Claim Missing Document
Check
Articles

The Politeness of Teachers’ Imperative Speech Acts in Teacher–Student Interactions in Senior High School: A Sociopragmatic Approach Muhammad Chaidir; Syamsuddin Syamsuddin; Ulinsa Ulinsa
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 7 No 1 (2026): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v7i1.2286

Abstract

Purpose of the study: This study aims to describe, analyze, and interpret the forms, functions, and politeness strategies of teachers’ imperative speech acts in teacher–student interactions at Senior High School 1 Poso Pesisir Utara using a sociopragmatic approach. Methodology: This study employed a qualitative descriptive method using observation, audio recording, and note-taking techniques. Data were analyzed through Miles and Huberman’s interactive analysis model, involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The analysis applied Sudaryanto’s formal and informal presentation methods without any statistical or software-based tools. Main Findings: The study identified 17 forms of polite imperative speech acts, including directive, requestive, persuasive, and advisory types. Teachers applied Leech’s six politeness maxims tact, generosity, approbation, modesty, agreement, and sympathy to balance authority and respect. Two politeness strategies, direct and indirect, were used depending on context, social distance, and communicative goals. Teachers consistently maintained ethical, polite, and culturally sensitive communication. Novelty/Originality of this study: This study provides a detailed sociopragmatic analysis of teachers’ imperative speech acts within an Indonesian multicultural school context. It highlights how local linguistic features and cultural norms influence the realization of politeness in educational communication, offering new insights into the intersection of language, culture, and pedagogy rarely explored in previous research.
Kritik Sosial dalam Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata (Kajian Sosiologi Sastra Sastra) Ulinsa Ulinsa; Gazali Lembah; Yunidar Nur; Nuraedah Nuraedah; Nur Fadilah
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 1 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i1.6058

Abstract

The disclosure of literary criticism on the novel by Andrea Hirata does not merely look at it clearly. Still, it refers to the social aspect as an outline of the conflict in the storyline. The study aims to reveal and describe the social criticism forms in the novel Padang Bulan by Andera Hirata using the sociology of literature study. The method used in this research is descriptive method and this type of research is qualitative research. The results of the analysis of this study indicate that there are five social criticisms in the novel Padang Bulan, such as moral criticism, political criticism, educational criticism, economic criticism, and cultural criticism. AbstrakPengungkapan kritik sastra pada novel karta Andrea Hirata tidak semata-mata hanya melihat secara gamblang, melainkan berpatokan pada aspek sosial sebagai garis besar konflik pada alur cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial dalam novel Padang Bulan karya Andera Hirata menggunakan kajian sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima kritik sosial dalam novel Padang Bulan, yaitu kritik moral, kritik politik, kritik pendidikan, kritik ekonomi, dan kritik kebudayaan.
Nilai Pendidikan Karakter dalam Ungkapan Bahasa Kaili Dialek Rai Abdul Kamaruddin; Ulinsa Ulinsa; Sitti Harisah; Taqyuddin Bakri
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 2 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i2.5628

Abstract

The Kaili language expression of the Rai dialect has special characteristics in education. The purpose of this research is to describe the form of the values and functions of the characters in the Kaili language expression of the Rai dialect as part of the values of character education. The research method used is descriptive qualitative. The type of data is in the form of oral data sourced from predetermined informants. Data collection techniques include; (1) observation, (2) interviews, (3) recording, and 4) note-taking techniques, so the stages in the analysis technique are collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. As for how to analyze it, namely transcribing and translating data findings, classifying data, analyzing forms and functions, and testing data to obtain conclusions. The research results obtained are that there are three forms of character education values, including; (1) educational value, (2) social value, and (3) moral value. In conclusion, the Kaili dialect of Rai can manifest educational values that are oriented towards character building, both for students at school and in living life as a society. AbstrakUngkapan bahasa Kaili dialek Rai memiliki karakteristik khususnya pada pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk nilai dan fungsi karakter dalam ungkapan bahasa Kaili dialek Rai sebagai bagian nilai pendidikan karakter. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Jenis data berupa data lisan yang bersumber dari informan yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data antara lain; (1) observasi, (2) wawancara, (3) perekaman, dan 4) teknik catat, sehingga tahapan dalam teknik analisis yaitu mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, menarik kesimpulan. Adapun cara menganalisisnya yaitu mentranskripsi dan menerjemahkan temuan data, mengklasifikasian data, analisis bentuk serta fungsi, dan menguji data agar memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat tiga bentuk dari nilai pendidikan karakter, antara lain; (1) nilai edukasi, (2) nilai sosial, dan (3) nilai moral. Kesimpulannya, bahasa Kaili dialek Rai dapat memanifestasikan nilai pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, baik kepada siswa di sekolah, maupun dalam menjalani kehidupan sebagai masyarakat.
Keragaman Kultur Film Kartun “Adit & Sopo Jarwo” dalam Perspektif Analisis Multimoda Ida Nuraeni; Yunidar Yunidar; Ulinsa Ulinsa
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 11, No 2 (2022): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v11i2.5316

Abstract

Children's cartoons are television shows that are an alternative for children to watch. This audiovisual presentation contains a lot of educational value. This paper aims to describe the cultural diversity contained in the children's cartoon film “Adit & Sopo Jarwo from the perspective of multimodal analysis. The method used in analyzing this cartoon is a qualitative method using content analysis. The content analysis model used is the multimodal analysis model proposed by Teo van Leeuwen. The results showed that the multimodal content in the ASJ film can be seen from the actors, characteristics, social relations, action and reaction, property, and criticality. AbstrakFilm kartun anak merupakan sajian pertelevisian yang menjadi alternatif tontonan bagi anak. Sajian audiovisual ini banyak mengandung nilai edukasi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan keragaman kultur yang terdapat dalam film kartun anak “Adit & Sopo Jarwo dalam perspektif analisis multimoda. Metode yang digunakan dalam menganalisis film kartun ini adalah metode kualitatif, yaitu analisis konten.  Model analisis konten yang digunakan adalah model analisis multimoda yang dikemukakan oleh Teo van Leeuwen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimoda yang terdapat dalam film ASJ dapat ditinjau dari pelaku, karakterisasi, hubungan sosial, aksi reaksi, properti, dan kekritisan.
Pendampingan Penulisan Puisi Ekologi melalui Media Tiktok bagi Remaja di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala Yunidar Yunidar; Ulinsa Ulinsa; Andi Bismawati; Nur Halifah
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.492

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis, kemampuan literasi kreatif, dan literasi digital remaja di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala melalui pelatihan penulisan puisi ekologi yang dikemas secara menarik dengan memanfaatkan platform media sosial TikTok. Permasalahan yang mendasari kegiatan ini adalah rendahnya minat remaja terhadap isu lingkungan serta terbatasnya media ekspresi yang sesuai dengan gaya hidup digital mereka. Metode kegiatan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu: (1) Tahap Persiapan, yang meliputi koordinasi internal dan eksternal, penyusunan instrumen pelatihan, serta kesiapan teknis; (2) Tahap Pelaksanaan, yang mencakup sosialisasi isu ekologi, pelatihan penulisan puisi bertema lingkungan dengan pendekatan kreatif, pelatihan produksi video puisi berbasis TikTok, serta pendampingan intensif dalam produksi konten digital; dan (3) Tahap Evaluasi, dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi, serta refleksi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama. Rata-rata skor peserta meningkat dari 52,3 menjadi 82,7 dalam pemahaman isu ekologi dan sastra; dari 49,8 menjadi 85,1 dalam kemampuan menulis puisi tematik; dan dari 44,2 menjadi 84,6 dalam kemampuan memanfaatkan TikTok sebagai media edukasi. Secara kualitatif, peserta menunjukkan perubahan sikap, rasa percaya diri, serta keberanian mengekspresikan kepedulian terhadap lingkungan melalui media digital. Peserta juga berhasil menghasilkan video puisi yang dikemas kreatif dan memperoleh respon positif dari audiens di media sosial. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis sastra dan media digital mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi ekologis dan digital remaja. Model ini dapat direplikasi sebagai upaya edukatif berbasis komunitas yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini.
Co-Authors Abdul Gafur Marzuki Abdul Kamaruddin Ade Nurul Izatti G. Yotolembah Agung Surya Laksana Agustan Agustan Aldri Frinaldi Ali Karim Ali Karim Andi Bismawati ARDIN, ANITA SAFITRI Arum Pujining Tyas Arum Pujining Tyas Arum Pujiningtias Asri M. Nur Hidayah Asrianti Asrianti, Asrianti Azis, Sulihin B, M. Asri Cindy Afitasari Dandi Golontalo Darmawati Darmawati Deni Karsana Deni Karsana Efendi Enita Istriwati Erizar Erizar Erizar Erizar Erizar Erizar, Erizar Ervina Ervina Fadila Fadila Fadila Fadila, Fadila Fara Klara Dita Ferawati Ferawati Fransikus Bustan Fransiskus Bustan Gazali Gazali Gazali Lembah Gladys Gisella Suade Gusti Ketut Alit Suputra Harmisa Harmisa Harmisa, Harmisa Hidayah, Asri M. Nur Himawan, Romi I Wayan Yudana Ida Nur'aeni Ida Nuraeni Idris Patekkai Idris Patekkai Idris Pattekai Indra Indra Iqlima Iqlima Irwansyah Irwansyah Irwansyah Irwansyah Istriwati, Enita Jamiluddin, Jamiluddin Julia Marfuah Juniati Juniati Lini Andriani M. Asri B M. Asri B M. Asri B Moh. Reza Mohammad Tahir Muhammad Chaidir Muhammad Chaidir Muhammad Nasir Muhammad Nasir Muslimin Muslimin Muthia Aryuni Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutmainah Mutmainah Nelis Pradesa Nina Wati Ninawati Syahrul Nizrawati, Nizrawati Noviana, Manda Eva Nur Fadilah Nur Halifah Nur Halifah Nur Ratmi Nuraedah Nursyamsi Nursyamsi Oringo, Vincent PERTIWI, GITA Purwaningsi, Utari Rinaldi Rinaldi Sahrudin Barasandji Salsabila, Unik Hanifah Samad, Muhammad Ahsan Santiana Santiana Santiana Santiana Sitti Harisah Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulihin Azis Suputra, Gusti Ketut Alit Susanti, Ariska Susi Sri Handayani Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Taqyuddin Bakri Thresia Trivict Semiun Tungga, Jefri Utari Purwaningsi Wahyudi Rahmat Widya nasfa Yunidar