Claim Missing Document
Check
Articles

Intervensi Obesitas Berbasis Keluarga Sari, Intan Permata; Anggraini, Khairana; Kurniati, Vira; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.19 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i3.7

Abstract

AbstrakLatar belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah besar dalam bidang kesehatan. Pada tahun 2016, diperkirakan sekitar 41 juta jiwa anak yang berusia dibawah 5 tahun merupakan penderita berat badan lebih atau obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan beberapa intevensi obesitas berbasis keluarga berdasarkan beberapa penelitian yang sudah ada sebelumnya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan systematic review dengan menggunakan metode PRISMA. Sumber data penelitian berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet dengan membuka situs web yaitu Science Direct, Proquest dan Google Scholar. Setelah memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi, digunakan 10 jurnal internasional sebagai acuan.Hasil: Intervensi obesitas berbasis keluarga dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain ialah dengan mengubah budaya makan yang kurang sehat, memperbaiki pola makan, melakukan aktifitas fisik, berperilaku sehat, memberikan motivasi untuk hidup sehat, segera melakukan pengobatan jika terjadi kasus obesitas dan memperhatikan social ekonomi dalam keluarga.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, diketahui intervensi yang paling efektif dan sering dilakukan adalah dengan mengubah budaya hidup yang tidak sehat terkait dengan pola makan dan aktifitas fisik dalam lingkungan keluarga. Family Based Obesity Intervention AbstractBackground: Obesity is one of the big problems in the health sector. In 2016, an estimated 41 million people under the age of 5 were overweight or obese. This research aims to elaborate a number of family-based obesity interventions based on several existing studies.Method: This research is a systematic reviewed using the PRISMA method. The source of research data came from the literature obtained through the internet by opened websites namely Science Direct, Proquest and Google Scholar. After considering the inclusion and exclusion criteria, 10 international journals were used as a reference.Results: Obesity interventions carried out by families in various ways, among others by changing unhealthy eating culture, improving eating patterns, doing physical activities, behaving healthily, providing motivation for healthy living, immediately taking medication in case of obesity. and pay attention to social economy in the familyConclusion: Based on the results of the study, it is known that the most effective and frequent intervention is to change unhealthy living cultures related to diet and physical activity in the family environment.
Hubungan Higiene Perorangan Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Gangguan Kulit Pada Petugas Pengangkut Sampah Kota Tangerang Selatan Tahun 2018 Azizah, Azizah; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.42 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i1.21

Abstract

Latar belakang: Menurut data Kemenkes RI prevalensi penyakit kulit di seluruh Indonesia tahun 2013 sebesar 9%. Data Dinas Kesehatan Tangerang Selatan penyakit kulit tahun 2017 sebesar 66 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene perorangan dan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan kulit pada petugas pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dilakukan pada Mei - Juni 2018 dengan sampel sebanyak 82 petugas pengangkut sampah yang dilakukan secara. purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji cox regression.Hasil: Didapatkan bahwa 56 petugas pengangkut sampah (68,29 %) mengalami gangguan kulit. Kebersihan kaki dan kuku (P = 0,046 ; PR = 1,375 : 95% CI 1,058-1,787) serta kebersihan rambut dan kulit kepala (P = 0,014 ; PR = 1,442 : 95% CI 1,080-1,924) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan kulit. Alat pelindung diri didapatkan tidak ada hubungan signifikan dengan gangguan kulit (P = 0,745 ; PR = 1,05 : 95% CI 0,781-1,409). Masa kerja didapatkan ada hubungan signifikan dengan gangguan kulit (P = 0,040 ; PR = 1,366 : 95% CI 1,002-1,862).Kesimpulan: Disarankan petugas pengangkut sampah menjaga kebersihan kaku dan kuku dengan cara mencuci kaki menggunakan sabun setelah bekerja dan memotong kuku secara teratur minimal 1 minggu sekali serta menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala dengan cara mencuci rambut menggunakan sampoo dan air yang bersih. Background: According to Ministry of Health Republic of Indonesia, in 2013 prevalence of skin disease in Indonesia is 9%. Data from the South Tangerang Health Office in 2017 skin diseases were 66 cases. This study armed to determind the relationship between personal hygiene and personal protective equipment used to skin disorders among garbage collector of Environmental Office of South Tangerang City in 2018.Methods: A cross sectional study was conducted in May until June 2018 with 82 garbage collector as simple using purposive sampling. Data were analyzed using cox regression test. We found 56 garbage collectors (68,29%) were suffered skin disorders to foot and nail hygiene (P = 0,046 ; PR = 1,375 : 95% CI 1,058-1,787) and hair and scalp hygiene (P = 0,014 ; PR = 1,442 : 95% CI 1,080-1,924) showed significant association to skin disorders. The self-protective device showed no significant relationship between personal protective equipment used to skin disorders (P = 0,745 ; PR = 1,05 : 95% CI 0,781-1,409).Results: Working period found as significant result to skin disorder (P = 0.040 ; PR = 1,366 : 95% CI 1,002-p1,862).Conclusion: We suggested to the garbage collectors should maintain the hygiene of feet and nails by washing feet using soap after work and cutting nails regularly at least once a week and also keep hair and scalp clean by washing hair using sampoo and clean water.
Pola Konsumsi Makanan Kariogenik, Kebiasaan Menggosok Gigi, dan Karies pada Anak Usia Sekolah di SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan Annissa, Sohra; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.52 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.26

Abstract

Latar belakang: Karies gigi adalah penyakit yang merusak struktur gigi, menyebabkan gigi berlubang, sakit, gangguan tidur, kehilangan gigi, dan berbagai kasus berbahaya bahkan hingga kematian yang sering ditemukan di masyarakat, terutama anak-anak. Menurut Riskesdas, prevalensi masalah gigi dan mulut di DKI Jakarta adalah (98,1%) dan menjadikan karies sebagai salah satu masalah kesehatan serius pada anak usia sekolah. Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan dengan kejadian karies pada siswa SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan.Metode: Penelitian cross sectional ini menggunakan stratified random sampling dengan sampel minimal 74 anak Sekolah Dasar dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2018. Penelitian dilakukan pada anak usia sekolah di SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan pada kelas IV dan V. Data dianalisis menggunakan uji cox regressionHasil: Sebanyak 43 orang (58,1%) menderita karies. Jenis kelamin (p = 0,034; PR = 1.529: 95% Cl 1.017-2.298), metode menyikat gigi (p = 0,006; PR = 1.760: 95% Cl 1.128-2.746) dan frekuensi menyikat gigi (p = 0,002; PR = 2,008: 95% Cl 1,183-3,409) dengan karies, konsumsi makanan kariogenik (p = 0,054; PR 0,682: 95% Cl 0,457-1,106), usia (p = 0,545; PR = 0,858: 95% Cl 0,534-1,379) dan pengetahuan (p = 0,058; PR = 0,618: 95% Cl 0,348-1,0997).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, metode dan frekuensi menyikat gigi dan tingkat karies di sekolah cukup tinggi Background: Dental caries is an infectious disease that damages the structure of the teeth, this disease causes cavities, pain, sleep disturbances, tooth loss, and various dangerous cases even to the deaths that are often found in the community, which among them are children. According to National Basic Health Research data the prevalence of dental and oral problems in DKI Jakarta is (98.1%) and makes caries one of the serious health problems in school-age children. This study aimed to analysed related factors to caries incidence in students of Cipedak 02 Elementary School in South Jakarta.Methods: A cross-sectional study used stratified random sampling with a sample of at least 74 elementary school children conducted in April to May 2018. The study was conducted on school-age children in Cipedak 02 SDN South Jakarta in class IV and V. Data were analyzed using cox regression testResults: The results showed that 43 people (58.1%) suffered from caries. Gender (p = 0,034; PR = 1,529: 95% Cl 1,017-2,298), method of brushing teeth (p = 0,006; PR = 1,760: 95% Cl 1,128-2,746) and frequency of brushing teeth (p = 0,002; PR = 2,008 : 95% Cl 1,183-3,409) with caries, consumption of cariogenic food (p = 0,054; PR 0,682: 95% Cl 0,457-1,106), age (p = 0,545; PR = 0,858: 95% Cl 0,534-1,379) and knowledge ( p = 0.058; PR = 0.618: 95% Cl 0.348-1.0997).Conclusion: A significant relationship were found between gender, method and frequency of brushing teeth and the level of caries in schools was quite high
INTERVENSI UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WARGA DI WILAYAH PADEMANGAN BARAT JAKARTA UTARA TAHUN 2019 Rachmawati, Yunia; Arbitera, Cahya; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.949 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.46

Abstract

Latar belakang: Pademangan Barat, Jakarta Utara adalah daerah yang dapat dikategorikan sebagai daerah yang kotor. Sebagian besar bangunan di wilayah itu adalah bangunan semi permanen dan tidak ada ruang antara satu gedung dengan gedung lainnya. Berdasarkan data di Jakarta Utara, ada 419 kasus kebakaran pada 2018 dan 53 kasus terjadi di Pademangan. Objektivitas penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi pencegahan kebakaran terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku warga di wilayah Pademangan Barat, Jakarta Utara pada tahun 2019. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimental dengan kelompok pretest dan posttest yang tidak. termasuk membandingkan kelompok dengan jumlah sampel saya adalah 92 yang terdiri dari 46 sampel dalam kelompok ceramah dan 46 sampel dalam kelompok video yang diadakan pada bulan Mei. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini, terjadi perubahan pengetahuan (p-value 0,000) dan perilaku (p-value 0,001) yang terjadi pada metode intervensi dan ceramah dan ada perubahan perilaku (p- value 0,000) dan perilaku (p-value 0,029) intervensi dengan metode video kepada warga di RT 001 dan 012 di Pademangan Barat, Jakarta Utara pada 2019. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik, itu menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara standar meningkatkan pengetahuan dan perilaku warga antara keduanya. kelompok yang diberikan metode ceramah atau video dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan efektivitas dalam kedua metode. Kata kunci: Intervensi, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Kebakaran Interventions Fire Perventions to Increased Knowledge and Attitudes of Residents in West Pademangan Region, North Jakarta 2019 AbstractBackground: Pademangan Barat, North Jakarta was a region that can be categorized as a vile region. Most of the building in that region was semi-permanent buildings and there was no space between one building to another. Based on the data in North Jakarta, there was 419 case of conflagration in 2018 and 53 cases of them happened in Pademangan. The objectivity of this research was to know the intervention effect of conflagration prevention to the raising knowledge and citizen’s behavior in the Pademangan Barat Region, North Jakarta in 2019. Methods: This was quantitative research along with Pre experimental study design with pretest and posttest group which was not included comparing the group with the number of me sample was 92 which consisted of 46 samples in the lecturing group and 46 samples in video group which was held in May. Results: Based on the result of this research, there was knowledge alteration (p-value 0,000) and behavior (p-value 0,001) which happened in intervention and lecturing method and there were behavior alteration (p-value 0,000) and behavior (p-value 0,029) intervention with video method to the citizens in RT 001 and 012 in Pademangan Barat, North Jakarta in 2019. Conclusions: . Based on the result of the statistics test, it showed that there was no difference between the standards of raising knowledge and citizen's behavior between both groups who were given of either lecturing or video methods and it could be concluded that there was no difference of the effectiveness in both methods. Keywords: Intervention, Knowledge, Attitude, Fire Prevention
Pemberdayaan Remaja Karang Taruna dalam Pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Kecamatan Beji Kota Depok Fithri, Nayla Kamilia; Nurcandra, Fajaria; Anggraini, Nourmayansa Vidya; Ramadhanti, Ismaya; Ariantini, Anggrahita Dwi; Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan; Asmara, Danadipa; Nursalsabila, Nursalsabila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18132

Abstract

ABSTRAK  Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2020, Desa STBM merupakan wilayah yang mencapai 100% dari 5 pilar STBM dan telah mendapatkan sertifikat wilayah STBM. Sampai tahun ini wilayah STBM belum terjangkau di Kota Depok. Hal tersebut menunjukkan bahwa masalah STBM masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan dan diberikan solusi yang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian STBM adalah dengan memberikan pelatihan terkait dengan pemahaman STBM. Tujuan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pemicuan dalam kegiatan STBM kepada remaja karang taruna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan materi melalui cermah dan praktik, dilanjutkan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pemberdayaan remaja melalui kegiatan ini menunjukkan keberhasilannya terhadap peningkatan pengetahuan remaja dan kader sebesar 12% dan signifikan secara statistik. Pengetahuan yang diperoleh para remaja karang taruna dan kader melalui penyuluhan ini bisa menjadi bekal untuk mencegah penyakit menular yang terkait dengan lingkungan dan meningkatkan capaian STBM di daerahnya. Untuk pemerintah setempat diharapkan dapat mendukung kegiatan remaja agar capaian STBM dapat tercapai melalui pemberdayaan kader remaja. Kata Kunci: Pemberdayaan Remaja, Sanitsi Total Berbasis Masyaraka, Penyakit berbasis Lingkungan. ABSTRACT Based on the 2020 profile data from the Depok City Health Office, the STBM Village was the area that achieved 100% of the 5 pillars of STBM and had received the STBM area certificate. Up to that year, the STBM area had not yet been reached in the entire city of Depok. This indicated that STBM issues were still a priority that needed to be addressed with appropriate solutions. One effort to improve STBM achievements was by providing training related to STBM understanding. The objective of this activity was to provide triggering training in STBM activities to youth groups (karang taruna). The method used in this community service was delivering material through lectures and practical sessions, followed by discussions and Q&A sessions. The empowerment of youth through this activity showed success, with a 12% statistically significant increase in the knowledge of both the youth and cadres. The knowledge gained by the youth groups and cadres through this outreach could serve as a foundation for preventing environmentally related infectious diseases and enhancing STBM achievements in their areas. The local government is expected to support youth activities so that STBM achievements can be reached through the empowerment of youth cadres. Keyword: Environment-based diseases, Sanitation Total Based on Community, Youth Empowerment
Determinan Kejadian Hipertensi pada Sopir Angkot di Terminal Depok Ummah, Khairal; Nurcandra, Fajaria; Bahasoan, Balqis Hiri
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan menjadi faktor penyebab berkembangnya penyakit kardiovaskular. Indonesia memiliki prevalensi hipertensi tertinggi di kawasan Asia Tenggara hipertensi yaitu sebesar 41%. Kota Depok menjadi wilayah dengan prevalensi hipertensi tertinggi yaitu sebesar 22,7%. Oleh karena itu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor hipertensi pada sopir angkot di terminal Depok. Studi cross sectional dengan jumlah sampel 84 angkot yang diwawancara menggunakan kuesioner dan tensimeter yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018. Sopir-sopir tersebut dipilih secara purposive sampling dan dilakukan analisis menggunakan uji regresi logistik. Proporsi hipertensi pada sopir angkot yaitu sebesar 64,5%. Variabel yang memiliki hubungan siginifikan dan dominan terhadap kejadian hipertensi pada sopir angkot adalah riwayat hipertensi keluarga (POR = 3,301, 95%CI = 1,142 – 9,539), dan konsumsi makanan berlemak dengan (POR = 2,423, 95%CI = 0,941 – 6,237). Riwayat keluarga hipertensi dan konsumsi makanan berlemak ditemukan sebagai faktor risiko yang paling dominan mempengaruhi hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut, perlu dilakukan pengecekan tekanan darah secara rutin, mengubah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih sehat menjadi cara untuk mencegahan hipertensi pada sopir angkot.
Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Tekanan Darah pada Penduduk di Sekitar Bandar Udara Halim Perdanakusuma Tahun 2023 Azzahra, Neva; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021, terdapat 252,553 penderita hipertensi di Jakarta Timur. Salah satu faktor penyebab hipertensi adalah kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kebisingan dengan tekanan darah penduduk yang tinggal di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma. Penelitian dilakukan pada Mei 2023 dengan menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yaitu 86 responden dengan teknik sampling random walk. Alat ukur yang digunakan adalah sound level meter dan tensimeter digital. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu IPAQ untuk aktivitas fisik dan Recall 24 jam untuk konsumsi lemak. Pada analisis bivariat dan multivariat menggunakan uji cox regresi. Dari hasil analisis, terdapat 81% responden yang mengalami hipertensi dan 64% responden yang rumahnya bising. Dan dari Hasil analisis multivariat antara tekanan darah dan kebisingan didapatkan PR 1,4 (95% CI = 1,071-1,853) yang berarti berisiko, namun tidak ada variabel confounding pada penelitian ini. Jadi kesimpulannya, individu yang tinggal di tempat dengan kebisingan >55 dB memiliki risiko 1,4 kali lebih besar terkena hipertensi dibandingkan individu yang tinggal di tempat dengan kebisingan
Psychological Resilience as a Predictor of Occupational Stress Among Teaching Staff in Course X Wardani, Indah Kusuma; Nurcandra, Fajaria; Utari, Dr. Dyah; Amrullah, Afif Amir
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workplace stress is a common condition that may be triggered by the demands of professional involvement. Psychological resilience functions as a protective factor that enables individuals to maintain their level of work engagement despite experiencing job-related stress arising from work–life imbalance. This study aimed to examine the relationship between psychological resilience and occupational stress among teaching staff at Course X. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design, utilizing chi-square testing and Cox regression analysis, with a total sample of 98 participants. Data collection was conducted from April to June 2024. The instruments used included the Workplace Stress Scale (WSS), the Work–Life Balance Scale by Fisher, Bulger, and Smith, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the Nicholson McBride Resilience Questionnaire (NMRQ). The results indicated that 48.98% of teaching staff experienced occupational stress. A significant association was found between psychological resilience and occupational stress (PR = 2.38). Employment status (PR = 0.46) and work–life balance (PR = 1.50) were identified as confounding factors. The study concludes that teaching staff with low psychological resilience are at greater risk of experiencing occupational stress. Keywords: Occupational stress, Psychological resilience, Teaching staff
EDUKASI HIDROPONIK WARGA TAMAN CUMI SEBAGAI UPAYA KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PADA WILAYAH URBAN Nur Fajriah; Mohammad Rachman Waluyo; Fajaria Nurcandra; Primelshaddai Tongguran Manurung; Suci Elfitri; Bunga Hardiyana Putri; Daniel Steven Santoso; Isyah Radhiyya Nabita; Muhammad Adi Brata; Naufal Ilyas Permana; Mohammad Varidzdudin Rizq; Najwa Kamilah; Chiko Hamzah Putra Mahardika
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34144

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pengetahuan warga dalam hidroponik sejak pemilihan benih hingga panen sangat menentukan keberhasilannya. Kegagalan dalam budidaya sayuran hidroponik ditentukan oleh pengetahuan tersebut. Dilatarbelakangi kegagalan budidaya sayuran hidroponik warga RT 04 RW 07 Perumnas Pabean Kencana di sekitar Taman Cumi, Kuwu Pabean Udik, Indramayu, maka diperlukan edukasi untuk memberikan informasi mengenai sistem hidroponik tanaman sayuran untuk ketahanan pangan keluarga di wilayah urban yang terbatas lahannya. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, program ini dilaksanakan oleh tim Fakultas Teknik Universitan Pembangunan Nasional Veteran Jakarta sebagai mitra pelaksana, dan berkolaborasi dengan masyarakat Desa Cumi sebagai mitra sasaran. Sebanyak 14 orang tergabung dalam kelompok tani hidroponik berpartisipas dalam kegiatan yang berlangsung selama 7 bulan pada tahun 2025.  Edukasi yang dilakukan mencangkup informasi mengenai proses persiapan dan penyemaian benih, pemilihan sistem hidroponik, perawatan, hingga panen sayuran. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola hidroponik. Metode pengabdian yang digunakan yaitu metode ceramah menggunakan media poster dan buku saku. Tahapan kegiatan ini yaitu edukasi tentang hidroponik, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Peserta merupakan bapak-bapak dan ibu-ibu yang mengelola fasilitas di Taman Cumi tersebut. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai hidroponik sebesar 5% dilihat perbandingan antara pre-test dan post-test, meskipun tidak signifikan. Dengan adanya edukasi ini, peserta memahami penyebab kegagalan dalam penyemaian dan penanaman.  Selain itu, peserta juga memahami jenis-jenis hidroponik baik berupa sistem skala besar maupun hidroponik yang cocok untuk skala rumah tangga. Kata kunci: budidaya sayuran; hidroponik; ketahanan pangan; urban ABSTRACTCommunity knowledge in hydroponics, from seed selection to harvest, plays a decisive role in determining the success of cultivation. Failures in hydroponic vegetable farming are largely influenced by such knowledge. Against the backdrop of repeated failures in hydroponic vegetable cultivation among residents of RT 04 RW 07 Perumnas Pabean Kencana, located near Taman Cumi, Kuwu Pabean Udik, Indramayu, an educational program was deemed necessary to provide information on hydroponic systems for vegetable cultivation as a means of strengthening household food security in urban areas with limited land availability. To achieve this objective, the program was implemented by the Faculty of Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, as the executing partner, in collaboration with the local community of Desa Cumi as the target partner. Fourteen members of the local hydroponic farmer group participated in the program, which was carried out over a seven-month period in 2025. The educational activities covered key aspects of hydroponic cultivation, including seed preparation and germination, system selection, maintenance, and harvesting. The program aimed to improve the knowledge and practical skills of residents in managing hydroponic systems. The method employed consisted of lectures supported by posters and pocket books. The program stages included hydroponic education, implementation, and evaluation. Participants were both men and women who managed the community facilities in Taman Cumi. The results of this community service program demonstrated a 5% increase in participants’ knowledge of hydroponics, as evidenced by a comparison between pre-test and post-test scores, although the improvement was not statistically significant. Nevertheless, the education enabled participants to understand the causes of failure in germination and planting. In addition, participants gained knowledge of various hydroponic systems, both large-scale applications and those suitable for household-level implementation. Keywords: vegetable cultivation; hydroponics; food security; urban
Pajanan Pestisida terhadap Dermatitis pada Petani Perkebunan di Kota Depok Ayu Sujarwati; Fajaria Nurcandra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.467

Abstract

Latar belakang: Prevalensi nasional kasus dermatitis di Indonesia adalah 6,8%. Dampak dari penggunaan pestisida terhadap kesehatan petani yang menerapkan pestisida terbanyak iritasi kulit sebesar 32,95%. Penelitian ini bertujukan untuk mengetahui hubungan penggunaan pestisida dan faktor-faktor lain dengan dermatitis kontak pada petani buah di Kota Depok. Metode: Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dilakukan antara bulan April-Juni 2018 dengan uji cox regression untuk mencari hubungan dan risiko pada tiap variabel. Sampel sebanyak 82 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan diwawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil: Ditemukan 81,7% petani buah mengalami dermatitis. Golongan pestisida yang paling banyak digunakan adalah organofosfat, dengan durasi terpajan tertinggi ≥144jam/tahun sebanyak 47 orang (57,3%), frekuensi pajanan ≥2 kali/minggu pada 74 orang (90,2%) dan volume pestisida terbanyak ≥3600L/musim pada 44 orang atau 53,7%. Terlihat adanya risiko antara frekuensi terpajan (PR=5,20; 95% CI 0,68-39,38), dan volume pestisida (PR=2,12; 95% CI 0,52-8,65) dengan dermatitis kontak. Namun, tidak terlihat risiko yang jelas antara golongan pestisida (PR=0,42; 95% CI 0,10-1,80), durasi terpajan (PR=0,64; 0,15-2,57) dengan dermatitis kontak. Kesimpulan: Studi ini menemukan adanya risiko pada frekuensi pajanan dan volume pestisida terhadap dermatitis kontak, tetapi tidak ditemukan adanya risiko yang jelas pada golongan pestisida dan durasi terpajan. Kata Kunci: Dermatitis, pestisida, petani buah, organofosfat Organophosphate Pesticides Exposure to Dermatitis in Fruit Farmers in Depok City Background: The national prevalence of dermatitis cases in Indonesia is 6.8%. The impact of the use of pesticides on the health of farmers who apply the most pesticides of skin irritation is 32.95%. This study was aimed to determine the relationship between the use of pesticides and other factors with contact dermatitis in fruit farmers in Depok City. Method: The study design used is cross sectional carried out between April-June 2018 and the Cox Regression test to find relationships and risks in each variable. The sample of 82 people was chosen by purposive sampling technique and interviewed using a structured questionnaire. Results: It was found that 81.7% of fruit farmers had dermatitis. The most widely used pesticides were organophosphates, with the highest duration of exposure ≥144 hours/year for 47 people (57.3%), the frequency of exposure ≥2 times/week for 74 people (90.2%) and the highest volume of pesticides ≥3600L/ season on 44 people or 53.7%. This study found risk between the frequency of exposure (PR=5.20; 95% CI 0.68-39.38), and the volume of pesticides (PR=2.12; 95% CI 0.52-8.65) with contact dermatitis. However, there was no clear risk between pesticide groups (PR=0.42; 95% CI 0.10-1.80), duration of exposure (PR=0.64; 0.15-2.57) and contact dermatitis. Conclusion: This study found a risk for contact dermatitis with pesticide exposure frequency and volume, but no clear risk for pesticide class and duration of exposure. Keywords: dermatitis, fruit farmers, pesticides, organophosphates.
Co-Authors Adelia Zahirah Adisasmito, Wiku Bakti Bawono Adrianto, Naifa Athiya Putri Adzra Arifah Mahira Afif Amir Amrullah Alvianty, Rizka Ayu Alya Azis, Arkanaya Anggraini, Khairana Annisa Ika Putri Annisa Ika Putri Annisa Ika Putri Annissa, Sohra Ansariadi Ansariadi Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Aqila, Fayyaza Arbitera, Cahya Arga Buntara Ariantini, Anggrahita Dwi Asmara, Danadipa Ayu Sujarwati Azizah Azizah Azizah M Fitri Azizah M. Fitri Azizah Musliha Fitri Azizah Musliha Fitri Azzahra, Neva Bahasoan, Balqis Hiri Balqis Hiri Bahasoan Bambang Wispriyono Bratakusumah, Shinta Putri Budi Anna Keliat Bunga Hardiyana Putri Cahya Arbitera Chandrayani Simanjorang Chiko Hamzah Putra Mahardika Daniel Steven Santoso Dwinata, Indra Dyah Utari Elysia Rahmatul Fitri, Asti Eti Wiyati Nurcahyani Fariani Syahrul Fera Kresyca Fithri, Nayla Kamilia Fitri, Azizah Musliha Fitri, Azizah Musliha Fitria Dewi Puspita Anggraeni Fitrianti, Alvina Diva Hakim, Jiddan Azizan Hamid, Endah Nurhalimah Hardy, Fathinah Ranggauni Hayati, Nisrina Helda Helda Hidajah, Atik C. Intan Nur Fathiyyah intan permata sari Ismaya Ramadhanti Isyah Radhiyya Nabita Izzati, Mutiara Nur Jasmine, Maulyda Shakeela Kareena Sari Fatimah Kawi, Nurhayati Kurniati, Vira Kusumastuti, Tiara Lubis, Fariz Putra Utama Lutfiah Rahmayanti, Verina M. Fitri, Azizah Maharani, Ghania Danisha Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan Margaritha Putri Anastasya Maria K I J Yustheresani Miko Wahyono, Tri Yunis Moh. Irvan Mohammad Rachman Waluyo Mohammad Varidzdudin Rizq Mondastri Korib Sudaryo Muhammad Adi Brata Mutiara Nur Izzati Nadila Sopya Indriyani Najwa Kamilah Naufal Ilyas Permana Nourmayansa Vidya Anggraini Nur Fajriah Nur Hanifah, Alya Nursalsabila Nursalsabila Nursalsabila, Nursalsabila Prasetyo Risky Alamsyah Presilia Putri, Dona Primelshaddai Tongguran Manurung Pristya, Terry Y.R. Pristya, Terry Yuliana Rahadia Putri Eliza, Cintiya Putri, Adella Delisa Putri, Annisa Ika Rachma, Janeiffah Rachmawati, Yunia Rahmah Hida Nurrizka Rahman, Ulwan Ramadhanti, Ismaya Renti Mahkota Renti Mahkota Ridwan, Rizaldi Robbiatul Afda'tiyah Sangadji, Namira Wadjir Setiawati, Riska Shaifuddin, Siti Norashikin Mohamad Shivalli, Siddharudha Siddharudha Shivalli Siti Rahmah Hidayatullah Lubis Suci Elfitri Sudarto Ronoatmodjo Sudarto Ronoatmodjo Sudaryo, Mondastri Korib Syahidah, Raisha Terry Y. R. Pristya Terry Y.R. Pristya Terry Y.R. Pristya Terry Yuliana Rahadian Pristya Tri Yunis Miko Wahyono Triana, Adinda Ziska Ulya Qoulan Karima Ummah, Khairal Utari, Dr. Dyah Utari, Dyah Veronika, Erna Wahyono, Tri YM. Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah Wardani, Indah Kusuma Wulandari, Chairunnisa Wahid Yustheresani, Maria K I J