Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Launching dan Talkshow Scholars’ Corner: Wadah Pembinaan dan Fasilitasi Belajar bagi Mahasiswa dalam Meraih Prestasi M. Yunasri Ridhoh; Indri Iswardhani; Nur Fadilah Ayu Sandira; Sri Astuti Nasir; Nulthazam Sarah
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v3i1.115

Abstract

Kegiatan pengabdian yang meliputi launching dan talkshow Scholars Corner sebagai kelompok belajar bertujuan untuk membina dan memfasilitasi mahasiswa dalam meningkatkan prestasi mereka, khususnya di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Makassar. Scholars Corner diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kompetisi dan menciptakan ekosistem akademik yang kompetitif serta kolaboratif antara mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini dimulai dengan diskusi bersama HIMA Manajemen, pengumpulan data minat mahasiswa, sosialisasi program, pelaksanaan talkshow, dan diakhiri dengan launching Scholars Corner. Kegiatan ini diikuti oleh 449 peserta secara daring pada 23 Oktober 2024.  Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada dosen tentang strategi pembimbingan prestasi nasional dan penyusunan proposal kompetitif, sementara mahasiswa belajar manajemen waktu, disiplin diri, dan pentingnya kolaborasi untuk menghasilkan karya berkualitas. Selain itu, kegiatan ini telah menginisiasi terbentuknya kelompok belajar mahasiswa yang didampingi dosen.
Imlementasi Pendidikan Wawasan Kebangsaan dalam Meningkatkan Kesadaran Berbangsa di kelas X Athirah Makassar Fediyatun Muntazarah; M. Yunasri Ridhoh; Muh. Khaedir; Irfan Syafar; Sukri Badaruddin
AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): AKSELERASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Akselerasi Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70210/ajpm.v3i1.119

Abstract

Pendidikan wawasan kebangsaan memiliki peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, cinta tanah air, dan memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas X Sekolah Islam Athirah Makassar terhadap wawasan kebangsaan melalui metode Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini melibatkan 120 Siswa dan Berlangsung selama 1 Hari.  FGD dipilih sebagai pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini yang memungkinkan interaksi aktif, diskusi terbuka, serta refleksi terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan, toleransi, tanggung sosial, dan cinta tanah air. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain  itu, kesadaran mereka terhadap pengaruh media sosial juga meningkat, sehingga mereka lebih kritis dalam menyaring informasi yang dapat memengaruhi sikap kebangsaan mereka. Melalui sesi Refleksi, siswa menyatakan bahwa mereka lebih memahami pentingnya kebhinnekaan serta memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
PKM Edukasi Kewargaan Damai melalui Penguatan Literasi Digital dan Literasi Kebangsaan di SMK Telkom Makassar Andi Aco Agus; M. Yunasri Ridhoh; Randiawan Randiawan; Amirullah Amirullah; Ilham Samudra Sanur
Humanis Vol 25, No. 1, (2026) : Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v25i1.86705

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed communication patterns, social interactions, and the way young people access information. On the one hand, these developments provide great opportunities to improve knowledge access and civic participation. On the other hand, the rapid flow of information also creates challenges such as the spread of hoaxes, hate speech, intolerance, and low digital ethics among students. This condition highlights the importance of strengthening digital literacy alongside national literacy so that students can become critical, responsible citizens oriented toward peaceful values. This Community Service Program was conducted at SMK Telkom Makassar with the aim of improving students’ understanding of digital literacy, national literacy, and peaceful citizenship. The implementation methods included socialization, training, participatory discussions, case simulations, and mentoring sessions. The results showed an increase in participants’ understanding of wise digital media use, the importance of maintaining unity in digital spaces, and the ability to respond to differences peacefully and tolerantly. The program also encouraged students to become agents of change in creating a healthy school environment and social media culture. Therefore, this community service activity contributed positively to building democratic, inclusive, and peace-oriented digital citizenship character.
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Pembentukan Karakter Moderat Warganegara M. Yunasri Ridhoh
Indonesian Journal of Civic and Law Studies (IJCL) Vol. 2 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Sains Global Indonesia (SGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kemajemukan yang kompleks, komplit dan berlapis. Dalam masyarakat yang majemuk seperti ini, sering muncul ketegangan bahkan konflik antar kelompok identitas yang dapat berdampak pada melemahnya kohesi sosial serta mengancam keberlanjutan integrasi nasional. Oleh karena itu, diperlukan karakter moderat pada seluruh elemen bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengkaji relevansi antara kelas Pendidikan Kewarganegaraan dengan pembentukan karakter moderat warga negara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) dalam kehidupan yang beragam diperlukan upaya moderasi warga negara melalui tata nilai dan tata ilmu; (2) tata nilai dan tata ilmu merupakan fungsi utama dari kelas Pendidikan Kewarganegaraan; (3) karakter moderat warga negara meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, cinta damai, dan keadilan; (4) moderasi warga negara tidak bertujuan menghapus identitas, melainkan menata cara hidup yang berada di posisi tengah, seimbang, mencegah kekerasan, mengurangi ekstremisme, dan tidak berlebihan.
Pemberdayaan Desa Wisata Kahayya melalui Implementasi Sistem Digital Signage untuk Meningkatkan Pemasaran Digital dan Customer Experience Indri Iswardhani; Nulthazam Sarah; Nur Fadilah Ayu Sandira; Sri Astuti Nasir; M. Yunasri Ridhoh
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ajad.v6i2.908

Abstract

This community service program aims to empower Kahayya Tourism Village through the implementation of a digital signage system to enhance digital marketing and customer experience. The partners involved are the Kahayya Hills Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and the Kahayya Village Government in Bulukumba, South Sulawesi, targeting two pilot shops: Lego-lego Sarrea and Cafe Sawah. The methodology includes five stages: socialization, literacy training, content creation based on local storytelling, installation of integrated digital signage linked to Google Business Profile and social media, mentoring, and sustainability through practical modules and digital learning groups. Results show both shops successfully operated digital signage displaying menus, promotional content, and SOPs connected online. Managers improved their ability to produce promotional content and manage digital platforms, with training scores rising from 58 to 78. The program strengthened business identity and enhanced tourist experiences through modern, interactive services.
Internalisasi Nilai Antikorupsi dalam Pembentukan Karakter Pelajar Melalui Seminar Generasi Anti Korupsi M. Yunasri Ridhoh; Indri Iswardhani; Sri Astuti Nasir; Nulthazam Sarah; Nur Fadilah Ayu Sandira
Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari: Pelayanan Unggulan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/unggulan.v3i1.3045

Abstract

Corruption is a serious problem that leads to declining public trust, weakened governance, and hindered national development. Beyond economic losses, corruption also erodes moral values, ethics, and social justice within society. Therefore, corruption prevention efforts must be carried out systematically and sustainably, one of which is through the internalization of anti-corruption values at an early stage, particularly among students as future generations. This community service activity aimed to instill values of integrity, honesty, responsibility, and public ethics among students through the Anti-Corruption Generation Interactive Seminar, conducted in commemoration of International Anti-Corruption Day 2025. The activity involved approximately 150 junior and senior high school students in Makassar. The method employed was an interactive seminar implemented through material presentations and discussions between speakers and participants. The seminar materials emphasized an understanding of the dangers of corruption, its impacts on national and social life, and the strategic role of students in fostering an anti-corruption culture within schools and the wider community. The evaluation of the activity was conducted through observation of participant engagement and responses during the seminar. The results indicated an increase in students’ understanding and awareness of anti-corruption values, as well as the importance of integrity-oriented behavior in everyday life. This activity demonstrates that interactive seminars can serve as an effective approach to supporting students’ character development and strengthening preventive efforts against corruption.
Penguatan Civic Values melalui Edukasi Kunjungan Situs Cagar Budaya Leang-leang di Kabupaten Maros randiawan randiawan; Winda Nurul Annisa; Andi Supratman; Zulaikha Tri Astuti; M. Yunasri Ridhoh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i5.2858

Abstract

Arus digitalisasi dan globalisasi memicu degradasi civic values (nilai kewarganegaraan) di kalangan generasi muda, di mana pembelajaran sejarah dan kewarganegaraan di perguruan tinggi sering kali terjebak pada pendekatan tekstual yang kaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat civic values mahasiswa melalui pendekatan place-based education (pembelajaran berbasis tempat) dengan memanfaatkan Situs Cagar Budaya Leang-leang di Kabupaten Maros sebagai laboratorium sosial. Sasaran program ini melibatkan mahasissiswa dan dosen pendamping. Metode pelaksanaan program ini dirancang melalui empat tahapan utama: persiapan/koordinasi, pembekalan teoretis-interaktif (pre-visit), kunjungan lapangan reflektif (on-situs visit) dengan metode Live In-Situs Guided History, serta evaluasi melalui kuesioner instrumen civic values. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata civic values peserta, yaitu dari nilai awal 55% (pre-test) menjadi 88% (post-test). Secara kualitatif, kegiatan ini berhasil mendekonstruksi pemikiran apatis mahasiswa menjadi agen aktif pelestari budaya (cultural heritage agents) melalui aksi nyata. Kesimpulan dari PkM ini menunjukkan bahwa integrasi situs arkeologi lokal sebagai media pembelajaran kewarganegaraan sangat efektif untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) dan tanggung jawab sosial sebagai warga negara modern yang berakar pada identitas budaya bangsa.
ECOTHEOLOGY OF THE KAJANG PEOPLE: THE ENCOUNTER BETWEEN ECOLOGY AND THEOLOGY IN THE INDIGENOUS KAJANG COMMUNITY OF SOUTH SULAWESI M. Yunasri Ridhoh; Andi Alfian
Al-Qalam Vol. 31 No. 2 (2025): Jurnal Al Qalam
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v31i2.1704

Abstract

The global ecological crisis demands an interdisciplinary approach that goes beyond technical solutions to include spiritual dimensions. This study explores Pasang ri Kajang, the ancestral teachings of the Ammatoa Kajang Indigenous People in South Sulawesi, as a source of ecotheological values integrating ecological awareness with religious belief. Employing a qualitative approach through participatory observation, in-depth interviews, and document analysis, the research was conducted within the Kajang customary territory, focusing on the Ammatoa (customary leader), their teachings, and daily practices. The findings reveal that Pasang ri Kajang functions not only as a customary normative system but also as a contextual theological framework that defines human–nature relations in both ecological and spiritual terms. The principles of simplicity (kamase-masea), prohibitions against environmental exploitation, and rituals of reverence toward sacred forests embody the local praxis of ecotheology. Furthermore, the Ammatoa is identified as an “ecological imam,” a spiritual and ecological leader who interprets Pasang as an “ecological revelation” that safeguards harmony among humans, nature, and the Creator. This study asserts that the local wisdom of Pasang contributes significantly to global ecotheological discourse by offering an alternative narrative to anthropocentric models of development. It demonstrates that faith, culture, and ecology can engage in meaningful dialogue to construct a new, context-sensitive, and spiritually just paradigm of environmental preservation
Penguatan Kapasitas Mahasiswa dalam Meningkatkan Kesadaran Hak Asasi Manusia di Era Digital M. Yunasri Ridhoh; Sri Astuti Nasir; Indri Iswardhani; Nur Fadilah Ayu Sandira; Nulthazam Sarah
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v3i1.559

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes to social life, particularly among university students as an educated group and agents of change. On the one hand, digital spaces provide opportunities for freedom of expression and public participation; on the other hand, they also present various challenges related to Human Rights (HR), such as privacy violations, the spread of hate speech, disinformation, and cyberbullying. These conditions highlight the importance of strengthening students’ capacity to ensure they possess adequate understanding and awareness of human rights values in the digital era. This community service article aims to enhance students’ human rights awareness through capacity-building activities conducted within the university environment. The service method was implemented through educational activities in the form of seminars, material presentations, and interactive discussions addressing fundamental human rights concepts, digital ethics, privacy protection, and responsible freedom of expression.The results of the activities indicate an increase in students’ understanding and awareness of human rights issues in the digital era, as well as the development of more critical and ethical attitudes in utilizing digital spaces. This initiative also strengthened the synergy between higher education institutions and the government in promoting human rights awareness among students. Overall, this community service activity makes a positive contribution to strengthening students’ capacity to face human rights challenges in the digital era.
Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Soft Skill Mahasiswa ADik melalui Pendampingan Partisipatif Reflektif M. Yunasri Ridhoh; Nur Fadilah Ayu Sandira; Indri Iswardhani; Nulthazam Sarah; Sri Astuti Nasir
Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Februari : Manfaat : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/manfaat.v3i1.560

Abstract

This community service program aimed to strengthen national insight and soft skills among ADik scholarship students through a participatory and reflective mentoring approach. Many students come from underdeveloped, frontier, and outermost regions with diverse socio-cultural backgrounds, requiring contextual guidance to internalize national values and develop essential interpersonal competencies. The program combined interactive socialization, group discussions, and value reflection activities to encourage active participation and personal engagement. The method emphasized dialogic learning rather than one-way lectures, allowing students to relate national values to their lived experiences. The findings revealed noticeable behavioral changes, including increased confidence in expressing opinions, stronger participation in discussions, improved communication skills, and heightened awareness of ethical conduct and financial responsibility as scholarship recipients. The emergence of several students as informal local leaders during discussions indicated early signs of social transformation at the individual level. This program demonstrates that reflective and participatory mentoring can effectively foster character building, leadership, and contextual national awareness among university students. The implications suggest that similar approaches can be adopted in student development programs to promote sustainable character formation, especially for students from diverse and remote regions.