p-Index From 2021 - 2026
7.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EDUTECH: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter KABILAH : Journal of Social Community Kawalu: Journal of Local Culture Journal on Education SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Komposisi LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) INTERAKSI : Jurnal Kependidikan Jurnal Bébasan SELL (Scope of English Language Teaching, Linguistics, and Literature) Journal Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat COVIT Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Journal Of Human And Education (JAHE) Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Student Scientific Creativity Journal KOLONI Innovative: Journal Of Social Science Research Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Jurnal Yudistira Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Demagogi: Journal of Social Sciences, Economics and Education SELL (Scope of English Language Teaching, Linguistics, and Literature) Journal Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Hudan Linnaas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial Alamtana J-CEKI Joong-Ki Khalifah : Jurnal Pendidikan Nusantara Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Sosial Politik Humaniora Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tata Niaga Tembakau dan Alternatif Pengganti Tembakau Bagi Petani di Pamekasan Syaiful Syaiful; Ria Kasanova; Alfi Hasaniyah
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 1 (2019): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.553 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v4i1.3562

Abstract

Tobacco is one of the important commodities, the role of tobacco and the tobacco product industry in the socio-economic life of the community has a significant role in the form of excise, employment, and sources of income for farmers, laborers, or traders, even regional income. Tobacco in Madura is cultivated from generation to generation by the Madurese, compared to other plant commodities, this tobacco provides hope of considerable profits. Therefore, tobacco is always used as a superior commodity, especially in Pamekasan and Sumenep Regencies. While the poles opposing the tobacco trading system are still largely monopolized by certain parties, so farmers are not given enough space in determining quality and price. This research is intended to find a way out for farmers who are still dependent on tobacco products. This research study uses descriptive qualitative research methods. Data collection techniques carried out by observation, interviews, literature study and documentation. The results of this study are the trading system that occurs in the absolute market mechanism is still a monopoly between farmers and traders and so on, even the government that is detected also takes part in the profits, so farmers are fed up to produce tobacco again. So there must be a substitute plant that is a suitable plant to replace tobacco plants are banana trees and chilies.
Modal Budaya “Timmong” Sebagai Rekonsiliasi Dampak Sosial Pasca Pilkades Di Kabupaten Sumenep Syaiful Syaiful; Ria Kasanova; Sri Widjajanti
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 5 No. 2 (2020): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v5i2.4105

Abstract

Abstrak: Masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat yang komunal, ketat terhadap ajaran agama, berwatak keras suka bekerja keras dan pantang menyerah. Dalam dinamika kehidupan yang berkembang saat ini kontelasi perpolitikan juga turut memberikan pengaruh terhadap masyarakat Madura khususnya masyarakat Desa Batu Belah Barat, kecamatan Dasuk, kabupaten Sumenep dalam bentuk konflik sosial. Tradisi timmong merupakan tradisi masyarakat Desa Batu Belah Barat yang dilakukan secara turun temurun sebagai tradisi berdoa memohon turunnya hujan kepada Tuhan yang maha esa dalam bentuk tarian dan bunyi-bunyian lewat mulut atau verbal tanpa menggukan alat musik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber primer penelitian ini adalah narasumber yang diwawancarai, sedangkan sumber sekunder dalam penelitian ini berupa catatan dan referensi mengenai budaya Madura. Hasil penelitian ini menunjukkan dampak positif tradisi timmong sebagai rekonsiliasi konflik pasca pilkada di Desa Batu Belah Barat kecamatan Dasuk kabupaten Sumenep. Kata Kunci: Budaya Timmong, Rekonsiliasi, Pilkades Abstract: The Madurese community is known as a communal society, strict on religious teachings, hard-tempered, likes to work hard and never gives up. In the dynamics of life that is currently developing, the political controversy also has an influence on the Madurese community, especially the community in the village of Batu Belah Barat, Dasuk District, Sumenep Regency in the form of social conflicts. The timmong tradition is a tradition of the community in the western part of the stone which is carried out from generation to generation as a tradition of praying for rain to God Almighty in the form of dances and sounds by mouth or verbally without using musical instruments. This research is a qualitative research. The primary sources of this study were interviewed sources, while the secondary sources in this study were notes and references about Madurese culture. The results of this study indicate the positive impact of the timmong tradition as a reconciliation of post-election conflicts in the village of Batu Belah Barat sub-district Dasuk Sumenep district. Keywords: Timmong Culture, Reconciliation, Pilkades
PELAKSANAAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM KEHIDUPAN MENUJU INDONESIA YANG UNGGUL Sri Widjajanti; Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang bertumpu pada standar dan standar multikulturalisme, khususnya gagasan tentang keragaman yang mempersepsi, mengakui, dan menekankan pada kontras dan persamaan manusia berkenaan dengan orientasi seksual, ras, dan kelas, agama tergantung pada kualitas dan mayoritas. pemahaman tentang aturan-aturan yang membentuk pluralisme sosial. dengan tujuan akhir memerangi bias dan segregasi. Karena pentingnya pendidikan multikultural di Indonesia, terutama sebagai metode elektif kompromi, siswa diandalkan untuk tidak meninggalkan akar sosialnya, dan pendidikan multikultural sangat cocok digunakan untuk sistem berbasis demokrasi yang ada seperti sekarang ini. Kata kunci: Pendidikan Multikultur, Kehidupan Unggul
Pelatihan Pendidikan Karakter bagi Pelatih Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate “PSHT” Cabang Pamekasan Fredy Yunanto; Ria Kasanova; Syaiful Syaiful; Mohammad Rudiyanto; Syaiful Anam; Hasbullah Hasbullah
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Batara Wisnu | Mei - Agustus 2022
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v2i2.86

Abstract

This training course aims to increase the knowledge of the pencak silat trainer of the Setia Hati Terate "PSHT" about the importance of character building in students. Since adolescence, students need to be equipped to shape their personality, because adolescence is a golden age in human life. There are four values ??learned in this training course from these character education values, namely, (1) love of truth (2) responsibility, legal discipline and independence, (3) reliability and (4) respect and courtesy. The participants of this training course were attended by 15 Pencak Silat trainers from the Pamekasan city branch. Based on the results of the assessment, it is known that almost 90% of the trainers understand the material given
Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter Mohammad Rudiyanto; Ria Kasanova
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 5 (2021): JPTI - Mei 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.43

Abstract

Wabah virus korona baru bernama  Covid-19 telah menewaskan banyak orang di hampir setiap negara di dunia. Peneliti meyakini virus tersebut berasal dari pasar tradisional di Wuhan, China. Pasar  tersebut menjual berbagai hewan segar dan lembab seperti kelelawar dan ikan, yang akhirnya menginfeksi manusia dengan virus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi bahwa virus  Covid-19 menyebar melalui perilaku manusia ketika berbicara, bersin, dan batuk dari orang yang terinfeksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menyelidiki hubungan umum pengaruh covid terhadap perilaku karakter. Studi ini menemukan bahwa terdapat pengaruh  Covid-19 terhadap penggunaan pendidikan karakter. Kesimpulan ini dapat ditarik dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebagian besar karakter yang ditemui selama wabah  Covid-19, seperti naluri, kebiasaan, kemauan, dan kebijaksanaan
Exploration of Multicultural Values Of Literation Activities Community In Pamekasan District As A Basis For Character Education Ria Kasanova; Saiful Saiful; Muhammad Rudiyanto
Kawalu: Journal of Local Culture Vol. 8 No. 2 (2021): July-December
Publisher : Laboratorium Bantenologi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/kawalu.v8i2.3670

Abstract

Multicultural values ​​are the answer to the diversity of society and the demands of equal rights for every citizen. Another aspect of multicultural values ​​is that development provides multiple perspectives and concerns. Learning about multiculturalism cannot be separated from the existence of society itself, because they play a major role in the series of life, it is natural that the government tries to improve the quality of literacy every year. Despite various efforts, the packaging has not produced clear results. On the other hand, the process of learning history as a kind of understanding and knowledge can be a source of inspiration and can foster a sense of nationality and a sense of responsibility towards students as citizens. Therefore, it is possible to instill a spirit of nationalism in the younger generation among the youth. This situation states that if there is no idealism regarding the homeland and nation, the appreciation of the state and nation will feel shallow, especially for Indonesia as a multi-ethnic country. This type of research is a qualitative method designed to reveal events based on actual conditions. The implementation of this research was carried out in the city of Pamekasan, Pamekasan Regency, East Java. The main information provider is the community of literacy activists in Pamekasan District. Data collection techniques used: observation and interviews, while data analysis techniques used 1) data collection; 2) data reduction; 3) data presentation, and 4) Conclude. The contribution of the literacy community in Pamekasan district is to open the understanding and application of multicultural values ​​to youth and the community of Pamekasan district, especially for students and students.
PENGEMBANGAN PEMASARAN PRODUK UMKM DI DESA LARANGAN TOKOL JAWA TIMUR Nur Syakherul Habibi; Rani Nur Fitrianti; Junaidi Efendi; Ria Kasanova
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 3 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.056 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i3.8454

Abstract

Abstrak: Desa Larangan Tokol memiliki banyak potensi dan produk yang dihasilkan oleh masyarakat. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Larangan Tokol melakukan pemasaran produknya secara konvensional dan terbatas. Para pelaku UMKM di Desa Larangan Tokol belum memasarkan produknya melalui digital marketing di tengah kemajuan teknologi dan informasi yang saat ini berkembang. Pelaku UMKM di Desa Larangan Tokol kurang memiliki wawasan tentang konsep digital marketing, dimana ruang lingkup digital marketing tidak hanya dalam kajian promosi dan pemasaran saja, tetapi juga mencakup pemanfaatan dan optimalisasi media internet dalam proses komunikasi dan penjualan produk. . Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) memberikan wawasan tentang konsep pemasaran langsung dan digital serta produk teknologi yang digunakan untuk pemasaran produk, (2) memberikan pelatihan dan simulasi penggunaan media digital dalam pemasaran produk, (3) memberikan pelatihan penyusunan pesan persuasif yang efektif, dan (4) memberikan solusi untuk mewujudkan pelaku UMKM untuk mempromosikan produk melalui media digital. (5) Mengembangkan pemasaran langsung produk UMKM. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode observasi, pelatihan dan pendampingan. Secara umum kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 23,26%. Selain itu, terjadi peningkatan omzet penjualan produk UMKM rata-rata 172% setiap bulannya. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini sangat baik dan tepat sasaran. Dari kegiatan ini masyarakat mulai (1) memahami konsep pemasaran langsung dan digital serta produk teknologi yang dapat digunakan untuk memasarkan produk UMKM, (2) melakukan praktik/simulasi pemasaran produk UMKM dengan menggunakan media digital seperti facebook marketplace , Instagram, dan Whatsapp commerce (Saffanah Shop), (3) menyusun pesan persuasif yang efektif dan menarik, sehingga calon pembeli lebih tertarik untuk membeli produk UMKM-nya, dan (4) membuat akun media sosial yang dikelola oleh pelaku UMKM yang terbiasa mensosialisasikan dan mempromosikan produk UMKM mereka dan 5) Mengembangkan pemasaran langsung di area car free day dan Wamira Mart binaan Dinas Koperasi Pamekasan.Abstract: The village of Larangan Tokol has a lot of potential and products produced by the community. Micro, small and medium enterprises (UMKM) in Larangan Tokol Village do conventional and limited marketing of their products. The UMKM actors in the Larangan Tokol Village have not yet marketed their products through digital marketing in the midst of advances in technology and information that are currently developing. UMKM actors in Larangan Tokol Village lack insight into the concept of digital marketing, where the scope of digital marketing is not only in the study of promotion and marketing, but also includes the use and optimization of internet media in the process of communication and product sales. This community service activity aims to: (1) provide insight into the concepts of direct and digital marketing as well as technological products used for product marketing, (2) provide training and simulations on the use of digital media in product marketing, (3) provide training in the preparation of persuasive messages effective, and (4) provide solutions to realize UMKM actors to promote products through digital media. (5) Develop direct marketing of UMKM products. Service activities are carried out using the method of observation, training and mentoring. In general, community service activities went well and could increase the knowledge and skills of the community by 23.26%. In addition, there is an increase in sales turnover of UMKM products by an average of 172% every month. This training and mentoring activity is very good and right on target. From this activity, the community began to (1) understand the concept of direct and digital marketing and technology products that can be used for marketing UMKM products, (2) carry out marketing practices/simulations for UMKM products using digital media such as Facebook marketplace, Instagram, and Whatsapp commerce (Saffanah Shop), (3) compose effective and attractive persuasive messages, so that prospective buyers are more interested in buying their UMKM products, and (4) create social media accounts managed by UMKM actors that are used to socialize and promote their UMKM products and 5) Develop direct marketing in the car free day area and Wamira Mart assisted by Dinas Koperasi Pamekasan. 
IMPLEMANTASI PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER DI LINGKUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH Fredy Yunanto; Mohammad Rudiyanto; Sandy Vikki Aryanto; Ria Kasanova; Nur Syakherul Habibi
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas dan mengungkap pentingnya pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan library-based yaitu mencari referensi melalui artikel dan sumber lain yang dianggap relevan dan representatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan karakter sudah ada sejak masa pra-kemerdekaan, tetapi tidak diberi nama seperti itu, melainkan pendidikan karakter, akhlak dan pancasila. Istilah pendidikan karakter mulai populer sejak pasca reformasi; Pembentukan kepribadian pada masa sebelum kebijakan pembangunan kepribadian nasional belum sepenuhnya terbingkai dalam sistem pendidikan nasional. Konteks pendidikan karakter dalam pendidikan nasional selalu dipahami dari pendidikan yang berlandaskan budaya, pancasila dan agama, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya diatur. Sementara itu, setelah kebijakan nasional pengembangan kepribadian, pendidikan karakter telah menjadi ciri sistem pendidikan nasional dan pelaksanaannya dirinci mulai dari strategi pelaksanaan hingga tahap pembentukan karakter anak. Kata kunci: pendidikan karakter, keluarga, sekolah
EFEKTIVITAS ORGANISASI DALAM PERSPEKTIF MODEL RICHARD M STEERS DI DESA GUNUNG MADDAH KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG Hasbullah Hasbullah; Rini Aristin; Syaiful Syaiful; Syaiful Anam; Ria Kasanova
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah kemiskinan merupakan fenomena yang selalu menjadi Trending Topic dunia, terutama di bumi pertiwi. Upaya perlindungan sosial masyarakat miskin merupakan tanggung jawab bersama dalam penanggulangan kemiskinan oleh seluruh stakeholders baik dari unsur pemerintahan maupun non pemerintah. Munculnya organisasi nirlaba, seperti NGO yang konsisten pendampingannya pada masyarakat miskin merupakan bentuk antusiasme dan partisipasi aktif dari masyarakat dan harus didukung oleh pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Pemerintah Dalam Undang-Undang Nomor. 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan, yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, diolah oleh pusat data dan informasi kesejahteraan sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Pendekatan teoritis yang digunakan oleh penulis dalam menganalisis kondisi lapangan berkaitan dengan pelaksanaan program keluarga mengacu pada pendapat pendapat Richard M. Steers yaitu ; Pencapaian Tujuan, Integrasi dan Adaptasi. Berdasarkan Hasil analisis teori dari ketiga pendekatan teoritik antara lain(1). Efektivitas pencapaian tujuan, (2). Efektivitas integrasi, dan (3) efektifitas adaptasi dalam pengelolaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Gunung Maddah. Terdapat kendala dalam pelaksanaan program bantuan tunai bersyarat, yaitu pencapaian tujuan dari program bantuan kurang tepat dan kurang terintegrasi dalam pelaksanaannya dapat mempengaruhi terhadap penerima bantuan sehingga mengalami kebingungan serta kesulitan akses dalam prosedur penerimaan bantuan. Namun terdapat dari ketiga analisis teori diatas hanya satu yang sesuai dengan kondisi masyarakat penerima bantuan ialah efektifitas adaptasi Karena penyaluran program bantuan dilaksanakan berdasarkan kondisi sosial masyarakat Desa Gunung Maddah saran : setiap pendamping sudah memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman mengenai Program Keluarga Harapan serta pendamping PKH memiliki peran yang sangat penting terhadap kegiatan PKH. Namun harus ditingkat lagi kinerja pendampingan kepada masyarakat penerima bantuan sehingga azas manfaat PKH berjalan sesuai regulasi yang telah ditetapkan. Kata Kunci: Efektivitas organisasi, Model Richard M Steers,
Pengembangan Literasi untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di SDN Gladak Anyar IV Ria Kasanova
Journal on Education Vol 3 No 4 (2021): Journal on Education: Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v3i4.384

Abstract

The purpose of this study was to describe and analyze the development of the Literacy Culture of SDN Gladak Anyar IV Pamekasan students. This study uses a qualitative descriptive study method using a case study approach. Data collection methods were carried out through interviews, observation, and documentation obtained from school leaders, teachers, and students. Data analysis used an interactive model with data documentation, data visualization and validation. The process of developing a literacy culture is carried out in a three-step process. (1) Planning the development of a literacy culture, then setting goals, compiling programs, formulating strategies, and managing facilities and infrastructure. (2) Implementation of literacy culture development. The implementation of literacy culture development involves competency courses, development and training. (3) Assessment in the form of weekly, monthly and annual assessments. As a result, the results of the development of a literacy culture show that students' reading interest in reading can increase.