Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Neutrophil-Lymphocyte Ratio and Platelet-Lymphocyte Ratio in Dengue-Infected Patients Sari, Nurul Adha; Julyani, Sri; Harahap, Muhammad Wirawan; Bima, Irmayanti Haidir; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i2.1375

Abstract

Dengue infection, caused by the dengue virus and transmitted by Aedes mosquitoes, remains a significant public health issue in Indonesia. The ability to identify reliable biomarkers for assessing disease severity is critical for improving clinical management. This study aimed to evaluate the relationship between the Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) and Platelet-to-Lymphocyte Ratio (PLR) as potential biomarkers of severity in dengue infection. An observational cross-sectional design was employed, analyzing 76 dengue cases at RSAU dr. Dody Sardjoto. Data were collected from medical records of patients during the critical fever period (days 4-7). The majority of patients were male and adult, with a higher incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Statistical analysis showed no significant correlation between NLR and PLR with disease severity (p-value >0,05), although a positive correlation between NLR and PLR was observed. However, neither NLR nor PLR effectively predicted hospitalization duration. These results suggest that while NLR and PLR reflect immune responses in dengue infection, they are not suitable biomarkers for assessing disease severity. Further research is needed to identify more reliable biomarkers for better management of dengue infection.
EFFECT OF EPIDURAL AND GENERAL ANESTHESIA ON PERIOPERATIVE NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO CHANGES IN MASTECTOMY PATIENTS Damayanti, Fina; Harahap, Muhammad Wirawan; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Sommeng, Faisal; Swarga, Tirta
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 1 (2026): February 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i1.36603

Abstract

Mastectomy induces a systemic inflammatory response that may be influenced by the anesthetic technique, as reflected by changes in the neutrophil–lymphocyte ratio (NLR). Unlike previous studies that assessed mixed breast surgeries, broadly evaluated regional anesthesia, or focused on combined general–epidural techniques and cytokine markers, this study uniquely compares perioperative pre–post changes in NLR (ΔNLR) between epidural anesthesia alone and general anesthesia alone in mastectomy patients using a routinely available biomarker. This quantitative experimental study was conducted at Ibnu Sina YW-UMI Hospital, Makassar, from August 2025, involving 30 mastectomy patients recruited consecutively and allocated into two independent groups (15 epidural, 15 general anesthesia). Venous blood samples were collected preoperatively and 24 hours postoperatively to calculate NLR, with ΔNLR as the primary outcome. Within-group analysis using the Wilcoxon test showed significant postoperative increases in NLR in both the epidural group (5.13 ± 5.42 to 7.65 ± 5.99; p0.001) and the general anesthesia group (4.12 ± 4.59 to 14.72 ± 8.43; p0.001). Between-group comparison using the Mann–Whitney test demonstrated that ΔNLR was significantly higher in the general anesthesia group (10.60 ± 7.23) than in the epidural group (2.52 ± 2.36; p0.001). These findings indicate that epidural anesthesia is associated with a smaller postoperative increase in NLR, suggesting better attenuation of the systemic inflammatory response after mastectomy. Further randomized studies with larger samples, additional inflammatory biomarkers, and clinical outcomes are recommended to enhance evidence strength and generalisability.
MANAJEMEN GENERAL ANESTHESIA NASAL INTUBATION (GANI) PADA PASIEN FRAKTUR MANDIBULA DENGAN DIFFICULT AIRWAY : LAPORAN KASUS Resti, Adelia Dwi; Harahap, Wirawan; Nurdin, Haizah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54701

Abstract

Fraktur mandibula merupakan salah satu bentuk trauma maksilofasial yang paling sering dijumpai dan memiliki implikasi signifikan terhadap manajemen jalan napas. General Anesthesia Nasal Intubation (GANI) adalah teknik intubasi dengan memasukkan pipa endotrakeal melalui kavum nasi ke dalam trakea sehingga memungkinkan ventilasi anestesi yang adekuat tanpa mengganggu akses intraoral, sehingga banyak digunakan dalam pembedahan dental, orofaringeal, dan maksilofasial. Laporan kasus ini membahas seorang pria berusia 46 tahun yang datang dengan keluhan nyeri rahang sejak satu hari setelah terjatuh, nyeri memberat saat mengunyah, tanpa perdarahan maupun gejala sistemik, serta memiliki kebersihan gigi yang buruk. Pemeriksaan fisik menunjukkan deformitas mandibula, mukosa gingiva hiperemis, dan karies luas. Pemeriksaan MSCT mandibula mengonfirmasi adanya fraktur korpus mandibula terfragmentasi, fraktur ramus posterior kanan dan ramus anterior kiri, serta fraktur maksila kiri disertai laserasi lidah. Pasien direncanakan menjalani operasi rekonstruksi disertai prosedur tongue flap dengan anestesi umum menggunakan teknik GANI. Evaluasi jalan napas praoperatif dilakukan menggunakan kriteria LEMON (Look externally, Evaluate 3-3-2 rule, Mallampati, Obstruction, Neck mobility) yang menunjukkan risiko jalan napas sulit akibat trauma maksilofasial, keterbatasan pembukaan mulut, Mallampati kelas IV, dan keterbatasan mobilitas leher. Berdasarkan temuan tersebut, dipilih teknik awake nasotracheal intubation dalam anestesi umum. GANI memberikan stabilitas jalan napas yang lebih baik, meningkatkan visualisasi dan akses pembedahan, serta menurunkan risiko aspirasi dan obstruksi jalan napas dibandingkan pendekatan orotrakeal pada kasus trauma wajah.
Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Kasus Sepsis di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar Butang, Dwiputri Djaya; Irwan, Andi Alamanda; Pramono, Sigit Dwi; Sommeng, Faisal; Harahap, Muhammad Wirawan
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1838

Abstract

Latar Belakang: Sepsis adalah masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di unit perawatan intensif (ICU), dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pengobatan sepsis yang tepat waktu sangat penting, tetapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar, dengan fokus pada karakteristik pasien, organ yang bermasalah, penyakit penyerta, hasil kultur, dan jenis yang resisten dan resisten terhadap antibiotik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis pasien sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar selama periode Januari-Mei 2024. Subjek penelitian adalah pasien sepsis yang telah diberikan terapi antibiotik dan memiliki hasil kultur. Data dikumpulkan kemudian diolah untuk menarik kesimpulan tentang pola penggunaan antibiotik. Hasil: Dari 32 rekam medis, 13 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah laki-laki (77%) dan berusia di atas 55 tahun (38%). Disfungsi organ gastrointestinal ditemukan pada 46% pasien, dan diabetes melitus adalah kondisi komorbiditas yang paling umum (31%). Hasil kultur menunjukkan Salmonella typhii (38%) sebagai patogen utama. Antibiotik yang paling resisten adalah amikasin, levofloksasin, ofloksasin, dan tetrasiklin (masing-masing 10%), sedangkan sefiksim (24%) dan ampisilin (16%) menunjukkan resistensi yang tinggi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar didominasi oleh pasien laki-laki dengan gangguan fungsi organ pencernaan. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang serius, terutama untuk sefiksim dan ampisilin. Peningkatan praktik pengumpulan kultur bakteri dan pemantauan resistensi diperlukan untuk memastikan terapi yang lebih efektif dan mengurangi mortalitas sepsis.
Gambaran Pasien Tumor Payudara Jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang Tahun 2023 Bahri, Miranda Ashari; Gani, Azis Beru; Harahap, Muhammad Wirawan; Dahliah, Dahliah; Hasbi, Berry Erida
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1866

Abstract

Latar Belakang: Tumor payudara jinak merupakan masalah kesehatan signifikan di seluruh dunia, dengan peningkatan kasus di Indonesia. Tumor payudara jinak, meskipun tidak bersifat kanker, tetap memerlukan perhatian karena dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai gambaran pasien tumor payudara jinak, termasuk usia, pekerjaan, indeks massa tubuh (IMT), dan lokasi tumor. Metode: Metode penelitian deskriptif dengan desain observasional dilakukan pada pasien tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu selama periode Agustus hingga Oktober 2024. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dari 24 pasien, sebagian besar pasien berusia 17-25 tahun (33%), berstatus pelajar (50%), dengan indeks massa tubuh (IMT) obesitas tingkat 1 (46%), serta lokasi tumor lebih banyak di payudara kiri (59%). Kesimpulan: Tumor payudara jinak di RSUD Massenrempulu Enrekang paling banyak terjadi pada wanita muda usia produktif, berstatus pelajar, memiliki IMT berlebih, dan lebih sering terjadi di payudara kiri.
The Relationship Between Fasting Blood Sugar Levels And the Quality Of Life Of Type 2 Diabetes Mellitus Patients At the Makassar City Health Service Center In 2025 Alifya, Kafka Mutiara; Hidayati, Prema Hapsari; Harahap, Muhammad Wirawan; Kanang, Indah Lestari Daeng; Jafar, Muh. Alfian; Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10056

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus meningkat, khususnya di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DM Tipe 2 adalah kadar gula darah puasa (GDP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah puasa dan kualitas hidup pasien DM Tipe 2 di UPK Balai Pelayanan Kesehatan Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kadar GDP diukur dengan glukometer, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% pasien memiliki GDP yang terkendali, dan 47,2% melaporkan kualitas hidup yang buruk. Terdapat hubungan signifikan antara kadar GDP dan kualitas hidup pasien, dengan pasien dengan GDP terkendali melaporkan kualitas hidup yang lebih baik (p < 0,002). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian gula darah yang baik berhubungan langsung dengan peningkatan kualitas hidup pasien DM Tipe 2. Oleh karena itu, pengelolaan yang tepat terhadap kadar gula darah dan dukungan psikologis serta edukasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes.
The Relationship Between Low Back Pain and Obesity among Nurses in the Working Area of Mitra Manakarra Hospital in 2025 Waskito, Farah Nadhilla Ramadhani; Makmun, Armanto; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Dahliah, Dahliah; Harahap, Muhammad Wirawan
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10020

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh tenaga medis, termasuk perawat, dengan berbagai faktor risiko seperti posisi tubuh yang buruk, kelelahan, dan beban fisik yang tinggi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada LBP adalah obesitas, yang dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang dan memperburuk postur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan kejadian LBP pada perawat di Rumah Sakit Mitra Manakarra pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 37 perawat yang dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dari total 55 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas berhubungan signifikan dengan peningkatan keparahan LBP. Sebagian besar perawat dengan obesitas mengalami disabilitas sangat parah akibat LBP, sementara perawat dengan IMT normal lebih banyak mengalami disabilitas minimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas dapat meningkatkan keparahan LBP pada perawat dan merekomendasikan pengembangan program pencegahan yang mencakup pelatihan ergonomi, peningkatan aktivitas fisik, dan pengelolaan pola makan sehat. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang obesitas terhadap LBP.
Nutritional Status Among Children Under Five with Radiologically Diagnosed Bronchopneumonia at Ibnu Sina Hospital Makassar, 2022–2024 Nizam, Alyah Nasywa Alzena; Harahap, Muhammad Wirawan; Hasbi, Berry Erida; Jafar, Muh. Alfian; Pratiwi, Dwi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10057

Abstract

Pneumonia, khususnya bronkopneumonia, merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun, dengan malnutrisi sebagai faktor risiko utama. Di Indonesia, prevalensi malnutrisi pada balita, termasuk stunting dan wasting, masih tinggi dan berkontribusi pada tingginya angka kejadian pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status gizi pada anak balita yang menderita bronkopneumonia di RS Ibnu Sina Makassar pada periode 2022–2024. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif, yang menganalisis data sekunder dari rekam medis pasien anak balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia 0-12 bulan, dengan sebagian besar memiliki status gizi baik (47,6%), diikuti dengan gizi kurang (20,1%) dan obesitas (13,6%). Penelitian ini juga menemukan bahwa status gizi yang buruk berkontribusi pada peningkatan kejadian bronkopneumonia dan memperburuk prognosis penyakit. Kesimpulannya, intervensi gizi yang tepat sangat penting untuk mencegah dan mengurangi keparahan bronkopneumonia pada anak balita. Kolaborasi antara tenaga medis, ahli gizi, dan kebijakan kesehatan diperlukan untuk memperbaiki status gizi dan menurunkan angka kejadian pneumonia.
Correlation Between Nutritional Status and Anemia Incidence in Pregnant Women At Minasaupa Public Health Center, Makassar in 2023 Maarif, Ahmad Safei; Safitri, Asrini; Harahap, Muhammad Wirawan; Bamahry, Aryanti R; Dewi, Anna Sari
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10052

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Makassar. Penyebab utama anemia pada ibu hamil adalah defisiensi zat besi dan status gizi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Minasa Upa, Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 36 responden ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,6% ibu hamil mengalami anemia, dengan 83,3% ibu hamil memiliki status gizi buruk (KEK). Selain itu, tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe rendah, dengan 88,9% ibu hamil tidak patuh mengonsumsi tablet Fe. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara status gizi dan kejadian anemia (p-value 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi yang buruk, terutama KEK, berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Diperlukan intervensi yang lebih baik dalam edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi suplemen zat besi untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Patient Satisfaction Survey Towards The Eracs Method In Caesarean Delivery At Sitti Khadijah 1 Makassar Maternity Hospital Pakaya, Nickyta S; Dwimartyono, Fendy; Nurulaisyah, Windy; Mappaware, Nasruddin Andi; Harahap, Muhammad Wirawan
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10041

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan momen penting dalam kehidupan seorang perempuan yang melibatkan perubahan fisik dan psikologis. Salah satu tindakan medis yang sering dilakukan adalah operasi caesar (sectio caesarea), yang meskipun dapat menyelamatkan ibu dan bayi, seringkali menimbulkan komplikasi pasca-operasi. Penerapan metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan kenyamanan pasien pasca-operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap metode ERACS pada persalinan sectio caesarea di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner pada pasien yang melahirkan secara sectio caesarea dengan metode ERACS pada Februari-Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% pasien menyatakan puas dengan prosedur ERACS, meskipun 60% pasien melaporkan nyeri pasca-operasi. Selain itu, 73,3% pasien dapat melakukan mobilisasi dini, dan tidak ada pasien yang mengalami mual atau muntah. Kesimpulannya, penerapan ERACS di RSIA Sitti memberikan tingkat kepuasan yang tinggi dan mempercepat pemulihan pasca-operasi. Penerapan metode ini dapat menjadi model bagi rumah sakit lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Co-Authors Abdi, Dian Amelia Adinda Putri, Tasya Aisyah, Windy N. Aisyah, Windy Nadia Aisyah, Windy Nurul Alamsyah Husein Alfima, Mega Alifya, Kafka Mutiara Alya Nabila, Andi Amir, Suliati Amir, Suliati P Andi Dirhan Takdir Andi Husni Tanra, Andi Husni Andi Mappaware, Nasrudin Andi Masdipa Andi Millaty Halifah Dirgahayu Lantara Arfah, Arni Isnaini Arifuddin Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin, Andi Tenri Sanna Armanto Makmun Arni Isnaini Arfah Asro Akjuma Pratama Bahri, Miranda Ashari Bakri, Sri Intan Akmal Bamahry, Aryanti R Bangsawan, Israfil Raya Batariola, Nurfi Tarissyah Bima, Irmayanti Haidir Butang, Dwiputri Djaya Christina A.D. Tanifan Dahliah, Dahliah Damayanti, Fina Darussalam, Andi Husni Esa Daud, Nur Ramahdani Dewanty, Ashita Mary Dewi, Anna Sari Dian Fahmi Utami Dirgahayu, Andi Millaty Halifah Dwi Pratiwi Efendy, Annisa Al Adawiyah Erlin Syahril Fahruddin, Annisa Farah Ekawati Fendy Dwimartyono Fujiko, Masita G. Gunawan Gani, Azis Beru Gayatri, Sri Wahyuni Ghassani Rivai, Andi Fauzan Haeriyanty, Haeriyanty Hamzah, Pratiwi Nasir Handayani, Dewi Sri Handayani, Prema Hapsari Hasbi, Berry Erida Herlina Yulidia Ifu, Ahda Triani Irmayanti Irmayanti, Irmayanti Irna, Ade Irwan, Andi Alamanda Isni D. Iskandar, Gina Isro’ Iriansyah, Mochammad Jafar, Muh. Alfian Jaya, Gede Indra Kanang, Indah Lestari Daeng Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin M. Akil M. Hamsah M.Said , Masita Fujiko Maarif, Ahmad Safei MAHARANI, RATIH Makmun, Armanto Mangarengi, Yusriani Mappaware, Nasruddin Andi Masdipa, Andi Mokhtar, Shulhana Muh. Fuad Alamsyah Muh. Ramli Ahmad Muhammad Irsan Mulyadi, Farah Ekawati Nasaruddin , Hermiaty Nasrudin Andi Mappaware Nasrudin Andi Mappaware Nizam, Alyah Nasywa Alzena Nur Surya Wirawan Nur, Muh Jabal Nurasi L.E. Marpaung Nurdin, Haizah Nurelly Noro Waspodo, Nurelly Noro Nurfadhillah Khalid Nurmadilla, Nesyana Nurulaisyah, Windy Pakaya, Nickyta S Pramono, Sigit Dwi Purnamasari, Reeny Putri, Andi Nur Afifah Maharani Rahmawaty Kurnia Rasfayanah, Rasfayanah Resti, Adelia Dwi Rezky Pratiwi L.B Ryan Charmy Pratama Safitri, Asrini Salsabila, Andi Hafidzah Qurani Samosir, Abdi Dwiyanto Putra Saputra, Muh Farhan Sari, Nurul Adha Shofiyah Latief Sirajuddin, Nur Fatimah Sommeng, Faisal Sri Julyani Sri Vitayani Subhan, Waode Aqilla Putri Pratama Susilo, Wawan Swarga, Tirta Syafruddin Gaus Syahbana, Khalda Fakhirah Syamsu Rijal Tahir, Akina Maulidhany Utomo Andi P Wahyudi Wahyuni Gayatri, Sri Waskito, Farah Nadhilla Ramadhani Yasya, Ghina Saniyyah Putri Yulis, Rina Yuliana