Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of Digital Media in PAI Learning Through the Social Interaction Model Approach and Information Processing Model Zihnil Afif; Devi Syukri Azhari
Indonesian Journal of Educational Science and Technology Vol. 1 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.883 KB) | DOI: 10.55927/nurture.v1i1.2555

Abstract

Digital media is a medium that no longer uses human or manual labor but uses machines in various fields including education. For this reason, so that the use of digital technology has a positive impact, it must be used as well as possible, for example in learning. As in the use of PAI learning by using social interaction models and information processing models. as well as the role of digital learning media or learning digital-based social interaction models in PAI learning is an effort to improve more effective learning so that learning can be more optimal and more effective.
Penelitian Ilmiah (Kuantitatif) Beserta Paradigma, Pendekatan, Asumsi Dasar, Karakteristik, Metode Analisis Data Dan Outputnya Zihnil Afif; Devi Syukri Azhari; Martin Kustati; Nana Sepriyanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2260

Abstract

Tujuan Penelitian ilmiah (Kuantitatif) beserta paradigma, pendekatan, asumsi dasar, karakteristik, metode analisis data dan outputnya diharapkan untuk dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi suatu permasalahan dalam penelitian. Memahami, berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu. Memecahkan, berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah. Mengantisipasi, berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi Selain itu, hasil penelitian juga diharapkan dapat bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Kemudian secara sistem penelitian juga diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat asusmsi dasar maupun karakteristik, metode analisis data serta outputnya. Metode-metode ilmiah tersebut telah dikembangkan secara intensif, melalui berbagai uji coba sehingga telah memiliki prosedur yang baku. Metode penelitian kuantitatif (Ilmiah) merupakan salah satu penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya
MUATAN FIQH IBADAH DALAM KAJIAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI Usman Usman; Devi Syukri Azhari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.17940

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara etimologis Fiqh Ibadah adalah segala macam ketentuan atau ketetapan mengenai sesuatu yang ketentuannya telah diatur dan ditetapkan oleh Islam. Ruang lingkup Fiqh Ibadah terbagi menjadi dua, yaitu 1) hukum yang berkaitan dengan urusan ibadah, dan 2) hukum yang berkaitan dengan masalah sosial. Selain itu, ada kajian tentang prinsip-prinsip Fiqh Ibadah. Nilai nilai ketuhanan tersebut diimplementasikan ke dalam beberapa prinsip dasar atau lebih konkrit dalam beberapa bidang Fiqh Ibadah. Serta tujuan Fiqh Ibadah tidak terbatas pada materi saja, tetapi jauh ke depan memperhatikan semua aspek, materi, immateri, individu, masyarakat, dan kemanusiaan pada umumnya. Yang terakhir tentang sumber-sumber Fiqh Ibadah. Sumber Fiqh Ibadah adalah Al-Qur'an, Al-hadits, dan Ar-ra'yu (akal). Pendidikan sebagai proses tranfortasi budaya, Pendidikan agama Islam telah tumbuh pada masa Nabi Muhammad SAW, pendidikan agama Islam berarti mamasukkan ajaran Islam kedalam unsur-unsur budaya bangsa Arab pada masa itu, sehingga diwarnai oleh Islam. Sosial budaya dan Agama dalam kehidupan masyarakat sebagai bahan dasar dalam kajian penyusunan dan perubahan kurikulum. Perubahan dalam pendidikan khususnya kurikulum adalah suatu hal yang wajar apabila pendidikan tersebut ingin bermutu. Namun perubahan harus disertai dengan beberapa aspek seperti aspek kebutuhan bangsa, kebutuhan subyek didik, kebutuhan lembaga yang mendidik atau pemerintah, kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan teknologi dan pengajaran.
KONSELING DI PERGURUAN TINGGI Devi Syukri Azhari; Afnibar Afnibar; Ulfatmi Ulfatmi; Gusril Kenedi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.22821

Abstract

Di perguruan tinggi, bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan oleh mahasiswa untuk membantu mereka dalam memilih program studi atau jurusan yang mereka pilih. Hal ini sangat penting karena banyak mahasiswa tidak memahami dan kurang informasi tentang jurusan yang mereka pilih, sehingga mereka akhirnya pindah dari jurusan yang sudah mereka pilih atau bahkan bertahan di sana tetapi dengan prestasi yang buruk. Selain itu, tujuan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi adalah untuk membantu mahasiswa menilai dan menganalisis diri mereka sendiri, serta hubungannya dengan pemahaman mereka tentang dunia kerja dan keputusan yang akan mereka ambil. Jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling di perguruan tinggi termasuk orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, dan konseling.
Komputasi Terinspirasi Otak: Brain Inspired Computation Elmi Rahmawati; Devi Syukri Azhari; Vivi Puspita Sari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4412

Abstract

Teknologi komputasi baru yang diinspirasi oleh otak menjanjikan perubahan fundamental dalam cara memproses data. Ini akan meningkatkan efisiensi energi dan memungkinkan kita untuk menangani jumlah data yang terus meningkat yang tidak terstruktur dan berisik yang kita hasilkan. Untuk mewujudkan janji ini, komunitas penelitian yang berbeda harus bekerja sama untuk membuat rencana yang berani dan terkoordinasi, serta mendapatkan dana, fokus, dan dukungan yang diperlukan. Di masa lalu, kami telah melakukan hal ini melalui teknologi digital, dan sekarang kami sedang melakukannya melalui teknologi kuantum. Bisakah kita sekarang melakukannya melalui komputasi yang terinspirasi dari otak
Strategi Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di Era Digital Maisura, Maisura; Ulandary, Yury; Murnaka, Nerru Pranuta; Azhari, Devi Syukri; Erliana, Leni; Ahyani, Edi
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.593

Abstract

Education management strategies can be applied to improve the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning in the digital era. With the development of information and communication technology, innovative approaches are needed to ensure PAI learning remains relevant and effective. This research explores the concept of education management that focuses on the use of technology in PAI teaching, exploring the potential of online platforms, mobile applications, and other digital resources. This type of research is qualitative, with a descriptive approach to analysis. The data collection method used is through observation, documentation, and interviews. Data analysis techniques through data collection, data presentation and data verification. In addition, this study also discusses the challenges that may arise during the implementation of this strategy and provides a view on the integration of technology to achieve holistic PAI learning objectives. By detailing concrete steps and case studies, this research provides practical guidance for educators and school administrators to improve the effectiveness of PAI learning in facing the dynamics of the digital era
The Development of Science in Islam and Its Impact on Islamic Education Yuniendel, Ratna Kasni; Azhari, Devi Syukri
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Agustus 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i02.4328

Abstract

Islam has a long history in developing science that began in the 7th century. This development was triggered by the teachings of the Qur'an and Hadith that encouraged the Muslims to demand knowledge and understand the universe. In the golden age of Islam (eighth to fourteenth centuries), centers of science such as Baghdad, Cordoba, and Cairo were the birthplace of many great scientists such as Al-Khwarizmi, Ibn Sina, and Al-Razi. They made significant contributions to a wide range of sciences including mathematics, medicine, astronomy, and philosophy. The influence of the development of science in Islam on Islamic education is enormous. First, education in Islam emphasizes the importance of a balance between religious science and general science. Second, many Islamic educational institutions, such as madrasas and universities, are established to facilitate the teaching of science in a comprehensive manner. Third, the curriculum of Islamic education often includes the study of science and technology, in addition to religious studies, to produce broad-knowing and critical-minded individuals. However, the development of science in Islam also faces challenges, especially in the modern era. These challenges include efforts to maintain the relevance of the Islamic educational curriculum to the development of contemporary science as well as the integration of technology into the learning process. Therefore, Islamic education needs to continue to adapt and innovate in order to remain able to make meaningful contributions to the world of science and remain relevant in the midst of changing times.
Konsep Ilmu dalam Shahih Bukhari Mustapa, Mustapa; Azhari, Devi Syukri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i1.2246

Abstract

Mencari ilmu adalah merupakan suatu perintah agama. Kesempurnaan agama seseorang adalah atas ilmunya pengamalan atasnya. Sebagai konsekwensi peran manusia sebagai khalifah, maka ilmu juga melekat persoalan khalifah yang ada pada manusia. Eksitensi manusia adalah ada, manakala ada akalnya. Akal inilah yang membedakan kualitas seseorang. Seorang Nabi diutus kepada ummatnya tergantung kapasitas akal ummatnya. Melihat begitu pentingnya ilmu dengan akal ummatnya. Maka sosok kepentingan ilmu berada dibawah Tauhid. Dengan Tauhid yang sempurna akan tercipta akhlak yang sempurna agar ilmu tetap terjaga. Kata Kunci: , , .
Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan Dalam Rangka Membentuk Perilaku Jujur dan Bertanggung Jawab di Rumah Asuh Yabni Padang Usman; Devi Syukri Azhari; Ashabul Fadhli
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v1i3.366

Abstract

The value of honesty is an important value that should be taught by every student in school, both through learning in the classroom and outside the classroom. Instilling the value of honesty is intended so that students understand the importance of this value in every aspect of life. Honesty is an important capital for students to become the next generation of the nation in the future. Honesty is one of the most valuable values ​​in life. Fostering and instilling the values ​​of honesty is then carried out in the family environment and must be done as early as possible so that it affects the growth and development of children. Through fostering and instilling the values ​​of honesty in accordance with human values ​​in each individual in the family, a peaceful and prosperous civilization will be created. Because after all education in the family has a strategic value in the formation of a child's personality. since childhood children have received education from both parents through exemplary, honesty, and good daily living habits in the family. Whether or not the example given by parents is good and how the daily living habits of parents in the family will affect the development of the child's soul.
Multicultural Education and the Significance of Education Azhari, Devi Syukri; Sipahutar, Romat Efendi; Kalsum, Umi; Syahri, Putri
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 03 (2024): Research Articles, December 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i03.5078

Abstract

Education is a strategic instrument in building intelligent, moral individuals who actively contribute to society. In Indonesia's context as a diverse society, multicultural education serves as a vital approach to fostering social harmony by encouraging respect for cultural, religious, and local value differences. This research aims to delve into the meaning of education and the implementation of multicultural education to support inclusive diversity. A literature review of various recent journals found that multicultural education plays a pivotal role in nurturing tolerant, fair, and democratic attitudes among students. However, its application in educational institutions faces significant challenges, such as the lack of understanding and competence among educators and the limited availability of appropriate teaching materials. These obstacles hinder the effectiveness of multicultural education in achieving its intended goals. Several strategies can be adopted to address these challenges, including strengthening educators' capacities through targeted training and workshops, developing inclusive teaching resources, and utilizing educational technology innovations. Educators can create interactive and engaging learning environments emphasizing diversity and inclusion by integrating technology. In addition, a collaborative effort among stakeholders, including schools, communities, and policymakers, is essential to ensure the sustainability of multicultural education programs. With these efforts, multicultural education can serve as an effective solution for shaping a harmonious and inclusive society capable of addressing global challenges. Ultimately, education remains a cornerstone for cultivating values of mutual respect and understanding in an increasingly interconnected world.