p-Index From 2021 - 2026
8.284
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI POLA PENGOPERASIAN PUKAT CINCIN MINI DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) UJUNGBATU, JEPARA, JAWA TENGAH Siti Oftafia Wijayanti; Mohammad Imron; Eko Sri Wiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 27, No 1 (2021): (Maret) 2021
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.27.1.2021.13-22

Abstract

Fluktuasi produktivitas perikanan pukat cincin mini di Jepara yang semakin menurun disebabkan oleh terjadinya padat tangkap dan kelimpahan ikan. Faktor padat tangkap berhubungan dengan jumlah upaya penangkapan sedangkan kelimpahan ikan berhubungan erat dengan fluktuasi musim penangkapannya. Musim penangkapan sangat berpengaruh terhadap efektivitas pengoperasian pukat cincin mini di Jepara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola pengoperasian pukat cincin mini di Jepara kaitannya dengan indeks musim penangkapan (IMP) dan pengoperasian (jumlah upaya penangkapan) sesuai hasil tangkapan dominannya serta memberikan rekomendasi musim pengoperasian yang tepat (efektif). Data berupa laporan bulanan TPI Ujungbatu, Kabupaten Jepara selama lima tahun, yaitu mulai dari tahun 2015-2019 yang meliputi data produksi ikan tangkapan dominan dan upaya penangkapan dari pukat cincin mini. Tangkapan dominan pukat cincin mini Jepara berupa ikan kembung (Rastrelliger spp.), layang (Decapterus spp.) dan cumi-cumi (Loligo spp.). Data diolah menjadi CPUE masing-masing ikan dominan dan dianalisis dengan metode rata-rata bergerak untuk memperoleh nilai IMP. Grafik nilai IMP kemudian dioverlay dengan data upaya penangkapan. Pola pengoperasian pukat cincin mini Jepara yang menunjukan respon nelayan berlebih dibanding IMP ikan, yaitu bulan Februari-April, Agustus-September dan November. Kondisi ini disebabkan minimnya informasi musim kelimpahan ikan dan keadaan alam yang sangat dinamis. Pengoperasian pukat cincin mini Jepara yang efektif terjadi pada bulan Februari (cumi-cumi), Juni-Juli (ikan kembung) dan Agustus, Oktober (ikan layang).Because of overfishing and dynamic of the fish abundance, the purse seiners in Jepara decreased sharply. Overfishing relates to effort while the fish abundance is closly linked with the fluctuation of the fishing season. The fishing season greatly affected to the effectiveness of mini purse seine operating in Jepara. The objective of the study was to evaluate pattern of mini purse seine operating in Jepara based on IMP and operating seasons (effort) according to the dominant fish and recommendation for preciseness operating season (effective). The data were created by the TPI Ujungbatu which started in the year 2015-2019, comprising data from the dominant fish production and effort from mini purse seine Jepara. The dominant catch of mini purse seine Jepara are short mackerel, scads and squids. Data were processed into CPUE each of the dominant fish and analysed by moving average methods to get the score of season index (IMP). The diagram of IMP then overlaid with diagram of effort. The result showed that response of mini purse seine fishermen were over than IMP fishes, consist February-April, August-September and November. It was due to shortage of information for the fish abundance season and particularly dynamic state of nature. The effective operation of mini purse seine Jepara occurred in February (squids), June-July (short mackerels) and August, October (scads).
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN NELAYAN TENTANG KESELAMATAN KERJA DI PPP MUNCAR, BANYUWANGI Mohammad Imron; Riris Nurkayah; Fis Purwangka
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 1 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.215 KB) | DOI: 10.29244/core.1.1.99-109

Abstract

Pekerjaan pada kapal penangkap ikan merupakan pekerjaan yang tergolong membahayakansehingga rawan menimbulkan kecelakaan kerja. Penyebab kecelakaan pada kapal perikanan, yaiturendahnya kesadaran awak kapal tentang keselamatan kerja pada pelayaran dan kegiatan penangkapan,rendahnya penguasaan kompetensi keselamatan pelayaran dan penangkapan ikan, kapal tidakdilengkapi peralatan keselamatan sebagaimana seharusnya. Cuaca buruk seperti gelombang besar sertakurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan peralatan keselamatan kerja. Data yangdikumpulkan ada dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan carawawancara mendalam melalui kuesioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara melakukanpenelusuran dokumen terkait informasi mengenai pengetahuan dan keterampilan nelayan.Pengambilan data dilakukan dengan metode purposive sampling terhadap beberapa pihak yangberkepentingan dengan keselamatan kerja nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasipengetahuan dan keterampilan nelayan tentang keselamatan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa nelayan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang minim mengenai keselamatan kerja danprosedur bekerja di kapal serta pengelolaan keselamatan kerja di PPP Muncar tidak terlaksana denganbaik.Kata kunci: keselamatan kerja, pengetahuan dan keterampilan nelayan, PPP Muncar
RANCANG BANGUN PELAMPUNG PELACAK ARUS PERMUKAAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN GPS Deni Achmad Soeboer; Budhi Hascaryo Iskandar; Indra Jaya; Mohammad Imron
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.841 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.263-277

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan keluaran dari instrumen GPS berupa track dan rute serta kecepatan. Instrumen GPS berada dalam satu pelampung yang  dirancang khusus kedap air dan mempunyai semacam kelambu silinder di bawah permukaan airnya, kemudian dihanyutkan di perairan semi tertutup dengan jangka waktu tertentu. Data yang diperoleh dan tersimpan dalam memori GPS kemudian diplotkan menggunakan software yang tersedia untuk mendapatkan pola pergerakan arus permukaan di perairan. Pada saat yang bersamaan dilakukan juga pengukuran arus menggunakan alat pengukur arus (current meter) sebagai pembanding dari keluaran GPS yang dihasilkan dari pelampung pelacak pergerakkan arus permukaan. Penghanyutan pelampung terbagi menjadi 4 kwadran, hasil pengukuran kecepatan dan arah arus permukaan pada setiap kwadran, kemudian di regresikan dengan hasil dari keluaran GPS pelampung pelacak arus. Hasil regresi didapat persamaan y =0,0618x + 0,1076, dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap kecepatan yang diproleh dari pelampung pelacak dikalikan 0,0618 untuk mmendapatkan kecepatan yang lebih mendekati sebenarnya. Kata kunci: arus permukaan, current meter, GPS, rancang bangun pelampung
ANALISIS TEKNO-EKONOMI LAMINASI KAPAL PSP 01 DI PALABUHAN RATU, JAWA BARAT Mohammad Imron; Deni Achmad Soeboer; Rahmad Ramadhoni
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.41 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.315-332

Abstract

Laminasi kapal adalah proses pelapisan kapal kayu dengan menggunakan FRP, yang bertujuan untuk memperbaiki, memperkuat, mencegah kebocoran, dan menambah umur teknis kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik laminasi kapal PSP 01, membuat formulasi untuk menghitung kebutuhan bahan laminasi kapal, dan menghitung biaya proses laminasi kapal PSP 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses laminasi kapal terdiri atas 3 tahapan utama yakni pendempulan, pelapisan FRP, dan pengecatan. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengolahan data hasil laminasi, didapatkan formula untuk menghitung kebutuhan lembar fiberglass non overlay  (Tln) = Luas badan kapal/1,2 meter, formula untuk menghitung lembar fiberglass overlay (Tloverlay) = ( (Tln – 1) x 0,44 m ) / 1,2 m. Rumus yang digunakan untuk menghitung total kebutuhan lembar fiberglass (Tlfix) = Tln + Tloverlay. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah resin, didapatkan rata-rata resin dipakai (NSKB) sebesar 1099,27cm3 perlembar fiberglass, sehingga dapat diaplikasikan untuk menghitung jumlah kebutuhan resin total (TBresin) resin dengan rumus = (NSKB resin x Tlfix). Total kebutuhan katalis dapat dihitung dengan mengalikan total kebutuhan resin dengan nilai standar 2%. Total biaya yang dipakai untuk laminasi kapal PSP 01 adalah Rp 11.851.000.Kata kunci : fiberglass, kapal, laminasi, PSP 01.
ASPEK ERGONOMI PADA AKTIVITAS PENANGKAPAN IKAN DENGAN KAPAL PAYANG DI PALABUHANRATU-SUKABUMI Deni Achmad Soeboer; Mohammad Imron; Budhi Hascaryo Iskandar; Muhammad Patria Laksono
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.334 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.343-356

Abstract

Ergonomi kapal sangat mempengaruhi kenyamanan  kerja anak buah kapal (ABK). Aspek ergonomi kapal khususnya kapal penangkap ikan masih sedikit yang meneliti, sehingga belum ada aturan baku mengenai kaidah-kaidah ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengayaan IPTEKS pada bidang keselamatan kerja di atas  kapal penangkapan ikan, menganalisa aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan di kapal payang. Hal ini dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan seperti pemilik kapal, kapten kapal dan ABK, serta pemerintah yang terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung pada abyek penelitian dan di analisa menggunakan tabel Job Safety Analysis (JSA). Aktivitas di atas kapal payang dibagi menjadi beberapa kegiatan yaitu persiapan keluar dermaga, operasional penangkapan ikan meliputi setting dan hauling, pasca operasi penangkapan ikan dan istirahat. Analisis ergonomi kapal payang difokuskan kepada posisi tata letak barang dan nelayan di atas kapal. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan ABK kapal payang tentang kenyamanan kerja di atas kapal sudah merasa nyaman. Hal ini dikarenakan  sudah terbiasa dan tidak mempunyai pilihan lain.Kata kunci : ergonomis, JSA, kapal payang.
ASPEK TEKNIS DAN PEMANFAATAN KAPAL INKA MINA DI PPP TEGALSARI, TEGAL DAN PPS CILACAP, JAWA TENGAH Deni Achmad Soeboer; Budhi Hascaryo Iskandar; Mohammad Imron; Wienda Justitia Ardiyani
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 3 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.561 KB) | DOI: 10.29244/core.2.3.357-368

Abstract

Pemerintah melalui Instruksi Presiden No. 01 tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Nasional tahun 2010 dan Peraturan Presiden No. 10 tahun 2011 membantu nelayan dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di tahun 2010. Salah satu program yang dilakukan yaitu dengan memberikan bantuan 1000 kapal bagi nelayan. Hingga tahun 2013 sudah dibangun 208 kapal Inka Mina yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem kerja bagi kelompok nelayan dalam mengoperasikan kapal bantuan dan mengetahui pemanfaatan kapal bantuan pemerintah bagi nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Kota Madya Cilacap, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan survei di Tegal dan Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapal Inka Mina yang diberikan kepada nelayan di PPP Tegalsari dan PPS Cilacap sudah dapat dimanfaatkan oleh nelayan dengan perubahan terhadap beberapa bagian kapal seperti melaminasi ulang dek kapal, meninggikan sheer, memperbaiki tutup dan bagian dinding palka, mengatur ulang sistem pendingin, menghilangkan bagian atas dek kapal yang dianggap kurang berfungsi, membuat ruang alat tangkap, menambahkan bilge keel, memperbaiki instalasi lampu sebagai alat bantu penangkapan. Perubahan alat tangkap dilakukan oleh nelayan di Cilacap, alat tangkap yang semula adalah longline diubah menjadi gillnet.Kata kunci : Cilacap, Inka Mina, Kapal, Tegal
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PENGGUNAAN LPG SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA MESIN PERAHU DI KABUPATEN SUKABUMI Johan Wahyudi; Mohammad Imron; Wazir Mawardi
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.72 KB) | DOI: 10.29244/core.3.1.73-84

Abstract

Kebijakan diversifikasi energi pada bidang perikanan diharapkan nelayan dapat beralih dari bahan bakar minyak ke bahan bakar gas, namun pada kenyataannya nelayan masih menggunakan BBM sebagai bahan bakar untuk mesin perahunya Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosial-ekonomi dan menilai  persepsi nelayan terhadap penggunaan LPG sebagai bahan bakar pada mesin perahu di Kabupaten Sukabumi. Metode survey digunakan untuk mewawancarai sebanyak 94 orang responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar nelayan di Kabupaten Sukabumi tergolong kelas umur yang masih produktif, memiliki pengalaman yang relatif lama, memiliki antusiasme yang tinggi terhadap informasi. Namum,  tingkat pendidikan nelayan masih rendah  dan pendapatan nelayan yang masih berada dibawah upah minimum kabupaten. Persepsi nelayan terhadap penggunaan LPG sebagai bahan bakar pada mesin perahu secara umum memiliki nilai rata-rata sebesar 53.19% termasuk kategori sedang.Kata kunci : karakteristik sosial-ekonomi, LPG, persepsi nelayan
Strategy of Squid Fisheries Development in Cilacap Ocean Fishing Port Axeline Estherina Simanjuntak; Mohammad Imron; Mulyono S Baskoro
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.158 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.179-191

Abstract

Cilacap Ocean Fishing Port (PPS) was a port that is known to have abundant fish resource potential. The catch of squid in Cilacap PPS is a type of squid that is not yet suitable for export because the handling of squid is still needs improvement for the size and shape. The purpose of this study was to calculate the profits of the squid fishery business, analyze the squid fishing season, and develop a squid fisheries development strategy in Cilacap Ocean Fishing Port. The analytical method used is financial analysis, catch season index, and SWOT method. Data collection by taking respondents was done by purposive sampling to get data related to internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). The results showed that the profits obtained by squid fishermen in the Cilacap Ocean Fishery Port for a year amounted to Rp2,330,520,000.00 with an R / C ratio of 1.27 so the squid fishing business was profitable. The highest squid catching season was in July to August and January to February. Strategies for developing squid fisheries include regulating squid fishing, improving appropriate technology for fishing and management, increasing squid fishing vessels, increasing fishing units, optimizing squid fisheries can be exported, optimizing market demand, socializing to fishermen to help increase fishermen's knowledge of development activities sustainable fisheries, improve management to be more useful. Key words: Cilacap Ocean Fishing Port, development strategy, squid, squid fisheries, squid fishery business
PENILAIAN TINGKAT TEKNOLOGI GALANGAN KAPAL PT. PROSKUNEO KADARUSMAN MUARA BARU JAKARTA Izza Mahdiana Apriliani; Mohammad Imron; Vita Rumanti Kurniawati
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 3 No. 3 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.429 KB) | DOI: 10.29244/core.3.3.331-342

Abstract

Peningkatan jumlah kapal di PPS Nizam Zachman akan menjadi target potensial pasar bagi galangan yang ada di sekitar pelabuhan. Salah satu galangan kapal yang berperan dalam melayani kapal-kapal di sekitar PPS Nizam Zachman adalah PT. Proskuneo Kadarusman. Oleh karena itu, untuk dapat memenuhi permintaan pasar yang meningkat, PT. Proskuneo Kadarusman harus dapat mengimbangi dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing. Upaya meningkatkan produktivitas galangan salah satunya dengan cara meningkatkan teknologi. Peningkatan teknologi perlu didahului dengan penilaian terhadap tingkat teknologi. Penilaian tingkat teknologi dilakukan dengan menghitung nilai TCC (technology contribution coefficient) dari komponen teknologi technoware, humanware, infoware dan orgaware (organisasi). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2011 dengan menggunakan metode studi kasus di PT. Proskuneo Kadarusman Muara Baru Jakarta. Analisis data yang digunakan adalah analisis TCC dengan menilai kontribusi komponen teknologi. Galangan PT. Proskuneo Kadarusman merupakan salah satu galangan yang aktif melayani reparasi dan produksi kapal dengan memiliki manajemen galangan yang baik yang meliputi struktur organisasi, sumberdaya manusia, pelayanan reparasi dan produksi serta sistem informasi internal dan eksternal. Nilai kontribusi komponen humanware memiliki nilai kontribusi tetinggi sedangkan komponen infoware memiliki kontribusi terendah. Nilai TCC dari galangan kapal PT. Proskuneo Kadarusman menunjukkan teknologi di galangan tersebut berada pada level semi-modern. Kata kunci: humanware, infoware, technoware, teknometrik, orgaware
KOMPOSISI DAN POLA MUSIM IKAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN TEGAL JAWA TENGAH Mohammad Imron; Kusnandar .; Didin Komarudin
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2020): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.4.1.033-046

Abstract

Pemanfaatan sumber daya ikan harus berdasarkan efisiensi dan asas keberlanjutan. Efisiensi merupakan usaha untuk memaksimumkan hasil penangkapan, dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin. Efisiensi penangkapan dapat didukung dengan diketahuinya pola musim atau waktu terbaik menangkap suatu sumberdaya ikan. Informasi mengenai pola musim penangkapan juga sangat dibutuhkan oleh manajer perikanan baik pemerintah maupun swasta dalam melakukan pengaturan agar upaya eksploitasi terhadap sumberdaya ikan dilakukan secara bijak dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi hasil tangkapan dan pola musim penangkapan ikan di perairan Tegal. Penelitian dilakukan di TPI Larangan dan TPI Suradadi Kabupaten Tegal, pada bulan Maret 2019, dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan Produksi ikan dominan selama 5 tahun (2016-2019) di perairan Tegal adalah teri jawa (3.753,9 ton), selanjutnya rebon (1.305,4 ton), ikan tembang (542,4 ton), teri nasi (355,2 ton), kembung (116,1 ton), pepetek (87,3 ton), dan cumi-cumi sebanyak 18,7 ton. Puncak musim penangkapan ikan teri nasi adalah bulan Februari. Puncak musim ikan teri jawa adalah bulan Juni. Puncak musim ikan pepetek adalah bulan Januari. Puncak musim ikan kembung terjadi pada bulan Januari. Puncak musim ikan tembang terjadi pada bulan Januari. Puncak musim penangkapan udang rebon terjadi pada bulan Februari. Puncak musim cumi-cumi terjadi pada bulan April. Kata kunci: komposisi hasil tangkapan, pengelolaan, pola musim penangkapan
Co-Authors . Maimun . Nasirin . Zulkarnain Achmad Bagus Solehudin Adi Susanto Adibah, Tardha Amirah Agus Suherman Aksa Azhari Aminullah Am Azbas Taurusman Anggraini, Atika Annisa Ramadhanti Anshar Kurniawan Ari Purbayanto Ariestio Dwi Ramadhan Arik Permana Ariyani, Fitria Armelita, Ayang Arzali Asriani, Ayu Asrori, Tamam Astuti, Lussy Axeline Estherina Simanjuntak Ayu Wulandari Azis, Ravy Nur Azisi Aziz, Ravy Nur Badrus Zaman Bagus Baruno Bahiya Baidhowi, M Kholil Bawana, Adyatma Eka Bramantyas Febriyansyah Budhi H. Iskandar Budhi H. Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi Harscahyo Iskandar Budi Hascaryo Iskandar Budy Wiryawan Cahyani, Evril Fadrekha Daisy Rahma Rizal Daisy Rahma Rizal Daniel R. Monintja Dareen Nadya Rema Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Didin Komarudin Djodie Rizky Prima Domu Simbolon Dwi Krisbiantoro, Dwi Dwi Putra Yuwandana Dwi Septi Rahayu Pratiwi Eko Sri Wiyono El Fuadi, Muhammad Basiq Firdaus Basbeth Fis Purwangka Fis Purwangka Fitriani, Namiyah Gondo Puspito Hariyanto, Kiki Hasrianti, Hasrianti Hendayana, Yomivin Varel Hendra Marcos, Hendra Hery S. Nurdin Hery Sutrawan Nurdin Hery Sutrawan Nurdin Hestirianoto, Totok Iin Solihin Imam Shadiqin Iman Anugerah Bintoro Indra Jaya Istiqaroh, Choirum R. Isyuniandri, Dzaky Izza Mahdiana Apriliani Johan Wahyudi John Haluan Julia Eka Astarini Kholilullah, Ibrahim Kumala Sari Ode Murhum Kurnia, Triono Aries Kurniawan, M.Yusuf Kusnandar . Kusnandar Kusnandar Kusumah, Satia Angga Latifah, Widya Nur Lilik Muzayanah Lina Indriani M Fedi Sondita M. Fedi A. Sondita Marjoni Marjoni Melianti Miftahus Surur Muhamad Awiet Wiedanto Prasetyo Muhamad Fahariman Yudiardi Muhammad Agam Thahir Muhammad Dendy Alamul Huda Muhammad Irsyad Tawaqal Muhammad Johar Rudin Muhammad Natsir Kholis Muhammad Nur Iqbal Muhammad Patria Laksono Muhammad, Darsa Muhammad, Rabhi F. Mulyono Mulyono Mulyono Mulyono S. Baskoro Nafisah, Saidah Nalakhudin, Khaidir Namira Septiani Nugroho, Lustiyono Prasetyo Nur Aini Nur Islami, Amalia Nuraini , Rema Sekar Nurfaiza Prasetiyo, Shidiq Lanang Pratama, Aditiya Pungkas Subarkah Rahmad Ramadhoni Rahmad, Adrul Raihan, M. Reza Raihan, Muhamad Reza Ratih Kusumastuti Reza Akhmad Syahbana Rini Astuti Riris Nurkayah Rois Syarif Qoidhul Haq Roma Yuli F Hutapea Rosliadewi, Linda Roza Yusfiandayani Safitri, Syiva Salsabila Nafri Salsabilla, Frisda Puspa Siti Oftafia Wijayanti Soehadi, Imam Sudrajad, Dirfas Heronseva Sugeng H. Wisudo Sulaeman Martasuganda Sunedi Sunedi Syamsudin, Fatih Tatik Mulyati Tiara Tiara, Tiara Tirtana, Denta Toharo, Kasab Tri Nanda Citra Bangun Tri Wiji Nurani Triadhi, Joko Tsunoda, Atsuhiro Uju Utami, Rafika Surya Violitta, Susanti Rahayu Vita Rumanti Kurniawati Wahdati, Fajriyah Cahyani Waluyo, Retno Wardani, Puti Wardani, Puti Nursitaning Kusuma Wazir Mawardi Wienda Justitia Ardiyani Yesi Puspitasari Yopi Novita Yopi Novita Yopi Novita Yuli Purwanto Yusfiandayani, S.Pi., Dr. Roza Yusmedi Nurfaizal Zulkarnain