Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan pojok herbal dan produk herbal (teh dan sirup) untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, NTB Aty Widyawaruyanti; Suciati Suciati; Tri Widiandani; Agriana Rosmalina Hidayati; Achmad Fuad Hafid; Djoko Agus Purwanto; Neny Purwitasari; Riesta Primaharinastiti; Sukardiman Sukardiman; Retno Widyowati; Devanus Lahardo; Hilkatul Ilmi; Maylisa Natalia Corry; Firman Wicaksana; Narendrani Sasmitaning Edhi; Muhammad Amir Hasan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30199

Abstract

Abstrak Desa Bengkaung adalah desa yang terletak di kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.  Banyak potensi pada desa Bengkaung yang masih bisa dikembangkan diantaranya adalah sumber daya alam yang berlimpah. Namun, pemanfaatan sumber daya alam ini belum maksimal, yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan  pengolahannya. Maka dilakukan pengabdian masyarakat yang berlangsung 2 tahap yaitu seminar terkait pojok herbal dan pelatihan pembuatan teh dan sirup dengan bahan kayu manis, kunyit, temu lawak, asam jawa, kapulaga untuk sediaan sirup serta bangle pada sediaan teh herbal yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan  pada 25 Oktober 2024 dengan mitra terdiri dari  anggota IAI  kota Mataram dan kader PKK desa Bengkaung. Adapun materi pelatihan diberikan dengan metode ceramah dan metode praktik. Evaluasi dilakukan dengan cara pemberian pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh nilai rata-rata sebesar 60,94 dan 79.37, yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra terhadap materi penyuluhan yang diberikan. Teh daun salam dan JKP-Bangle dievaluasi dengan pengukuran kadar antioksidan dengan DPPH dan FRAP assay. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar antioksidan the daun salam dan JKP-Bangle dengan FRAP assay memperoleh kadar tertinggi tertinggi nilai masing-masing sebesar 1359.84±13.47 mg GAE/g berat kering dan 396.73±16.79 mg GAE/g berat kering. Aktivitas antioksidan yang tinggi ini mengindikasikan potensi manfaat kesehatan dalam menangkal stres oksidatif yang berhubungan dengan penyakit neurodegeneratif, kardiovaskular, dan diabetes. Kata kunci: Desa Bengkaung; pojok herbal; tanaman obat; antioksidan. Abstract Bengkaung Village is a village located in Batu Layar sub-district, West Lombok, West Nusa Tenggara.  There is a lot of potential in Bengkaung Village that can still be developed, including abundant natural resources. However, the utilization of these natural resources has not been maximized, this is caused by a lack of public knowledge regarding their benefits and processing. So community service was carried out which took place in 2 stages, namely seminars related to the herbal corner and training in making tea and syrup using cinnamon, turmeric, ginger, tamarind, cardamom for syrup and bangle preparations, as well as bangles for herbal tea preparations which function to improve health. public. This activity was carried out on 24-26 October 2024 with partners consisting of IAI members from Mataram city and PKK cadres from Bengkaung village. The training material is provided using the lecture method and the Experimental Learning method (direct implementation learning). Evaluation is carried out by giving a pre-test and post-test, then analyzed quantitatively. Based on the results of the pre-test and post-test, an average score of 60.94 and 79.37 was obtained, which indicates an increase in partners' knowledge of the extension material providedrn how to make innovative products from mangosteen fruit so that they can be produced commercially. Thus, in the long term it is expected to increase the income of the Songgon Village residents. Antioxidant levels of bay leaf tea and JKP-Bangle were evaluated using DPPH and FRAP assays. Analysis results showed that the highest antioxidant levels measured by the FRAP assay were 1359.84±13.47 mg GAE/g dry weight for bay leaf tea and 396.73±16.79 mg GAE/g dry weight for JKP-Bangle. This high antioxidant activity indicates potential health benefits in combating oxidative stress associated with neurodegenerative, cardiovascular, and diabetes-related diseases. Keywords: Songgon Village; herbal corner; medicinal plants; antioxidants.
Edukasi pemilihan produk perawatan kulit yang aman sebagai upaya pencegahan penggunaan kosmetik berbahaya pada ibu PKK Desa Bengkaung Sasvania, Anisa; Anindiya, Naya Wahyu; Aryana, Baiq Putri; Hidayaturrohman, Achmad; Pramudya, Muhammad Zaidan; Rizkika, Adila; Hidayati, Agriana Rosmalina; Hanifa, Nisa Isneni; Hidajat, Dedianto; Hajrin, Wahida; Andanalusia, Mahacita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37547

Abstract

Abstrak Maraknya peredaran produk perawatan kulit tanpa izin edar serta rendahnya literasi masyarakat dalam memilih skincare yang aman masih menjadi permasalahan kesehatan kulit yang perlu mendapat perhatian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang tepat dan aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap produk kosmetik berbahaya. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 26 orang ibu PKK sebagai mitra sasaran melalui metode penyuluhan berupa ceramah, diskusi tanya jawab, dan pembagian pamflet edukatif. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara deskriptif, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta yang memperoleh nilai ≥80 serta tidak ditemukannya peserta dengan nilai di bawah 40 pada posttest. Meskipun demikian, hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik (p=0,591). Secara kualitatif, kegiatan ini menghasilkan luaran nyata berupa meningkatnya kesadaran, antusiasme, dan partisipasi aktif ibu-ibu PKK dalam memahami pentingnya pemilihan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan individu, tetapi juga memperkuat peran ibu-ibu PKK sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga menjadi langkah reflektif awal dalam membangun budaya sadar kosmetik aman secara berkelanjutan. Kata kunci: edukasi kesehatan; ibu pkk; perawatan kulit. AbstractThe widespread circulation of skincare products without marketing authorization and low public literacy in choosing safe skincare products remain skin health issues that require attention. This community service activity aims to increase the knowledge of the Family Welfare Empowerment (PKK) mothers in Bengkaung Village, Batulayar District, West Lombok Regency regarding the selection of appropriate and safe skincare products and to raise awareness of dangerous cosmetic products. The activity was carried out by involving 26 PKK mothers as target partners through counseling methods in the form of lectures, question and answer discussions, and distribution of educational pamphlets. Evaluation of the effectiveness of the activity was carried out using a pretest–posttest design to observe changes in the level of knowledge of participants before and after the educational intervention. The evaluation results showed an increase in participant knowledge descriptively, marked by an increase in the number of participants who obtained a score of ≥80 and no participants were found with a score below 40 in the posttest. However, the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed that the increase was not statistically significant (p=0.591). Qualitatively, this activity resulted in tangible outcomes in the form of increased awareness, enthusiasm, and active participation of PKK mothers in understanding the importance of choosing safe skincare products. This activity not only contributed to increased individual knowledge but also strengthened the role of PKK mothers as educational agents within the family and community, thus becoming a reflective first step in building a sustainable culture of awareness of safe cosmetics. Keywords: health education; skincare; women members of the family welfare movement.
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) dan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose) dengan Metode DPPH Baiq Ridho Amalia; Handa Muliasari; Agriana Rosmalina Hidayati
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.14863

Abstract

Senyawa antioksidan mampu meredam senyawa radikal bebas sehingga menjadi substansi yang tidak berbahaya. Sumber antioksidan dibagi dalam dua kategori, antioksidan sintetis dan alami. Antioksidan alami dapat diperoleh dari bahan alam, salah satunya kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang dihasilkan ekstrak tunggal kulit buah pisang kepok (KPK) dan kulit naga merah (KNM) serta aktivitas antioksidan kombinasi keduanya. Kombinasi ekstrak KPK dan KNM dibuat dengan rasio (1:1); (1:2); dan (2:1). Ekstrak KPK dan KNM mengandung senyawa flavonoid yang berperan dalam aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Nilai IC50 ekstrak tunggal KPK dan KNM adalah 79,34 ± 1,139 ppm dan 79,96 ± 0,899 ppm. Nilai IC50 Kombinasi ekstrak KPK dan KNM dengan variasi (1:1); (1:2); dan (2:1) adalah 19,50 ± 2,552 ppm; 58,38 ± 2,338 ppm; dan 18,76 ± 1,605 ppm. Uji one way ANOVA menunjukkan nilai IC50 ekstrak tunggal dan kombinasinya berbeda signifikan (p < 0,05). Kombinasi ekstrak KPK dan KNM menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya. Kata Kunci: Sonikasi, KLT, Flavonoid, Kombinasi Ekstrak, DPPH Antioxidant compounds can reduce free radical compounds and become harmless substances. Antioxidants are divided into two, which are synthetic and natural antioxidants. Natural antioxidants can be obtained from natural ingredients, such as the peel of kepok banana (Musa paradisiaca L.) and the peel of the red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus (Weber) Britton & Rose). The goals of this study are to determine the antioxidant activity of extract kepok banana peel (KPK), red dragon fruit peel (KNM) and extract combination of both. The combination of KPK and KNM extracts was made in a ratio of (1:1); (1:2); and (2:1). KPK and KNM extracts contain flavonoid compounds which are responsible for the antioxidant activity produced. The antioxidant test was carried out using the DPPH method. The IC50 values of the single extracts of KPK and KNM were 79.34 ± 1.139 ppm and 79.96 ± 0.899 ppm. IC50 value combination of KPK and KNM extracts with variation (1:1); (1:2); and (2:1) are 19.50 ± 2.552 ppm; 58.38 ± 2.338 ppm; and 18.76 ± 1.605 ppm. One way ANOVA test showed that the IC50 values of single extracts and their combinations were significantly different (p < 0.05). The combination of KPK and KNM extracts had stronger antioxidant activity than the single extracts.
Artikel Review : Potensi Ashitaba (Angelica keiskei) sebagai Alternatif Terapi di Bidang Dermatologi Naya Wahyu Anindiya; Dedianto Hidajat; Agriana Rosmalina Hidayati
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30595

Abstract

Ashitaba ( Angelica keiskei ) merupakan tanaman asal Jepang yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian tentang ashitaba sudah banyak berkembang dalam bidang dermatologi sehingga tinjauan pustaka ini bertujuan untuk melihat perkembangan potensi ashitaba sebagai terapi alternatif di bidang dermatologi. Metode penelusuran artikel yang digunakan yaitu penelusuran artikel ilmiah melalui database seperti Google Scholar, ResearchGate dan Proquest dalam rentang waktu 2014-2024. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan ashitaba berpotensi menjadi pengobatan alternatif dalam bidang dermatologi karena mengandung bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, menghambat enzim tirosinase dan mengurangi ukuran tumor melanoma. Namun, penelitian lebih lanjut secara in vivo diperlukan untuk terapi jerawat vulgaris, serta uji klinis pada manusia untuk terapi penyembuhan luka, penuaan dini, hiperpigmentasi, dan melanoma.
Co-Authors Abdillah, Lalu Khairi Achmad Fuad Hafid Agustini, Nur Indah Aini, Siti Rahmatul Aliefman Hakim Amira Amira Amni Hamid Anggit L. Sunarwidhi Anggit Listyacahyani Sunarwidhi Anindiya, Naya Wahyu Anisa Febriani Ariani, Fitri Aryana, Baiq Putri Aty Widyawaruyanti Aulia, Dia Ul Avida In Amy Baiq Ihda Nanda Safriyana Baiq Ridho Amalia Baiq Ridho Amalia Bayani, Faizul Cahyani, Dina Fathia Candra Eka Puspitasari Dedianto Hidajat Dedianto Hidajat Devanus lahardo Dewi Suryani Dia Ul Aulia Djoko Agus Purwanto Dyke Gita Wirasisya Dyke Gita Wirasisya Dyke Gita Wirasisya Einstenia Kemalahayati Eskarani Tri Pratiwi Firman Wicaksana Hafizah, Gina Tasya Rizka Hajrin, Wahida Handa Muliasari Handa Muliasari Hidayati, Regina Tria Hidayaturrohman, Achmad Hilkatul Ilmi Hilkatul Ilmi Iman Surya Pratama Iman Surya Pratama Pratama Indah Permata Sari Indra Purnomo Indriani, Zulfia Ika Julia Harpina Kadar Riansyah Khairatun, Laziza Iklima Kurniasih Sukenti Lidya Tumewu Lisnasari, Baiq Risky Wahyu Mahacita Andanalusia Mahacita Andanalusia Marsih Wijayanti Maylisa Natalia Corry Muhamad Haikhal Muhammad Amir Hasan Muhammad Robby Rizky Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul Muktiali, Abdul Hamid Muliasari, Handa Muthia Cenderadewi Narendrani Sasmitaning Edhi Naya Wahyu Anindiya Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah Nisa Isneni Hanifa Permatasari, Lina Permatasari, Ni Made Ayu Dinda Pramudya, Muhammad Zaidan Pratama, Iman Surya Prianggawe, Prianggawe Pujiarohman, Pujiarohman Purnomo, Indra Purwitasari, Neny Putri Nuryana Raissa, Talitha Hasna Ramadhan, Muhammad Rafi Bintang Retno Widyowati Riadi, Putri Oktaviati Riesta Primaharinastiti Risnata, Richa Poetri rizki, alpa alfi Rizkika, Adila Safriyana, Baiq Ihda Nanda Sasvania, Anisa Siti Rahmatul Aini Suciati Suciati Suciati Suciati Sukardiman Sukardiman sulistanti, Erly Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani suryani, Bunga Tri Widiandani Wahida Hajrin Wardani, Ray Haerul Windah Anugrah Subaidah Wirasisya, Dyke Gita Yayuk Andayani Yunita Yunita Zahra, Nisrina