Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PERTANIAN

MINUMAN SIRUP LIMBAH SARI MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) Yuliana, Resti; Rahmawati, Siti Irma; Novidahlia, Noli
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.202 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1058

Abstract

Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit degeneratif seperti kanker, tumor, dan diabetes.Pada umumnya pemanfaatan mengkudu baru terbatas pada sari buahnya saja sedangkan bagian yang lain belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitianini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi madu terhadap sifat organoleptik sirup limbah sari mengkudu, mengetahui formulasi sirup limbah sari mengkudu, dan mengetahui kandungan vitamin C, kadar antioksidan, dan mikroba pada sirup limbah sari mengkudu yang sudah terpilih. Sirup limbah sari mengkudu dibuat dengan tiga perbandingan madu dan air yaitu 50%:50%, 60%:40%, dan 70%:30%dengan dua kali ulangan. Analisis yang dilakukan meliputi organoleptik (uji mutu sensori dan uji hedonik), fisik (kekentalan), dananalisis kimia (antioksidan dan vitamin C), uji mikroba (Total Plate Count) untuk sirup yang paling disukai. Sirup limbah sari mengkudu yang disukai adalah sirup dengan perbandingan madu 70% dan air 30%, memiliki nilai antioksidan 859 IC50(rpm), kadar vitamin C sebesar 15,53%, dan Total Plate Count (TPC) sebesar 175 CFU/mL.KATA KUNCI: mengkudu, sirup, vitamin C, antioksidan, Total Plate Count (TPC).  BEVERAGES WASTE EXTRACT OF MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) ABSTRACTMengkudu (Morinda citrifolia L.) efficacious to treat some degenerative diseases such as cancer, tumors, and diabetes. In general, the utilization of mengkuduis limited only for juice, while the other parts have not been optimally utilized. The purpose of this research is to know the effect of honey concentration on organoleptic characteristic of mengkudu juice syrup, to find out the formulation of mengkudu juice syrup, and to know the content of vitamin C, antioxidant and microbial levels of selected mengkudu juice syrup. mengkudu juice syrup is made with three kinds of comparison from honey and water,with different ratio which are; 50%: 50%, 60%: 40%, and 70%: 30% with two replications. The analysis included organoleptic (sensory quality test and hedonic test), physical (viscosity), and chemical analysis (antioxidant and vitamin C), microbial (Total Plate Count) test for the most preferred syrup. The most preferred noni syrup is the syrup with 70% honey and 30% water, which has an antioxidant level of 859 IC50 (rpm), vitamin C level of 15,53%, and Total Plate Count (TPC) of 175 CFU / mL.
EKSTRAKSI FIKOSIANIN DARI SPIRULINA PLANTESIS SEBAGAI BIOPIGMEN DAN ANTIOKSIDAN Rahmawati, Siti Irma; Hidayatullah, Syarif; Suprayatmi, Mira
JURNAL PERTANIAN Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.657 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.639

Abstract

Pewarna alami lebih disukai karena tidak memiliki efek yang negatif terhadap tubuh manusia sehingga mempunyai tingkat keamanan pangan yang tinggi, selain itu juga pewarna alami mudah diuraikan. Bahan pewarna alami bisa diperoleh dari berbagai jenis sumber, salah satunya yaitu spesies alga yang merupakan tumbuhan tingkat rendah di perairan. Alga terdapat 2 jenis yaitu makroalga yang berukuran besar dan mikroalga yang berukuran kecil (renik). Spesies mikroalga yang dapat menghasilkan pewarna alami salah satunya adalah Spirulina. Jenis pewarna alami yang terkandung pada mikroalga tersebut yaitu fikosianin. Pada penelitian ini, dilakukan ekstraksi fikosianin dari Spirulina platensis dengan menggunakan tiga metode berbeda yaitu Maserasi, Ultrasound-Assisted-Extraction (UAE) dan Freezing untuk mengetahui metode mana untuk menghasilkan yield dan antioksidan tertinggi dari ekstrak yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan nilai yield tertinggi dan kandungan fikosianin, freezing merupakan metode ekstraksi terbaik dengan kandungan fikosianin yang paling tinggi yaitu sebesar 26,53%. Sedangkan nilai aktivitas antioksidan terbesar dihasilkan oleh metode ekstraksi maserasi dengan nilai IC50 sebesar 49,59 ppm. Fikosianin yang dihasilkan dari ketiga metode ekstraksi termasuk antioksidan kuat.KATA KUNCI: ekstraksi, Spirulina plantesis, fikosianin, biopigmen, antioksidanEXTRACTION OF PHYCOCYANIN FROM SPIRULINA PLANTESIS FOR BIOPIGMENT AND ANTIOXIDANTABSTRACTRecently, biopigment known as a pigment which has no impact and easy to degradated in human body and better than artificial pigment. Biopigment can be resulted from the extraction of algae that are living in the water. Spirulina plantesis is one of algae resulting a pigment and known as phycocyanin. In this research, extraction of phycocyanin was done by three method of extractions; maceration, Ultrasound-Assisted-Extraction (UAE) and Freeze-thaw. Those extraction methods were compared to decide which method that resulted highest yield of extraction and has highest antioxidant activities. From the resulted data, the highest yield and highest phycocyanin concentration was obtained by freeze-thaw extraction method. Phycocyanin concentration from freeze-thaw ectract was 26,53% (w/w). However, the highest antioxidant activities was obtained by maceraion extraction mehod. The IC50 of extract from maceration was 49,59 ppm. Hence, all extracts from different extraction methods resulted high antioxidant activities. 
EKSTRAKSI FIKOSIANIN DARI SPIRULINA PLANTESIS SEBAGAI BIOPIGMEN DAN ANTIOKSIDAN Rahmawati, Siti Irma; Hidayatullah, Syarif; Suprayatmi, Mira
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.657 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i1.639

Abstract

Pewarna alami lebih disukai karena tidak memiliki efek yang negatif terhadap tubuh manusia sehingga mempunyai tingkat keamanan pangan yang tinggi, selain itu juga pewarna alami mudah diuraikan. Bahan pewarna alami bisa diperoleh dari berbagai jenis sumber, salah satunya yaitu spesies alga yang merupakan tumbuhan tingkat rendah di perairan. Alga terdapat 2 jenis yaitu makroalga yang berukuran besar dan mikroalga yang berukuran kecil (renik). Spesies mikroalga yang dapat menghasilkan pewarna alami salah satunya adalah Spirulina. Jenis pewarna alami yang terkandung pada mikroalga tersebut yaitu fikosianin. Pada penelitian ini, dilakukan ekstraksi fikosianin dari Spirulina platensis dengan menggunakan tiga metode berbeda yaitu Maserasi, Ultrasound-Assisted-Extraction (UAE) dan Freezing untuk mengetahui metode mana untuk menghasilkan yield dan antioksidan tertinggi dari ekstrak yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa berdasarkan nilai yield tertinggi dan kandungan fikosianin, freezing merupakan metode ekstraksi terbaik dengan kandungan fikosianin yang paling tinggi yaitu sebesar 26,53%. Sedangkan nilai aktivitas antioksidan terbesar dihasilkan oleh metode ekstraksi maserasi dengan nilai IC50 sebesar 49,59 ppm. Fikosianin yang dihasilkan dari ketiga metode ekstraksi termasuk antioksidan kuat.KATA KUNCI: ekstraksi, Spirulina plantesis, fikosianin, biopigmen, antioksidanEXTRACTION OF PHYCOCYANIN FROM SPIRULINA PLANTESIS FOR BIOPIGMENT AND ANTIOXIDANTABSTRACTRecently, biopigment known as a pigment which has no impact and easy to degradated in human body and better than artificial pigment. Biopigment can be resulted from the extraction of algae that are living in the water. Spirulina plantesis is one of algae resulting a pigment and known as phycocyanin. In this research, extraction of phycocyanin was done by three method of extractions; maceration, Ultrasound-Assisted-Extraction (UAE) and Freeze-thaw. Those extraction methods were compared to decide which method that resulted highest yield of extraction and has highest antioxidant activities. From the resulted data, the highest yield and highest phycocyanin concentration was obtained by freeze-thaw extraction method. Phycocyanin concentration from freeze-thaw ectract was 26,53% (w/w). However, the highest antioxidant activities was obtained by maceraion extraction mehod. The IC50 of extract from maceration was 49,59 ppm. Hence, all extracts from different extraction methods resulted high antioxidant activities. 
MINUMAN SIRUP LIMBAH SARI MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) Yuliana, Resti; Rahmawati, Siti Irma; Novidahlia, Noli
Jurnal Pertanian Vol. 8 No. 2 (2017): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.202 KB) | DOI: 10.30997/jp.v8i2.1058

Abstract

Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit degeneratif seperti kanker, tumor, dan diabetes.Pada umumnya pemanfaatan mengkudu baru terbatas pada sari buahnya saja sedangkan bagian yang lain belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitianini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi madu terhadap sifat organoleptik sirup limbah sari mengkudu, mengetahui formulasi sirup limbah sari mengkudu, dan mengetahui kandungan vitamin C, kadar antioksidan, dan mikroba pada sirup limbah sari mengkudu yang sudah terpilih. Sirup limbah sari mengkudu dibuat dengan tiga perbandingan madu dan air yaitu 50%:50%, 60%:40%, dan 70%:30%dengan dua kali ulangan. Analisis yang dilakukan meliputi organoleptik (uji mutu sensori dan uji hedonik), fisik (kekentalan), dananalisis kimia (antioksidan dan vitamin C), uji mikroba (Total Plate Count) untuk sirup yang paling disukai. Sirup limbah sari mengkudu yang disukai adalah sirup dengan perbandingan madu 70% dan air 30%, memiliki nilai antioksidan 859 IC50(rpm), kadar vitamin C sebesar 15,53%, dan Total Plate Count (TPC) sebesar 175 CFU/mL.KATA KUNCI: mengkudu, sirup, vitamin C, antioksidan, Total Plate Count (TPC).  BEVERAGES WASTE EXTRACT OF MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) ABSTRACTMengkudu (Morinda citrifolia L.) efficacious to treat some degenerative diseases such as cancer, tumors, and diabetes. In general, the utilization of mengkuduis limited only for juice, while the other parts have not been optimally utilized. The purpose of this research is to know the effect of honey concentration on organoleptic characteristic of mengkudu juice syrup, to find out the formulation of mengkudu juice syrup, and to know the content of vitamin C, antioxidant and microbial levels of selected mengkudu juice syrup. mengkudu juice syrup is made with three kinds of comparison from honey and water,with different ratio which are; 50%: 50%, 60%: 40%, and 70%: 30% with two replications. The analysis included organoleptic (sensory quality test and hedonic test), physical (viscosity), and chemical analysis (antioxidant and vitamin C), microbial (Total Plate Count) test for the most preferred syrup. The most preferred noni syrup is the syrup with 70% honey and 30% water, which has an antioxidant level of 859 IC50 (rpm), vitamin C level of 15,53%, and Total Plate Count (TPC) of 175 CFU / mL.
Co-Authors . Anidah . Aslan . Kholik A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdullah, Muhamad Al Faruq Afifah Rosyidah Afifah, Diana N. Ahmad Syauqy Andreayani Attamimi Anggun Hari Kusumawati Anis H. Mahsunah Anisyah, Yuni Nur Anjani, Gemala Annis Catur Adi Annisa Rizky Maulidiana Apon Zaenal Mustopa Apon Zaenal Mustopa Ardiana, Hana Ai Ariestyani, Imelda Armaiki Yusmur Arrachman, Hajar Chair Arrahman, Hajar Chair Aulanni'am, Aulanni'am Aulanni’am Aulanni’am Bayu, Asep Bugi Ratno Budiarto Bustanussalam Bustanussalam Bustanussalam Bustanussalam Bustanussalam Bustanussalam Bustanussalam Bustanussalam Bustanussalam, Bustanussalam Chianese, Giuseppina Choirun Nisa Riski Damayanti, Aprilia F. Darmawati Dalle Dharmawan, Devi Diah Anggraini Wulandari Dian Ratih Laksmitawati Diana Nur Afifah, Diana Nur Donald, Eriklex Dwi Aryanti Effionora Anwar Elke Stephanie Ella Saparianti Elok Zubaidah Endang Mahati Endang Saepudin Eris Septiana ERIS SEPTIANA Eris Septiana Eris Septiana Eris Septiana Eris Septiana Eris Septiana Fadhilah, Syifa Fadlina Chany Saputri Fariha Willisiani Fauzia Nurul Izzati Fauzia Nurul Izzati Fauzia Nurul Izzati Fauzia Nurul Izzati Fauzia Nurul izzati Fauzia Nurul Izzati Fauzia Nurul Izzati Fauzia Nurul Izzati Fauzy Rachman Fauzy Rachman Fauzy Rachman Fauzy Rachman Fauzy Rachman Febriandy, Agustio Febriansyah, Ilham Ferdina Tri Laksmita Fikayuniar, Lia Fitri Amalia Fitri Nur Hikmah Fitrilia, Tiana Ghina Putri Dyanti Giriwono , Puspo Edi Gita Syahputra Hadistio, Alfin Hairida Hairida Hanifah, Ishmah Hapsari , Yatri Hendig Winarno Heni Pujiastuti Indradewa, Rhian Izzati, Fauzia Joko Hermanianto Karimah, Nur Rafidah Kharyani, R. Aldini Kristanti Indah Purwani Leny Heliawati Leo, Leviena Merlynike Lestari Makmuriana Lutfi Alhazami MADE ASTAWAN Mardiah Marhamah, Irma Siti Martha Sari Martha Sari Masteria Yunovilsa Putra Masteria Yunovilsa Putra Muhammad Ilman Muhammad Surya Madani Muhibuddin, Anton Mutia Hardhiyuna, Mutia Nada Nisrina Nastiti Wijayanti Nelwan, Sindy Cornelia NFN Bustanussalam NFN Yadi Noli Novidahlia Nopita Aliani Nunik Gustini Nur Rohmah Nuraini Nuraini Nurcahali, Fani Partomuan Simanjuntak Partomuan Simanjuntak Partomuan Simanjuntak Partomuan Simanjuntak Partomuan Simanjuntak Permatahati, Ghina Sri Putra, Masteria Yunovilsa Qisthina, Dalilah Rachmat Sahputra Rahma Micho Widyanto Rahman , Fauzy Ramadhaniyati, Ramadhaniyati Ratna Chrismiari Purwestri Ratna Ediati Rika Damayanti Rikno Harmoko Rikno Harmoko Rikno Harmoko Rosy Hutami Saiful Bachri Salcia Inka Nelanda Saniyya, Ashila Nasyadhiya Septiana , Eris Setyawati, Amalia Rani Simanjuntak , Partomuan Siregar, Maruli Siti Aminah Siti Nurhalimah Siti Nurjanah Slamet Budjianto SOETJIPTO . Soetjipto Soetjipto Sukarno Sukarno Sunaryo, Endang S. Suprayatmi, Mira Suprayatmi, Mira Syamsiah Syamsiah Tirtawati, Desi Titi Rohmayanti Tutik Wresdiyati Udijanto Tedjosasongko Untari, Febriana Utami, Nur' Widjajanti, Widjajanti Wien Kusharyoto Wyna Nabila Yadi Yadi Yatri Hapsari Yatri Hapsari Yatri Hapsari Yatri Hapsari Yohana P. Br Sianturi Yuliana, Resti Yuliana, Resti Yumi Sartika Yunas, Ranum Wanudya