Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Etika Bisnis Islam dalam Transaksi Jual Beli Online di Aplikasi Shopee Kota Lhokseumawe Margolang, Nuri Marfuah; Zulkarnaen, Teuku; Ameliany, Nanda; Nursanjaya, Nursanjaya; Sufi, Sufi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6671

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip etika bisnis Islam pada transaksi jual beli online aplikasi Shopee di Kota Lhokseumawe Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi pustaka, observasi, serta dokumentasi lapangan penelitian ini. Informan terdiri atas penjual, pembeli, dan kurir sehingga memungkinkan peneliti memperoleh gambaran praktik bisnis digital secara lebih komprehensif dan berimbang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian penjual telah menerapkan prinsip tanggung jawab, kejujuran, keadilan, serta pelayanan responsif terhadap keluhan konsumen secara konsisten. Pembeli menilai deskripsi dan foto produk yang akurat mengurangi risiko ketidaksesuaian barang sekaligus meningkatkan rasa aman bertransaksi di platform tersebut. Temuan juga mengindikasikan masih terdapat praktik kurang etis, terutama terkait penolakan retur dan komunikasi yang tidak transparan pada sebagian kasus. Namun demikian, respon penjual yang bertanggung jawab terbukti menjaga kepercayaan pembeli dan berkontribusi pada reputasi toko jangka panjang secara berkelanjutan. Dalam perspektif syariah, praktik tersebut sejalan dengan prinsip tauhid, keseimbangan, kehendak bebas, tanggung jawab, dan ihsan dalam etika bisnis Islam. Konteks Lhokseumawe sebagai daerah mayoritas Muslim dan berlandaskan Qanun Aceh memperkuat urgensi implementasi nilai tersebut secara konsisten dalam praktik daring. Penelitian ini menyimpulkan penerapan EBI yang baik menghasilkan manfaat timbal balik, meminimalkan konflik, serta mendukung keberlanjutan ekosistem perdagangan elektronik lokal. Implikasinya, diperlukan edukasi berkelanjutan, pengawasan platform, dan komitmen pelaku usaha agar transaksi digital tetap adil dan aman bagi semua pihak.
Medsos Sehat: Edukasi Literasi Digital bagi Komunitas Karang Taruna Gampong Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Subhani, Subhani; Yunanda, Rizki; Nazaruddin, M.; Zulkarnaen, Teuku; Anismar, Anismar; Arifin, Awaluddin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22685

Abstract

ABSTRAK Media sosial telah menjadi ruang utama generasi muda dalam berinteraksi, memperoleh informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, penetrasi teknologi ini sering tidak diiringi literasi digital yang memadai. Hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran etika, serta rendahnya kesadaran privasi masih menjadi masalah serius di tingkat komunitas. Artikel ini memaparkan hasil program pengabdian masyarakat berupa edukasi literasi digital bertajuk “Medsos Sehat” bagi pemuda Karang Taruna di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi cek fakta, workshop pembuatan konten digital, serta evaluasi pre–post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta memilah informasi benar dan palsu, peningkatan kepercayaan diri dalam memproduksi konten positif, serta kesadaran etika digital yang lebih baik. Dampak jangka panjang terlihat dari terbentuknya komunitas Medsos Sehat yang secara aktif mengelola akun media sosial Karang Taruna sebagai sarana edukasi publik. Program ini menghasilkan modul literasi digital, konten kampanye anti-hoaks, publikasi di media, serta MoU dengan gampong untuk keberlanjutan kegiatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa literasi digital berbasis komunitas merupakan strategi efektif untuk membangun ekosistem digital sehat di tingkat lokal, dan merekomendasikan replikasi model ini ke gampong pesisir lainnya di Aceh. Kata Kunci: Literasi Digital, Karang Taruna, Media Sosial, Edukasi, Pengabdian.  ABSTRACT Social media has become the main space for the younger generation to interact, obtain information, and express themselves. However, the penetration of this technology is often not accompanied by adequate digital literacy. Hoaxes, hate speech, ethical violations, and low privacy awareness are still serious problems at the community level. This article describes the results of a community service program in the form of digital literacy education entitled "Healthy Social Media" for youth of Karang Taruna in Gampong Blang Pulo, Muara Satu District, Lhokseumawe City. The methods used include interactive lectures, group discussions, fact-checking simulations, digital content creation workshops, and pre-post test evaluations. The results showed a significant increase in participants' ability to sort out true and false information, increased confidence in producing positive content, and better awareness of digital ethics. The long-term impact can be seen from the formation of the Healthy Social Media community which actively manages Karang Taruna's social media accounts as a means of public education. This program produces digital literacy modules, anti-hoax campaign content, publications in the media, and MoU with gampong for the sustainability of activities. This article concludes that community-based digital literacy is an effective strategy for building a healthy digital ecosystem at the local level, and recommends replicating this model to other coastal gampongs in Aceh. Keywords: Digital Literacy, Youth Organization, Social Media, Education, Service.