Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) METODE KONTRASEPSI OPERASI PRIA (MOP) DI KABUPATEN BOALEMO Andi Yusuf Katili
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol 3 No 1 (2016): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v3i1.62

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan membahas Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Operasi Pria (MOP) Di Kabupaten Boalemo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi Sosialisasi, Partisipasi, Tenaga Medis, dan Pembinaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Operasi Pria (MOP) Di Kabupaten Boalemo yakni sebagai berikut: (1) Sosialisasi tentang pelaksanaan program KB (Keluarga Berencana) MOP (Metode Operasi Pria) oleh BKKBD Kabupaten Boalemo belum maksimal karena hanya dilaksanakan sekali di setiap desa atau kecamatan secara bergilir setiap 3 bulan sekali, (2) Partisipasi yang dilaksanakan sering mengalami kendala karena partisipasi masyarakat dalam mengikuti program KB (Keluarga Berencana) MOP (Metode Operasi Pria) masih rendah, (3) Tenaga medis yang bertugas melaksanakan program MOP (Metode Operasi Pria) masih kurang, (4) Pembinaan yang dilaksanakan dalam Program KB (Keluarga Berencana) MOP (Metode Operasi Pria) cukup memuaskan. Disarankan kepada instansi terkait untuk memaksimalkan sosialisasi, meningkatkan partisipasi masyarakat, menambah tenaga medis dan terus melakukan pembinaan bagi masyarakat yang telah mengikuti Program KB (Keluarga Berencana) MOP (Metode Operasi Pria). Kata Kunci: Pelaksanaan, Program, Metode, Kontrasepsi, Pria
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN GERAKAN PEMBANGUNAN DESA (GERBANG DESA) MELALUI PROGRAM INFRASTRUKTUR Andi Yusuf Katili
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol 3 No 2 (2016): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v3i2.72

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai faktor-faktor penghambat pelaksanaan gerakan pembangunan desa melalui program infrastruktur di Desa Bulalu Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskripsi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokuemntasi. Wawancara dilakukan kepada sejumlah informan yang telah ditentukan yaitu yang memiliki kompetensi yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan, bahwa Perencanaan Kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa belum maksimal dilaksanakan sebagaimana mestinya karena tidak melibatkan masyarakat miskin dalam menentukan skala prioritas usulan yang akan dikerjakan; Sumber Daya Manusia (SDM) dan keahlian yang dimiliki oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) belum memenuhi syarat menjadi pelaksana kegiatan Desa; Pemanfaatan Sumber daya alam (SDA) serta pemanfaatan tenaga kerja lokal oleh pemerintah desa dalam pembangunan infrastruktur berupa pembangunan jalan belum dilaksanakan. Berdasarkan uraian maka disarankan Pemerintah Desa Bulalo Kecamatan Kwadang: perlu melibatkan masyarakat miskin dalam hal penentuan skala prioritas usulan yang akan dilakukan; perlu melibatkan masyarakat yang memiliki Sumber daya manusia (SDM) dan keahlian khusus untuk menjadi Tim Pelaksana Kegiatan Desa (TPKD) sehingga Pembangunan Desa bisa mencapai target yang telah ditentukan; Pemerintah Desa Bulalo harus memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) yang ada di Desa itu sendiri, yaitu melibatkan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan pekerjaan infrastruktur di Desa, sehingga selain masyarakat mendapatkan penghasilan dari pekerjaan tersebut juga melancarkan progres kegiatan pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditentukan; Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara perlu melakukan pemantauan dan pengawasan semua tahapan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang ada di Desa Bulalo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Kata Kunci: Pelaksanaan, Gerakan, Pembangunan, Desa
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT EFEKTIVITAS KERJA PETUGAS PELAPORAN PROGRES FISIK DAN KEUANGAN DI LINGKUNGAN SATUAN KERJA PENGEMBANGAN KAWASAN PEMUKIMAN DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI GORONTALO Andi Yusuf Katili
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol 2 No 1 (2015): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v2i1.79

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat efektivitas kerja petugas pelaporan progres fisik dan keuangan di Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo. Jenis penelitian dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu deskriptif pendekatan kuantitatif. Alat pengumpul data utama adalah instrumen menggunakan daftar pertanyaan/angket yang disebarkan kepada sejumlah 61 responden. Untuk melengkapi data penelitian, dilakukan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi atau pencatatan data sekunder yang berkaitan dengan masalah penelitian. Indikator dalam penelitian ini terdiri dari karakteristik organisasi, karakteristik lingkungan, karakteristik pekerja, kebijakan dan praktek manajemen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berdasarkan keseluruhan responden yang ada di Kantor Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo yakni 61 responden menyatakan cukup baik dengan kriteria sedang tentang faktor-faktor penghambat efektivitas kerja petugas pelaporan progres fisik dan keuangan, ini dibuktikan dari jawaban angket yang diisi, lebih jelasnya sebagai berikut: indikator karakteristik organisasi adalah 3,38 termasuk dalam kategori baik dengan kriteria tinggi, indikator karakteristik lingkungan adalah 2,66 termasuk dalam kategori cukup baik dengan kriteria sedang, indikator karakteristik pekerja adalah 2,53 termasuk dalam kategori cukup baik dengan kriteria sedang, indikator kebijakan dan praktek manajemen adalah 2,78 termasuk dalam kategori cukup baik dengan kriteria sedang. Hasil skor rata-rata secara keseluruhan tentang faktor-faktor penghambat efektivitas kerja petugas pelaporan progres fisik dan keuangan di Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo adalah 2,84 termasuk dalam kategori cukup baik dengan kriteria sedang. Dengan demikian pandangan responden terhadap faktor-faktor penghambat efektivitas kerja petugas pelaporan progres fisik dan keuangan dalam kategori cukup baik dengan kriteria sedang, namun masih perlu diperhatikan lebih lanjut. Kata Kunci: Efektivitas, Kerja, Progres, Fisik, Keuangan
KERJASAMA PEGAWAI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN BOALEMO Andi Yusuf Katili
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol 2 No 2 (2015): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v2i2.89

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kerjasama pegawai dalam memberikan pelayanan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Boalemo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik analisis kuantitatif melalui instrumen pengukuran skala Likert 5 (lima). Variabel penelitian dioperasionalkan melalui tiga (3) indikator yaitu: motivasi, koordinasi dan komunikasi, dan pemantauan. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner 28 (dua puluh delapan) responden, karyawan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Boalemo. Berdasarkan analisis dari hasil yang diperoleh dengan kesimpulan sebagai berikut: Indikator motivasi memperoleh skor rata-rata 2,47 termasuk kategori, yang berarti bahwa motivasi kerja sama karyawan dalam memberikan layanan bernilai kurang. Indikator koordinasi dan komunikasi memperoleh skor rata-rata 2,77, termasuk kategori sedang, berarti koordinasi dan komunikasi sebagai bentuk kemitraan sipil dalam memberikan layanan bernilai kurang. Indikator pemantauan memperoleh skor rata-rata 2,68, termasuk kategori, yang berarti bahwa pengawasan bersama karyawan dalam memberikan layanan bernilai lebih rendah. Secara keseluruhan skor rata-rata diperoleh oleh kategori 2,64, yang berarti bahwa kerjasama karyawan dalam menyediakan layanan distrik Departemen Kependudukan dan Catatan Sipil dinilai kurang. Selanjutnya, disarankan bahwa: penghargaan atas prestasi karyawan, membina hubungan kerja membutuhkan perhatian serius kepada karyawan yang termotivasi untuk bekerja sama dalam memberikan layanan. Peran kepemimpinan sangat diperlukan untuk membangun koordinasi dan komunikasi antar karyawan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Objektivitas dan kontinuitas pengawasan perlu ditingkatkan untuk mencegah isu-isu yang diketahui terutama mengenai pelayanan kepada publik. Kata Kunci: Kerjasama, Pegawai, Pelayanan, Disdukcapil
PENGELOLAAN LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) LESTARI DESA TABONGO KECAMATAN DULUPI KABUPATEN BOALEMO Andi Yusuf Katili
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol 1 No 2 (2014): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v1i2.98

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lestari Desa Tabongo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan dan melakukan observasi serta pencatatan data sekunder yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lestari Desa Tabongo Kecamatan Dulupi, belum maksimal dilaksanakan melalui proses perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan penggunaan. Penyusunan program rencana pengadaan tenaga pendidikan belum maksimal karena keterbatasan formasi. Pengembangan untuk menilai prestasi kerja, dan keperibadian tenaga pendidik, belum maksimal dilaksanakan, selain tenaga pendidik berstatus honor, dan anggaran sangat terbatas. Pemeliharaan dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, belum dapat dilaksanakan dengan baik karena keterbatasan anggaran operasional. Penggunaan perencanaan karier, peningkatan pengetahuan tenaga pendidikan melalui pendidikan dan pelatihan-pelatihan, belum dapat dilaksanakan karena alasan keterbatasan anggaran. Disarankan, perlunya perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo, menindak lanjuti berbagai permasalahan lembaga pendidikan anak usia dini Lestari tentang pengembangan kualitas tenaga pendidik dan peningkatan statusnya menjadi Pegawai Negeri Sipil, melaksanakan kegiatan kursus, pelatihan keterampilan dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik anak usia dini, khususnya di Desa Tabongo Kecamatan Dulupi, dan memberikan subsidi anggaran operasional yang memadai dalam rangka pengelolaan organisasi yang lebih baik di masa mendatang. Kata Kunci: Pengelolaan, Lembaga, Pendidikan, PAUD, Lestari
Analisis Daya Saing Komoditi Unggulan Gorontalo Dalam Mendukung Ibu Kota Negara Baru Republik Indonesia Non Endey; I Kadek Satria Arsana; Andi Yusuf Katili; Ansar Sahabi; Mohammad Abubakar Talalu
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.246 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v10i3.8571

Abstract

Abstract. This study aims to identify and analyze the Competitiveness of Gorontalo's Leading Commodities in Supporting the New Capital City of the Republic of Indonesia. This type of research uses a quantitative research approach with descriptive type. Sources of data in this study came from secondary and primary data. The year analyzed in this study is from 2017 to 2020. The analytical tools used in this study include; 1) Location Quotient (LQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) analysis, used to identify and analyze basic and prospective sectors in Gorontalo Province, 2) Shift-Share, used to analyze changes and shifts in the economic structure of Gorontalo Province, 3) Revealed Comparative Advantage (RCA), is used to identify and analyze the competitiveness of the leading export commodities of Gorontalo Province. The results showed that the basic sector in Gorontalo Province amounted to seven sectors and the identified prospective sectors were 8 sectors. Based on the combined results of the LQ and DLQ, there are two sectors that are included in the prospective basis sector, namely the Agriculture, Forestry and Fisheries sector and the Education Services sector. For changes and shifts in the economic structure of Gorontalo Province during the research year, the economic structure of Gorontalo Province is still dominated by the primary sector. The competitiveness of the leading export commodities of Gorontalo Province in 2017-2020 identified five commodities that have strong enough competitiveness that are ready to support the new IKN of the Republic of Indonesia.Keywords : Commodity, Leading Sector, Competitiveness, LQ, DLQ, Shift-Share, RCA.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis Daya Saing Komoditi Unggulan Gorontalo Dalam Mendukung Ibu Kota Negara (IKN) Baru Republik Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari data sekunder dan primer. Tahun yang dianalisis pada penelitian ini mulai tahun 2017 hingga tahun 2020. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini antara lain; 1) analisis Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ), digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sektor basis dan prospektif di Provinsi Gorontalo, 2) Shift-Share, digunakan untuk menganalisis perubahan dan pergeseran struktur perekonomian Provinsi Gorontalo, 3) Revealed Comparative Advantage (RCA), digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis daya saing komoditi unggulan ekspor Provinsi Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor basis di Provinsi Gorontalo berjumlah tujuh sektor dan yang teridentifikasi sektor prospektif berjumlah 8 sektor. Berdasarkan gabungan hasil LQ dan DLQ, terdapat dua sektor yang termasuk dalam sektor basis prospektif, yaitu sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dan sektor Jasa Pendidikan. Untuk perubahan dan pergeseran struktur ekonomi Provinsi Gorontalo belum terjadi selama tahun penelitian, struktur ekonomi Provinsi Gorontalo masih didominasi oleh sektor primer. Daya saing komoditi unggulan ekspor Provinsi Gorontalo tahun 2017-2020 teridentifikasi sejumlah lima komoditi yang memiliki daya saing cukup kuat yang siap untuk medukung IKN yang baru Republik Indonesia.Kata Kunci : Komoditi, Sektor Unggulan, Daya Saing, LQ, DLQ, Shift- Share, RCA.
Transparency in Utilization of School Operational Assistance Funds at SMAN 2 Gorontalo Utara Noor Aini; Ellys Rachman; Andi Yusuf Katili
Formosa Journal of Applied Sciences Vol. 1 No. 7 (2022): Desember 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjas.v1i7.1997

Abstract

This type of research is descriptive research with a qualitative approach. The aim of this research is to find out the transparency of the use of School Operational Assistance (BOS) funds at SMAN 2 Gorontalo Utara. The focus of research in this study is understanding technical guidelines, management procedures, preparation of reports. The results showed that the BOS management team's technical guidelines had not been fully implemented because not all of the BOS management team understood technical guidelines, the management procedures for the use of BOS funds had not run optimally, as seen by several program items not being met because the costs had been transferred to other programs so that several programs had experienced a shift. not in accordance with technical guidelines, preparation of reports has not run optimally because it does not comply with existing operational guidelines where the preparation of reports is only carried out by treasurers and school principals without involving the BOS management team.
ANALISIS PARTISIPASI POLITIK PEREMPUAN DI ORGANISASI PARTAI HANURA KOTA GORONTALO DALAM PEMILIHAN ANGGOTA LEGISLATIF 2014 Andi Yusuf Katili
International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals Vol 1 No 1 (2018): Proceedings of International Interdisciplinary Conference on Sustainable Developm
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.674 KB)

Abstract

This study aims to analyze the Political Participation of Women in the Hanura Party Organization of Gorontalo City in the Election of 2014 Legislative Members. The method of research is descriptive with a qualitative approach. While techniques for collecting data used in this study are observation, interview and documentation, and technique of analyzing data used interactive model analysis. Based on the results of the research, it can be concluded that: (1) the political participation of women in the Hanura Party organization of Gorontalo City in the election of 2014 legislative members, is still considered low; (2) The low political participation of women can be seen from the results of legislative members elections, which only get one seat from five candidates submitted; (3) And out of twenty three cadres of women from the Hanura Party who have the right to be elected, only five people have advanced in the nomination or 19% of the total number of cadres who have not fulfilled the 30% quota; (4) The low political participation of women can also be seen from their involvement as functionaries of Hanura party administrators, especially at the branch level, only ranging from 19% to 28%; and (5) The low political participation of women as members or cadres can also be seen from their involvement in providing support in the form of contributions of energy, thought and material. Based on the conclusions above, it is suggested to the Hanura Party of Gorontalo City to increase the political participation of women in carrying out various coaching as follows: (1) It is necessary to increase the participation of women through intensive coaching with more attention to social, economic and political conditions; (2) It is necessary to increase participation through intensive socialization of the Law which provides more room for women in politics; (3) Regional regulations need to be formulated which enable active involvement of women in all fields and sectors; (4) it is necessary to motivate women by providing equal opportunities for men in various sectors; and (5) Political learning is needed for women so that they can understand the growing political conditions
ANALYSIS OF IMPLEMENTATION OF NON-SMOKING REGIONAL POLICIES IN A TASK FORCE ENVIRONMENT Andi Yusuf Katili; I Kadek Satria Arsana Arsana; Ellys Rachman; Lisda Van Gobel
International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals Vol 4 No 1 (2021): Proceeding of International Interdisciplinary Conference on Sustainable Developme
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.913 KB)

Abstract

That cigarette kills you is a warning listed on every circulating cigarette wrapping label, but for smokers it is only considered a meaningless slogan. This research aims to analyze the extent to which the application of non-smoking areas is effective and adhered to by employees, especially the Local Government Task Force (SKPD) of Gorontalo Province. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The data source is obtained from primary and secondary data. The results showed that the implementation of the policy of non-smoking regional programs in the SKPD environment has not been effective due to the behavior of non-compliance of employees who are not fully aware of cigarettes can cause disease, less understanding about cigarette smoke is more harmful to passive smokers. Concluded that the Implementation of Non-Smoking Area Policy in SKPD Environment has not been fully adhered to by employees where there are still smoking not in the place that has been provided, the employees have not realized that cigarettes and their content can cause disease, and that the employees do not understand that cigarette smoke can interfere with the health of themselves and people (passive smokers) in the vicinity. Therefore, it is recommended that the Local Government be more keen to socialize so that employees comply with the regulations; aware of the dangers of cigarettes indirectly damaging to health; understand that cigarette smoke is very dangerous for himself and those around him. Keywords: Implementation, Policy, Program, Non-Smoking Area
Sosialisasi Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan bagi Warga Masyarakat Tidak Mampu Andi Yusuf Katili; Luthfia Bakari; Agus Pariono; Delvianty Ahmad
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 3 No. 1 (2023): Batara Wisnu | Januari - April 2023
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v3i1.152

Abstract

The obligation to pay taxes is one that must be carried out by citizens who own and control land and buildings in an area, without compensation or reciprocity and are coercive. Taxes are levies in the form of fees charged by the government to citizens. Because taxes are one of the state revenues, the awareness of citizens to pay off their tax debts must continue. The purpose of this Community Service activity (PkM) is to provide an understanding that the government is based on applicable laws and regulations, specifically Mayor Regulation Number 17 of 2019 concerning the Provision of Rural and Urban PBB Stimulus in Gorontalo City for residents who can't afford it by making an application. The method used in this activity is counseling or outreach regarding land and building tax deductions for residents who can't afford it. The location for the implementation of the PkM activities took place at the Liluwo Village Office, Kota Tengah District, Gorontalo City, which was carried out for one day attended by 45 residents who have had difficulty paying PBB because the tax burden continues to increase, while taxpayers do not have a steady income. With this socialization or counseling activity, it is hoped that residents will be obliged to understand and be aware of paying PBB after receiving a stimulus or reduction
Co-Authors Adiel Tambingon Agus Pariono Agussalim, Alfiyah Ahmad Akmal Hi Syarta Akhdan Ramadhan Badjeber Alamri, Moh. Rafli Alfiyah Agussalim Alhadar, Sofyan Ansar Sahabi Arifin, Ratih Arlin Nandita Yasin B, Virmansah Badjeber, Akhdan Ramadhan Bete, Siti Fadila Buusungi, Faini Chintia Desiana Tenges Datau, Rivani Delvianty Ahmad Djaba, Misbahudin Djabah, Misbahudin Djamila Podungge Djanatu, Yusrin A. Dwi Nur Handayani Ellys Rachman Fatma Mootalu Fenti Prihatini Dance Tui Feriska, Lisa Gagulu, Ivana Novarianti Geofakta Razali Gobel, Lisda Van Gobel, Sry Ade Muhtya HAIRUS HAIRUS Halid, Ilfanna Halid, Maryana Handayani, Dwi Nur Heny Suhindarno I Kadek Satria Arsana I Kadek Satria Arsana Arsana Ibrahim Kamaru Ibrahim, Firmansyah Ida Ri'aeni Imam Mashudi Imran, Mohammad Irfansyah Irfansyah Isran Pakaya Istinganah Eni Maryani Iswanto Z. Musa Jusrin Kadir Katili, Andi Abee Zoelthan Kurniadi K. Hasan Laudengi, Umriani T Liputo, Bayu Bakhtiar Lutfia Bakari Luthfia Bakari Mapiasse, Zeliana Amirudin Maryam Husain Masayu Anastasya H. Pikoli Minarti Dunggio Misbahudin Djaba Moha, Sri Wahyuni Mohamad Rizal Pasisingi Mohamad Sukri Djafar Mohammad Abubakar Talalu Mohi, Elnino M. Husein Mugi Harsono Muhad Fatoni Musa, Iswanto Z. Nggilu, Rukiah Nolfi S. Tueno Non Endey Noor Aini Nunung Tawa’a Nur Izatul Jannah Hulopi Octaviani Suryaningsih Masaguni Olan Harun Pariono, Agus Patadjenu, Waldi Patingki, Fadliansa Poma, Maryam D. Putri Qamaria Abubakar Rachman, Ellys Regi Mokodongan RINI ADIYANI Ririn Daulima Rosman Ilato Rukiah Nggilu Sabriana Oktaviana Gintulangi Sahi, Yayan Shohib Muslim Sofyan Al Hadar Sofyan Alhadar Sofyaningsi J. Hasan Sri Nurnaningsih Rachman Sri Susanda Amalia Putri Sumaga, Ahmad Nurmasyah Syahri Alhusin Tambingon, Adiel Tety Adam Tety Thalib Thaib Misbahudin Abas Thalib, Tety Tomutu, Gafar Tueno, Nolfi S. Usman, Idewi Wiranto Wange Yahya Antu Yasin, Arlin Nandita Yuliana Kaluku Zandra Dwanita Widodo