada.v1i12.1080
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana strategi dalam mendukung berkembangnya pariwisata di kota Berastagi dengan pendekatan analisis SWOT yang melihat kekuatan dan kelemahan internal dan peluang dan acaman eksternal. Berdasarkan kajian wisata malam terdapat empat aspek utama yaitu ekonomi, sosial, lingkungan dan suasana malam. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dampak ekonomi dari wisata malam di Kota Berastagi sudah dapat dirasakan oleh masyarakat. Menampilkan kesenian budaya Karo sebagai bagian dari wisata malam akan membuka peluang usaha yang lebih besar bagi masyarakat. Persepsi negatif masyarakat terhadap kegiatan wisata malam menjadi salah satu penghambat dalam pengembangannya. Adanya nilai-nilai kehidupan masyarakat suku Karo ditambah dengan kehadiran lembaga adat Karo di Kota Berastagi menjadi kekuatan lokal dalam perlindungan sosial pada kegiatan wisata malam. Masih banyak hal yang perlu dibenahi pada aspek lingkungan dalam pengembangan wisata malam di Kota Berastagi. Pemusatan kawasan wisata malam dan menerapkan ornamen tradisional suku Karo dapat menjadi upaya dalam meningkatkan citra kawasan dan fungsi lahan Kota Berastagi. Suasana malam dapat dibangun di Kota Berastagi untuk memberikan kesan yang berbeda antara wisata malam dan siang hari dengan menjadikan wisata kuliner dan budaya Karo sebagai brand yang melekat.
MODEL SWOT DALAM MENANGGULANGI KAWASAN KUMUH DI KOTA BINJAI, SUMATERA UTARA
Rangkuti, Muhammad Taufik;
Nuraini, Cut;
Abdiyanto, Abdiyanto;
Sugiarto, Abdi;
Milanie, Feby
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/armada.v1i12.1081
Kawasan kumuh adalah salah satu permasalahan yang sering terjadi di hampir seluruh kota besar, salah satunya adalah kota Binjai. Kawasan kumuh terjadi akibat beberapa faktor diantaranya adalah padatnya volume bangunan, masa bangunan berdiri, lemahnya sarana, prasarana, tingkat sosial dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa strategi dalam menanggulangi kawasan kumuh menggunakan model SWOT. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan strategi kekuatan yang meliputi bimbingan diperlukan peningkatan pemeliharaan dan perbaikan guna meningkatkan kesadaran masyarakat agar kawasan kumuh dapat di tanggulangi. Secara teknis langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengawasan dan pengendalian dalam penyaluran bantuan kepada msyarakat agar sesuai dengan fungsi dan tujuan. Penyuluhan juga di perlukan untuk pemberdayaan masyarakat guna mendapatkan hasil optimal dalam memahami situasi dan kondisi kawasan kumuh. Dari segi strategi berdasarkan kelemahannya, hal utama yang harus ditingkatkan adalah kesiapan masyarakat turut serta dalam kegiatan penanggulangan Kawasan kumuh, didukung oleh pengawasan dan pengendalian program yang dilakukan seperti pembentukan KSM. Dari segi strategi peluang, hal yang harus dilakukan adalah peningkatan bimbingan, bantuan teknis dan pemerataan penyuluhan terhadap masyarakat, didukung dengan kerja sama pihak pemerintah daerah dan swasta. Strategi dari segi ancaman, hal yang harus di perhatikan adalah kesiapan masyarakat untuk membentuk organisasi kelembagaan guna mengkoordinir pengelolaan program dan pengelolaan dana dalam penanggulangan kawasan kumuh di kota Binjai.
STRATEGI TATA KELOLA PENANGANAN PEMUKIMAN KUMUH DI KOTA TEBING TINGGI
Rangkuti, Nur Azizah;
Nuraini, Cut;
Millanie, Feby;
Sugiarto, Abdi
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 12 (2023): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/armada.v1i12.1082
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengalisa apa saja yang menjadi strategi pada tata kelola permukiman kumuh. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Tebing Tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik penyebaran kuesioner, wawancara dan survey focus group discussion. Model penelitian ini menggunakan analisa SWOT. Hasil yang diperoleh yaitu stratregi yang digunakan adalah peningkatan dan optimalisai kolaborasi realisasi program pemerintahan pusat dan daerah dengan melampirkan kelengkapan dokumen pendukung keberhasilan tata kelola pemukiman kumuh yang berkualitas dan sesuai kriteria teknis perencanaan pada Kelompok kerja Perumahan & Kawasan Pemukiman (Pokja PKP) yang bentuk upaya dan dukungan terhadap peningkatan advokasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Strategi lainnya dalam mengusulkan anggaran perencanaan untuk kegiatan tata kelola permukiman kumuh sebaiknya penginputan anggaran dilakukan secara strategis dengan penyusunan kelengkapan dokumen perencanaan dan dokumen-dokumen pendukung lainnya dalam meningkatkan peran pemerintah dan lembaga sosial pada masyarakat sebagai bentuk perwujudan realisasi program penanganan pemukiman kumuh.
PENERAPAN GREENSHIP HOMES DENGAN PERINGKAT GOLD PADA RUMAH TYPE 36
Ardafa, M. Fahrel;
Alfajari, Muhammad Hafizh;
Nuraini, Cut;
Andriana, Melly;
Ginting, Windu Terkelin
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 11 No. 3 (2025): 2025 Maret
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56015/gjikplp.v11i3.369
The increase in housing development in Indonesia often faces environmental sustainability challenges. To overcome this, the concept of greenship homes was introduced as a solution that supports environmentally friendly, energy-efficient, and sustainable housing. This study aims to implement the Greenship Homes standard with the target of achieving the Gold rating on type 36 houses. The research method involves literature study, energy simulation, and quantitative and qualitative analysis of home design elements. This research focuses on energy and air use efficiency, waste management, the use of environmentally friendly materials, and the maintenance of natural waste. The results show that through certain design strategies, type 36 homes can qualify for a Gold rating in the Greenship Homes system. This implementation not only has a positive impact on the environment, but also increases the comfort of residents and the economic value of the property. This research is a practical guide for developers and architects to realize more sustainable housing in the future.
Desain Rumah Tumbuh Masyarakat Pedesaan Mandailing
Nuraini, Cut;
Thamrin, Husni
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32315/jlbi.v7i2.158
Leluhur masyarakat Mandailing yang ada di desa Hutagodang telah memiliki pemahaman tentang rumah tumbuh yang berbasis falsafah lokal, seperti yang ditemukan di desa Singengu (penelitian sebelumnya). Hal ini menarik untuk diteliti seperti apa desain rumah tumbuh masyarakat tersebut ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain rumah tumbuh masyarakat Mandailing yang ada di desa Hutagodang, kabupaten Mandailing Natal, provinsi Sumatera Utara. Untuk menemukan jawaban pertanyaan penelitian, dilakukan metode studi kasus dengan analisa deduktif yang berpijak pada hasil temuan penelitian sebelumnya di desa Singengu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain rumah tumbuh masyarakat Mandailing di desa Hutagodang sama dengan desain rumah tumbuh yang ada di desa Singengu. Desain tersebut mengacu pada konsep Bincar-Bonom yang mengatur letak ruang-ruang dan pertumbuhan rumah sedemikian rupa sehingga selalu mengacu pada ruang Bincar-Bonom.
Analisis Struktur dan Fungsi Tutunggulan di Desa Raharja: Kajian Struktur Pertunjukan dan Fungsi Folklor
Fakih, Rizki Muhamad;
Nuraini, Cut;
Nurhasanah, Een
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 1 (2026):
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/st.v19i1.27868
This study examines the structure and function of Tutunggulan performances in Raharja Village using Sims & Stephens' performance theory and Dundes' folklore function theory. The method used is descriptive analysis with a qualitative approach. Research data was obtained from observations, documentation, and interviews with Tutunggulan performers in Raharja Village. The results of the study show that 11 of the 13 performance structures of Tutunggulan in Raharja Village are present. Two indicators are not present in the Tutunggulan performance in Raharja Village because the Tutunggulan performance in Raharja Village is not a verbal performance but a musical performance and does not include text in its performance. Furthermore, 4 out of 6 indicators of folklore functions were found in the Tutunggulan performance in Raharja Village. The 2 indicators that were not fulfilled were (1) imposing social sanctions and punishments to encourage good behavior and (2) serving as a means of social criticism. A shift in the function of Tutunggulan was also found, from its original form as an activity of pounding rice to its current form as entertainment for the people of Raharja Village.
Perancangan Resort dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan di Kabupaten Serdang Bedagai
Sinta Marito Br. Panjaitan;
Melly Andriana;
Cut Nuraini
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jurritek.v5i1.7401
The principle of sustainability is the main foundation in the development of a coastal resort in Mangrove Beach, Serdang Bedagai, which has high tourism potential but lacks environmentally friendly facilities. This study uses a sustainable architectural design method based on Biophilic design, which emphasizes human connection with nature through adaptive design and harmony with the environment. The implementation of this concept is realized through the use of locally sourced low- carbon materials, cross-ventilation, and natural lighting for energy efficiency, integration of vegetation as both aesthetic and ecological elements, environmentally friendly rainwater and waste management, and site planning that respects the coastal ecosystem. The design outcome is a resort with an organic form inspired by shells and ocean waves, creating an architectural identity that harmonizes with the area's character, providing a comfortable tourist experience for visitors, and contributing to local economic growth and environmental conservation, thereby serving as a concrete example of sustainable coastal tourism development in North Sumatra.