Claim Missing Document
Check
Articles

KORELASI ANTARA HASIL PEMERIKSAAN SPUTUM BTA DENGAN HASIL PEMERIKSAAN GENEXPERT PADA PASIEN TB-MDR DI RSUD DR.H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE TAHUN 2015-2016 Hidayat Hidayat; Tusy Triwahyuni; Aulia Aulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.333 KB) | DOI: 10.33024/.v4i1.771

Abstract

Tuberculosis Multi Drug Resistant (TB-MDR) adalah kasus tuberkulosis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang resisten minimal terhadap Rifampisin dan Isoniazid. Pemeriksaan mikroskopis BTA adalah pemeriksaan diagnostik yang digunakan secara luas, tetapi sulit mendeteksi bakteri dengan jumlah <10.000 CFU/mL. Pemeriksaan GeneXpert adalah alat uji diagnostik berbasis PCR yang dapat mendeteksi Mycobacterium tuberculosis sekaligus mendeteksi TB-MDR.  Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada korelasi antara hasil pemerksaan sputum BTA dengan hasil pemeriksaan GeneXpert pada pasien TB MDR di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung periode Tahun 2015-2016.Penelitian merupakan penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah semua pasien TB MDR yang telah dilakukan pemeriksaan sputum BTA dan GeneXpert di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung periode tahun 2015-2016. Analisis data menggunakan program SPSS dengan uji korelasi Spearman.Dari 459 pasien yang dilakukan pemeriksaan GeneXpert didapatkan 189 pasien dengan hasil GeneXpert positif Mycobacterium tuberculosis dan 50 daiantaranya adalah TB MDR. Hasil uji korelasi Spearman didapatkan nilai p = 0,0001 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi positif 0,769.Hasil pemeriksaan sputum BTA berkorelasi secara bermakna dan terdapat korelasi positif kuat dengan hasil pemeriksaan GeneXpert (p=0,0001 ; r = 0,769).
PENGARUH PEMBERIAN SENYAWA SAPONIN DALAM EKSTRAK MENTIMUN (Cucumissativus) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN MENCIT (Mus musculus L) Tusy Triwahyuni; Hetti Rusmini; Romi Yuansah
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.837 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v4i1.1308

Abstract

THE EFFECT OF GIVING SAPONIN COMPOUNDS IN CUCUMBER EXTRACTS (Cucumis sativus) ON WEIGHT REDUCTIONBODY OF MENCIT (Mus musculus L) Saponin is a compound which has hidrofobic substance (soluble in fat) and part of sugar chain which has hydrophilic substance (soluble in water). One of plants containing saponins is cucumber. Samponins contained in cucumber work by binding to bile acids and cholesterol, thereby functioning as an anti- obesity and anti adipogenik.This research used True Eksperimental research with pre and post test control group design consisting of control group, treatment groups (-), P1, P2 and P3. Each treatment group was given by saponin compound in cucumbar extract with different dose variant. Subject this research using 25 mice. The data used primary data. This research usedanova-tukey. Body weight of mice in control group with an mean of 29,8 ± 1,304 in treatment group (-) with an mean of 42,00 ± 0,707, in treatment at a dose of 0,2 mg with an mean of 33,60 ± 1,817, in treatment at a dose of 0,4 mg with an mean of 36,00 ± 1,121 and in treatment at a dose of 0,6 mg with an mean 36,00 ±2,121.The results of this study proved that saponin is cucumber extract able to lose weightof mice who are obese and the most significant dose of weight loss in mice is a dose of 0,2 mg and 0,6 mg.Keywords :Weight, Saponins,Cucumber Extract, Mice Saponin adalah senyawa yang bersifat hidrofobik (larut dalam lemak) dan bagian rantai gula yang bersifat hidrofilik (larut dalam air).Salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa saponin adalah buah mentimun. Senyawa saponin yang terkandung dalam buah mentimun berkerja dengan cara berikatan dengan asam empedu dan kolesterol, sehingga berfungsi sebagai anti obesitas dan anti adipogenik.Penelitian ini merupakan penelitian True Eksperimental dengan desain penelitian Pre and post test control groups yang terdiri dari kelompok kontrol, kelompok perlakuan (-), P1, P2 dan P3. Setiap kelompok perlakuan diberikan senyawa saponin dalam ekstrak mentimun dengan varian dosis yang berbeda-beda.Subjek penelitian ini mengunakan 25 ekor mencit (Mus musculus L).Data yang digunakan adalah data primer.Uji statistik menggunakan uji ANOVA- Tukey.Berat badan mencit pada kelompok kontrol dengan rerata sebesar 29,80 ± 1,304, pada kelompok perlakuan (-) dengan rerata sebesar 42,00 ± 0,707, pada perlakuan dengan dosis 0,2 mg dengan rerata sebesar 33,60± 1,817, pada perlakuan dengan dosis 0,4 dengan rerata sebesar 36,00 ± 1,121 dan pada perlakuan dengan dosis 0,6 mg dengan rerata 36,00 ± 2,121. Hasil penelitian ini terbukti bahwa senyawa saponin dalam ekstrak mentimun mampu menurunkan berat badan pada mencit yang mengalami obesitas dan dosis yang paling signifikan terhadap penurunan berat badan pada mencit adalah dosis 0,2 mg dan 0,6 mg.Kata Kunci: Berat badan, senyawa saponin , ekstrak mentimun, mencit
Hubungan Curah Hujan dengan Kasus Demam Berdarah Dengue di Bandar Lampung 2016-2018 Tusy Triwahyuni; Ismalia Husna; Melisa Andesti
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1 No 3 (2020): Mei
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v1i3.58

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is disease caused by dengue virus through mosquito as the vector, which spread rapidly. Meanwhile, since 1968 until 2009 WHO determined Indonesia as a country with the highest DHF incidence in South-east asia Departement of Health of Bandar Lampung City. The study aim to know the correlation of rainfall and dengue incidence in Bandar Lampung City Periode 2016-2018. This analytic study performed correlation approach. Secondary data sources from BMKG and Departement of Health of Bandar Lampung City were obtained. Analyzing data was using SPSS 19. This research was done during January 2020 until February 2020. There were 36 samples from BMKG and department of health of Bandar Lampung city periode 2016-2018 taken using total sampling method. Result show the heaviest rainfall in 2016-2018 recorded in February with average 218,3 mm. The most DHF incidence recorded in March with average 136 incidences. The correlation test shown r= 0,451, N = 36, signification 0,006. There is a correlation between rainfall and DHF incidence with average correlation strength in positive direction.
Uji Sensitivitas Kunyit Kuning dan Kunyit Putih Terhadap Bakteri Pencemar Susu Rezica Kanza Nobiola; Tusy Triwahyuni; Nia Triswanti; Efrida Warganegara
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1 No 4 (2020): Agustus
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v1i4.73

Abstract

Yellow turmeric (Curcuma longa) and white turmeric (Kaempferia rotunda) are one of the medicine plants and seasons that are used by most of the people. Turmeric belongs to the zingiberaceae family as a medicinal plant that is known to contain antibacterial substances. Antibacterial ingredients in turmeric, namely are curcuminoids and essential oils which are believed to be able to kill and inhibit bacteria. The purpose of this study is to know the sensitivity of yellow turmeric and white turmeric to milk contaminating disease using the Kirby Bauer method with a diffusion disk technique. The study design using experimental technique. Yellow turmeric rhizome extract and white turmeric were tested to the milk contaminating disease using diffusion disk technique with 12,5%, 25%, 50%, and 100% concentration. Yellow turmeric rhizome extract with 12,5%, 25%, 50%, and 100% concentration showed results inhibition diameter zone: 0 mm, 11,3 mm, 15,3 mm, and 17 mm. On the other hand, white turmeric gets no result in the inhibition diameter zone for all concentration. This study showed there is a sensitivity of yellow turmeric to bacteria of milk-contamination that causes foodborne disease using the Kirby Bauer method with white turmeric disk diffusion technique. There is no sensitivity to bacteria of milk-contamination that causes foodborne disease using the Kirby Bauer method with disk diffusion technique
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Angka Kejadian Kondiloma Akuminata Eka Silvia; Tusy Triwahyuni; M. Syafei Hamzah; Rian Hazni
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2 No 2 (2021): Februari
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v2i2.152

Abstract

Condyloma acuminata or what is often referred to as or genital warts caused by certain types of human papilloma virus (HPV) especially types 6 and 11. The level of education is one of the social factors that play a role in supporting a person to receive knowledge and information about condyloma acuminata disease, where the higher the level of education of a person usually has a greater understanding of health problems and their prevention, as well as the lower the level of one's education causes the more limited knowledge about the dangers of unhealthy behavior, so that they are not motivated to set a healthy lifestyle The purpose of this research is to determine the correlation between education level and the incidence of condyloma acuminata in dermatovenerology polyclinic of regional general hospital DR. H. Abdul Moeloek Lampung Province 2020. type of this research is analytic observational, with a cross-sectional study design, and with secondary data collection of condyloma acuminata and education level. The education level classification is adjusted according to the Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2003 concerning the National Education System. The technical of collecting the sample is total sampling. Data was collected by looking at medical record data and analyzed using the Spearman test. Results Obtained from 102 people according to the sample obtained. In patients with condyloma acuminata, the highest education level was 49.3%. The results of the Sperman statistical test obtain p = 0.009 (p <0.05) with a value of r = 0.256. Conclusion The final results showed that there was a significant relationship between the level of education and condyloma acuminata, the higher the level of education is lower, the higher the incidence of condyloma acuminata
Hubungan Pengetahuan Masyarakat Tentang Perilaku Pencegahan Covid-19 dengan Kejadian Covid-19 di Pekon Lembasung Kabupaten Way Kanan Beatrice Perangin Angin; tusy Triwahyuni; Zulhafis Mandala; Mala Kurniati
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i8.6716

Abstract

ABSTRACT Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Knowledge about preventing the COVID-19 outbreak is very important so as not to cause an increase in the number of COVID-19 cases too quickly. Public knowledge about COVID-19 can be interpreted as the result of knowing about this disease, understanding this disease, and how to prevent it. To know the relationship between public knowledge about COVID-19 prevention behavior with the incidence of COVID-19 in Pekon Lembasung, Way Kanan Regency. This type of research uses descriptive analytic method with a cross sectional approach. The population in this study is the community in Pekon Lembasung with a number of samples selected as many as 277 respondents with random sampling technique. Collecting data using a questionnaire sheet and processing data using rank spearman analysis. The frequency distribution of respondent’s characteristics is mostly with the age of 26-45 years by 57.04%, female gender (62.09%), and secondary education (59.57%), the level of public knowledge about COVID-19 prevention behavior is mostly with sufficient knowledge (47.65%), the incidence of COVID-19 was 89 respondents (32.13%). There is a relationship between public knowledge about COVID-19 prevention behavior and the incidence of COVID-19 in Pekon Lembasung, Way Kanan Regency with p value: 0.015. There is a relationship between public knowledge about COVID-19 prevention behavior and the incidence of COVID-19 in Pekon Lembasung, Way Kanan Regency.  Keywords: Knowledge, COVID-19, Infectious Disease                                                   ABSTRAK Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Pengetahuan mengenai pencegahan wabah COVID-19 merupakan hal sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang terlalu cepat. Pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 dapat diartikan sebagai hasil tahu mengenai penyakit ini, memahami penyakit ini, dan cara pencegahannya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang perilaku pencegahan COVID-19 dengan kejadian COVID-19 di Pekon Lembasung Kabupaten Way Kanan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah masyarakat di Pekon Lembasung dengan jumlah sampel yang terpilih sebanyak 277 responden dengan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan pengolahan data menggunakan analisa rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi karakteristik responden sebagian besar dengan umur 26-45 tahun sebesar 57,04%, jenis kelamin perempuan (62,09%), dan pendidikan Menengah (59,57%), tingkat pengetahuan masyarakat tentang perilaku pencegahan COVID-19 sebagian besar dengan pengetahuan cukup (47,65%), angka kejadian COVID-19 sebanyak 89 responden (32,13%). Ada hubungan pengetahuan masyarakat tentang perilaku pencegahan COVID-19 dengan kejadian COVID-19 di Pekon Lembasung Kabupaten Way Kanan dengan p value: 0,015. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan masyarakat tentang perilaku pencegahan COVID-19 dengan kejadian COVID-19 di Pekon Lembasung Kabupaten Way Kanan Kata Kunci: Pengetahuan, COVID-19, Penyakit Menular
PERBANDINGAN ANGKA KESEMBUHAN ANTARA PASIEN COVID-19 YANG MEMILIKI KOMORBID DIABETES MELITUS DENGAN PASIEN COVID-19 TANPA KOMORBID DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT NATAR MEDIKA NATAR TAHUN 2021 Firhat Esfandiari; Doni Rahman Nurdiana; Tusy Triwahyuni; Toni Prasetia
Medula Vol 12 No 2 (2022): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v12i2.367

Abstract

COVID-19 is a disease caused by the SARS-CoV-2 virus. Most people infected with the virus can experience moderate to severe respiratory problems and recover without requiring special treatment. However, some will become severe and require medical treatment.Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that poses a challenge in the world of health, diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases (PTM) which caused 1.6 million deaths in 2010. The cure rate among COVID-19 patients who have comorbid diabetes mellitus is higher. small compared to COVID-19 patients without comorbidities. Knowing the comparison of the cure rate of COVID-19 patients with diabetes mellitus as comorbid and COVID-19 patients without comorbidities at Natar Medika Hospital, Natar District, 2021. This study uses a descriptive-comparative research method with a cross sectional approach. Based on the results of this study, the majority of respondents were 71 respondents consisting of age > 45 years with a total of 50 patients (70.4%) the majority of respondents were women with 37 patients (52.1%) most patients with COVID-19 were without comorbid as many as 44 people (62%) of COVID-19 patients who recovered were more than COVID-19 patients who died, namely 59 patients (83.1%). In the results of statistical test analysis with Mann Whitney obtained p value = 0.000 (p <0.05) which means that there is a significant difference in the cure rate between COVID-19 patients who have comorbid diabetes mellitus and COVID-19 patients without comorbidities at Natar Hospital. Medika Natar in 2021.
DETEKSI VIRUS DENGUE SEROTIPE-3 DAN PERAN SPERMATEKA DALAM PENULARAN SECARA TRANSVENEREAL PADA NYAMUK Aedes aegypti BETINA Devita Febriani Putri; Tusy Triwahyuni
Mandala Of Health Vol 12 No 1 (2019): Mandala Of Health
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.817 KB) | DOI: 10.20884/1.mandala.2019.12.1.1513

Abstract

Penularan transvenereal berpotensi menyebarkan virus dengue melalui perilaku kawin. Pengendalian vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan strategi perilaku kawin nyamuk secara alami telah diterapkan untuk menurunkan perluasan daerah endemis DBD. Dengan dasar tersebut, pemahaman perilaku kawin nyamuk Ae. aegypti penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi virus dengue serotipe 3 (DENV-3) pada organ spermateka nyamuk Ae. aegypti betina yang telah terinfeksi DENV-3 secara transvenereal di laboratorium. Pembedahan organ spermateka pada nyamuk betina dilakukan setelah nyamuk Ae. aegypti betina kawin dengan nyamuk Ae. aegypti jantan yang positif DENV-3. Keberadaan DENV-3 pada organ spermateka nyamuk betina dilakukan dengan melakukan pengujian pooling sampel menggunakan metode One-Step RT-PCR untuk screening virus dengue (profil pita DNA spesifik 511 bp). Sampel yang hasil pengujiannya positif virus dengue, dilanjutkan dengan metode Semi-Nested PCR untuk serotyping DENV-3 (profil pita DNA spesifik 290 bp). Hasil penelitian dari 7 sampel pooling organ spermateka dari nyamuk betina positif DENV-3 hasil penularan transvenereal nyamuk jantan positif DENV-3 secara intratorakal menunjukkan tidak ada satupun sampel yang terdeteksi adanya DENV-3. Tidak ditemukan virus DENV-3 pada organ spermateka nyamuk Ae. aegypti betina yang telah terinfeksi DENV-3 secara transvenereal pada 7 sampel yang digunakan. Perlu pengujian lebih lanjut pada organ ovarium nyamuk betina untuk memastikan mekanisme terjadinya penularan transvenereal virus dengue pada Ae. aegypti dalam upaya mencari strategi baru dalam pengendalian vektor DBD
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAME BANDAR LAMPUNG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Devita Febriani Putri; Tusy Triwahyuni; Nia Triswanti; Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari; Vionita Vionita; Den Raza Anggara; Nurmarisah Nurmarisah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.9173

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah vektor-borne diseases disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melaluinyamuk vektor Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pada akhir tahun 2019 merebaknya virus baru yaitu SARS-CoV-2 dengan penyakitnya yang disebut COVID-19. Selain kesulitan yang ditimbulkan oleh COVID-19, negara endemik DBD harus menghadapi peningkatan kasus DBD. Pengetahuan dan perilaku masyarakat memiliki peran penting dalampengendalian kasus DBD. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Sukarame Bandar Lampung pada masa pandemi COVID-19. Penelitiananalitik dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel dengan pengumpulan datadilakukan dengan metode wawancara dan observasi door to door di  wilayah kerja Puskesmas Sukarame BandarLampung. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Didapatkan dari 98 responden, kejadian DBD positif sebanyak 33responden (33,7%) dan negatif sebanyak 65 responden (66,3%). Analisis Chi-square menunjukkan, terdapathubungan bermakna antara pengetahuan masyarakat dengan kejadian DBD dengan p-value 0,037 dan terdapat hubungan bermakna perilaku masyarakat dengan kejadian DBD dengan p-value 0.018. Tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat berpengaruh pada kejadian DBD di di wilayah kerja Puskesmas  Sukarame pada saat pandemiCOVID-19. Pengetahuan masyarakat merupakan salah satu aspek pertama yang perlu segera ditingkatkan. Masyarakat yang mempunyai dasar pengetahuan baik akan mempunyai self efficacy yang berwujud pada perilaku/tindakan pencegahan DBD.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT EPILESPI DAN PERTOLONGAN PERTAMA SAAT SERANGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2019 DAN 2021 Fitriyani Fitriyani; Firly Windiyani; Tusy Triwahyuni; Dharmawita Dharmawita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i6.9427

Abstract

Abstract: LEVELS OF KNOWLEDGE ABOUT EPILEPSY AND FIRST AID AT ATTACKS IN MEDICAL FACULTY OF MAHAYATI UNIVERSITY AT OF 2019 AND 2021 Epilepsy is a heterogeneous entity with a wide variety of etiologies and clinical features. Status epilepticus is a neurological emergency with morbidity and mortality depending on the duration of the seizure. Researchers want to measure the knowledge of the two batches of 2019 and 2021 because 2019 has taken the neurology block which has already discussed epilepsy, while 2021 has just passed the second semester and has not received epilepsy material in the neurology block. This study found out the Differences in Knowledge Levels of Medical Students Classes of 2019 and 2021 regarding epilepsy and first aid in patients with epilepsy who have seizures. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population in the study were 142 medical students in the 2019 batch of Malahayati University in Bandar Lampung and 133 in 2021. So the total is 275, the sample is 164 students. Data collection using a questionnaire. Relationship analysis using independent t test. Research Results: Batch 2019 most of the respondents had knowledge in the good category 70 people (85.4%) with an average score of 27.7, Batch 2021 most of the respondents had knowledge in the sufficient category 45 respondents (54.9%) with an average score of 19.9. The statistical test results obtained a p value of 0.000. Conclusion: there are differences in knowledge about epilepsy and first aid for epilepsy patients between students of the 2019 and 2021 general medicine study programs Keywords: Knowledge, epilepsy, first aidAbstrak: TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT EPILEPSI DAN PERTOLONGAN PERTAMA SAAT SERANGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI ANGKATAN 2019 DAN 2021 Epilepsi merupakan entitas heterogen dengan etiologi dan gambaran klinik yang sangat bervariasi. Status epileptikus merupakan suatu kondisi kegawatdaruratan neurologis dengan morbiditas dan mortalitas tergantung durasi bangkitan. Peneliti ingin mengukur pengetahuan dua angkatan 2019 dan 2021 dikarenakan 2019 telah mengambil blok neurologi yang sudah membahas penyakit epilepsi sedangkan 2021 baru melewati semester dua dan belum mendapatkan materi epilepsi di blok neurologi. Tujuan penelitian ini diketahui Perbedaan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran Angkatan 2019 dan 2021 terhadap penyakit epilepsi dan pertolongan pertama pada pasien epilepsi yang kejang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah mahasiswa kedokteran Angkatan 2019 Universitas Malahayati Bandar Lampung sebanyak 142 dan angkatan tahun 2021 sebanyak 133. Jadi totalnya adalah 275, Sampel sebanyak 164 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis hubungan menggunakan uji t independen. Hasil Penelitian: Angkatan 2019 sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik 70 orang (85.4%) dengan nilai rata-rata 27.7, Angkatan 2021 sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup 45 responden (54.9%) dengan nilai rata-rata 19.9. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value 0,000. Kesimpulan: ada perbedaan pengetahuan tentang penyakit epilepsi dan pertolongan pertama pada pasien epilepsi antara mahasiswa prodi kedokteran umum angkatan 2019 dan 2021 Kata Kunci: Pengetahuan, penyakit epilepsi, pertolongan pertama
Co-Authors Abdurrahman Izzudin Agelia Nabilah Azra Ahsan, Dany Akbar, Rizky Akmal Taher Aldri Frinaldi Alfarisi, Ringgo Alif Rizky Hafizhdillah Amalia Dwi Nugraheni Andi Siswandi Anggunan Anggunan Anton Anton Arivo, Debi Arsy Sulisvia Ningsih Astri Pinilih Astri Pinilih aswan jhonet Aulia Aulia Ayati, Tri Ayuningsih, Vita Lestari Beatrice Perangin Angin Bella Tania Putri Betseba Natalia Pangaribuan Buldani, Aang Citra Prawesti Kurnia Den Raza Anggara Devi Ayu Wulandari Deviani Utami Deviani Utami Dharmawita Dharmawita Diah Ismunarti Doni Rahman Nurdiana Efrida Warganegara Eka Silvia Eko Purnanto Elitha Utari Esfandiari, Firhat Fadila Dwinda Fitriyani Fadilah, Dwi Noor Fauziah, Syifa Alya Febriani Putri, Devita Ferdinand Anem Pigome Festy Ladyani Festy Ladyani Mustofa Fidel Rama Nugraha Firdaus, Hafiz Ikhsan Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firly Windiyani Fitriani, Dita Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Fadila Dwinda Handayani, Esy Tri Hemas Priyayi Hermawan, Dessy Hernowo Anggoro Wasono Hetti Rusmini Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Husna, Ismalia Ihsanul Karim Indra Kumala Iskandar, Fryiska Fauziah Ismalia Husna Ismalia Husna Jovita Mutiara Saragih Kencana, Guntur Batara Kriswiastiny, Rina Kukuh Bangsawan Kurniati, Mala Kurniati, Mala Ladiyani, Festy Laksono Trisnantoro M. Syafei Hamzah Maria Puji Lestari, Sri Mei Ardiyandyah, Fajar Karel Melisa Andesti Miya Medina Monica, Meisy Muhamad Ibnu Sina Muhamad Iqbal Akhmalbih Muhamad Yasir Muhammad Nur MUHAMMAD YUSUF Mutiara Tasya Sazabilla Nabigha, Zehan Aura Nada Nisrina Imalambasi Nadia Saragih, Jovani Ruth Najmi Bias Aysa Nanda Pratiwi Nasiroh, Nasiroh Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Putu Vila Primatama Nia Triswanti Nia Triswanti Nindi Destiani Nopi Sani Nucky Nurhikmah Rahman Nurfauzi, M. Rizal nurmalasari, yesi Nurmarisah Nurmarisah Nurul Fatimah Nurul Fatimah Nusri, T Marwan Nusri, T. Marwan Octa Reni Setiawati Prasetia, Toni Priyayi, Hemas Puji Lestari, Sri Maria Purwaningrum, Ratna Putri , Bella Tania Putri, Maharani Putri, Siti Fhatima Novariani Rachmat Syuhada Rahmadhany, Tommy Dias Resti Arania Resti Arania Resti Arania Resti Arania Rezica Kanza Nobiola Rian Hazni Rima Puspita Sari Rina Kriswiastiny Rita Agustina Rizka Rahmawati Robi Azis Rolin Soraya Romi Yuansah Sandi, Prily Nadila Sandrawati, Sandrawati Sani, Nopi Saragih, Jovani Ruth Nadia Sekar Dwi Cahyani Selvia Anggraeni, Selvia Setiawan, Gigih Setiawati, Octa Reni Siti Nurjanah SITI NURJANAH Soemarwoto, Retno Ariza Sofian Hadi Sri Maria Puji Lestari Sunartini, Nina syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada T Marwan Nusri Teuku Marwan Nusri Titi titi Lestari Toni Prasetia Toni Prasetya Tony Prasetia Tri Ayati Triswanti, Nia Utami, Deviani Utari, Elitha Utari, Elitha M Utari, Elitha Martharina Vionita Vionita Vita Lestari Ayuningsih Welay, Santri Ditira Wicaksono, Naufal Irsyad Wildan Khaerul Umam Yelin Julita Yulyani, Vera YWahyudi, Alfi Zainul Umari Zehan Aura Nabigha Zihan Aulia Nugraha Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulhafis Mandala