Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Risiko Persalinan dengan Tindakan di Lebak Banten Pristya, Terry Y.R.; Nurcandra, Fajaria; Fitri, Azizah Musliha
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v13i1.2484

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) increased from 2007 to 2012. However, based on the 2015 Inter-Censal Population Survey (SUPAS) was decreased. The causes include pregnancy, delivery, and puerperal. The purpose of this study was to analyze delivery risk factors in Lebak Banten in 2019. The cross-sectional study design and data collection were carried out using a questionnaire by interview. The research sample consisted of 120 women of childbearing age who had given birth in Sangiangtanjung Village, Kalanganyar District, Lebak Regency, Banten, and were selected by purposive sampling technique. The variables consisted of delivery methods and 11 independent variables including age, education, occupation, socio-economic, infectious diseases, chronic diseases, hypertension, the danger of pregnancy, the danger of delivery, premature rupture of membranes, and fetal location which were analyzed using multiple logistic regression to determine which variable is most at risk for delivery. It was found that most mothers gave birth normally (90.8%). The remainder performed delivery with measures consisting of vacuum (0.8%) and cesarean delivery (8.4%). The results also showed that women who suffer from hypertension will give birth 7 times greater (95% CI 1.2-39.6) than mothers who do not have hypertension after being controlled by maternal education, chronic disease, and fetal location. There were only one of eleven factors was hypertension which is a risk factor for operative delivery in Lebak Banten. Therefore, it is necessary to promote health to pregnant women to prevent the occurrence of hypertension by health workers to reduce the impact.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA USIA DEWASA AWAL DI POLI KEJIWAAN RSUD PASAR MINGGU JAKARTA Nurcandra, Fajaria; Triana, Adinda Ziska
Health Publica Vol 4, No 02 (2023): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v4i02.7353

Abstract

            Gangguan kesehatan mental adalah suatu keadaan yang mengindikasikan individu mengalami ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan dan kondisi lingkungan. Prevalensi global gangguan kesehatan mental seperti depresi sebesar 4,4% dan gangguan kecemasan sebesar 3,6%. Indonesia sendiri memiliki prevalensi nasional penderita gangguan mental sebesar 7%. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko kejadian gangguan kesehatan mental di RSUD Pasar Minggu Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kasus kontrol dengan perbandingan kasus dan kontrol yaitu 1:4 dengan total sampel 110 orang. Kelompok kasus merupakan pasien yang terdiagnosis mengalami gangguan mental di poli kejiwaan, sedangkan kelompok kontrol merupakan pasien yang tidak terdiagnosis mengalami gangguan mental. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rekam medik dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini didapatkan faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan mental adalah status pekerjaan (p=0,016; OR=3,632; 95% CI=1,366-9,565), status pernikahan (p=0,001; OR=5,5; 95% CI= 1,492-20,278), genetik (p=0,001; OR=24,630; 95% CI=6,558-92,498), kebiasaan olahraga (p=0,011; OR=9,248; 95% CI=0,088-0,694), konsumsi napza (p=0,001; OR=6,500; 95% CI=2,373-17,808), status merokok (p=0,001; OR=17,000; 95% CI=2,111-136,914), pola asuh (p=0,001; OR=12,250; 95% CI=4,185-35,860), dukungan keluarga (p=0,001; OR=7,635; 95% CI=2,742-21,259), hubungan keluarga (p=0,001; OR=13,500; 95% CI=4,123-44,198), dan hubungan teman/tetangga (p=0,039; OR=3,024; 95% CI=1,159-7,887).
Determinants of Pediatric Tuberculosis in DKI Jakarta During The COVID-19 Pandemic Simanjorang, Chandrayani; Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah; Karima, Ulya Qoulan; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has affected the diagnosis and treatment of pediatric tuberculosis (TB), which can pose a public health burden if not properly treated. This study aims to find out the risk factors for pediatric TB. The design of this study was cross-sectional, using TB surveillance data extracted from maintenance cards of individuals who underwent TB screening in 2020–2022 at health facilities in DKI Jakarta. The independent variables in this study are age, gender, contact history, BCG immunization, and nutritional status. Logistic regression analysis was performed to identify factors associated with childhood TB after bivariate analysis using chi-square to determine the candidates. There were 14.158 patients as the sample, consisting of 5.9% positive TB. Risk factors associated with pediatric TB are aged 0-4 years (POR=0.3.90; 95% CI=3.32-4.58), male (POR=1.71; 95% CI=1.50-1.98), have a history of contact (POR=0.48; 95% CI=0.40-0.60) and do not have a history of contact (POR=0.78; 95% CI=0.64-0.91). Carrying out routine examinations on children in high TB areas, providing accessible health facilities, exceptional care for infected children, supporting vaccination programs, and promoting self-awareness and environmental sanitation can help prevent and control TB in children.
Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Fungsi Paru Masyarakat di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nurcandra, Fajaria; Pristya, Terry Yuliana Rahadia; Fitri, Azizah Musliha
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama kelainan fungsi paru adalah kebiasaan merokok dan diperburuk oleh faktor lain seperti polusi udara dan paparan bahan kimia. Residu dari aktivitas pembangkit listrik tenaga uap yang salah satu bahan bakarnya batubara dapat menurunkan kesehatan paru-paru dalam jangka panjang atau menyebabkan penyakit karsinogenik kronis. Abu terbang sebagai residu berpotensi terlepas ke udara dalam jumlah yang dapat terhirup dan beracun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi paru-paru warga sekitar PLTU X. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 146 orang yang dipilih menggunakan purposive sampling dan tinggal di sekitar PLTU X. COPD Assessment Test (CAT) dan kuesioner mMRC digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan metode regresi logistik. Penelitian ini menemukan 17,81% responden kategori CAT sedang-berat dan 23% menunjukkan mMRC 2. Faktor yang mempengaruhi penurunan fungsi paru masyarakat sekitar PLTU X adalah jenis kelamin (POR=0,31; 95% CI=0,11-0,87), riwayat penyakit infeksi paru (POR=5,74; 95% CI=2,18-32,09), dan pendapatan (POR=0,31; 95% CI=0,11-0,87). Faktor risiko yang paling mempengaruhi penurunan fungsi paru masyarakat sekitar PLTU X pada skor CAT dan mMRC adalah jenis kelamin laki-laki, riwayat penyakit menular, berpendapatan rendah, dan memelihara hewan di dalam dan sekitar rumah.
Hubungan Berat Derajat Merokok Terhadap Kelainan Fungsi Paru Pada Sopir Angkutan Umum di Terminal Kampung Melayu Ridwan, Rizaldi; Nurcandra, Fajaria; Simanjorang, Chandrayani; Utari, Dyah; Bahasoan, Balqis Hiri
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan Vol. 4, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, terdapat sebanyak 9,2 juta jiwa penyakit kelainan fungsi paru. Sopir angkutan umum yang merokok berisiko mengalami kelainan fungsi paru yang diakibatkan oleh rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan berat derajat merokok terhadap gejala kelainan fungsi paru pada sopir angkutan umum di Terminal Kampung Melayu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2023 di Terminal Kampung Melayu dengan desain cross-sectional pada 102 sopir angkutan umum sebagai sampel. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi sopir angkutan umum dan bersedia diwawancara. Wawancara langsung dilakukan menggunakan kuesioner dan spirometri untuk mengukur fungsi paru. Data dianalisis menggunakan uji Cox Regresi untuk mendapatkan nilai PR. Ditemukan 64,71% responden mengalami restriksi dan 6,86% responden mengalami obstruksi serta 47,06% memiliki berat derajat merokok kategori sedang. Berat derajat merokok pada kategori sedang (PR=2,076; nilai P=0,020; 95% CI=1,119-3,850) dan pada kategori berat (PR=2,326; nilai P=0,020; 95% CI=1,142-4,734) memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko kelainan fungsi paru setelah dikontrol oleh variabel pengetahuan bahaya merokok. Berat derajat merokok memiliki hubungan terhadap risiko kelainan fungsi paru setelah dikontrol pengetahuan bahaya merokok.
Pengetahuan dan perilaku ibu mengenai oral hygiene terhadap karies gigi pada balita: systematic review Syahidah, Raisha; Rachma, Janeiffah; Setiawati, Riska; Rahman, Ulwan; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1182

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan karies gigi pada balita mempunyai akibat yang cukup serius yang dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut anak. Tujuan Systematic review ini adalah untuk mengidentifikasi seberapa besar tingkat pengetahuan serta perilaku ibu mengenai oral hygiene  terhadap karies gigi pada balita.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah systematic review yang disesuaikan dengan metode PRISMA dan PECO melalui 4 database untuk mengidentifikasi artikel yang relevan. Rentang waktu artikel dari 2014-2023, berbahasa Indonesia dan Inggris. Dari 313 artikel yang telah ditemukan, terdapat 17 artikel yang tereksklusi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Artikel yang terinklusi diseleksi berdasarkan penilaian NOS, sehingga terdapat 4 artikel yang telah memenuhi kriteria.Hasil: Hanya 2 dari 4 artikel, yang terdapat hubungan signifikan tingkat pengetahuan ibu dengan insiden karies gigi pada balita. Sedangkan dua artikel lainnya menunjukkan tidak adanya hubungan. Hanya 1 artikel yang membahas terkait hubungan perilaku Ibu terhadap karies gigi anak.Kesimpulan: Dibutuhkan upaya peningkatan pengetahuan dan perbaikan perilaku ibu mengenai oral hygiene untuk menciptakan gigi anak yang sehat dan terbebas dari karies.
RISK FACTORS FOR PNEUMONIA IN ELDERLY INDONESIAN HAJJ PILGRIMS (DATA ANALYSIS OF SISKOHATKES 2023): Faktor Risiko Pneumonia Pada Jemaah Haji Indonesia Usia Lanjut (Analisis Data Siskohatkes 2023) Fitrianti, Alvina Diva; Simanjorang, Chandrayani; Karima, Ulya Qoulan; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V13I12025.40-48

Abstract

Background: Pneumonia is the most common health problem encountered during the Hajj pilgrimage and has been recognized globally as a major cause of morbidity, hospitalization and death. During the 2023 Hajj season, pneumonia is known to be among the top five diseases that cause hospitalization of elderly Indonesian Hajj pilgrims. Purpose: This research aimed to determine the risk factors for pneumonia in elderly Indonesian Hajj pilgrims. Methods: This research uses a cross-sectional study design with secondary data from the Integrated Hajj Computerized System for Health Sector (Siskohatkes) 2023. The population in this study was all elderly Hajj pilgrims recorded at Siskohatkes 2023 totaling 93,000 pilgrims. The sample used was 1,858 Hajj pilgrims aged ≥ 60 and hospitalized in Saudi Arabia. The data are analyzed at the multivariate level using the Cox Regression. Results: The study showed that the prevalence of pneumonia in elderly Indonesian Hajj pilgrims was 37.10% and the factor most significantly associated with the incidence of pneumonia was chronic obstructive pulmonary disease (COPD) comorbid (p-value <0.01; Adjusted PR= 1.43; 95%CI= 1.19–1.70). Conclusion: Comorbid COPD can increase the risk of elderly Hajj pilgrims being infected with pneumonia.
Seroepidemiological investigation of SARS-CoV-2 infection and risk factors in Indonesia before mass COVID-19 vaccination Wahyono, Tri YM.; Mahkota, Renti; Nurcandra, Fajaria; Ansariadi, Ansariadi; Hidajah, Atik C.; Helda, Helda; Syahrul, Fariani; Dwinata, Indra; Kawi, Nurhayati
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.1957

Abstract

At the onset of the coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic in Indonesia, surveillance focused on finding and treating symptomatic cases. However, emerging evidence indicated that asymptomatic and pre-symptomatic individuals significantly contributed to viral transmission. This highlights the need for comprehensive surveillance to understand better the actual spread of SARS-CoV-2. Therefore, the aim of this study was to determine the seroprevalence of SARS-CoV-2 antibodies in the general population across Indonesia and identify risk factors associated with infection at the beginning of the pandemic. A cross-sectional survey was conducted across 17 provinces, 69 districts/cities, and 1,020 villages in Indonesia from December 22, 2020, to February 15, 2021. A multistage random sampling technique was employed. Serological testing using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) was performed to detect anti-SARS-CoV-2. Complex sample analysis, adjusted for weights, was utilized to estimate the national seroprevalence and a generalized linear model with a binomial distribution was applied to identify risk factors. A total of 10,161 individuals were included in the final analysis, with the national seroprevalence being 14.8% (95% confidence interval (CI): 14.2–18.5). The prevalence was higher in females (16.8%; 95%CI: 12.5–22.3), individuals aged 46–59 years (18.6%; 95%CI: 14.2–24.0), and in urban areas (20.1%; 95%CI: 15.0–26.2). The highest prevalence was observed in North Maluku (35.6%; 95%CI: 29.3–42.5). Notably, 54.2% of seropositive individuals were asymptomatic, while 7.5% reported hypertension as a comorbidity. Factors associated with higher seroprevalence were being married (adjusted prevalence ratio (aPR): 1.47; 95%CI: 1.02–2.12), widow (aPR: 1.74, 95%CI: 1.01–3.00), and close contact with confirmed cases (aPR: 2.04; 95%CI: 1.52–2.73). This study revealed a COVID-19 prevalence significantly higher than official estimate in Indonesia, underscoring the need for improved surveillance system to more accurately track disease spread and to inform timely public health responses in the future.
Determinants of Adolescents’ Knowledge of Sexuality: A Cross-Sectional Study among Students of Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta Nurrizka, Rahmah Hida; Irvan, Moh.; Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v17i1.754

Abstract

Background: Sexual knowledge is essential for adolescents as it plays a role in increasing their awareness of reproductive health, preventing unintended pregnancies, and reducing the risk of sexually transmitted infections (STIs). However, data show that 85% of adolescents in Indonesia aged 12–17 still lack adequate knowledge about sexuality. The aim of this study was to analyse the determinants related to adolescents' understanding of sexuality. Method: This research was a cross-sectional survey with a sample size of 319 students at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The sampling was conducted using a multistage sampling technique across 12 faculties. The inclusion criteria for this study were active students in good health, while the exclusion criteria were students who were unwilling to participate. The research was conducted from January to November 2023. Result: The research shows that many students still do not know well about gender stereotypes (51.1%), the difference between primary and secondary signs of puberty (90.3%), and sexual relations (58.9%). The dominant variable influencing students' knowledge of sexuality was whether they had discussed reproductive health (p-value=0.021; OR=2.139; 95% CI 1.119-4.809). Conclusion: Adolescents’ knowledge of sexuality was generally quite good. However, their understanding remains low in several key aspects, such as gender differences, physical and emotional changes during puberty, and the misconception that first-time sexual intercourse cannot lead to pregnancy. This highlights the need for more comprehensive education to enhance adolescents’ understanding of various aspects of sexuality.
Systematic Review: Penerapan Informed Consent Dalam Tindakan Sirkumsisi Pada Semua Kelompok Usia Ismaya Ramadhanti; Mutiara Nur Izzati; Balqis Hiri Bahasoan; Adzra Arifah Mahira; Fajaria Nurcandra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3822

Abstract

ABSTRACT Circumcision is the surgical removal of some or all of the prepuce from the penis and is the most commonly performed procedure today. The method used in this study is a systematic review according to PRISMA guidelines through 4 databases (PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, Scopus) according to PECO. It was found in Pakistan, Denmark, and England that informed consent had been applied before circumcision. There are pros and cons regarding circumcision, especially those performed on children. This is due to the lack of ability to make their own choices. In addition, a circumcision performed without a medical diagnosis and without informed consent can also be categorized as a criminal assault. Therefore, informed consent needs to be given before circumcision as a principle of legality and protection of human rights.Keywords: informed consent; sirkumsisiABSTRAK Sirkumsisi merupakan operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kulit khitan (prepusium) dari penis dan merupakan tindakan yang paling banyak dilakukan saat ini. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah systematic review sesuai pedoman PRISMA dengan melalui 4 database (PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, Scopus) sesuai dengan PECO. Ditemukan di Pakistan, Denmark, dan Inggris bahwa penerapan informed consent sudah dilakukan sebelum tindakan sirkumsisi. Terdapat pro dan kontra terkait tindakan sirkumsisi terutama yang dilakukan pada anak-anak. Hal ini dikarenakan tidak adanya kemampuan untuk menentukan pilihannya sendiri. Selain itu, tindakan sirkumsisi yang dilakukan tanpa diagnosis medis dan tanpa informed consent juga dapat dikategorikan sebagai penyerangan kriminal. Oleh karena itu, informed consent perlu diberikan sebelum tindakan sirkumsisi sebagai asas legalitas dan perlindungan HAM.Kata kunci: informed consent; sirkumsisi
Co-Authors Adelia Zahirah Adisasmito, Wiku Bakti Bawono Adrianto, Naifa Athiya Putri Adzra Arifah Mahira Alvianty, Rizka Ayu Alya Azis, Arkanaya Anggraini, Fitria Dewi Puspita Anggraini, Khairana Annisa Ika Putri Annisa Ika Putri Annissa, Sohra Ansariadi Ansariadi Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Aqila, Fayyaza Arbitera, Cahya Arga Buntara Ariantini, Anggrahita Dwi Asmara, Danadipa Azizah Azizah Azizah M Fitri Azizah M. Fitri Azizah Musliha Fitri Azizah Musliha Fitri Azzahra, Neva Bahasoan, Balqis Hiri Balqis Hiri Bahasoan Bambang Wispriyono Brata, Muhammad Adi Bratakusumah, Shinta Putri Budi Anna Keliat Cahya Arbitera Chandrayani Simanjorang Dwinata, Indra Dyah Utari Elfitri, Suci Elysia Rahmatul Fitri, Asti Eti Wiyati Nurcahyani Fajriah, Nur Fariani Syahrul Fathinah Ranggauni Hardy Fera Kresyca Fithri, Nayla Kamilia Fitri, Azizah Musliha Fitri, Azizah Musliha Fitrianti, Alvina Diva Hakim, Jiddan Azizan Hamid, Endah Nurhalimah Hayati, Nisrina Helda Helda Hidajah, Atik C. Intan Nur Fathiyyah intan permata sari Irvan, Moh. Ismaya Ramadhanti Izzati, Mutiara Nur Jasmine, Maulyda Shakeela Kamilah, Najwa Kareena Sari Fatimah Kawi, Nurhayati Kurniati, Vira Kusumastuti, Tiara Lubis, Fariz Putra Utama Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah Lutfiah Rahmayanti, Verina M. Fitri, Azizah Maharani, Ghania Danisha Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan Mahardika, Chiko Hamzah Putra Manurung, Primelshaddai Tongguran Margaritha Putri Anastasya Maria K I J Yustheresani Miko Wahyono, Tri Yunis Mohammad Rachman Waluyo Mondastri Korib Sudaryo Mutiara Nur Izzati Nabita, Isyah Radhiyya Nadila Sopya Indriyani Nourmayansa Vidya Anggraini Nur Hanifah, Alya Nursalsabila Nursalsabila Nursalsabila, Nursalsabila Permana, Naufal Ilyas Prasetyo Risky Alamsyah Presilia Putri, Dona Pristya, Terry Y.R. Pristya, Terry Yuliana Rahadia Putri Eliza, Cintiya Putri, Adella Delisa Putri, Annisa Ika Putri, Bunga Hardiyana Rachma, Janeiffah Rachmawati, Yunia Rahmah Hida Nurrizka Rahman, Ulwan Ramadhanti, Ismaya Renti Mahkota Renti Mahkota Ridwan, Rizaldi Rizq, Mohammad Varidzdudin Robbiatul Afda'tiyah Sangadji, Namira Wadjir Santoso, Daniel Steven Setiawati, Riska Shaifuddin, Siti Norashikin Mohamad Shivalli, Siddharudha Siddharudha Shivalli Sudarto Ronoatmodjo Sudarto Ronoatmodjo Sudaryo, Mondastri Korib Sujarwati, Ayu Syahidah, Raisha Terry Y. R. Pristya Terry Y.R. Pristya Terry Y.R. Pristya Terry Yuliana Rahadian Pristya Tri Yunis Miko Wahyono Triana, Adinda Ziska Ulya Qoulan Karima Ummah, Khairal Utari, Dyah Veronika, Erna Wahyono, Tri YM. Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah Wulandari, Chairunnisa Wahid Yustheresani, Maria K I J