Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kemampuan Literasi Informasi Dan Keterampilan Sosial Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP Prihatini Alfath; Sukma Perdana Prasetya; Nuansa Bayu Segara; Katon Galih Setyawan
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguasaan keterampilan abad 21, khususnya literasi informasi dan keterampilan sosial, dalam menunjang keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel terdiri atas 64 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan literasi informasi, lembar observasi keterampilan sosial, dan dokumentasi nilai prestasi belajar IPS. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 21 melalui uji regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi informasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar dengan kontribusi sebesar 66,5%. Keterampilan sosial juga memiliki pengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 36,3%. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh sebesar 70,6% terhadap prestasi belajar IPS siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan literasi informasi dan keterampilan sosial secara bersama-sama berkontribusi positif terhadap capaian akademik siswa. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis literasi dan sosial di lingkungan sekolah.
Pengembangan Media Pembelajaran Macromedia Flash Materi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman di Kota Surabaya Sebagai Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Bagi Siswa SMP Moch. Anan Charismadeyanto; Sukma Perdana Prasetya; Ali Imron; Katon Galih Setyawan
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash dengan pendekatan animasi stop motion pada materi Sumber Daya Alam dan Kemaritiman di Kota Surabaya. Latar belakang dari penelitian ini mencerminkan rendahnya hasil belajar dan motivasi siswa dalam memahami pembelajaran IPS yang mengandung muatan lokal. Dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad 21, diperlukan media yang kontekstual, adaptif, dan menarik untuk menjembatani kesenjangan antara materi dan dunia nyata siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi ahli media, ahli materi, dua guru IPS, serta siswa kelas VII SMP Negeri 31 Surabaya. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket, observasi, serta pretest dan posttest. Hasil validasi ahli materi menunjukkan kelayakan sebesar 89%, sementara ahli media memberikan penilaian sebesar 96%. Penilaian guru terhadap media menunjukkan nilai praktikal sebesar 94, dan siswa memberikan skor efektivitas 60,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa media Macromedia Flash berbasis stop motion sangat layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran IPS. Media ini tidak hanya membantu siswa memahami materi secara lebih kontekstual, tetapi juga menanamkan nilai karakter kebaharian yang sesuai dengan potensi lokal Surabaya. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi teknologi dalam pendidikan berbasis karakter dan potensi daerah.
Cultural Values of the Mendhak Sanggring Tradition and Their Integration into Social Studies Learning in Indonesian Junior High Schools Kusnul Khotimah; Wiwik Sri Utami; Katon Galih Setyawan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7708

Abstract

The Mendhak Sanggring tradition in Tlemang Village, East Java, represents a local cultural heritage rich in spiritual, social, historical, and educational values. In the context of Indonesia’s Merdeka Curriculum, which promotes contextual and culturally responsive learning, this tradition offers significant pedagogical potential. This study aims to identify the core cultural values embedded in the Mendhak Sanggring tradition and explore their integration into Social Studies (Ilmu Pengetahuan Sosial, IPS) learning at the junior high school level. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews and participatory observations at the sacred site of Ki Buyut Terik’s tomb. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, involving data reduction, presentation, and conclusion drawing. The study identified six key cultural values in the Mendhak Sanggring tradition: (1) religious (spiritual devotion and ethical conduct), (2) social (mutual cooperation and solidarity), (3) cultural (heritage preservation and identity), (4) historical (local historical awareness), (5) economic (community-based microeconomy), and (6) educational (character and intergenerational learning). These values align with the learning objectives of the IPS curriculum, including cultural identity, civic engagement, historical literacy, and economic understanding. Their integration into classroom learning enhances student engagement, relevance, and character development. The findings suggest that the Mendhak Sanggring tradition can serve as an effective model for culture-based Social Studies education. Educators are encouraged to design thematic, project-based modules that connect students to their local cultural environment, fostering critical and reflective learning.
Potensi Wisata Budaya Siti inggil Sebagai Situs Sejarah Peninggalan Kerajaan Majapahit di Trowulan Mojokerto Sayyida Nafisah; Lutfiyatul Laili; Nabila Dini Cantika; Rahma Ayu Clorika; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.38

Abstract

Mojokerto merupakan Provinsi di Jawa Timur yang terkenal akan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Salah satu situs penting di kawasan ini adalah Siti Inggil, yang terletak di Trowulan, Mojokerto. Siti Inggil, yang berarti "Tanah Tinggi" dalam bahasa Jawa, diyakini sebagai tempat penyimpanan setengah dari abu jenazah Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. Siti Inggil memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang erat kaitannya dengan Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi persemayaman Raden Wijaya dan berfungsi sebagai petirtaan yang digunakan dalam ritual agama Hindu-Buddha. Di situs ini ditemukan berbagai artefak penting seperti candi, makam, dan Sumur Jatimulya, yang airnya dianggap suci. Melalui penelitian kualitatif dengan studi literatur dan wawancara, untuk mengeksplorasi nilai spiritual dan sejarah Siti Inggil di Trowulan. Selain menjadi tempat ziarah, Siti Inggil juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata budaya yang bisa mendukung pelestarian warisan Majapahit dan meningkatkan ekonomi lokal. Namun, tantangan seperti keterbatasan dana dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga situs ini masih menjadi hambatan, sehingga dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan pengembangan dan pelestarian yang berkelanjutan.
Eksistensi Rawat Ruwat Ranu Masyarakat Klakah Sebagai Kearifan Lokal Dalam Menghadapi Perubahan Budaya Dan Arus Globalisasi Alya Nainawatsaqifah; Lina Dwi Lestari; Nihayatus Sa'adah; Razita Atsilah; Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.39

Abstract

Indonesia melambangkan negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, bahasa serta agama. Hal ini menunjukkan bahwa tiap-tiap daerah di negara kita yaitu Indonesia memiliki tradisi atau kearifan lokal yang berbeda-beda. Bahkan seiring kemajuan zaman dan arus perubahan globalisasi, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa daerah yang masih menjaga kearifan lokalnya. Kearifan lokal disetiap daerah sangat bervariasi, misalnya saja tradisi Rawat Ruwat Ranu Klakah masyarakat Desa Papringan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang termasuk salah satu kearifan lokal berupa kampanye pelestarian lingkungan melalui jalan kebudayaan. Penelitian ini tergolong dalam macam jenis penelitian kualitatif. Dengan metode deskriptif yang digunakan yaitu deskriptif analisis, yaitu penelitian berwujud kutipan peristiwa dalam bentuk kata- kata, kalimat, serta paragraf yang mendemonstrasikan bentuk kearifan lokal tradisi Rawat Ruwat Ranu. Sumber datanya berasal dari data primer melewati tahap wawancara dan data sekunder dari referensi sumber bacaan dan artikel internet. Teknik perolehan data pada penelitian ini memakai metode studi pustaka serta studi lapangan, sementara itu metode pengkajian data terhadap riset ini menerapkan penelitian deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya simbol simbol yang mendasari unsur tradisi Rawat Ruwat Ranu. Tradisi ini telah melewati perubahan yang panjang, baik segi nama maupun dari segi tradisi serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan tradisi ini. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk memahami makna dan simbolisme tradisi Rawat Ruwat Ranu.
Mengungkap Makna Gendhing-Gendhing : Tradisi dalam Kearifan Lokal Waduk Bunder Gresik Shafa Yuniar Putri Rosyadah; Afifah Wardah Ariesty; Ananda Dwi Setya Dewi; Ivanda Melia Putri; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.40

Abstract

Dalam artikel ini, kita akan menemukan makna tradisi gendhing-gendhing dalam kearifan lokal Waduk Bunder Gresik. Gendhing tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual yang penting bagi masyarakat. Artikel ini mempelajari bagaimana gendhing berperan dalam menjaga keseimbangan sosial dengan memperkuat ikatan komunitas dan memberikan hubungan spiritual yang menghubungkan masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan dan leluhur. Gendhing juga mengandung pesan lingkungan yang mengajarkan masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam. Dengan demikian, tradisi gendhing-gendhing di Waduk Bunder Gresik menjadi refleksi kearifan lokal yang mampu mengikuti perkembangan zaman sambil tetap mempertahankan identitas budaya dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menekankan betapa pentingnya menjaga tradisi ini untuk generasi berikutnya agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam gendhing tetap hidup dan relevan dalam masyarakat.
Peluang Dan Tantangan Dalam Transformasi Tradisi Sadranan : Studi Kasus di Gunung Kelud Kecamatan Ngancar Viona Aurellia Hadi Widjajanto Putri; Nabiilah Putri Syahrani; Aura Bebyna Zahrotul; Jihan Bilqis; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.41

Abstract

Tradisi Sadranan di Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar, adalah warisan budaya lokal yang telah berlangsung selama bertahun-tahun sebagai cara untuk menghormati alam dan leluhur. Di tengah pergeseran tradisi ini, ada peluang dan tantangan untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah modernisasi dan perkembangan zaman. Potensi untuk menarik wisatawan, memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda, dan memperkuat identitas masyarakat setempat adalah beberapa peluang yang muncul. Sebaliknya, masuknya elemen asing, komersialisasi budaya, dan kurangnya regenerasi pelaku tradisi menyebabkan perubahan nilai-nilai tradisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tradisi Sadranan berubah, serta untuk mempelajari peluang dan kesulitan yang muncul dalam mempertahankan tradisi tersebut di zaman sekarang. Observasi dan wawancara mendalam dengan pelaku tradisi dan tokoh masyarakat, serta wisatawan yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan aspek spiritual dan sosial budaya menjadi kunci dalam menjaga kelangsungan tradisi Sadranan di Gunung Kelud.
Tradisi Grebek Suro Sebagai Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trowulan Mojokerto Mita Selvia Anggreini; Bening Nur Laili; Abshar Albani; Anggin Puspa Anggraeni; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.43

Abstract

Grebeg Suro merupakan salah satu tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Trowulan, Mojokerto, sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan serta penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini memiliki akar budaya yang kuat, terutama dalam konteks adat Jawa dan kepercayaan lokal yang sudah berlangsung selama berabad-abad. Grebeg Suro yang biasanya diadakan pada bulan Suro (Muharram) dalam kalender Jawa, mencakup serangkaian upacara adat, doa bersama, dan berbagai pertunjukan seni tradisional. Melalui acara ini, masyarakat Trowulan menunjukkan kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antarwarga. Selain itu, Grebeg Suro juga dianggap sebagai sarana untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi lingkungan sekitar. Artikel ini bertujuan untuk mengulas peran Grebeg Suro dalam mengekspresikan rasa syukur masyarakat Trowulan, Mojokerto, serta melestarikan kearifan lokal di era modern. Kajian ini menggunakan metode kualitatif yaitu kajian literatur. Dimana akan dilakukan pengumpulan data seperti mencatat mencari literatur untuk digunakan dalam mengidentifikasi penelitian agar dapat menjelaskan apa yang didapatkan dari hasil penelitian tersebut. Dengan menggunakan metode ini di harapkan para pembaca dapat dengan mudah memahami penjelasan yang kami berikan dalam artikel ini. Hasil kajian ini dapat memberikan wawasan baru mengenai pentingnya tradisi lokal dalam menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Tradisi Tahunan Grebeg Apem di Kabupaten Jombang Sebagai Simbol Kebersamaan dan Keberkahan Andini Herlina Putri; Nur Elsa Maulidini; Septia Wardani; Tsabita Ayuni Susanti; Katon Galih Setyawan; Sugiantoro Sugiantoro
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.45

Abstract

Abstrak Grebeg apem, sebuah tradisi unik yang berasal dari tanah jawa, merupakan perpaduan menarik antara ritual keagamaan, perayaan budaya, dan ekspresi syukur atas karunia tuhan. Secara simbolis, apoem yang menjadi pusat perhatian dalam upacara ini memiliki makna yang mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkenalkan tradisi grebeg apem yang dilakukan masyarakat Jombang sebagai simbol kebersamaan dan keberkahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalambentuk wawancara serta literatur riview yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang relevan mengenai grebeg apem. Tradisi ini menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi. Namun, semangat pelestarian tradisi ini terus menyala. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kelangsungan grebeg apem, baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun para budayawan. Melalui berbagai inovasi grebeg apem diharapkan dapat terus hidup dan berkembang sebagai salah satu warisan budaya yang ada di Jombang dan tak ternilai harganya. Grebeg apem dapat dikaitkan dengan teori interaksi simbolik dimana kue apem memiliki simbol permohonan maaf kepada Allah SWT. Kemudian, tradisi grebeg apem sendiri bermakna kesyukuran, pembersihan diri, solidaritas sosial dan warisan budaya bagi Masyarakat Jombang. KATA KUNCI Agama;Grebeg apem;Kebudayaan;Simbol
Pelestarian Pencak Silat Lirboyo Kediri sebagai Upaya Merawat Warisan Budaya di Tengah Arus Modernisasi Muhammad Wildan Jauharuddin; Muhammad Galang; Andiva Nailus Mustofa; Muhammad Habib Nasrudin; Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.47

Abstract

Indonesia memerankan negara yang kaya akan kemajemukan dari suku, budaya, bahasa, serta agama. Mengenai hal ini menunjukkan bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda. Terlebih seiring kemajuan zaman dan arus modernisasi tidak dapat dipungkiri bahwa tiap-tiap daerah masih melindungi kearifan lokalnya. Kearifan lokal di setiap daerah sangat beragam, Misalnya saja Tradisi Pencak Lirboyo di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri termasuk salah satu kearifan lokal berupa aktivitas bela diri melalui jalan kebudayaan. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif. Dengan metode deskriptif analisis yakni penelitian yang berupa kejadian peristiwa dalam bentuk kalimat yang terukur kedalam tradisi Pencak Lirboyo. Datanya bermula dari data primer melampaui tahap wawancara dan dat sekunder dari artikel di internet. Hasil analisi ini menunjukkan pentingnya tradisi Pencak Lirboyo dari unsur kearifan lokal. Tradisi ini telah menempuh transfigurasi sangat panjang dari segi media promosi serta upaya yang dihadapi untuk memepertahankan tradisi ini. Bersamaan dengan ini peneliti terobsesi untuk menghargai makna dari Pencak Lirboyo.
Co-Authors ., Sarmini Abshar Albani Adelya Dewi Adhinda Zahro Haania Afifah Wardah Ariesty Afriliana, Ulfa Nikmah Agung Stiawan Agung Stiawan Agus Suprijono Agus Suprijono Ahmad Dhani Aisyah Ayu Nararya Aisyah Lailya Nafitri Alfarizi, Tito Alfiana, Siti Izza Ali Imron Ali Imron Ali Imron Ali Imron ., Ali Imron Ali Rahmat Allyatuzzara, Shafa Nazhwa Alya Nainawatsaqifah Aminatus Zuhria Anam, Mokhamad Misbakhul Ananda Dwi Setya Dewi Andi Setiawan Andini Herlina Putri Andiva Nailus Mustofa Anggin Puspa Anggraeni Anggita Hanung Rahma Aulia Aninda Putri Sarwandari Anwar, Muhibbul Arina Eliana Fitria Armeilia, Revina Arsitha, Devi Ria Asilah, Amirah Salwa Asnimawati, Asnimawati Auliyah, Umi Umaroh Aura Bebyna Zahrotul Az Zahra Wahyu Afifah Bashiruddin, Muhammad Bening Nur Laili Brillianka Irly Sumardi Deki Wibowo, Deki Dhikriana, Mifta Rina Dhimas Bagus Virgiawan Dian Ayu Larasati Dilla Putri Liktaf Dina Feronica Dr. Nuansa Bayu Segara, S.Pd., M.Pd. Dwiyanti, Annisah Zulfa Eka, Tiara Era Melani Erika Selphie Damayanti Fadila Kurniawati FADILA, NUR Fatikhatul Farikhah Fisabilillah, Aqillah Fitriyani, Galuh Lailatul Gabriela Kusumo Pratiwi Goldwag Megan Hadi, Auliya Nasywaa Hafizah Nadzar Haqiqi, Alisya Nayla Haryanti, Novalia Suci Hermawan, Alesandro Rahmatullah INDAR SABRI Isnaini, Miladiyati Ivanda Melia Putri Jihan Bilqis Ketut Prasetyo Khusniah, alvi Kusnul Khotimah Kusnul Khotimah Kusnul Khotimah Labib Suzudi Larasati , Dian Ayu Larasati, Dian Ayu Lina Dwi Lestari Lutfiyatul Laili Mahardhika, Sunggiale Vina Martinus Legowo Marzuqi, Muhammad Ilyas Maudelyne Nasywa Maulida Merita Selvia Nura'ini Mita Selvia Anggreini Moch. Anan Charismadeyanto Moch. Zakki Mubarok Muhammad Asrorun Ni’am Muhammad Galang Muhammad Habib Nasrudin Muhammad Ilyas Marzuqi Muhammad Wahyudin Muhammad Wildan Jauharuddin Muslim, Moh. Khoirul Nabiilah Putri Syahrani Nabila Dini Cantika NASUTION Nasution, Nasution Nihayatus Sa'adah Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Novitasari Novitasari, Nora Indah Nuansa Bayu Segara Nuansa Bayu Segara Nugraha, Testa Adi Nur Elsa Maulidini Nur Farikhatun Nisa’ Nur Naini, Irma Nurirrohmah, Miftahul Fithri Nurul Hasanah Oktafia Nur Halima Olivia Dina Rahmayanti Prastiyono, Hendri Prihatini Alfath Rachmayanti, Friska Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma Ayu Clorika Rahman Hakim Razita Atsilah Rifky Alif Dharmawan Risky Eka Febrianti Riyadi Rizka Nurlaili Rogina Aroem Nurjanah Rohmah, Emilia Dwi Rosa Yanuar Widiyanto Sabrina, Farah Saddawiyah, Annisa Safina Sadhana, Senyum Safrida, Kamelia Wulandari Salma, Karina Salsabila, Firdausi Irma Salsabilla Wida Pratama Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sayyida Nafisah Semesta, Harmoni Septia Wardani Septianingrum, Eka Lutviana Shafa Yuniar Putri Rosyadah Silvi Nur Afifah Siti Masruroh Stiawan, Agung Suci Lutfia Rahmawati Sugiantoro Sugiantoro Sugiantoro Sukarti Sukarti Sukarti Sukarti Sukarti Sukma Perdana Prasetya Suprijono , Agus Suwarno Suwarno Taufiq Yunaz Wicaksono Tiara, Nazwa Tri Naryawant, Eric Rayfaido o Tsaabitah, Ananda Alissa Tsabita Ayuni Susanti Tsalasa, Ilmin Nafiatus Tutur Jatmiko Ummami, Risalatul untari, selvia dewi Viona Aurellia Hadi Widjajanto Putri Wahyuni Maulidiniyah widiya Widiya Widya Ayu Nirmala Sari Wiwik Sri Utami Yudianto, Galang Rizqullah Yuniarti, Cholifah Zyalzyabina Aulia Arifin Arifin