Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, DAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI KLINIK MARDI WALUYO LAMPUNG TENGAH Resti Arania; Tusy Triwahyuni; Firhat Esfandiari; Fidel Rama Nugraha
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.999 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4200

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengontrol gula darah atau glukosa) karena gangguan pankreas, atau tubuh tidak dapat secara efisien memanfaatkan insulin yang diproduksi. Diabetes mellitus adalah masalah kesehatan penduduk yang serius, dan salah satu dari empat penyakit tidak menular yang perlu ditindak lanjuti. Perlu diketahui bahwa dalam sepuluh tahun terakhir jumlah dan prevalensi diabetes mellitus terus meningkat. Diabetes mellitus adalah penyebab kematian kedelapan dari kedua jenis kelamin dan penyebab kematian kelima pada wanita. Tujuan Penelitian ini adalah Hubungan antara Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Diabetes  Melitusdi Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah Tahun 2020. Metode penelitian ini adalah Penelitian ini bersifat observasional analitik, data yang diperoleh berupa data sekunder pasien suspect diabetes mellitus. Pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow dengan populasi tidak diketahui sehingga mendapatkan 126 sampel. Analisis yang akan digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Korelasi Spearman. Hasil yang didapat adalah Diketahui responden yang mengalami diabetes mellitus sebanyak 93 orang (73.8%), berusia dewasa tengah sebanyak 47 orang (87.0%), sebanyak 72 orang (79.1%) berjenis kelamin perempuan dan sebanyak 51 orang (85.0%) berpendidikan dasar Kesimpulan pada penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, dan tingkat Pendidikan dengan kejadian diabetes mellitus di klinik mardi waluyo lampung tengah tahun 2020.
HUBUNGAN ANTARA PEKERJAAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI KLINIK MARDI WALUYO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Resti Arania; Tusy Triwahyuni; Toni Prasetya; Sekar Dwi Cahyani
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.541 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4110

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang dapat terjadi disaat tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup yaitu hormon tubuh yang dapat mengatur gula dalam darah yang disebabkan karena adanya gangguan pada pankreas, atau kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi oleh tubuh. Diabetes mellitus adalah salah satu dari 4 penyakit tidak menular yang perlu ditindak lanjuti. Faktor resiko penyakit tidak menular khususnya diabetes ini seringkali  berkaitan dengan gaya hidup, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti  diabetes mellitus ini lebih sering terjadi di negara yang berkembang dibanding negara yang maju. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui adanya hubungan antara pekerjaan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes  mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah tahun 2020. Metode Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross  sectional, data yang diperoleh berupa data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien  diabetes mellitus dan data primer berupa kuesioner Aktivitas Fisik. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021. Pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow dengan populasi tidak diketahui sehingga mendapatkan 126 sampel.Analisis  yang akan digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Korelasi Spearman.  Hasil yang didapat Dari 126 responden suspect diabetes mellitus, sebanyak 93 orang responden mengalami diabetes mellitus (73,8%). Dari 93 orang responden yang mengalami diabetes mellitus, sebanyak 47 orang responden beraktivitas fisik rendah (94,0%) dengan nilai (p=0000) dan sebanyak 42 orang responden (89,4%) tidak memiliki pekerjaan dengan nilai (p=0.002). Kesimpulan pada penelitian ini adalah Terdapat hubungan antara pekerjaan dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus di Klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah tahun 2020.
PERBANDINGAN INDEKS ERITROSIT PADA SAMPEL DARAH 3 mL, 2 mL, DAN 1 mL DENGAN ANTIKOAGULAN K2EDTA DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Syuhada Syuhada; Tusy Triwahyuni; Amalia Dwi Nugraheni
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.535 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i1.4108

Abstract

Penetapan hasil didalam laboratorium berdasarkan kondisi pre analitik, analitik, post analitik yang baik salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan hematologi di laboratorium adalah penggunaan antikoagulan dalam pengambilan darah. Tabung vacutainer berisi antikoagulan K2EDTA banyak digunakan sebagai penampung darah karena mempunyai ketepatan kadar antikoagulan yang baik. Volume darah yang tidak sesuai dalam tabung vacutainer sangat berpengaruh pada ketepatan hasil laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan indeks eritrosit pada volume sampel darah 3 mL, 2 mL, dan 1 mL dengan antikoagulan K2EDTA. Penelitian ini menggunakan data primer dengan pemeriksaan hematologi di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melalui pemeriksaan hematologi menggunakan alat Hematology Alayzer Mindray BC-3600 dengan jumLah sampel 40 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil pemeriksaan indeks eritrosit menunjukkan rerata nilai MCV, MCH, dan MCHC pada tabung dengan 3 mL darah (86,4 fl; 28,9 pg; 33,6%) tabung dengan 2 mL darah (86,5 fl; 28,7 pg; 33,5%) tabung dengan 1 mL darah (86,3 fl; 28,9 pg; 33,5%). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara pemeriksaan indeks eritrosit dengan volume sampel darah 1 mL, 2 mL, dan 3 mL pada tabung vacutainer K2EDTA.
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA KEDOKTERAN TINGKAT AWAL DAN AKHIR UNIVERSITAS MALAHAYATI MENGENAI PERAN VITAMIN C DAN D BAGI IMUNITAS TUBUH SAAT PANDEMI COVID-19 Yesi Nurmalasari; Tusy Triwahyuni; Dessy Hermawan; Mutiara Tasya Sazabilla
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.4124

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan adalah merupakan hasil dari rasa keingintahuan melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat pendidikan atau jenis pendidikan yang diperoleh, informasi yang diperoleh oleh orang tersebut, pengalaman, budaya dan status sosial ekonomi orang tersebut. Tingkat pengetahuan dan pemahaman setiap orang tentang penggunaan vitamin C dan D pasti berbeda-beda, vitamin C dan D juga sangat penting bagi imunitas. Vitamin C adalah vitamin yang larut dalam air, antioksidan, dan faktor yang penting dalam biosintesis kolagen, metabolisme tulang rawan dan katekolamin, dan penyerapan zat besi yang dihasilkan dari makanan. Sedangkan vitamin D adalah sejenis prohormon yang larut dalam lemak yang juga dikenal sebagai kalsiferol. Kedua vitamin ini dapat membantu menambah kekuatan imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa Kedokteran angkatan tingkat awal dan akhir Universitas Malahayati mengenai peran Vitamin C dan D bagi Imunitas tubuh saat pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, melalui kuesioner yang diberikan secara online kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan sampel penelitian sejumlah 169 responden. Tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh tingkat tertinggi adalah tingkat pengetahuan rendah 52 orang (75,4%). Dan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2020 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 45 orang (65,2%). Sedangkan tingkat pengetahuan vitamin C mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah Tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 97 orang (97%). Tingkat pengetahuan vitamin D mahasiswa menurut angkatan 2018 hasil yang diperoleh adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 95 orang (95%). tingkat pengetahuan vitamin C dan D diperoleh hasil melalui uji Mann Whitney didapatkan p=0,001 (p<0,05). Kata kunci: Pengetahuan, vitamin C, vitamin D ABSTRACT Knowledge is the result of curiosity through sensory processes, especially in the eyes and ears towards a particular object. A person's level of knowledge can be influenced by several factors, namely the level of education or the type of education obtained, the information obtained by the person, the experience, culture and socioeconomic status of the person. Everyone's level of knowledge and understanding of the use of vitamins C and D must vary, vitamins C and D are also very important for immunity. Vitamin C is a water-soluble vitamin, antioxidant, and an important factor in collagen biosynthesis, cartilage and catecholamine metabolism, and absorption of iron produced from food. Vitamin D is a type of fat-soluble prohormone also known as calciferol. Both of these vitamins can help increase the strength of the body's immunity during the COVID-19 pandemic. To Find out the comparison of the knowledge level of Medical Students of the early and final levels of Malahayati University regarding the role of Vitamins C and D for immunity during the COVID-19 pandemic. This type of research is quantitative research. With the analytical survey method using cross sectional design, through questionnaires given online to respondents who meet the inclusion criteria. Obtained a sample of 169 respondents. The level of knowledge of vitamin C students according to the class of 2020 the highest level of results obtained is a low knowledge level of 52 people (75,4%). And vitamin D students according to the class of 2020 the results obtained are a high level of knowledge as many as 45 people (65,2%). While the level of knowledge of vitamin C students according to the class of 2018 the results obtained are a high knowledge level of 97 people (97%). The level of knowledge of vitamin D students according to the class of 2018 the results obtained are a high level of knowledge as many as 95 people (95%). The level of knowledge of vitamins C and D obtained results through the Mann Whitney test obtained p = 0.001 (p<0.05). Key Word: Knowledge, vitamin C, vitamin D
Perbedaan Indeks Trombosit (PDW, MPV, P-LCR, PCT) dan Jumlah Trombosit Antara Pasien Infeksi Dengue Primer dan Sekunder Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Hidayat Hidayat; Tusy Triwahyuni; Zulfian Zulfian; Vita Lestari Ayuningsih
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 6 No 1 (2021): JOURNAL OF HEALTH SCIENCE (JURNAL ILMU KESEHATAN)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jik.v6i1.1306

Abstract

Demam berdarah dengue termasuk penyakit endemik yang disebabkan oleh virus dengue. Manifestasi klinis ditandai oleh trombositopenia. Trombositopenia terjadi melalui mekanisme supresi sumsum tulang, destruksi dan pemendekan masa hidup trombosit. Selain jumlah trombosit, terdapat indeks trombosit yang diketahui sebagai aktivasi trombosit yaitu PDW, MPV, P-LCR dan PCT. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan indeks trombosit (PDW, MPV, P-LCR, PCT) dan jumlah trombosit pada pasien infeksi dengue primer dan sekunder di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analitik cross-sectional. Populasi yaitu pasien infeksi dengue primer dan sekunder menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 pasien. Data diperoleh dari rekam medis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analisis data dengan uji independent T test dan uji Mann Whitney. Dari 35 data didapatkan hasil yang terinfeksi dengue primer sebanyak 13 orang (37,1%) dan 22 orang (62,9%) terinfeksi dengue sekunder. Median PDW infeksi dengue primer 9,7±1,24% dan sekunder 10,75±1,87%. Median MPV infeksi dengue primer 9,7±2,25fL dan sekunder 10,087±0,84fL. Rerata P-LCR infeksi dengue primer 20,58±7,93% dan sekunder 25,33±6,84%. Median PCT infeksi dengue primer 0,17±1,07% dan sekunder 0,18±0,07%. Rerata jumlah trombosit infeksi dengue primer 169.523,08±57.590,713/µL dan sekunder 179.318,18±75.082,422/µL. Hasil uji statistik didapatkan nilai p; PDW nilai p=0,068, MPV nilai p=0,538, P-LCR nilai p=0,101, PCT nilai p=0,973 dan jumlah trombosit nilai p=0,393. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara indeks trombosit (PDW, MPV, P-LCR, PCT) dan jumlah trombosit untuk infeksi dengue primer dengan sekunder. Dengue hemorrhagic fever is endemic disease caused by dengue virus.. Clinical symptomp marked by trombositopenia. Trombositopenia occurs through in mechanism of bone marrow suppresion, destruction and shortening of platelet life span. Morever platelet count, there are platelet index who known as platelet activator are PDW, MPV, P-LCR and PCT. This research to determine the difference platelet index (PDW, MPV, P-LCR, PCT) and platelet count between primary and secondary dengue infection patient at Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. The research use analytic observational method with cross-sectional research design. Population are patient who diagnosed with primary and secondary dengue infection and using total sampling method for sampling with 35 patient. Data obtained from Regional General Hospital Dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province. Data were analyzed by independent T test and Mann Whitney test. Based on 35 data from medical records, the patient who diagnosed as primary dengue infection are 13 people (37,1%) and 22 people (62,9%) who diagnosed as secondary dengue infection. Median of PDW primary dengue infection was 9,7±1,24% and secondary dengue infection was 10,75±1,87%. Median of MPV primary dengue infection was 9,7±2,25fL and secondary dengue infection was 10,087±0,84fL. Mean of P-LCR primary dengue infection was 20,58±7,93% and secondary dengue infection was 25,33±6,84%. Median of PCT primary dengue infection was 0,17±1,07% and secondary dengue infection was 0,18±0,07%. Mean of platelet count primary dengue infection was 169.523,08±57.590,713/µL and secondary dengue infection was 179.318,18±75.082,422/µL. Based on the result of statistical analyisis data, PDW p value =0,068, MPV p value=0,538, P-LCR p value=0,101, PCT p value=0,973 and platelet count p value=0,393.There are no significant differences platelet index (PDW, MPV, P-LCR, PCT) and platelet count in primary with secondary dengue infection.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Kadar Gula Darah Dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung Nada Nisrina Imalambasi; Tusy Triwahyuni; T Marwan Nusri; Rina Kriswiastiny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.286 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i4.5889

Abstract

ABSTRACT Hyperglycemia and abnormal BMI are possible signs of metabolic disease. Diabetes mellitus is a disease of glucose metabolic disorders in which the body cannot or is not good at controlling the glucose that enters from food so that blood sugar levels are high. This study aims to determine the relationship between long suffering from type 2 diabetes mellitus and blood sugar levels with body mass index (BMI) in type 2 diabetes mellitus patients at Pertamina Bintang Amin Husada Hospital Bandar Lampung in 2021. This study used an observational analytic method and a cross sectional approach. It was found that the results of statistical tests on the relationship between long suffering from diabetes mellitus and body mass index obtained a p-value (0.011) so it can be concluded that there is a relationship between duration of suffering from type 2 diabetes mellitus and body mass index (BMI). Furthermore, the results of statistical tests on the relationship between blood sugar levels and body mass index obtained a p-value (0.170) so it can be concluded that there is no relationship between blood sugar levels and body mass index (BMI). It is known that there is a relationship between duration of suffering from type 2 diabetes mellitus and body mass index (BMI) with p value = 0.011 (p <0.05) and a low correlation level with (r) = 0.282. It is known that there is no relationship between blood sugar levels and body mass index (BMI) with p value = 0.170 (p>0.05). Key words: Diabetes Melitus, Long Suffering, Blood Sugar Level, Body Mass Index ABSTRAK Hiperglikemia dan IMT abnormal adalah tanda-tanda kemungkinan penyakit metabolik. Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolik glukosa yang mana tubuh tidak dapat atau kurang baik dalam mengontrol glukosa yang masuk dari makanan sehingga kadar gula darah tinggi. Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus tipe 2 dan kadar gula darah dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2021. Pada penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dan dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini didapatkan pada hasil uji statistik tentang hubungan lama menderita diabetes melitus dengan indeks massa tubuh diperoleh nilai p-value (0,011) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe 2 dengan indeks massa tubuh (IMT). Selanjutnya pada hasil uji statistik tentang hubungan kadar gula darah dengan indeks massa tubuh diperoleh nilai p-value (0,170) maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan indeks massa tubuh (IMT). Pada penelitian ini diketahui terdapat hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe 2 dengan indeks massa tubuh (IMT) dengan hasil p value = 0,011 (p<0,05) dan dengan tingkat korelasi rendah dengan nilai (r) = 0,282. Diketahui tidak terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan indeks massa tubuh (IMT) dengan hasil p value = 0,170 (p>0,05). Kata Kunci: Diabetes Melitus, Lama Menderita, Kadar Gula Darah, Indeks Massa Tubuh
Hubungan Kecacingan dengan Kejadian Anemia pada Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung Rita Agustina; Tusy Triwahyuni; Devita Febriani Putri; Nindi Destiani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 4 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.469 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i4.3987

Abstract

ABSTRACT: RELATIONSHIP WITH ANEMIA IN ELEMENTARY CHILDREN IN TANJUNG SENANG REGENCY, BANDAR LAMPUNG Background: Anemia is a condition in which the number of red blood cells or the hemoglobin concentration in them is less than normal. WHO in the World Wide Prevalence of Anemia reports that the total population of the world who suffer from anemia is 1.62 billion people with a prevalence in primary school children (25.4%) and 305 million school children worldwide suffer from anemia. In general, the cause of anemia is nutritional deficiencies, especially iron deficiency and parasitic infections such as worms. Worms is an infectious disease caused by parasites in the form of worms. Objective: Knowing the Relation between Worms and Anemia in Elementary School Children in In Tanjung Senang District Bandar Lampung in 2020. Method: This type of research is quantitative research and analytical observational research methods with a cross sectional approach with the Chi Square test. Sampling was done using Quota Sampling. The sample in this study were 63 people. Results: The results of the Chi Square test showed p-value = 0.000, which is less than the significance value of 5% (0.05), this shows that there is a significant relationship between worms and anemia in elementary school children in Tanjung Senang, Bandar Lampung, in 2020. Conclusion: There is a significant relationship between helminths and the incidence of anemia in elementary school children in Tanjung Senang, Bandar Lampung, in 2020. Keywords: Worms, Anemia Incidence  ABSTRAK: HUBUNGAN KECACINGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG Pendahuluan: Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya kurang dari biasanya. WHO dalam World wide Prevalence of Anemia melaporkan bahwa total dari keseluruhan penduduk dunia yang menderita anemia adalah 1,62 miliar orang dengan prevalensi pada anak sekolah dasar (25,4%) dan 305 juta anak sekolah di seluruh dunia menderita anemia. Pada umumnya penyebab anemia adalah kekurangan nutrisi, terutama kekurangan zat besi dan infeksi parasit seperti kecacingan. Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kecacingan Dengan Kejadian Anemia Pada Anak Sekolah Dasar di Di Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dan metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan uji Chi Square. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Quota Sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 63 orang.Hasil: Hasil uji Chi Square  menunjukkan p-value = 0.000 dimana kurang dari nilai kemaknaan yaitu 5% (0.05), hal tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecacingan dengan kejadian anemia pada anak Sekolah Dasar di Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun 2020.Kesimpulan: Kesimpulannya terdapat hubungan yang signifikan antara kecacingan dengan kejadian anemia pada anak Sekolah Dasar di Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung Tahun 2020. Kata Kunci  Kecacingan, Kejadian Anemia
Karakteristik Fisik, Kimia, Dan Biologi Tempat Perindukan Potensial Larva Anopheles Sp. Dan Indeks Habitat Di Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran Akmal Taher; Tusy Triwahyuni; Ismalia Husna; Devita Febriani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Volume 1 Nomor 2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.228 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v1i2.3819

Abstract

ABSTRACT: PHYSICAL, CHEMICAL, AND BIOLOGICAL CHARACTERISTICS OF POTENTIAL FARMING PLACE OF LARVA Anopheles sp. AND HABITAT INDEX IN SUKAMAJU VILLAGE DISTRICT PUNDUH PIDADA PESAWARAN DISTRICT Background:  Malaria is an infectious disease transmitted through mosquitoes and has become a health problem both in the world and Indonesia especially in Lampung. The population of the malaria vector is strongly influenced by the location of the breeding place. Purpose: Knowing the Physical, Chemical, and Biological Characteristics of Potential Breeding Places for Anopheles Sp. and Habitat Index in Sukamaju Village, Punduh District, Pesawaran Regency, Lampung Province, 2020. Methods: This was a descriptive study with a cross-sectional study research design. The physical characteristics have done by measuring temperature and water depth, the chemical characteristics by measuring pH and water salinity, and the biological characteristics by looking at organisms found at the sampling site. As well as calculating the habitat index. Results: The physical characteristics of the brooding sites have an average water temperature of 31.33 ° C and an average water depth of 25.840 cm. Chemical characteristics of brooding sites mean 2.4280 ‰ of water salinity, and most of the acidity (pH) of water is acidic. The biological characteristics of breeding sites are mostly water and plant predators. Habitat index obtained a value of 1%.Conclusion: That these places have the potential to transmit malaria. Keywords: Anopheles sp., breeding place, malaria   INTISARI: KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI TEMPAT PERINDUKAN POTENSIAL LARVA Anopheles sp. DAN INDEKS HABITAT DI DESA SUKAMAJU  KECAMATAN PUNDUH PIDADA KABUPATEN PESAWARAN  Latar Belakang : Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui nyamuk dan telah menjadi masalah kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia khususnya di daerah Lampung. Populasi vektor malaria sangat dipengaruhi oleh lokasi tempat perindukannya. Tujuan : Mengetahui Karakteristik Fisik, Kimia, dan Biologi Tempat Perindukan Potensial Nyamuk Anopheles Sp. dan Indeks Habitat Di Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Karakteristik fisik dilakukan dengan mekukur suhu dan kedalaman air, karakteristik kimia dengan mengukur pH dan salinitas air, dan karakteristik biologi dengan melihat organisme yang ditemukan di tempat pengambilan sampel. Serta melakukan penghitungan indeks habitat. Hasil : Karakteristik fisik pada tempat perindukan rata-rata suhu air 31,33°C, dan rata-rata kedalaman air 25,840 cm. Karakteristik Kimia pada tempat perindukan rata-rata salinitas air 2,4280‰, dan sebagian besar derajat keasaman (pH) air adalah asam. Karakteristik Biologi pada tempat perindukan sebagian besar terdapat predator air dan tumbuhan. Indeks habitat didapatkan nilai 1%. Kesimpulan : Bahwa tempat-tempat tersebut berpotensi untuk penularan penyakit malaria. Kata Kunci : Anopheles sp., malaria, tempat perindukan
Perbandingan Jumlah Trombosit Pada Sampel Darah 3 ML, 2 ML, & 1 ML Dengan Antikoagulan K2EDTA Setelah Ditunda 4 Jam Di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Syuhada Syuhada; Abdurrahman Izzudin; Tusy Triwahyuni; Bella Tania Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.21 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i4.6429

Abstract

ABSTRACT Insufficient sample volume and delay can increase blood clotting; besides can cause platelets aggregation (stick to one another). Objectives: to determine whether there is a difference between the results of the hematology test of the platelet count in the volume of 3 ml, 2 ml, and 1 ml blood samples with K2EDTA anticoagulant after being postponed 4 hours. This study used an observational analytic method with a cross sectional design. The mean results of the platelet count in 1 ml and 2 ml of blood volume in the K2EDTA vacutaier tube which are postponed for 4 hours are higher than the platelet count in 3 ml of blood volume. Conclusion: There is no significant difference in the number of platelets in 3 ml, 2 ml, and 1 ml blood samples in the K2EDTA vacutainer tube after being postponed 4 hours. Key words: Hematology Test, Blood Volume, Postponed 4 Hours. ABSTRAK Volume sampel yang kurang dan penundaan dapat meningkatkan pembekuan darah dan menyebabkan trombosit mengalami agregasi (menempel dengan yang lainnya). Tujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan hematologi jumlah trombosit pada volume sampel darah 3 ml, 2 ml, dan 1 ml dengan antikoagulan K2EDTA setelah ditunda 4 Jam pada orang sehat. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Hasil: Hasil rerata jumlah trombosit pada volume darah 1 ml dan 2 ml dalam tabung vacutaier K2EDTA yang ditunda selama 4 jam lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah trombosit pada volume darah 3 ml. Tidak terdapat perbedaan bermakna jumlah terombosit pada sampel darah 3 ml, 2 ml, dan 1 ml pada tabung vacutainer K2EDTA setelah ditunda 4 jam. Kata Kunci : Pemeriksaan Hematologi, Volume Darah, Ditunda 4 Jam.
Perbandingan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah 3 mL, 2 mL, & 1 mL Dengan Antikoagulan K2EDTA Setelah Ditunda 4 Jam Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Syuhada Syuhada; Tusy Triwahyuni; Zehan Aura Nabigha; Bella Tania Putri; Hemas Priyayi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.832 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v2i3.6416

Abstract

ABSTRACT Laboratory examinations pass through three stages, namely pre-analytical, analytical and post-analytic. The highest error rate is at the preanalytic stage reaching 70%. The comparison between the volume of blood samples and the unbalanced amount of anticoagulants as well as the length of time delays in the examination can affect the results of laboratory tests, resulting in an inaccurate examination. This study aims to determine whether there are differences in the results of hemoglobin levels in 3 mL, 2 mL, & 1 mL blood samples with K2EDTA anticoagulant after 4 hours postponed. This research method is analytic observational with a cross-sectional approach using primary data through a hematological examination using the Mindray BC-3600 Hematology Analyzer at UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. The subjects of this study amounted to 50 respondents who met the inclusion criteria and exclusion criteria. 6 mL of blood was taken and then put into three K2EDTA vacutainer tubes with a volume of 3 mL, 2 mL, and 1 mL and then postponed for 4 hours. In the One Way Anova test, the results were 0.0977 (p-value 0.05) so the difference between 3 mL, 2 mL, and 1 mL blood samples was considered to have no significant difference. There was no significant difference between the examination of hemoglobin levels in 3 mL, 2 mL, and 1 mL blood samples with K2EDTA anticoagulant after 4 hours postponed.  Keywords: Hematological Examination, Blood Volume, K2EDTA, Postponed ABSTRAKPemeriksaan laboratorium melewati tiga tahap yaitu praanalitik, analitik dan pascaanalitik. Tingkat kesalahan tertinggi yaitu pada tahap praanalitik mencapai 70%. Perbandingan antara volume sampel darah dengan jumlah antikoagulan yang tidak seimbang serta lama penundaan waktu pemeriksaan dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium sehingga menghasilkan pemeriksaan yang kurang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada sampel darah 3 mL, 2 mL, & 1 mL dengan antikoagulan K2EDTA setelah ditunda 4 jam. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer melalui pemeriksaan hematologi dengan alat Hematology Analyzer Mindray BC-3600 di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Subjek penelitian ini berjumlah 50 orang responden  yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Darah diambil sebanyak 6 mL lalu dimasukan kedalam 3 tabung vacutainer K2EDTA dengan volume 3 mL, 2 mL, dan 1 mL kemudian ditunda 4 jam. Analisis data menggunakan uji statistik parametrik yaitu One Way Anova dengan SPSS 26. Pada uji One Way Anova didapatkan hasil 0,0977 (p-value 0,05) sehingga perbedaan antara sampel darah 3 mL, 2 mL, dan 1 mL dianggap tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemeriksaan kadar hemoglobin pada sampel darah 3 mL, 2 mL, dan 1 mL dengan antikoagulan K2EDTA setelah ditunda 4 jam.Kata Kunci: pemeriksaan hematologi, volume darah, K2EDTA, penundaan
Co-Authors Abdurrahman Izzudin Agelia Nabilah Azra Ahsan, Dany Akbar, Rizky Akmal Taher Aldri Frinaldi Alfarisi, Ringgo Alif Rizky Hafizhdillah Amalia Dwi Nugraheni Andi Siswandi Anggunan Anggunan Anton Anton Arivo, Debi Arsy Sulisvia Ningsih Astri Pinilih Astri Pinilih aswan jhonet Aulia Aulia Ayati, Tri Ayuningsih, Vita Lestari Beatrice Perangin Angin Bella Tania Putri Betseba Natalia Pangaribuan Buldani, Aang Citra Prawesti Kurnia Den Raza Anggara Devi Ayu Wulandari Deviani Utami Deviani Utami Dharmawita Dharmawita Diah Ismunarti Doni Rahman Nurdiana Efrida Warganegara Eka Silvia Eko Purnanto Elitha Utari Esfandiari, Firhat Fadila Dwinda Fitriyani Fadilah, Dwi Noor Fauziah, Syifa Alya Febriani Putri, Devita Ferdinand Anem Pigome Festy Ladyani Festy Ladyani Mustofa Fidel Rama Nugraha Firdaus, Hafiz Ikhsan Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firly Windiyani Fitriani, Dita Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Fadila Dwinda Handayani, Esy Tri Hemas Priyayi Hermawan, Dessy Hernowo Anggoro Wasono Hetti Rusmini Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Husna, Ismalia Ihsanul Karim Indra Kumala Iskandar, Fryiska Fauziah Ismalia Husna Ismalia Husna Jovita Mutiara Saragih Kencana, Guntur Batara Kriswiastiny, Rina Kukuh Bangsawan Kurniati, Mala Kurniati, Mala Ladiyani, Festy Laksono Trisnantoro M. Syafei Hamzah Maria Puji Lestari, Sri Mei Ardiyandyah, Fajar Karel Melisa Andesti Miya Medina Monica, Meisy Muhamad Ibnu Sina Muhamad Iqbal Akhmalbih Muhamad Yasir Muhammad Nur MUHAMMAD YUSUF Mutiara Tasya Sazabilla Nabigha, Zehan Aura Nada Nisrina Imalambasi Nadia Saragih, Jovani Ruth Najmi Bias Aysa Nanda Pratiwi Nasiroh, Nasiroh Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Putu Vila Primatama Nia Triswanti Nia Triswanti Nindi Destiani Nopi Sani Nucky Nurhikmah Rahman Nurfauzi, M. Rizal nurmalasari, yesi Nurmarisah Nurmarisah Nurul Fatimah Nurul Fatimah Nusri, T Marwan Nusri, T. Marwan Octa Reni Setiawati Prasetia, Toni Priyayi, Hemas Puji Lestari, Sri Maria Purwaningrum, Ratna Putri , Bella Tania Putri, Maharani Putri, Siti Fhatima Novariani Rachmat Syuhada Rahmadhany, Tommy Dias Resti Arania Resti Arania Resti Arania Resti Arania Rezica Kanza Nobiola Rian Hazni Rima Puspita Sari Rina Kriswiastiny Rita Agustina Rizka Rahmawati Robi Azis Rolin Soraya Romi Yuansah Sandi, Prily Nadila Sandrawati, Sandrawati Sani, Nopi Saragih, Jovani Ruth Nadia Sekar Dwi Cahyani Selvia Anggraeni, Selvia Setiawan, Gigih Setiawati, Octa Reni Siti Nurjanah SITI NURJANAH Soemarwoto, Retno Ariza Sofian Hadi Sri Maria Puji Lestari Sunartini, Nina syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada T Marwan Nusri Teuku Marwan Nusri Titi titi Lestari Toni Prasetia Toni Prasetya Tony Prasetia Tri Ayati Triswanti, Nia Utami, Deviani Utari, Elitha Utari, Elitha M Utari, Elitha Martharina Vionita Vionita Vita Lestari Ayuningsih Welay, Santri Ditira Wicaksono, Naufal Irsyad Wildan Khaerul Umam Yelin Julita Yulyani, Vera YWahyudi, Alfi Zainul Umari Zehan Aura Nabigha Zihan Aulia Nugraha Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulhafis Mandala