Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KUALITATIF : PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH DI KEMENTERIAN KESEHATAN RI Ramadhanti, Ismaya; Izzati, Mutiara Nur; Nurcandra, Fajaria; Apriningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29796

Abstract

Penyakit kardiovaskular menjadi salah satu penyebab kematian dan kesakitan di Indonesia dengan faktor yang dapat dicegah seperti hipertensi, obesitas, dislipidemia, dan kebiasaan merokok. Menyadari pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri secara mendalam terkait program pencegahan dan pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah di Kementerian Kesehatan. Penelitian kualitatif dengan desain rapid assessment test dan desain studi deskriptif. Data kualitatif berasal dari wawancara mendalam terhadap informan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Depok dengan instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu oleh pedoman wawancara, ATK, dan gadgets. Hasil wawancara disusun ke dalam transkrip dan matriks hasil wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi informan dan triangulasi data. Data agregat hasil skrining penyakit jantung dan pembuluh darah Kementerian Kesehatan terhadap 38 provinsi di Indonesia dianalisis untuk melihat persentase deteksi dini dan kasus. Program penanggulangan di Kementerian Kesehatan RI dilandaskan pada meningkatnya prevalensi PJPD sehingga diperlukan program skrining faktor risiko. Program dilaksanakan dengan koordinasi dari Kementerian Kesehatan hingga ke Puskesmas untuk menurunkan prevalensi PJPD. Hasil analisis univariat menunjukkan faktor risiko dan kejadian PJPD tertinggi berada pada Provinsi Jawa Barat. Program penanggulangan penyakit jantung dan pembuluh darah di Kementerian Kesehatan RI berfokus pada faktor risiko, yaitu skrining faktor risiko terutama hipertensi. Selain dilakukan skrining faktor risiko, dilakukan edukasi kepada masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.
Analysis of Pulmonary Tuberculosis Control Program Implementation at Tanah Baru Community Health Care, Depok Baru Elysia Rahmatul Fitri, Asti; Lutfiah Rahmayanti, Verina; Alya Azis, Arkanaya; Nurcandra, Fajaria; Apriningsih, Apriningsih
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 11 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v11i1.1377

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis that remains a global problem. In response to the burden of TB, the Indonesian government has established the TB Elimination Target for 2030. Primary health centers play a crucial role in implementing TB elimination strategies in Indonesia through effective and sustainable essential health services. This qualitative study, using a rapid assessment test design, aims to explore the tuberculosis control program in the Community Health Center (Puskesmas) Tanah Baru area more deeply. Data were collected through observation techniques and in-depth interviews with selected informants. This study involved seven informants selected through purposive sampling based on their roles and relevance to the TB program, including the Head of the P2P Program at the City Health Office, the Head of the TB Program at the City Health Office, the Head of the Puskesmas, the Puskesmas TB Program Holder, a Puskesmas nurse, the Head of Kapitu, and positive TB patients. Data analysis was conducted using the concept of triangulation of sources and methods. The results showed that the input and process components in the Puskesmas Tanah Baru TB control program were optimal. The implementation of promotive programs in the form of counseling, preventive programs such as screening, contact investigation, and provision of TPT, as well as curative programs, has been carried out according to national standards. Regarding the output component, the coverage of health services for people suspected of TB and the successful treatment of TB cases have reached the target. However, the overall coverage of TB case treatment has not yet met the predetermined target. The results of the TB control program at Puskesmas Tanah Baru largely meet the established indicators, although community stigma remains a significant obstacle to TB control efforts. Promotive and educational programs in the Puskesmas Tanah Baru area should be strengthened to reduce stigma within the community.
A Qualitative Study on the Implementation of Prevention and Identification Programs for Acute Respiratory Infections in Depok City, West Java Bahasoan, Balqis Hiri; Hayati, Nisrina; Hamid, Endah Nurhalimah; Nurcandra, Fajaria
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2024): EDITION NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i3.5972

Abstract

Acute Respiratory Infections (ARI) are among the most frequently reported infectious diseases in healthcare facilities. The ARI Prevention and Control Program aims to reduce ARI prevalence. This study seeks to provide in-depth understanding of the program's implementation at the Cinere Community Health Center, Depok. Using  descriptive qualitative approach and rapid assessment test design, data collection occurred through in-depth interviews from April to June 2024. Four participants were selected using purposive sampling: ARI program managers from the Cinere Community Health Center and the Depok City Health Office, along with a teacher and a student from SMAN 9 Depok. The study focused on describing the program, its inputs, and its outputs. Data analysis was conducted using source triangulation.The results indicated that the ARI prevention program primarily focuses on promotive and preventive measures, with collaboration between the Health Office, the Community Health Center, and the community, particularly SMAN 9 Depok. While these activities are conducted regularly, strategies are required to enhance the program's effectiveness. This study concluded that the Cinere Community Health Center’s ARI prevention program has been well-executed, as it has engaged various community groups in promotive, preventive, rehabilitative, and curative efforts, alongside thorough recording and reporting. Nevertheless, further efforts are necessary to increase community participation, strengthen cross-sector collaboration beyond network clinics, expand outreach via digital media, and optimize the health information system for more efficient recording and reporting, ensuring the program's overall success.
Intervensi Obesitas Berbasis Keluarga Sari, Intan Permata; Anggraini, Khairana; Kurniati, Vira; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.19 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i3.7

Abstract

AbstrakLatar belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah besar dalam bidang kesehatan. Pada tahun 2016, diperkirakan sekitar 41 juta jiwa anak yang berusia dibawah 5 tahun merupakan penderita berat badan lebih atau obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan beberapa intevensi obesitas berbasis keluarga berdasarkan beberapa penelitian yang sudah ada sebelumnya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan systematic review dengan menggunakan metode PRISMA. Sumber data penelitian berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet dengan membuka situs web yaitu Science Direct, Proquest dan Google Scholar. Setelah memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi, digunakan 10 jurnal internasional sebagai acuan.Hasil: Intervensi obesitas berbasis keluarga dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain ialah dengan mengubah budaya makan yang kurang sehat, memperbaiki pola makan, melakukan aktifitas fisik, berperilaku sehat, memberikan motivasi untuk hidup sehat, segera melakukan pengobatan jika terjadi kasus obesitas dan memperhatikan social ekonomi dalam keluarga.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, diketahui intervensi yang paling efektif dan sering dilakukan adalah dengan mengubah budaya hidup yang tidak sehat terkait dengan pola makan dan aktifitas fisik dalam lingkungan keluarga. Family Based Obesity Intervention AbstractBackground: Obesity is one of the big problems in the health sector. In 2016, an estimated 41 million people under the age of 5 were overweight or obese. This research aims to elaborate a number of family-based obesity interventions based on several existing studies.Method: This research is a systematic reviewed using the PRISMA method. The source of research data came from the literature obtained through the internet by opened websites namely Science Direct, Proquest and Google Scholar. After considering the inclusion and exclusion criteria, 10 international journals were used as a reference.Results: Obesity interventions carried out by families in various ways, among others by changing unhealthy eating culture, improving eating patterns, doing physical activities, behaving healthily, providing motivation for healthy living, immediately taking medication in case of obesity. and pay attention to social economy in the familyConclusion: Based on the results of the study, it is known that the most effective and frequent intervention is to change unhealthy living cultures related to diet and physical activity in the family environment.
Hubungan Higiene Perorangan Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Gangguan Kulit Pada Petugas Pengangkut Sampah Kota Tangerang Selatan Tahun 2018 Azizah, Azizah; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.42 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i1.21

Abstract

Latar belakang: Menurut data Kemenkes RI prevalensi penyakit kulit di seluruh Indonesia tahun 2013 sebesar 9%. Data Dinas Kesehatan Tangerang Selatan penyakit kulit tahun 2017 sebesar 66 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene perorangan dan penggunaan alat pelindung diri dengan gangguan kulit pada petugas pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dilakukan pada Mei - Juni 2018 dengan sampel sebanyak 82 petugas pengangkut sampah yang dilakukan secara. purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji cox regression.Hasil: Didapatkan bahwa 56 petugas pengangkut sampah (68,29 %) mengalami gangguan kulit. Kebersihan kaki dan kuku (P = 0,046 ; PR = 1,375 : 95% CI 1,058-1,787) serta kebersihan rambut dan kulit kepala (P = 0,014 ; PR = 1,442 : 95% CI 1,080-1,924) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan kulit. Alat pelindung diri didapatkan tidak ada hubungan signifikan dengan gangguan kulit (P = 0,745 ; PR = 1,05 : 95% CI 0,781-1,409). Masa kerja didapatkan ada hubungan signifikan dengan gangguan kulit (P = 0,040 ; PR = 1,366 : 95% CI 1,002-1,862).Kesimpulan: Disarankan petugas pengangkut sampah menjaga kebersihan kaku dan kuku dengan cara mencuci kaki menggunakan sabun setelah bekerja dan memotong kuku secara teratur minimal 1 minggu sekali serta menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala dengan cara mencuci rambut menggunakan sampoo dan air yang bersih. Background: According to Ministry of Health Republic of Indonesia, in 2013 prevalence of skin disease in Indonesia is 9%. Data from the South Tangerang Health Office in 2017 skin diseases were 66 cases. This study armed to determind the relationship between personal hygiene and personal protective equipment used to skin disorders among garbage collector of Environmental Office of South Tangerang City in 2018.Methods: A cross sectional study was conducted in May until June 2018 with 82 garbage collector as simple using purposive sampling. Data were analyzed using cox regression test. We found 56 garbage collectors (68,29%) were suffered skin disorders to foot and nail hygiene (P = 0,046 ; PR = 1,375 : 95% CI 1,058-1,787) and hair and scalp hygiene (P = 0,014 ; PR = 1,442 : 95% CI 1,080-1,924) showed significant association to skin disorders. The self-protective device showed no significant relationship between personal protective equipment used to skin disorders (P = 0,745 ; PR = 1,05 : 95% CI 0,781-1,409).Results: Working period found as significant result to skin disorder (P = 0.040 ; PR = 1,366 : 95% CI 1,002-p1,862).Conclusion: We suggested to the garbage collectors should maintain the hygiene of feet and nails by washing feet using soap after work and cutting nails regularly at least once a week and also keep hair and scalp clean by washing hair using sampoo and clean water.
Pola Konsumsi Makanan Kariogenik, Kebiasaan Menggosok Gigi, dan Karies pada Anak Usia Sekolah di SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan Annissa, Sohra; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.52 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i2.26

Abstract

Latar belakang: Karies gigi adalah penyakit yang merusak struktur gigi, menyebabkan gigi berlubang, sakit, gangguan tidur, kehilangan gigi, dan berbagai kasus berbahaya bahkan hingga kematian yang sering ditemukan di masyarakat, terutama anak-anak. Menurut Riskesdas, prevalensi masalah gigi dan mulut di DKI Jakarta adalah (98,1%) dan menjadikan karies sebagai salah satu masalah kesehatan serius pada anak usia sekolah. Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan dengan kejadian karies pada siswa SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan.Metode: Penelitian cross sectional ini menggunakan stratified random sampling dengan sampel minimal 74 anak Sekolah Dasar dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Mei tahun 2018. Penelitian dilakukan pada anak usia sekolah di SDN Cipedak 02 Jakarta Selatan pada kelas IV dan V. Data dianalisis menggunakan uji cox regressionHasil: Sebanyak 43 orang (58,1%) menderita karies. Jenis kelamin (p = 0,034; PR = 1.529: 95% Cl 1.017-2.298), metode menyikat gigi (p = 0,006; PR = 1.760: 95% Cl 1.128-2.746) dan frekuensi menyikat gigi (p = 0,002; PR = 2,008: 95% Cl 1,183-3,409) dengan karies, konsumsi makanan kariogenik (p = 0,054; PR 0,682: 95% Cl 0,457-1,106), usia (p = 0,545; PR = 0,858: 95% Cl 0,534-1,379) dan pengetahuan (p = 0,058; PR = 0,618: 95% Cl 0,348-1,0997).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, metode dan frekuensi menyikat gigi dan tingkat karies di sekolah cukup tinggi Background: Dental caries is an infectious disease that damages the structure of the teeth, this disease causes cavities, pain, sleep disturbances, tooth loss, and various dangerous cases even to the deaths that are often found in the community, which among them are children. According to National Basic Health Research data the prevalence of dental and oral problems in DKI Jakarta is (98.1%) and makes caries one of the serious health problems in school-age children. This study aimed to analysed related factors to caries incidence in students of Cipedak 02 Elementary School in South Jakarta.Methods: A cross-sectional study used stratified random sampling with a sample of at least 74 elementary school children conducted in April to May 2018. The study was conducted on school-age children in Cipedak 02 SDN South Jakarta in class IV and V. Data were analyzed using cox regression testResults: The results showed that 43 people (58.1%) suffered from caries. Gender (p = 0,034; PR = 1,529: 95% Cl 1,017-2,298), method of brushing teeth (p = 0,006; PR = 1,760: 95% Cl 1,128-2,746) and frequency of brushing teeth (p = 0,002; PR = 2,008 : 95% Cl 1,183-3,409) with caries, consumption of cariogenic food (p = 0,054; PR 0,682: 95% Cl 0,457-1,106), age (p = 0,545; PR = 0,858: 95% Cl 0,534-1,379) and knowledge ( p = 0.058; PR = 0.618: 95% Cl 0.348-1.0997).Conclusion: A significant relationship were found between gender, method and frequency of brushing teeth and the level of caries in schools was quite high
INTERVENSI UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WARGA DI WILAYAH PADEMANGAN BARAT JAKARTA UTARA TAHUN 2019 Rachmawati, Yunia; Arbitera, Cahya; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.949 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.46

Abstract

Latar belakang: Pademangan Barat, Jakarta Utara adalah daerah yang dapat dikategorikan sebagai daerah yang kotor. Sebagian besar bangunan di wilayah itu adalah bangunan semi permanen dan tidak ada ruang antara satu gedung dengan gedung lainnya. Berdasarkan data di Jakarta Utara, ada 419 kasus kebakaran pada 2018 dan 53 kasus terjadi di Pademangan. Objektivitas penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi pencegahan kebakaran terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku warga di wilayah Pademangan Barat, Jakarta Utara pada tahun 2019. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimental dengan kelompok pretest dan posttest yang tidak. termasuk membandingkan kelompok dengan jumlah sampel saya adalah 92 yang terdiri dari 46 sampel dalam kelompok ceramah dan 46 sampel dalam kelompok video yang diadakan pada bulan Mei. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini, terjadi perubahan pengetahuan (p-value 0,000) dan perilaku (p-value 0,001) yang terjadi pada metode intervensi dan ceramah dan ada perubahan perilaku (p- value 0,000) dan perilaku (p-value 0,029) intervensi dengan metode video kepada warga di RT 001 dan 012 di Pademangan Barat, Jakarta Utara pada 2019. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji statistik, itu menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara standar meningkatkan pengetahuan dan perilaku warga antara keduanya. kelompok yang diberikan metode ceramah atau video dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan efektivitas dalam kedua metode. Kata kunci: Intervensi, Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Kebakaran Interventions Fire Perventions to Increased Knowledge and Attitudes of Residents in West Pademangan Region, North Jakarta 2019 AbstractBackground: Pademangan Barat, North Jakarta was a region that can be categorized as a vile region. Most of the building in that region was semi-permanent buildings and there was no space between one building to another. Based on the data in North Jakarta, there was 419 case of conflagration in 2018 and 53 cases of them happened in Pademangan. The objectivity of this research was to know the intervention effect of conflagration prevention to the raising knowledge and citizen’s behavior in the Pademangan Barat Region, North Jakarta in 2019. Methods: This was quantitative research along with Pre experimental study design with pretest and posttest group which was not included comparing the group with the number of me sample was 92 which consisted of 46 samples in the lecturing group and 46 samples in video group which was held in May. Results: Based on the result of this research, there was knowledge alteration (p-value 0,000) and behavior (p-value 0,001) which happened in intervention and lecturing method and there were behavior alteration (p-value 0,000) and behavior (p-value 0,029) intervention with video method to the citizens in RT 001 and 012 in Pademangan Barat, North Jakarta in 2019. Conclusions: . Based on the result of the statistics test, it showed that there was no difference between the standards of raising knowledge and citizen's behavior between both groups who were given of either lecturing or video methods and it could be concluded that there was no difference of the effectiveness in both methods. Keywords: Intervention, Knowledge, Attitude, Fire Prevention
Pajanan Pestisida terhadap Dermatitis pada Petani Perkebunan di Kota Depok Sujarwati, Ayu; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.467

Abstract

Latar belakang: Prevalensi nasional kasus dermatitis di Indonesia adalah 6,8%. Dampak dari penggunaan pestisida terhadap kesehatan petani yang menerapkan pestisida terbanyak iritasi kulit sebesar 32,95%. Penelitian ini bertujukan untuk mengetahui hubungan penggunaan pestisida dan faktor-faktor lain dengan dermatitis kontak pada petani buah di Kota Depok. Metode: Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dilakukan antara bulan April-Juni 2018 dengan uji cox regression untuk mencari hubungan dan risiko pada tiap variabel. Sampel sebanyak 82 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan diwawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil: Ditemukan 81,7% petani buah mengalami dermatitis. Golongan pestisida yang paling banyak digunakan adalah organofosfat, dengan durasi terpajan tertinggi ≥144jam/tahun sebanyak 47 orang (57,3%), frekuensi pajanan ≥2 kali/minggu pada 74 orang (90,2%) dan volume pestisida terbanyak ≥3600L/musim pada 44 orang atau 53,7%. Terlihat adanya risiko antara frekuensi terpajan (PR=5,20; 95% CI 0,68-39,38), dan volume pestisida (PR=2,12; 95% CI 0,52-8,65) dengan dermatitis kontak. Namun, tidak terlihat risiko yang jelas antara golongan pestisida (PR=0,42; 95% CI 0,10-1,80), durasi terpajan (PR=0,64; 0,15-2,57) dengan dermatitis kontak. Kesimpulan: Studi ini menemukan adanya risiko pada frekuensi pajanan dan volume pestisida terhadap dermatitis kontak, tetapi tidak ditemukan adanya risiko yang jelas pada golongan pestisida dan durasi terpajan. Kata Kunci: Dermatitis, pestisida, petani buah, organofosfat Organophosphate Pesticides Exposure to Dermatitis in Fruit Farmers in Depok City Background: The national prevalence of dermatitis cases in Indonesia is 6.8%. The impact of the use of pesticides on the health of farmers who apply the most pesticides of skin irritation is 32.95%. This study was aimed to determine the relationship between the use of pesticides and other factors with contact dermatitis in fruit farmers in Depok City. Method: The study design used is cross sectional carried out between April-June 2018 and the Cox Regression test to find relationships and risks in each variable. The sample of 82 people was chosen by purposive sampling technique and interviewed using a structured questionnaire. Results: It was found that 81.7% of fruit farmers had dermatitis. The most widely used pesticides were organophosphates, with the highest duration of exposure ≥144 hours/year for 47 people (57.3%), the frequency of exposure ≥2 times/week for 74 people (90.2%) and the highest volume of pesticides ≥3600L/ season on 44 people or 53.7%. This study found risk between the frequency of exposure (PR=5.20; 95% CI 0.68-39.38), and the volume of pesticides (PR=2.12; 95% CI 0.52-8.65) with contact dermatitis. However, there was no clear risk between pesticide groups (PR=0.42; 95% CI 0.10-1.80), duration of exposure (PR=0.64; 0.15-2.57) and contact dermatitis. Conclusion: This study found a risk for contact dermatitis with pesticide exposure frequency and volume, but no clear risk for pesticide class and duration of exposure. Keywords: dermatitis, fruit farmers, pesticides, organophosphates.
Memahami Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Vaksinasi Covid-19: Menggali Peranan Determinan Sosial di Ternate Sangadji, Namira Wadjir; Nurcandra, Fajaria; Putri, Annisa Ika; Veronika, Erna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.551

Abstract

Latar Belakang: Survei penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia belum menyebutkan secara spesifik prevalensinya di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate. Salah satu media lokal menulis bahwa pejabat daerah dan petugas kesehatan masih ragu dengan keamanan vaksin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada masyarakat Kota Ternate pada tahun 2021Metode: Penelitian Cross-sectional dilakukan di Kota Ternate pada bulan April sampai Mei 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 178 orang yang dipilih menggunakan multistage cluster sampling. Sampelnya adalah warga yang tinggal di Kota Ternate dan berusia lebih dari 18 tahun, sedangkan kriteria eksklusi adalah menolak peserta wawancara langsung. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner semi-terstruktur untuk mengumpulkan data demografi, pengetahuan, dan penerimaan vaksin. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik untuk menilai faktor yang paling berpengaruh terhadap penerimaan vaksin.Hasil: Lebih dari separuh responden menolak vaksin COVID-19 (59,40%), dengan alasan paling umum adalah tidak yakin akan efektivitasnya (42,60%) dan tidak yakin akan keamanannya (36,60%). Status perkawinan (PR=0,23; 95% CI 0,08-0,62), pendapatan (PR=4,45; 95% CI 1,86-10,58), riwayat infeksi COVID-19 (PR=0,20; 95% CI 0,08-0,45), dan pengetahuan (PR=8,97; 95% CI 3,77-21,27) berpengaruh terhadap penerimaan vaksin COVID-19 dengan p<0,05.Kesimpulan: Status perkawinan, pendapatan, riwayat terinfeksi COVID-19, dan pengetahuan ditemukan sebagai faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19. Disarankan adanya pendekatan untuk mengatasi penolakan vaksinasi, seperti memperkuat media layanan kesehatan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dan mengkampanyekan vaksin COVID-19 melalui media sosial, serta tatap muka.Kata Kunci: COVID-19, Determinan sosial, Penerimaan vaksin Background: The survey of COVID-19 vaccine acceptance in Indonesia has not specifically stated the prevalence in North Maluku, especially in Ternate City. One local media wrote that regional officials and health workers were still unsure of the vaccine's safety. This study aimed to determine related determinant factors of COVID-19 vaccine acceptance among people in Ternate in 2021.Methods: A Cross-sectional study was conducted in Ternate from April to May 2021, with 178 samples selected using multistage cluster sampling. The sample were residents who lived in Ternate and were more than 18 years old, while the exclusion criteria were refused to direct interview participants. Primary data were collected using questionnaires. A semi-structured questionnaire collected demographics, knowledge, and vaccine acceptance. Data were analyzed using logistic regression to assess the most influential factors on vaccine acceptance.Result: More than half of the respondents refused the COVID-19 vaccine (59.40%), with the most common reasons being unsure of its effectiveness (42.60%) and unsure of its safety (36.60%). Marital status ((PR=0,23; 95% CI 0,08-0,62), income (PR=4.45; 95% CI 1.86-10.58), history of COVID-19 infection (PR=0.20; 95% CI 0.08-0.45), and knowledge (PR=8.97; 95% CI 3.77-21.27) affected the acceptance of COVID-19 vaccine with p<0.05.Conclusion: Marital status, income, history of being infected with COVID-19, and knowledge were found as factors related to COVID-19 vaccine acceptance. It is recommended that there be an approach to overcome vaccination refusal, such as strengthening health service media to provide the information needed and campaigning the COVID-19 vaccine through social media. as well as face-to-face.Keywords: COVID-19, Social determinant, Vaccine acceptance
Pemberdayaan Remaja Karang Taruna dalam Pelaksanaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) untuk Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan di Kecamatan Beji Kota Depok Fithri, Nayla Kamilia; Nurcandra, Fajaria; Anggraini, Nourmayansa Vidya; Ramadhanti, Ismaya; Ariantini, Anggrahita Dwi; Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan; Asmara, Danadipa; Nursalsabila, Nursalsabila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.18132

Abstract

ABSTRAK  Berdasarkan data profil Dinas Kesehatan Kota Depok tahun 2020, Desa STBM merupakan wilayah yang mencapai 100% dari 5 pilar STBM dan telah mendapatkan sertifikat wilayah STBM. Sampai tahun ini wilayah STBM belum terjangkau di Kota Depok. Hal tersebut menunjukkan bahwa masalah STBM masih menjadi prioritas yang harus diselesaikan dan diberikan solusi yang tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan capaian STBM adalah dengan memberikan pelatihan terkait dengan pemahaman STBM. Tujuan dalam kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pemicuan dalam kegiatan STBM kepada remaja karang taruna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan memberikan materi melalui cermah dan praktik, dilanjutkan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pemberdayaan remaja melalui kegiatan ini menunjukkan keberhasilannya terhadap peningkatan pengetahuan remaja dan kader sebesar 12% dan signifikan secara statistik. Pengetahuan yang diperoleh para remaja karang taruna dan kader melalui penyuluhan ini bisa menjadi bekal untuk mencegah penyakit menular yang terkait dengan lingkungan dan meningkatkan capaian STBM di daerahnya. Untuk pemerintah setempat diharapkan dapat mendukung kegiatan remaja agar capaian STBM dapat tercapai melalui pemberdayaan kader remaja. Kata Kunci: Pemberdayaan Remaja, Sanitsi Total Berbasis Masyaraka, Penyakit berbasis Lingkungan. ABSTRACT Based on the 2020 profile data from the Depok City Health Office, the STBM Village was the area that achieved 100% of the 5 pillars of STBM and had received the STBM area certificate. Up to that year, the STBM area had not yet been reached in the entire city of Depok. This indicated that STBM issues were still a priority that needed to be addressed with appropriate solutions. One effort to improve STBM achievements was by providing training related to STBM understanding. The objective of this activity was to provide triggering training in STBM activities to youth groups (karang taruna). The method used in this community service was delivering material through lectures and practical sessions, followed by discussions and Q&A sessions. The empowerment of youth through this activity showed success, with a 12% statistically significant increase in the knowledge of both the youth and cadres. The knowledge gained by the youth groups and cadres through this outreach could serve as a foundation for preventing environmentally related infectious diseases and enhancing STBM achievements in their areas. The local government is expected to support youth activities so that STBM achievements can be reached through the empowerment of youth cadres. Keyword: Environment-based diseases, Sanitation Total Based on Community, Youth Empowerment
Co-Authors Adelia Zahirah Adisasmito, Wiku Bakti Bawono Adrianto, Naifa Athiya Putri Adzra Arifah Mahira Alvianty, Rizka Ayu Alya Azis, Arkanaya Anggraini, Fitria Dewi Puspita Anggraini, Khairana Annisa Ika Putri Annisa Ika Putri Annissa, Sohra Ansariadi Ansariadi Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Aqila, Fayyaza Arbitera, Cahya Arga Buntara Ariantini, Anggrahita Dwi Asmara, Danadipa Azizah Azizah Azizah M Fitri Azizah M. Fitri Azizah Musliha Fitri Azizah Musliha Fitri Azzahra, Neva Bahasoan, Balqis Hiri Balqis Hiri Bahasoan Bambang Wispriyono Brata, Muhammad Adi Bratakusumah, Shinta Putri Budi Anna Keliat Cahya Arbitera Chandrayani Simanjorang Dwinata, Indra Dyah Utari Elfitri, Suci Elysia Rahmatul Fitri, Asti Eti Wiyati Nurcahyani Fajriah, Nur Fariani Syahrul Fathinah Ranggauni Hardy Fera Kresyca Fithri, Nayla Kamilia Fitri, Azizah Musliha Fitri, Azizah Musliha Fitrianti, Alvina Diva Hakim, Jiddan Azizan Hamid, Endah Nurhalimah Hayati, Nisrina Helda Helda Hidajah, Atik C. Intan Nur Fathiyyah intan permata sari Irvan, Moh. Ismaya Ramadhanti Izzati, Mutiara Nur Jasmine, Maulyda Shakeela Kamilah, Najwa Kareena Sari Fatimah Kawi, Nurhayati Kurniati, Vira Kusumastuti, Tiara Lubis, Fariz Putra Utama Lubis, Siti Rahmah Hidayatullah Lutfiah Rahmayanti, Verina M. Fitri, Azizah Maharani, Ghania Danisha Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan Mahardika, Chiko Hamzah Putra Manurung, Primelshaddai Tongguran Margaritha Putri Anastasya Maria K I J Yustheresani Miko Wahyono, Tri Yunis Mohammad Rachman Waluyo Mondastri Korib Sudaryo Mutiara Nur Izzati Nabita, Isyah Radhiyya Nadila Sopya Indriyani Nourmayansa Vidya Anggraini Nur Hanifah, Alya Nursalsabila Nursalsabila Nursalsabila, Nursalsabila Permana, Naufal Ilyas Prasetyo Risky Alamsyah Presilia Putri, Dona Pristya, Terry Y.R. Pristya, Terry Yuliana Rahadia Putri Eliza, Cintiya Putri, Adella Delisa Putri, Annisa Ika Putri, Bunga Hardiyana Rachma, Janeiffah Rachmawati, Yunia Rahmah Hida Nurrizka Rahman, Ulwan Ramadhanti, Ismaya Renti Mahkota Renti Mahkota Ridwan, Rizaldi Rizq, Mohammad Varidzdudin Robbiatul Afda'tiyah Sangadji, Namira Wadjir Santoso, Daniel Steven Setiawati, Riska Shaifuddin, Siti Norashikin Mohamad Shivalli, Siddharudha Siddharudha Shivalli Sudarto Ronoatmodjo Sudarto Ronoatmodjo Sudaryo, Mondastri Korib Sujarwati, Ayu Syahidah, Raisha Terry Y. R. Pristya Terry Y.R. Pristya Terry Y.R. Pristya Terry Yuliana Rahadian Pristya Tri Yunis Miko Wahyono Triana, Adinda Ziska Ulya Qoulan Karima Ummah, Khairal Utari, Dyah Veronika, Erna Wahyono, Tri YM. Wangsawinangun, Rana Zahra Raniyah Wulandari, Chairunnisa Wahid Yustheresani, Maria K I J