p-Index From 2021 - 2026
12.592
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Anak Indonesian Journal of Educational Studies Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra BAHASA DAN SASTRA Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Mozaik Humaniora JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) KEMBARA JURNAL KONFIKS PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Ilmu Budaya Kandai Jurnal Pelita PAUD Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Humaniora JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Interference: Journal of Language, Literature, and Linguistics Jurnal Dedikasi Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Sinestesia Kafa’ah: Journal of Gender Studies Indonesian Journal of Social and Educational Studies DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra WAHANA LITERASI: Journal of Language, Literature, and Linguistics Bidik : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Neologia: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Indonesian Journal of Pedagogical and Social Studies Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Asian Journal of Social and Humanities Jurnal Pelita PAUD V-Machine: Vocational and Mechanical Community Service Journal (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Aksara Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Nilai Kepedulian Lingkungan dalam Buku Cerita Anak "Balapan Sampah" Nur Hikma; Juanda Juanda; Usman Pahar; Hadryanti
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v15i1.6107

Abstract

Children’s storybooks play an important role in instilling character and educational values. One essential value that should be introduced early is environmental awareness. This study aims to analyze the representation of environmental awareness values in the children’s storybook "Balapan Sampah" (Trash Race). The research employed a qualitative approach using content analysis of the story text. The data consisted of words, phrases, sentences, character dialogues, and events reflecting environmental awareness values. Data were analyzed through close reading, data reduction, categorization, and meaning interpretation based on Stuart Hall’s theory of representation. The findings show that the story represents several environmental awareness values, including maintaining environmental cleanliness, disposing of waste properly, managing waste responsibly, and cooperating to protect the environment. These values are conveyed implicitly through characters’ actions, dialogues, and plot events. The study concludes that "Balapan Sampah" has strong potential as a children’s literary learning medium for fostering environmental awareness and character development from an early age. Abstrak: Buku cerita anak memiliki peran penting dalam menanamkan nilai karakter dan edukatif. Salah satu nilai penting yang perlu diperkenalkan sejak dini ialah kepedulian lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai kepedulian lingkungan dalam buku cerita anak ”Balapan Sampah”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap teks cerita. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog tokoh, dan peristiwa yang memuat nilai kepedulian lingkungan. Analisis dilakukan melalui pembacaan menyeluruh, reduksi data, pengelompokan, dan penafsiran makna dengan perspektif teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita ini merepresentasikan nilai menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, mengelola sampah dengan baik, serta bekerja sama menjaga lingkungan. Nilai-nilai tersebut disampaikan secara implisit melalui tindakan tokoh, dialog, dan alur cerita. Buku ”Balapan Sampah” berpotensi menjadi media pembelajaran sastra anak untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan membentuk karakter sejak dini pada anak  
Tulisan Bak Mobil Truk sebagai Mobile Linguistic Landscape: Analisis Linguistik dan Ideologi Vernakular Muhammad Ashar Kadir; Djuanda Djuanda; Mantasiah Mantasiah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8561

Abstract

This study examines the linguistic landscape phenomenon in writings found on truck beds in Indonesia as a form of linguistic practice in mobile public spaces. Writings on truck beds are understood as vernacular discourse that represents life experiences, social identity, religious values, social criticism, and the ideology of marginalised communities, particularly truck driver communities. This study uses a qualitative descriptive approach with visual observation and semiotic analysis of the sentences written on truck beds. The data are analysed through theme classification, discourse function, and symbolic meaning within the framework of linguistic landscape and sociolinguistic theory. The results show that truck bed writing functions not only as a medium of personal expression, but also as a means of social communication, moral control, and symbolic criticism that moves across geographical and social spaces. This research contributes theoretically by expanding the study of linguistic landscape to the realm of non-institutional and mobile public spaces, and empirically by providing systematic documentation of the vernacular language practices of the working class. Practically, the findings of this study are relevant to the development of context-based critical literacy, the study of popular culture, and the formulation of language policies that are more inclusive of the language practices of marginalised communities. Abstrak Penelitian ini mengkaji fenomena mobile linguistic landscape pada tulisan bak mobil truk di Indonesia sebagai bentuk praktik kebahasaan vernakular di ruang publik bergerak. Berbeda dengan kajian linguistic landscape konvensional yang memusatkan perhatian pada ruang statis, penelitian ini memosisikan bak truk sebagai medium linguistik yang melintasi batas geografis dan sosial secara dinamis. Melalui analisis terhadap tiga belas data tulisan bak truk, penelitian ini mengidentifikasi empat tema dominan, yaitu wacana religius dan spiritualitas jalanan, refleksi emosional dan pengalaman hidup, humor dan kritik sosial, serta wacana relasional dan gender. Analisis linguistik difokuskan pada fitur leksikal, strategi retoris (metafora konseptual, aforisme, paralelisme, paradoks), fungsi pragmatik, dan makna ideologis. Temuan menunjukkan bahwa tulisan bak truk merupakan bottom-up sign yang berfungsi sebagai counter-discourse terhadap wacana dominan serta merepresentasikan suara autentik masyarakat kelas pekerja. Penelitian ini berkontribusi pada perluasan konseptual kajian linguistic landscape menuju ruang publik bergerak (mobile public space) dan memperkuat relevansi kajian wacana vernakular dalam sosiolinguistik Indonesia.
Dwiaksara Latin-Lontara dalam Lanskap Linguistik Sidenreng Rappang Erlita Erlita; Mantasiah Mantasiah; Juanda Juanda
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4963.294-302

Abstract

This study analyzes the phenomenon of dual-script use, actors, and functions of the Linguistic Landscape (LL) on street signs in Sidenreng Rappang Regency. A qualitative descriptive method was employed with 200 public space language signs collected through direct observation, field photography, and systematic documentation in October–November 2025. Data were analyzed using data reduction, classification, presentation, and conclusion-drawing techniques within a sociolinguistic-semiotic framework. The results show that of 200 LL signs, 120 (60%) use monolingual Latin, 40 (20%) use monolingual Lontara, and 40 (20%) use dual-script (Latin–Lontara). The main LL actors are public authorities (top-down), consistently implementing language policies to preserve the Bugis script. The functions of the Lontara script include symbolic (marker of Bugis ethnic identity), historical aesthetic (cultural memory reinforcement), and educational (script revitalization). These findings demonstrate that regional visual policy is the primary determinant of local script representation in Indonesian urban linguistic landscapes. AbstrakPenelitian ini menganalisis fenomena dwiaksara, pelaku, dan fungsi Lanskap Linguistik (LL) pada papan nama jalan di Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan sumber data berupa 200 tanda bahasa di ruang publik yang dikumpulkan melalui observasi langsung, fotografi lapangan, dan dokumentasi sistematis pada bulan Oktober–November 2025. Data dianalisis melalui reduksi, klasifikasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan kerangka semiotik sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 200 data LL, sebanyak 120 data (60%) menggunakan Latin monolingual, 40 data (20%) menggunakan Lontara monolingual, dan 40 data (20%) menggunakan dwiaksara (Latin–Lontara). Pelaku utama LL adalah otoritas publik (top-down) yang secara konsisten mengimplementasikan kebijakan bahasa untuk pemertahanan aksara Bugis. Fungsi aksara Lontara meliputi fungsi simbolik (penanda identitas etnis Bugis), historis-estetik (penguatan memori budaya), dan edukatif (revitalisasi aksara). Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan visual daerah merupakan faktor penentu utama representasi aksara lokal dalam LL perkotaan di Indonesia.
Kemampuan Mahasiswa dalam Mengkonstruksi Paragraf di Era Digital Aryandi Sudika; mantasiah R.; Juanda Juanda
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 14 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i2.4964

Abstract

Writing skills play an important role in supporting academic and professional communication, especially in the technology-dominated digital era. This study uses a qualitative approach to analyse students' ability to structure paragraphs, discover their strengths and weaknesses, and explore the influence of digital technology in learning to write. The findings show that students face challenges in constructing topic sentences, developing ideas, and stringing together relevant supporting sentences. Digital media, such as social media and blended learning, help them understand different types of writing, but the quality of the paragraphs produced has not met academic standards. The use of digital technologies, including platforms such as Facebook, improved students' motivation and writing performance and helped distinguish between informal and formal writing. The blended technology-based learning approach is effective in gradually improving writing skills, although further strategies are needed to ensure the quality of writing meets academic standards in the digital era. This research makes a novel contribution by presenting an innovative approach that leverages specific digital platforms, such as Facebook, supplemented with metadata to analyse its impact on the development of academic writing skills. Keywords: paragraph writing skills; learning; technology Abstrak Keterampilan menulis memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi akademik dan profesional, terutama di era digital yang didominasi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis kemampuan mahasiswa dalam menyusun paragraf, menemukan kelebihan dan kelemahan mereka, serta mengeksplorasi pengaruh teknologi digital dalam pembelajaran menulis. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi tantangan dalam menyusun kalimat topik, mengembangkan ide, dan merangkai kalimat pendukung yang relevan. Media digital, seperti media sosial dan pembelajaran campuran, membantu mereka memahami berbagai jenis tulisan, tetapi kualitas paragraf yang dihasilkan belum memenuhi standar akademik. Penggunaan teknologi digital, termasuk platform seperti Facebook, meningkatkan motivasi dan performa menulis mahasiswa serta membantu membedakan tulisan informal dan formal. Pendekatan pembelajaran berbasis teknologi campuran efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis secara bertahap, meskipun diperlukan strategi lebih lanjut untuk memastikan kualitas tulisan memenuhi standar akademik di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menghadirkan pendekatan inovatif yang memanfaatkan platform digital tertentu, seperti Facebook, yang dilengkapi dengan metadata untuk menganalisis dampaknya terhadap pengembangan keterampilan menulis akademik. Katakunci: keterampilan menulis paragraf; pembelajaran; teknologi _______
Mata dan Manusia Laut Karya Okky Madasari: Tinjauan Ekokritik Greg Garrard Juanda Juanda
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 14 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v14i2.5479

Abstract

This article explores the representation of human and environmental relationships in Okky Madasari's novel “Mata dan Manusia Laut” using Greg Garrard's ecocritical approach. This theoretical framework has six main aspects: pollution, wilderness, disaster, settlement, animals, and the earth. This research method is qualitative with a descriptive-analytical approach. The data comes from direct quotations in the text that represent environmental issues. Data analysis was conducted using NVivo software. The results of data analysis show that this novel voices criticism of the damage to marine and coastal ecology due to human activities, as well as the importance of ecological awareness through the main character, Mata, and her interactions with nature and the Bajo tribe. The novel not only conveys a moral message about environmental conservation but also raises the social inequality experienced by indigenous coastal communities facing modernization and exploitation. The most dominant aspect is pollution, with a coverage of 14.68%, indicating the high representation of environmental damage due to waste, marine pollution, and unsustainable human activities in the novel's narrative. The contribution of the research provides input to the government to make rules on environmental conservation that are pro-coastal people. Future research is the curriculum content of literature teaching materials on environmental themes. Keywords: ecocriticism; Greg Garrard; environment; humans and nature Abstrak Artikel ini mengeksplorasi representasi hubungan manusia dan lingkungan dalam novel “Mata dan Manusia Laut” karya Okky Madasari dengan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Kerangka teori ini, terdapat enam aspek utama, yaitu: polusi, hutan belantara, bencana, pemukiman, binatang, dan bumi. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data bersumber dari kutipan-kutipan langsung dalam teks yang merepresentasikan isu-isu lingkungan. Analisis data menggunakan software nvivo. Hasil analisis data menunjukkan bahwa novel ini menyuarakan kritik terhadap kerusakan ekologi laut dan pesisir akibat ulah manusia, serta pentingnya kesadaran ekologis melalui tokoh utama, Mata, dan interaksinya dengan alam serta masyarakat suku Bajo. Novel ini tidak hanya menyampaikan pesan moral tentang pelestarian lingkungan, tetapi mengangkat ketimpangan sosial yang dialami masyarakat adat pesisir menghadapi modernisasi dan eksploitasi. Aspek yang paling dominan adalah polusi, dengan cakupan sebesar 14,68% yang menandakan tingginya representasi kerusakan lingkungan akibat limbah, pencemaran laut, dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan dalam narasi novel. Kontribusi penelitian memberikan masukan kepada pemerintah untuk membuat aturan tentang pelestarian lingkungan yang pro pada rakyat pesisir. Penelitian ke depan adalah muatan kurikulum materi pengajaran sastra tema lingkungan. Katakunci: ekokritik; Greg Garrard; lingkungan; manusia dan alam
PEMANFAATAN DONGENG SEBAGAI MEDIA EDUKASI LINGKUNGAN BAGI ANAK: Nurhaeni, Juanda, Usman, Iswan Afandi Nurhaeni; Juanda Juanda; Usman Pahar; Iswan Afandi
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2026): JUBINDO: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v11i2.10880

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran dongeng dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada anak-anak. Upaya pelestarian alam perlu diperkenalkan sejak masa kanak-kanak melalui pendekatan yang menyenangkan, salah satunya dengan cerita rakyat. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi bentuk-bentuk penyampaian pesan lingkungan melalui dongeng serta fungsinya dalam pembelajaran. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan telaah pustaka. Bahan penelitian berupa kumpulan cerita rakyat bertema lingkungan. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat, sementara analisis data menerapkan model analisis konten. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa dongeng mampu menjadi sarana pembelajaran ekologi yang ampuh karena dapat menghadirkan nilai-nilai alam melalui jalan cerita yang lugas, karakter binatang atau tetumbuhan, serta problematika yang dekat dengan dunia anak.
Eksplorasi Nilai Pendidikan Lingkungan Cerpen Daring Republika: Kajian Ekokritik Juanda
Jurnal Sosial Humaniora Vol 11 No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24433527.v0i0.4331

Abstract

The purpose of this study is to explore the value of environmental educationand interaction between characters and nature in the short stories of theRepublika newspaper. This type of research is a qualitative study bydescribing descriptive or qualitative descriptive data. The data source comesfrom the Republika Newspaper which can be accessed in https://lakonhidup.wordpress.com. The data focus on environmental phenomena inthe short story of the 2015 to 2018 edition of Republika newspaper. Thetechnique used is the content analysis technique. The data were analyzedusing an ecocritical approach Grag Garrard (2004). Based on the results ofthe research, it was concluded that the republika short story contained anenvironmental theme whose proportions were very lacking. The dominantenvironmental phenomenon highlights natural and forest disasters. The valueof Republika's short stories environmental education, namely: tree planting,reforestation of forests that have been exploited, the implementation of rulesand regulations for deforestation, and animal conservation.
Marjinalisasi Cerpen Kematian Paman Gober Karya Seno Gumira Ajidarma Ainun Tahir; Juanda Juanda; Aslan Abidin
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5446

Abstract

This study aims to describe the forms of power domination and resistance depicted in the short story Kematian Paman Gober by Seno Gumira Ajidarma, using a descriptive qualitative method. The analysis reveals the presence of bourgeois exploitation and selfishness, highlighting the ongoing oppression of the proletariat. Two main forms of domination are identified: bourgeois domination rooted in egoism and systemic exploitation. In response, various forms of resistance emerge, including protest, condemnation, threats toward the bourgeois class, and attacks on capital production and business operations. This research contributes to Indonesian literary studies through a Marxist perspective, particularly in examining social marginalization as portrayed in short fiction. By focusing on the representation of lower-class characters and class power relations, the study underscores the role of literature as a medium of critique against socio-economic inequality. Future studies are encouraged to investigate similar themes in other literary genres such as novels or drama, and to adopt interdisciplinary approaches for a more comprehensive understanding of class struggles in Indonesian literature. Keywords: marginalization; marxism; power domination; resistance ABSTRAK Penelitian ini tujuannya mendeskripsikan bentuk dominasi kekuasaan serta bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan dalam cerpen dijadikan sumber data dianalisa. Penelitian memakai metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian yakni cerpen Kematian Paman Gober karya Seno Gumira Ajidarma, Hasil penelitian ini menunjukkan adanya eksploitasi dan keegoisan dari kaum borjuis yang terus menindas kaum proletar. Adapun bentuk-bentuk dominasi kekuasaan terdapat dua bentuk, yakni borjuis dan egoistis, serta eksploitasi. Sedangkan bentuk-bentuk perlawanan terhadap dominasi kekuasaan adalah perlawanan. Perlawanan yang ditunjukkan dalam cerpen ini berupa protes, kecaman dan ancaman kepada kaum borjuis, serta penyerangan pada produksi modal dan usaha. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian sastra Indonesia melalui pendekatan teori Marxisme, khususnya dalam menganalisis isu-isu marjinalisasi sosial dalam cerpen. Dengan memfokuskan pada representasi tokoh-tokoh kelas bawah dan relasi kuasa dalam teks, studi ini mengungkap bagaimana cerpen menjadi medium kritik terhadap struktur sosial-ekonomi yang timpang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji representasi marjinalisasi dalam bentuk karya sastra lain seperti novel atau drama, serta mempertimbangkan penggunaan pendekatan interdisipliner agar memperoleh pemahaman yang lebih holistik terhadap isu kelas dalam sastra Indonesia. Keywords: dominasi kekuasaan, marjinalisasi, marxisme, perlawanan
Humor sebagai Kritik Sosial dalam Acara Komedi TV Trans 7 Lapor Pak! Juanda Juanda; Zaskia Rahmadhani; Muhammad Alfian Tuflih
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v8i2.5617

Abstract

This study aims to analyze the deviation of Leech's politeness principles in the comedy dialogue Lapor Pak! and to reveal the strategies of humor and social criticism through these violations. The method used is qualitative pragmatic analysis by examining selected dialogues that contain maxim violations. The results of the study indicate that all six of Leech's politeness maxims (wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy) are systematically violated to create humor. These violations also serve as a means of social criticism. The study's conclusion confirms that humor in Lapor Pak! not only serves as entertainment but also as an effective social control tool to encourage viewers to critique Indonesian social reality. The study's contribution enriches pragmatic research by showing that violations of politeness principles are not always negative but can serve as a creative communication tool for social criticism and inspire society to be more critical of social reality through a humorous approach. Future research should analyze how viewers interpret humor and social criticism in the TV comedy show Lapor Pak! and its impact on critical awareness Keywords: humor; Lapor Pak!; maxims of politeness; pragmatic; social criticism ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis penyimpangan prinsip kesopanan Leech dalam dialog komedi Lapor Pak! serta mengungkap strategi pembentukan humor dan kritik sosial melalui pelanggaran tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis pragmatik kualitatif dengan mengkaji dialog-dialog terpilih yang mengandung pelanggaran maksim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam maksim kesopanan Leech (kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, persetujuan, dan simpati) secara sistematis dilanggar untuk menciptakan humor. Pelanggaran ini sekaligus berfungsi sebagai sarana kritik sosial. Simpulan penelitian mengonfirmasi bahwa humor dalam Lapor Pak! tidak hanya berperan sebagai hiburan tetapi juga menjadi alat kontrol sosial yang efektif untuk mendorong penonton mengkritisi realitas sosial Indonesia. Kontribusi penelitian memperkaya kajian pragmatik dengan menunjukkan pelanggaran prinsip kesopanan tidak selalu negatif, tetapi bisa menjadi sarana komunikasi kreatif untuk kritik sosial dan menginspirasi masyarakat untuk lebih kritis terhadap realitas sosial melalui pendekatan humor. Penelitian mendatang adalah dengan menganalisis bagaimana penonton memaknai humor dan kritik sosial dalam acara komedi TV Lapor Pak! serta dampaknya terhadap kesadaran kritis. Kata kunci: humor; Lapor Pak!; maksim kesopanan; pragmatik; kritik sosial
Pendidikan Lingkungan dalam Novel dari Rahim Ombak Karya Tison Sahabuddin Bungin Nanda Ananto; Juanda; Suarni Syam Saguni
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v7i2.11612

Abstract

This study aims to explore the aspects of environmental education in the novel Dari Rahim Ombak by Tison Sahabuddin Bungin. The method used in this study is qualitative with descriptive data description. The data source is the novel Dari Rahim Ombak. The data collection technique is a literature study by examining the content of environmental education values. In addition, the researcher read the novel to identify elements of the environmental education theme, and noted and quoted words, sentences, and paragraphs that describe the concept. The data analysis technique refers to an interactive analysis model that involves three main stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. The results of the study indicate that there are four aspects of environmental education, namely, an attitude of responsibility, an attitude of solidarity, an attitude of respect for nature, and environmental preservation. The findings show that the more dominant data is an attitude of solidarity towards nature. This proves that the novel Dari Rahim Ombak reveals that although Bungin Island has a majority of people as fish bombers, there are still some figures who care about the preservation of the sea and coral reefs. This study contributes as teaching materials in high schools and universities. This research can be used as teaching material by designing a module or teaching material based on the analysis of the novel Dari Rahim Ombak which links the theme of environmental education, then taught through discussions, text analysis assignments, and environmental awareness-based projects in high school and college classes. This research can also be the basis for government policy in suppressing the circulation of fish bombing actions.
Co-Authors A. Muhammad Irfan Adi Rukma Adi Ady Rukma Adytha Yudistira afandi, iswan Afandi, Iswan Ainun Mutmainnah Ainun Tahir AJ., Andi Agussalim Alkhaerat, Mutia Ambo Dalle Andi Nurul Fitriani Andi Sahtiani Jahrir Andi Ulpa Asriani Anita Candra Dewi Anshari Anshari Arif Hukmi Ariska Pujarsa Arlin Arlin Aryandi Sudika Ashar Pramono Ashar Asis Nojeng Aslan Abidin Asri Ismail Astriyanti Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis Azis, Azis Aziz Baso Riadi Husda Darmawati Elvira Sirenden Erlita Erlita Fadhlur Rahman Faisal Faisal Fauziah Nurul Islamiah Ferdinandus Siki Fiskia Rera Baharuddin Fitrah Asma Darmawan Hadryanti Hajrah Hajrah Hamza Nur Helmiani Helmiani Hera Fasirah Heryani Heryani Indrijawati, Aini Inka Indiarti Ismail Aqsa Iswan Afandi Iswan Afandi Johar Amir Jufri, Jufri Julianti Julianti Karmila Indah Hasin Korompot, Chairil Anwar Kusumawati, Andi Lenny Nofriyani Adam M, St Rosmawati Mahmudah Mahmudah Mantasiah Mantasiah Mantasiah Mantasiah R. Maya Intan Metropoly M.J. Liubana Mildawati Mildawati Mudaksir Mudaksir Muhammad Alfian Tuflih Muhammad Ashar Kadir Muhammad Fadel Rachman Muhammad Haristo Rahman Muhammad Rapi Muhammad Rapi Muhsin Z Muhsin Muhsin Z. Munirah Munirah Mutia Alkhaerat Nanda Ananto Nensilianti Nensilianti Nur Fajriani R Nur Handayani Nur Hikma Nur Iyam Nur Pratiwi Arsaf Nurhaeni Nurhalisa Nurhijrahtul Jannah Nurlaela Nurlaela Nurlatifah Khairiyah Oktabelti Limba Pramono, Ashar R., Mantasiah Rahmawati Rahmawati Ramly Ramly Rapitang Rapitang Rasyid, A. Ramli Reskiana Riska, Muhammad Riskayanti Riskayanti Riskayanti Rismawati Rismawati Rizkyana Najir Rostan Rostan Rusci Lestari Syam Sadriah Sadriah Sakina Fitri Salam Sindi Sindi Soenandar Pritojosoa Sri Wahyuni.M St. Fatimah Suarni Syam Saguni Suarni Syam Saguni Sulastriningsih Djumingin Sunaely Sunarti Sunarti Sundari Syahriaty Syahriaty Syarah Syafiqah Usman Pahar Usman Pahar Usman Usman Utari Purwaningsi Utari Purwaningsi Wahyuni Ramadhani Yuni Pailing Yusrin Yusrin Zaskia Rahmadhani Zul Fitrah Ramadhan