cover
Contact Name
Mochamad Ighfir Sukardi
Contact Email
gramaswara@gmail.com
Phone
+6285331738771
Journal Mail Official
gramaswara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Veteran Malang, Indonesia.
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2807369X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.gramaswara
Jurnal GRAMASWARA bergerak dalam bidang pendidikan, bahasa, sastra, budaya, dan seni. Jurnal GRAMASWARA mewadahi berbagai artikel ilmiah hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan, bahasa, sastra, budaya, dan seni.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
Penguatan Literasi Digital Guru Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan AI untuk Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Yuriananta, Renda; Khoiriya, Rika Mellyaning; Oktarianto, M. Luthfi; Utari, Unga; Prakoso, Hikmal Tegus Budi; Wahani, Pradela Maynafia
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.01

Abstract

Kegiatan Penguatan Literasi Digital Guru SD di Kecamatan Wonosari, Malang melalui penguasaan kecerdasan buatan (AI) bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang media pembelajaran inovatif. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, meliputi observasi kebutuhan, pelatihan aplikatif berbasis learning by doing, serta pendampingan implementatif. Pelatihan diikuti 30 peserta, terdiri atas guru dan kepala sekolah, dengan materi penggunaan aplikasi Eduaide.ai, app.bugururia, dan LearningApps untuk pembuatan media pembelajaran interaktif. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan AI, guru mampu menghasilkan media pembelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan siswa, serta meningkatkan keterlibatan peserta didik. Selain itu, terbentuk komunitas belajar guru yang kolaboratif dan didukung kepala sekolah, menunjukkan potensi keberlanjutan program. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar dan mendukung implementasi pendidikan berbasis teknologi di era digital.
Integrasi Problem Based Learning dan Puzzle Interaktif dalam Pembelajaran IPAS: Efektivitasnya terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Anggun Febrian; WahyuSusiloningsih
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.12

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka menuntut pendekatan yang mampu mendorong keterlibatan aktif dan pemaknaan konsep oleh peserta didik. Namun, praktik pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih kerap didominasi pendekatan konvensional yang berpusat pada guru, sehingga hasil belajar siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan puzzle interaktif terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV sekolah dasar pada materi Tumbuhan sebagai Sumber Kehidupan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment posttest only control group. Subjek penelitian terdiri atas 50 siswa kelas IV yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh melalui tes posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi PBL dengan media puzzle interaktif mampu meningkatkan kualitas proses belajar melalui keterlibatan kognitif, aktivitas pemecahan masalah, dan visualisasi konsep yang lebih konkret. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan strategi pembelajaran IPAS yang selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dan kebutuhan belajar siswa sekolah dasar.
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran IPAS pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Nurhidayah, Siti; Mawardi; Perdiansyah, Ferry
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.02

Abstract

Penanaman karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar menjadi salah satu upaya penting dalam mendukung pembentukan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menanamkan karakter peduli lingkungan siswa kelas V melalui pembelajaran IPAS di SD Negeri Gondrong 03 Kota Tangerang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru kelas V, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran sebagai model atau teladan, pendidik, pembimbing, fasilitator, dan motivator dalam proses penanaman karakter peduli lingkungan. Peran tersebut diwujudkan melalui keteladanan perilaku peduli lingkungan, pengintegrasian isu lingkungan dalam pembelajaran IPAS, pendampingan siswa dalam kegiatan lingkungan, penyediaan media pembelajaran yang kontekstual, serta pemberian motivasi dan penguatan positif. Karakter peduli lingkungan siswa termanifestasi dalam perilaku menjaga kebersihan kelas, membuang dan memilah sampah, merawat tanaman, menghemat penggunaan listrik, serta menggunakan air secara bijaksana. Faktor pendukung meliputi budaya sekolah yang berorientasi lingkungan, fasilitas pendukung, program sekolah yang berkelanjutan, dan keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi kesadaran siswa yang belum konsisten, keterbatasan waktu pembelajaran, kondisi lingkungan sekitar, dan keterbatasan pendampingan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS dapat menjadi sarana dalam mendukung penanaman karakter peduli lingkungan ketika diintegrasikan dengan keteladanan, pembiasaan, dan dukungan lingkungan sekolah.
Pengembangan Bimbingan Pranikah untuk Kematangan Emosional dan Kesiapan Pernikahan Setyawan, Renatha Kumalasari; Loekmono, J.T Lobby; Windrawanto, Yustinus
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.03

Abstract

Kesiapan pernikahan pada remaja akhir dan dewasa awal tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh kematangan emosional dan kesiapan menjalankan peran keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan bimbingan pranikah dapat meningkatkan kesiapan menikah, namun pengembangan layanan yang disusun berdasarkan kebutuhan tugas perkembangan remaja akhir dan dewasa awal masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul bimbingan pranikah untuk meningkatkan kematangan emosional dan kesiapan pernikahan pada remaja akhir dan dewasa awal yang tergabung dalam Creative Ministry GBI Bethel Area Salatiga. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang dibatasi hingga tahap develop. Analisis kebutuhan dilakukan terhadap 20 peserta menggunakan Inventori Tugas Perkembangan (ITP), kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan modul bimbingan pranikah yang terdiri atas tujuh sesi. Kelayakan produk dinilai melalui validasi tiga ahli, sedangkan efektivitas awal program diuji menggunakan desain pretest-posttest dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kematangan emosional dan persiapan diri menuju pernikahan berada di bawah rata-rata tingkat perkembangan kelompok. Modul yang dikembangkan memperoleh kategori layak hingga sangat layak. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan skor kematangan emosional dari 6,3 menjadi 7,25 dan kesiapan pernikahan dari 6,7 menjadi 7,25, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa modul bimbingan pranikah yang dikembangkan berpotensi menjadi layanan preventif yang relevan untuk membantu remaja akhir dan dewasa awal mempersiapkan transisi menuju kehidupan pernikahan dan berkeluarga.
Integrasi Problem Based Learning, Google Sites, dan Outcome-Based Education dalam Meningkatkan Keterlibatan Mahasiswa Sihotang, Sabrina Erisa Aulia; Almas, Khairunnisa Umi; Amelia; Silitonga, David Christian; Mardiah, Siti; Rini khairani Harahap; Sitanggang, Yohanna; Zahara, Dwi Atika; Meiriza, Mica Siar
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.04

Abstract

Keterlibatan mahasiswa merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran di pendidikan tinggi. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada dosen sering kali membatasi partisipasi aktif mahasiswa, terutama pada materi yang menuntut kemampuan analitis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Problem Based Learning (PBL) berbantuan Google Sites dalam kerangka Outcome-Based Education (OBE) terhadap keterlibatan mahasiswa pada pembelajaran kinerja pembangunan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 40 mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL berbantuan Google Sites dalam kerangka OBE berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,002 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,225 menunjukkan bahwa model pembelajaran yang diterapkan mampu menjelaskan 22,5% variasi keterlibatan mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berbasis masalah, teknologi digital, dan pendekatan berbasis capaian dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, partisipatif, dan bermakna. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran di perguruan tinggi melalui integrasi model pembelajaran, teknologi digital, dan orientasi capaian pembelajaran dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa.
Reaktualisasi Etika Profesi Guru untuk Kesehatan Mental Siswa di Era Tekanan Akademik Lestari, Indri; Al Fariz, Mar’atu Rosyada; Nastiti, Meilisa Fauziah; Nur Khasanah
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.08

Abstract

Tekanan akademik telah berkembang menjadi salah satu faktor risiko utama yang memengaruhi kesehatan mental siswa di berbagai jenjang pendidikan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tekanan akademik berkorelasi dengan meningkatnya kecemasan, depresi, kelelahan emosional, penurunan kesejahteraan psikologis, bahkan perilaku melukai diri. Dalam situasi tersebut, guru tidak hanya memikul tanggung jawab pedagogis, tetapi juga tanggung jawab etis untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis peran etika profesi guru dalam mendukung kesehatan mental siswa di era tekanan akademik. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, laporan penelitian, dan literatur teoretis yang relevan mengenai etika profesi guru, kesehatan mental siswa, tekanan akademik, teacher care, dan ethics of care. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika profesi guru memiliki fungsi strategis sebagai mekanisme protektif terhadap dampak psikologis tekanan akademik melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman secara psikologis, deteksi dini distres psikologis, komunikasi empatik, advokasi keseimbangan akademik, serta kolaborasi dalam sistem dukungan kesehatan mental siswa. Kajian ini juga menunjukkan bahwa implementasi etika profesi guru masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan literasi kesehatan mental, tekanan struktural sistem pendidikan yang berorientasi pada performa akademik, stigma sosial terhadap kesehatan mental, keterbatasan sumber daya profesional, dan ambiguitas batas peran guru. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan etika profesi guru perlu diposisikan sebagai bagian integral dari strategi pendidikan yang berorientasi pada kesejahteraan peserta didik. Kontribusi artikel ini terletak pada sintesis konseptual yang menghubungkan etika profesi guru, teacher care, dan ethics of care sebagai kerangka untuk memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental siswa di tengah intensifikasi tekanan akademik.
Akulturasi Budaya Jawa Pada Foklore Lawang Bledheg Masjid Agung Demak Dwi Nani Suprafti; Sri Prastiti Kusuma Anggraeni; Ucik Fuadhiyah
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.06

Abstract

Tradisi Lawang Bledheg merupakan salah satu ekspresi religius lokal yang memperlihatkan pertemuan intens antara Islam dan budaya Jawa dalam lanskap simbolik masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana proses akulturasi tersebut berlangsung melalui negosiasi makna simbolik yang mengendap dalam narasi, penamaan, dan pemaknaan ruang religius Lawang Bledheg. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan perspektif antropologi simbolik dan semiotika budaya. Data diperoleh melalui kajian pustaka, penelusuran sumber sejarah lokal, serta pembacaan simbolik terhadap unsur-unsur tradisi yang menyertainya. Analisis dilakukan dengan menafsirkan simbol sebagai arena tarik-menarik antara kosmologi Jawa dan nilai-nilai Islam yang mengalami proses reinterpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lawang Bledheg tidak merepresentasikan sinkretisme yang statis, melainkan ruang negosiasi simbolik yang dinamis, di mana unsur budaya Jawa dipertahankan melalui penyesuaian makna agar selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Temuan ini menegaskan bahwa akulturasi Islam dan budaya Jawa berlangsung melalui mekanisme seleksi, reinterpretasi, dan legitimasi simbolik, bukan melalui penghapusan tradisi lokal. Artikel ini berkontribusi pada kajian Islam Nusantara dengan memperkaya pemahaman tentang tradisi religius lokal sebagai medan negosiasi makna, sekaligus menawarkan kerangka analitis yang melampaui deskripsi normatif budaya.
Pelatihan Teknik Storytelling Sebagai Pendekatan Pembelajaran Mendalam Berbasis Joyfull Learning bagi Guru SD Kelas Rendah Putra, Alpidsyah; Hidayat, Muhammad Taufik; Junaidi, Teuku; Rizki, Azrul; Fadillah, Muhammad Arif; Nuriana; Usman
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.05

Abstract

Pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan salah satu pendekatan inovatif dalam pendidikan dasar yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter siswa secara bermakna. Namun, implementasi pembelajaran mendalam di sekolah dasar, khususnya di daerah terpencil seperti Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya variasi metode pembelajaran yang menyebabkan siswa cenderung pasif dan kurang termotivasi dalam memahami materi secara mendalam. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pelatihan bagi guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru SD kelas rendah dalam menerapkan teknik storytelling sebagai pendekatan joyful learning berbasis pembelajaran mendalam. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, praktik pembelajaran, dan pendampingan kepada guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Gayo Lues. Pelatihan ini memberikan manfaat berupa peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang apresiatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang masih membutuhkan konsep belajar sambil bermain. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 90% peserta pelatihan berhasil mempraktikkan teknik storytelling berbasis joyful learning dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan teknik storytelling efektif mendukung penerapan pembelajaran mendalam sekaligus meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
Etika Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Digital pada Pembelajaran Generasi Alpha Qodriah, Lailatul; As'syifa, Rahma Mutiara; Emiliana, Nailul Uly; Khasanah, Nur
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.07

Abstract

Artikel ini membahas etika profesional guru dalam pemanfaatan teknologi digital pada pembelajaran Generasi Alpha, yaitu kelompok peserta didik yang sejak dini hidup dalam ekosistem digital yang intens, cepat, dan berlapis risiko. Perkembangan teknologi pendidikan, termasuk kecerdasan buatan dan platform pembelajaran digital, membuka peluang pedagogis yang luas, namun sekaligus menghadirkan persoalan etis yang kompleks, seperti perlindungan data pribadi, pembentukan karakter digital, relasi kuasa manusia dan teknologi, serta tanggung jawab moral guru dalam ruang belajar digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui kajian pustaka kritis terhadap literatur mutakhir dan analisis reflektif atas praktik pemanfaatan teknologi dalam konteks pendidikan dasar dan menengah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi oleh guru masih didominasi orientasi teknis dan inovatif, sementara dimensi etika profesional, agensi moral, dan kewargaan digital belum terintegrasi secara sistematis dalam praktik pembelajaran maupun pengembangan kompetensi guru. Artikel ini menegaskan bahwa etika guru tidak dapat direduksi menjadi kepatuhan prosedural atau regulatif, melainkan harus dipahami sebagai kapasitas reflektif dan kritis untuk merundingkan nilai, risiko, serta dampak sosial teknologi dalam pembelajaran Generasi Alpha. Kontribusi artikel ini terletak pada penguatan kerangka konseptual etika guru sebagai agensi moral dalam ruang digital serta implikasinya bagi pengembangan kompetensi profesional dan kebijakan pendidikan di era digital.
Pembentukan Karakter Kepemimpinan Santri melalui Ekosistem Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Hidayah Tenggarong Maulida Fitriani; Zahratun Halimah; Annisa Fathimadani; Ferdianur; Maulida Argia Cahyani; Mubarok
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.02.13

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana lingkungan Pondok Pesantren Al-Hidayah Tenggarong membentuk karakter kepemimpinan santri melalui integrasi budaya asrama, organisasi santri, dan praktik retorika keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan pondok, kepala sekolah, pembina asrama, dan Ketua Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Al-Hidayah (OP3), serta diperkuat melalui studi dokumentasi dan kajian literatur relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter kepemimpinan santri berlangsung melalui tiga mekanisme utama. Pertama, ekosistem pesantren yang ditopang oleh sinkronisasi kurikulum ganda, budaya disiplin, keteladanan ustaz, dan sistem asrama membentuk kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan mengelola diri. Kedua, organisasi santri berfungsi sebagai laboratorium kepemimpinan yang memungkinkan santri mengembangkan keterampilan manajerial, pengambilan keputusan, resiliensi, dan kemampuan menyelesaikan konflik melalui pengalaman langsung. Ketiga, praktik retorika melalui kegiatan dakwah, presentasi ilmiah, dan pelatihan kepemimpinan memperkuat kompetensi komunikasi, kepercayaan diri, serta kepemimpinan sosial santri. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan kepemimpinan di pesantren tidak berlangsung melalui pembelajaran formal semata, melainkan melalui pengalaman hidup kolektif yang terintegrasi dalam budaya lembaga. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pendidikan karakter kepemimpinan berbasis ekosistem pesantren.