Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS INTERVENSI SELF – CARE DAN DIABETES SELF – MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN, PRILAKU, DAN HASIL KESEHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS : LITERATUR REVIEW Fanny Dwi Nopianti; Nina Pamela Sari
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i2.6484

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Merupakan Suatu Kondisi Kronis yang menunjukkan Peningkatan Prevalensi baik di tingkat global maupun nasional , dengan tinnginya resiko komplikasi yang disebabkan oleh rendahnya tingkat kepatuhan pasien dalam menjalankan manajemen perawatan diri. Pendidikan manajemen diri , atau yang dikenal sebagai Diabetes Self – Management Education (DSME), telah dianggap sebagai pendekatan kunci untuk meningkatkan pengetahuan , Prilaku, serta kualitas hidup pada individu yang mengalaminya. Tujuan: Tinjauan literaur ini bertujuan untuk mengenali , menilai , dan merangkum efektivitas dari intervensi perawatan diri serta DSME , termasuk strategi pemberdayaan yang diterapkan dalam pengelolaan DM berdasarkan lima artikel ilmiah relevan. Metode: penelitian ini mengadopsi desain tinjauan literatur naratif dengan menganalisis lima artikel pengabdian masyarakat yang telah diterbitkan dari tahun 2020 sampai 2025 . Data dikumpulkan mengenai populasi (pasien DM, Keluarga, Kader), intervensi (DSMW, pendidikan perawatan diri. Pemberdayaan kader / keluarga ). Dan hasil yang diukur. Hasil: kelima artikel secara seragam menujukan bahwa intervensi DSME sangat berlangsung efektif, dengan hasil utama menunjukan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah intervensi berlangsung. Strategi intervensi bervariasi , dengan pokus pada pasien DM (melalui Pendidikan secara langsung dan kunjungan rumah), keluarga atau pendamping (melalui pembentukan kelompok pendamping KP – DSME) serta kader Kesehatan di dalam komunitas.
Peran Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Dalam Upaya Pencegahan Diabetes Melitus: Literature Review Fauza, Nazwa Isni; Sari, Nina Pamela
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1560

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat di tingkat nasional maupun global. Berbagai faktor risiko seperti pola konsumsi tinggi gula, kurang beraktivitas, dan kondisi obesitas menjadikan edukasi kesehatan sebagai pendekatan penting dalam upaya pencegahan di lingkungan masyarakat. Literature review ini disusun untuk menelaah efektivitas pendidikan kesehatan berbasis komunitas dalam menurunkan risiko terjadinya DM. Proses penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dan ResearchGate dengan menggunakan kata kunci “community-based education”, “health education”, “diabetes mellitus prevention”, “edukasi kesehatan”, dan “pencegahan diabetes melitus”. Pemilihan artikel mengikuti alur PRISMA, dan diperoleh 12 artikel terbit tahun 2021–2025 yang sesuai dengan kriteria inklusi. Mayoritas penelitian memakai desain pra-eksperimental one group pretest–posttest, sedangkan sebagian lainnya memakai rancangan quasi-eksperimental. Seluruh artikel menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah edukasi diberikan, serta adanya perubahan perilaku seperti pengurangan konsumsi gula, meningkatnya aktivitas fisik, dan kepatuhan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, pelatihan berbasis komunitas juga berpengaruh pada peningkatan kemampuan kader kesehatan dalam memberikan edukasi dan melakukan skrining sederhana. Secara menyeluruh, edukasi kesehatan berbasis komunitas dinilai efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan serta mendorong perilaku pencegahan DM. Strategi ini dapat diterapkan pada berbagai kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya pengendalian diabetes melitus.
The Efektivitas Program Bina Keluarga Balita Dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak: Literatur Review Kamilia Azhari; Nina Pamela Sari
JMM (Journal of Midwifery Madani) Vol. 2 No. 2 (2025): JMM (Journal of Midwifery Madani)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan satu diatara intervensi berbasis keluarga yang bercita-cita memaksimalkan tumbuh kembang anak dengan meningkatkan pengetahuan, pengawasan pertumbuhan dan perkembangan, serta keterampilan pengasuhan secara berkelanjutan. Tinjauan literatur ini bertujuan mengkaji efektivitas program BKB dalam periode 2020–2025 terkait bidang pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional balita. Penelusuran artikel dilaksanakan pada basis data nasional dan internasional melalui kata kunci terkait BKB, tumbuh kembang, dan intervensi pengasuhan. Lima artikel yang sudah memenuhi kelayakan. Hasil review membuktikan bahwa program BKB efisien dalam meningkatkan pengetahuan dan kontribusi orang tua, meningkatkan pola asuh, serta menyokong rangsangan perkembangan anak. Sejumlah telah juga menyampaikan peningkatan nilai perkembangan dan kepatuhan terhadap Kartu Menuju Sehat, kendati terdapat efek langsung pada parameter antropometri yang masih inkonsisten. Komponen yang mendukung efektivitas mencakup kompetensi kader, intensitas pertemuan, dan integrasi dengan layanan kesehatan. Kendala utama meliputi kurangnya kehadiran peserta dan sumber daya yang terbatas. Secara keseluruhan, BKB berperan penting dalam optimalisasi tumbuh kembang, namun tentunya perlu penguatan sistem monitoring dan kerjasama lintas fungsi.
EFEKTIVITAS MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI ATAU SEKSUALITAS PADA REMAJA: LITERATURE REVIEW Sopi Cahyani; Nina Pamela Sari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/tnhv5v30

Abstract

Media sosial kini menjadi sarana yang banyak dimanfaatkan dalam penyebaran informasi kesehatan reproduksi remaja. Literature review ini bertujuan untuk menilai efektivitas media sosial dalam mendukung promosi kesehatan reproduksi atau seksualitas pada remaja. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan rentang tahun 2021–2025 menggunakan kata kunci “media sosial”, “promosi kesehatan”, “seksualitas atau reproduksi”, dan “remaja”. Sebanyak lima artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai platform seperti WhatsApp, komik digital, TikTok, dan Instagram terbukti dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi, memperbaiki perilaku, serta memperluas jangkauan edukasi melalui konten visual yang menarik dan mudah diakses. Namun, beberapa tantangan juga ditemukan, seperti risiko penyebaran informasi yang tidak akurat dan rendahnya literasi digital pada sebagian remaja. Secara keseluruhan, media sosial efektif digunakan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi, terutama apabila disertai dengan pengawasan konten dan peningkatan literasi digital. Pemanfaatan media sosial dinilai mampu menjadi strategi edukasi yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja.
EFEKTIVITAS EDUKASI MEDIA VIDIO MENGENAI ASI EKSKLUSIF DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI: LITERATUR REVIEW Salsabilla Fuji Firmanda; Nina Pamela Sari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/262ytp60

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal. Namun, tingkat keberhasilan ASI eksklusif masih dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan serta sikap ibu menyusui. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa edukasi kesehatan, khususnya melalui media video, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi ibu. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah untuk meninjau literatur terkait efektivitas edukasi media video dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang ASI eksklusif. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis lima artikel penelitian yang menggunakan desain quasi eksperimen dan one group pretest posttest. Hasil sintesis menunjukkan bahwa seluruh penelitian melaporkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu setelah diberikan intervensi edukasi menggunakan media video, baik melalui pemutaran langsung, pengiriman melalui WhatsApp, maupun video animasi. Selain peningkatan pengetahuan, sebagian studi juga menunjukkan peningkatan sikap dan motivasi ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Dapat disimpulkan bahwa edukasi media video merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu terhadap pentingnya ASI eksklusif. Media video dinilai mampu menyampaikan informasi secara lebih menarik, mudah dipahami, dan dapat diakses ibu secara fleksibel.
PEMANFAATAN PENGGUNAAN TELEHEALTH DALAM KOMUNITAS PADA LANSIA: LITERATURE REVIEW Putri Maharani Gandari; Nina Pamela Sari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9ftz0c11

Abstract

Pertumbuhan jumlah lansia di seluruh dunia menyebabkan meningkatnya beban penyakit kronis, sehingga kebutuhan layanan dan biaya kesehatan semakin melonjak. Situasi ini membuat sistem pelayanan kesehatan melakukan penyesuaian untuk menjamin akses dan kualitas layanan bagi populasi lanjut usia. Telehealth muncul sebagai solusi inovatif yang mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kontinuitas perawatan, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan prosedur seleksi artikel berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Kata kunci pencarian meliputi “Telehealth” AND “Komunitas” AND “Lansia” untuk sumber berbahasa Indonesia serta “Telehealth” AND “Nursing” AND “Aging” AND “Elderly” untuk sumber berbahasa Inggris. Dari proses seleksi diperoleh lima artikel yang menilai efektivitas telehealth dalam konteks pelayanan kesehatan lansia. Hasil kajian menunjukkan telehealth berperan penting dalam menjaga kontinuitas layanan meskipun terdapat hambatan implementasi, dan beberapa faktor kontekstual memengaruhi keberhasilan adopsi teknologi ini. Rekomendasi penelitian menyoroti perlunya pelatihan, infrastruktur, serta kebijakan yang mendukung implementasi berkelanjutan dan evaluasi terus-menerus.
PERAN KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN BUNUH DIRI PADA REMAJA: LITERATUR REVIEW Yuli Setia Anggreani; Nina Pamela Sari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/w204rr19

Abstract

Bunuh diri di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin mendesak, dipengaruhi oleh banyak faktor penentu psikologis, sosial, dan lingkungan. Selama tahap perkembangan yang penuh gejolak ini, remaja menghadapi stres yang signifikan, termasuk tekanan akademis, perselisihan keluarga, pengalaman intimidasi, fluktuasi emosional, dan stigmatisasi yang terkait dengan kesehatan mental, membuat mereka rentan terhadap ide dan perilaku bunuh diri. Tinjauan literatur ini berusaha untuk menggambarkan faktor-faktor risiko yang memicu timbulnya perilaku bunuh diri pada remaja, serta untuk meneliti peran entitas komunitas termasuk keluarga, teman sebaya, lembaga pendidikan, dan konteks sosial yang lebih luas dalam inisiatif pencegahan. Sebuah tinjauan analitis dilakukan dari lima artikel ilmiah, yang terdiri dari tiga investigasi kuantitatif yang meneliti korelasi antara dukungan sosial dan ide bunuh diri, Non-Suicide Self-Cedera (NSSI), bersama dengan risiko bunuh diri, dan dua studi kualitatif dan layanan masyarakat yang mengeksplorasi intervensi pencegahan dan sinergi komunal yang bertujuan untuk mengurangi perilaku bunuh diri. Temuan tinjauan ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan teman sebaya memberikan pengaruh perlindungan yang signifikan, sementara intervensi yang berakar pada pelatihan manajemen diri menunjukkan kemanjuran dalam meningkatkan kemampuan pengaturan diri remaja. Selain itu, upaya kolaboratif di antara perguruan tinggi, profesional kesehatan mental, dan lembaga pemerintah sangat penting dalam pembentukan kerangka kerja pencegahan bunuh diri yang komprehensif. Hasil ini menegaskan bahwa pencegahan bunuh diri yang efektif memerlukan keterlibatan kolektif dari beberapa pemangku kepentingan, penanaman lingkungan yang mendukung, promosi praktik komunikasi yang sehat, dan peningkatan literasi kesehatan mental untuk meningkatkan ketahanan psikologis remaja.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) TERHADAP KERUSAKAN KULIT PASIEN DIABETES MELITUS: LITERATURE RIVIEW Nuri Lestari; Nina Pamela Sari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/mgd2ay34

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi medis yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari batas normal, dan sering dikaitkan dengan beberapa penyakit, terutama diabetes melitus, serta berbagai kondisi lainnya. Diabetes melitus (DM) adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia yang disebabkan oleh masalah dalam sekresi insulin, fungsi insulin, atau keduanya. Diabetes Melitus dikenal juga dengan istilah kencing manis, yang merupakan kondisi di mana kadar gula dalam darah tidak dapat diolah oleh pankreas, sehingga tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang diperlukan. Terdapat dua jenis Diabetes Melitus, yaitu tipe satu atau IDDM (Diabetes Melitus Tergantung Insulin) yang terjadi akibat adanya masalah dalam produksi insulin. Di sisi lain, Diabetes Melitus tipe dua disebabkan oleh hormon yang tidak berfungsi dengan baik di dalam tubuh dan menyebabkan timbulnya luka ulkus. Penelitian ini berfokus pada intervensi pengobatan dengan minyak zaitun untuk mengatasi kerusakan kulit pada pasien dengan diabetes melitus. Metode yang diterapkan adalah tinjauan literatur dari tiga artikel terpilih yang diambil dari google scholar dalam periode 2021-2023. Desain studi yang dianalisis mencakup pendekatan quasy-eksperimen. Hasil dari intervensi pemberian minyak zaitun menunjukkan dampak signifikan, yaitu minyak zaitun mampu memperbaiki kerusakan kulit akibat diabetes melitus.
PENDIDIKAN KESEHATAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG SELF-CARE MANAJEMEN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANSARI Lilis Lismayanti; Nina Pamela Sari; Miftahul Falah; Alamsyah Firdaus; Allysa Putri Dierayani; Tri Setiawan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/yzn7v426

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pengendalian berkelanjutan, termasuk melalui pemberdayaan kader kesehatan di tingkat komunitas. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung kepatuhan pengobatan dan penerapan Self-Care manajemen tuberkulosis pada pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan pengetahuan kader kesehatan mengenai Self-Care manajemen tuberkulosis setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamansari, Kota Tasikmalaya, dengan melibatkan 21 kader kesehatan. Metode yang digunakan berupa pendidikan kesehatan melalui ceramah dengan dukungan media presentasi dan diskusi, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan setelah diberikan pendidikan kesehatan, yang ditandai dengan meningkatnya nilai pengetahuan dan homogenitas pemahaman kader. Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan, sehingga diharapkan dapat memperkuat peran kader dalam mendukung pengendalian tuberkulosis berbasis komunitas.
Pengaruh Edukasi Manajemen DM Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus : Literature Review Nandini, Vira Nian; Sari, Nina Pamela
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1563

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang hingga kini terus mengalami peningkatan jumlah kasus di berbagai negara. Kondisi ini tidak hanya menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka morbiditas dan munculnya berbagai komplikasi serius dalam jangka panjang. Dampak diabetes meliputi penurunan kualitas hidup pasien, beban ekonomi yang semakin berat, serta risiko kerusakan organ yang berpotensi mengancam keselamatan apabila tidak dikelola secara optimal. Dalam rangka memperlambat progres penyakit, edukasi mengenai manajemen diabetes memegang peran yang sangat penting. Program edukasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pasien mengenai penyakit dan prinsip perawatannya, tetapi juga membantu membentuk keterampilan praktis yang diperlukan guna melakukan self-management secara efektif. Self-management mencakup pemantauan kadar glukosa darah, pengaturan diet, aktivitas fisik, kepatuhan pada terapi obat, serta kemampuan mengenali dan menangani kondisi yang dapat memicu komplikasi. Dengan edukasi yang memadai, pasien diharapkan mampu menjaga kadar gula darah dalam rentang target sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. Namun demikian, efektivitas berbagai model dan metode edukasi diabetes menunjukkan hasil yang tidak selalu konsisten. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa edukasi mampu menurunkan kadar glukosa darah, memperbaiki kontrol metabolik, dan meningkatkan perilaku gaya hidup sehat. Sebaliknya, penelitian lainnya menunjukkan bahwa dampak edukasi terkadang tidak signifikan atau hanya bersifat terbatas. Variasi hasil ini dapat dipengaruhi oleh perbedaan dalam desain intervensi, karakteristik peserta, durasi edukasi, metode pembelajaran, serta kualitas pelaksanaan program.Oleh karena itu, diperlukan tinjauan literatur yang komprehensif untuk menilai kembali konsistensi bukti ilmiah terkait efektivitas edukasi manajemen diabetes dalam menurunkan kadar gula darah. Telaah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai strategi edukasi yang paling efektif, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya, serta cara optimal dalam mengimplementasikan edukasi guna meningkatkan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus.
Co-Authors Ade Kurniawati Agung Alwi Ayudiani Prastika Aida Sri Rachmawati Aida Sri Rachmawati Alamsyah Firdaus Alfia Khoirunnisa Allysa Putri Dierayani Alma Nurazmi Syahidah Anggia Suci Pratiwi Apep Ibnu Mu’ti Asep Mukhsin Asep Muksin Asep Muksin Asep Setiawan Asep Setiawan Asep Setiawan Asita Elengoe Asti Tri Lestari, Asti Tri Azril Muzamil Bayu Brahmantia Bayu Brahmantia Bayu Brahmantia Bin Sansuwito, Tukimin Devia Nurafnisa Eri Nugraha Fanny Dwi Nopianti Faridah Mohd Said Fauza, Nazwa Isni Fauziah Solihah Nur Hayati Febrian, Kaka Azi Fadhilah Fitri Nurlina Fitri, Gita Nur Gandi Sukma Nugraha Gita Nur Fitri Haeya Firda Nisa Hana Ariyani Hani Handayani Hani Handayani Hani Handayani, Hani Helmi Fauzan Zamaludin Herdiani, Ida Himatul Aliyah, Ima III Dioso, Regidor Indra Gunawan Indra Gunawan Indra Gunawan Kaka Azi Fadhilah Febrian Kamilia Azhari Kiki Meilani Kurniawati, Ade Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti Lilis Lismayanti M Permana, Rhinda Putri Maulana, Muhammad Rizki Mia Ilmiati Miftahul Falah Miftahul Falah Muhammad Saefulloh Munirah Munirah NAILA APRILIYANI Nandini, Vira Nian Neni Nuraeni Neni Nuraeni Neni Nurhasanah Neni Sholihat Neni Sholihat Nugraha, Gandi Sukma Nur Fadhilah Nuri Lestari Nuri Qudrotillah Oni Sahroni Putri Maharani Gandari Putri Nur Anjeli Putri Nur Sabrina Regidor III Dioso Restiana, Nia Rina Sholihach Rosidawati, Ida Rosnawanty, Rosy Sabilla, Reysa Putri Sabrina, Putri Nur Salsabilla Fuji Firmanda Saryomo Saryomo Sasyari, Usman Silvia Rizki Nurcahyani siti Desi Nazila Sopi Cahyani Sri Mulyanti Sri Wahyuni Taofik Muhammad Taopfik Muhammad Tatang Kusmana Tri Setiawan Tukimin Bin Sannsuwito Tukimin bin Sansuwito Ucu Rikmal Wilda Nur Mahmudah Yuli Setia Anggreani Yusuf Rifai Romli Yuyun Sholihatin Yuyun Solihatin Zainal Muttaqin Zamaludin, Helmi Fauzan