Claim Missing Document
Check
Articles

The Development of Science in Islam and Its Impact on Islamic Education Yuniendel, Ratna Kasni; Azhari, Devi Syukri
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Agustus 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i02.4328

Abstract

Islam has a long history in developing science that began in the 7th century. This development was triggered by the teachings of the Qur'an and Hadith that encouraged the Muslims to demand knowledge and understand the universe. In the golden age of Islam (eighth to fourteenth centuries), centers of science such as Baghdad, Cordoba, and Cairo were the birthplace of many great scientists such as Al-Khwarizmi, Ibn Sina, and Al-Razi. They made significant contributions to a wide range of sciences including mathematics, medicine, astronomy, and philosophy. The influence of the development of science in Islam on Islamic education is enormous. First, education in Islam emphasizes the importance of a balance between religious science and general science. Second, many Islamic educational institutions, such as madrasas and universities, are established to facilitate the teaching of science in a comprehensive manner. Third, the curriculum of Islamic education often includes the study of science and technology, in addition to religious studies, to produce broad-knowing and critical-minded individuals. However, the development of science in Islam also faces challenges, especially in the modern era. These challenges include efforts to maintain the relevance of the Islamic educational curriculum to the development of contemporary science as well as the integration of technology into the learning process. Therefore, Islamic education needs to continue to adapt and innovate in order to remain able to make meaningful contributions to the world of science and remain relevant in the midst of changing times.
PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR KURIKULUM DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF Usdarisman, Usdarisman; Hendrayadi, Hendrayadi; Azhari, Devi Syukri; Basit, Abdul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29784

Abstract

Kurikulum merupakan rencana atau desain pembelajaran yang mencakup tujuan, isi, metode, dan penilaian pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum dalam pendidikan adalah elemen krusial yang membentuk dasar pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai. Makalah ini menjelaskan konsepsi dan dimensi kurikulum dari berbagai perspektif, seperti filosofis, sosiologis, psikologis, dan teknologi, serta implikasinya dalam konteks pendidikan. Kurikulum dipahami sebagai lebih dari sekadar materi pelajaran, tetapi juga sebagai ide yang mengarahkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan. Dari filosofi hingga teknologi, kurikulum memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman belajar holistik peserta didik. Pemahaman mendalam akan membantu pendidik merancang kurikulum yang relevan, efektif, dan inklusif, untuk mencapai tujuan pendidikan yang menyeluruh
Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Islam: Law and Human Rights in Islam Usman; Devi Syukri Azhari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4840

Abstract

Pada dasarnya, HAM adalah anugerah terbesar Allah kepada manusia untuk menjalankan tugas dan fungsi khalifatullah secara adil. Namun, ada beberapa orang yang berpendapat bahwa hukum Islam tidak mengandung rumusan HAM seperti yang dipikirkan oleh orang Barat, melainkan hanya aturan tentang kewajiban dan tanggung jawab untuk patuh kepada Allah dan hukumnya. Dengan melihat ayat-ayat al-Qur'an dan assunnah, dapat disimpulkan bahwa hukum Islam telah menetapkan hak asasi manusia dan melindunginya. Dalam hukum Islam, hak antar sesama manusia (huququl "ibad") tidak hanya diakui, tetapi juga didasarkan pada kewajiban asasi manusia untuk mengabdi kepada Allah (huququllah). Ini membedakan hukum Islam dari perspektif antroposentris Barat. Prinsip utama perlindungan hak asasi manusia ditetapkan dalam hukum Islam.
Pendidikan Islam di Belanda: Islamic Education in the Netherlands Devi Syukri Azhari; Zulmuqim; M Zalnur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4871

Abstract

Imigran dan bekas penjajahan Islam masuk ke Belanda. Salah satu agama yang berkembang pesat di negara ini adalah Islam. Oleh karena itu, orang-orang Muslim memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan yang dicapai Belanda. Selain itu, kontribusi orang-orang Muslim ini cukup besar untuk mewarnai kebijakan negara dalam hal kebebasan beragama dan toleransi. Sebagaimana dijamin dalam Konstitusi Belanda, Muslim di Belanda menikmati hak-hak dasar untuk kebebasan berbicara, beragama, belajar, dan berorganisasi. Namun, persepsi warga Belanda terhadap kaum Islam mulai berubah sejak peristiwa 11 September di Amerika Serikat. Mereka percaya bahwa orang-orang berjenggot dan bercadar adalah teroris dan merupakan ancaman bagi mereka. Ini adalah apa yang disebut sebagai Islamofobia. Penyebaran kebencian terhadap Islam secara bertahap mengurangi persepsi positif tentang Islam di masyarakat global.
Multicultural Education and the Significance of Education Devi Syukri Azhari; Romat Efendi Sipahutar; Umi Kalsum; Putri Syahri
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 03 (2024): Research Articles, December 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i03.5078

Abstract

Education is a strategic instrument in building intelligent, moral individuals who actively contribute to society. In Indonesia's context as a diverse society, multicultural education serves as a vital approach to fostering social harmony by encouraging respect for cultural, religious, and local value differences. This research aims to delve into the meaning of education and the implementation of multicultural education to support inclusive diversity. A literature review of various recent journals found that multicultural education plays a pivotal role in nurturing tolerant, fair, and democratic attitudes among students. However, its application in educational institutions faces significant challenges, such as the lack of understanding and competence among educators and the limited availability of appropriate teaching materials. These obstacles hinder the effectiveness of multicultural education in achieving its intended goals. Several strategies can be adopted to address these challenges, including strengthening educators' capacities through targeted training and workshops, developing inclusive teaching resources, and utilizing educational technology innovations. Educators can create interactive and engaging learning environments emphasizing diversity and inclusion by integrating technology. In addition, a collaborative effort among stakeholders, including schools, communities, and policymakers, is essential to ensure the sustainability of multicultural education programs. With these efforts, multicultural education can serve as an effective solution for shaping a harmonious and inclusive society capable of addressing global challenges. Ultimately, education remains a cornerstone for cultivating values of mutual respect and understanding in an increasingly interconnected world.
Pengayaan Materi Tahsin dan Penguatan Hafalan Al-Qur'an terhadap Santri Rumah Qur'an Az-Zakirin dalam Rangka Mewujudkan Generasi Qur'ani Azhari, Devi Syukri; Fadhli, Ashabul; Usman
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i1.79

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam yang menjadi pedoman hidup umat Muslim. Upaya untuk membentuk generasi Qur’ani tidak hanya menekankan pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada ketepatan bacaan (tahsin), kekuatan hafalan (tahfiz), serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam praktik pembelajaran Al-Qur’an di berbagai lembaga nonformal, termasuk rumah Qur’an, masih ditemukan berbagai kendala, seperti keterbatasan penguasaan makharijul huruf dan tajwid, rendahnya konsistensi hafalan santri, serta kurangnya variasi metode pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan program pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an yang terencana dan terstruktur guna meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan santri secara optimal. Kegiatan pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an ini dilaksanakan pada santri Rumah Qur’an Az-Zakirin dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid, memperkuat daya hafal santri, serta menumbuhkan kecintaan dan kedekatan santri terhadap Al-Qur’an sebagai landasan pembentukan generasi Qur’ani. Program ini dirancang dengan pendekatan pembelajaran partisipatif dan bertahap, yang menyesuaikan dengan kemampuan awal santri, baik dari aspek bacaan maupun hafalan. Materi tahsin difokuskan pada perbaikan makharijul huruf, sifat huruf, hukum tajwid, serta kelancaran dan ketartilan bacaan. Sementara itu, penguatan hafalan dilakukan melalui strategi pengulangan (muraja’ah), talaqqi, sima’an, dan pembiasaan setoran hafalan secara rutin. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal untuk mengetahui tingkat kemampuan santri, penyampaian materi tahsin secara teoritis dan praktis, pendampingan hafalan secara intensif, serta evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan bacaan dan hafalan santri. Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif ustaz dan ustazah sebagai pembimbing yang memberikan teladan bacaan yang benar serta motivasi spiritual kepada santri. Selain itu, suasana pembelajaran dibangun secara kondusif dan menyenangkan agar santri merasa nyaman dan termotivasi dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan. Hasil dari pelaksanaan pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kualitas bacaan santri, khususnya dalam ketepatan pengucapan huruf, penerapan hukum tajwid, dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Dari aspek hafalan, santri menunjukkan peningkatan dalam jumlah hafalan, kekuatan daya ingat, serta kemampuan muraja’ah yang lebih baik dibandingkan sebelum program dilaksanakan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap sikap dan karakter santri, seperti meningkatnya kedisiplinan, kesabaran, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an. Secara keseluruhan, pengayaan materi tahsin dan penguatan hafalan Al-Qur’an di Rumah Qur’an Az-Zakirin terbukti efektif dalam mendukung terwujudnya generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan akhlak yang selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran Al-Qur’an yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di rumah Qur’an atau lembaga sejenis lainnya dalam rangka membina generasi yang berakhlak mulia dan berlandaskan Al-Qur’an.
Development of an Islamic-Integrated Pancasila Education Learning Module Sayuti, Ujang; Nurdin, Syafruddin; Kosim, Muhammad; Azhari, Devi Syukri
Journal La Edusci Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Edusci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallaedusci.v7i1.2934

Abstract

This study aims to develop an Islamic-integrated Pancasila Education learning module for senior high school students at SMAN 1 Gunung Talang, Solok Regency, and to examine its validity, practicality, and effectiveness. The study employed a Research and Development (R&D) approach adapted from established instructional design models, encompassing stages of needs analysis, design, development, expert validation, revision, and limited field testing. Data were collected through observations, interviews, validation questionnaires, response questionnaires, and learning outcome tests. The results of expert validation indicated that the developed module achieved a very high level of validity in terms of content relevance, integration of Islamic values, language clarity, and instructional design. Practicality test results showed positive responses from both teachers and students, indicating that the module is easy to use and suitable for classroom implementation. Furthermore, effectiveness testing revealed a significant improvement in students’ learning outcomes after using the module. These findings suggest that integrating Islamic values into Pancasila Education through a structured learning module can enhance students’ understanding of civic values, moral awareness, and learning motivation. The developed module therefore offers a promising instructional alternative to strengthen character education in senior high schools.
Tujuan dan Urgensi Studi Islam dalam Konteks Keilmuan: The Purpose and Urgency of Islamic Studies in a Scientific Context Romat Efendi Sipahutar; Umi Kalsum; Devi syukri Azhari
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7238

Abstract

Islamic studies play a crucial role in establishing a scientific foundation that emphasizes not only intellectual aspects but also the moral and spiritual development of humankind. This research is motivated by the need to re-understand the essence of Islamic studies as a discipline capable of contributing to the development of modern science without losing Islamic values. In the context of globalization and technological advancement, the urgency of Islamic studies is increasingly prominent, as it can serve as an ethical and spiritual foundation for the development of civilized science. This research employs a descriptive qualitative approach, with a literature review as the primary method. Data were collected through an analysis of various scientific literature, journals, and academic works relevant to the theme of integrating Islamic science and values. An in-depth analysis was conducted to identify the relationship between the objectives of Islamic studies and their contributions to the development of science and the character formation of Muslim scientists. The results show that Islamic studies serve as a means of integrating religious and general sciences, emphasizing a balance between rationality and spirituality. This study also contributes to the development of a scientific paradigm oriented toward human welfare and moral sustainability. In conclusion, Islamic studies have strategic urgency in the context of modern science because they can guide its development so that it remains grounded in the values of monotheism, justice, and humanity.
Representasi Laki-Laki dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari: Analisis Wacana Kritis dan Implikasinya bagi Pembelajaran Sastra: Male Representation in Ahmad Tohari's Novel "Bekisar Merah": A Critical Discourse Analysis and Implications for Literature Learning Jendri Mulyadi; Devi Syukri Azhari
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7746

Abstract

Discourse is not present neutrally, but rather constructed through language choices that represent certain interests, ideologies, and social realities. This also applies to literary works that function not only as imaginative products but as discursive practices that reproduce and negotiate power relations. The novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari is a literary work that represents the social dynamics of Javanese rural society and the complexity of gender relations. Although previous studies have focused more on female characters, the male characters in this novel play a strategic role in shaping the storyline, social structure, and ideological conflict. This study aims to analyse the representation of male characters in the novel Bekisar Merah through a critical discourse analysis approach and to uncover the ideology and power relations that accompany it, while simultaneously formulating its implications for literary studies. This study employs a qualitative approach with a descriptive analysis. The data source is the novel Bekisar Merah by Ahmad Tohari, with data in the form of narrative excerpts, dialogues, and descriptions representing male characters, analysed using a critical discourse analysis framework. The study's results show that the author employs linguistic strategies, including diction, style, sentence structure, and descriptions of socio-cultural background, to construct a diverse and problematic representation of masculinity. Male characters are portrayed as both hardworking, responsible, loyal, and wise, and as reckless and ambitious. This finding confirms that masculinity in the novel Bekisar Merah is not singular but is constructed through power relations and social structures, and is relevant as a literary learning material that encourages critical reading of texts and social realities.
Membangun Karakter Kepemimpinan Berbasis Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Pada Era Modern di TPQ Masjid Nurul Ihsan Padang Devi Syukri Azhari; Ashabul Fadhli; Usman Usman
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.247

Abstract

PKM ini bertujuan untuk membangun karakter kepemimpinan berbasis kepemimpinan Nabi Muhammad SAW pada era modern di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Nurul Ihsan Padang. Pendekatan ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang meliputi kejujuran (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), kecerdasan (fathonah), dan kemampuan menyampaikan pesan (tabligh) dalam proses pendidikan di TPQ. Selain itu, penggunaan teknologi modern juga diadaptasi untuk memperkuat pembelajaran tanpa mengesampingkan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan melibatkan pengajaran langsung, praktik langsung melalui aktivitas sosial, serta pengawasan dan pendampingan kolaboratif antara guru, orang tua, dan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan santri yang berintegritas, bertanggung jawab, cerdas, dan komunikatif. Dengan demikian, TPQ Masjid Nurul Ihsan Padang berhasil mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya berlandaskan nilai-nilai keislaman, tetapi juga relevan dan siap menghadapi tantangan era modern.