Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Nyamuk Anopheles Sp. Sebagai Vektor Malaria Di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Pratiwi, Lisda Ageng; Putri, Devita Febriani; Triwahyuni, Tusy; Utari, Elitha Martharina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i12.21001

Abstract

Malaria merupakan masalah kesehatan yang masih signifikan dan termasuk penyakit parasit tropis penting di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Kabupaten Pesawaran dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat endemisitas malaria yang relatif tinggi. Kondisi lingkungan fisik, kimia, dan biologi berperan penting dalam menentukan keberadaan habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. sebagai vektor malaria di Desa Cilimus tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengamatan dilakukan pada empat titik habitat yang ditentukan secara purposive sampling, meliputi kolam, genangan air, tepi sungai, dan selokan. Data dikumpulkan melalui survei langsung terhadap karakteristik fisik, kimia, dan biologi habitat serta kepadatan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 27–28°C dengan kedalaman 9,5–60 cm, pH air 6–7, dan salinitas 0‰. Secara biologis, habitat didominasi oleh tumbuhan air seperti lumut (Bryophyta) dan alga (Spirogyra sp.) serta fauna air berupa serangga air (Gerris sp.). Kepadatan larva tertinggi ditemukan pada habitat kolam sebesar 1,6 ekor/cidukan, diikuti genangan air sebesar 0,6 ekor/cidukan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. di Desa Cilimus berpotensi mendukung perkembangan larva nyamuk. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai dasar penentuan lokasi prioritas pengendalian vektor malaria, khususnya melalui pengelolaan lingkungan dan eliminasi habitat perindukan yang berisiko.
Karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisasi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Prily Nadila Sandi; Ratna Purwaningrum; Tusy Triwahyuni; Rina Kriswiastiny
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.132

Abstract

Pendahuluan: Coronavirus adalah virus yang menyebabkan suatu penyakit yang dapat menimbulkan gejala ringan bahkan sampai dengan berat. Gejala umum Covid-19 dapat berkembang menjadi gagal ginjal, maka diperlukan terapi pengganti fungsi ginjal yaitu dikenal dengan hemodialisis. Hemodialisis dilakukan 2-3 kali seminggu dengan rentang waktu tiap tindakan adalah 4-5 jam. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien covid-19 yang melakukan hemodialisis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional dengan teknik total sampling. Hasil: Didapatkan jenis kelamin laki-laki berjumlah 24 (60%) pasien, usia 46-65 tahun berjumlah 21 (52,5%) pasien, pendidikan pada jenjang sarjana berjumlah 12 (30%), dan jenis pekerjaan pada wiraswasta berjumlah 14 (35%). Batuk berjumlah 29 (72,5%), demam berjumlah 26 (65%) sebagai gejala utama yang paling banyak ditemukan. Untuk hasil laboratorium diketahui bahwa hemoglobin normal pada perempuan dan laki-laki, untuk leukosit, basofil, eosinofil, batang, limfosit, monosit, dan trombosit dalam batas normal kecuali segmen mengalami peningkatan berjumlah 26 (65%). Pada D-dimer berjumlah 23 (57,5%), kadar ureum berjumlah 18 (45%), kreatinin serum berjumlah 19 (47,5%), dan CRP Kuantitatif berjumlah 28 (70%) yang mengalami peningkatan. Sedangkan untuk gambaran radiologi didapatkan bronkopneumonia berjumlah 40 (100%) pasien dan frekuensi hemodialisis terbanyak yaitu 2 kali seminggu berjumlah 29 (72,5%) pasien. Simpulan: Untuk pemeriksaan darah lengkap bahwa D- dimer dan segmen mengalami perubahan, kadar ureum dan kreatinin serum mengalami peningkatan, dan begitu pula dengan CRP Kuantitatif yang juga mengalami peningkatan.
Hubungan leukosituria dan volume prostat penderita benign prostate hyperplasia (BPH) pada pemeriksaan ultrasonografi Alfi YWahyudi; Tusy Triwahyuni; Indra Kumala; Nasiroh Nasiroh
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i2.224

Abstract

Pendahuluam: Peningkatan jumlah leukosit yang melebihi nilai normal dapat ditemukan di dalam urin dan disebut dengan leukosituria, hal ini terjadi pada penderita Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Data RSUD dr. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung menunjukkan di Poli Urologi tahun 2019 jumlah pasien BPH yang berobat mencapai 937 kasus dan di RSUD dr A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung kasus BPH mencapai 387 kasus pada tahun 2019. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kejadian leukosituria dan volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia (BPH) pada pemeriksaan ultrasonografi. Metode: Kuantitatif dengan observasional analitik cross sectional. Populasi adalah pasien BPH yang dilakukan pemeriksaan USG urologi di Instalasi Radiologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung dan pemeriksaan urine tahun 2020-2021 sebanyak 80 pasien dengan jumlah sampel diambil sebanyak 80 responden. Analisis yang digunakan adalah uji Spearman Rank (Rho). Hasil: Kejadian leukosituria pada penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi terbanyak adalah >20-50 leukosit per LPB sebanyak 38 orang (47,50%). Distribusi frekuensi volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi terbanyak pada volume >20,00-40,00 mL yaitu sebanyak 44 orang (55,00%). Ada hubungan yang signifikan antara kejadian leukosituria dan volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi dengan hasil (p-value = 0,000). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kejadian leukosituria dan volume prostat penderita Benign Prostate Hyperplasia pada pemeriksaan ultrasonografi.
Co-Authors Abdurrahman Izzudin Agelia Nabilah Azra Ahsan, Dany Akbar, Rizky Akmal Taher Aldri Frinaldi Alfarisi, Ringgo Alfi YWahyudi Alif Rizky Hafizhdillah Amalia Dwi Nugraheni Andi Siswandi Anggunan Anggunan Anton Anton Arivo, Debi Arsy Sulisvia Ningsih Astri Pinilih Astri Pinilih aswan jhonet Aulia Aulia Ayati, Tri Ayuningsih, Vita Lestari Beatrice Perangin Angin Bella Tania Putri Betseba Natalia Pangaribuan Buldani, Aang Citra Prawesti Kurnia Den Raza Anggara Devi Ayu Wulandari Deviani Utami Deviani Utami Dharmawita Dharmawita Diah Ismunarti Doni Rahman Nurdiana Efrida Warganegara Eka Silvia Eko Purnanto Elitha Utari Esfandiari, Firhat Fadila Dwinda Fitriyani Fadilah, Dwi Noor Fauziah, Syifa Alya Febriani Putri, Devita Ferdinand Anem Pigome Festy Ladyani Festy Ladyani Mustofa Fidel Rama Nugraha Firdaus, Hafiz Ikhsan Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firhat Esfandiari Firly Windiyani Fitriani, Dita Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani, Fadila Dwinda Handayani, Esy Tri Hemas Priyayi Hermawan, Dessy Hernowo Anggoro Wasono Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Hidayat Husna, Ismalia Ihsanul Karim Indra Kumala Iskandar, Fryiska Fauziah Ismalia Husna Ismalia Husna Jovita Mutiara Saragih Kencana, Guntur Batara Kriswiastiny, Rina Kukuh Bangsawan Kurniati, Mala Kurniati, Mala Ladiyani, Festy Laksono Trisnantoro Lubis, Fitri Humairoh M. Syafei Hamzah Maria Puji Lestari, Sri Mei Ardiyandyah, Fajar Karel Melisa Andesti Miya Medina Monica, Meisy Muhamad Ibnu Sina Muhamad Iqbal Akhmalbih Muhamad Yasir Muhammad Nur MUHAMMAD YUSUF Mutiara Tasya Sazabilla Nabigha, Zehan Aura Nada Nisrina Imalambasi Nadia Saragih, Jovani Ruth Najmi Bias Aysa Nanda Pratiwi Nasiroh Nasiroh Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Gusti Ayu Dewi Rismasari Ni Putu Vila Primatama Nia Triswanti Nia Triswanti Nindi Destiani Nopi Sani Nucky Nurhikmah Rahman Nurfauzi, M. Rizal nurmalasari, yesi Nurmarisah Nurmarisah Nurul Fatimah Nurul Fatimah Nusri, T Marwan Nusri, T. Marwan Octa Reni Setiawati Prasetia, Toni Pratiwi, Lisda Ageng Prily Nadila Sandi Priyayi, Hemas Puji Lestari, Sri Maria Purwaningrum, Ratna Putri , Bella Tania Putri, Maharani Putri, Siti Fhatima Novariani Rachmat Syuhada Rahmadhany, Tommy Dias Ratna Purwaningrum Resti Arania Resti Arania Resti Arania Resti Arania Rezica Kanza Nobiola Rian Hazni Rima Puspita Sari Rina Kriswiastiny Rina Kriswiastiny Rita Agustina Rizka Rahmawati Robi Azis Rolin Soraya Romi Yuansah Rusmini, Hetti Sandi, Prily Nadila Sani, Nopi Saragih, Jovani Ruth Nadia Sekar Dwi Cahyani Selvia Anggraeni, Selvia Setiawan, Gigih Setiawati, Octa Reni SITI NURJANAH Siti Nurjanah Soemarwoto, Retno Ariza Sofian Hadi Sri Maria Puji Lestari Sunartini, Nina syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada Syuhada T Marwan Nusri Teuku Marwan Nusri Titi titi Lestari Toni Prasetia Toni Prasetya Tony Prasetia Tri Ayati Triswanti, Nia Utami, Deviani Utari, Elitha Utari, Elitha M Utari, Elitha Martharina Vionita Vionita Vita Lestari Ayuningsih Welay, Santri Ditira Wicaksono, Naufal Irsyad Wildan Khaerul Umam Yelin Julita Yulyani, Vera Zainul Umari Zehan Aura Nabigha Zihan Aulia Nugraha Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulfian Zulhafis Mandala