p-Index From 2021 - 2026
9.314
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LAW REFORM Yustisia Lentera Hukum JURNAL LITIGASI (e-Journal) Spektrum Hukum AL-Daulah Arena Hukum Veritas et Justitia Jurnal Hukum Novelty LAW REVIEW Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) Pembaharuan Hukum JURNAL MAHKAMAH Unram Law Review International Journal of Artificial Intelligence Research Jurnal Selat Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Widya Yuridika Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune Substantive Justice International Journal of Law Lex Scientia Law Review Jambe Law Journal Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran DE'RECHTSSTAAT International Journal of Supply Chain Management JURNAL ILMIAH LIVING LAW KERTHA WICAKSANA Unes Law Review Jurnal Ilmiah Galuh Justisi Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Jurnal Jatiswara Jurnal Hukum Volkgeist Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan Jurnal Simbur Cahaya Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Supremasi Hukum: Jurnal Penelitian Hukum Media Iuris University Of Bengkulu Law Journal Notaire International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Mulawarman Law Review JURNAL USM LAW REVIEW Jurnal Suara Hukum Majalah Hukum Nasional Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Hukum Lex Generalis Journal of Judicial Review Jurnal Rechts Vinding : Media Pembinaan Hukum Nasional Legislatif Jurnal Ketenagakerjaan Yuridika JIPRO : Journal Of Intellectual Property Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Jurnal Hukum dan Peradilan Jurnal Ilmu Hukum Journal of Constitutional Law Society (JCLS) RechtIdee LamLaj Mizan: Journal of Islamic Law Jurnal Kajian Pembaruan Hukum Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum
Claim Missing Document
Check
Articles

Revocation of Land Gifts for Breach of Filial Responsibility: A Comparative Study of Indonesia and India Grace Sharon; Ani Munirah Mohamad; Xavier Nugraha; Jeniffer Avrillya Wibisono; Yoga Prihandono
Jurnal Kajian Pembaruan Hukum Vol. 5 No. 1 (2025): January-June
Publisher : University of Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkph.v5i1.53694

Abstract

The transfer of land rights through gifts within familial relationships often entails obligations of filial responsibility, particularly the duty of children to care for their elderly parents. As the increasing disputes over property transfers within familial relationships, this study addresses the legal grounds and consequences of revoking land gift agreements in Indonesia and India when recipients fail to fulfil their filial obligations. So the urgency of the results of this research can help to renew civil law in Indonesia, in particular, and add to the literature as a more general research concept. This article is a normative legal research methodology with statutory, conceptual, and comparative approaches. The findings reveal a doctrinal divergence: Indonesian law mandates explicit conditions within the gift deed to allow revocation based on filial neglect, emphasising a textual interpretation under Article 1688 of the Indonesian Civil Code. Conversely, Indian law, notably through Article 23 of the Welfare of Parents and Senior Citizens Act, recognises both explicit and implicit filial duties as valid grounds for annulment, facilitating broader judicial protection for elderly donors. The study highlights the restrictive scope of Indonesian legal enforcement compared to the more flexible, purposive judicial approach in India, which prioritises substantive justice and familial welfare. These insights suggest that Indonesian legal reforms could benefit from adopting similar flexibility to strengthen safeguards for elderly parents, mitigate intra-family conflicts, and ensure equitable intergenerational property transfers, because the similarity between Indonesia and India is the application of a legal system influenced by customary law.
Verifikasi Manual Manifestasi Asas Kecermatan Sebagai Batu Uji Terhadap Keputuan Tata Usaha Negara Devi Yulida; Kartika Widya Utama; Xavier Nugraha
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 5 No. 1 (2022): MAY
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v5i1.4600

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai realisasi penggunaan Verifikasi Manual (Fakta Sosial) sebagai manifestasi Asas Kecermatan dalam Batu Uji terhadap KTUN. Latar belakang dari penulisan ini adalah terkait peran AUPB sebagai Batu Uji KTUN yang sudah diterapkan di ruang lingkup PTUN, namun belum secara spesifik menjelaskan mengenai realisasi bentuk dari AUPB. Penulisan ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penulisan hukum melalui pendekatan peraturan perundang-undangan dilakukan dengan menelaah semua undang-undang dan regulasi yang terkait dengan isu hukum yang sedang ditangani. Pendekatan konseptual dilakukan dengan menganalisis dan mengkritisi terhadap pelaksanaan Verifikasi Manual (Fakta Sosial) sebagai manifestasi dari Asas Kecermatan dalam KTUN. Penulisan ini akan melengkapi penulisan sebelumnya, kelebihan penelitian ini adalah secara spesifik membahas Verifikasi Manual (Fakta Sosial) sebagai realisasi dari Asas Kecermatan yang merupakan bagian dari AUPB, serta peran dan kedudukan Verifikasi Manual sebagai Batu Uji dalam KTUN. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa penggunaan Verifikasi Manual (Fakta Sosial) sebagai batu uji KTUN berperan dalam memberikan jaminan agar setiap KTUN yang dikeluarkan oleh pejabat administrasi tidak hanya sejalan dengan hukum yang berlaku, tetapi juga sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, sehingga mampu mewujudkan keadilan yang sebenar benarnya, berdasarkan fakta yang sesungguhnya.
Keabasahan Surat Kuasa Khusus Dari Luar Negeri Tanpa Nazegelen: Sebuah Desuetude Julienna Hartono; Xavier Nugraha; Eko Budisusanto
Hukum dan Masyarakat Madani Vol. 11 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/humani.v11i2.3988

Abstract

The special power of attorney is a crucial thing in a lawsuit, but it is not considered. For example, many are not aware of the nazegelen requirement stipulated in SEMA7/2012 for special power of attorney made overseas. Therefore, this legal research will analyze nazegelen as a condition for the validity of a special power of attorney made overseas, as well as the legal consequences if these conditions are not met. Sources of law will be analyzed using a statute approach and a conceptual approach. In conclusion, the requirements for the validity of a special power of attorney made overseas are: 1) state clearly and specifically the use of the special power of attorney, 2) clearly and specifically mention the role of certain level of court to be used, 3) clearly states the relevant relative competence, 4) mentions the identity and position of the parties in detail, 4) Must be legalized by representatives of the Republic of Indonesia, and 5) nazegelen. Of these conditions, the conditions that many do not know are related to the obligation to carry out nazegelen. As a result, although these requirements have been regulated in SEMA 7/2012, the norms are not applied. This condition is called desuetude. Non-fulfillment of the nazegelen requirements should be cause the lawsuit to be unacceptable, a procedural exception can be filed, and the examination process that occurs is invalid.
Aspek Caveat Venditor Dalam Hukum Perlindungan Konsumen Terhadap International Mobile Equipment Identity (IMEI) Yang Tidak Terdaftar Di Indonesia Xavier Nugraha; Sigmawati Widyaningrum; Nadya Eka Amalia Al’Azza
Hukum dan Masyarakat Madani Vol. 13 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/humani.v13i2.7461

Abstract

Maraknya teknologi informasi komunikasi kerap kali memunculkan perkembangan pada kehidupan manusia, salah satunya melalui kehadiran telepon seluler. Namun, terhadap kehadiran telepon seluler justru tidak menutup kemungkinan adanya indikasi pelanggaran dalam pengunaannya, seperti black market atau produk yang diperjualbelikan di luar persetujuan Pemerintah dan/atau tidak mematuhi kebijakan negara. Oleh sebab itu, sejak tanggal 18 April 2020 sebagaimana tertuang pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 tahun 2019 tentang Sistem Basis Data Identitas Perangkat Telekomunikasi Bergerak serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 tahun 2020 tentang Pengendalian Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung ke Jaringan Bergerak Seluler Melalui Identifikasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) Pemerintah resmi menerapkan aturan pengendalian IMEI. Sedangkan, tujuan dari adanya IMEI sendiri merupakan mekanisme preventif kemungkinan adanya indikasi pelanggaran, yang mana apabila nomor IMEI dari suatu perangkat ponsel tersebut tidak terdaftar maka dapat dilakukan pemblokiran atau terdapat kendala teknis lainnya seperti sinyal nomor seluler (Subscriber Identity Module Card/SIM CARD) yang telah dipasang hilang dan berstatus ‘no service.’ Berdasarkan uraian latar belakang isu hukum yang akan diangkat dalam penelitian ini diantaranya, (1) Perlindungan Hukum Bagi Pengguna Produk Apple Terhadap International Mobile Equipment Identity (IMEI) Yang Tidak Terdaftar dan (2) Tanggung Gugat Apple Authorized Reseller terhadap adanya pemblokiran IMEI pada produk yang dijual.
Co-Authors Adelina, Alya Adiwinata, Gianina Elizabeth Agus Widyantoro Ahmad Ardhiansyah Ahmad Ardhiansyah Ahmad Muzakki Alam Subuh Fernando Aldi, Jihan Anjania Alfredo, Juan Maulana Alip Pamungkas Alip Pamungkas Raharjo Alya Adelina Alya Anira Amilah Fadhlina Angelia, Alissa Angelica Milano Angelica Novia Walasondakh Ani Munirah Mohamad Answendy, Putri Riska Ardhana Christian Noventri Ardhana Christian Noventri Arinni Dewi Ambarningrum Aris, Mohamad Syaiful Aristyawan, Patricia Anais Arjuna, Gio Atiqoh Farhan Maulani Ave Maria Frisa K Ave Maria Frisa Katherina Bagus Oktafian Abrianto Bryan Owen Soeprapto Budi, Kukuh Pramono Budianto, Anneta Cornelia Christina Ella Yonatan Citi Rahmati Serfiyani Dania Shofi Maziyah Daniel Julian Tangkau Danmadiyah, Shevierra Darmawan, Monica Caecilia Desak Ayu Gangga Sitha Dewi Dinda Ajeng Puspanita Dinda Silviana Putri Dinda, Giovanni Dita Elvia Kusuma Putri Dwiana Martanto Eka Widi Astuti Eko Budisusanto Elma Putri Tanbun Emely Laurentius, Melva Enrick, Michael Ezra Tambunan Faizal Kurniawan Farid Ibrahim Fariz Rachman Iqbal Febrian Dirgantara Felany, Patricia Inge Felicia, Stefania Arshanty Fernando, Alam Subuh Firmansyah, Ridho Fuady, Muhammad Ikram Nur Ghansham Anand Gianina Elizabeth Adiwinata Gio Arjuna Putra Gio Arjuna Putra Giovanni Dinda Cahyawati Grace Sharon Gwyneth Eugenia Keisya Howard Hadiwidjayanti, Rizky Haidar Adam Hartono, Julienna Heru Irianto Heru Irianto Insiyah, Sayyidatul Iqbal Fauzurrahman Iqbal, Fariz Rachman Izzah Khalif Raihan Abidin Izzaty, Risdiana Izzaty, Risdiana Jeniffer Avrillya Wibisono Jeniffer Avrillya Wibisono Jennifer Moniq Sutanto John Eno Prasito Putra Joni Eko Waluyo Juan Maulana Alfedo Julienna Hartono Julienna Hartono Kadek Anda Gangga Putri Kartika Widya Utama Kexia Goutama Kosuma, Indah Permatasari Krisna Angela Krisna Darari Hamonangan Putra Krisna Murti Kusuma Wardani Raharjo Kusuma Wardani Raharjo Lorenzo Nieuwenburg Luisa Srihandayani Luisa Srihandayani M Imron Rosyadi M. Adib Akmal Hamdi M. Syaiful Aris Marchethy Riwani Diaz Marzul Afiyanto Mas Rahmah, Mas Maulia Madina Melati Ayu Pusparani Melva Emely Laurentius Moch. Marsa Taufiqurrohman Moch. Marsa Taufiqurrohman Mohamad, Ani Munirah Mohammad Syaiful Aris Muhammad Mashuri Muhammad Rizky Febrianto Nasri Nadya Eka Amalia Al’Azza Natasha Caecilia Lisanggraeni Rositaputri Nathanael Grady Nina Amelia Novita Sari Nina Amelia Novita Sari Patricia Anais Aristyawan Patricia Inge Felany Patricia Inge Felany Peter Jeremiah Setiawan Peter Jeremiah Setiawan Pradnya Wicaksana Prawitra Thalib Prihandono, Yoga Purnamawadita, Baiq Elma Putri Saraswati Putri, Annida Aqiila Putri, Annida Aqiila Putri, Dita Elvia Kusuma Putri, Dita Elvia Kusuma Qona’aha Noor Maajid Rahmat , Nur Ezan Rahmat, Nur Ezan Ramadhan, Febriansyah Ramadhanti, Syifa Regita Nathalia, Angeline Ridho Firmansyah Risdiana Izzaty Risdiana Izzaty Risdiana Izzaty Rizki Firmansyah Rizki Istighfariana Achmadi Rosa Ristawati Rosyadi, Julianda Rr. Herini Siti Aisyah S., Bryan Owen Sabdo Adiguno Safira Noor Ramadhanty Sapta Aprilianto Sayyidatul Insiyah Sayyidatul Insiyah Septiningrum, Shintya Yulfa Serfiyani, Citi Rahmati Shevierra Danmadiyah Shevierra Danmadiyah Shintya Yulfa Shintya Yulfa Septiningrum Sigmawati Widyaningrum Simamora, Yohanes Sogar Siti Latifah Sri Winarsi Stefania Arshanty Felicia Stefania Arshanty Felicia Sudirman Sudirman Sumardji Suparto Wijoyo Syifa Ramadhanti Syifa Ramadhanti Tambunan, Ezra Tanbun, Elma Putri Taufiqurrohman, Moch. Marsa Thoriq Mulahela Toni Harmanto Tonic Tangkau Trisadini Prasastinah Usanti Ulfa Septian Dika Vincentius Sutanto Wahyu Purnomo Wibisono, Angelica Milano Aryani Wibisono, Angelica Milano Aryani Wibisono, Berardus Bilyarto Wibisono, Jeniffer Avrillya Wibowo, Widyanti Wicaksana, Pradnya Widyanti Wibowo Wijaya Sahadewa, Anak Agung Gede Ananta Windy Agustin Windy Agustin Yoga Prihandono Yohana Apriliani Christianta Silaen Yohanes Sogar Simamora Yulida, Devi Yuni Lathifah Yunia Utami Indah Haloho